Anda di halaman 1dari 12

Genesa Bahan Galian

2. Morfologi dan Bentuk Endapan Bahan Galian

Beberapa endapan bahan galian dijumpai tersusun dan terdapat pada tubuh batuan beku, sedimen ataupun
batuan metamorf. Bahan galian industri umumnya dijumpai seperti demikian, misalnya bahan galian
batugamping (limestone).Bahan galian lainnya, misalnya beberapa tubuh bijih besi merupakan bagian dari
suatu sekuen stratigrafi yang terbentuk pada bersamaan dengan proses sedimentasi, yang kemudian
dikenal dengan istilah endapan syngenetic. Adapula bahan galian yang berbentuk seperti tubuh batuan
beku yang berbentuk dykes, yang memotong batuan sekitarnya dan terbentuk setelah batuan induknya
yang dikenal dengan istilan endapan epigenetic.

Bentuk dan morfologi badan bijih

Secara umum parameter dimensional dari suatu badan bijih yaitu ukuran, bentuk (pola) sebaran dan
keberadaannya merupakan akibat dari variasi dan distribusi kadar mineral bijih. Bentuk sebaran suatu
badan bijih akan mempengaruhi teknik penambangan yang akan digunakan untuk menambangnya. Bahan
galian yang tersebar luas dan berkadar rendah (low grade) yang terdapat pada permukaan bumi dapat
ditambang dengan metoda tambang terbuka, sementara endapan bahan galian yang berbentuk urat (vein-
veinlets) dengan kadar yang relatif lebih tinggi (high grade) dapat ditambang dengan metode tambang
bawah tanah. Dalam hal bentuk (pola) sebaran, endapan bahan galian dengan badan bijih yang teratur
(terkumpul) akan lebih mudah ditambang daripada endapan bahan galian dengan badan bijih yang
mempunyai bentuk (pola) yang tersebar (disseminated).

Strike dan dip badan bijih

Pengetahuan dasar struktur geologi seperti strike dan dip batuan sangat penting untuk mengetahui dimensi
suatu badan bijih. Bidang suatu badan bijih yang memiliki dimensi yang lebih panjang jika dibandingkan
dengan arah lainnya merupakan arah jurus (strike) badan bijih tersebut (Gambar 2.1) Inklinasi
(penunjaman) bidang badan bijih dalam arah tegak lurus bidang strike merupakan arah kemiringannya
(dip). Jika terdapat suatu struktur geologi (misalnya sesar), maka informasi arah pitch dan plunge menjadi
sangat penting.

II-1
Genesa Bahan Galian

Gambar 2.1 Ilustrasi yang menggambarkan


istilah-istilah yang digunakan
dalam menggambarkan suatu
tubuh bijih.

Bentuk-bentuk badan bijih

Berdasarkan bentuk (morfologi) badan bijih dan pola sebaran mineral bijihnya jika dihubungkan dengan
batuan sekitarnya (batuansamping/induk), tubuh endapan bijih dapat dikelompokkan atas 2, yaitu: badan
bijih berbentuk discordant dan badan bijih yang berbentuk concordant. Discordant yaitu jika bada bijih
memotong perlapisan batuan sekitarnya. Sedangkan concordant yaitu jika badan bijih membentuk pola
yang tidak memotong perlapisan batuan sekitarnya.

Badan bijih diskordan (discordant ore bodies)

Badan bijih diskordan dapat dijumpai mempunyai bentuk yang beraturan (regular shapes)
maupun dengan bentuk yang tidak beraturan (irregular shapes). Badan bijih yang bentuknya
beraturan dapat dibedakan atas:
1. Badan bijih yang berbentuk tabular (Gambar 2.2 dan 2.3), dengan ciri antara lain:

II-2
Genesa Bahan Galian

• badan bijih dengan pola penyebaran yang menerus dalam arah 2D (panjang dan
lebar), tetapi terbatas dalam arah 3D (tipis),
• berbentuk urat (vein-fissure veins- Gambar 2.4) dan lodes,
• urat-urat umumnya terbentuk di zona rekahan sehingga menunjukkan bentuk yang
teratur dalam orientasinya (Gambar 2.5),
• mineralisasi pada umumnya berupa asosiasi dari beberapa kombinasi mineral bijih
dan pengotor (gangue) dengan komposisi yang sangat bervariasi, dan
• batas dari penyebaran urat ini umumnya jelas, yaitu langsung dibatasi dengan dinding
urat.

Gambar 2.2. Badan bijih yang berbentuk tabular berupa vein yang mengalami sesar normal.

