Anda di halaman 1dari 16

TGB/X/genap REV_1

2015 1 dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS UR I


H A ND
AY
W
DINAS PENDIDIKAN

AN
TU
SMK NEGERI 1 MANDAU

I
Jl. Pipa Air Bersih Telp/Fax. (0765) 7034408
E-mail : smkn_1duri@yahoo.co.id
Web site : www.smk1mandau. sch.id

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )

Mata Pelajaran Menggambar layout dekorasi interior daneksterior


Kelas / Semester X / Genap
Alokasi Waktu 2 x 45 menit

A. Standar Kompetensi :

Menggambar dekorasi interior rumah tinggal, perkantoran dan ruang publik

B. Kompetensi Dasar :
14.1. Menentukan elemen dekorasi interior rumah tinggal, perkantoran, dan
ruang publik

C. Indikator

 Bahan - bahan interior diidentifikasi sesuai kegunaan elemen


bangunan
 Perekat bahan diidentifikasi sesuai bahan yang digunakan

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran :
Siswa dapat :
 Menyebutkan warna, bahan elemen penyusun Ruang serta
karakteristiknya.
 Menyebutkan Perekat bahan sesuai kegunaanya

E. Materi Pembelajaran
 Pekerjaan mengenali elemen penyusun Ruang
 Pekerjaan memberikan deskripsi Unsur – unsur dekorasi interior dan
eksterior
TGB/X/genap REV_1
2015 2 dari 4

Uraian MATERI

Ciri-ciri konsep arsitektur minimalis adalah garis lurus dengan bidang datar, dan
pertemuan bidang serba siku tegak lurus, konstruksi volume metric dan gubahan
massa, kejujuran material olahan cahaya dan udara, sirkulasi ringkas, emanfaatan
ruang sehingga menjadi multifungsi dan berurut serta kejelasan sistem struktur.

7 Prinsip Desain Interior

1.Unity and Harmony

Yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen
yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya
sehingga menghasislkan komposisi yang seimbang.

2.Keseimbangan (Balance)

Sesuai dengan judulnya, Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah.Tidak


terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb.Aksen pun harus
memiliki keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.

Style keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial

Keseimbangan Simetris:

 Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain


terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal.Gaya ini
mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi
yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang
sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain.
Meskipun mudah untuk diterapkan, keseimbangan simetris sulit untuk
membangkitkan emosi dari pembaca visual karena terkesan “terlalu
direncanakan”.Kesimbangan simetris juga biasa disebut dengan
keseimbangan formal.

Symmetrical room

Keseimbangan Asimetris:

 Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak
TGB/X/genap REV_1
2015 3 dari 4

merata di poros tengah halaman.Gaya ini mengandalkan permainan visual


seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak
beraturan.Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu
besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena
permainan kontras, warna, dsb.Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk
menggugah emosi pembaca visual karena ketegangan visual dan yang
dihasilkannya.Ketegangan asimetris juga biasa disebut dengan
keseimbangan informal.

Asymmetry Room

Keseimbangan Radial:

 Adalah ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah.


Misalnya: Tangga berbentuk spiral.

3. Focal Point

Focal Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik
ruangan.Bisa satu atau lebih, tapi jangan semua.

Misalnya Focal Point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di
ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.

4. Ritme

Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual.
Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

5. Details

Mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga dsb. Detail biasanya
tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa
keseluruhan ruangan.

6. Skala dan Proporsi

Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan


dengan ukuran dan bentuk.Sebenarnya masih berhubungan dengan konsep
keseimbangan dan aksen yang telah dipaparkan sebelumnya saya rasa,
namun kali ini lebih kepada ukuran. Misalnya ukuran kursitamu dan meja tamu
yang seimbang. Apabila mejanya terlalu tinggi, maka pengguna kursi akan
TGB/X/genap REV_1
2015 4 dari 4

merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut.

