Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN DANA USAHA


USAHA BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE

Diajukan kepada Yth :


Bapak Gubernur Provinsi Aceh

KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN


MINA MANDIRI

DESA TEUBALUY DUSUN TGK. CHIEK LAMBUKONG


KECAMATAN DARUL KAMAL
KABUPATEN ACEH BESAR
TAHUN 2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mudah dan cepat untuk
dibudidayakan. Untuk satu siklus pembesaran Lele hanya membutuhkan waktu 60-90 hari.
Usaha pembesaran ikan Lele adalah usaha produksi yang menghasilkan daging ikan Lele
untuk kemudian Ikan tersebut dijual kepada masyarakat seperti contohnya rumah makan.
Kegiatan usaha pembesaran dimulai dari persiapan kolam, persiapan benih, pemeliharaan
(pembesaran), hingga pemanenan ikan lele konsumsi dengan bobot rata-rata 5-8 ekor per
kilogram.

Lele merupakan salah satu komoditas unggulan. Setiap segmen usaha ini sangat
menguntungkan. Selain untuk konsumsi lokal, pasar lele telah mulai di ekspor dan
permintaannya cukup besar. Dengan aneka kreasi masakan yang berbahan dasar lele,
permintaan lele di Aceh dan Sumatera semakin meningkat. Pembudidaya lele di Aceh sudah
ada namun belum bisa memenuhi permintaan di Aceh dan sekitarnya.

Kondisi sumber daya alam di Desa Tebaluy Kec. Darul Kamal, Kab. Aceh Besar
berpotensi untuk kegiatan usaha perikanan khususnya budidaya pembenihan ikan lele,
dimana ketersediaan lahan, air, dan sumber daya manusia juga sangat mendukung sehingga
usaha perikanan berpeluang untuk berhasil. Namun salah satu pembatas dalam pencapaian
keberhasilan usaha perikanan yaitu permodalan yang terbatas.

Sehubungan dengan kendala yang dihadapi, kelompok usaha bersama “Mina Mandiri”
bermaksud mengajukan proposal guna terpenuhinya kebutuhan usaha budidaya pembesaran
ikan Lele yang terletak di wilayah kita.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud : Membangkitkan semangat dan motifasi tentang kewirausahaan bisnis Ikan Lele

Adapun tujuan dari pembuatan proposal ini adalah

 Untuk menjadikan ikan Lele menjadi suatu bidang usaha yang menguntungkan.
 Mengoptimalkan lahan yang kurang produktif, serta untuk memberi kontribusi dan
contoh positif bagi generasi muda untuk berwirausaha
 Mengoptimalkan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia
 Mengembangkan sumber daya yang memadai pada sub sektor perikanan.
 Membangun jiwa wirausaha bagi generasi muda di wilayah sekitar
 Menciptakan lapangan kerja baru di wilayah sekitar

II. PROFIL KELOMPOK

1. Nama Kelompok : Mina Mandiri


2. Alamat :

3. Kegiatan Usaha : Budidaya Pembesaran Ikan Lele


4. Susunan Kepengurusan
Ketua : Zainuddin
Sekretaris : Ipeh
Bendahara :
Anggota : 1. Hafiz
2.
3.

5. Kepemilikan Kelompok
Tempat/lahan Budidaya :

JENIS JUMLAH LUAS


Kolam Air Tenang 5 buah ± 5000 m²
III. RINCIAN RENCANA KEGIATAN

Adapun rincian rencana kegiatan budidaya ikan lele yang akan dilaksanakan oleh
Kelompok Usaha Bersama Mina Mandiri yaitu usaha budidaya pembesaran ikan Lele,
dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
1. Budidaya pembesarab lele yang sedang dijalani berada pada lahan seluas 5000
meter2, dengan jumlah kolam sebanyak 5 kolam, dengan kapasitas total benih lele
mencapai 10.000 ekor tiap siklus.
2. Penyiapan peralatan yang diperlukan antara lain pompa air, selang, jaring, timbangan
dan alat-alat perikanan lainnya
3. Persiapan wadah untuk kegiatan budidaya meliputi pemberesan kolam,penyiapan
peralatan, pengisian air, dan pemupukan.
4. Pembelian 10.000 benih ikan Lele
5. Pemberian pakan dan pemeliharaan
6. Pemanenan
7. Penanganan pasca panen dan pemasaran

Aspek Produksi/Usaha/Teknis

Pemeliharaan Benih Ikan

Benih ikan unggul akan kita datangkan dari Pembudidaya lokal, kondisi ikan
tersebut harus baik untuk dibesarkan dengan kriteria ukuran 5-7 cm atau 7-12 cm. Ikan yang
sehat adalah yang bergerak aktif, tidak diam, tidak berjamur, tidak pucat dan melawan arus.
Benih di aklimatisasi (di adaptasikan terhadap suhu air) saat akan dilakukan penebaran.

Teknis Pemberian Pakan

Pakan yang akan kita gunakan berasal dari pellet dengan memperhatikan bobot
biomasa ikan, dengan pemberian pakan 3-5% dari bobot total. dengan frekuensi dua kali
dalam sehari dari pagi sampai dengan sore hari.

