Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
I. IDENTITAS PELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 BATIPUH
Mata pelajaran : Menerapkan Dasar- dasar Gambar Teknik
Program keahlian : Teknik Bangunan
Kelas / semester :X/1
Alokasi waktu : 8 x 45 menit
Pertemuan ke : 8 dan 9

II. STANDAR KOMPETENSI :


Menerapkan dasar – dasar gambar teknik

III. KOMPETENSI DASAR :


Menggambar proyeksi benda

IV. INDIKATOR PENCAPAIAN :


a. Memahami istilah- istilah dalam proyeksi benda (ortogonal)
b. Mengindentifikasi macam-macam proyeksi yang dilihat dari beberapa sisi pandang
c. Memahami perbedaan proyeksi amerika dan proyeksi eropa.
d. Mampu menggambarkan benda kedalam proyeksi dengan sistem eropa dan sistem amerika.
V. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Dengan diberikan penjelasan tentang dasar – dasar gambar teknik siswa dapat mengidentifikasi
dan memahami serta mangaplikasikan :
1. Menggambar bidang proyeksi orthogonal (Proyeksi Amerika dan Proyeksi Eropa) dengan baik
dan benar.
2. Menggambar benda ke dalam bentuk proyeksi dengan sistem Amerika dan sistem Eropa.

VI. MATERI PEMBELAJARAN


PROYEKSI
A. Konsep :
* Proyeksi merupakan penggambaran bentuk tiga dimensi benda / objek gambar menjadi
bentuk dua dimensi.
* 4 faktor yang harus diperhatikan dalam menggambar proyeksi antara lain : titik pandangan,
garis proyeksi, bidang proyeksi dan benda.
1. Titik pandangan : merupakan posisi dimana mata pengamat memendang benda yang akan di
proyeksikan
2. Bidang gambar : permukaan bidang dua dimensi tempat meletakkan gambar proyeksi .
3. Garis proyeksi : garis maya yang digunakan sebagai alat bantu untuk memindahkan
oyek gambar ke dalam bidang gambar.
4. Obyek / bendar : benda yang akan dibuat gambar proyeksinya atau diproyeksikan.
Ilmu proyeksi adalah bayangan khayalan dari benda yang dipandang namun pada
keyataannya bayangan khayalan tersebut merupakan gambar, yang menunjukkan bayangan
benda yang dipandang oleh pengamat (observer). Bayangan dari benda tersebut ditentukan oleh
garis-garis pandangan pengamat yang disebut garis-garis proyeksi (proyektor). Dalam ilmu
proyeksi dipelajari cara-cara memproyeksi sebuah titik, garis, bidang, dan benda tiga dimensi
(piktorial) dalam ruang. Dimana secara umum dapat dikatakan bahwa :
 Proyeksi titik akan menghasilkan sebuah titik pada satu bidang proyeksi.
 Proyeksi garis akan menghasilkan sebuah garis pada satu bidang proyeksi.
 Proyeksi bidang akan menghasilkan sebuah bidang pada satu bidang proyeksi.
 Proyeksi ruang akan menghasilkan sebuah ruang pada satu bidang proyeksi.

Bukaan pada bidang proyeksi


Tiga bidang proyeksi yang telah disedehanakan :

b. Prinsip :
* Pada proyeksi amerika, bidang proyeksi terletak antara pengamat dengan benda, letak bidang
yang diproyeksikan sama dengan arah pandangannya.
* Sedangkan pada proyeksi eropa, benda terletak antara pengamat dengan
bidang proyeksi, letak bidang yang diproyeksikan terbalik dengan arah pan
dangannya.
c. Prosedur : - Cara menggambar proyeksi amerika antara lain :

· Tampak atas benda terletak di kuadran atas


· Tampak kiri benda terletak di kuadran kiri
· Tampak kanan benda terletak di kuadran kanan
· Tampak bawah benda terletak di kuadran bawah
- Cara menggambar proyeksi eropa antara lain :
· Tampak atas benda terletak di kuadran bawah
· Tampak kiri benda terletak di kuadran kanan
· Tampak kanan benda terletak di kuadran kiri
· Tampak bawah benda terletak di kuadran atas

