Anda di halaman 1dari 8

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/313341905

MINERALOGI DAN GEOKIMIA INTRUSI DI TAMBANG BATUBARA BUKIT


ASAM, SUMATRA SELATAN, INDONESIA

Conference Paper · October 2016

CITATIONS READS

0 629

4 authors, including:

Elsa Damayanti Utami Ferian Anggara


Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
3 PUBLICATIONS   0 CITATIONS    14 PUBLICATIONS   37 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Agung Harijoko
Universitas Gadjah Mada
41 PUBLICATIONS   81 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

pemetaan geologi View project

Bachelor Thesis: Geokimia Fluida Panas Bumi di Sekitar Gunung Slamet View project

All content following this page was uploaded by Elsa Damayanti Utami on 04 February 2017.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-9
PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
6 - 7 OKTOBER 2016; GRHA SABHA PRAMANA

MINERALOGI DAN GEOKIMIA INTRUSI DI TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM,


SUMATRA SELATAN, INDONESIA

Elsa D. Utami
Retnadi D. Raharja
Ferian Anggara*
Agung Harijoko
Geological Engineering Department, Faculty of Engineering, Gadjah Mada University, Yogyakarta 52884,
Indonesia
*corresponding author: ferian@ugm.ac.id

SARI
Berdasarkan peneliti terdahulu intrusi yang tersingkap di beberapa tempat di tambang batubara Bukit
Asam mempengaruhi peringkat batubara secara lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui komposisi mineral dan geokimia dari tiga sampel intrusi yang diambil di lokasi penelitian.
Sampel intrusi diambil di Tambang Air Laya, tambang batubara Bukit Asam untuk dilakukan analisis
sayatan tipis dan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui komposisi mineral, sedangkan untuk
mengetahui komposisi geokimia dilakukan analisis X-Ray Flouresence (XRF). Berdasarkan
pengamatan sayatan tipis, mineral utama penyusun sampel di lokasi penelitian yaitu plagioklas,
kuarsa, dan piroksen. Hasil analisis XRD menunjukkan kehadiran mineral plagioklas, kuarsa dan
dolomit serta mineral lempung.. Mineral lempung yang teridentifikasi yaitu kaolinit yang merupakan
mineral hasil lapukan dari plagioklas. Data geokimia menunjukkan bahwa SiO2 (58.93%-59.97%),
Na2O (0.04%-3.24%), K2O (2.83%-3.04%), sehingga dapat ditentukan bahwa intrusi tersebut
merupakan andesit..

I. PENDAHULUAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk


mengetahui komposisi mineral dan
Tambang batubara Bukit Asam terletak di geokimia intrusi dimana data tersebut
kabupaten Tanjung Enim, sekitar 165 km ke
dapat digunakan untuk memperkirakan
arah barat daya dari kota Palembang
karakteristik batubara yang dipengaruhi
provinsi Sumatra Selatan dan merupakan
salah satu cadangan batubara terbesar di oleh intrusi pada penelitian selanjutnya.
Indonesia. Lapangan batubara Bukit Asam
terdiri dari tiga tambang besar yaitu II. GEOLOGI REGIONAL
Tambang Air Laya, Muara Tiga Besar, dan Tambang batubara Bukit Asam berada pada
Banko. Peringkat batubara di tambang cekungan Sumatra Selatan yang merupakan
batubara Bukit Asam terbagi menjadi dua bagian back-arc basin dari deretan bukit
yaitu normal coal yang berkisar lignit – barisan (Gambar 1) yang terbentuk pada
subbituminous dan heated coal yang Pre-tersier sampai tersier (de Coster, 1974).
mencapai peringkat antrasit (Pujobroto,
Dinamika geologi dan stratigrafi regional
1997). Heated coal dipengaruhi oleh adanya
telah didiskusikan secara detail oleh de
intrusi batuan beku yang banyak ditemukan
di Tambang Air Laya (Pujobroto, 1997). Coster (1974) dan Pujobroto (1997). Intrusi
Berdasarkan Gafoer dkk, 1986; Darman dan pada lapangan batubara Bukit Asam yang
Sidi, 2000) umur intrusi berkisar Pliosen – merupakan manifestasi aktivitas vulkanisme
Pleistosen. Periode intrusi tersebut yang diasumsikan berumur Pleistosen –
berlangsung setelah pengendapan formasi Resen (Gafoer dkk, 1986; Darman dan Sidi,
Muara Enim yang membawa batubara pada 2000). Intrusi ini menyebabkan
Akhir Miosen - Awal Pliosen sehingga metamorfisme lokal sehingga terjadi
adanya intrusi tersebut akan meningkatkan peningkatan peringkat batubara sampai
peringkat batubara (Amijaya dan Littke, dengan antrasit. Survei Geologi Indonesia
2005).
PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-9
PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
6 - 7 OKTOBER 2016; GRHA SABHA PRAMANA

