Anda di halaman 1dari 72

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR DAN

PERAN KEDUDUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

UPAYA MENINGKATKAN PENYELESAIAN LAPORAN HASIL


PEMERIKSAAN SECARA TEPAT WAKTU DI INSPEKTORAT
KABUPATEN REMBANG

Disusun oleh:
Nama : Ummu Najwa, SE
NIP : 19860823 201902 2 002
Angkatan : XXXIV
No. Urut : 38
Jabatan : Auditor Ahli Pertama
Gol/Ruang : III/a
Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Rembang
Coach : Gigus Nuryatno, A.Pi
Mentor : Hermawan Arianto, S.Sos

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XXXIV


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
2019
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
DAN PERAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Upaya Meningkatkan Penyelesaian Laporan


Hasil Pemeriksaan Secara Tepat Waktu di
Inspektorat Kabupaten Rembang

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari : Rabu
Tanggal : 28 Juni 2019
Tempat : Widya Patra I, Pusat Pengembangan
Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu

Blora, 27 Juni 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Ummu Najwa, SE.


NIP. 19860823 201902 2 002
Menyetujui,

Coach, Mentor,

Gigus Nuryatno, A.Pi Hermawan Arianto, S.Sos


Widyaiswara Ahli Madya Pengawas Pemerintahan Muda
NIP. 19670822 199103 1 011 NIP. 19700323 199703 1 005

ii
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

Judul : Upaya Meningkatkan Penyelesaian Laporan


Hasil Pemeriksaan secara tepat waktu di
Inspektorat Kabupaten Rembang

Telah diseminarkan pada :


Hari : Rabu
Tanggal : 28 Juni 2019
Tempat : Widya Patra I, Pusat Pengembangan
Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu

Blora, 28 Juni 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Ummu Najwa, SE
NIP. 19860823 201902 2 002
Menyetujui,
Coach, Mentor,

Gigus Nuryatno, A.Pi Hermawan Arianto, S.Sos


Widyaiswara Ahli Madya Pengawas Pemerintahan Muda
NIP. 19670822 199103 1 011 NIP. 19700323 199703 1 005

Narasumber,

Sutrisno, S.Kom
Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19610526198403 1 001

iii
SURAT PERNYATAAN

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Peserta Pelatihan
Nama : Ummu Najwa, SE
NIP : 19860823 201902 2 002
Jabatan : Auditor Ahli Pertama
Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Rembang

Adalah Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan


III Angkatan XXXIV Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019
2. Mentor
Nama : Hermawan Arianto, S.Sos
NIP : 19700323 199703 1 005
Jabatan : Pengawas Pemerintahan Muda
Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Rembang
Dengan ini menyatakan bahwa Laporan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-
nilai Dasar PNS ini merupakan produk pembelajaran individual Peserta
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan
XXXIV Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Aktualisasi dan
Habituasi Nilai-nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil dimaksud akan selalu
diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban kami
dalam kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil dalam Negara
Kesatuan Republik Indonseia.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan segala


konsekuensinya.

Blora, 28 Juni 2019


Mentor Yang Menyatakan,

Hermawan Arianto, S.Sos Ummu Najwa, SE.


NIP. 19700323 199703 1 005 NIP. 19860823 201902 2 002

iv
PRAKATA

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan


kepada Allah SWT atas segala berkat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi dan Habituasi Nilai - nilai
Dasar dan Peran Kedudukan ASN Diklat Latsar CPNS Golongan III
Angkatan XXXIV dengan judul “Upaya Meningkatkan Penyelesaian
Laporan Hasil Pemeriksaan Secara Tepat Waktu di Inspektorat Kabupaten
Rembang” dengan baik.
Penulis menyadari bahwa laporan ini dapat terwujud karena bantuan
dan dorongan dari banyak pihak. Penulis dengan rendah hati mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah.
2. Fahrudin, S.H selaku Inspektur Kabupaten Rembang.
3. Drs. Suparmin, M.M selaku Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten
Rembang yang telah memberangkatkan CPNS untuk melaksanakan
latsar.
4. Gigus Nuryatno, A.Pi, selaku coach atas semua inspirasi, dorongan,
masukan dan bimbingannya.
5. Hermawan Arianto, S.Sos selaku mentor dan Pengawas Pemerintahan
Muda atas semua arahan, motivasi, dukungan, masukan dan bimbingan
selama pelaporan program aktualisasi.
6. Sutrisno, S.Kom selaku narasumber atas saran masukan yang diberikan
untuk perbaikan laporan aktualisasi.
7. Keluarga besar Inspektorat Kabupaten Rembang
8. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
9. Seluruh Panitia dan Binsuh yang telah membantu dan menfasilitasi
kegiatan latsar.

v
10. Keluarga besar peserta Latsar Golongan III Angkatan XXXIV tahun
2019.
11. Keluarga saya, Orangtua, Kakak dan Adik tercinta yang senantiasa
memberikan dukungan moril maupun materiil.
Penulis sadar bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan dari berbagai
pihak membuat laporan menjadi lebih baik agar laporan ini dapat dijadikan
dasar dalam pelaksanaan dan pelaporan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai
dasar PNS, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua
pihak yang membutuhkan.

Penulis

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................. i


HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN .................................................................... iv
PRAKATA .............................................................................................. v
DAFTAR ISI ........................................................................................... vii
DAFTAR TABEL .................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Identifikasi Isu, Dampak dan Rumusan Masalah......................... 2
C. Tujuan ......................................................................................... 8
D. Manfaat ....................................................................................... 9
BAB II DESKRIPSI UNIT ORGANISASI
A. Dasar Hukum, Visi, Misi dan Nilai Organisasi ............................. 10
1. Dasar Hukum Organisasi ...................................................... 10
2. Visi, Misi dan Nilai Organisasi ............................................... 10
3. Struktur Organisasi ............................................................... 12
4. Deskripsi Sumber Daya Manusia dan Sarpras ...................... 12
B. Tugas Pokok Organisasi dan Tugas Pokok Peserta ................... 14
C. Role Model .................................................................................. 17
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI-HABITUASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan
Nilai ANEKA ................................................................................ 18
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi .................................................... 25
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI-HABITUASI
A. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan didukung dengan
substansi mata pelatihan dan kontribusi terhadap organisasi ..... 26
B. Analisis Dampak Hasil Inisiatif/Kegiatan ..................................... 41
C. Uraian Kendala yang Timbul dan Strategi Menghadapi Kendala. 46

vii
BAB V PENUTUP
A. Simpulan .................................................................................... 47
B. Rekomendasi .............................................................................. 48
C. Rencana Aksi ............................................................................. 48
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 50
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................... 51
LAMPIRAN-LAMPIRAN

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Identifikasi Isu ..................................................................... 3


Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis ........................................................... 6
Tabel 1.3. Dampak Isu Tidak Terselesaikan ........................................ 7
Tabel 2.1. Jumlah Sarana dan Prasarana ........................................... 13
Tabel 3.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi ........................................ 19
Tabel 3.2. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi ...................... 25
Tabel 4.1. Pelaksanaan Kegiatan 1 ..................................................... 26
Tabel 4.2. Pelaksanaan Kegiatan 2 ..................................................... 29
Tabel 4.3. Pelaksanaan Kegiatan 3 ..................................................... 32
Tabel 4.4. Pelaksanaan Kegiatan 4 ..................................................... 34
Tabel 4.5. Pelaksanaan Kegiatan 5 ..................................................... 36
Tabel 4.6. Proporsi Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS ........................ 39
Tabel 4.7. Analisis Dampak Hasil Inisiatif/Kegiatan ............................ 42
Tabel 4.8. Uraian Kendala dan Strategi Menghadapi Kendala ........... 46
Tabel 5.1. Rencana Aksi ..................................................................... 49

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Rembang .... 12

x
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang - Undang Nomor 5 Tahun 2014 mengamanatkan bahwa
Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan profesi bagi Pegawai Negeri
Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja
pada instansi pemerintah, memiliki tugas sebagai pelaksana kebijakan
publik, pemberi pelayanan publik serta sebagai perekat dan pemersatu
bangsa. Keberadaan ASN dalam pembangunan Nasional sangatlah
penting, sehingga pengembangan dan peningkatan kualitas sumber
daya manusia aparatur harus segera dan wajib dilaksanakan untuk
menjawab penilaian sumbang dari masyarakat terhadap kualitas kinerja
instansi publik, dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good
govermance), sehingga dunia usaha (corporate govermance) dan
masyarakat (civil society) dapat terlayani dengan maksimal dan mampu
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial yang pada akhirnya
akan meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
ASN dituntut untuk memiliki nilai dasar sebagai seperangkat
prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi. Nilai dasar
tersebut antara lain Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi, yang diakronimkan menjadi ANEKA.
Kelima nilai dasar tersebut berperan penting dalam menuntun ASN
menjadi pelayan masyarakat yang profesional untuk membantu
mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.
Internalisasi nilai - nilai dasar ANEKA dilakukan melalui
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan ASN. Jenis diklat yang strategis
untuk mewujudkan ASN yang profesional seperti tersebut diatas adalah
Pelatihan Dasar (LATSAR) CPNS. Pelatihan Dasar CPNS bertujuan
untuk membentuk PNS yang profesional dan memiliki karakter
sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara prima
sebagai pelayan publik. Dengan adanya pelatihan dan pembentukan

1
PNS profesional, maka penyelenggara Negara dapat berjalan dengan
baik.
Berdasarkan Peraturan Kepala LAN - RI Nomor 38 Tahun 2014,
di akhir pembelajaran peserta diklat diwajibkan membuat laporan
aktualisasi perihal isu yang ada di tempat kerja dan nantinya akan
diaktualisasikan di tempat kerja masing - masing peserta yang
berlandaskan nilai - nilai dasar profesi PNS yaitu ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan
berprinsip pada kedudukan dan peran PNS dalam NKRI yaitu
Manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik.
Pengimplementasian ANEKA dimulai dengan membuat laporan
aktualisasi yang akan diterapkan di instansi, yaitu di Inspektorat
Kabupaten Rembang. Berdasarkan pengamatan selama ini masih
dijumpai penyelesaian laporan hasil pengawasan yang melebihi waktu
yang telah ditentukan. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya
penyelesaian laporan hasil pengawasan yang melebihi dari waktu yang
telah ditentukan. Berdasarkan hal tersebut, penulis dapat merancang
dan mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA dalam “Upaya
meningkatkan penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan secara tepat
waktu di Inspektorat Kabupaten Rembang”.