VII. ALOKASI WAKTU : 8 x 45 menit

VIII. Metode Pembelajaran :


a. Ceramah
b. Penugasan
c. Tanya jawab
d. Asistensi tugas

IX. KEGIATAN PEMBELAJARAN :


Pertemuan ke- 8 dan 9
No Metod
Uraian kegiatan pembelajaran Waktu Media
e
1. Kegiatan awal
 Pembukaan
Cerama 25 Papan
 Membaca do’a
h menit tulis
 absensi

 Apersepsi untuk menciptakan situasi belajar yang

kondusif

2. Kegiatan inti
 Eksplorasi
 Guru menjelaskan dan menggambar proyeksi orthogonal
(Proyeksi Amerika dan Proyeksi Amerika).
 Guru menjelaskan perbedaan antar proyeksi dngan
sistem eropa dan sistem amerika.
 Guru melakukan tanya jawab tentang menggambar
proyeksi orthogonal (Proyeksi Amerika dan Proyeksi
Amerika).
 Guru menugaskan kepada siswa untuk membuat gambar
proyeksi eropa dan proyeksi amerika.

 Elaborasi
 Siswa dapat menangkap apa yang telah dipelajari tentang
menggambar proyeksi orthogonal (Proyeksi Amerika dan Cerama 320 Papan
Proyeksi Amerika). h dan menit tulis,
 Siswa dapat menjelaskan kembali apa yang telah di demons gambar,
pelajari tentang menggambar proyeksi orthogonal trasi benda
(Proyeksi Amerika dan Proyeksi Amerika). kerja
 Siswa mampu menjawab pertanyaan tentang perbedaan
proyeksi eropa dan proyeksi amerika.
 Siswa mampu menggambar proyeksi sistem eropa dan
sistem amerika dengan baik dan benar.
 Konfirmasi
 Memberikan kuis-kuis kecil kepada siswa.
 Meminta anak menjelaskan apa yang telah di pelajari
tentang menggambar proyeksi orthogonal (Proyeksi
Amerika dan Proyeksi Amerika).
 Menegaskan kembali apa yang telah disampaikan kepada
anak apa sudah jelas apa belum.
 Melakukan asistensi setiap tugas yang di kerjakan siswa.
3. Penutup
 Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi
dari awal pembelajarn sampai akhir. Cerama 15 menit
 Guru memberikan ulasan tentang materi yang h
berikutnya.
 Guru menutup pelajaran dengan membaca hamdalah.

X. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT


 Penilaian kognitif : Tes secara lisan
 Penillaian afektif : observasi dalam KBM
ilaian psikomotor : Mempraktekkan penggambaran bukaan bidang pada proyeksi Amerika dan proyeksi Eropa,
asistensi serta hasil tugas.

Evaluasi
Soal :
1) Sebutkan 4 faktor yang penting dalam penggambaran proyeksi ?
2) Apa yang dimaksud dengan poyeksi sistem Amerika ?
3) Apayang dimaksud dengan proyeksi sistem Eropa ?
4) Buatlah bukaan proyeksi pada gambar dibah ini,dengan menggunakan sisten Eropa atau sistem
Amerika.
a.
b.

Kunci jawaban :
1). a. Titik pandangan
b. Bidang gambar
c. Garis proyeksi
d. Obyek / benda
2). * Pada proyeksi amerika, bidang proyeksi terletak antara pengamat dengan benda, letak
bidang yang diproyeksikan sama dengan arah pandangannya.
3). * Sedangkan pada proyeksi eropa, benda terletak antara pengamat dengan bidang
proyeksi, letak bidang yang diproyeksikan terbalik dengan arah pandangannya.
4). a.

b.