dalam Pujobroto (1997) mengatakan bahwa IV. 2. Mineralogi Intrusi


intrusi utama yang tersingkap di sekitar
Intrusi pada lapangan dengan morfologi
tambang batubara Tanjung Enim
bukit intrusi yang menerobos lapisan
merupakan Laccolith (Gambar 2).
batubara (lihat Gambar 3a).
III. SAMPEL DAN METODE Secara megaskopik intrusi memiliki
PENELITIAN karakteristik berwarna abu-abu, ukuran
kristal 2-5mm, memiliki tekstur berupa
Tiga sampel batuan beku diambil di
porfiroafantik, holokristalin, struktur masif,
Tambang Air Laya untuk dilakukan analisis.
dengan komposis berupa feldspar, kuarsa
Pengambilan sampel batuan beku dilakukan dan piroksen. (lihat Gambar 3b).
pada kontak langsung antara batubara dan
batuan beku. Sampel tersebut dipilih untuk Secara mikroskopik intrusi andesit ini
keperluan penelitian selanjutnya yaitu memiliki tekstur holokristalin, ukuran kristal
karakteristik batubara yang terkena oleh 0,5 - 5 mm, bentuk dan hubungan antar
intrusi. Metode yang dilakukan untuk kristal euhedral-subhedral, memiliki tekstur
khusus berupa porfiritik, dengan komposisi
mengetahui komposisi mineral dan
plagioklas, piroksen, kuarsa, mineral ubahan.
geokimia batuan beku adalah sayatan tipis,
Kehadiran plagioklas pada sayatan tipis
X-ray diffraction (XRD), dan X-ray batuan intrusi ini sangat mendominasi.
flouresence (XRF). (lihat Gambar 4).
Sayatan tipis dilakukan pada batuan beku
yang fresh dengan tidak ditutup oleh cover Analisis XRD pada tiga sampel
glass agar dapat digunakan untuk analisis memperlihatkan batuan intrusi pada
SEM pada tahapan selanjutnya. penelitian ini didominasi oleh plagioklas,
kuarsa dan mineral lempung yang terdiri
Analisis XRD dilakukan dengan metode bulk dari kaolinit (Gambar 5a) dan pada sampel
dan clay (air dried, ethylen glycol, heated intrusi juga terdapat kehadiran mineral
550oC) yang mengacu standar United States karbonat berupa dolomit (Gambar 5b).
Geological Survey (USGS). Kehadiran mineral karbonat ini merupakan
Analisis XRF dilakukan dengan preparasi mineral baru dari hasil intrusi. Dolomit yang
menggunakan fused disc di laboratorium hadir merupakan hasil dari metasomatisme
komersial. hidrotermal oleh aktivitas magmatik (Deer
skk., 1992 dalam Amijaya dan Littke, 2005).
IV. HASIL DAN PEMBAHSAN
V. KESIMPULAN
IV.1 Geokimia Intrusi
Berdasarkan hasil analisis yang telah
Hasil analisis geokimia pada batuan intrusi dilakukan , mineral yang hadir pada intrusi
digunakan untuk penentuan nama pada ini berupa plagioklas, kuarsa, piroksen,
sampel yang diambil. Berdasarkan hasil mineral lempung dan mineral karbonat..
analisis XRF oksida dominan yang dijumpai Proses intrusi ini memiliki karakteristik
yaitu SiO2, Na2O, dan K2O (Tabel 1). geokimia yang bersifat intermediet. Proses
Persentase oksida pada sampel ini adalah intrusi ini akan mempengaruhi karakteristik
SiO2 (58.93%-59.97%), Na2O (0.04%-3.24%), batubara yang kontak langsung dengan
K2O (2.83%-3.04%) (Tabel 1). Hasil intrusi ataupun batubara yang berada
pengeplotan pada diagram total alkali silika disekitarnya. Karakteristik batubara akibat
menunjukan nama intrusi batuan beku ini intrusi akan menjadi fokus dari penelitian
merupakan andesit yang bersifat selanjutnya.
intermediet (Gambar 6).
PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-9
PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
6 - 7 OKTOBER 2016; GRHA SABHA PRAMANA

