Anda di halaman 1dari 4

Buletin As-Sunnah, Muharram 1440 H/2018 M

Fiqh Praktis Muharram


Dari Abdullah bin Abbas radhiyallâhu anhuma, ia berkata :

ُ ‫ود ِصيَ ًاما يَ ْوَم َع‬ ِ ِ ِ َ ‫أ ََّن رس‬


‫ول‬
ُ ‫ال ََلُْم َر ُس‬ َ ‫ فَ َق‬،َ‫اش َوراء‬ َ ‫ فَ َو َج َد الْيَ ُه‬،َ‫ول هللا َصلَّى هللا َعلَْي ِه َو َسلَّ َم قَد َم الْ َمدينَة‬ َُ
ِِ ِ ِ ِ
ُ َ‫ َما َه َذا الْيَ ْوُم الَّذي ت‬: ‫هللا َصلَّى هللا َعلَْيه َو َسلَّ َم‬
‫وس َى‬ ِ
َ ‫ أ َْْنَ َى هللاُ فيه ُم‬،‫ومونَهُ؟ فَ َقالُوا َه َذا يَ ْوٌم َعظ ٌيم‬ ُ‫ص‬
: ‫صلَّى هللا َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ُ ‫ال رس‬ ِ
َ ‫ول هللا‬ ُ َ َ ‫ فَ َق‬.ُ‫ومه‬ُ‫ص‬
ُ َ‫ فَنَ ْح ُن ن‬،‫وس َى ُشكًْرا‬ َ ‫ص َامهُ ُم‬ َ َ‫َوقَ ْوَمهُ َوغََّر َق فْر َع ْو َن َوقَ ْوَمهُ ف‬
ِ‫صي ِامه‬ ِ ِ ِ ُ ‫فَنَحن أَح ُّق وأَوََل ِِبُوسى ِمْن ُكمْفَصامه رس‬
َ ِ‫صلَّى هللا َعلَْيه َو َسلَّ َم َوأ ََمَر ب‬
َ ‫ول هللا‬ ُ َ َُ َ ََ َ َْ َ ُْ
Bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tatkala tiba di Madinah, beliau mendapati
orang-orang Yahudi berpuasa hari ’Asyura. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam
bertanya : ” Hari apa ini yang kalian berpuasa? ” Orang-orang Yahudi tersebut menjawab
: ” Ini adalah hari yang mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa &
kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun & kaumnya, maka Musa berpuasa dalam rangka
bersyukur, maka kami pun berpuasa. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”
Kami lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian ”. Lalu Rasulullah
shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa & memerintahkan dengan puasanya ” (HR. Muslim)

Pertama : Makna Global Hadits.


Abdullah bin Abbas radhiyallâhu anhuma mengisahkan awal kedatangan Nabi
shallallahu ’alaihi wa sallam di Madinah, Beliau menyaksikan bagaimana orang-orang
yahudi mengagungkan hari Asyura dengan berpuasa padanya, dan mereka menjelaskan
sebab mereka mengagungkannya. Akan tetapi umat islam lebih berhak dalam
pengagungan tersebut.

Kedua : Pengagungan Manusia Terhadap Hari Asyuraa.


