Anda di halaman 1dari 6

Aktivitas manusia yang mempengaruhi pemanasan global :

1.Aktifitas Ekonimi

Tidak dipungkiri pesatnya pertumbuhan industri di dunia mengakibatkan dampak baruk


terhadap lingkungan,yang dimana kebutuhan industri akan lahan mengakibatkan hutan-hutan
gundul di Indonesia maupun di Dunia,yang terutama kebutuhan industri akan lahan
perkebunan.

2.Transportasi

Pasti kalian tau bahwa sebagian sarana transportasi umum maupun transpotasi pribadi atau
disebut juga kendaraan primadi,itu semua menggunakan Bahan Bakar Minya,yang dimana
bahan bakar minyak yang dibakar oleh mesin kendaraan akan mengeluarkan gas Karbon
dioksida (CO2)

3.Peternakan

Kalian pasti tau bahwa kotoran ternak bisa mengakibatkan pemanasan global,terutama untuk
kotoran sapi,dan untuk Kandungan Gas Yang Terdapat Pada Kotoran Sapi Adalah: Metana
(CH4) .Karbon dioksida (CO2), Nitrogen (N2), Hidrogen (H2). Hidrogen sulfida (H2S),
Oksigen (O2).jika sampai gas-gas dari kotoran sapi sampai itu terlepas diudara maka
dampaknya lebih parah daripada gas karbondioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan
bermotor,tapi tenang aja sekarang-sekarang ini lagi buming teknologi untuk memanfaatkan
Kotoran Sapi Menjadi Sumber Energi atau disebut juga Biogas,buat temen-temen yang belum
tau tehnik cara membuat biogas

Dampak kebakaran hutan :

Terancamnya habitat flora dan fauna

Hutan merupakan tempat tinggal bagi berbagai macam jenis flora dan fauna. Selain menjadi
tempat tinggal, hutan juga menjadi tempat mencari makan dan tempat berlangsungnya
kehidupan flora dan fauna. Jika hutan terbakar maka lingkungan tempat berkembangbiaknya
flora dan fauna akan rusak. Lebih jauh lagi, rusaknya habitat atau tempat hidup akan
mempengaruhi kelangsungan hidup flora dan fauna yang tinggal di dalam hutan (baca : Cara
Melestarikan Flora dan Fauna).
Terancamnya keanekaragaman hayati

Setelah habitat flora dan fauna terancam, selanjutnya adanya keanekaragaman hayati juga akan
terancam. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa hutan adalah tempat tinggal
bermacam- macam hewan dan tumbuhan. Berbagai spesies hewan dan tumbuhan berada di
dalamnya, baik itu spesies endemik maupun spesies lagi. Ketika hutan terbakar maka mereke
akan kehilangan tempat berlindung. Jika sudah kehilangan tempat berlindung, hewan dan
tumbuhan langka lama- kelamaan juga akan mati. Matinya berbagai spesies tersebut akan
mengurangi keanekaragaman hayati di Indonesia yang tadinya amat sangat beragam jenisnya.

Terganggunya keseimbangan ekosistem

Dampak selanjutnya yakni terganggunya keseimbangan ekosistem. Ekosistem dapat terganggu


keseimbangannya karena peran hutan sebagai penyeimbang tersebut sudah tidak ada lagi.
Hutan sudah rusak karena terbakar. Pohon- pohon yang tumbuh di hutan telah mati. Pohon-
pohon yang biasanya mengurangi polusi udara dan menyimpan cadangan air sudah tidak ada
lagi. Jika sudah terjadi demikian, maka ekosistem tidak akan bisa seimbang lagi (baca :
Dampak Akibat Hutan Gundul).

Meningkatnya potensi bencana

Kebakaran hutan saja sudah merupakan bencana. Satu bencana tersebut akan menimbulkan
berbagai jenis bencana lain seperti banjir dan tanah longsor (baca : Pengertian Longsor). Banjir
disebabkan karena sungai tidak bisa menampung banyaknya air hujan sehingga menjadi air
bah yang menggenangi pemukiman di sekitar sungai. Tanah yang biasanya membantu sungai
untuk menahan air sudah tidak dapat lagi menjalankan perannya. Hal tersebut karena tidak
adanya pohon- pohon yang akar- akarnya menghujam kuat ke tanah. Akar – akar pohon itu lah
yang tadinya menyerap air dan menyimpan cadangan air. Pohon- pohon yang sudah mati
karena terbakar tidak bisa lagi membantu tanah dan sungai untuk menahan air hujan yang jatuh
ke bumi. Air hujan yang sangat deras tersebut akhirnya menjadi bencana banjir air (baca : Cara
Mencegah Banjir) .
Selain banjir, bencana lain yang disebabkan oleh kebakaran hutan adalah longsor. Bencana ini
masih berkaitan dengan matinya pepohonan. Pohon tidak hanya berperan sebagai penyerap air,
tetapi akar pohon juga berguna untuk memperkuat struktur tanah. Adanya akar pohon membuat
struktur tanah akan tetap kuat meski di guyur tingginya intensitas hujan. Hilangnya akar- akar
pohon membuat tanah lembek saat musim penghujan. Struktur tanah menjadi lemah karena
tidak ada akar pohon yang menopang. Lemahnya struktur tanah yang terus menerus ditimpa
air hujan akan menjadi penyebab tanah longsor. Longsoran tersebut bisa saja menimbun
pemukiman dan membahayakan nyawa manusia (baca : Cara Mencegah Tanah Longsor).