BOBOT PENILAIAN
NO Nomor Soal Bobot Keterangan
1 1 20
2 2 20
3 3 20
4 4 40
Jumlah 100

XI. SUMBER BELAJAR


Materi ajar Buku “Dasar-dasar Menggambar Teknik Bangunan”. Terbitan Andi Publisher,
Yogyakarta. F.
Bahan Ajar Gambar Teknik Dan Modul menggambar teknik.2002.

Batipuh, Juli 2013


Guru Pamong Guru Mata Pelajaran

DRS. DAMRI GUSNALDI


NIP.19570101 198403 1 006 NIM/BP. 16323/2010

Diketahui Dan Disahkan:


kepala SMK Negeri 1 Batipuh Waka Kurikulum

DRS.SYAMSUL BAHRI JONI ANDRIAN , S. Pd


NIP. 19600528 198403 1 003 NIP. 19770107 200501 1 008

FORMAT
MUTU
SMK NEGERI 1 BATIPUH
Jln. Raya Padang Panjang – Solok KM 6,5 Batipuh 27265
Telp./Fax (0752) 7490076
Email : smkn1btp@yahoo.co.id
Website : www.smkn1batipuh.com
No Dokumen :
SMKN 1 BTP/FM.KUR.TKI.TB/01-01 No.Revisi:0.0 Tgl.Berlaku :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
I. IDENTITAS PELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 BATIPUH
Mata pelajaran : Menerapkan Dasar- dasar Gambar Teknik
Program keahlian : Teknik Bangunan
Kelas / semester :X/1
Alokasi waktu : 12 x 45 menit
Pertemuan ke : 10 s/d 12

II. STANDAR KOMPETENSI :


Menerapkan dasar – dasar gambar teknik

III. KOMPETENSI DASAR :


Menggambar proyeksi aksonometri

IV. INDIKATOR PENCAPAIAN :


a. Memahami macam-macam proyeksi aksonometri .
b. Mengetahui pengertian masing-masing proyeksi aksonometri.
c. Memahami perbedaan antara proyeksi isometri , proyeksi dimetri dan proyeksi miring.
d. Mampu menggambarkan benda ke dalam proyeksi isometri, proyeksi dimetri dan proyeksi
miring.
V. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Dengan diberikan penjelasan tentang dasar – dasar gambar teknik siswa dapat mengidentifikasi
dan memahami serta mangaplikasikan :
1. Menggambarkan bentuk sumbu serta sudut masing-masing proyeksi aksonometri.
2. Menggambar benda ke dalam bentuk proyeksi dengan sistem Amerika dan sistem Eropa.
VI. MATERI PEMBELAJARAN

PROYEKSI AKSONOMETRI
A. Konsep :
Proyeksi aksonometri adalah cara penggambaran benda dalam bentuk tiga dimensi.
Gambar proyeksi aksonometri dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Proyeksi Isometri
2. Proyeksi Dimetri
3. Proyeksi miring

a. Proyeksi Isometri adalah menggambarkan sebuah benda dalam bentuk tiga dimensi, dengan
sudut kemiringan 30˚. Skala perbandingan antara sumbu x : y : z adalah 1 : 1 : 1.
b. Proyeksi dimetri adalah Selain menggambar bentuk isometrik ada juga bentuk lain yang
jarangdigunakan yaitu dimetri. Kemiringan satu sisinya 7º atau perbandingan 1 : 8 dengan
panjangsisinya = a,sisi lain kemiringannya 40º atau perbandingan 7 : 8 dengan panjang sisinya ½
a, dan tinggi sisinya = a.

c. Proyeksi miring ( obliq )


1. Oblique Kavalier Gambar Oblique kavalier memiliki perbandingan rusuk 1:1:1. Kelebihan
dari oblique kavalier adalah ukuran obyek dapat dihitung sesuai dengan skala gambar.
2. Oblique Kabinet Gambar oblique kabinet memiliki perbandingan rusuk x:y=1:1 sedang
untuk panjang sumbu z dilakukan reduksi. Untuk kemiringan sumbu z : - 60 panjang rusuk z
tereduksi 1/3 - 45 panjang rusuk z tereduksi ½ - 30 panjang rusuk z tereduksi ¾
VII. ALOKASI WAKTU : 12x 45 menit