1. Pengagungan orang-orang Yahudi terhadap hari Asyura dengan puasa. Hal ini juga
dijelaskan pada hadits lain dari Abu Musa Al Asya’ary radhiyallahu anhu, beliau
berkata, Hari Asyura adalah hari yang orang-orang Yahudi mengagungkannya dan
mereka menjadikannya sebagai hari raya, Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa
sallam bersabda “ Berpuasalah kalian (akan hari tersebut) “ (Muttafaq alaihi) [1].
2. Pengagungan orang-orang Nashrani terhadap hari Asyura dengan puasa, berdasarkan
hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma beliau berkata, tatkala Rasulullah shallallahu
’alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintah manusia dengan
puasanya, maka para sahabat berkata, wahai Rasulullah, sesungguhnya ia adalah hari
1
yang orang-orang Yahudi & Nashrani mengagungkannya, maka Beliau bersabda, “
Jika datang tahun depan isnya Allah, maka kami akan berpuasa hari kesembilan “
(HR. Muslim) [2].
3. Pengagungan kaum Quraisy terhadap hari Asyura berupa puasa & ibadah lainnya,
berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata, “ bahwa kaum Quraisy
senantiasa berpuasa pada hari Asyuraa di (masa) Jahiliyyah “(Muttafaq alaihi) [3].
Dan diterangkan juga di dalam hadits Aisyah lainnya, beliau berkata, “ bahwa pada
hari (itu) adalah hari ditirainya Ka’bah “ (HR. Al Bukhary) [4].
4. Pengagungan kaum Syi’ah terhadap hari Asyura, hari Asyuraa di sisi mereka adalah
hari kesedihan, tangisan, memukul-mukul pipi, meraung-raung, memukul-mukul tubuh
dengan pedang, rantai, katanya karena memperingati terbunuhnya Al Husain bin Ali
radhiyallahu anhuma. Merekalah yang memanggil Al Husain di Kuufah lalu
membunuhnya beserta 17 ahlul bait lainnya pada tanggal 10 Muharram tahun 61 H.
Seluruh hal ini adalah kepalsuan dan apa yang mereka lakukan bertentangan dengan
hadits Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda, “ Bukan dari kami orang
yang memukul pipinya, merobek kantong bajunya dan menyeruh dengan seruan
jahiliyyah “ (Muttafaq alaihi) [5]. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu.

Ketiga : Keutamaan Hari Asyura & Bulan Muharram secara Umum.


1. Hari yang dimuliakan oleh umat-umat terdahulu, Ahlil kitab, orang-orang Quraisy,
sampai orang-orang syi’ah juga mengagungkannya, walaupun dengan cara-cara yang
mereka ada-adakan yang seluruhnya adalah kepalsuan belaka, sebagaimana telah
berlalu.
2. Hari yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa alaihis salam dari
kejaran Fir’aun & bala tentaranya, dan hal ini diterangkan di beberapa surah di dalam
Al Qur’an, di antaranya, di surah Yunus, “ Dan Kami memungkinkan Bani Israil
melintasi laut, lalu Fir'aun & bala tentaranya mengikuti mereka dengan penuh
pelampauan batas & permusuhan, hingga tatkala ia hampir tenggelam, ia berkata, aku
beriman bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali sesembahan
yang Bani Israil beriman dengannya, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri
(kepada Allah) - Apakah sekarang (baru kamu beriman), padahal sungguh kamu telah
durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan -
Maka pada hari ini Kami menyelamatkamu dengan badanmu agar kamu dapat
menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu dan sungguh kebanyakan
dari manusia dari ayat-ayat Kami, mereka benar-benar lalai “ [Yunus : 90-92] dan
juga diterangkan di surah Asy Syu’ara, “ Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “
Pukullah lautan itu dengan tongkatmu ". Maka terbelahlah ia dan tiap-tiap belahan
seperti gunung yang besar. Dan Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami
selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya semuanya. Kemudian Kami
tenggelamkan golongan yang lain itu “ [Asy Syu’araa : 63-66] dan ada beberapa surah
lainnya dari kisah tersebut, agak panjang untuk ditulis.
3. Berpuasa pada hari Asyura, menggugurkan dosa satu tahun yang lalu, berdasarkan
hadits Abu Qotadah Al Anshary radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ,

2
beliau bersabda, Dan puasa hari ‘Âsyûrâ`, aku berharap kepada Allah agar (Allah)
menggugurkan dosa tahun sebelumnya ” (HR. Muslim) [6].
4. Hari Asyuraa adalah hari yang mulia, karena hari itu adalah hari disandarkan kepada
nama Allah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, “ Sesungguhnya ‘Âsyûrâ` adalah
suatu hari di antara hari-hari Allah. siapa yang berkehendak, silahkan dia berpuasa,
dan siapa yang berkehendak, silahkan dia berbuka ” (HR. Al-Bukhâry & Muslim)
dengan lafadz Muslim.
5. Bulan Muharam ini adalah salah satu dari empat bulan yang diagungkan, Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “ Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada 12
bulan di dalam kitab Allah, di antaranya ada empat bulan yang agung, itulah agama
yang lurus, maka janganlah kalian mendzolimi jiwa-jiwa kalian yang padanya “ [At
Taubah : 36] [7]. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan manusia,
pada hari raya Idul Adha, saat haji Wada’, maka di antara yang beliau sampaikan
adalah : “ … Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya ketika
Allah menciptakan langit-langit & bumi, dalam setahun itu ada dua belas bulan, di
antaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga bulan yang berurutan, yaitu Dzul
Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab : (yaitu) bulan yang dikenal oleh (suku)
Mudhar yang berada di antara Jumada (Akhir) & Sya’ban ” (Muttafaq alaihi) [8]
6. Bulan Muharram adalah bulan yang mulia yang disandarkan kepada nama Allah
Ta’ala, telah syah dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “ Puasa yang paling utama setelah puasa
Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu di bulan Muharram “ (HR. Muslim) [9].
Dzohir hadits menunjukka akan sunnahnya puasa di seluruh bulan, hanya saja tidak
dihafal dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berpuasa satu bulan
penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan kacuali di bulan Sya’ban (dibangun di atas
salah satu pendapat), karena itu menurut pendapat yang lebih dekat di kalangan para
ulama, bahwa anjuran melakukan puasa di bulan Muharram ini, adalah berpuasa di
kebanyakan harinya.