7. Warna

Dengan adanya desain interior rumah atau ruangan anda menjadi tampak
indah dan cantik.Menurut ahli desain interior adalah kegiatanmenata,
merencanakan serta merancang ruangan interior dalam bangunan.tujuan dari
desain tersebut adalah untuk mengatur, menyusun bagian-bagian tertentu secara
utuh agar enak dipandang.

. Adapun ” prinsip desain interior “:

• Proporsi serta skala, prinsip ini selalu berhubungan dengan bentuk dan ukuran
agar terlihat lebih seimbang.

• Warna, dengan warna akan mempengaruhi psikologis anda yang berada pada
ruangan tersebut.

• Focal point atau bisa juga disebut dengan daya tarik ruangan misalkan posisi
pintu atau jendela.

• Ritme, merupakan pengulangan semua pola tentang visual. bisa juga


didefenisikan sebagai pergerakan terorganisir.

• Detail, yakni pemilihan sakelar, letak pot bunga, tata cahaya pada suatu
ruangan.

• Keseimbangan, yang terbagi menjadi 3 yaitu:

1. Keseimbangan Radial yakni elemen desain tersusun dan berpusat di


tengah.

2. Keseimbangan Asimetris yakni keseimbangan yang terjadi ketika elemen


tidak merata di poros tengah halaman.

3. Keseimbangan Simetris yakni keseimbangan yang terjadi apabila berat


visual dari elemen visual terbagi merata baik dari segi vertikal maupun
horizontal.

• Unity dan Harmony yakni ruangn yang dianggap sebagai suatu kesatuan
dimana semua elemen yang ada saling melengkapi.

1.6. Elemen Pendukung

Elemen penyusun Ruang Elemen Pembentuk Ruang adalah struktur wadah


TGB/X/genap REV_1
2015 5 dari 4

ruang kegiatan diidentifikasikan sebagai lantai, dinding, dan langit- langit/Plafond


yang menjadi satu kesatuan struktur.

PLAFOND, berfungsi sebagai pelindung (penutup) lantai atau atap dan sekaligus
sebagai pembentuk ruang dengan bidang yang ada dibawahnya.

DINDING,

Fungsi pembatas ruangan, pembatasan menyangkut penglihatan, sehingga


manusia terlindung dari pandangan langsung.

LANTAI,

Selain berfungsi sebagai penutup ruang bagian bawah, lantai

berfungsi sebagai pendukung beban dan benda-benda yang ada diatasnya.


Elemen Penyusun Ruang

JENDELA,

Jendela dapat dilihat sebagai bagian yang terang pada

 dinding, jendela dapat dikembangkan sampai ketaraf dimana jendela menjadi


bidang dinding fisik

PINTU,

Bukaan pintu yang terletak padaatau berdekatan dengan sudut- sudut, dapat
membuat jalur-jalur melintas disisi ruangan.

Elemen Pelengkap

Unsur-unsur dekoratif adalah hal hal yang menjadi ide desain sebuah ruangan
atau bangunan. Hal-hal diluar struktur yang digunakan sebai pemanis desain.

Ataupun bagian struktur yang dibuat lebih menarik.Bentuk furniture yang menarik
sangat disarankan dalam mendesain interior ruang.

Unsur Dekoratif Interior

WARNA
Warna yang sesuai untuk sebuah ruangan dan temaruangan akan menambah
keindahan ruang.
TGB/X/genap REV_1
2015 6 dari 4

Pengolahan bentuk masa bangunan atau struktur pembentuk bangunan.

Unsur Dekoratif Eksterior

RUANG
Ruang mengikuti masa bangunan,atau sengaja diciptakan untuk memenuhifungsi
tertentu. Untuk menampung aktivitasmanusia

.
Elemen # 1: Ruang

Ruang mendefinisikan batas-batas dan menetapkan batas-batas pada hal-hal


fungsional dan dekoratif yang dapat Anda lakukan. Biasanya Anda tidak akan
menentukan angkasa; sebagai gantinya, Anda akan dihadapkan pada tantangan
untuk menggunakan ruang yang ada secara efektif.