VI. ACKNOWLEDGEMENT Teknologi dan Pendidikan Tinggi atas


Terima kasih kepada Direktorat Riset dan bantuan dana hibah penelitian ini dan
Pengabdian Masyarakat, Direktorat Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam
Jenderal Penguatan Riset dan (persero) Tbk atas bantuan selama
Pengembangan, Kementerian Riset, pekerjaan lapangan.

DAFTAR PUSTAKA
Amijaya, H., Littke, R., 2005. Properties of thermally metamorphosed coal from Tanjung Enim Area,
South Sumatra Basin, Indonesia with special reference to the coalification path of macerals.
International Journal of Coal Geology. 46, hal 67–82.

Chen P. Y, 1977. Table of Key Lines in X-ray Powder Diffraction Patterns of Minerals in Clays and
Association of Rocks. Departement of Natural Resources Geological Survey Occasional Paper
21

Darman, H., Sidi, F.H., 2000. An Outline of the Geology of Indonesia. Indonesian Association of
Geologists, Jakarta. 254 hal.

de Coster, G.L., 1974. The geology of the Central and South Sumatra basins. Indonesian Petroleum
Association, 3rd Annual Convention, hal. 77–110.

Gafoer, S., Cobrie, T., Purnomo, J., 1986. Geologic Map of the Lahat Quadrangle, South Sumatra.
Geological Research and Development Centre. Directorate General of Geology and Mineral
Resources of Indonesia, Bandung.

Pujobroto, A., 1997. Organic petrology and geochemistry of Bukit Asam coal, South Sumatra,
Indonesia. Unpublished Ph.D. thesis, University of Wollongong, Australia, 397 hal.

TABEL

Tabel 1 Senyawa oksida mayor pada intrusi andesit

SiO2 Na2O K 2O
Sampel
% % %

TAL19041A.1 58.93 3.34 3.04

TAL19042.1 59.97 0.04 2.83

TAL21045.2 60.74 0.15 2.96


PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-9
PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
6 - 7 OKTOBER 2016; GRHA SABHA PRAMANA

GAMBAR

Gambar 1 Geologi regional sumatera (Darman dan Sidi, 2000; Amijaya dan Littke, 2005)

Lokasi pengambilan sampel

Gambar 2 Peta Geologi Tanjung Enim (Bamco, 1983; Gafoer et al., 1986; Amijaya dan Littke, 2005) .
PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-9
PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
6 - 7 OKTOBER 2016; GRHA SABHA PRAMANA

2m

2m
Batubara
Seam B2

C
Intrusi

Gambar 3 A Kenampakan singkapan intrusi andesit pada lokasi pengamatan TAL19041A; B


Kenampakan kontak antara intrusi dan batubara; C Kenampakan sampel setangan pada lokasi
pengamatan TAL19041A

Gambar 4 Kenampakan mikroskopik intrusi andesit pada sampel pada lokasi pengamatan
TAL19042.1
PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-9
PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
6 - 7 OKTOBER 2016; GRHA SABHA PRAMANA

Gambar 5 Hasil analisis XRD A: Hasil XRD sampel TAL19041A.1 dengan komposisi mineral
Pl: Plagioklas, Qtz: Kuarsa dan mineral lempung Kln:Kaolinit, B: Hasil XRD sampel
TAL19043.1 dengan komposisi mineral Dol: Dolomit, Qtz: Kuarsa dan Kln: Kaolinit
PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-9
PERAN PENELITIAN ILMU KEBUMIAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
6 - 7 OKTOBER 2016; GRHA SABHA PRAMANA

Wt.% Na2O+K2O

Wt.% Si2O

Gambar 6 Diagram total alkali-silika intrusi

View publication stats