VIII. METODE PEMBELAJARAN :


a. Ceramah
b. Penugasan
c. Tanya jawab
d. Asistensi tugas

IX. KEGIATAN PEMBELAJARAN :


Pertemuan ke – 10 s/d 12
N
URAIAN KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE WAKTU MEDIA
O
Kegiatan awal
1.
 Pembukaan

 Membaca do’a
Ceramah 25 menit Papan
 absensi tulis

 Apersepsi

2. Kegiatan inti
 Eksplorasi
 Guru menjelaskan dan menggambar proyeksi
aksonometri (Isometri, Dimetri, dan proyeksi
miring ).
 Guru menampilkan topik – topik tentang
menggambar proyeksi aksonometri (Isometri,
Dimetri, dan proyeksi miring ).
 Guru menjelaskan perbedaan antar proyeksi
isometri,dimetri dan proyeksi miring (oblique). 490 menit
 Guru melakukan tanya jawab tentang
menggambar proyeksi isometri,dimetri dan
proyeksi miring (oblique).
 Guru menugaskan kepada siswa untuk membuat
gambar proyeksi isometri,dimetri dan proyeksi
miring (oblique).

 Elaborasi Ceramah Papan


 Siswa dapat memahami apa yang telah dipelajari dan tulis,
tentang menggambar proyeksi aksonometri demonstra gambar,
(Isometri, Dimetri dan proyeksi miring ). si benda
 Siswa dapat menjelaskan kembali apa yang telah kerja
di pelajari tentang menggambar proyeksi
aksonometri (Isometri, Dimetri dan proyeksi
miring ).
 Siwa mampu menanggapi pertanyaan yang di
berikan oleh guru dengan benar.
 Siswa mampu menggambarkan bentuk proyeksi
isometri, dimetri dan proyeksi miring.
 Konfirmasi
 Guru memberikan kuis-kuis kecil kepada anak.
 Guru meminta anak menjelaskan apa yang telah
di pelajari tentang menggambar proyeksi
aksonometri (Isometri, Dimetri dan proyeksi
miring ).
 Guru mencek apa yang telah disampaikan
kepada anak apa sudah jelas apa belum.

3. Penutup
i. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
materi dari awal pembelajarn sampai akhir. Ceramah25 menit
ii. Guru memberikan ulasan tentang materi yang
berikutnya.
iii. Guru menutup pelajaran dengan membaca
hamdalah.

X. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT

 Penilaian kognitif : Tes secara lisan


 Penillaian afektif : observasi dalam KBM
ilaian psikomotor : Mempraktekkan penggambaran proyeksi isometric, dimetri, proyeksi miring kavalier dan
proyeksi miring kabinet, asistensi serta hasil tugas.

Evaluasi
Soal : 1). Diketahui sebuah kubus dengan panjang sisi 4 cm, buatlah gambar dalam bentuk :
a. Proyeksi isometric
b. Proyeksi dimetri
c. Proyeksi miring kavalier
d. Proyeksi miring cabinet

Kunci jawaban :
BOBOT PENILAIAN
NO Nomor Soal Bobot Keterangan
1 1 25
2 2 25
3 3 25
4 4 25
Jumlah 100
XI. SUMBER BELAJAR

Drs. Soetarman; Soetarto, BSc Menggambar Teknik Bangunan I Direktorat Pendidikan


Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1977.

