Anda di halaman 1dari 76

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI NILAI DASAR PNS

OPTIMALISASI MADING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS


SISWA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI
DI LINGKUNGAN SD N 1 TUMANG KABUPATEN BOYOLALI

Disusun Oleh:
Nama : Marlita Pramuharti, S.Pd
NIP : 19970307 201902 2 002
Angkatan /Kelompok/No. Absensi : XXVII / 2 / 25
Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama
Unit Kerja : SD Negeri 1 Tumang
Coach : Ir. Djoko Suwarso,MP
Mentor : Darmanto, S.Pd

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH


PROVINSI JAWA TENGAH
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN KEPEGAWAIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN BOYOLALI
TAHUN 2019

i
HALAMAN PERSETUJUAN
AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR PEGAWAI
NEGERI SIPIL (PNS)

Judul : Optimalisasi Mading Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa


sebagai Media Komunikasi di Lingkungan SD N 1 Tumang

Dinyatakan setuju untuk diseminarkan pada :


Hari : Senin
Tanggal : 17 Juni 2019
Tempat : Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D)
Kabupaten Boyolali
Boyolali, 17 Juni 2019
Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Marlita Pramuharti, S.Pd


NIP. 19970307 201902 2 002

Menyetujui :
Coach Mentor

Ir. Djoko Suwarso, MP Darmanto, S.Pd


Widyaiswara Ahli Madya Kepala Sekolah
NIP.196409161991031009 NIP. 196408231991031009

ii
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Kegiatan : Optimalisasi Mading Untuk Meningkatkan


Kreativitas Siswa sebagai Media Komunikasi di
Lingkungan SD N 1 Tumang
Nama Penyusun : Marlita Pramuharti, S.Pd
NIP : 19970307 201902 2 002
Unit Kerja : SD Negeri 1 Tumang Kabupaten Boyolali
Telah diseminarkan
Di : Boyolali
Hari/Tanggal : Selasa, 18 Juni 2019

Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Marlita Pramuharti, S.Pd


NIP 19970307 201902 2 002

Coach, Mentor

Ir. Djoko Suwarso, MP Darmanto, S.Pd


Widyaiswara Ahli Madya Kepala Sekolah
NIP 19640916 199103 1 009 NIP 196408231991031009

Narasumber

Sutardi, A.Pi, MMA.


Widyaiswara Ahli Utama
NIP 19600531 198503 1 005

iii
PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala
rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi Mading Untuk
Meningkatkan Kreativitas Siswa sebagai Media Komunikasi di Lingkungan
SD N 1 Tumang”, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh surat
keterangan lulus diklat prajabatan.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Allah SWT yang senantiasa mencurahkan Rahmat serta
KaruniaNya yang tak terhingga.
2. Keluarga yang selalu memberikan doa dan dukungannya baik
secara moril maupun materil.
3. Keluarga besar SD Negeri 1 Tumang, UPT. DIKDAS LS Cepogo,
Boyolali yang senantiasa mendukung penuh dalam penyusunan
kegiatan ini.
4. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dan memberikan
pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat terapkan di instansi.
5. Seluruh Panitia yang telah membantu dan menfasilitasi kegiatan
latsar.
6. Seluruh Binsuh yang telah membina sehingga tumbuh
kekeluargaan di angkatan ini.
7. Keluarga besar peserta Diklatsar CPNS Golongan III Angkatan
XXVII Tahun 2019 tanpa terkecuali yang selama ini telah banyak
berbagi bersama selama proses Diklatsar.
Semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat dan
memberikan wawasan tambahan bagi para pembaca dan khususnya bagi
penulis sendiri.
Boyolali, Juni 2019

Marlita Pramuharti

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................ i


HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iii
PRAKATA ............................................................................................. iv
DAFTAR ISI .......................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................... 1
B. Identifikasi isu………………………..………...…………… 2
C. Rumusan masalah………………………………......……....8
D. Tujuan ............................................................................ .8
E. Manfaat ……………………………………………...………..9
BAB II PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi ............................................................. 10
1. Dasar hukum pembentukan organisasi….........……..10
2. Visi dan misi sekolah………………………….……..…10
3. Struktur organisasi dan job deskripsi………………....12
4. Deskripsi SDM, Sarpras dan sumber daya lain……...15
B. Role Model…………………………………………...……….17
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
A. Pemahaman Nilai-Nilai Dasar ...........................................18
B. Daftar rancangan kegiatan ............................................. 22
C. Jadwal Rancangan Aktualisasi ………………..………… 29
D. Antisipasi dan strategi menghadapi kendala…….........…30
BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI.................................................32
BAB V PENUTUP................................................................................. 63
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 74
DAFTAR RIWAYAT HIDUP………………………………………………….75
LAMPIRAN ...............................................................................................76

v
DAFTAR TABEL
Table 1.1 : identifikasi isu………………………………………………….3
Table 1.2 : analisis isu dengan analisis APKL dan USG……………….6
Table 2.1 : pembagian tugas mengajar……………………………….…13
Table 2.2 : data guru dan karyawan………………………………..……15
Table 2.3 : data sarana prasarana………………………………….……16
Table 3.1 : nilai-nilai dasar PNS dan indikatornya…………...………...33
Tabel 3.2 : rancangan kegiatan aktualisasi .........................................24
Table 3.3 : jadwal pelaksanaan………………………………………..…29
Table 3.4 : antisipasi menghadapi kendala-kendala aktualisasi……...30
Table 4.1 : capaian kegiatan aktualisasi 1 ...………...……………..…..33
Tabel 4.2 : capaian kegiatan aktualisasi 2...........................................37
Tabel 4.3 : capaian kegiatan aktualisasi 3...........................................42
Tabel 4.4 : jadwal pelaksanaan hias mading.......................................48
Tabel 4.5 : capaian kegiatan aktualisasi 4...........................................50
Tabel 4.6 : capaian kegiatan aktualisasi 5...........................................53
Tabel 4.7 : capaian kegiatan aktualisasi 6...........................................57
Tabel 4.8 : matriks rekapitulasi aktualisasi dan habituasi nilai-nilai
ANEKA.................................................................................62
Table 5.1 : capaian kegiatan…………………….………………….....…65
Tabel 5.2 : rencana aksi.......................................................................67
Tabel DRH ................................................................................................69

vi
vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kreativitas merupakan hal penting dalam kehidupan khususnya
pada anak usia dini karena dapat membuat manusia lebih produktif.
Selain itu juga meningkatkan kualitas hidup serta dapat mempermudah
mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan. Pengembangan
kreativitas sangat penting dikembangkan sejak usia dini karena
kreativitas sangat berpengaruh sekali dalam pengembangan aspek -
aspek perkembangan anak usia dini, apabila kreativitas anak tidak
dikembangkan sejak dini maka kemampuan kecerdasan dan
kelancaran dalam berfikir anak tidak berkembang karena untuk
menciptakan suatu produk dan bakat kreativitas yang tinggi
diperlukan kecerdasan yang cukup tinggi pula. Misalnya, ketika anak
diminta untuk membuat sesuatu dari bentuk-bentuk persegi, kalau anak
membuat persegi itu menjadi rumah, buku, kotak obat, atau peti maka hal
ini menunjukkan kelancaran anak mengungkapkan ide karena ide
yang dihasilkan bervariasi, (Sari, 2012).
Mengembangkan kreativitas bisa dilakukan dengan banyak
cara, antara lain melalui pembuatan mading di sekolah. Mading sering
dipandang sebelah mata keberadaanya. Sedikit sekolah mengembangkan
mading sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Padahal mading sungguh
memiliki kekuatan besar untuk mengembangkan minat siswa menulis.
Ketika sekolah mengabaikan kegiatan ini, sekolah telah membuang unsur
penting dalam pendidikan yakni proses berpikir karena mading adalah
pembelajaran menulis, dan “menulis adalah proses berpikir”. Selain itu,
pihak sekolah akan sangat diuntungkan ketika akreditasi sekolah tiba
karena salah satu instrument akreditasi adalah pengembangan kreativitas
siswa dan budaya ilmiah di lingkungan sekolah. Mading adalah media
efektif untuk mengembangkan kreativitas siswa dan budaya ilmiah di
lingkungan sekolah.

1
Keterampilan dari pembuatan mading tidak hanya dari barang baru,
disini anak-anak akan diajarkan untuk mengolah kreativitas dari barang
bekas sehingga barang yang sudah tidak terpakai dapat diolah lagi
menjadi barang baru dengan fungsinya yang baru. Selain sebagai wadah
untuk meningkatkan kreativitas anak, mading sekolah dapat digunakan
sebagai media komunikasi sekolah. Mading dapat diperbarui secara
berkala untuk mengganti dengan berita atau informasi yang aktual.
Di SD N 1 Tumang, pemanfaatan mading belum berjalan dengan
baik. Tampilan mading belum menarik sehingga anak kurang tertarik
untuk mengisi konten. Selain itu guru kurang memberikan perhatian
kepada mading sekolah sehingga mading menjadi terbengkalai. Keadaan
tersebut membuat fungsi pokok mading sebagai media komunikasi
menjadi tidak tercapai dengan baik.
Target yang ingin dicapai dari program ini adalah anak-anak dapat
memanfaatkan barang-barang bekas sesuai dengan kearifan lokal yang
berada di lingkungan SD N 1 Tumang untuk membuat mading. Selain itu,
anak bisa mengetahui informasi aktual untuk bisa dibagikan dengan
warga lain di sekolah melalui mading. Dengan begitu, anak dapat
melestarikan budaya serta keanekaragaman yang ada di lingkungannya
yang dapat menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Anak dapat
termotivasi untuk mencurahkan kreatifitasnya untuk mendapatkan tempat
di mading sekolah. Selain itu, informasi yang aktual membuat warga
sekolah tidak ketinggalan zaman.
1.2 Identifikasi Isu
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, rencana
kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di SDN 1 Tumang
mengandung nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi (ANEKA) dan sesuai dengan peran dan kedudukan ASN. Maka
dapat diidentifikasi masalah-masalah di SDN 1 Tumang Kabupaten
Boyolali sebagai berikut :

2
1.2.1 Identifikasi Isu
Prioritas isu yang telah ditentukan kemudian diidentifikasi
berdasarkan sumber isu, aktor yang terlibat, peran masing-masing aktor
yang terlibat dan keterkaitan dengan mata pelatihan yang relevan, dan
kegiatan-kegiatan yang digagas untuk menyelesaikan permasalahan yang
ada di SDN 1 Tumang Kabupaten Boyolali.
Tabel 1.1 Identifikasi isu
No Kondisi yang
Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini
. Diharapkan
1. Kurang Manajemen Pojok baca dibuat Guru dapat
optimalnya ASN apa adanya dan memaksimalkan
pembuatan pojok tidak menarik pembuatan pojok
baca dalam baca yang kreatif,
meningkatkan inovatif, dan
minat baca siswa menarik sehingga
SDN 1 Tumang peserta didik bisa
berminat dalam
membaca
2. Kurang Pelayanan Mading belum Guru dapat
optimalnya Publik digunakan secara mengoptimalisasi
pemanfaatan optimal. kegunaan mading
mading sekolah sekolah untuk
dalam meningkatkan
menumbuhkan kreativitas anak
kreativitas siswa sebagai media
di SDN 1 Tumang komunikasi.
Kabupaten
Boyolali
3. Kurang Manajemen Guru jarang Guru dapat
optimalnya ASN menggunakan mengoptimalkan
pemanfaatan media audio pembelajaran
media audio visual dalam dengan
visual dalam proses memanfaatkan
pembelajaran pembelajaran teknologi audio
SDN 1 Tumang visual dalam

3
No Kondisi yang
Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini
. Diharapkan
Kabupaten proses
Boyolali pembelajaran.
4. Kurangnya Pelayanan Banyak siswa Siswa bisa sadar
kesadaran siswa Publik yang membuang dan melaksanakan
dalam menjaga sampah tidak untuk menjaga
lingkungan pada tempatnya lingkungan sekolah
sekolah di SDN 1 terutama
Tumang membuang
Kabupaten samapah pada
Boyolali tempatnya
5. Kurangnya Pelayanan Jiwa Meningkatnya rasa
penanaman rasa Publik nasionalisme nasionalisme
nasionalisme pada siswa masih dalam keseharian
dalam kurang siswa terutama
pembentukan ketika di
karakter siswa di lingkungan sekolah
SDN 1 Tumang
Kabupaten
Boyolali

1.2.2 Penetapan Isu


Penetapan isu dilakukan dengan melalui analisis isu dengan
menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis
isu dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL (Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (Urgency,
Seriousness, Growth)
a. Analisa Kriteria Isu dengan APKL
1) Aktual, benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
dalam masyarakat.
2) Problematik, isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya.
3) Kekhalayakan, isu yang menyangkut hajat hidup orang
banyak.