Elemen # 2: Jalur

Garis dalam sebuah ruangan yang kedua hanya untuk warna penting ketika
datang ke pengaturan yang suasana hati atau perasaan keseluruhan
ruangan.Garis-garis mode jendela harus mendukung garis dominan
ruangan.Dalam kebanyakan situasi, garis dominan lurus (vertikal, horizontal atau
diagonal) daripada melengkung. Anda menekankan pilihan arah garis akan
menentukan suasana yang ingin Anda ciptakan.

Tambahkan baris vertikal tinggi dan martabat, menciptakan suasana yang

 lebih formal. Garis vertikal juga keseimbangan garis horisontal yang


ditemukan di sebagian besar mebel.

Garis horisontal cenderung menciptakan perasaan, tenang informal.

 Mereka bekerja dengan baik di ruang santai atau sebagai bantuan ke


vertikal kuat kamar formal.

Garis Diagonal menarik perhatian dan memimpin mata. Mereka dapat


TGB/X/genap REV_1
2015 7 dari 4

 mengganggu kecuali didukung oleh vertikal atau menentang Diagonal-


diagonal.
Garis lengkung menambahkan efek melembutkan dan menjaga ruangan

 menjadi terlalu kaku. Gunakan garis melengkung dengan menahan


beberapa untuk menjaga ruangan menjadi terlalu lembut dan terlalu
feminin.

Elemen # 3: Formulir

Baris yang bergabung bersama-sama menghasilkan bentuk, atau bentuk, dari


sebuah objek, yang pada gilirannya berdampak pada perasaan keseluruhan dari
sebuah ruangan.garis lurus membuat empat persegi panjang, persegi dan
segitiga. garis lengkung lingkaran dan bentuk oval. persegi panjang adalah bentuk
yang paling populer dan sering bentuk dominan dalam kamar. Segitiga
memberikan stabilitas dan bentuk melengkung melunakkan kontur obyek.

Elemen # 4: Warna

Lebih dari unsur lain, warna dapat membuat ruangan yang indah. Warna dapat
mengatur suasana hati.Hal ini dapat membuat ruangan lebih hangat atau lebih
dingin, lebih besar atau lebih kecil.Hal ini dapat menyembunyikan fitur
menyakitkan mata atau panggilan perhatian pada pusat perhatian.Bahkan dengan
perabot sederhana, penggunaan yang tepat dapat mengubah warna ruangan.
Elemen # 5: Tekstur

Tekstur memainkan peran yang semakin penting dalam dekorasi rumah.Visual


adalah tekstur halus jelas bahan atau kekasaran.Untuk mempertahankan dan
meningkatkan rasa santai, gunakan kain yang lebih berat bertekstur, nubby atau
visual tekstur kasar.Halus, permukaan mengkilap seperti sutra, moiré, berlengan
dan tampak sutra-seperti dukungan perasaan yang lebih formal di
ruangan.Menggunakan beberapa tingkatan tekstur komplementer menambah
variasi dan memelihara bunga.Namun, itu adalah ide yang baik untuk menghindari
kontras dramatis dalam tekstur.

1.7. Nilai Estetika

Arsitektur adalah proses perencanaan dan pemikiran yang dikerjakan secara


TGB/X/genap REV_1
2015 8 dari 4

sadar oleh manusia untuk mewujudkan sebuah bangunan, ataupu rumah


tinggal.Arsitektur berada pada seni dan teknologi yang daling melengkapi satu
dengan yang lainnya sehingga kita menyadari bahwa arsitektur tidak akan pernah
lepas dari unsur seni yang ada.