B. Identifikasi Isu, Dampak dan Rumusan Masalah


1. Identifikasi Isu
Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi
beberapa isu atau problematika yang ditemukan dalam
melaksanakan tugas sebagai auditor ahli pertama di Inspektorat
Kabupaten Rembang. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari
individu, unit kerja, maupun organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar
laporan aktualisasi ini bersumber dari aspek:
a. Whole of government (WoG),
b. Pelayanan publik, dan
c. Manajemen ASN.

2
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
a. Belum optimalnya pengawasan BMD di Inspektorat Kabupaten
Rembang;
b. Masih adanya hasil temuan pemeriksaan SKPD yang berulang di
Inspektorat Kabupaten Rembang;
c. Belum update nya website Inspektorat Kabupaten Rembang;
d. Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyelesaian Laporan
Hasil Pemeriksaan di Inspektorat Kabupaten Rembang;
e. Belum sesuainya pelaksanaan PKPT dengan jadwal yang telah
ditetapkan di Inspektorat Kabupaten Rembang;
Daftar isu yang diperoleh di lingkungan kerja penulis yang
dikaitkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS (Manajemen
ASN, Whole of Government (WoG), dan Pelayanan Publik) dapat
ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 1.1 Identifikasi Isu


N Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini Kondisi yang
o. Diharapkan
1. Belum optimalnya Manajemen Inventarisasi BMD Optimalnya
pengawasan BMD di ASN sudah ada, tetapi inventarisasi BMD di
Inspektorat belum Inspektorat Kabupaten
Kabupaten dilaksanakan Rembang
Rembang secara optimal

2. Masih adanya hasil Whole of Masih terdapat Setiap temuan dalam


temuan Government temuan yang sama pemerikasaan segera
pemeriksaan SKPD dengan ditindak lanjuti oleh
yang berulang di pemeriksaan yang SKPD yang
Inspektorat telah di lakukan bersangkutan dan
Kabupaten sebelumnya temuan tersebut tidak
Rembang terulang kembali

3. Belum update nya Pelayanan Website Website Inspektorat


website Inspektorat Publik Inspektorat belum menyajikan berita
Kabupaten bisa menyajikan terkini terkait program-
Rembang berita terkini terkait program yang telah
program- dan akan
programnya. dilaksanakan.

3
N Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini Kondisi yang
o. Diharapkan
4. Masih adanya Whole of Ketidak lancaran Adanya koordinasi
keterlambatan Government koordinasi dengan yang lancar dengan
waktu dalam Obrik maupun pihak- pihak yang
penyelesaian LHP di dengan internal tim bersangkutan
Inspektorat pemeriksa sehingga
Kabupaten menyebabkan keterlambatan
Rembang penyelesaian LHP penyelesaian LHP dapt
seringkali tidak diminimalisir
sesuai dengan
waktu yang telah
ditentukan
5. Belum sesuainya Manajemen Seringkali terdapat Adanya kelonggaran
pelaksanaan PKPT ASN tugas mendesak waktu dalam
dengan jadwal yang yang harus segera penyusunan PKPT
telah ditetapkan di diselesaikan dalam bulan-bulan
Inspektorat sehingga tertentu untuk
Kabupaten mengakibatkan mengantisipasi tugas-
Rembang penundaan tugas mendesak
pelaksanaan
PKPT bulan
tertentu
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)
Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah
dipaparkan, perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan
isu mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh
penulis. Proses tersebut menggunakan dua alat bantu penetapan
kriteria kualitas isu yakni berupa:
a. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, dan Kelayakan.
1) Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan di kalangan masyarakat.
2) Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan solusi
permasalahannya.
3) Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup
orang banyak. Sedangkan

4
4) Layak artinya isu yang diangkat realistis dan masuk akal
untuk dipecahkan permasalahannya.
b. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan
perkembangan setiap variabel dengan rentang skor 1-5.
1) Urgency (urgensi) artinya seberapa mendesak suatu isu
untuk segera dibahas, dianalisis dan ditindak lanjuti.
2) Seriousness (keseriusan) artinya seberapa serius suatu isu
untuk segera dibahas, dianalisis dan ditindak lanjuti.
3) Growth (berkembangnya masalah) artinya seberapa besar
kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak segera
ditangani.

5
Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis

Kriteria A Kriteria B Peringkat


No Sumber Isu Identifikasi Isu A P K L Ket U S G ∑

Manajemen ASN Belum optimalnya pengawasan BMD di


1 Inspektorat Kabupaten Rembang + + + + MS 4 3 3 10 3

Whole of Masih adanya hasil temuan pemeriksaan


2 Government SKPD yang berulang di Inspektorat + + + - TMS
Kabupaten Rembang
Belum update nya website Inspektorat
3 Pelayanan Publik + - + + TMS
Kabupaten Rembang
Whole of Masih adanya keterlambatan waktu dalam
4 Government penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan di + + + + MS 5 5 5 15 1
Inspektorat Kabupaten Rembang
Belum sesuainya pelaksanaan PKPT
5 Manajemen ASN dengan jadwal yang telah ditetapkan di + + + + MS 4 4 4 12 2
Inspektorat Kabupaten Rembang
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

Keterangan : Skala Likert :


1. A = Aktual 5. U = Urgency 8. MS = Memenuhi Syarat 1 = Sangat Tidak USG
2. P = Problematik 6. S = Seriousness 9. TMS = Tidak Memenuhi Syarat 2 = Kurang USG
3. K = Khalayak 7. G = Growth 3 = Cukup USG
4. L = Layak 4 = USG
5 = Sangat USG

6
Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada tabel 1.2.
Analisis Isu Strategis, ditemukan tiga isu utama yang memenuhi
syarat, yaitu sebagai berikut:
1. Belum optimalnya pengawasan BMD di Inspektorat Kabupaten
Rembang;
2. Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyelesaian
Laporan Hasil Pemeriksaan di Inspektorat Kabupaten
Rembang;
3. Belum sesuainya pelaksanaan PKPT dengan jadwal yang telah
ditetapkan di Inspektorat Kabupaten Rembang.
Dari ketiga isu yang problematik tersebut, ditetapkan isu paling
prioritas yakni “Masih adanya keterlambatan waktu dalam
penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan di Inspektorat Kabupaten
Rembang” dengan perolehan skor USG 15.
2. Dampak Jika Isu tidak diselesaikan
Dari Tabel 1.2., Analisis Isu Strategis, menunjukkan validasi isu
dengan menggunakan analisa USG. Dari analisa didapatkan core
issue yakni “Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyelesaian
Laporan Hasil Pemeriksaan di Inspektorat Kabupaten Rembang”.
Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan
metode USG, jika tidak diselesaikan dapat dilihat pada tabel dibawah
ini:
Tabel 1.3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan
Sumber Identifikasi Isu Dampak
Isu

Whole of Masih adanya Penyelesaian LHP yang terlambat


Government keterlambatan akan berdampak pada:
waktu dalam
penyelesaian a. Fungsi pengawasan tidak
LHP di berjalan efektif
Inspektorat
Kabupaten b. menimbulkan keterlambatan
Rembang dalam penyelesaian TLHP

c. rekomendasi temuan audit


tidak tuntas.

7
Sumber Identifikasi Isu Dampak
Isu

d. Rekomendasi atas temuan


audit tidak lagi efektif karena
keterlambatan hasil
pemeriksaan
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

3. Rumusan Masalah
Dari isu tersebut maka rumusan masalah laporan aktualisasi
melalui habituasi adalah:
a. Kegiatan apa yang harus dilakukan untuk memberikan kontribusi
pada upaya optimalisasi penyelesaian LHP di Inspektorat
Kabupaten Rembang?
b. Bagaimana Nilai Dasar PNS (ANEKA) dapat diimplementasikan
selama kegiatan aktualisasi melalui habituasi di unit kerja?
Gagasan Pemecahan Isu pada unit kerja Inspektorat
Kabupaten Rembang adalah “Upaya meningkatkan penyelesaian
Laporan Hasil Pemeriksaan secara tepat waktu di Inspektorat
Kabupaten Rembang.

C. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan masalah yang telah
ditemukan, tujuan yang akan dicapai dari dilaksanakannya aktualisasi
ini adalah sebagai berikut:
1. Mampu melaksanakan kegiatan sebagai upaya untuk
meningkatkan penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan secara
tepat waktu di Inspektorat Kabupaten Rembang.
2. Mengaktualisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar
ASN yaitu nilai ANEKA ke dalam setiap kegiatan yang dilakukan di
Inspektorat Kabupaten Rembang.
3. Mampu mengetahui kontribusi kegiatan terhadap visi, misi dan nilai
di Inspektorat Kabupaten Rembang.

8
D. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar PNS adalah
sebagai berikut:
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
Membantu meningkatkan penyelesaian LHP secara tepat waktu di
Inspektorat Kabupaten Rembang
3. Bagi Pihak Lain
Obrik menjadi mengerti bahwa koordinasi mereka yang baik dan
lancar bisa membantu penyelesaian tugas-tugas yang ada di
Inspektorat. Selain itu, rekomendasi yang diperlukan untuk
perbaikan kinerja obrik dapat segera diperoleh.