4
4) Kelayakan, isu yang masuk akal dan realistis serta relevan
untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
b. Analisa Kriteria Isu dengan USG
Isu tersebut kemudian dianalisis dengan matriks USG
((Urgency, Seriousness, Growth)
1. Urgency, mendesak untuk dibahas dikaitkan dengan waktu.
2. Seriousness, seberapa serius dikaitkan dengan akibat yang
muncul bila penyebab isu tidak dipecahkan dan masalahnya
yang akan timbul akan serius dari masalah pokok.
3. Growth, seberapa akan berkembang dikaitkan dengan
kemungkinan masalah akan semakin memburuk bila
dibiarkan.
Analisis isu ini bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan
menentukan prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan
melalui gagasan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Analisis
isu dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL (Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth). Identifikasi penentuan kelayakan isu
dilihat dari nilai APKL, sedangkan penentuan prioritas isu yang
akan dipecahkan dapat dilihat dari nilai USG yang dapat dilihat
pada tabel 1.2 berikut:

5
Tabel 1.2 Analisis Isu dengan Metode APKL dan USG
KRITERIA
NO SUMBER ISU
A P K L KET
1 Manajemen Kurang optimalnya pembuatan pojok baca dalam - + + - TMS
ASN meningkatkan minat baca siswa SDN 1 Tumang
2 Pelayanan Kurang optimalnya pemanfaatan mading sekolah + + + + MS
publik untuk meningkatkan kreativitas siswa sebagai media
komunikasi di SDN 1 Tumang Kabupaten Boyolali
3 Manajemen Kurang optimalnya pemanfaatan media audio visual + - + + TMS
ASN dalam pembelajaran SDN 1 Tumang Kabupaten
Boyolali
4 Pelayanan Kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga + + + + MS
Publik lingkungan sekolah di SDN 1 Tumang Kabupaten
Boyolali
5 Pelayanan Kurangnya penanaman rasa nasionalisme dalam + + + + MS
Publik pembentukan karakter siswa di SDN 1 Tumang
Kabupaten Boyolali

KETERANGAN :

A = Aktual
P = Problematik
K = Khalayak
L = Layak
MS = Memenuhi Syarat
TMS = Tidak Memenuhi Syarat

Dari hasil analisis APKL didapatkan isu yang dinyatakan memenuhi


kriteria, yang kemudian isu-isu tersebut dianalisis lebih lanjut dengan
menggunakan analisis USG. Isu nomor 1 dan 3 Tidak Memenuhi Syarat
dikarenakan pada isu nomor 1 syarat Aktual dan Kelayakan tidak
memenuhi syarat. Sedangkan pada isu nomor 3, syarat Problematik tidak
memenuhi syarat, sehingga hanya ada 3 isu yang dapat dilanjutkan ke
metode USG

6
No Sumber Isu U S G ∑ PERINGKAT

1. Pelayanan Kurang optimalnya pemanfaatan mading 5 5 5 15 1


Publik sekolah untuk meningkatkan kreativitas
siswa sebagai media komunikasi di SDN
1 Tumang Kabupaten Boyolali
2 Pelayanan Kurangnya kesadaran siswa dalam 4 5 4 13 3
publik menjaga lingkungan sekolah di SDN 1
Tumang Kabupaten Boyolali
3 Pelayanan Kurangnya penanaman rasa 5 4 5 14 2
Publik nasionalisme dalam pembentukan
karakter siswa di SDN 1 Tumang
Kabupaten Boyolali

KETERANGAN:
U = Urgency
S = Seriousness
G = Growth

Skala Linkert
1 = Tidak U/S/G
2 = Kurang U/S/G
3 = Cukup U/S/G
4 = Baik U/S/G
5 = Sangat U/S/G

c. Penetapan isu yang dipilih


Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang dipilih dan
ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan yang akan dilakukan
untuk mengatasi isu tersebut. Hasil perumusan isu yang terpilih adalah
“Kurang optimalnya pemanfaatan mading untuk meningkatkan
kreativitas siswa sebagai media komunikasi di SDN 1 Tumang
Kabupaten Boyolali”.
Berdasarkan penetapan isu yang dipilih, maka dapat ditarik judul
“Optimalisasi Mading Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa sebagai
Media Komunikasi di Lingkungan SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali”

7
d. Dampak jika isu tidak segera diselesaikan
Sumber Isu Dampak
Pelayanan Kurang Dampak yang terjadi apabila mading
Publik optimalnya tidak dikelola, adalah fungsi mading
pemanfaatan sebagai media komunikasi di sekolah
mading sekolah tidak berjalan dengan baik, sehingga
untuk kurang mendapatkan informasi seputar
meningkatkan pendidikan maupun sekolah yang bisa
kreativitas siswa disampaikan kepada warga sekolah
sebagai media melalui mading. Selain itu siswa kurang
komunikasi di berminat untuk mengembangkan
SDN 1 Tumang kreativitasnya karena kurang ada
Kabupaten apresiasi ntuk ditempel pada mading
Boyolali sekolah dikarenakan tampilan mading
yang kurang menarik.

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan penjabaran identifikasi isu dan isu di atas, rumusan
masalah dalam rancangan aktualisasi ini adalah
1. Bagaimana cara optimalisasi pemanfaatan mading sekolah untuk
menumbuhkan kreativitas siswa di SDN 1 Tumang?
2. Bagaimana mengetahui keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan
dengan nilai-nilai dasar ASN (ANEKA) yang mendasari kegiatan?
3. Bagaimana keterkaitan antara visi, misi, dan nilai organisasi dengan
hasil kegiatan dari isu yang diangkat.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dalam kegiatan aktualisasi ini adalah :
1. Mengoptimalkan pemanfaatan mading sekolah SDN 1 Tumang.
2. Mengetahui keterkaitan nilai dasar ANEKA dalam kegiatan kegiatan
pembelajaran.
3. Mengetahui keterkaitan antara visi, misi, dan nilai organisasi
dengan hasil kegiatan isu yang diangkat.

8
1.5 Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut :
1. Peserta Latsar
a. Meningkatkan pemahaman serta penerapan nilai dasar
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan
anti korupsi sebagai landasan pendidik menjalankan kegiatan
pembelajaran.
b. Merubah pola fikir untuk lebih profesional, berkomitmen, beretika
dan berintegritas dalam bekerja.
c. Sebagai tempat belajar untuk mengemban tanggung jawab
penuh sebagai abdi negara pada khususnya dan masyarakat
pada umumnya.
2. Unit kerja
a. Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan SDN 1 Tumang.
b. Meningkatkan kualitas SDM SDN 1 Tumang.
3. Stakeholder
Meningkatkan motivasi dan kualitas hasil belajar peserta didik yang
dapat dipertanggungjawabkan oleh masyarakat. Sehingga para
masyarakat lebih puas dengan pelayanan yang di berikan kepada
anaknya.

9
BAB II

PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Nama Sekolah : SD Negeri 1 Tumang
NIS : 20308639
N.S.S : 101030903005
Bentuk Pendidikan : SD
Propinsi : Jawa Tengah
Otonomi : Boyolali
Kecamatan : Cepogo
Desa/Kelurahan : Cepogo
Telepon : 0276 323290
Status : Negeri
Kelompok Sekolah : Inti
Tahun Berdiri : 1966
Kegiatan Belajar Mengajar : pagi
Organisasi Penyelenggara : Pemerintah

2. Visi dan Misi SD N 1 Tumang


a. Visi SD Negeri 1 Tumang
“Iman dan taqwa, berbudi luhur, trampil, dan cerdas”
b. Misi SD Negeri 1 Tumang
1. Meningkatkan kerjasama antar sekolah, siswa, orang tua
dan masyarakat.
2. Memberikan bimbingan terhadap siswa sesuai bakat dan
kemampuannya.
3. Melaksanakan mulok sekolah dengan baik.
4. Menumbuhkan semangat kerja sama antar warga sekolah.

10
5. Menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan masyarakat,
bangsa dan negara.

11
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi
a. Struktur Organisasi

Kepala Komite
Sekolah Sekolah
Darmanto, S.Pd Supriyanto

Tata Usaha
Slamet P

Guru Kelas Guru Kelas Guru Kelas Guru Kelas


1 2 3 4
Nurwati, S.Pd Sriyani, S.Pd Pariman, S.Pd Erni PH, S.Pd

Guru Kelas Guru Kelas Guru Guru


5 6 Olahraga Agama
Marlita P, S.Pd Trisni S, S.Pd Siti Aminah, S.Pd Zuli N, S.Pd

12
Tabel 2.1 Pembagian Tugas Mengajar dan Tugas Tambahan Guru SD N
1 Tumang Kabupaten Boyolali
Jam
Pangka Mengajar
No NAMA/ NIP Tugas Ket.
t Per
Minggu
PPKn
DARMANTO, S.Pd 6 jam
1 IV / a Kep
NIP. 196408231991031009 18 jam
Sekolah
NURWATI, S.Pd Guru Kelas
2 IV / a 24 jam
NIP. 196012241980122005 I
PARIMAN, S.Pd Guru Kelas
3 IV / a 24 jam
NIP. 196107251984051003 III
ERNI PH, S.Pd Guru Kelas
4 IV / a 24 jam
NIP. 196408091988062003 IV
TRISNI SUTAMTI, S.Pd Guru Kelas
5 II / b 24 Jam
NIP. 197202042014062004 VI
Guru Kelas
6 SRIYANI, S.Pd Honorer 24 jam
II
SITI AMINAH, S.Pd Guru OR
7 III/ d 24 jam
NIP. 196907052000122002 I - VI
MARLITA PRAMUHARTI, S.Pd Guru Kelas
8 III/ a 24 jam
NIP. 199703072019022002 V
Guru PAI/
9 ZULI NURYANTI, S.Pd Honorer BTQ 22 jam
Kelas I,VI
Penjaga/
10 SLAMET PRAMONO Honorer
Pesuruh
Sumber: SD N 1 Tumang