Nilai Estetika

Dalam membincangkan apa itu estetika kita tidak akan pernah lepas dari
perbincangan tentang budaya. Ibarat sebuah nyawa, estetika adalah nyawa dari
sebuah karya, dalam hal ini adalah karya arsitektur yang menjadi fokus
perbincangan. Pada perkembangan lanjut tentang estetikan, kita akan banya
membicarakan bgaimana masyarakat menilai sebuah estetika itu sendiri.
Nilai keindahan sebenarnya tidak memiliki ukuran tertentu dan bebas dari segala
rumusan. Namun pada sebuah bangunan wujud estetika akan tampak pada
kehormonian yang teraplikasikan dalam berbagai desain dan gaya. Adanya
beberapa aspek seperti keindahan dalam membingkai harmoni dan proporsi,
kesenangan pada adanya korelasi yang positif tentang arti efisiensi dan
kenyamanan, kesukaan atau delight yang menonjolkan pada aspek selera. Unsur
seni dan estetika pada sebuah bangunan tidak hanya akan terlihat pada ornamen
dan ragam hias yang terpasang namun juga pada desain yang ada pada
bangunan tersebut. Estetika akan semakin berkembang dan berevolusi sesuai
dengan permintaan dan tren yang ada di masyarakat. Hal inilah yang membuat
banyak desain arsitektur berkembang dan berproses sesuai dengan zamannya.
Seringkali sebuah desain rumah akan digemari pada suatu zaman namun pada
suatu ketika akan ditinggalkan.

Nilai Filosofi

Sebuah rumah adalah aplikasi dari unsur-unsur filosofi yang dianut oleh
seseorang dan diaplikasikan dalam sebuah ornamen, ragam hias, ataupun
desain.Rumah tradisional biasanya kental oleh unsur filosofi. Rumah tradisional
kaya akan unsur ornamen dan ragam hias serta desain yang memiliki simbol-
simbol tertentu. Beragam ornamen hias akan mewakili unsur filosofi tertentu dari
beragam kebudayaan. Seperti ukiran yang terpahat di dinding, dan ornament yang
TGB/X/genap REV_1
2015 9 dari 4

terpampang pada desain rumah. Beragam ornament ini terkadang mewakili


sebuah legenda, cerita, dan hal-hal yang banyak mengandung makna filosofi
lainnya.
Demikianlah unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah rumah dan bangunan.
Anda akan mendapati bahwa sebuah rumah yang indah adalah rumah yang kaya
akan unsur filosofi, estetika, dan nilai moral.

Dari pengertian nilai estetika, kita bisa menilai keindahan sesuatu apapun itu yang
berisfat alamiah ataupun buatan manusia sesuai dengan nilai estetika yaitu yang
dapat membhasa bagaimana sesuatu bisa terbentuk dan menjadi sebuah seni dan
bisa dinikmati sebgai hasil karya yang indah.

1. 8. Fungsi Warna

Warna adalah gejala yang timbul karena suatu benda memantulkan cahaya yang
mengenainya. Sifat cahaya bergantung pada panjang gelombang cahaya yang
dipantulkan benda tersebut.

Warna mampu menciptakan nuansa keindahan saat diaplikasikan pada sebuah


ruangan.Dengan warna, Anda bisa membuat suasana terasa lebih menyenangkan
dan nyaman. Anda bebas memilih warna sesuai kesan yang akan Anda
munculkan. Warna-warna yang diaplikasikan pada interior memiliki peran dan
fungsi yang sesuai dengan karakternya masing-masing.

• Warna untuk menciptakan mood, kondisi perasaan bisa diciptakan dengan


mengubah warna interior rumah.

• Menciptakan suasana / kesan pada interior, warna bisa membantu Anda


mengubah suasana interior dengan sekejap sesuai keinginan. Caranya yaitu
pertama Anda tentukan warna yang akan mendominasi ruangan, pilihlah warna-
warna yang cocok dan sesuai dengan tema rumah Anda. Misalnya, untuk rumah
minimalis sebaiknya pilihlah warna-warna netral. Banyak cara yang bisa dilakukan
untuk mengaplikasikan warna. Anda bisa menerapkan warna pilihan Anda pada
TGB/X/genap REV_1
2015 10 dari 4

salah satu bagian dinding untuk menciptakan kesan yang berbeda dari biasanya.