II-3
Genesa Bahan Galian

Gambar 2.3 Contoh badan bijih yang berbentuk tabular berupa vein dan veinlets.

Gambar 2.4. Pembentukan vein.

II-4
Genesa Bahan Galian

Gambar 2.5. Contoh sistem vein di Alston Black, Northern Pennine Orefield, England.

2. badan bijih yang berbentuk tubular (Gambar 2.6), dengan ciri antara lain:
• badan bijih dengan pola penyebaran relatif pendek (terbatas) dalam arah 2D namun
relatif dalam kearah 3D (arah vertikal),
• jika penyebaran badan bijih ini relatif vertikal-sub vertikal biasanya disebut sebagai
pipes atau chimneys, jika penyebarannya horizontal atau subhorisontal disebut
mantos.
Salah satu contoh badan bijih yang berbentuk tubular adalah badan bijih yang ditemukan di
timur Asutralia, sepanjang 2400 km, memanjang dari Queensland sampai New South Wales,
yang terdiri dari ratusan pipa di dalam dan dekat dengan intrusi granit. Sebagian besar terisi
mineralisasi kuarsa dan beberapa diantaranya termineralisasi dengan bismuth, molybdenum,
tungstehn dan tin (Gambar 2.7). Badan bijih berbetnuk mantos dan pipes dapat dijumpai
memiliki percabangan (Gambar 2.8). Mantos dan pipes umumnya dijumpai berasosiasi, pipes
umumnya bertindak sebagai sumber (feeders) terhadap mantos. Terkadang mantos saling
berhubungan diantara lapisan batuan dengan perantaraan pipes, namun ada pula yang
dijumpai sebagai percabangan dari pipes, contohnya pada Providencia Mine di Mexico

II-5
Genesa Bahan Galian

dijumpai sebuah badan bijih berbentuk pipa jauh di kedalaman sebagai sumber dari duapuluh
mantos yang dekat dengan permukaan.Pada beberapa tubuh bijih yang berbentuk tubular
terbentuk oleh aliran larutan mineralisasi secara subhorisontal sehingga tubuh bijih dapat
dijumpai diskontinyu membentuk tubuh bijih yang berbentuk pod (Gambar 2.9).

Gambar 2.6. Badan bijih berbentuk tabular.

Gambar 2.7. Badan bijih berbentuk pipa pada Vulcan Pipe, Hyberton,
Queensland.

Gambar 2.8. Contoh badan bijih berbentuk manto


yang dijumpai di the Hidden
Treasure Manto, Ophir Mining
District, Utah.

II-6
Genesa Bahan Galian

Gambar 2.9. Pod: A. Tampak dari atas.


B. Tampak di penampang. B

Badan bijih bentuknya tidak beraturan (irregular shapes) dibedakan atas:


1. Badan bijih disseminated:
• Badan bijih dengan pola penyebaran mineral bijih yang tersebar di dalam host rock
(Gambar 2.10).
• Mineral-mineral bijih tersebut tersebar merata di dalama host rock berupa (dalam
bentuk) veinlets yang saling berpotongan menyeruapai jarring-jaring yang saling
berkaitan membentuk sistem veinlets yang sering disebut stockwork.
• Stockwork ( Gambar 2.11) dijumpai dalam bentuk tubuh endapan yang besar pada
lingkungan intrusi batuan beku asam sampai intermedit, akan tetapi stockwork juga
dapat dijumpai memotong kontak country rocks dan beberapa dijumpai sebagian atau
seluruhnya berada pada country rocks.

II-7
Genesa Bahan Galian

Gambar 2.10.
Badan bijih disseminated

Gambar 2.11. Stockwork

2. Badan bijih irregular replacement (Gambar 2.12):


• Merupakan badan bijih yang terbentuk melalui pergantian unsur-unsur yang sudah
ada sebelumnya.
• Proses replacement ini umumnya terjadi pada temperatur rendah sampai sedang
(<400oC), contohnya endapan magnesit pada carbonate-rich sediments.
• Proses replacement lainnya dapat juga terjadi pada suhu tinggi pada kontak intrusi
batuan beku yang membentuk endapan skarn. Tubuh endapannya dicirikan dengan
pembentukan mineral-mineral calc-silicate seperti diopside, wollastonite, andradite,
garnet dan actinolite. Endapan bahan galian ini umumnya berbentuk sangat tidak
beraturan (Gambar 2.12).
• Disebut juga endapan metasomatisme kontak (pirometasomatik).

Gambar 2.12.
Sketsa contoh model endapan.