13
b. Job Deskripsi
1) Kepala Sekolah
a) Peran sebagai educator, kepala sekolah berperan dalam pembentukan
karakter yang didasari nilai-nilai pendidik.
b) Perang sebagai manager,kepala sekolah berperan dalam mengelola
sumber daya untuk mencapai tujuan institusi secara efektif dan efisien.
c) Perang sebagai administrator, kepala sekolah berperan dalam mengatur
tata laksana sistem administrasi di sekolah sehingga efektif dan efisien
d) Peran sebagai supervisor, kepala sekolah berperan dalam upaya
membantu mengembangkan profesionalitas guru dan tenaga
kependidikan lainnya.
e) Peran sebagai leader, kepala sekolah berperan dalam mempengaruhi
orang-orang untuk bekerja sama dalam mencapai visi dan tujuan
bersama.
f) Peran sebagai innovator, kepala sekolah adalah pribadi yang dinamis dan
kreatif yang tidak terjebak dalam rutinitas
g) Peran sebagai motivator, kepala sekolah harus mampu memberi dorongan
sehingga seluruh komponen pendidikan dapat berkembang secara
profesional
h) Peran sebagai entrepreneur, kepala sekolah berperan untuk melihat
adanya peluang dan memanfaatkan peluang untuk kepentingan sekolah
2. Komite Sekolah
a) Pemberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan
pendidikan di satuan pendidikan.
b) Pendukung baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam
penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
c) Pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan
pendidikan di satuan pendidikan.
d) Mediator antara pemerintah dengan masyarakat di satuan pendidikan.
3. Guru
a) Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap
b) Melaksanakan kegiatan pembelajaran
c) Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan
umum, dan ujian akhir

14
d) Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
e) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
f) Mengisi daftar nilai anak didik
g) Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan), kepada
guru lain dalam proses pembelajaran
h) Membuat alat pelajaran/alat peraga
i) Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni
j) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
k) Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
l) Mengadakan pengembangan program pembelajaran
m) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar anak didik
n) Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran
o) Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya
p) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat
Disamping itu guru juga diberi tugas tambahan sebagai bendahara bos,
Operator sekolah dan tugas kegiatan lain untuk melaksanakan kegiatan-
kegiatan seperti lomba dan acara hari besar keagamaan.
4. Penjaga
a) Melaksanakan tugas pengamanan sekolah
b) Memonitor lingkungan sekolah sebanyak 3 (tiga) kali
c) Mengawasi dan menjaga keamanan lahan parkir sekolah
d) Memelihara dan menjaga barang-barang milik sekolah
Mengatasi hal-hal yang mengganggu

4. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain


a. Data Guru dan Karyawan SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali
Tabel 2.2 Keadaan Guru dan Karyawan SD N 1 Tumang Kabupaten
Boyolali
PENDIDIKAN
No. STATUS GURU
SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2
1 Kepala Sekolah - - - - - 1 -
2 Guru Kelas PNS - - - - - 6 -
3 Guru Kelas non PNS - - - - - -

15
4 Guru Mapel PNS - - - - - 1 -
5 Guru Mapel Non - - - - - 1 -
PNS
6 TenagaAdministrasi 1 - - - - - -
JUMLAH 1 0 0 0 0 9 0
Sumber: SDN 1 Tumang Kabupaten Boyolali
c. Data sarana prasarana SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali
Jumlah Murid 117
Rombel 6
Ruang kelas Baik 3
Rr 3
Rs
Rb
Mebeler Meja Baik 80
Rusak 24
Jumlah 104
Kursi Baik 117
Rusak 8
Jumlah 125
Perpustakaan Jumlah 1
Kamar mandi Jumlah 3
Alat peraga, buku dan tik Alat peraga 18
Tik 13
Buku 1759

16
B. Role Model
Tokoh yang menjadi role model
penulis adalah Bapak Darmanto, S.Pd
selaku kepala sekolah di SD N 1
Tumang. Beliau kelahiran Boyolali, 23
Agustus 1964. Selain menjabat sebagai
kepala sekolah di SD N 1 Tumang, beliau
juga mengampu tugas sebagai kepala
sekolah di SD N Kembangkuning 2 yang
terletak di Kabupaten Boyolali juga.
Beliau bisa mengampu dua SD sekaligus
tanpa ada tugas yang tercecer.
`Beliau pertama kali mengajar di SD
N Ngargoloka Kecamatan Ampel pada tahun 1991 sampai dengan tahun
1998 sebagai Guru kelas. Setelah itu beliau dimutasi ke SD N 2 Kembang
Kuning Kecamatan Cepogo dari tahun 1998 sampai tahun 2012. Beliau
juga pernah dimutasi ke SD N 2 Paras kecamatan Cepogo pada tahun
2012-2016 sebagai Kepala Sekolah. Hingga sekarang menjadi kepala
sekolah di SD N 1 Tumang sekaligus mengampu menjadi kepala sekolah
di SD N 2 Kembang Kuning Kecamatan Cepogo sampai ada defimitif
kepala sekolah yang baru.
Dari kesibukannya yang sangat banyak tersebut, beliau tetap bisa
menjalankan kewajiban sebagai kepala keluarga dengan bijak. Suami dari
Ibu Suparmi itu memiliki makanan kesukaan sambel tumpang dan tempe
bacem. Untuk minuman kesukaan, beliau lebih memilih teh dan kopi.
Dengan kesederhanaannya itu, beliau memiliki cita-cita yang mulia, yaitu
menyalurkan ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Ayah dari 4
anak tersebut memiliki motto hidup yaitu sukses dunia dan sukses akhirat.

17
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN
A. Pemahaman Nilai-Nilai Dasar
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Dosen Pengajar
pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lebih baik, maka aktualisasi
nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) harus dilakukan. Nilai-nilai tersebut
harus diidentifikasikan melalui indikator, identifikasi nilai-nilai dasar
terkait dengan kebutuhan stakeholder, tugas organisasi, tugas unit,
tugas pegawai dan daftar kegiatan yang mengandung nilai-nilai dasar
profesi PNS, yang dapat diamati pada Tabel 3.1.1. Berikut disajikan
penjelasan masing-masing nilai ANEKA.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang
harus dicapai serta dibuktikan dengan bentuk laporan. Kewajiban
tersebut dilaksanakan oleh setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Berikut ini adalah beberapa nilai dasar dari akuntabilitas :
a. Kepemimpinan;
b. Transparansi;
c. Integritas;
d. Tanggung jawab;
e. Keadilan;
f. Kepercayaan;
g. Keseimbangan;
h. Kejelasan;
i. Konsistensi.
2. Nasionalisme
Seorang ASN/PNS harus mampu mengaktualisasikan
wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme dalam menjalankan
profesinya sebagai pelayan publik yang berintegritas.
Nasionalisme merupakan pondasi kuat bagi ASN/PNS untuk
18
mengaktualisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan
orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara.
Adapun nilai dasar dari nasionalisme antara lain:
a. Implementasi nilai-nilai Pancasila;
b. ASN sebagai pelaksana kebijakan publik;
1) Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan keadilan
2) Transparan, akuntabel dan tidak korupsi
3) Mempunyai integritas tinggi
c. ASN sebagai pelayan publik;
1) Berintegritas tinggi
2) Profesional
d. ASN sebagai perekat dan pemersatu Bangsa yang menjaga
kedamaian dilandasi oleh semangat Sumpah Pemuda dan
Bhineka Tunggal Ika.
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 Pasal 4 tentang ASN, yaitu
sebagai berikut:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila;
b. Setia dan mempertahankan Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 serta Pemerintahan yang sah;
c. Mengabdi kepada Negara dan rakyat Indonesia;
d. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
e. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
f. Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;
g. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur;
h. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik;

19
i. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program Pemerintah;
j. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun;
k. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
l. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama;
m. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai;
n. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan
o. Meningkatkan efektivitas sistem Pemerintahan yang
demokratis sebagai Perangkat Sistem Karier.
4. Komitmen Mutu
Pelaksanaan komitmen mutu harus berorientasi pada
kualitas hasil, diantaranya adalah mengedepankan komitmen
terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh
hati, untuk menjaga dan memelihara.
Nilai-nilai dasar dari komitmen mutu antara lain:
a. Efektivitas dan efesiensi;
b. Inovasi;
c. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan
costumers/clients;
d. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara agar costumers/clients tetap setia;
e. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi, tanpa cacat,
tanpa kesalahan dan tidak ada pemborosan;
f. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan
dengan pergeseran tuntutan kebutuhan costumers/clients
maupun perkembangan teknologi;
g. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam
pemecahan masalah dan pengambilan keputusan; dan

20
h. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui
berbagai cara, antara lain pendidikan, pelatihan,
pengembangan ide kreatif, kolaborasi dan benchmark.
5. Anti Korupsi
Korupsi bisa diartikan sebagai kerusakan, kebobrokan dan
kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa
hal tersebut dikarenakan dampaknya bisa menyebabkan
kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat
dan kehidupan yang lebih luas.
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan
pribadi, merugikan Negara maupun masyarakat baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Adapun nilai-nilai dasar anti korupsi antara lain:
a. Jujur;
b. Peduli;
c. Mandiri;
d. Disiplin;
e. Tanggung jawab;
f. Kerja keras;
g. Sederhana; dan
h. Berani.

Tabel 3.1. Nilai-nilai dasar PNS dan Indikatornya


N Nilai Dasar Indikator Nilai Dasar
o
1. AKUNTABILITAS Tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral,
mendahulukan kepentingan publik, adil, transparan,
konsisten, partisipatif
2. NASIONALISME Ketuhanan : religius, toleran, etos kerja, transparan
, amanah, percaya diri

21
Kemanusiaan: humanis, tenggang rasa, persamaan
derajat, saling menghormati, tidak diskriminatif.
Persatuan : cinta tanah air, rela berkorban, menjaga
ketertiban, mengutamakan kepentingan publik,
gotong royong
Kerakyatan: musyawarah mufakat, kekeluargaan,
menghargai pendapat, bijaksana
Keadilan: bersikap adil, tidak serakah, tolong
menolong, kerja keras, sederhana
3. KOMITMEN MUTU Efektifitas (puas, berhasil guna, sesuai target),
efesiensi (hemat,termudah, termurah,
tersingkat,teringan,terpendek), inovasi (berubah,
berpikir kreatif), berorientasi mutu ( lulus, ramah,
tertib,cepat, aman, telili, teratur)
4. ETIKA PUBLIK Jujur, bertanggug jawab, integritas tinggi, cermat,
disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan, taat
perintah, menjaga rahasia
5. ANTI KORUPSI Jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras,
sederhana, mandiri, adil, berani, peduli

B. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan


Nilai ANEKA
Unit Kerja : SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali
Isu yang diangkat : Kurang Optimalnya Fungsi Mading Untuk
Meningkatkan Kreativitas sebagai Media
Komunikasi di Lingkungan SD N 1 Tumang
Judul : Optimalisasi Mading Untuk Meningkatkan
Kreativitas Siswa sebagai Media Komunikasi di Lingkungan SD N 1
Tumang

22
Gagasan Penyelesaian Isu :
1. Sosialisasi Mading, yaitu kegiatan penyampaian fungsi mading di
sekolah.
2. Membuat Mading, yaitu pembuatan mading sesuai dengan standar.
3. Menghias Mading, yaitu kegiatan menghias mading agar terlihat
lebih menarik
4. Cabe (Cari Berita), yaitu kegiatan mencari berita aktual untuk
konten pada mading sekolah.
5. BKS (Buat Karya Sastra), yaitu pembuatan karya sastra untuk
konten pada mading yang merujuk pad akreativitas siswa.