Keempat : Amalam-amalan di Bulan Muharram.


1. Puasa Asyuraa, dzohir hadits menunjukkan akan wajibnya puasa 10 Muharram, dan
ini yang terjadi di awal kali, kemudian hukumnya dihapus menjadi sunnah,
berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata, “ Tatkala (puasa)
Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa hari ‘Âsyûrâ`. Siapa yang ingin,
silahkan ia berpuasa, dan siapa saja yang ingin, silakan ia meninggalkannya ” (HR. Al
Bukhary & Muslim) [10] sehingga berubalah hukumnya menjadi Sunnah.
2. Puasa Taasuu’a, yaitu berpuasa tanggal 9 Muharram, dan hukumnya juga adalah
Sunnah. Telah berlalu pembahasan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, riwayat
Muslim, (lihat pembahasan ke-2, point nomor 2) adapun hikmah dari syariat puasa 9
Muharram, disebut oleh An Nawawy rahimahullah, Sebagai bentuk penyelisihan
terhadap orang-orang Yahudi dan sebagai bentuk berhati-hati pada puasa hari ke 10
Muharram dengan puasa, khawatir akan pengurangan bulan, sehingga kadang hari ke-
9 dalam hitungan, namun ia adalah hari ke-10 pada hakikatnya. Akan tetapi tidak ada

3
masalah jika seseorang berpuasa pada hari ke-10 saja, sebagaimana di katakan oleh
Ibnu Taimiyyah & Ibnu Hajar Al Haitamy.
3. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram , dalilnya sebagaimana telah
berlalu dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, riwayat Muslim, (lihat
pembahasan ke-3, point nomor 6)
4. Memperbanyak amalan-amalan sholeh & menjauhi hal-hal yang diharamkan, sebagai
bentuk pengagungan terhadap bulan-bulan mulia.
5. Adapun ibadah-ibadah khusus selain dari apa yang disebut di atas, maka ia adalah
ibadah yang tidak disyariatkan.

Kelima : Faidah Hadits.


1. Awal pensyariatan puasa Asyuraa.
2. Bolehnya bertanya pada hal yang telah diketahui, jika ada maslahat syar’i.
3. Keutamaan hari Asyuraa.
4. Orang-orang Yahudi juga mengagungkan hari Asyuraa dengan ibadah.
5. Hari Asyuraa adalah hari yang telah dikenal sebelum datangnya islam.
6. Umat islam lebih berhak terhadap Nabi Musa alaihi as salam, demikian pula Bulan
Muharram.
7. Penjelasan hukum puasa Asyuraa.