Terjadi sedimentasi sungai

Kebakaran hutan yang hebat akan menimbulkan banyak debu sisa pembakaran. Banyaknya
sisa pembakaran hutan akan berterbangan dan dapat terbawa oleh aliran air. Setelah itu
partikel- partikel sisa pembakaran akan mengalami proses sedimentasi di sungai dan
mengakibatkan pendangkalan atau sedimentasi sungai. Sungai yang dangkal akan berakibat
buruk bagi lingkungan. Sungai yang dangkal tidak bisa menampung besarnya volume air
sehingga bisa menimbulkan banjir di kemudian hari.

Terjadi erosi tanah

Hutan memang memiliki banyak fungsi. Satu lagi fungsi hutan yaitu menahan erosi.
Bagaimana hutan bisa menahan erosi? Hal ini sekali lagi berhubungan dengan pepohonan yang
tumbuh di hutan. Rimbunnya daun- daun pepohonan dapat menjadi kanopi alami yang
melindungi tanah dari derasnya air hujan. Air hujan yang jatuh ke bumi mengandung tenaga
potensial. Jika tenaga tersebut cukup besar maka bisa mengikis permukaan tanah. Jika hutan
terbakar, maka tidak ada lagi pohon yang melindungi tanah dari besarnya energi potensial pada
hujan sehingga terjadilah pengikisan oleh air atau lebih dikenal dengan erosi tanah (baca : Cara
Mencegah Erosi Tanah).

Terjadi alih fungsi hutan

Hutan yang telah terbakar membutuhkan waktu lama untuk mengembalikannya ke kondisi
semula. Reboisasi sulit dilakukan karena tanah sudah rusak. Meskipun dilakukan perbaikan
tentu tidak akan sepenuhnya kembali seperti hutan sebelum terjadi kebakaran. Hal itu tak
jarang membuat beberapa pihak membuat keputusan lain yakni mengalihkan hutan menjadi
lahan perkebunan. Alih fungsi hutan tersebut sebenarnya sangat merugikan, baik bagi
lingkungan maupun bagi makhluk hidup di sekitarnya (baca : Manfaat Hutan Bagi Manusia).

Menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air

Seperti yang kita ketahui bahwa hutan merupakan tempat sumber mata air. Ketika hutan
terbakar, pohon- pohon mati dan tidak ada lagi yang bisa menyimpan cadangan air di dalam
tanah. Jika sudah demikian, kuantitas air akan berkurang drastis dan dapat menimbulkan
bencana kekeringan saat musim kemarau. Manusia akan kekurangan air untuk memenuhi
kebutuhan sehari- hari, apalagi air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup (baca :
Cara Menjaga Kelestarian Air).

Timbulnya kabut asap dan polusi udara

Setiap kali terjadi kebakaran hutan maka akan menimbulkan kabut asap. Kabut asap akan
semakin tebal jika wilayah hutan yang terbakar semakin luas. Kabut asap ini menimbulkan
polusi udara dan mengurangi jarak pandang. Berkurangnya jarak pandang dapat mengganggu
aktivitas manusia dan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu kabut asap
menyebabkan timbulnya berbagai jenis penyakit seperti gangguan saluran pernapasan atau
ISPA, penyumbatan paru paru, serta iritasi pada mata dan kulit. Bukan hanya manusia yang
merasakan akibat dari kabut asap tersebut, hewan- hewan terutama yang tinggal di hutan bisa
saja mati karena terkontaminasi asap.

Meningkatnya resiko pemanasan global

Asap dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh bencana kebakaran hutan akan memperparah
pemanasan global. Karbon dioksida yang dihasilkan asap kendaraan saja belum diserap secara
maksimal oleh pepohonan, tetapi malah diperparah dengan matinya pepohonan dan produksi
gas karbondioksida karena kebakaran hutan. Jika kebakaran hutan terus menerus terjadi dan
meliputi wilayah yang sangat luas maka akan mempengaruhi iklim global. Perubahan musim
menjadi tidak menentu dan menyulitkan manusia itu sendiri.

Weather forecasting, penentuan cuaca dilakukan dengan simbol nya

1. Nomor 19 representasi temperatur, yaitu bernilai 19


2. Nomor 20 itu jarak pandang (tingkat kejernihan atmosfer), nilainya itu dikali 100 meter jadi
2000 meter

3. Simbol 3 itu menandakan kondisi cuaca, kalo 3 itu berarti hujan ringan

4. Nomor 14 itu dew point, nilai titik embun udara melalui titik air

5. Tanda garis itu adalah arah anginny, kalo ditanda itu garisnya ke arah tenggara dengan
arahnya yang bernilai 15 knots

6. Terus yang gambar lingkaran itu cloud cover (nilai awan yang berada di atmosphere), dilihat
dari warna hitam, menunjukan kalo gambarnya 3/4 cloud cover (awannya mendung)

7. Yang terakhir nomor 013, itu adalah tekanan di atmosphere, pembacaannya ditambah 10000
dibagi 10, jadi hasilnya 1001,3 milibar