23
Tabel 3.2. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan Kegiatan dengan Nilai-
No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Nilai Dasar ASN (ANEKA)
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Sosialisasi 1. Berkonsultasi dengan 1. Disetujuinya kegiatan 1. Nasionalisme Kegiatan Terjalinnya
Mading kepala sekolah tentang pembuatan mading (Sila keempat yaitu melakukan Sosialisasi Mading komunikasi
kegiatan membuat sekolah oleh kepala musyawarah dengan atasan untuk dalam upaya dan
mading sekolah sekolah yang mencapai mufakat) mencapai misi koordinasi
kemudian akan saya sekolah yaitu antara peserta
lakukan dengan penuh meningkatkan prajab dengan
tanggung jawab 1. Akuntabilitas kerjasama antar guru senior
2. Menyusun materi 2. Materi disusun dengan (pembuatan materi dengan sekolah, siswa, dan Kepala
sosialisasi bahasa yang mudah tanggung jawab serta memiliki orang tua dan Sekolah
dimengerti integritas yang tinggi) masyarakat
3. Melakukan sosialisasi 3. Terlaksananya 2. Etika Pubik
mengenai mading ketika kegiatan sosialisasi (Menghargai komunikasi,
apel pagi dengan disiplin konsultasi, dan kerjasamadengan
atasan ketika akan mengadakan
suatu kegiatan, mengutamakan
kepemimpinan, selain itu
berkomitmen untuk memberikan
pelayanan publik yang berkualitas

24
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan Kegiatan dengan Nilai-
No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Nilai Dasar ASN (ANEKA)
Organisasi Organisasi
kepada stakeholder)
4. Terlaksananya 2. Anti Korupsi
4. Melakukan evaluasi evaluasi sosialisasi (peserta berani mengeluarkan
sosialisasi mengenai mengenai pemahaman pendapatnya)
pemahaman siswa siswa terhadap
terhadap mading mading sekolah
sekolah
2 Membuat 1. Membuat konsep 1. Tersedianya konsep 3. Akuntabilitas Kegiatan Membuat Menerapkann
Mading pembuatan mading pembuatan mading (melaksanakan kegiatan dengan Mading dalam ya sikap
sekolah yang menarik dengan cermat dan cermat, teliti, dan penuh tanggung upaya mencapai tanggung
teliti jawab, serta konsisten dengan misi sekolah yaitu jawab dengan
rencana) meningkatkan hal yang telah
2. Melakukan konsultasi 2. Disetujuinya konsep 3. Nasionalisme kerjasama antar direncanakan
dengan kepala sekolah mading yang telah (menerapkan sila ke empat sekolah, siswa,
tentang konsep yang dibuat Pancasila yaitu musyawarah untuk orang tua dan
telah dirancang. mufakat) masyarakat
3. Menyiapkan alat dan 3. Tersedianya alat dan 4. Akuntabilitas
bahan yang diperlukan bahan yang diperlukan (mempersiapkan alat dan bahan
untuk membuat mading untuk membuat dengan cermat dan teliti, serta
mading secara lengkap bertanggung jawab)

25
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan Kegiatan dengan Nilai-
No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Nilai Dasar ASN (ANEKA)
Organisasi Organisasi
4. Melaksanakan kegiatan 4. Terlaksananya 5. Komitmen mutu
pembuatan mading kegiatan pembuatan (efektif dan efisien dalam
sekolah mading dengan penuh pembuatan mading)
tanggung jawab
3 Menghias 1. Menyiapkan alat dan 1. Tersedianya alat dan 1. Akuntabilitas Kegiatan Menghias Terjalinnya
Mading bahan yang diperlukan bahan yang diperlukan (teliti, cermat, tanggung jawab Mading dalam koordinasi
untuk menghias mading untuk menghias menjalankan tugas, kejelasan upaya mencapai antara guru
mading dengan cermat target yang perlu dicari) misi sekolah yaitu dengan siswa
dan tanggung jawab menumbuhkan dalam
2. Memperlihatkan contoh 2. Memperlihatkan 2. Komitmen Mutu semangat kerja mencapai
hiasan yang telah contoh hiasan yang (menyampaikan dengan bahasa yang sama antar warga tujuan
disiapkan disiapkan dengan efektif, dan mudah dimengerti) sekolah bersama
sopan, bahasa yang
mudah dimengerti.
3. Membimbing siswa untuk 3. Melakukan 3. Etika Publik
membuat hiasan yang pembimbingan dengan (sopan dalam menyampaikan
dicontohkan dengan siswa untuk membuat pembinaan, berintegritas tinggi,
kreativitas masing- hiasan mading dengan bertanggung jawab)
masing tanggung jawab
4. Memilih karya terbaik 4. Melakukan pemilihan 4. Anti Korupsi

26
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan Kegiatan dengan Nilai-
No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Nilai Dasar ASN (ANEKA)
Organisasi Organisasi
untuk ditempel di mading karya terbaik dengan (adil dan berani mengambil
sekolah adil dan obyektif keputusan, jujur, tidak membeda-
bedakan siswa)
4. Cabe 1. Mencari info-info terbaru 1. Tersedianya info-info 1. Akuntabilitas Kegiatan Cabe Guru dan
(Cari Berita) terbaru (kejelasan target yang dicari untuk dalam upaya siswa yang
dijadikan konten pada mading) mencapai misi melek
2. Menyaring info yang 2. Tersaringnya informasi 2. Komitmen Mutu sekolah yaitu teknologi
sesuai untuk lingkungan yang sesuai untuk (menyaring informasi yang sesuai menanamkan sikap
SD lingkungan SD dengan efektif dan efisien) peduli terhadap
3. Menghias info yang telah 3. Tersedianya info yang 3. Akuntabilitas lingkungan,
disaring untuk ditempel telah telah dihias untuk (kejelasan target yang dicari untuk masyarakat,
pada mading sekolah ditempel pada mading dijadikan konten pada mading) bangsa dan negara
sekolah 4. Anti Korupsi
4. Menempel info terpilih 4. Terpilihnya info yang (memilih informasi yang terbaik
pada mading sekolah akan ditempel pada dengan adil, jujur, dan penuh
mading sekolah tanggung jawab
dengan tepat
5. BKS 1. Membuat contoh puisi 1. Tersedianya contoh 1. Akuntabilitas Kegiatan BKS Adanya
(Buat Karya puisi sesuai dengan (kejelasan target dalam membuat dalam upaya koordinasi
Sastra) tema puisi, cerpen, maupun pantun yang mencapai misi antara siswa

27
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan Kegiatan dengan Nilai-
No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Nilai Dasar ASN (ANEKA)
Organisasi Organisasi
2. Membuat contoh cerpen 2. Tersedianya contoh sesuai dengan target) sekolah yaitu dengan guru
cerpen yang sesuai memberikan dalam proses
dengan ke SD an bimbingan pembuatan
3. Membuat contoh pantun 3. Tersedianya contoh terhadap siswa karya
pantun sesuai dengan sesuai dengan
tema bakat dan
4. Membimbing siswa untuk 4. Melakukan 2. Etika Publik kemampuannya.
membuat salah satu pembimbingan kepada (melakukan pembimbingan
karya sastra yang telah siswa untuk membuat dengan senyum, sopan, dan
ditentukan suatu karya dengan bertanggung jawab)
efektif dan efisien
5. Menempel karya sastra 5. Terpilihnya karya 3. Anti Korupsi
terbaik sesuai dengan sastra untuk ditempel (memilih karya sastra dengan adil,
jenis yang ditentukan pada mading sekolah obyektif, tidak membeda bedakan
dengan adil siswa)

28
6. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Tabel 3.3. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi di SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali
Bulan Mei
Tanggal
Kegiatan Dokumen
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Sosialisasi Foto/video
Mading
Membuat Foto/video
Mading
Menghias Foto/video
Mading
Cabe Foto/video
BKS Foto/video
Keterangan :
: Hari Libur : Pelaksanaan Kegiatan : Ujian Sekolah

29
7. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN akan dilaksanakan
pada minggu kedua bulan Mei 2019 sampai dengan minggu keempat
bulan Mei 2019 pada institusi tempat kerja. Dalam pelaksanaannya
dimungkinkan terjadinya kendala-kendala yang berisiko menghambat
kegiatan yang telah direncanakan menjadi kurang optimal. Oleh
karena itu diperlukan antisipasi untuk menghadapi kendala-kendala
tersebut, sehingga dampak yang menghambat kegiatan tersebut
dapat diminimalisir. Antisipasi dalam menghadapi kendala-kendala
selama aktualisasi dapat dijelaskan lebih lanjut pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.3 Antisipasi Menghadapi Kendala-kendala Aktualisasi
Antisipasi Strategi
No. Kegiatan Kendala menghadapi menghadapi
kendala kendala
1. Sosialisasi Mading Kurangnya Melakukan Memanfaatkan
koordinasi koordinasi jauh- teknologi
dengan jauh hari informasi untuk
stakeholder di berkomunikasi
sekolah dengan
stakeholder di
sekolah
2. Membuat Mading Terbatasnya Berkoordinasi Pembuatan
dana dengan Mading sesuai
bendahara dengan dana
sekolah yang tersedia
3. Menghias Mading Siswa tidak Melakukan Guru
antusias koordinasi memberikan
mengikuti dengan semua motivasi kepada
arahan/bimbing guru kelas siswa
an
4. CABE Kurang ada Mencari berita Pencarian
(Cari Berita) informasi lain yang masih informasi lebih
seputar sesuai dengan cermat
pendidikan yang lingkup SD

30
sesuai dengan
bacaan anak SD
5. BKS Siswa tidak bisa Melakukan Pemberian
(Buat Karya Seni) menuangkan ide koordinasi apresiasi
dan dengan semua kepada siswa
kreativitasnya guru kelas yang karyanya
dalam karya ditempel di
seni mading

31
BAB IV

PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi


Kegiatan aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Gelombang
1 Angkatan XXVII Kabupaten Boyolali Tahun 2019 yang dilaksanakan
oleh penulis selama tahap habituasi yaitu mengoptimalisasi fungsi mading
untuk meningkatkan kreatifitas anak sebagai media komunikasi di SD N 1
Tumang Kabupaten Boyolali.
Melalui kegiatan aktualisasi ini penulis mendapatkan pengalaman
langsung, mengenai substansi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil
Negara, yiatu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), Manajemen Publik dan Pelayanan
Publik yang dimasukkan kedalam program pemecahan isu.
Capaian kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan yaitu
optimalnya penggunaan mading untuk meningkatkan kreatifitas siswa
sebagai media komunikasi di SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali.
Pelaksanaan aktualisasi tersebut melalui lima kegiatan yang sesuai
dengan rencana dan satu kegiatan tambahan. Berikut adalah kegiatan
yang telah dilaksanakan oleh penulis pada lokasi aktualisasi:
1. Sosialisasi Mading, yaitu kegiatan penyampaian fungsi mading di
sekolah.
2. Membuat Mading, yaitu pembuatan mading sesuai dengan standar.
3. Menghias Mading, yaitu kegiatan menghias mading agar terlihat lebih
menarik
4. Cabe (Cari Berita), yaitu kegiatan mencari berita aktual untuk konten
pada mading sekolah.
5. BKS (Buat Karya Sastra), yaitu pembuatan karya sastra untuk konten
pada mading yang merujuk pad akreativitas siswa.
Pelaksanaan aktualisasi dengan melalui delapan kegiatan yang
dilaksanakan di Sekolah Dasar 1 Tumang tersebut berjalan dengan
lancar. Kegiatan dilakukan selama masa habituasi dimulai tanggal 9 Mei

32
2019 hingga tanggal 21 Mei 2019.Selanjutnya penulis akan menjabarkan
5 (lima) kegiatan sesuai rencana dan 1 (satu) kegiatan tambahan yang
telah teraktualisasi.