9
BAB II
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

A. Dasar Hukum, Visi, Misi, dan Nilai Organisasi


1. Dasar Hukum Organisasi
Inspektorat Kabupaten Rembang merupakan salah satu
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berada di Jalan WR
Supratman Jalan Pantura Rembang turut Desa Tireman
Kecamatan Rembang. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten
Rembang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata kerja
Perangkat Daerah Rembang sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Rembang, Inspektorat merupakan
unsur pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang
dipimpin oleh Inspektur yang berkedudukan di bawah dan
bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan secara teknis
administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah.
Tugas pokok inspektorat adalah mempunyai tugas membantu
Bupati membina dan mengawasi pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas
pembantuan oleh perangkat desa.
2. Visi, Misi dan Nilai Organisasi
a. Visi Inspektorat Kabupaten Rembang
“Menjadi Aparatur Pengawasan Yang Profesional, Mandiri, dan
Berintegritas”.
b. Misi Inspektorat Kabupaten Rembang
1) Mendorong dan Memberikan Kontribusi bagi
terselenggaranya Manajemen pemerintahan yang baik.
2) Mengembangkan kapasitas pengawasan intern pemerintah
yang profesional dan kompeten.
3) Meningkatkan integritas dan kemandirian dalam pelaksanaan
pengawasan secara menyeluruh, transparan dan
berkelanjutan.

10
4) Menumbuhkan sinkronisasi dan sinergi pengawasan di
lingkungan.
c. Nilai-Nilai Organisasi
Nilai- nilai yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas di
Inspektorat adalah Integritas, Profesional, Obyektif, Independen,
Perbaikan terus-menerus (Continous Improvement):
1) Integritas
Suatu sikap jujur, adil, berani, bertanggung jawab dan
bijaksana yang harus dimiliki oleh seluruh anggota
organisasi untuk dijadikan sebagai landasan bersikap,
bekerja dan dalam mengambil keputusan serta untuk
membangun kepercayaan (trust) atau kredibilitas pribadi dan
institusi.
2) Profesional
Kesanggupan seluruh anggota organisasi untuk dapat
melaksanakan tugas sesuai atau melebihi dari standar
kinerja/ketugasan yang ditetapkan, dengan dilandasi oleh :
pertama, sikap (attitude) semangat/motivasi kerja tinggi,
berkomitmen, pantang menyerah; kedua, pengetahuan
(knowledge) yang luas ; dan ketiga, ketrampilan (skill) yang
tinggi.
3) Obyektif
Suatu sikap untuk mengungkapkan atau menyampaikan
data/informasi sesuai dengan fakta material yang ada, dan
menghindari benturan kepentingan yang dapat mengganggu
dalam bersikap dan pengambilan keputusan.
4) Independen
Suatu sikap menjunjung tinggi
ketidakberpihakan, mengkedepankan profesionalitas
dan mengutamakan kesesuaian dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku serta mempertimbangkan
keterpaduan dan sinergisitas.

11
5) Perbaikan terus-menerus (Continous Improvement)
Suatu sikap untuk selalu mengembangkan diri (self
development), mengembangkan kualitas SDM, selalu
memperbaiki proses, metode, mekanisme kerja
dan produk organisasi dalam rangka
meningkatkan kapasitas SDM & organisasi untuk mencapai
kualitas pelayanan terbaik.

3. Struktur Organisasi
Gambar 2.1.
Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Rembang

INSPEKTUR

SEKRETARIS
JABATAN
FUNGSIONAL

SUBBAG SUBBAG SUBBAG


PERENCANAAN EVALUASI DAN ADMINISTRASI
DAN KEUANGAN PELAPORAN DAN UMUM

INSPEKTUR INSPEKTUR INSPEKTUR INSPEKTUR


PEMBANTU PEMBANTU PEMBANTU PEMBANTU
WILAYAH I WILAYAH II WILAYAH III WILAYAH IV

4. Deskripsi Sumber Daya Manusia dan Sarpras


Jumlah pegawai yang terdapat pada Inspektorat Rembang
per April 2019 adalah:
a. Inspektur : 1 orang
b. Sekretaris : 1 orang
c. Irbanwil : 4 orang

12
d. Kasubbag : 3 orang
e. P2UPD : 5 orang
f. Auditor : 8 orang
g. Pelaksana : 19 orang
h. THL : 11 orang
Total : 52 orang
Sarana dan prasarana yang dimiliki Inspektorat Kabupaten
Rembang dapat dijelaskan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 2.1 Jumlah Sarana dan Prasarana
NO NAMA BARANG JUMLAH KONDISI
1 2 3 4
1 Tanah 1 bidang
2 Peralatan dan Mesin
a Kendaraan Roda 4 7 unit Baik
b Kendaraan Roda 2 21 unit Kurang Baik
c Komputer 6 unit Baik
d Notebook 36 buah Baik
e Printer 16 unit Baik
f Pesawat Telephone 3 buah Baik
g Faximile 1 buah Baik
h Sound System 2 unit Baik
i Amplifier 1 buah Kurang Baik
j Transmiter UHF 6 buah Baik
k Wireless 1 set Baik
l Over Head Projector 1 unit Baik
m LCD Projector 1 unit Baik
n Proyektor + attachment 1 unit Baik
o Unit Power Supply 11 unit Baik
p Kamera Digital 6 unit Baik
q AC Split 24 unit Baik
r Kipas angin 5 buah Baik
s Concrete Hammer Test 1 buah Baik
t Papan Visuil 4 buah Baik
u Papan Nama Instansi 1 buah Baik
v Papan Tulis 1 buah Baik
w White Board 9 buah Baik
Almari Buku
x Perpustakaan 3 buah Baik
y Filling Besi 2 buah Baik
z Almari Kaca 2 buah Baik

13
NO NAMA BARANG JUMLAH KONDISI
1 2 3 4
aa Almari Kayu 13 buah Baik
ab Rak Kayu 11 buah Baik
ac Rak Besi 1 buah Baik
ad Kardek Besi 1 buah Baik
ae Kardek Kayu 1 buah Baik
af Zice 4 set Baik
ag Meja Tulis 40 buah Baik
ah Meja Panjang 7 unit Baik
ai Meja computer 9 unit Baik
aj Meja Rapat Eselon II 1 buah Baik
ak Meja Kerja Eselon II 1 buah Baik
al Meja Kerja Eselon III 5 buah Baik
am Meja Kerja Eselon IV 25 buah Baik
an Meja Kerja Staf 11 buah Baik
ao Kursi Eselon II 2 buah Baik
ap Kursi Eselon III 14 buah Baik
aq Kursi Eselon IV 10 buah Baik
ar Kursi Biasa 100 buah Baik
as Kursi Rapat 17 buah Baik
at Kursi Putar 5 buah Baik
au Kursi Lipat 45 buah Baik
av Kursi Kayu 50 buah Baik
aw Mesin Ketik 1 buah Baik
ax Peti uang 1 buah Baik
ay Jam Mekanis 3 buah Baik
az CCTV 1 unit Baik
ba Peta 6 buah Baik
3 Bangunan Gedung 3 unit Baik
4 Jaringan
a Listrik 1 unit Baik
b Telepon 2 buah Baik
5 Buku Perpustakaan 199 buah Baik

B. Tugas Pokok Organisasi dan Tugas Pokok Peserta


1. Tugas Pokok Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor
5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat
Daerah Kabupaten Rembang, serta Peraturan Bupati Nomor 48
Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi dan Fungsi

14
serta Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Rembang, Inspektorat
merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintah daerah
yang dipimpin oleh inspektur yang berkedudukan dibawah dan
bertanggungjawab kepada bupati melalui sekretaris daerah. Tugas
pokok inspektorat adalah mempunyai tugas membantu Bupati
membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh
perangkat desa.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, Inspektorat
Kabupaten Rembang menyelenggarakan fungsi :
a. Perencanaan program pengawasan;
b. Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi
pengawasan;
c. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan
keuangan melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan
kegiatan pengawasan lainnya;
d. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan
Bupati;
e. Penyusunan laporan hasil pengawasan;
f. Pelaksanaan administrasi Inspektorat; dan
g. Pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Bupati
terkait dengan tugas dan fungsinya.

2. Tugas Pokok Peserta


Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor
220 tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka
Kreditnya. Menurut pasal 4, tugas pokok auditor adalah
melaksanakan kegiatan perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan teknis, pengendalian, dan evaluasi pengawasan.
a. Melaksanakan kegiatan perencanaan pengawasan adalah suatu
proses membantu pimpinan unit pengawasan dalam merancang,
menetapkan tujuan dan sasaran kinerja pengawasan,

15
memutuskan bagaimana mencapainya dan mengidentifikasi
tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan
sasaran pengawasan yang telah ditetapkan tersebut.
b. Melaksanakan kegiatan pengorganisasian pengawasan adalah
suatu proses membantu pimpinan unit pengawasan dalam
memilah, merinci, membagi pekerjaan-pekerjaan pengawasan
yang akan dilakukan, mengalokasikan sumber daya dan
mengkoordinasikan hasil kegiatan pengawasan ke pihak-pihak
yang berkepentingan untuk mencapai tujuan dan sasaran
pengawasan yang telah ditetapkan.
c. Melaksanakan kegiatan teknis pengawasan adalah
melaksanakan kegiatan audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan
pengawasan lain, mulai dari persiapan, perencanaan,
pelaksanaan sampai dengan penyusunan laporan.
d. Melaksanakan kegiatan pengendalian pengawasan adalah
suatu proses membantu pimpinan unit pengawasan dalam
melaksanakan kegiatan pemantauan atas kinerja pengawasan,
membandingkan realisasi kinerja dengan tujuan dan sasaran
yang telah ditetapkan, dan mengambil tindakan-tindakan
perbaikan (corrective action) yang diperlukan ke arah
pencapaian hasil pengawasan yang telah ditetapkan .
e. Melaksanakan kegiatan evaluasi pengawasan adalah suatu
proses membantu pimpinan unit pengawasan untuk membuat
penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan, metode
atas kegiatan pengawasan dengan menggunakan kriteria
tertentu, seperti membuat kritik, membuat penilaian,
memberikan argumentasi, dan membuat penafsiran untuk tujuan
perbaikan kegiatan pengawasan.