Manajemen Kesehatan Ikan

Agar kesehatan ikan dapat terjaga, sehingga pertumbuhan ikan baik sesuai yang
diharapkan, maka pembudidaya ikan dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut :
1. Kebersihan kolam harus menjadi perhatian penuh oleh pembudidaya ikan, karena
kolam yang kotor merupakan salah satu sumber penyakit bagi ikan.
2. Kolam Ikan harus selalu dijaga kebersihannya.
3. Kolam ikan diberi biosecurity agar terhindar dari ancaman hewan lain seperti
burung, biawak, dan sebagainya.

ESTIMASI BIAYA

1. Kolam berupa kolam tanah berukuran 5000 m2


2. Benih yang digunakan sebanyak 10.000 ekor
3. Diperkirakan harga satuan benih sekitar Rp. 200/ekor
4. Periode pemeliharaan di hitung per 90 hari
5. dari setiap pemeliharaan di asumsikan yang bertahan hidup hingga panen 80% atau
sekitar 8.800 ekor ikan lele. Jika satu kilogram berisi 7 ekor ikan maka akan
menghasilkan 8.800/7= 1.257 Kilogram dalam satu siklus

A. Biaya
1. Investasi

Jumlah Harga Satuan


Komponen Total
Barang (Rp)
Instalasi Listrik 5 Rp 500.000 Rp 2.500.000
Instalasi Air dan Oksigen 5 Rp 500.000 Rp 2.500.000
Pengadaan alat-alat perikanan
1 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
(Aerator, jaring, seser dsb)
Gudang pakan dan Pos Jaga 1 Rp 5.000.000 Rp 5.000.000
Jumlah Rp 11.000.000

2. Produksi
a. Biaya Tetap
Masa
Harga
Komponen pakai Perhitungan Total
(Rp) ( bulan)
Rp 3/12 x Rp Rp 625.000
Penyusutan Instalasi Listrik 12
2.500.000 2.500.000
Rp 3/12x Rp Rp 625.000
Penyusutan jaring hapa 12
2.500.000 2.500.000
Penyusutan alat-alat Rp 3/12x Rp Rp 250.000
12
perikanan 1.000.000 1.000.000
Penyusutan Gudang Pakan Rp 3/60 x Rp Rp 250.000
60
dan Pos Jaga 5.000.000 5.000.000
Jumlah Rp 1.750.000

b. Biaya Operasional

Harga
Komponen Jumlah Barang Total
satuan
Benih 10000 ekor 200 2.000.000
Pakan (Pellet) 1005 kg 8000 8.040.000
Pupuk kandang 50 kg 1.000 50.000
Kapur 50 kg 5.000 250.000
Obat-obatan 1 set 100.000 100.000
Listrik 54 kWh 1500 81000
10.521.000

Total Biaya Produksi


Total Biaya tetap + Total biaya variabel
= Rp 1.750.000 + Rp 10.521.000
= Rp. 12.271.000

Analisis kelayakan Usaha


Pendapatan = Hasil Produksi x harga ikan per kilo
= 1.257 kg x Rp. 21.000,-
= Rp. 26.397.000,-
Pay back periode ( PBP) = Jumlah investasi : (keuntungan x periode)
= Rp. 11.000.000 : (Rp. 14.126.000 x 4 siklus per tahun)
= 0,19 tahun ( 2,3 bulan )

Revenue Cost ( R/C) Ratio = pendapatan : Total biaya produksi


= Rp. 26.397.000 : Rp. 12.271.000
= Rp 2,148
Artinya, setiap penambahan biaya sebesar Rp 1.000 akan menerima penerimaan sebesar Rp
2,148,-
IV. RENCANA PENGGUNAAN BANTUAN MODAL USAHA

Bantuan modal usaha akan digunakan untuk pengenbangan usaha, karena usaha yang
dilakukan saat ini belumlah optimal. Kapasitas produksi yang ada saat ini belum cukup untuk
memenuhi permintaan konsumen yang ada. Banyak konsumen besar yang datang ke kolam
menuntut agar mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar benihnya setiap minggu. Dengan
bantuan ini diharapkan bias meningkatkan skala usaha yang ada.
Penggunaan modal usaha seperti rincian diatas, dan juga dapat dilihat pada
rangkuman berikut :

NO KETERANGAN Total

1. INVESTASI Rp 11.000.000
2. BIAYA TETAP
Rp 1.750.000
(Penyusutan/Perawatan)
3. BIAYA VARIABEL Rp 10.521.000

TOTAL Rp 23.271.000

V. PENUTUP

Demikian proposal usaha ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Bantuan dan
kerjasama yang baik dalam mensukseskan kegiatan ini sangat kami butuhkan. Semoga Allah
SWT dapat menghindarkan kita dari halangan dan rintangan serta membalas amal baik kita
semua, dan semoga program ini dapat dilanjutkan untuk tahun 2018 dan seterusnya.

Aceh Besar, 15 Mei 2017


Ketua Pokdakan Mina Mandiri

Zainuddin