II-8
Genesa Bahan Galian

Badan bijih konkordan (concordant ore bodies)

Badan bijih konkordan umumnya terbentuk pada batuan induk (host rock) sebagai endapan hasil
proses pelapukan. Endapan-endapan yang mempunyai badan bijih berbentuk konkordan ini
dikelompokkan sesuai dengan jenis batuan induknya:
1. Sedimentary host rock:
• Merupakan endapan dengan batuan induk adalah batuan sedimen (Gambar 2.13).
• Endapan-endapan bijih yang tekonsentrasi dalam batuan sedimen cukup penting,
terutama endapan-endapan logam dasar dan besi.
• Di dalam batuan sedimen, mineral-mineral bijih terbentuk (terkonsentrasi) sebagai
suatu bagian yang integral dari urutan stratigrafi, yang dapat terbentuk secara
epigenetic filling atau replacement pada rongga-rongga (pori-pori).
• Tubuh endapan umumnya menunjukkan perkembangan kearah 2D dan kurang
berkembang kearah tegak lurusnya (Gambar 2.14 dan 2.15).
• Endapan-endapan seperti ini pada umumnya tersebar sejajar pada batuan induknya
dengan bidang perlapisan batuan sekitarnya.

Gambar 2.13. Bentuk endapan konkordan pada batuan sediment.

II-9
Genesa Bahan Galian

Gambar 2.14.
Penampang tubuh bijih pada
Sullivan Mine, British Columbia.

Gambar 2.15. Penampang tubuh bijih


Mufilira, Zambia.

2. Igneous host rock:


• Secara umum, badan bijih dengan host rock batuan beku ini dapat dibedakan menjadi
dua bedasarkan posisi terbentuknya batuan beku, yaitu volcanic host (dekat
permukaan) dan plutonic host (batuan beku dalam).
• Pada volcanic host (Gambar 2.16), mineral-mineral bijih umumnya terberntuk berupa
stratiform, lentikular s/d berlembar, yang umumnya berkembang pada batas-
batasantar unit vulkanik dengan batuan sedimen.
• Pada plutonic host (Gambar 2.17), mineral-mineral bijih umumnya tersebar terbatas
berbentuk stratiform. Bentuk lain yang sering muncul adalah berupa endapan
orthomagmatic Ni-Cu sulfida yang terbentuk pada dasar aliran lava yang membentuk
intrusi plutonik.

II-10
Genesa Bahan Galian

Gambar 2.16. Volcanic host deposit.

Gambar 2.17. Plutonic host deposit.

3. Metamorphic host rock:


• Umumnya membentuk endapan-endapan dengan morfologi yang tidak beraturan dan
terbentuk di dalam kompleks metamorfisme, yaitu pada zona kontak metamorfik.
• Mineral bijih yang sering terbentuk pada tipe ini adalah wolastonit, andalusit, garnet
dan grafit.

II-11
Genesa Bahan Galian

4. Residual deposit (Gambar 2.18):


• Badan bijih yang terbentuk akibat perombakan batuan-batuan yang mengandung
mineral bijih dengan kadar rendah, kemudian mengalami pelapukan dan pelarutan
serta pelindian (leaching), dan selanjutnya mengalami pengayaan relatif hingga
mencapai kadar yang ekonomis.
• Proses utama yang terjadi adalah leaching (pelindian).
• Sebagai contoh adalah endapan bauksit (hidrous alumina oksida) yang terbentuk
akibat pelindian silica-alkali pada batuan asal berupa nephelin-syenit.
• Contoh lainnya adalah endapan nikel laterit (residu) akibat pelindian (leaching)
batuan beku peridotit dan diikuti oleh proses pengayaan supergen.

Gambar 2.18. Residual deposit.

5. Supergene enrichment: merupakan proses yang mempengaruhi tubuh endapan pada


umumnya (dengan tingkatan tertentu) Setelah suatu endapan terbentuk, pengangkatan dan
erosi dapat membawa endapan tersebut mencapai aliran air bawah tanah yang dapat
membawa kandungan metal ke atas air permukaan. Larutan mengandung metal ini dapat
terendapkan pada bagian tubuh endapan dibawah air permukaan dan menghasilkan
pengayaan metal yang signifikan.

Referensi
Moon, C.J., Whateley, M. K. G and Evans, A.M, Introduction to mineral exploration
Evans, A.M, 1994, An introduction to economic geology and its environmental impact .
Syafrizal, 2007, Modul Kuliah Genesa Bahan Galian, Institut Teknologi Bandung.

II-12