16
C. Role Model
Tokoh yang menjadi Role Model saya adalah Bapak Hermawan
Arianto, S.Sos. Bagi saya, beliau adalah sosok yang mempunyai
integritas tinggi. Selain itu, banyak keteladanan dan nilai-nilai positif dari
beliau yang dapat saya petik, beliau merupakan seseorang yang
disiplin. Beliau selalu datang tepat waktu dan tidak pernah terlambat.
Keteladanan beliau lainnya yang dapat saya petik adalah dalam
melakukan pengawasan, beliau merupakan seorang Pengawas
Pemerintah yang tegas dan kompeten. Beliau juga merupakan sosok
yang tanggungjawab, seimbang, inovatif, pekerja keras, cakap,
berorientasi mutu dan berfikir kritis. Beberapa keteladanan beliau
tersebut dapat saya jadikan motivasi untuk terus memperbaiki kualitas
diri sebagai seorang ASN yang profesional.

17
BAB III
RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI-HABITUASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan


Nilai ANEKA

Berdasarkan hasil analisis dengan metode AKPL dan USG, dari


kelima isu tersebut yang paling dominan dengan skor 15 adalah Masih
adanya keterlambatan waktu dalam penyelesaian Laporan Hasil
Pemeriksaan di Inspektorat Kabupaten Rembang. Untuk mengatasi
masalah tersebut, ditemukan gagasan pemecah isu yaitu Upaya
Meningkatkan Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan Secara
Tepat Waktu di Inspektorat Kabupaten Rembang.
Adapun rencana kegiatan yang akan dilakukan antara lain
sebagai berikut:
1. Pembuatan register LHP yang belum selesai
2. Observasi dan identifikasi masalah yang menghambat penyelesaian
LHP
3. Membuat pembenahan atas permasalahan yang ditemukan dalam
observasi
4. Membuat email khusus untuk pengingat penyelesaian LHP
5. Membuat usulan pembenahan SOP tentang penyelesaian LHP.

18
Tabel 3.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Rembang

Identifikasi Isu : 1. Belum optimalnya pengawasan BMD di Inspektorat Kabupaten Rembang;


2. Masih adanya hasil temuan pemeriksaan SKPD yang berulang di Inspektorat Kabupaten Rembang;
3. Belum update nya website Inspektorat Kabupaten Rembang;
4. Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan di Inspektorat
Kabupaten Rembang;
5. Belum sesuainya pelaksanaan PKPT dengan jadwal yang telah ditetapkan di Inspektorat Kabupaten
Rembang.

Isu yang diangkat : Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyelesaian LHP di Inspektorat Kabupaten Rembang

Gagasan yang

diangkat : Upaya Meningkatkan Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan secara tepat waktu di Inspektorat
Kabupaten Rembang.

19
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Pembuatan 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi 1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
register LHP dengan atasan (kepemimpinan) Diwujudkan ini adalah sebagai kegiatan ini
yang belum 2. Mempersiapkan Mendapatkan dengan pemberian izin dari perwujudan visi : memperkuat
selesai (Inovasi) surat izin yang persetujuan / ijin atasan. nilai organisasi
menerangkan dalam (kepercayaan) Diwujudkan Menjadi aparatur :
rencana kegiatan dan melaksanakan dengan adanya partisipasi pengawasan yang
jadwal kegiatan kegiatan. pihak terkait. professional, Memiliki
2. Nasionalisme mandiri dan integritas,
(kerjasama) Diharapkan berintegritas Profesional,
3. Menyiapkan data- Data LHP yang
adanya kerjasama dengan Obyektif
data LHP yang belum belum terbit
terbit beserta jatuh pihak terkait
tempo 3. Etika Publik Kontribusi kegiatan
penyelesaiannya (Respect) Diwujudkan dengan ini adalah sebagai
sikap respect/ menghormati perwujudan Misi ke
4. Pembuatan Register Terwujudnya data oleh bawahan kepada atasan 1:
di LHP sesuai Register LHP (Kepedulian) Diwujudkan
Mendorong dan
dengan kebutuhan yang valid dengan semua pihak terkait
memberikan
bersedia memberikan data
kontribusi bagi
nya)
terselenggaranya
4. Komitmen Mutu
manajemen
(Inovatif) Diwujudkan dengan
pemerintahan
pembuatan register LHP yang
yang baik.
belum ada.
5. Anti Korupsi
(Jujur) Diwujudkan dengan
pengakuan dari pihak terkait
tentang LHP yang belum
terselesaikan

20
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2. Observasi dan 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi 1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
identifikasi dengan atasan dengan atasan (Transparansi) Diwujudkan ini adalah sebagai kegiatan ini
masalah yang dalam keterbukaan dalam perwujudan visi : memperkuat
mengungkap permasalahan nilai organisasi
menghambat 2. Nasionalisme Menjadi aparatur :
penyelesaian (musyawarah untuk mufakat) pengawasan yang
2.Wawancara dengan Hasil wawancara professional, Integritas,
LHP tim penyusun LHP mengenai Diwujudkan dengan melakukan
diskusi dengan atasan mandiri dan Independen,
masalah hambatan hambatan berintegritas perbaikan
yang terjadi masalah yang terus-
terjadi menerus
3. Etika Publik
(Keluwesan) Diwujudkan Kontribusi kegiatan
dengan dapat mengetahui ini adalah sebagai
3.Mengidentifikasi Daftar masalah permasalahan perwujudan Misi ke
masalah yang yang 4. Komitmen Mutu 4:
menghambat menghambat (efektif) Diwujudkan dengan
penyelesaian LHP penyelesaian Menumbuhkan
mengetahui permasalahan
LHP sinkronisasi dan
secara benar
sinergi
5. Anti Korupsi
pengawasan di
(Berani) Diwujudkan dengan
lingkungan.
berani menanyakan hal hal
yang menjadi hambatan

21
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Membuat 1. Konsultasi dengan Hasil konsultasi Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
pembenahan atasan dengan atasan (Kejelasan) ini adalah sebagai kegiatan ini
atas (Diwujudkan dengan pemecahan perwujudan visi : memperkuat
permasalahan masalah yang jelas sesuai nilai organisasi
yang ditemukan kewenangannya Menjadi aparatur :
dalam observasi Nasionalisme pengawasan yang
professional, Profesional,
2. Melaporkan hasil Laporan hasil (Musyawarah) Diwujudkan
mandiri dan Obyektif,
identifikasi dan identifikasi dengan pengamalan pancasila
sila ke 4 yaitu permusyawaratan berintegritas Independen,
melakukan diskusi perbaikan
mengenai perwakilan
(rela berkorban) Diwujudkan terus-
pembenahan menerus
dengan rela menyelesaikan Kontribusi kegiatan
masalah dengan
tugasnya bersama-sama ini adalah sebagai
pihak yang
Etika Publik perwujudan Misi ke
berwenang
(kearifan) Diwujudkan melalui 1:
3. Menindaklanjuti hasil Penyelesaian sikap menghargai,komunikasi,
Mendorong dan
diskusi untuk LHP yang dan kerjasama
memberikan
penyelesaian terlambat Komitmen mutu
kontribusi bagi
masalah (berorientasi mutu)
terselenggaranya
Diwujudkan dengan hasil diskusi
manajemen
pemecahan masalah
pemerintahan
Anti Korupsi
yang baik.
(Kerja Keras) Diwujudkan
dengan terselesainya
permasalahan

22
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4. Membuat email 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
khusus untuk dengan atasan dengan atasan Tanggungjawab Diwujudkan ini adalah sebagai kegiatan ini
pengingat dengan membuat LHP tepat perwujudan visi : memperkuat
penyelesaian waktu nilai
Konsisten Diwujudkan dengan Menjadi aparatur organisasi:
LHP (Inovasi) pengawasan yang
selalu memberi peringatan
2. Membuat email Alamat email kepada penyusun LHP professional, Profesional,
khusus yang akan dengan otoritas mandiri dan obyektif,
digunakan untuk pengelola email (Kejelasan) Diwujudkan dengan berintegritas Independen,
mengingatkan kejelasan alamat pengiriman perbaikan
penyusun LHP email terus-
Nasionalisme Kontribusi kegiatan menerus
(musyawarah) Diwujudkan ini adalah sebagai
dengan melakukan musyawarah perwujudan Misi ke
3. Mengumpulkan Email penyusun kepada atasan 2:
email tim penyusun LHP telah terdata Etika Publik
LHP (Kebersamaan) Diwujudkan Mengembangkan
dengan memberikan pengingat kapasitas
agar yang bersangkutan pengawasan
menyelesaikan tugasnya intern pemerintah
Komitmen Mutu yang profesional
4. Mengirim email ke Email terkirim (Inovatif) Diwujudkan dengan dan kompeten.
penyusun LHP saat adanya hal yang baru
jatuh tempo kurang Anti Korupsi
satu minggu, 3 hari (peduli) Diwujudkan dengan
dan 1 hari peduli terhadap belum
terselesaikan nya tugas teman

23
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5. Membuat usulan 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
pembenahan dengan atasan dengan atasan (Konsistensi) Diwujudkan ini adalah sebagai kegiatan ini
SOP tentang dengan jadwal yang jelas perwujudan visi : memperkuat
penyelesaian (keadilan) Diwujudkan dengan nilai
LHP bekerja sesuai dengan tupoksi Menjadi aparatur organisasi:
nya pengawasan yang
2. Mengkaji SOP yang Hasil kajian SOP Nasionalisme professional, Menjunjung
sudah ada (musyawarah) Diwujudkan mandiri dan integritas,
dengan sila 4 yaitu musyawarah berintegritas independen,
kepada atasan perbaikan
Kontribusi kegiatan terus-
Etika Publik ini adalah sebagai
(Orientasi organisasi) menerus
3. Membenahi poin poin Rancangan SOP perwujudan Misi ke
Diwujudkan dengan mengkajian 3:
SOP hasil kajian hasil kajian
SOP
Komitmen mutu Meningkatkan
(efisien) Diwujudkan dengan integritas dan
peraturan yang akan digunakan kemandirian
untuk menjalankan tugas tanpa dalam
pemborosan pelaksanaan
Anti korupsi pengawasan
4. Mengusulkan Nota Usulan SOP (disiplin) Diwujudkan dengan secara
rancangan SOP yang pelaporan LHP bekerja sesuai aturan yang menyeluruh,
baru kepada pihak berlaku transparan dan
yang berwenang berkelanjutan.