1. Sosialisasi Mading
Kegiatan sosialisasi mading diawali dengan konsultasi dan
koordinasi. Konsultasi dan koordinasi secara umum merupakan
komunikasi antar sesama demi mencapaitujuan dan efektifitas dalam
organisasi atau kelompok secara maksimal sehingga tidak terjadi salah
paham. Dengan adanya koordinasi penulis mengetahui kekurangan dari
tempat habituasi sehingga penulis mempunyai gagasan untuk
mengoptimalisasikan fungsi mading untuk meningkatkan kreatifitas siswa
sebagai media komunikasi di SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali.
Tabel 4.1 Capaian Kegiatan Aktualisasi 1
N Uraian Capaian Kegiatan Aktualisasi
o
1 2 3
A Nama Sosialisasi Mading
Kegiatan
B Pelaksan Jumat, 10 Mei 2019
aan
C Tahapan 1. Berkonsultasi dengan kepala sekolah tentang kegiatan
Kegiatan membuat mading sekolah
2. Menyusun materi sosialisasi
3. Melakukan sosialisasi mengenai mading ketika apel
pagi
4. Melakukan evaluasi sosialisasi mengenai pemahaman
siswa terhadap mading sekolah
D Output/H 1. Disetujuinya kegiatan pembuatan mading sekolah oleh
asil kepala sekolah yang kemudian akan saya lakukan

Kegiatan dengan penuh tanggung jawab


2. Materi disusun dengan bahasa yang mudah dimengerti
3. Terlaksananya kegiatan sosialisasi dengan disiplin

33
4. Terlaksananya evaluasi sosialisasi mengenai
pemahaman siswa terhadap mading sekolah
E Nilai 1. Nasionalisme
Dasar Ketika melaksanakan sosialisasi dengan siswa, penulis

ANEKA melakukan musyawarah atau koordinasi dengan kepala


sekolah maupun guru-guru di SD N 1 Tumang. Kegiatan
tersebut sesuai dengan nilai Nasionalisne yaitu
pengamalan Pancasila sila ke 4 yaitu musyawarah
untuk mencapai mufakat. Ketika musyawarah
berlangsung, penulis tidak memaksakan kehendak dan
tetap menghargai masukan yang diberikan guru-guru,
seperti melakukan sosialiasi ke tiap kelas, dikarenakan
bulan Ramadhan tidak dilakukan apel pagi seperti
biasanya.
2. Akuntabilitas
Ketika hendak melakukan sosialisasi, penulis melakukan
pembuatan materi dengan tanggung jawab serta
memiliki integritas yang tinggi. Selain itu,
penyampaian sosialisasi dilakukan sesuai dengan materi
yang telah dibuat, sehingga materi menjadi tepat
sasaran.
3. Etika Pubik
Sebelum menyampaikan sosialisasi, penulis berusaha
untuk menghargai komunikasi, konsultasi, dan
kerjasama dengan atasan ketika akan mengadakan
suatu kegiatan, mengutamakan kepemimpinan, selain
itu berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik
yang berkualitas kepada stakeholder. Ketika
menyampaikan sosialisasi, penulis menyampaikan
dengan bahasa yang mudah dimengerti, sopan, dan
tidak tergesa-gesa
Analisis dampak yang terjadi jika nilai ANEKA tidak
dihabituasikan:
1. Nasionalisne
Jika saya dalam melaksanakan kegiatan rapat

34
saya memaksakan kehendak, pokoknya harus
sesuai apa yang saya tulis dan tidak menerima
masukan dari guru atau kepala sekolah maka
kemungkinan kegiatan yang saya lakukan kurang
mendapat dukungan serta banyak kekurangannya.
2. Akuntabilitas
Jika saya melakukan tahapan kegiatan sesuai
dengan alur yang sudah ditentukan maka kegiatan
yang telah saya rancang akan mengakibatkan
kekacauan terhadap kegiatan yang telah saya
rancang, dan jika saya tidak mensosialisasikan
kegiatan ini kepada guru, siswa serta orang tua
siswa banyak yang tidak mengetahui adanya
kegiatan tersebut
3. Etika Publik
Jika saya dalam menyampaikan rancangan
aktualisasi baik kepada kepala sekolah maupun
rekan guru tidak menjunjung tinggi standar nilai
etika dan sopan santun maka kepala sekolah atau
guru tidak akan memperhatkan apa yang saya
sampaikan sehingga menimbulkan terjadinya
kesalahpahaman penerimaan informasi
F Kontribusi Kegiatan Sosialisasi Mading dalam upaya mencapai misi
terhadap sekolah yaitu meningkatkan kerjasama antar sekolah,

visi/misi siswa, orang tua dan masyarakat

organisas
i
G Penguata Terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara peserta
n Nilai prajab dengan guru senior dan Kepala Sekolah
Organisa
si
H Kendala Pelaksanaan tidak sesuai dengan rencana yang

35
pelaksan awalnya akan disampaikan ketika apel pagi, menjadi
aan sosialisasi perkelas dikarenakan pada bulan
Ramadhan tidak diadakan apel pagi.
I Strategi 4. Membuat rancangan sosialisasi
Penyeles 5. Berkoordinasi dengan kepala sekolah
aian
J Pengalam Kegiatan sosialisasi dapat berjalan dengan baik,
an Baru walaupun harus merubah rencana sebelumnya yang
yang awalnya akan dilaksanakan pada saat apel pagi,
didapat menjadi per kelas dikarenakan pada Bulan Ramadhan
tidak diadakan apel pagi.
K Lampiran 1. Video koordinasi dengan kepala sekolah
Kegiatan

2. Video kegiatan

36
3. Berita acara pelaksanaan kegiatan sosialisasi

Kegiatan sosialisasi diawali dengan koordinasi dengan kepala


sekolah mengenai kegiatan sosialisasi untuk hari Jumat, 10 Mei 2019.
Koordinasi dengan kepala sekolah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal
9 Mei 2019. Output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah mendapat
persetujuan dari kepala sekolah tentang rancangan kegiatan sosialisasi
yang dibuat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam
kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada hari Jumat, 10
Mei 2019. Komunikasi tersebut dapat meningkatkan kerjasama dalam
proses kinerja sebagai aparatur pemerintah.
Pelaksanaan kegiatan yang pertama ini berjalan dengan lancar
tanpa ada hambatan. Kepala sekolah menyetujui konsep optimalisasi
mading untuk meningkatkan kreatifitas siswa sebagai media komunikasi di
SD N 1 Tumang yang telah dibuat sehingga dapat dilaksanakan guna
memenuhi laporan aktualisasi.
2. Membuat Mading
Membuat mading merupakan kegiatan awal dalam pelaksanaan inti
dari konsep yang telah dibuat penulis. Mading di sekolah perlu dibuat
karena selain sebagai media komunikasi sekolah, dapat digunakan
sebagai cara untuk memberi apresiasi kepada anak yang kreatif dan
terampil agar karyanya dapat ditampilkan di mading. Karya yang
ditampilkan dapat menumbuhkan motivasi anak untuk meningkatkan
kreatifitasnya. Sebagai media komunikasi, mading dapat digunakan untuk
menempel berita terbaru seputar keSDan, sehingga anak memiliki
wawasan tentang info teraktual.
Tabel 4.2. Capaian Kegiatan Aktualisasi 2
N Uraian Capaian Kegiatan Aktualisasi
o
1 2 3
A Nama Membuat Mading
Kegiatan

37
B Pelaksanaan Sabtu, 11 Mei 2019
C Tahapan 1. Membuat konsep pembuatan mading sekolah yang
Kegiatan menarik
2. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah
tentang konsep yang telah dirancang.
3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk
membuat mading
4. Melaksanakan kegiatan pembuatan mading
sekolah
D Output/Hasil 1. Tersedianya konsep pembuatan mading dengan
Kegiatan cermat dan teliti
2. Disetujuinya konsep mading yang telah dibuat
3. Tersedianya alat dan bahan yang diperlukan untuk
membuat mading secara lengkap
4. Terlaksananya kegiatan pembuatan mading
dengan penuh tanggung jawab
E Nilai Dasar 1. Akuntabilitas
ANEKA Ketika membuat mading, penulis melaksanakan
kegiatan dengan cermat, teliti, dan penuh
tanggung jawab. Mulai dari menyiapkan alat dan
bahan, bekerja sama dengan warga sekolah,
sampai membuat konsep mading. Pembuatan
mading pun konsisten dengan rencana.
2. Nasionalisme
Kegiatan membuat mading, selain menerapkan sila
ke empat Pancasila, yaitu musyawarah untuk
mufakat ketika membuat konsep, juga gotong
royong dalam menyelesaikan sebuah masalah,
yang juga merupakan pengamalan sila Pancasila.
3. Etika Publik
Ketika membuat mading, penulis bekerja sama
dengan warga sekolah. Oleh karena itu, penulis
berkoordinasi dengan warga sekolah dengan
santun, sopan, dan menghargai pendapat warga
sekolah. Komunikasi dengan etika yang baik, akan

38
membuat harmonis hubungan dengan warga
sekolah.
4. Komitmen mutu
Pembuatan mading dilakukan dengan efektif dan
efisien karena persiapan dilakukan secara matang.
Analisis dampak yang terjadi jika nilai ANEKA tidak
dihabituasikan:
1. Akuntabilitas
Jika pembuatan mading tidak direncanakan
dengan cermat dan teliti, maka pembuatan mading
tidak akan terstuktur dengan baik. Pembuatan
mading tidak akan tepat sasaran karena konsep
dengan pelaksanaan tidak sesuai
2. Nasionalisme
Jika kerjasama tidak dilakukan dalam pembuatan
mading, maka pembuatan mading tidak akan
selesai sesuai dengan rencana, dikarenakan bahan
yang digunakan cukup besar dan membutuhkan
bantuan orang lain untuk merancangnya. Selain itu,
bantuan dari warga sekolah juga mempengaruhi
proses pembuatan mading, sehingga ketika warga
sekolah membantu, pekerjaan akan semakin
ringan untuk dikerjakan.
3. Etika Publik
Apabila komunikasi dengan warga sekolah tidak
beretika dengan baik, maka warga sekolah tentu
enggan untuk memberikan bantuan untuk
membuat mading. Selain kekurangan bahan, waktu
yang diperlukan untuk membuat mading menjadi
lebih banyak sehingga membuat habituasi selesai
melebihi jadwal.
4. Komitmen Mutu
Pembuatan mading yang tidak efektif dan efisien
akan membuat boros, karena bahan yang
diperlukan cukup banyak dan perolehannya

39
membutuhkan dana. Pembuatan mading yang
boros akan berpengaruh pada pengelolaan dana
yang lain. Dana yang seharusnya digunakan untuk
keperluan yang lain akan digunakan untuk
membuat mading saja.
F Kontribusi Kegiatan Membuat Mading dalam upaya mencapai
terhadap misi sekolah yaitu meningkatkan kerjasama antar

visi/misi sekolah, siswa, orang tua dan masyarakat

organisasi
G Penguatan Menerapkannya sikap tanggung jawab dengan hal
Nilai yang telah direncanakan

Organisasi
H Kendala Alhamdulillah tidak ada kendala dalam
Pelaksanaan pelaksanaan membuat mading
I Strategi 1. Mempersiapkan alat dan bahan yang
Penyelesaia digunakan untuk membuat mading dengan
n lengkap
2. Memperkirakan waktu yang tepat untuk
membuat mading
J Pengalaman Setelah melakukan kegiatan mading, pengalaman
Baru yang baru yang didapat adalah penulis dapat lebih
Didapat cermat dalam memperhitungkan waktu untuk
melaksanakan suatu kegiatan
K Lampiran 1. Foto kegiatan membuat mading
Kegiatan

40
2. Video pembuatan mading

Kegiatan membuat mading dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Mei


2019 sepulang sekolah yaitu pukul 11.00 sampai dengan pukul 13.30.
Kegiatan membuat mading diawali dengan konsultasi dengan kepala
sekolah mengenai konsep mading yang akan dibuat. Selanjutnya
menyiapkan alat dan bahan yang digunakan, antara lain: a) spons 6mm
ukuran 110cm x 64cm sebanyak 4 buah, b) lem fox, c) penggaris, d)
pensil, e) cutter. Alat dan bahan disiapkan oleh peneliti dengan
rekomendasi warga sekolah.
Kegiatan membuat mading berjalan dengan baik tanpa ada
kendala. Bantuan dari warga sekolah memudahkan penulis untuk
melaksanakan pembuatan mading. Pembuatan mading yang melibatkan
kontribusi warga sekolah ini sesuai dengan misi sekolah yaitu
menumbuhkan semangat kerja sama antar warga sekolah.
3. Menghias Mading
Mading bukan hanya sebagai bacaan belaka, tetapi juga sebagai
bahan informasi, komunikasi di lingkungan sekolah seperti kepala sekolah
dengan guru, ataupun guru dengan siswa. Banyak sekali manfataan dari