Batipuh, Juli 2013


Guru Pamong Guru Mata Pelajaran

DRS. DAMRI GUSNALDI


NIP.19570101 198403 1 006 NIM/BP. 16323/2010

Diketahui Dan Disahkan:


kepala SMK Negeri 1 Batipuh Waka Kurikulum

DRS.SYAMSUL BAHRI JONI ANDRIAN , S. Pd


NIP. 19600528 198403 1 003 NIP. 19770107 200501 1 008
FORMAT
MUTU
SMK NEGERI 1 BATIPUH
Jln. Raya Padang Panjang – Solok KM 6,5 Batipuh 27265
Telp./Fax (0752) 7490076
Email : smkn1btp@yahoo.co.id
Website : www.smkn1batipuh.com

No Dokumen :
SMKN 1 BTP/FM.KUR.TKI.TB/01-01 No.Revisi:0.0 Tgl.Berlaku :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
I. Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 BATIPUH
Mata pelajaran : Menerapkan Dasar- dasar Gambar Teknik
Program keahlian : Teknik Bangunan
Kelas / semester :X/1
Alokasi waktu : 16 x 45 menit
Pertemuan ke : 13 s/d 16

II. Standar Kompetensi :


Menerapkan dasar – dasar gambar teknik

III. Kompetensi Dasar :


Menggambar Proyeksi Terpusat (perspektif).

IV. Indikator Pencapaian :


a. Mengindentifikasi macam-macam proyeksi dilihat dari beberapa sisi pandang.
b. Mengetahui pengertian dari masing-masing gambar perspektif.
c. Memahami perbedaan antara perspektif 1 titik lenyap , 2 titik lenyap, dan 3 titik lenyap.
d. Mampu menggambarkan objek dalam bentuk proyeksi terpusat dengan cara perspektif 1 titik
lenyap dan 2 titik lenyap.
V. Tujuan Pembelajaran :
Dengan diberikan penjelasan tentang dasar – dasar gambar teknik siswa dapat mengidentifikasi
dan memahami serta mangaplikasikan :
1. Menggambarkan bentuk benda dengan cara 1 titik lenyap, 2 titik lenyap, dan tiga titik lenyap..

VI. Materi Pembelajaran


MENGGAMBAR PERSPEKTIF

Pada saat mempelajari proyeksi kita akan teringat bahwa perspektif merupakan bagian
daripada proyeksi.
Pengertian perspektif adalah cara menggambarkan kembali penglihatan mata kita pada suatu
bidang datar (kertas gambar) dari suatu objek yang kita lihat. Perspektif berasal dari bahasa latin
dari kata yang berarti TO SEE THROUGH atau melihat melalui sesuatu. Sesuatu disini yang
dimaksud adalah bidang khayalan yang transparan misalnya bidang dari kaca atau dapat juga
berupa kertas gambar.
 Macam-macam gambar perspektif berdasarkan sudut pandang
1. Sudut pandang mata burung
Pada sudut pandang mata burung, posisi mata kita seolah-olah berada di atas dan melihat benda
barada di bawah. Jadi letak garis horizon berada pada garis itu, bisa di bagian kanan, kiri dan
tengah. Garis tersebur bersumber dari titih hilang/ titik lenyap.
2. Sudut pandang mata kucing
Pada sudut pandang mata burung, posisi mata kita seolah-olah berada di bawah dalam possisi
tiarap dan melihat sehingga penampakan objek bagian atas akan lebih domain. Jadi letak garis
horizon berada di bagian bawah bidang gambar, dan letak titik hilang pada garis horizon.
3. Sudut pandang normal
Pada sudut pandang normal, diri kita berada normal yang memandang objek lurus kedepan
sehingga bagian atas dan bawahnya terlihat seimbang.letak garis horizon tepat di tengah-tengah
bidang dan titik hilang bisa diletakkan dimna saja pada garis tersebut.
Pada prinsipnya dalam menggambar perspektif ada tiga macam cara penggambarannya
yaitu:
● Perspektif 1 titik hilang
● Perspektif 2 titik hilang
● Perspektif 3 titik hilang
A. Perspektif 1 titik hilang biasanya digunakan untuk menyatakan pandangan seni ruang dalam
(interior) dari suatu ruangan. Tetapi sebenarnya dapat juga untuk menyatakan pandangan dari
luar suatu bangunan atau yang sering disebut dengan eksterior.
Pada prinsipnya perspektif 1 titik hilang mempunyai batas pandangan (titik hilang) atau
vanishing point hanya satu saja. Dan titik hilangnya terletak pada garis horizon (cakrawala),
biasanya garis horizonnya tidak digambarkan karena akan menganggu dalam penggambaran.