(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

24
B. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
Tabel 3.2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
No Kegiatan MEI JUNI Bukti Kegiatan
17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1-9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6
1 Pembuatan a. b. c. a.Foto/ video
register LHP yang kegiatan
belum selesai b.Register LHP
(Inovasi)

KENAIKAN ISA AL MASIH


2 Observasi dan a. Foto/ video
identifikasi kegiatan

LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI


masalah yang b. Hasil
menghambat wawancara
penyelesaian LHP

3 Membuat a. Foto/ video


MINGGU

MINGGU

MINGGU
MINGGU
SABTU

SABTU

SABTU

SABTU
pembenahan atas b. Hasil diskusi
permasalahan
yang ditemukan
dalam observasi
4 Membuat email a. Foto/ video
khusus untuk b. Prinscreen
pengingat email
penyelesaian LHP
(Inovasi)
5 Membuat usulan a. Foto/ video
pembenahan SOP b. Rancangan
tentang SOP
penyelesaian LHP

(Sumber: data di elaborasi penulis, 2019)


Keterangan :
: Pelaksanaan Kegiatan

25
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI-HABITUASI

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS sebagai Auditor Ahli Pertama di


Inspektorat Kabupaten Rembang yang dilaksanakan selama off campus
terhitung mulai tanggal 17 Mei 2019 sampai dengan 26 Juni 2019.

A. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan didukung dengan


substansi mata pelatihan dan kontribusi terhadap organisasi
Hasil kegiatan dan tahapan-tahapan kegiatan yang telah
dilakukan, kontribusi terhadap pencapaian visi misi organisasi,
penguatan nilai organisasi, dan bukti-bukti kegiatan dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1. Pembuatan register LHP yang belum selesai
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1 Pelaksanaan Kegiatan 1
KEGIATAN 1:
Pembuatan register LHP yang belum selesai
Tanggal pelaksanaan 17 Mei 2019 – 24 Mei 2019
Bukti Foto dan video kegiatan,
Laporan hasil diskusi, surat
ijin pelaksanaan kegiatan,
data LHP yang belum terbit,
register LHP
Uraian Kegiatan:
Laporan hasil pemeriksaan (LHP) adalah laporan atas hasil
pemeriksaan terhadap objek pemeriksaan/auditan yang didalamnya
mengungkapkan fakta, data atau kejadian yang terjadi dengan unsur
atribut temuan, kondisi, kriteria, sebab, akibat dan rekomendasi
disampaikan kepada pejabat yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
Register LHP merupakan daftar LHP yang telah disetujui, diberi
nomor dan dikirimkan kepada pihak-pihak yang berwenang. Kegiatan
ini bertujuan untuk mengorganisir LHP yang telah diterbitkan oleh
inspektorat Kabupaten Rembang.
Tahap pelaksanaan kegiatan 1 adalah:
1. Melakukan diskusi dengan atasan

26
2. Mempersiapkan surat izin yang menerangkan rencana kegiatan
dan jadwal kegiatan
3. Menyiapkan data-data LHP yang belum terbit beserta jatuh tempo
penyelesaiannya
4. Pembuatan Register di LHP sesuai dengan kebutuhan
Register LHP ini selalu diperbaharui ketika ada LHP baru yang telah
selesai. Kegiatan ini telah mendapat persetujuan dari mentor dan
Inspektur Kabupaten Rembang.
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Kepemimpinan dan kepercayaan)
Sebelum melakukan kegiataan ini, peserta telah
mengkonsultasikan dan meminta persetujuan kepada mentor
sebagai atasan dan inspektur sebagai penanggungjawab, yang
merupakan pencerminan nilai akuntabilitas melalui sikap
kepemimpinan dan kepercayaan yang diwujudkan dengan
pemberian izin.
2. Nasionalisme (Kerjasama)
Nilai kerjasama dihabituasikan dengan cara kerjasama dengan
pihak yang mempunyai data dan informasi tentang LHP yang
sudah dan belum terbit.
3. Anti Korupsi (Jujur)
Nilai jujur dihabituasikan dengan cara kejujuran tim pemeriksa
mengenai LHP yang belum terselesaikan sesuai jadwal.
4. Etika Publik (Respect dan Kepedulian)
Nilai Etika Publik dihabituasikan dengan respect dan pedulinya
tim terhadap terselesaikannya LHP secara tepat waktu.
5. Komitmen Mutu (Inovasi)
Nilai Inovasi dihabituasikan dengan terwujudnya sebuah register
Laporan Hasil Pemeriksaaan.
Kontribusi terhadap Pencapaian Visi - Misi Organisasi:
Kegiatan ini mendukung komponen visi:
“Menjadi aparatur pengawasan yang professional, mandiri dan
berintegritas”.
Kegiatan ini mendukung komponen misi kesatu:
“Mendorong dan memberikan kontribusi bagi terselenggaranya
manajemen pemerintahan yang baik”.
Penguatan Nilai Organisasi:
Kegiatan ini sejalan dengan nilai organisasi:
Memiliki integritas, Profesional dan Obyektif.

27
Bukti 1: Foto dan Video Kegiatan

Konsultasi dengan mentor

Pengajuan surat ijin pelaksanaan kegiatan

Arsip yang berkaitan dengan LHP

28
Bukti 2 : Laporan hasil diskusi dengan mentor (Terlampir)
Bukti 3 : Surat Ijin pelaksanaan kegiatan (Terlampir)
Bukti 4 : Data LHP yang belum terbit (Terlampir)
Bukti 5 : Register LHP (Terlampir)

2. Observasi dan identifikasi masalah yang menghambat


penyelesaian LHP
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2 Pelaksanaan Kegiatan 2
KEGIATAN 2:
Observasi dan identifikasi masalah yang menghambat
penyelesaian LHP
Tanggal pelaksanaan 21 Mei 2019 – 31 Mei 2019
Bukti Foto dan video kegiatan, Laporan hasil
diskusi, Laporan Hasil Wawancara, Daftar
masalah yang menghambat penyelesaian
LHP
Uraian Kegiatan:
Kegiatan observasi dan identifikasi masalah yang menghambat
penyelesaian LHP ini bertujuan untuk menemukan permasalahan
yang terkait dalam keterlambatan penyelesaian LHP. Dalam kegiatan
ini dilakukan wawancara kepada pengendali teknis/IRBAN dari
masing-masing tim pemeriksa.
Tahap pelaksanaan kegiatan 1 adalah:
a. Melakukan diskusi dengan atasan
b. Wawancara dengan tim penyusun LHP masalah hambatan yang
terjadi
c. Mengidentifikasi masalah yang menghambat penyelesaian LHP

Observasi ini dilakukan di semua tim yang ada di inspektorat


Kabupaten Rembang dan telah mendapat persetujuan dari mentor.
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Transparan)
Nilai transparan dihabituasikan dengan cara mengidentifikasi
kendala yang menghambat penyusunan LHP secara tepat waktu
sesuai dengan fakta yang ada.

29
2. Nasionalisme (Diskusi/Musyawarah)
Nliai diskusi/ musyawarah dihabituasikan dengan cara melakukan
diskusi terkait wawancara yang akan dilakukan.
3. Etika Publik (Cermat dan Teliti)
Nilai cermat dan teliti dihabituasikan dengan cara melakukan
wawancara dengan pihak yang terkait mengenai kendala yang
terjadi.
4. Komitmen Mutu (Efektif)
Nilai efektif dihabituasikan dengan cara mengidentifikasi kendala
yang menghambat penyelesaian LHP.
5. Anti Korupsi (Keberanian)
Nilai keberanian dihabituasikan dengan cara mewawancarai
setiap pengendali teknis/IRBANWIL untuk mengetahui kendala
yang menghambat penyusunan LHP.

Kontribusi terhadap Pencapaian Visi - Misi Organisasi:


Kegiatan ini mendukung komponen visi:
“Menjadi aparatur pengawasan yang professional, mandiri dan
berintegritas”.
Kegiatan ini mendukung komponen misi keempat:
“Menumbuhkan sinkronisasi dan sinergi pengawasan di lingkungan”.
Penguatan Nilai Organisasi:
Kegiatan ini sejalan dengan nilai organisasi:
Memiliki Integritas, Independen dan perbaikan terus-menerus.
Bukti 1 : Foto dan Video Kegiatan Observasi dan identifikasi
masalah

30
Konsultasi dengan mentor

Wawancara dengan Irbanwil I

Wawancara dengan Irbanwil IV

31
Bukti 2 : Laporan hasil diskusi dengan mentor (Terlampir)
Bukti 3 : Laporan hasil wawancara (Terlampir)
Bukti 4 : Daftar masalah yang menghambat penyelesaian LHP
(Terlampir)

3. Membuat pembenahan atas permasalahan yang ditemukan


dalam observasi
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3 Pelaksanaan Kegiatan 3
KEGIATAN 3:
Membuat pembenahan atas permasalahan yang ditemukan
dalam observasi
Tanggal pelaksanaan 29 Mei 2019 – 18 Juni 2019
Bukti Laporan hasil diskusi, Laporan Hasil Identifikasi,
Penyelesaian LHP yang terlambat, Foto dan
video kegiatan
Uraian Kegiatan:
Tahap pelaksanaan kegiatan 1 adalah:
a. Melakukan diskusi dengan atasan
b. Melaporkan hasil identifikasi dan melakukan diskusi mengenai
pembenahan masalah dengan pihak yang berwenang
c. Menindaklanjuti hasil diskusi untuk penyelesaian masalah

Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Kejelasan)
Nilai kejelasan dihabituasikan dengan cara menindaklanjuti
penyelesaian masalah dengan jelas
2. Nasionalisme (Diskusi/Musyawarah)
Nilai diskusi/ musyawarah dihabituasikan dengan melakukan
diskusi untuk menentukan solusi permasalahan dari hasil
observasi.
3. Etika Publik (Kearifan)
Nilai kearifan dihabituasikan dengan cara berkoordinasi dengan
mentor terkait menentukan solusi permasalahan dari hasil
observasi.