. ‫ود عِي ًدا‬ ُ ‫ُّه الْيَ ُه‬ ِ


ُ ‫وراءَ تُعظِّ ُمهُ وتَعُد‬َ ‫اش‬
ُ ‫[ َكا َن يَ ْوُم َع‬1]
ِ َِّ ‫ول‬ َ ‫ قَالُوا ََي َر ُس‬.‫صيَ ِام ِه‬ِ ِ‫اشوراء وأَمر ب‬ َِّ ‫ول‬ ِ
ُ‫ إِنَّهُ يَ ْوٌم تُ َعظِّ ُمه‬،‫اَّلل‬ َ َ َ َ َ ُ ‫اَّلل صلى هللا عليه وسلم يَ ْوَم َع‬ ُ ‫ص َام َر ُس‬ َ ‫ني‬ َ ‫[ ح‬2]
ِ ‫اَّلل صمنَا الْي وم الت‬ َِّ ‫ول‬
. ‫َّاس َع‬ َ ْ َ ْ ُ َُّ َ‫ فَإِ َذا َكا َن الْ َع ُام ال ُْم ْقبِ ُل إِ ْن َشاء‬: ‫اَّلل صلى هللا عليه وسلم‬ ُ ‫ال َر ُس‬ َ ‫ فَ َق‬.‫َّص َارى‬ َ ‫ود َوالن‬ ُ ‫الْيَ ُه‬
. ‫اهلِيَّ ِة‬
ِ ‫اْل‬
َْ ‫وراءَ ِِف‬ َ ‫اش‬ُ ‫وم يَ ْوَم َع‬ُ‫ص‬ ُ َ‫ت ت‬ ْ َ‫إن قُ َريْ ًشا َكان‬ َّ [3]
. ‫[ ليس منا من لطم اخلدود وشق اْليوب ودعا بدعوى اْلاهلية‬5] . ُ‫[ َوَكا َن يَ ْوًما تُ ْستَ ُر فِ ِيه الْ َك ْعبَة‬4]
َّ ‫ب َعلَى هللاِ أَ ْن يُ َك ِِّف َر‬
. ُ‫السنَةَ الَِِّت قَْب لَه‬ ِ ‫ أ‬،‫اشوراء‬ ِ ِ
ُ ‫َحتَس‬ْ َ َ ُ ‫[ َوصيَ ُام يَ ْوم َع‬6]
. ‫ض ِمْن َها أ َْربَ َعةٌ ُح ُرٌم‬ َ ‫الس َم َاوات َواأل َْر‬َّ ‫اَّللِ يَ ْوَم َخلَ َق‬ ِّ ‫اب‬ِ َ‫اَّللِ اثْنَا َع َشر َش ْهرا ِِف كِت‬
ً َ
ِ ‫[ إِ َّن عِ َّد َة الش‬7]
ِّ ‫ُّهوِر عن َد‬ ُ
ِ
ٌ‫ ثَََلثَة‬،‫السنَةُ اثْنَا َع َش َر َش ْه ًرا مْن َها أ َْربَ َعةٌ ُح ُرٌم‬ َّ ،‫ض‬ ِ ِ ِ َّ ‫[ إِ َّن‬8]
َ ‫الس َم َاوات َو ْاأل َْر‬ َّ ُ‫اَّلل‬َّ ‫استَ َد َار َك َهْي ئَته يَ ْوَم َخلَ َق‬
ْ ‫الزَما َن قَ ْد‬
ِ ِ ِْ ‫ ذُو الْ َقع َدةِ وذُو‬: ‫ات‬ ِ
. ‫ادى َو َش ْعبَا َن‬
َ َ‫ني ُُج‬ َ ْ َ‫ض َر الَّذي ب‬ َ ‫ب َش ْه ُر ُم‬ ٌ ‫اْل َّجة َوال ُْم َحَّرُم َوَر َج‬ َ ْ ٌ َ‫ُمتَ َوالي‬
. ‫ضا َن َش ْه ُر هللاِ ال ُْم َحَّرُم‬ ِ َ ْ‫[ أَف‬9]
َ ‫الصيَ ِام بَ ْع َد َرَم‬
ِّ ‫ض ُل‬
. ُ‫ َوَم ْن َشاءَ أَ ْن يَْت ُرَكهُ فَ ْليَ ْت ُرْكه‬،ُ‫ص ْمه‬
ُ َ‫ومهُ فَ ْلي‬ َ‫ص‬ ُ َ‫ َم ْن َشاءَ أَ ْن ي‬:‫ وقَال‬،َ‫وراء‬ َ ‫اش‬ُ ‫ضا ُن تَ َرَك يَ ْوَم َع‬ َ ‫ض َرَم‬ َ ‫[ لَ َّما فُ ِر‬10]
------
Buletin As-Sunnah, diterbitkan oleh YPI An-Nashihah Buton. Alamat redaksi : As-sunnah
Herbal, jalan Cemara, wangkanapi, Baubau. Penyusun : Bashri Kamaluddin. Saran, kritik,
pertanyaan, (sms/wa) : 0852 9983 6150 (ikhwah), 0852 4161 5001 (akhwat).
4