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi dalam Penggambaran Perspektif 1 Titik Hilang


Agar dalam penggambaran perspektif 1 titik hilang mendekati pandangan yang sebenarnya,
maka perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan yang dapat mempengaruhi, antara lain sebagai
berikut.
1) Letak Bidang Gambar
Dalam penggambaran perspektif 1 titik hilang letak benda yang digambar tidak terlalu
menentukan sekali. Akan tetapi peletakan bidang gambar sangat menentukan karena letak bidang
gambar sangat
penting sebagai pedoman dalam pengukuran tinggi, panjang/lebar suatu benda atau objek yang
digambar.
2) Batas Penglihatan Mata
Batas penglihatan mata atau batas pandangan untuk perspektif 1 titik hilang kurang lebih 30º.
Tetapi dalam penggambaran kadang-kadang atau kebanyakan batas sudut pandangannya tidak
mendapatkan perhatian. Ini dikarenakan kita ingin memperlihatkan benda-benda yang ada dalam
ruangan sebanyak mungkin. Dan juga kita berkeinginan gambar kelihatan lebih besar dan
pemakaian kertas gambar tidak terlalu besar atau berlebihan.
3) Arah Pandangan
Arah pandangan mata sesuai dengan kehendak orang yang melihat, yaitu hasil gambar
berbentuk simetris atau tidak simetris. Sedangkan garis yang dibentuk oleh station point (SP) dan
vanishing
point (VP) tetap tegak lurus terhadap garis horizon atau cakrawala.
4) Jarak Orang Melihat
Sebaiknya jarak tempat orang yang melihat atau jarak station point (SP) terhadap bidang
datar yang tegak atau bidang gambar sesuai dengan sudut batas pandangan pada objek. Dan
biasanya besar sudutnya melebihi dari 30º.
5) Letak Bidang Gambar
Letak bidang gambar hendaknya diambil yang praktis untuk memudahkan penggambaran
ataupun dalam penetapan sebagai pedoman pengukuran. Untuk itu sebaiknya terletak tepat pada
bidang
tegak yaitu dinding.
6) Tinggi Horizon
Letak horizon atau tinggi horizon biasanya sesuai dengan tinggi orang yang melihat ± 1,60
m. Tetapi dalam penggambaran dapat dilaksanakan sesuai selera atau kesan yang akan dicapai
terhadap benda/objek yang dilihat. Sehingga letak horizon dapat lebih tinggi ataupun lebih
rendah, jadi tidak harus dengan ketinggian 1,60 m.
7) Titik Hilang (Vanishing Point)
Titik hilang pada perspektif ini hanya terdapat satu saja karena letak bidang objeknya ada
yang sejajar dengan bidang gambar. Akibat dari ini maka bidang objek yang sejajar dengan
bidang gambar tidak
mempunyai titik hilang (vanishing point) menurut penglihatan mata kita.
C. Perspektif 2 Titik Hilang
Pada dasarnya dalam penggambaran perspektif 2 titik hilang sama dengan perspektif 1 titik
hilang. Bedanya perspektif 2 titik hilang mempunyai batas pandangan (titik hilang) dua buah
yang letaknya pada garis horizon (cakrawala). Perspektif 2 titik hilang biasanya digunakan untuk
menyatakan pandangan seni tata ruang luar (eksterior) dari suatu bangunan, tetapi sebenarnya
dapat juga untuk menyatakan pandangan dari ruangan, dengan cara melihatnya ditujukan pada
sudut ruangan sehingga bidang yang saling bertemu membentuk sudut. Dengan demikian batas
pandangannya menjadi 2 titik.