41
mading. Oleh karena itu mading perlu dihias agar menarik perhatian siswa
untuk membacanya. Tema pada mading juga menentukan ketertarikan
siswa untuk membaca. Tema yang penulis ambil untuk kegiatan habituasi
ini adalah kearifan lokal yang ada di lingkungan SD N 1 Tumang
Kabupaten Boyolali.
Dukuh Tumang, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten
Boyolali terkenal dengan kerajinan tembaga, kuningan, serta
alumuniumnya. Selain itu di sana terdapat banyak sekali bank sampah.
Hampir setiap gang ada paling tidak satu bank sampah. Selain itu terdapat
satu kesenian tari Topeng Ireng dengan ciri khas tudung kepala yang
selalu dipakai setiap penarinya. Oleh karena itu, penulis mengangkat
kerajinan kuningan, alumunium, pemanfaatan bank sampah, serta
mengambil ikon dari kesenian Topeng Ireng yaitu tudungnya sebagai
hiasan mading.
Tabel 4.3 Capaian Aktualisasi 3
N Uraian Capaian Kegiatan Aktualisasi
o
1 2 3
A Nama Menghias Mading
Kegiatan
B Pelaksanaan Senin, 13 Mei 2019 sampai dengan Jumat, 17 Mei
2019
C Tahapan 1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk
Kegiatan menghias mading
2. Memperlihatkan contoh hiasan yang telah disiapkan
3. Membimbing siswa untuk membuat hiasan yang
dicontohkan dengan kreativitas masing-masing
4. Memilih karya terbaik untuk ditempel di mading
sekolah
D Output/Hasil 1. Tersedianya alat dan bahan yang diperlukan untuk
Kegiatan menghias mading dengan cermat dan tanggung
jawab
2. Memperlihatkan contoh hiasan yang disiapkan

42
dengan sopan, bahasa yang mudah dimengerti.
3. Melakukan pembimbingan dengan siswa untuk
membuat hiasan mading dengan tanggung jawab
4. Melakukan pemilihan karya terbaik dengan adil dan
obyektif
E Nilai Dasar 1. Akuntabilitas
ANEKA Ketika menghias mading, penulis melaksanakan
kegiatan dengan cermat, teliti, dan penuh
tanggung jawab. Mulai dari menyiapkan alat dan
bahan, bekerja sama dengan warga sekolah,
sampai membuat konsep mading. Penulis juga
membuat jadwal menghias mading untuk kelas III,
IV,dan V SD N 1 Tumang, Boyolali. Pembuatan
mading pun konsisten dengan rencana.
2. Komitmen Mutu
Pembuatan hiasan mading dilakukan dengan efektif
dan efisien karena persiapan dilakukan secara
matang.
3. Etika Publik
Apabila komunikasi dengan warga sekolah tidak
beretika dengan baik, maka warga sekolah tentu
enggan untuk memberikan bantuan untuk membuat
mading. Selain kekurangan bahan, waktu yang
diperlukan untuk membuat mading menjadi lebih
banyak sehingga membuat habituasi selesai
melebihi jadwal.
4. Anti Korupsi
Kegiatan menghias mading dilakukan tiap kelas
secara berkelompok. Oleh karena itu, karya yang
terbaik lah yang digunakan sebagai hiasan masing.
Pemilihan hiasan tersebut dilakukan oleh beberapa
guru agar adil dan tidak subyektif.
Analisis dampak yang terjadi jika nilai ANEKA tidak
dihabituasikan:
1. Akuntabilitas

43
Jika pembuatan hiasan mading tidak direncanakan
dengan cermat dan teliti, maka pembuatan mading
tidak akan terstuktur dengan baik. Pembuatan
mading tidak akan tepat sasaran karena konsep
dengan pelaksanaan tidak sesuai
2. Komitmen Mutu
Pembuatan hiasan mading yang tidak efektif dan
efisien akan membuat boros, karena bahan yang
diperlukan cukup banyak dan perolehannya
membutuhkan dana. Pembuatan hiasan mading
yang boros akan berpengaruh pada pengelolaan
dana yang lain. Dana yang seharusnya digunakan
untuk keperluan yang lain akan digunakan untuk
membuat mading saja.
3. Etika Publik
Apabila komunikasi dengan warga sekolah tidak
beretika dengan baik, maka warga sekolah tentu
enggan untuk memberikan bantuan untuk membuat
mading. Selain kekurangan bahan, waktu yang
diperlukan untuk membuat mading menjadi lebih
banyak sehingga membuat habituasi selesai
melebihi jadwal.
4. Anti Korupsi
Apabila pemilihan hiasan terbaik tidak dilakukan
secara jujur, maka akan menimbulkan kesenjangan
sosial antara siswa satu dengan yang lain.
F Kontribusi Kegiatan Menghias Mading dalam upaya mencapai
terhadap misi sekolah yaitu menumbuhkan semangat kerja sama

visi/misi antar warga sekolah

organisasi
G Penguatan Terjalinnya koordinasi antara guru dengan siswa dalam
Nilai mencapai tujuan bersama

Organisasi
H Kendala Alhamdulillah kegiatan menghias mading dapat

44
pelaksanaan berjalan dengan lancar.
I Strategi 1. Mempersiapkan alat dan bahan yang
Penyelesaia digunakan untuk membuat hiasan mading
n dengan lengkap
2. Membuat jadwal pembuatan hiasan mading
untuk kelas III, IV, dan V
3. Melakukan pemilihan hiasan terbaik untuk
dijadikan sebagai hiasan mading
J Pengalaman Setelah melaksanakan kegiatan pembuatan hiasan
Baru yang mading, penulis bisa lebih sistematis dalam
Didapat menjalankan suatu kegiatan
K Lampiran 1. Foto kegiatan pembuatan hiasan mading
Kegiatan bersama warga sekolah

2. Foto kegiatan pembuatan hiasan mading oleh


anak

45
3. Foto bimbingan kegiatan

46
4. Pemilihan dan penempelan hiasan mading

47
5. Bukti hasil kegiatan hias mading

Kegiatan menghias mading dilaksanakan pada hari Senin 13 Mei


2019 sampai dengan Jumat, 17 Mei 2019. Kegiatan ini dilakukan oleh
siswa dengan bimbingan dari guru. Disini penulis berperan sebagai
pembimbing. Kegiatan menghias masing dilaksanakan oleh siswa kelas
III, IV, dan V. Adapun rinciannya sebagai berikut:
Tabel 4.4 Pelaksanaan Hias Mading
No Kelas Kerajinan yang dibuat Waktu pelaksanaan
1 IV Membuat kerajinan dari kawat Senin, 13 Mei 2019
alumunium bekas
2 V Membuat tudung kepala Selasa, 14 Mei 2019
kesenian Topeng Ireng
3 III Membuat kerajinan dari tutup Jumat, 17 Mei 2019
botol bekas dan membuat
mozaik menggunakan
potongan kuningan dan
alumunium bekas.

48
Kegiatan ini diawali dengan menyiapkan alat dan bahan yang
digunakan untuk membuat kerajinan tangan. Pada tanggal 13 Mei 2019
kegiatan membuat keterampilan dilakukan oleh siswa kelas IV yaitu
membuat kerajinan tangan menggunakan kawat alumunium bekas.
Adapun kawat alumunium merupakan donasi dari warga sekitar sebagai
bentuk dukungan untuk mengoptimalisasi fungsi mading sekolah. Pada
tanggal 14 Mei 2019 kegiatan membuat keterampilan dilaksanakan oleh
siswa kelas V yaitu membuat tudung kepala kesenian topeng ireng. Alat
dan bahan yang diperlukan adalah: a) spons ukuran 2mm, b) bulu ayam
ukuran panjang, c) renda, d) lem fox, e) gunting. Untuk alat dan bahan
disediakan oleh penulis/pembimbing.
Pada tanggal 17 Mei 2019 kegiatan membuat mading dilakukan
oleh siswa kelas III yaitu membuat mozaik dari potongan kuningan dan
alumunium kecil. Setelah itu dilanjutkan dengan membuat bunga dari
tutup botol bekas. Tutup botol didapatkan dari bank sampah yang banyak
terdapat di lingkungan SD N 1 Tumang. Tutup botol dipadukan dengan
stik es krim menjadi hiasan dinding yang indah. Untuk kesenian ukir dari
kuningan didapat dari warga sekitar sebagai bentuk dukungan untuk
menghias mading sekolah.
Kegiatan menghias mading berjalan dengan lancar, dengan output
hasil kerajinan tangan dari siswa kelas III, IV, dan V. Pemilihan kerajinan
terbaik dilakukan oleh penulis beserta guru yang lain untuk menghindari
subyektifitas.
4. Cabe (Cari Berita)
Kegiatan Cabe dilaksanakan untuk mengisi konten mading dengan
berita-berita teraktual lingkup keSDan. Jadi tidak hanya mengenai
pendidikan saja, melainkan info terbaru yang sesuai dengan usia anak.
Berita terbaru diharapkan bisa menambah wawasan anak agar
mengetahui dunia luar tanpa harus keluar. Kegiatan ini dilakukan berkala,
yaitu setiap bulan konten berita pada mading akan diperbarui.

49
Tabel 4.5 Capaian Aktualisasi 4
N Uraian Capaian Kegiatan Aktualisasi
o
1 2 3
A Nama Cabe (Cari Berita)
Kegiatan
B Pelaksanaa Sabtu, 18 Mei 2019
n
C Tahapan 1. Mencari info-info terbaru
Kegiatan 2. Menyaring info yang sesuai untuk lingkungan SD
3. Menghias info yang telah disaring untuk ditempel
pada mading sekolah
4. Menempel info terpilih pada mading sekolah
D Output/Hasil 1. Tersedianya info-info terbaru
Kegiatan 2. Tersaringnya informasi yang sesuai untuk
lingkungan SD
3. Tersedianya info yang telah telah dihias untuk
ditempel pada mading sekolah
4. Terpilihnya info yang akan ditempel pada mading
sekolah dengan tepat
E Nilai Dasar 1. Akuntabilitas
ANEKA Pencarian berita yang dilakukan dibatasi oleh
penulis, yaitu hanya bertema pendidikan di
lingkungan ke-SD-an. Hal tersebut agar sesuai
dengan kondisi siswa yang masih usia sekolah
dasar, agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang
lain.
2. Komitmen Mutu
Penyaringan informasi dari berita yang dicari oleh
siswa dilakukan dengan efektif dan efisien sehingga
sesuai dengan target yang diharapkan. Penyaringan
ini dilakukan agar siswa fokus dengan berita yang
ditempel di mading yang tentunya masih sebatas
usia ke SD an, sehingga dapat menambah wawasan

