Anda di halaman 1dari 1

Merdeka.

com - Kerajaan Mataram adalah salah satu kerajaaan yang berdiri di masa
penjajahan Belanda. Seperti layaknya kerajaan lain, kerajaan ini juga menentang
monopoli perdagangan VOC. Salah satu sultan yang menentang VOC adalah Sultan
Agung. Di masa pemerintahan Sultan Agung juga Kerajaan Mataram mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Penyerangan pertama Mataram ke VOC masih
mengalami kegagalan. Penyerangan kedua terjadi di tahun 1629. Penyerangan ini
berhasil membuat Benteng Hollandia runtuh. Lalu, bagaimana kelanjutannya?

Saat Kerajaan Mataram mengepung Benteng Bommel, terdengar berita kalau Jenderal
VOC saat itu, yaitu J.P. Coen sudah meninggal. Kejadian ini terjadi di tanggal 21
September 1629. Dalam situasinya yang sudah sangat kritis, Belanda semakin marah
dan semakin brutal dalam menghadapi serangan Mataram. Dengan menyiapkan
persenjataan yang lebih baik dan lengkap, Belanda dapat menangkal serangan dari
Mataram. Pasukan Mataram semakin melemah dan akhirnya kembali ke Mataram.

Begitulah akhir dari serangan Sultan Agung yang kedua ini yang mengalami
kegagalan.
Dengan kegagalan pasukan Mataram, VOC semakin ingin untuk terus memaksakan
monopoli dan memperluas pengaruhnya di daerah-daerah lain. Namun, VOC selalu
khawatir dengan kekuatan tentara Mataram yang semakin lama semakin kuat. Tentara
VOC juga selalu berjaga-jaga untuk mengawasi tingkah laku pasukan Mataram.
Pasukan Sultan Agung tidak pernah menyerah dan selalu berusaha untuk bisa
menggagalkan rencana VOC untuk memperluas kekuasaan dan monopoli
perdagangannya.

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang sejarah menarik tentang Kerajaan Mataram
dan VOC ini. Bab ini tentunya sangat menarik untuk dipelajari karena bisa
meningkatkan rasa nasionalisme kita kepada negara kita ini. Tentunya kamu tertarik
untuk bisa menguasai materi ini. Jadi, selamat belajar teman. [iwe]