VII. Alokasi Waktu : 16 x 45 menit


VIII. Metode Pembelajaran :
1. Ceramah
2. Penugasan
3. Tanya jawab
4. Asistensi tugas

IX. Kegiatan Pembelajaran :


Pertemuan ke – 13 s/d 16
No Uraian Kegiatan Pembelajaran Metod Waktu Media
e
1. Kegiatan awal
 Pembukaan

 Membaca do’a
Cerama 30 menit Papan
 absensi h tulis

 Apersepsi

2. Kegiatan inti
 Eksplorasi
 Guru menjelaskan tentang perspektif serta unsur-unsur
yang ada pada gambar perspektif.
 Guru menjelaskan macam-macam gambar perspektif (1
TL, 2 TL, 3 TL) serta perbedaan masing-masing nya.
 Guru menjelaskan langkah-langkah dalam memggambar
perspektif.

 Elaborasi
 Siswa dapat memahami apa yang telah dipelajari tentang
menggambar proyeksi perspektif (1 TL, 2 TL, 3 TL)
 Siswa mampu menjelaskan kembali apa yang telah di
pelajari tentang menggambar proyeksi perspektif (1 TL, 2
TL, 3 TL) Cerama 660 menit Papan
 Sisiwa mampu menggambarkan benda dengan cara 1 TL, h dan tulis,
2 TL, dan 3 TL. demons gambar,
 Konfirmasi trasi benda
 Guru memberikan kuis-kuis kecil kepada anak. kerja

 Guru meminta anak menjelaskan apa yang telah di


pelajari tentang menggambar proyeksi perspektif (1 TL, 2
TL, 3 TL)
 Guru mencek apa yang telah disampaikan kepada anak
apa sudah jelas apa belum.
3. Penutup

 Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan


Cerama 30 menit
materi dari awal pembelajarn sampai akhir.
h
 Guru memberikan ulasan tentang materi yang
berikutnya.
 Guru menutup pelajaran dengan membaca
hamdalah.

X. Penilaian Dan Tindak Lanjut


 Penilaian kognitif : Tes secara lisan
 Penillaian afektif : observasi dalam KBM
ilaian psikomotor : Mempraktekkan penggambaran proyeksi perspektif 1 TL, 2 TL, dan 3 TL , asistensi serta
hasil tugas.

` Evaluasi
Soal :
1. Jelaskan pengertian dari gambar perspektif ?
2. Apa saja istilah atau unsur-unsur yang terdapat dalam gambar perspektif ?
3. Buatlah contoh masing-masing gambar perspektif 1 titik lenyap dan 2 titik lenyap ?
Kunci jawaban :
1. Gambar perspektif adalah gambar dalam bentuk 3 dimensi yang prinsipnya sebuah benda yang
yang sama tinggi makin jauh, digambarkan semakin pendek benda tersebut, begitupun
sebaliknya apabila bendayang sama tinggi makin dekat dilihat maka akan semakin besar
digambarkan.
2. Unsure-unsure yang ada pada gambar perspektif adalah :
a. Obyek / benda
b. Pengamat
c. Kerucut pandangan
d. Garis horizon
e. Bidang dasar / garis dasar
f. Bidang gambar
g. Titik lenyap
3. a. perspektif 1 titik hilang

b. perspektif 2 titik lenyap


BOBOT PENILAIN
NO Nomor Soal Bobot Keterangan
1 1 25
2 2 25
3 3 50
Jumlah 100

XI. Sumber Belajar


Drs. Soetarman; Soetarto, BSc Menggambar Teknik Bangunan I Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1977.

Batipuh, Juli 2013


Guru Pamong Guru Mata Pelajaran

DRS. DAMRI GUSNALDI


NIP.19570101 198403 1 006 NIM/BP. 16323/2010

Diketahui Dan Disahkan:


kepala SMK Negeri 1 Batipuh Waka Kurikulum

DRS.SYAMSUL BAHRI JONI ANDRIAN , S. Pd


NIP. 19600528 198403 1 003 NIP. 19770107 200501 1 008