32
4. Komitmen Mutu (Orientasi Mutu)
Nilai orientasi mutu dihabituasikan dengan cara melakukan
identifikasi terhdap solusi permasalahan dari hasil observasi.
5. Anti Korupsi (Kerja Keras)
Nilai kerja keras dihabituasikan dengan cara menindaklanjuti
hasil diskusi untuk penyelesaian masalah.

Kontribusi terhadap Pencapaian Visi - Misi Organisasi:


Kegiatan ini mendukung komponen visi:
“Menjadi aparatur pengawasan yang professional, mandiri dan
berintegritas”.
Kegiatan ini mendukung komponen misi kesatu:
“Mendorong dan memberikan kontribusi bagi terselenggaranya
manajemen pemerintahan yang baik”.
Penguatan Nilai Organisasi:
Kegiatan ini sejalan dengan nilai organisasi:
Profesional, Obyektif, Independen dan perbaikan terus-menerus.
Bukti 1: Foto dan Video Kegiatan

Konsultasi dengan mentor

33
Penyelesaian LHP

Bukti 2 : Laporan hasil diskusi dengan mentor (Terlampir)


Bukti 3 : Laporan hasil identifikasi permasalahan (Terlampir)
Bukti 4 : LHP yang telah selesai (Terlampir)

4. Membuat email khusus untuk pengingat penyelesaian LHP


Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4 Pelaksanaan Kegiatan 4
KEGIATAN 4:
Membuat email khusus untuk pengingat penyelesaian LHP
Tanggal pelaksanaan 14 Juni 2019 – 26 Juni 2019
Bukti Laporan hasil diskusi, Alamat email dengan
otoritas pengelola email, Data email penyusun
LHP, Laporan Pengiriman Email, Foto dan video
kegiatan
Uraian Kegiatan:
Tahap pelaksanaan kegiatan 4 adalah:
a. Melakukan diskusi dengan atasan
b. Membuat email khusus yang akan digunakan untuk mengingatkan
penyusun LHP
c. Mengumpulkan email tim penyusun LHP
d. Mengirim email ke penyusun LHP saat jatuh tempo kurang satu
minggu, 3 hari dan 1 hari.

34
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Tanggungjawab, konsisten dan kejelasan)
Nilai tanggungjawab dihabituasikan dengan membuat LHP tepat
waktu. Nilai Konsisten dihabituasikan dengan selalu memberi
pengingat kepada penyusun LHP dan nilai kejelasan
dihabituasikan dengan alamat pengiriman email yang jelas.
2. Nasionalisme (Musyawarah)
Nilai musyawarah dihabituasikan dengan melakukan diskusi
dengan atasan
3. Etika Publik (Kebersamaan)
Nilai kebersamaan dihabituasikan dengan memberikan
pengingat agar yang bersangkutan menyelesaikan tugasnya
4. Komitmen Mutu (Inovatif)
Nilai inovatif dihabituasikan dengan adanya hal yang baru yaitu
pembuatan email pengingat.
5. Anti Korupsi (Peduli)
Nilai peduli dihabituasikan dengan peduli terhadap belum
terselesaikan nya tugas tim.

Kontribusi terhadap Pencapaian Visi - Misi Organisasi:


Kegiatan ini mendukung komponen visi:
“Menjadi aparatur pengawasan yang professional, mandiri dan
berintegritas”.
Kegiatan ini mendukung komponen misi kedua:
“Mengembangkan kapasitas pengawasan intern pemerintah yang
profesional dan kompeten”.
Penguatan Nilai Organisasi:
Kegiatan ini sejalan dengan nilai organisasi:
Profesional, obyektif, Independen dan perbaikan terus-menerus.
Bukti 1 : Foto / Video Kegiatan

35
Konsultasi dengan mentor

Pengumpulan email tim

Bukti 2 : Alamat email dengan otoritas pengelola email


(Terlampir)
Bukti 3 : Daftar email penyusun LHP (Terlampir)
Bukti 4 : Email terkirim (Terlampir)

5. Membuat usulan pembenahan SOP tentang penyelesaian LHP


Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5 Pelaksanaan Kegiatan 5
KEGIATAN 5:
Membuat usulan pembenahan SOP tentang penyelesaian LHP
Tanggal pelaksanaan 17 Mei 2019 – 26 Juni 2019
Bukti Laporan hasil diskusi, Hasil kajian SOP,
Rancangan SOP hasil kajian, Nota Usulan SOP
pelaporan LHP, Foto dan video kegiatan

36
Uraian Kegiatan:
Tahap pelaksanaan kegiatan 1 adalah:
a. Melakukan diskusi dengan atasan
b. Mengkaji SOP yang sudah ada
c. Membenahi poin poin SOP hasil kajian
d. Mengusulkan rancangan SOP yang baru kepada pihak yang
berwenang

Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Adil)
Nilai adil dihabituasikan dengan melakukan pengusulan
rancangan SOP ke pihak yang berwenang.
2. Nasionalisme (Diskusi/Musyawarah)
Nilai diskusi/ muyawarah dihabituasikan dengan cara berdiskusi
dengan mentor terkait usulan pembenahan SOP tentang
penyelesaian PKP.
3. Etika Publik (Cermat dan Teliti)
Nilai cermat dan teliti dihabituasikan dalam mengkaji SOP yang
sudah ada dan menambahkan usulan SOP tentang penyelesaian
PKP.
4. Komitmen Mutu (Efisien)
Nilai efisien dihabituasikan dengan cara menambahkan poin
SOP yang diperlukan.
5. Anti Korupsi (Disiplin)
Nilai disiplin dihabituasikan dengan melakukan penambahan poin
SOP hasil kajian secara tepat waktu.

Kontribusi terhadap Pencapaian Visi - Misi Organisasi:


Kegiatan ini mendukung komponen visi:
“Menjadi aparatur pengawasan yang professional, mandiri dan
berintegritas”.
Kegiatan ini mendukung komponen misi kedua:
“Meningkatkan integritas dan kemandirian dalam pelaksanaan
pengawasan secara menyeluruh, transparan dan berkelanjutan”.
Penguatan Nilai Organisasi:
Kegiatan ini sejalan dengan nilai organisasi:
Menjunjung integritas, independen dan perbaikan terus-
menerus.

37
Bukti 1: Foto dan Video Kegiatan

Kajian SOP

Membuat Rancangan SOP hasil kajian

Pengajuan Usulan SOP

38
Bukti 2 : Laporan hasil diskusi dengan mentor (Terlampir)
Bukti 3 : Hasil Kajian SOP (Terlampir)
Bukti 4 : Rancangan SOP hasil Kajian (Terlampir)
Bukti 5 : Nota Usulan SOP Pelaporan LHP (Terlampir)

Proporsi penerapan nilai-nilai dasar PNS direkap dalam tabel 4.6


berikut ini:
Tabel 4.6. Proporsi Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS
Proporsi Aktualisasi Nilai-Nilai
No Kegiatan Dasar PNS
A N E K A
1 Pembuatan register LHP yang 1 1 1 1 1
belum selesai
2 Observasi dan identifikasi masalah 1 1 1 1 1
yang menghambat penyelesaian
LHP
3 Membuat pembenahan atas 1 1 1 1 1
permasalahan yang ditemukan
dalam observasi
4 Membuat email khusus untuk 1 1 1 1 1
pengingat penyelesaian LHP
5 Mengirim email ke penyusun LHP 1 1 1 1 1
saat jatuh tempo kurang satu
minggu, 3 hari dan 1 hari
JUMLAH 5 5 5 5 5

Prosentase (%) 100 100 100 100 100

Proporsi penerapan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan


kegiatan adalah sebagai berikut:
a. Akuntabilitas sebesar 100%. Nilai dasar akuntabilitas diterapkan
hampir keseluruhan kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai
akuntabilitas yang paling banyak diterapkan adalah kejelasan,

39
transparan, konsisten dan adil. Melalui penerapan nilai
akuntabilitas harapannya dapat dihabituasikan dalam memenuhi
tanggung jawab yang diamanahkan oleh unit kerja kepada
auditor.
b. Nasionalisme sebesar 100%. Nilai dasar nasionalisme
diterapkan pada hamper keseluruhan kegiatan untuk
memecahkan isu. Yang paling banyak diterapkan dlam seluruh
kegiatan adalah diskusi (musyawarah), karena setiap kegiatan
yang akan dilaksanakan diawali adanya diskusi atau
musyawarah.
c. Etika Publik sebesar 100%. Indikator yang terdapat dalam nilai
etika publik tidak pernah lepas dari setiap kegiatan karena fungsi
ASN sebagai pelayan publik sehingga berhubungan dengan
publik dan kepuasan publik.
d. Komitmen Mutu sebesar 100%. Nilai dasar komitmen mutu
diterapkan dalam upaya terus meningkatkan mutu layanan
dalam pemeriksaan. Nilai yang paling menonjol adalah orientasi
mutu, efektif dan efisien
e. Anti Korupsi 100%. Nilai dasar anti korupsi yang diterapkan
adalah kejujuran, keberanian, kerja keras dan disiplin.
Kontribusi aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar PNS tersebut
dilaksanakan untuk mendukung penyelesaian isu yaitu belum
optimalnya penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Untuk
menumbuhkan karakter ideal seorang PNS yang didasari oleh nilai-
nilai ANEKA tidak hanya berhenti sampai kegiatan aktualisasi dan
habituasi selama 51 hari. Penulis senantiasa melakukan internalisasi
nilai ANEKA senantiasa diterapkan dalam menjalankan pekerjaan
sebagai auditor.