• Warna untuk membuat interior terlihat menarik, menciptakan interior yang lebih
menarik juga bisa dilakukan dengan menggunakan warna. Anda tidak perlu takut
berkreasi dengan paduan warna-warna kontras Anda karena hal ini akan membuat
ruangan tidak monoton dan membosankan. Atau Anda aplikasikan warna-warna
terang untuk mempercantik ruangan. gunakan warna-warna tersebut seperlunya
agar tidak terlihat berlebihan.

1. 9.Zona Ruangan Desain Interior

Dalam merencanakan sebuah rumah tinggal, termasuk hal paling utama


yang kita lakukan adalah merencanakan ruang-ruang apa saja yang akan
ada didalam rumah tersebut. Terdapat beberapa macam ruang yang
biasanya ada dan sering digunakan dalam rumah-rumah tinggal di
Indonesia.Semua ruang ini memiliki fungsi khusus.Ruang- ruang ini
sebenarnya sudah terlalu sering kita kenal, misalnya ruang tamu, ruang
keluarga, ruang dapur, dan sebagainya.

Dari berbagai ruang tersebut, ada pula pembagian zona ruang, yaitu tingkat
privasi dari ruang yang bersangkutan. Tata ruang pada penataan ruang-
ruang dengan cara modern ini mengikuti alur ruang publik, semi privat,
privat. Ruang publik adalah ruang yang dapat dimasuki oleh semua orang
(tentunya dengan seijin pemilik rumah).Ruang semi privat adalah ruang
yang dapat dimasuki orang-orang yang dikehendaki saja oleh pemilik
rumah.Ruang privat adalah ruang terbatas hanya untuk pemilik rumah saja,
atau anggota keluarga pemilik rumah.

Rumah-rumah pada saat ini banyak menggunakan pembagian ruang-ruang

berikut:
• Teras (publik)

• Ruang tamu (publik)

• Ruang keluarga (semi privat)

• Ruang makan (semi privat)


TGB/X/genap REV_1
2015 11 dari 4

• Kamar tidur (privat)

• Kamar mandi (privat)

• Dapur (semi privat)

Dan ruang-ruang tambahan seperti:

• Ruang baca (semi privat)

• Kamar tidur tamu (privat)

• Ruang santai (semi privat)

• Ruang olahraga (semi privat)

• Powder room (ruang yang seperti kamar mandi, hanya tanpa fasilitas mandi,
semacam ruang untuk mempersiapkan diri/berhias – privat)

• Ruang entertainment (ruang hiburan, berisi fasilitas seperti televisi, game, sound
sistem, dan sebagainya – semi privat)

• Ruang kerja (publik atau semi privat, tergantung kebutuhan), dsb.

Tingkatan privasi zona ruang ini berpengaruh pada desain rumah, yaitu
dimana sebaiknya meletakkan ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dan
sebagainya.Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan dalam meletakkan ruang
seperti bagaimana ruang kamar tidur tidak terlalu terlihat dari ruang tamu. Bila
Anda sedang dalam proses merencanakan rumah tinggal, sebaiknya
memperhitungkan dengan matang pembagian zona ruang ini.

F. Metode Pembelajaran
Ceramah
Unjuk kerja
Pemberian Tugas
G. Strategi Pembelajaran
Pertemuan Ke 1 :
Kegiatan Awal :
 Menjelaskan standart kopetensi dan kopetensi dasar yang harus dikuasai
oleh siswa
 Melaksanakan pretest
TGB/X/genap REV_1
2015 12 dari 4

 Memberikan motifasi

Kegiatan Inti :
a. Eksplorasi
 Melibatkan peserta didik untuk mencari sumber materi dari buku atau
referensi lain termasuk internet tentang macam – maca bahan interior,
atau maket

b. Elaborasi
 Siswa Mengidentifikasi macam – macam bahan dekorasi interior dan
eksterior

c. Konfirmasi :
Guru mengoreksi tugas siswa dan memberikan umpan balik tentang tugas
yang diberikan kepada siswa
Tanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah diterima