50
siswa tentang dunia pendidikan SD.
3. Nasionalisme
Berita-berita seputar pendidikan SD dapat
menumbuhkan kepedulian siswa dengan
pendidikan di Indonesia. Hal tersebut dapat
meningkatkan jiwa nasionalisme siswa serta siswa
termotivasi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia
di masa mendatang, yaitu ketika anak-anak
sekarang menjadi pemimpin.
4. Anti Korupsi
Kegiatan mencari berita dilakukan tiap kelas secara
berkelompok. Oleh karena itu, berita yang terbaik
lah yang digunakan sebagai konten masing.
Pemilihan berita tersebut dilakukan oleh beberapa
guru agar adil dan tidak subyektif.
Analisis dampak yang terjadi jika nilai ANEKA tidak
dihabituasikan:
1. Akuntabilitas
Jika pencarian berita tidak direncanakan dengan
cermat dan teliti, maka pencarian berita akan
meleset dari tema yang telah ditentukan. Kegiatan
Cari Berita tidak akan tepat sasaran karena konsep
dengan pelaksanaan tidak sesuai
2. Komitmen Mutu
Kegiatan Cari Berita apabila tidak dilakukan dengan
efektif dan efisien akan berdampak pada
ketidaksesuaian konten berita terhadap kondisi
siswa yang masih usia ke SD an. Fokus anak akan
terpecah dengan isu-isu yang lainnya.
3. Nasionalisme
Apabila kegiatan Cari Berita tidak dilakukan,
wawasan anak tentang pendidikan di Indonesia
akan kurang, sehingga tidak ada inovasi untuk
memajukan pendidikan di Indonesia kelak
4. Anti Korupsi

51
Apabila pemilihan berita terbaik tidak dilakukan
secara jujur, maka akan menimbulkan kesenjangan
sosial antara siswa satu dengan yang lain.
F Kontribusi Kegiatan Cabe dalam upaya mencapai visi sekolah
terhadap yaitu menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan,

visi/misi masyarakat, bangsa dan negara

organisasi
G Penguatan Guru dan siswa yang melek teknologi
Nilai
Organisasi
H Kendala Alhamdulillah kegiatan mencari berita dapat
pelaksanaan berjalan dengan lancar.
I Strategi 1. Memberi arahan kepada siswa di hari
Penyelesaia sebelumnya untuk mencari berita dari internet
n atau koran terbaru
2. Membatasi topik berita agar fokus pada dunia
pendidikan
J Pengalaman Setelah melakukan kegiatan Cari Berita, penulis
Baru yang dapat memberikan hal baru pada siswa mengenai
Didapat teknologi modern
K Lampiran 1. Foto berita yang didapatkan oleh siswa
Kegiatan

52
Kegiatan Cabe (Cari Berita) dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal
18 Mei 2019. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar tanpa ada kendala.
Siswa mendapat banyak berita yang sedang viral di media sosial, antara
lain mengenai pilpres 2019, kurikulum 2013, juga acara-acara terdekat
yang akan dilaksanakan oleh presiden. Selain itu masih banyak berita lain
yang didapatkan. Berita yang telah diperoleh kemudian disaring untuk
ditempel di mading sekolah. Kontribusi kegiatan Cabe (Cari Berita)
terhadap visi/misi organisasi adalah sesuai dengan misi sekolah yaitu
menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan, masyarakat, bangsa dan
negara. Yaitu agar tumbuh kepedulian dalam diri siswa terhadap berita-
berita terbaru yang sedang viral. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan
dengan lancar tanpa ada kendala.
5. BKS (Buat Karya Seni)
Kegiatan BKS (Buat Karya Seni) merupakan peralihan dari BKS
(Buat Karya Sastra) yang sebelumnya sudah penulis rencanakan.
Kegiatan ini penulis ubah karena cangkupan seni lebih luas daripada
sastra. Selain itu siswa kelas rendah masih kesulitan dalam membuat
karya sastra, sehingga kesempatan untuk karyanya ditempel di mading
kecil. Dengan digantinya dengan seni, siswa kelas rendah tetap memiliki
kesempatan yang sama dengan kelas tinggi untuk mendapatkan apresiasi
yaitu hasil karyanya ditempel di mading sekolah. Ketika anak diberi
apresiasi, anak akan lebih termotivasi untuk memberikan lebih.
Tabel 4.6 Capaian Aktualisasi 5
N Uraian Capaian Kegiatan Aktualisasi
o
1 2 3
A Nama BKS (Buat Karya Seni)
Kegiatan
B Pelaksanaa Sabtu, 18 Mei 2019
n
C Tahapan 1. Membuat contoh karya sastra
Kegiatan 2. Membuat contoh gambar benda di sekitar

53
3. Membimbing siswa untuk membuat salah satu karya
sastra yang telah ditentukan
4. Menempel karya sastra terbaik sesuai dengan jenis
yang ditentukan
D Output/Hasil 1. Tersedianya contoh puisi sesuai dengan tema
Kegiatan 2. Tersedianya contoh cerpen yang sesuai dengan ke
SD an
3. Tersedianya contoh pantun sesuai dengan tema
4. Melakukan pembimbingan kepada siswa untuk
membuat suatu karya dengan efektif dan efisien
5. Terpilihnya karya sastra untuk ditempel pada mading
sekolah dengan adil
E Nilai Dasar 1. Akuntabilitas
ANEKA Karya seni yang ditempel di mading sesuai dengan
tema masing-masing kelas, sehingga target atau
tujuan mading tepat sasaran, yaitu untuk
meningkatkan kreatifitas siswa. Karya yang ditempel
bisa keterampilan, seni sastra, dan karya lainnya.
2. Etika Publik
Ketika kegiatan Buat Karya Seni dilaksanakan,
penulis melakukan pembimbingan pada anak.
Pembimbingan dilakukan dengan sopan, santun,
serta mudah dimengerti anak, sehingga anak dapat
melaksanakan kegiatan dengan maksimal. Selain
itu, komunikasi dengan guru-guru lain juga harus
berjalan dengan baik, agar kedepannya, untuk
keterampilan setiap kelas dapat diambil yang terbaik
untuk dijadikan konten pada mading sekolah.
3. Anti Korupsi
Kegiatan membuat karya seni dilakukan pada setiap
keterampilan yang terdapat pada tema. Oleh karena
itu, karya yang terbaik lah yang digunakan sebagai
hiasan masing. Pemilihan karya tersebut dilakukan
oleh beberapa guru agar adil dan tidak subyektif.
Analisis dampak yang terjadi jika nilai ANEKA tidak

54
dihabituasikan:
1. Akuntabilitas
Jika pembuatan karya seni tidak direncanakan
dengan cermat dan teliti, maka pembuatan karya
seni akan meleset dari tema yang telah ditentukan.
Kegiatan Buat Karya Seni tidak akan tepat sasaran
karena konsep dengan pelaksanaan tidak sesuai
2. Etika Publik
Apabila komunikasi dengan siswa ketika melakukan
bimbingan tidak beretika dengan baik, maka siswa
tidak akan fokus dan membuat karya dengan
senang hati. Ketika tidak dapat menerima dengan
senang hati, anak akan membuat karya semaunya
sendiri, tanpa mengembangkan kreasinya dengan
sungguh-sungguh.
3. Anti Korupsi
Apabila pemilihan karya terbaik tidak dilakukan
secara jujur, maka akan menimbulkan kesenjangan
sosial antara siswa satu dengan yang lain.
F Kontribusi Kegiatan BKS dalam upaya mencapai misi sekolah
terhadap yaitu memberikan bimbingan terhadap siswa sesuai

visi/misi dengan bakat dan kemampuannya.

organisasi
G Penguatan Adanya koordinasi antara siswa dengan guru dalam
Nilai proses pembuatan karya

Organisasi
H Kendala Pemilihan kreasi yang akan ditempel di mading
pelaksanaa sekolah.
n
I Strategi 1. Pembuatan karya seni maupun karya sastra
Penyelesaia disesuaikan dengan materi siswa pada tiap
n kelas agar dapat dilakukan secara kontinyu.
2. Penempelan karya seni/karya sastra dilakukan

55
secara bergilir agar setiap kelas merasakan
karyanya dipajang pada mading
J Pengalaman Setelah melaksanakan kegiatan Buat Karya Seni,
Baru yang pengalaman baru yang didapat penulis adalah
Didapat penulis mengetahui bakat terpendam pada diri
siswa setelah siswa termotivasi untuk mendapat
kesempatan agar karyanya ditempel di mading.
K Lampiran 1. Foto kegiatan membuat karya seni
Kegiatan

2. Foto penempelan karya seni siswa pada


mading sekolah

Kegiatan BKS (Buat Karya Seni) dilaksanakan pada hari Sabtu,


tanggal 18 Mei 2019. Pelaksanaan BKS untuk siswa kelas rendah yaitu
menggambar dan mewarnai benda-benda di sekitar. Sedangkan untuk

56
kelas tinggi yaitu membuat karya seni. Pada kegiatan yang dilaksanakan
hari Sabtu ini, pembuatan karya masih penulis batasi, namun untuk
kegiatan berlanjutnya disesuaikan dengan tugas kesenian di masing-
masing kelas dengan masing-masing tema. Pergantian konten karya seni
pada mading dapat dilakukan lebih sering daripada konten berita. Hal itu
dikarenakan agar konten mading lebih beragam dan lebih menarik setiap
ditempel karya yang baru.
Kendala pada pelaksanaan kegiatan ini adalah pemilihan kreasi
yang akan ditempel di mading sekolah. Pemilihan kreasi yang akan
ditempel di mading cukup sulit dikarenakan banyaknya karya yang bagus
dan layak ditempel di mading sekolah. Kendala ini kemudian diatasi
dengan meminta bantuan beberapa guru lain untuk bisa memberi nilai
untuk masing-masing karya sehingga dapat terpilih karya terbaik.
6. Pembuatan Program Kerja dan Jadwal Mading
Pembuatan program kerja dan pembuatan jadwal mading dilakukan
atas usul dari mentor yaitu kepala sekolah. Hal ini agar mading dapat
berfungsi sebagaimana mestinya dengan terjadwal. Pembuatan jadwal
mading dapat meminimalisir mading terabaikan atau tidak digunakan lagi.
Pelaksanaan kegiatan ini dibimbing dan disetujui oleh mentor.
Tabel 4.7 Capaian Aktualisasi 6
N Uraian Capaian Kegiatan Aktualisasi
o
1 2 3
A Nama Pembuatan Program Kerja dan Jadwal Mading
Kegiatan
B Pelaksanaa Selasa, 21 Mei 2019
n
C Tahapan 1. Memperkirakan program dengan kalender
Kegiatan pendidikan
2. Membuat rancangan program kerja dan jadwal
mading
3. Konsultasi dan bimbingan dengan kepala sekolah

57
4. Melaksanakan program sesuai dengan jadwal yang
telah dibuat.
D Output/Hasil 1. Tersedianya rancangan kesesuaian antara program
Kegiatan dengan kalender pendidikan
2. Tersedianya rancangan program kerja dan jadwal
mading
3. Disetujuinya rancangan yang telah dibuat penulis
oleh kepala sekolah
4. Terlaksananya program sesuai dengan jadwal yang
telah dibuat.
E Nilai Dasar 1. Nasionalisme
ANEKA Ketika membuat program kerja dengan kepala
sekolah dan guru-guru yang lain, penulis melakukan
musyawarah atau koordinasi dengan kepala sekolah
maupun guru-guru di SD N 1 Tumang. Kegiatan
tersebut sesuai dengan nilai Nasionalisne yaitu
pengamalan Pancasila sila ke 4 yaitu musyawarah
untuk mencapai mufakat. Ketika musyawarah
berlangsung, penulis tidak memaksakan kehendak
dan tetap menghargai masukan yang diberikan guru-
guru.
2. Akuntabilitas
Ketika hendak melakukan pembuatan program kerja,
penulis melakukan pembuatan materi dengan
tanggung jawab serta memiliki integritas yang
tinggi.
3. Etika Pubik
Sebelum menyampaikan rencana program kerja,
penulis berusaha untuk menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerjasama dengan atasan ketika
akan mengadakan suatu kegiatan, mengutamakan
kepemimpinan, selain itu berkomitmen untuk
memberikan pelayanan publik yang berkualitas
kepada stakeholder. Ketika menyampaikan rencana
program kerja, penulis menyampaikan dengan

58
bahasa yang mudah dimengerti, sopan, dan tidak
tergesa-gesa
Analisis dampak yang terjadi jika nilai ANEKA tidak
dihabituasikan:
1. Nasionalisne
Jika saya dalam melaksanakan kegiatan rapat
saya memaksakan kehendak, pokoknya harus
sesuai apa yang saya tulis dan tidak menerima
masukan dari guru atau kepala sekolah maka
kemungkinan kegiatan yang saya lakukan
kurang mendapat dukungan serta banyak
kekurangannya.
2. Akuntabilitas
Jika saya tidak membuat rancangan dengan
baik dan tepat, maka pelaksanaan kegiatan
mading tidak akan beraturan. Mading juga akan
dilupakan begitu saja.
3. Etika Publik
Jika saya dalam menyampaikan rancangan
program kerja baik kepada kepala sekolah
maupun rekan guru tidak menjunjung tinggi
standar nilai etika dan sopan santun maka
kepala sekolah atau guru tidak akan
memperhatkan apa yang saya sampaikan
sehingga menimbulkan terjadinya
kesalahpahaman penerimaan informasi
F Kontribusi Kegiatan pembuatan program kerja dengan jadwal
terhadap mading sesuai dengan misi organisasi yaitu

visi/misi Meningkatkan kerjasama antar sekolah, siswa,

organisasi orang tua dan masyarakat.