40
B. Analisis Dampak Hasil Inisiatif/Kegiatan
Analisis dampak hasil inisiatif/kegiatan merupakan analisis dari
penulis terhadap dampak apabila nilai-nilai dasar ASN tidak
dilaksanakan dalam inisiatif/kegiatan yang telah dilaksanakan.
Beberapa analisis dampak hasil inisiatif/kegiatan akan dijelaskan pada
tabel 4.7 berikut:

41
Tabel 4.7 Analisis Dampak Hasil Inisiatif/Kegiatan
No Nama Nilai ANEKA Dampak
Kegiatan dalam Kegiatan
1. Pembuatan Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan:
register LHP Akuntabilitas
a. Jika tidak ada kepemimpinan dan kepercayaan dari atasan proses pemeriksaan
yang belum Nasionalisme
selesai Etika Publik tidak dapat terlaksana dengan baik.
Komitmen Mutu
b. Jika tidak dilakukan kerjasama dengan pihak yang mempunyai data dan informasi
Anti Korupsi
tentang LHP yang sudah dan belum terbit, maka tidak akan data LHP yang valid.
c. Jika nilai respect dan pedulinya tim terhadap terselesaikannya LHP secara tepat
waktu tidak dilakuka, dimungkinkan proses penyusunan LHP tidak mendapatkan
hasil yang diinginkan.
d. Jika nilai inovasi tidak dihabituasikan maka tidak terwujud sebuah register Laporan
Hasil Pemeriksaaan
a. Jika penyusunan LHP tidak dilandasi sikap jujur akan berpengaruh terhadap proses
pemeriksaan yang tidak sesuai prosedur.

2. Observasi dan Akuntabilitas Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan:


identifikasi Nasionalisme Etika
a. Jika pelaksanaan observasi tidak didasari nilai akuntabilitas, pemecahan masalah
masalah yang Publik Komitmen
menghambat Mutu Anti Korupsi yang menghambat penyusunan LHP secara tepat waktu tidak akan maksimal
penyelesaian
b. Pelaksanaan observasi jika tidak didasari dengan diskusi terlebih dahulu,
LHP
dimungkinkan tidak tepat sasaran

42
No Nama Nilai ANEKA Dampak
Kegiatan dalam Kegiatan
c. Jika pelaksanaan observasi tidak dilakukan dengan cermat dan teliti, maka hasil
wawancara tidak tepat
d. Jika pelaksanaan observasi tidak dilakukan seefektif mungkin maka tujuan observasi
tidak tercapai dengan maksimal
e. Pelaksanaan observasi tidak didasari keberanian, maka hasil observasi tidak sesuai
tujuan

3. Membuat Akuntabilitas Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan:


pembenahan Nasionalisme Etika
a. Jika pembenahan masalah tidak didasari kejelasan, maka pembenahan masalah sulit
atas Publik Komitmen
permasalahan Mutu Anti Korupsi diterapkan
yang
b. Jika pembenahan masalah tidak dilakukan dengan diskusi terlebih dahulu, maka
ditemukan
dalam pembenahan masalah tidak maksimal
observasi
c. Pembenahan masalah jika tidak dilakukan dengan sikap kearifan, maka hasil
pembenahan masalah tidak bisa terkoordinasi secara menyeluruh
d. Pembenahan masalah yang ditemukan dalam observasi jika tidak didasari orientasi
mutu, maka pembenahan masalah kurang memberikan manfaat dan kemungkinan
tujuan pembenahan tidak tercapai dengan maksimal
e. Jika pembenahan masalah yang ditemukan dalam observasi tidak dilakukan dengan
kerja keras, maka permasalahan tidak dapat terselesaikan dengan baik

43
No Nama Nilai ANEKA Dampak
Kegiatan dalam Kegiatan
4. Membuat email Akuntabilitas Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan:
khusus untuk Nasionalisme Etika
1. Jika nilai Konsisten tidak dihabituasikan dengan selalu memberi pengingat kepada
pengingat Publik Komitmen
penyelesaian Mutu Anti Korupsi penyusun LHP maka kemungkinan penyeelesaian LHP akan sering terlambat. Dan
LHP
nilai kejelasan tidak dihabituasikan dengan alamat pengiriman email yang jelas maka
email akan tidak sesuai sasaran.
2. Jika nilai musyawarah tidak dihabituasikan dengan melakukan diskusi bersama
atasan maka dimungkinkan tidak tepat sasaran
3. Jika nilai kebersamaan tidak dihabituasikan dengan memberikan pengingat agar yang
bersangkutan menyelesaikan tugasnya, maka penyelesaian LHP akan sering
terlambat
4. Jika nilai inovatif tidak dihabituasikan dengan adanya hal yang baru yaitu pembuatan
email pengingat maka sasaran tidak akan tercapai
5. Jika nilai peduli tidak dihabituasikan maka tugas tim akan tidak segera terselesaikan

5. Membuat Akuntabilitas Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan:


usulan Nasionalisme Etika
1. Sikap adil jika tidak diterapkan akan mempengaruhi fungsi dari pembenahan SOP
pembenahan Publik Komitmen
SOP tentang Mutu Anti Korupsi tentang penyelesaian LHP
penyelesaian
2. Jika tidak dilakukan diskusi, persiapan usulan pembenahan SOP tentang
LHP
penyelesaian LHP tidak berjalan baik dan hasilnya tidak maksimal

44
No Nama Nilai ANEKA Dampak
Kegiatan dalam Kegiatan
3. Tidak bersikap cermat dan teliti mempengaruhi hasil dari usulan pembenahan SOP
tentang penyelesaian LHP
4. Sikap efisien jika tidak diterapkan berpengaruh terhadap waktu yang diperlukan dalam
penyusunan usulan pembenahan SOP tentang penyelesaian LHP
5. Jika tidak disiplin dalam penyusunan usulan pembenahan SOP tentang penyelesaian
LHP, maka usulan pembenahan SOP tidak terselesaikan sesuai jadwal

45
C. Uraian Kendala yang Timbul dan Strategi Menghadapi Kendala
Penulis menemukan beberapa kendala yang muncul dalam
melaksanakan kegiatan. Namun, penulis juga memiliki strategi dalam
menghadapi kendala tersebut. Beberapa uraian kendala yang timbul
dan strategi menghadapi kendala akan dijelaskan pada tabel 4.8
berikut:
Tabel 4.8 Uraian Kendala dan Strategi Menghadapi Kendala
No Nama Kegiatan Kendala Strategi
Menghadapi
Kendala
1. Pembuatan register Register LHP tidak Melakukan diskusi
LHP yang belum berfungsi dengan atasan
selesai mengenai format
register LHP
2. Observasi dan Narasumber sibuk Menjalin komunikasi
identifikasi masalah dengan kegiatan yang baik dengan
yang menghambat pemeriksaan yang meminta waktu yang
penyelesaian LHP lain luang untuk
wawancara
3. Membuat Kurang Kompetensi Melakukan diskusi
pembenahan atas dalam dengan atasan
permasalahan yang menyelesaikan tentang solusi
ditemukan dalam masalah pembenahan atas
observasi permasalahan
4. Membuat email Pihak-pihak yang Membantu
khusus untuk berkaitan belum mengaktifkan email
pengingat mempunyai email
penyelesaian LHP aktif
5. Membuat usulan Kurang pahamnya Melakukan diskusi
pembenahan SOP dalam pembenahan dengan atasan
tentang SOP dalam pembenahan
penyelesaian LHP SOP

46
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
1. Isu yang terpilih dalam kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai nilai
dasar PNS adalah “Masih adanya keterlambatan waktu dalam
penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di Inspektorat
Kabupaten Rembang”. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan
kegiatan yang mengarah pada upaya meningkatkan Penyelesaian
Laporan Hasil Pemeriksaan secara tepat waktu di Inspektorat
Kabupaten Rembang. Adapun kegiatan yang dilaksanakan
berjumlah lima kegiatan, yaitu:
a. Pembuatan register LHP yang belum selesai;
b. Observasi dan identifikasi masalah yang menghambat
penyelesaian LHP;
c. Membuat pembenahan atas permasalahan yang ditemukan
dalam observasi;
d. Membuat email khusus untuk pengingat penyelesaian LHP;
e. Membuat usulan pembenahan SOP tentang penyelesaian
LHP
2. Sebanyak lima kegiatan telah terlaksana mulai tanggal 17 Mei -
26 Juni 2019. Seluruh kegiatan berjalan baik dan lancar sebagai
perwujudan nilai-nilai dasar PNS yang terdiri dari nilai ANEKA
yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu
dan Anti Korupsi. Bukti pelaksanaan kegiatan disajikan pada
bagian lampiran.
3. Kegiatan aktualisasi dan habituasi ini memiliki peranan penting
dalam menunjang visi Inspektorat Kabupaten Rembang yakni
“Menjadi Aparatur Pengawasan Yang Profesional, Mandiri, dan
Berintegritas” dan misi Inspektorat Kabupaten Rembang, yakni:
a. Mendorong dan Memberikan Kontribusi bagi
terselenggaranya Manajemen pemerintahan yang baik.

47
b. Mengembangkan kapasitas pengawasan intern pemerintah
yang profesional dan kompeten.
c. Meningkatkan integritas dan kemandirian dalam pelaksanaan
pengawasan secara menyeluruh, transparan dan
berkelanjutan.
d. Menumbuhkan sinkronisasi dan sinergi pengawasan di
lingkungan.

B. Rekomendasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi yang
dilandasi semangat melaksanakan seluruh nilai-nilai dasar ANEKA
terbukti memberikan dampak positif, baik untuk pribadi, lingkungan
institusi. Berikut rekomendasi agar implementasi nilai-nilai ANEKA
dapat dilakukan secara berkelanjutan:
1. Untuk Peserta Latsar
Mengaktualisasi dan menghabituasi seluruh nilai-nilai dasar
ANEKA pada setiap aktifitas kerja sebagai upaya mewujudkan
pribadi PNS yang profesional
2. Untuk Pimpinan Instansi
Hendaknya nilai dasar ANEKA diterapkan tidak hanya oleh
seluruh PNS yang ada di unit kerja, tetapi juga sebagai landasan
berorganisasi dan tata kelola unit kerja, agar visi, misi dan tujuan
Inspektorat Kabupaten Rembang dapat tercapai dengan lebih
baik.

C. Rencana Aksi
Setelah terlaksananya 5 (lima) kegiatan aktualisasi ini, dapat
memberikan manfaat yang baik bagi terciptanya minat belajar bagi
siswa. Rencana aksi dan tindak lanjut dari kegiatan aktualisasi ini
akan dijabarkan dalam tabel 5.1 berikut.