Kegiatan Akhir :
Menyimpulkan materi yang telah dipelajari
Menutup pelajaran dengan salam

Pertemuan Ke 2 :
Kegiatan Awal :
 Mengabsen siswa dan memberi salam
 Menjelaskan standart kopetensi dan kopetensi dasar yang harus dikuasai
oleh siswa
 Melaksanakan pretest
 Memberikan motifasi

Kegiatan Inti :
a. Eksplorasi
Melibatkan peserta didik untuk mencari sumber materi dari buku atau
referensi lain termasuk internet macam -macam bahan (lantai, dinding, dan
langit-langit)
TGB/X/genap REV_1
2015 13 dari 4

b. Elaborasi
 Identifikasikan macam -macam bahan (lantai, dinding, dan langit-
langit) ruang keluarga berikut ini !

c. Konfirmasi :
Guru mengoreksi tugas siswa dan memberikan umpan balik tentang tugas
yang diberikan kepada siswa
Tanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah diterima

Kegiatan Akhir :
Menyimpulkan materi yang telah dipelajari
Menutup pelajaran dengan salam

Pertemuan Ke 3 :
Kegiatan Awal :
 Mengabsen siswa dan memberi salam
 Menjelaskan standart kopetensi dan kopetensi dasar yang harus dikuasai
oleh siswa
 Melaksanakan pretest
 Memberikan motifasi

Kegiatan Inti :
a. Eksplorasi
 Melibatkan peserta didik untuk mencari sumber materi dari buku atau
referensi lain termasuk internet tentang Desain interior rumah tinggal
minimalis berdasar ekonomi kreatif (budaya, ekonomi, sosial, dan
TGB/X/genap REV_1
2015 14 dari 4

pengembangan berkelanjutan).

b. Elaborasi
 Identifikasikan macam -macam bahan Desain interior rumah tinggal
minimalis berdasar ekonomi kreatif (budaya, ekonomi, sosial, dan
pengembangan berkelanjutan).

c. Konfirmasi :
 Guru mengoreksi tugas siswa dan memberikan umpan balik tentang
tugas yang diberikan kepada siswa
 Presentasikan semua hasil pengamatan, diskusi, data yang sudah
dirangkumtentang:
 Tanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah diterima

Kegiatan Akhir :
Menyimpulkan materi yang telah dipelajari
Menutup pelajaran dengan salam

Pertemuan Ke 4 :
Kegiatan Awal :
 Mengabsen siswa dan memberi salam
 Menjelaskan standart kopetensi dan kopetensi dasar yang harus dikuasai
oleh siswa
 Melaksanakan pretest
TGB/X/genap REV_1
2015 15 dari 4

 Memberikan motifasi

Kegiatan Inti :
a. Eksplorasi
 Melibatkan peserta didik untuk mencari sumber materi dari buku atau
referensi lain termasuk internet tentang
a. U

b. Elaborasi
 Identifikasikan beberapa contoh interior rumah tinggal minimalis layak jual
berikut ini dan bahan apa saja yang digunakan :

b. Konfirmasi :
Guru mengoreksi tugas siswa dan memberikan umpan balik tentang tugas
yang diberikan kepada siswa
Tanya jawab tentang materi pelajaran yang sudah diterima

Kegiatan Akhir :
Menyimpulkan materi yang telah dipelajari
Menutup pelajaran dengan salam

H. Alat / Sumber Belajar :


 Peralatan dan perlengkapan Gambar
 Komputer Program Auto CAD 3D dan Sketchup
 Buku BSE Teknik Gambar bangunan
 Buku Data Arsitek
 Tata Ruang

I. Metode Penilaian
Pengamatan dan penugasan
TGB/X/genap REV_1
2015 16 dari 4

Duri, .......,.........2015

Mengetahui Guru Mata Pelajaran

SMKN 1 Mandau

ZULFIKAR.S.Pd. MM ENDRI SUJOKO. ST


NIP.19740828 200212 1 004