G Penguatan Adanya koordinasi antara guru dengan kepala sekolah

59
Nilai dalam proses pembuatan program kerja dan jadwal
Organisasi mading

H Kendala Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana dengan baik.


pelaksanaa
n
I Strategi 1. Berkonsultasi dengan kepala sekolah untuk
Penyelesaia membuat rancangan program dan jadwal
n kegiatan
2. Melibatkan guru-guru yang lain untuk membuat
jadwal kegiatan
J Pengalaman Setelah membuat program kerja dan jadwal
Baru yang kegiatan, pengalaman baru yang didapat oleh
Didapat penulis adalah penulis lebih bisa membagi waktu
untuk melakukan suatu pekerjaan
K Lampiran 1. Foto koordinasi dengan kepala sekolah dan
Kegiatan guru-guru kelas

60
61
B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai ANEKA
Berdasarkan dari paparan pelaksanaan aktualisasi dan habituasi pada kegiatan yang dilakukan dapat di gambarkan
proporsi penerapan dari nilai-nilai dasar tersebut secara ringkas dapat direkap dalam tabel berikut:

Tabel 4.8. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai ANEKA.


Capaian Nilai-Nilai Dasar ANEKA
No Nama Kegiatan Jumlah
A N E K A
1 Sosialisasi Mading Transparansi, Sopan Santun
Pelayanan
sesuai alur Menjunjung
- yang Tepat Waktu 4
yang tinggi standar
memuaskan
ditentukan nilai etika
2 Membuat Mading Menghargai
Transparansi,
komunikasi,
Kejelasan Sila Ke-4 Inovasi - 4
konsultasi, dan
Informasi
kerjasama
3 Menghias Mading Sopan santun,
Tanggung menjunjung Efektif dan
- Kejujuran, adil 4
Jawab tinggi standar efisien
etika
4 Cari Berita Cinta tanah Kejujuran,
Transparansi - Inovasi 4
air Tidak Curang
5 Buat Karya Seni Transparansi - Kepedulian Inovasi Keadilan 4
6 Program Kerja Mading Transparansi, Sila ke 4 Sopan santun, - - 3

62
kejelasan menghargai
informasi pendapat
dengan bijak
Jumlah 6 3 5 5 3 23
6/6*100%= 3/5*100%= 5/6*100%=
Prosentase 5/6*100%=83% 3/6*100%=50% 77%
100% 50% 83%
63
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Isu yang terpilih dalam kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai
dasar PNS yakni “Kurang optimalnya pemanfaatan mading sekolah
dalam menumbuhkan kreativitas siswa di SDN 1 Tumang Kabupaten
Boyolali”. Untuk menjawab isu masalah tersebut, maka perlu
dilaksanakan kegiatan yang mengarah pada kegunaan mading di
SD N 1 Tumang Kabupaten Boyolali yang penulis
implementasikan melalui 5 (lima) kegiatan aktualisasi.Kegiatan
yang diaktualisasikan seluruhnya dengan nilai-nilai dasar ASN
(ANEKA). Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Sosialisasi Mading
b. Membuat mading
c. Menghias mading
d. Mencari berita
e. Membuat karya seni
f. Membuat program kerja mading
Seluruh kegiatan telah dilaksanakan semua dengan baik dan
lancar. Bukti pelaksanaan kegiatan disajikan sebagaimana yang
terlampir
2. Seluruh kegiatan aktualisasi dan habituasi ini penting
dilaksanakan karena menunjang visi SDN 1 Tumang Kabupaten
Boyolali yaitu Iman dan taqwa, berbudi luhur, trampil, dan cerdas
untuk terwujud dalam misi meningkatkan kerjasama antar sekolah,
siswa, orang tua dan masyarakat, memberikan bimbingan
terhadap siswa sesuai bakat dan kemampuannya, melaksanakan
mulok sekolah dengan baik, menumbuhkan semangat kerja sama
antar warga sekolah, menanamkan sikap peduli terhadap
lingkungan masyarakat, bangsa dan negara.

64
Tabel 5.1 Capaian Kegiatan
ISU : Kurang optimalnya pemanfaatan mading sekolah untuk
meningkatkan kreativitas siswa sebagai media komunikasi di SDN 1
Tumang Kabupaten Boyolali

No Kegiatan Kondisi Sebelum Kondisi Sesudah


1. Sosialisasi mading Masih ada siswa Siswa sadar dan
yang belum paham
sadar dan mengenai
paham kegunaan
mengenai mading di
kegunaan sekolah
mading di
sekolah
65

2. Membuat mading Belum adanya Tersedianya


mading di mading di SD N
sekolah sebagai 1 Tumang
media
komunikasi antar
warga sekolah
3. Menghias mading Mading yang Dengan adanya
dibuat belum mading yang
menarik untuk dihias menjadi
digunakan lebih indah,
sehingga kuran siswa menjadi
mencuri lebih tertarik
perhatian siswa untuk
untuk memanfaatkan
memanfaatkan mading yang
mading di ada..
sekolah
4. Cari Berita (Cabe) Belum terwujud Dengan adanya
fungsi mading berita terbaru
yaitu untuk yang ditempel di
media mading,
komunikasi antar wawasan siswa
warga sekolah lebih luas,
sehingga fungsi
mading sebagai
media
komunikasi
terwujud
5. Buat Karya Seni (BKS) Kurangnya Siswa lebih
motivasi anak kreatif karena
dalam mendapat
mengembangka apresiasi yaitu
n kreativitasnya hasil karyanya
akan ditempel
pada mading
sekolah
6. Membuat program kerja Kegiatan mading Kegiatan mading
mading belum menjadi lebih
terlaksana terstruktur
dengan baik

B. Rekomendasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi yang dilandasi
semangat melaksanakan seluruh nilai-nilai ANEKA terbukti
memberikan dampak positif, baik untuk pribadi, institusi, maupun
masyarakat. Berikut rekomendasi agar implementasi nilai-nilai ANEKA
66

dapat dilakukan secara berkelanjutan:


1. Untuk Peserta Latsar
Mengaktualisasi dan menghabituasi seluruh nilai-nilai dasar
ANEKA pada setiap aktifitas kerja sebagai Pembimbing
Kemasyarakatan sehingga dapat menjadi pribadi PNS yang
profesional
2. Untuk Institusi
Hendaknya nilai dasar ANEKA dapat diterapkan oleh semua PNS
yang ada di unit kerja, selain itu juga dapat digunakan sebagai
landasan berorganisasi dan tata kelola sekolah, agar visi misi, dan
tujuan dari SDN 1 Tumang Kabupaten Boyolali dapat tercapai
dengan baik
C. Rencana Aksi
Dari Rekomendasi di atas, selanjutnya dipelukan rencana aksi yang
tertuang pada tabel 5.2 berikut ini:
Tabel 5.2 Rencana Aksi

Rencana Tindak
No. Kegiatan Nilai-Nilai Dasar
Lanjut
1. Sosialisasi 1. Akuntabilitas: Transparansi, Kegiatan sosialisasi
kegiatan mading sesuai alur yang ditentukan akan dilaksanakan
di SD N 1 2. Etika Publik: Sopan Santun setiap class meeting
Tumang Menjunjung tinggi standar semester 1. Dalam
nilai etika setiap melakukan
3. Komitmen Mutu: kegiatan sosialisasi di
Pelayanan yang SDN 1 Tumang
memuaskan Kabupaten Boyolali
4. Anti Korupsi: Tepat Waktu dilaksanaan secara
transparan, sesuai
67

dengan alur yang telah


di tentukan dan sopan
satun
2. Menghias mading 1. Akuntabilitas: tanggung Kegiatan menghias
jawab mading dijadikan suatu
2. Etika Publik: sopan santun, perlombaan sehingga
menjunjung tinggi standar siswa merasa memiliki
etika tanggung jawab untuk
3. Komitmen Mutu: efektif dan mengindahkan
efisien madingnya.
4. Anti korupsi: kejujuran, adil
3. Cabe 1. Akuntabilitas: Transparansi Kegiatan cari berita
2. Nasionalisme: cinta tanah dilakukan secara
air kontinyu setiap bulan
3. Komitmen Mutu: inovasi untuk memperbarui
4. Anti Korupsi: Kejujuran berita yang sedang
aktual di lingkungan
pendidikan
4. BKS 1. Akuntabilitas: Transparansi Kegiatan BKS
2. Etika publik: kepedulian dilaksanakan sesuai
3. Komitmen Mutu: Inovasi dengan tema yang
4. Anti Korupsi: keadilan sedang diajarkan oleh
guru. Oleh karena itu,
guru sewaktu-waktu
bisa mengganti
keterampilan pada
konten mading
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan I/II dan III. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan I dan II. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.
68

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul


pendidikandan pelatihan prajabatan golongan I dan II.
Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul


pendidikandan pelatihan prajabatan golongan III. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tersedia di


https://unnes.ac.id/wp-content/uploads/PP_74_Tahun_2008.pdf
(diunduh 26 April 2019).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang


Aparatur Sipil Negara. Tersedia di
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU5-2014AparaturSipilNegara.pdf.
(diunduh 25 April 2019)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru


dan Dosen. Tersedia di luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU14-
2005GuruDosen.pdf. (diunduh 26 April 2018).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional. Tersedia di
https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp-
content/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003.pdf. (diunduh 26
April 2019).

Wikipedia. Bela Negara. Tersedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Bela_


negara(diunduh 23 April 2019).
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama Lengkap (dengan gelar) Marlita Pramuharti, S.Pd


69

Formasi Jabatan Guru Kelas


NIP 19970307 201902 2 002
Tempat dan Tanggallahir Boyolali, 7 Maret 1997
a. Jalan Boyolali - Magelang
b. Kelurahan/Desa Sukabumi
Alamat c. Kecamatan Cepogo
d. Kabupaten/Kota Boyolali
e. Provinsi Jawa Tengah
Nomor Telepon/Faks/HP 081567911788
e-mail marlitapramuharti@gmail.com
Instasi Kantor SD N 1 Tumang
Alamat Kantor Tumang Kulon, Cepogo, Cepogo,
Boyolali
B. Riwayat Pendidikan

Nama Sekolah /
No Tingkat Tempat Jurusan Lulus
Perguruan Tinggi
1 SD SD N 1 Cepogo Boyolali - 2009
2 SMP SMP N 1 Boyolali Boyolali - 2011
3 SMA SMA N 1 Boyolali Boyolali IPA 2014
Universitas Sebelas Maret
4 S-1 Surakarta PGSD 2018
Surakarta