Anda di halaman 1dari 9

c    

m      

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas segala rahmat dan kehadiratNYA

dalam memberikan banyak kemudahan kepada kami dalam menyusun makalah

ini. Salawat dan salam kita hanturkan kepada nabi Muhammad SAW sebagai

pembawa petunjuk kepada manusia ke jalan yang lurus

Kami juga menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum dapat

dikatakan sempurna namun demikian kami berusaha secara sistematis sehingga

makalah ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi pembaca khususnya kami

pribadi.

Makassar, 26 OKTOBER 2010

penyusun

KELOMPOK II
m m




Ê  m c 

Apresiasi penuh dari lingkup akuntansi saat ini dan masa depan bergantung

tidak hanya pada pemahaman atas teknik-teknik akuntansi tetapi juga pada

pemahaman atas struktur teori akuntansi untuk membenarkan dengan lebih baik

aturan dan teknik yang ada sekarang dimulai dengan pemeriksaan paton

terhadap dasar-dasar akuntansi. Usaha tersebut diteruskan oleh sejumlah ahli

akuntansi yang menggunakan baik pendekatan deduktif maupun pendekatan

induktif. Tujuan utamanya adalah untuk memodifikasi dalil -dalil dan prinsip

akuntansi, serta untuk memformulasikan suetu teori akuntansi yang koheren

guan memungkinkan akuntan memperbaiki kualitas dari pelaporan akuntansi.

Meskipun teori yang dihasilkan berbeda dalam hal siapa yang menggunakan

informasi akuntansi, apa saja yang membentuk kegunaan data akuntansi dan

hakikat dari lingkungan yang diasumsikan oleh pengguna serta penyusun data

akuntansi, tetapi semua teori ini menyediakarn kerangka referensi, atau struktur

teori akuntansi, dimana kelayakan dari metode tertentu dapat dinilai.

m Ê     

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah

A.Ê Sudut pandang akuntansi

1. Ê Proprietary Theory

2. Ê Entity Theory

3. Ê Fund Theory

4. Ê Commander Theory

5. Ê Enterprice Theory

B.Ê Implikasi Penggunaan Teori-Teori Dalam Praktek Akuntansi


m m

m
 

‘ Ê     c  

 Ê 

Menurut teori kepemilikan ( 


     ), entitas adalah agen,

perwakilan, atau pengaturan dimana wirausahawan invidual atau pemegang

saham beroperasi. Sudut pandang dari kelompok pemilik sebagai pusat

kepentingan dicerminkan dalam cara-cara dimana catatan akuntansi disimpan

dan laporan keuangan disusun. Tujuan utama dari teori kepemilikan adalah

penentuan dan anaisis dari kekayaan bersih (  ) pemilik.

Meskipun teori kepemilikan pada umumnya dipandang sesuai terutama

untuk korporasi yang kepemilikannya bersifat tertutup seperti perusahaan

persorangan dan firma, pengaruh dari teori kepemilikan dapat ditemukan dalam

beberapa tekhnik dan terminology akuntansi yang digunakan oleh korporasi yan g

kepemilikannya bersifat terbuka.

 Ê 


Teori entitas (|    ) memandang entitas sebagai sesuatu yang

terpisah dan berbeda dari mereka yang menyediakan modal bagi entitas

tersebut. Sederhananya, unit bisnis, dan bukannya pemilik, yang menjadi pusat
dari kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber daya peusahaan dan

bertanggung jawab baik atas klaim pemilik maupun klaim kreditor.

Aktiva adalah hak yang menjadi milik entitas tersebut; ekuitas

mencerminkan sumber daya dari aktiva dan terdiri atas kewajiban dan ekuitas

pemegang saham.

 Ê Ñ 

Dalam teori dana (Ñ    ), dasar akuntansi bukanlah pemilik

maupun entitas, melainkan sekelompok aktiva dan kewajiban serta pembatasan

yang terkait, yang disebut dana, yang mengatur penggunaan aktiva tersebut.

Dengan demikian, teori dana memandang unit bisnis sebagai unit yang terdiri

atas sumber daya (dana) ekonomi dan kewajiban serta pembatasan yang terkait

dengan penggunaan dari sumber dana ini.

è Ê 

Menurut Lois Goldberg (1965), bukan teori entity atau proprietory yang

perlu dijadikan sebagai pusat perhatian atau sebagai pemilik perusahaan atau

lembaga, tetapi cukup melihat commander-nya atau mereka yang memiliki

kekuasaan atau wewenang untuk melakukan kontrol ekonomi atas resorsis yang

efektif terhadap suatu lembaga.

 Ê 
Dalam teori yang dikemukakan George Staubus (1961) ini pusat perhatian

kita adalah investor, yaitu mereka yang tergolong pemilik specific equities

(kreditor) dan residual equities (pemegang saham).

m Ê c     cc c  

1.Ê Dalil akuntansi (  


  ) adalah pernyataan atau aksioma

yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuainnya terhadap

tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan ekonomi,

politik, social, dan hokum di mana akuntansi harus beroperasi.

2.Ê Konsep teoritis (     


) dari akuntansi juga merupakan

pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima

berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang

menggambarkan hakikat dari entitas akuntansi yang beroperasi dalam

suatu perekonomian bebas yang ditandai oleh kepemilikan pribadi atas

properti.

3.Ê Prinsip-prinsip akuntansi (  


 
 ) adalah aturan

pengambilan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan maupun

konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik

akuntansi.

4.Ê Teknik akuntansi (     ) adalah aturan-aturan khusus yang

diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang menerangkan tarnsaksi-


tarnsaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas

akuntansi tersebut.
m m

c 

c 

Aturan-aturan akuntansi yang ada saat ini didasarkan pada fondasi teori

akuntansi atas elemen-elemen yang bersifat hierarki yang berfungsi sebagai

kerangka referensi atau struktur teoritis. Dalam bab ini, kita telah memandang

formulasi dan struktur teoritis semacam itu sebagai proses yang deduktif dan

interaktif, yang terdiri atas formulasi yang suksesif atas tujuan dalil, konsep,

prinsip, dan teknik akuntansi. Suatu pemahaman atas elemen-elemen ini dan

hubungan dari teori akuntansi menjamin suatu pemahaman atas rasional di balik

praktik actual dan masa depan. Laporan keuangan yang disajikan dalam laporan

keuangan akuntansi formal hanyalah cerminan dari penerapan struktur teoritis

akuntansi.
   c  

    c  

Oleh :

cc  c 

! 


   

JURUSAN AKUNTANSI

Ñ c  c

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

"##