48
Tabel 5.1 Rencana Aksi
No. Kegiatan Nilai ANEKA Rencana Aksi

1. Pembuatan Akuntabilitas Melakukan


register LHP Nasionalisme pengupdatean register
yang belum Etika Publik LHP yang telah dibuat.
selesai Komitmen Mutu
Anti Korupsi
2. Observasi dan Akuntabilitas Melakukan peninjauan
identifikasi Nasionalisme masalah yang masih
masalah yang Etika Publik menghambat
menghambat Komitmen Mutu penyelesaian LHP
penyelesaian Anti Korupsi secara tepat waktu.
LHP
3. Membuat Akuntabilitas Melanjutkan
pembenahan Nasionalisme pembenahan atas
atas Etika Publik permasalahan yang
permasalahan Komitmen Mutu menghambat
yang ditemukan Anti Korupsi penyelesaian LHP
dalam observasi secara tepat waktu.

4. Membuat email Akuntabilitas Melanjutkan


khusus untuk Nasionalisme pengelolaan email
pengingat Etika Publik sebagai pengingat
penyelesaian Komitmen Mutu penyelesaian LHP.
LHP Anti Korupsi
5. Membuat Akuntabilitas Menindak lanjuti
usulan Nasionalisme usulan rancangan
pembenahan Etika Publik SOP tentang
SOP tentang Komitmen Mutu penyelesaian LHP
penyelesaian Anti Korupsi menjadi SOP yang
LHP ditetapkan.

49
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. (2014). Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi


Pegawai Negeri Sipil. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan
dan Pelatihan Caton Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2014). Akuntabilitas. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Caton Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2014). Anti Korupsi. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2014). Etika Publik. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Caton Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara, (2014). Komitmen Mutu. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. (2014). Nasionalisme. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Caton Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5


Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

50
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Ummu Najwa, SE


Tempat/Tanggal Lahir : Rembang, 23 Agustus 1986
NIP : 19860823 201902 2 002
Jabatan : Auditor Ahli Pertama
Pangkat, Gol. ruang : Penata Muda, III/a
Alamat : Kel. Tanjungsari RT 05/ RW 02
Kec. Rembang Kab. Rembang
No Telp : 0852 3071 2593
Email : unanajwa.un@gmail.com

Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Rembang


Alamat Kantor : Jl. Raya Rembang-Lasem KM 1.1 Rembang
No Telp Kantor : 0295 691320
Email Kantor : Inspektorat@rembangkab.go.id

51
LAMPIRAN – LAMPIRAN
LAMPIRAN 1. Catatan bimbingan aktualisasi dan habituasi

KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR

Nama : Ummu Najwa, SE

NIP : 19860823 201902 2 002

Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Rembang

Jabatan : Auditor Ahli Pertama

Isu : Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyelesaian


Laporan Hasil Penyelesaian (LHP) di Inspektorat Kabupaten
Rembang

Gagasan : Upaya Meningkatkan Penyelesaian Laporan Hasil


Pemeriksaan secara tepat waktu di Inspektorat Kabupaten
Rembang

Kegiatan 1 : Pembuatan register LHP yang belum selesai

Catatan Paraf
Penyelesaian Kegiatan
Mentor Mentor
 Tahapan Kegiatan;

 Output kegiatan terhadap


pemecahan isu;

 Keterkaitan Substansi Mata


pelatihan;

 Kontribusi Terhadap Visi-Misi


Organisasi;

 Penguatan Nilai Organisasi;


LAMPIRAN KEGIATAN 1

1. Hasil diskusi
2. Surat ijin pelaksanaan kegiatan
3. Data LHP yang belum terbit
4. Register LHP
LAPORAN HASIL DISKUSI I

I. Tujuan
Pelaksanaan pembuatan register Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) yang belum selesai.

II. Topik Pembahasan


- Review surat ijin yang akan diajukan ke Inspektur
- Jadwal pelaksanaan kegiatan penyusunan register LHP
- Pengumpulan data dan informasi terkait LHP yang belum
terselesaikan.
- Format register LHP

III. Pelaksanaan
Tanggal : Senin, 20 Mei 2019
Jam : 09.15 – 09.45 WIB
Tempat : Inspektorat Kabupaten Rembang
Pelaksana diskusi : Hermawan Arianto, S.Sos
Ummu Najwa, SE

IV. Hasil Diskusi


1. Surat ijin segera diajukan ke inspektur, agar beliau mengetahui
kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta Latsar CPNS.
2. Kegiatan penyusunan register LHP ini akan dilaksanakan pada
tanggal 17 s/d 24 Mei 2019.
3. Register Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) disusun setelah
memperoleh data dan informasi umum yang berkaitan dengan
obyek yang diperiksa sesuai dengan jadwal di Program Kerja
Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2019.
4. Informasi tentang LHP yang belum selesai bisa ditemukan di
bagian kesekretariatan.
5. Register LHP memuat informasi tentang Bulan, Irban
pelaksana, Nomor PKPT, Nama Obrik, Nomor LHP, Tanggal
LHP, Nomor dan Tanggal Surat Pengantar LHP, Keterangan.

Rembang, 20 Mei 2019


Hermawan Arianto, S.Sos

Hal : Permohonan Izin Kegiatan

Kepada

Yth. Inspektur Kab. Rembang

Di
Rembang

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi persyaratan pelatihan dasar CPNS dalam


kaitannya dengan penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS (ANEKA), akan dilakukan
aktualisasi di instansi masing-masing peserta CPNS. Sesuai dengan rancangan yang
telah saya seminarkan pada tanggal 15 Mei 2019 dengan judul “Upaya
Meningkatkan Penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) secara Tepat Waktu
di Inspektorat Kabupaten Rembang, maka saya mengajukan permohonan izin
aktualiasasi tersebut pada tanggal 17 Mei 2019 s/d 26 Juni 2019.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan rincian kegiatan


yang akan saya laksanakan.

Demikian surat permohonan izin dari saya. Atas kebijakannya saya ucapkan
terima kasih.

Rembang, 20 Mei 2019

Hormat saya, Mengetahui

Ummu Najwa, SE Hermawan Arianto, S.Sos


NIP. 19860823 201902 2 002 NIP. 19700323 199703 1 005
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Jadwal
Mei Juni
IV V I II III IV
1 Pembuatan 5. Melakukan diskusi dengan 1. Hasil diskusi
register LHP atasan
yang belum 6. Mempersiapkan surat izin 2. Mendapatkan
selesai yang menerangkan rencana persetujuan / ijin dalam
kegiatan dan jadwal melaksanakan kegiatan
(Inovasi)
kegiatan 3. Data LHP yang belum
7. Menyiapkan data-data LHP terbit
yang belum terbit beserta
jatuh tempo
penyelesaiannya
4. Terwujudnya data
8. Pembuatan Register di LHP
Register LHP yang valid
sesuai dengan kebutuhan
2 Observasi 1. Melakukan diskusi dengan 1. Hasil diskusi dengan
dan atasan atasan
identifikasi 2. .Wawancara dengan tim 2. Hasil wawancara
masalah yang penyusun LHP masalah mengenai hambatan
hambatan yang terjadi masalah yang terjadi
menghambat
3. Mengidentifikasi masalah 3. Daftar masalah yang
penyelesaian yang menghambat menghambat
LHP penyelesaian LHP penyelesaian LHP
3 Membuat 1. Konsultasi dengan atasan 1. Hasil konsultasi dengan
pembenahan atasan
atas 2. Melaporkan hasil identifikasi
permasalahan dan melakukan diskusi 2. Laporan hasil
mengenai pembenahan identifikasi
yang
ditemukan masalah dengan pihak yang
berwenang
dalam 3. Menindaklanjuti hasil 3. Penyelesaian LHP yang
observasi diskusi untuk penyelesaian terlambat
masalah
4 Membuat 1. Melakukan diskusi dengan 1. Hasil diskusi dengan
email khusus atasan atasan
untuk 2. Membuat email khusus 2. Alamat email dengan
pengingat yang akan digunakan untuk otoritas pengelola email
mengingatkan penyusun
penyelesaian
LHP
LHP (Inovasi) 3. Mengumpulkan email tim
3. Email penyusun LHP
penyusun LHP telah terdata
4. Mengirim email ke 4. Email terkirim
penyusun LHP saat jatuh
tempo kurang satu minggu,
3 hari dan 1 hari
5 Membuat 1. Melakukan diskusi dengan 1. Hasil diskusi dengan
usulan atasan atasan
pembenahan 2. Mengkaji SOP yang sudah 2. Hasil kajian SOP
ada
SOP tentang
3. Membenahi poin poin SOP 3. Rancangan SOP hasil
penyelesaian hasil kajian kajian
LHP 4. Mengusulkan rancangan 4. Nota Usulan SOP
SOP yang baru kepada pelaporan LHP
pihak yang berwenang
LAMPIRAN KEGIATAN 2
1. Hasil diskusi
2. Hasil wawancara
3. Daftar masalah yang menghambat penyelesaian LHP
DAFTAR PERMASALAHAN DALAM PENYELESAIAN LHP:

1. Banyaknya tugas mandatory seperti reviu, diklat dan lainnya yang harus
segera diselesaikan.
2. Adanya laporan khusus dari masyarakat yang harus didahulukan
penyelesaiannya.
3. Beberapa tugas yang belum terakomodir dalam Program Kerja
Pemeriksaan Tahunan (PKPT)
4. Pengembalian NHP dari Obrik tertentu yang terlambat
5. Kuantitas SDM yang kurang
LAMPIRAN KEGIATAN 3
1. Hasil diskusi
2. Laporan Hasil Identifikasi
3. Penyelesaian LHP yang terlambat
LAMPIRAN KEGIATAN 4
1. Hasil diskusi
2. Surat tugas dan alamat email baru
3. Data email penyusun LHP
4. Laporan pengiriman email
LAMPIRAN KEGIATAN 5
1. Hasil diskusi
2. Hasil Kajian SOP
3. Rancangan SOP hasil kajian
4. Nota usulan pelaporan SOP