Anda di halaman 1dari 6

ATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Manajemen Diabetes Mellitus

Subpokok bahasan : Manajemen Diabetes Mellitus Dengan Gaya Hidup Sehat

Sasaran : Keluarga dan Pasien yang menderita DM

Hari/Tanggal : Jum’at, 11 November 2011

Waktu : 20 menit

Tempat : Di Ruang ICU-ICCU RSUD Sragen, Jawa Tengah.

A. TUJUAN

1. Latar Belakang

Banyak orang masih mengangga penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit
yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik
tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.
Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes
Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang
mengidap diabetes.

Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam
menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru
sekitar 30 persen yang datang berobat teratur. Sangat disayangkan bahwa banyak penderita
diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula
atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes
terutama gejala-gejalanya. Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan
faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena
diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang
yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.Berdasarkan latar
belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan Pendidikan Kesehatan pada
klien dengan topic “Manajemen Diabetes Mellitus Dengan Gaya Hidup Sehat”.

2. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 20 menit, keluarga dan pasien diharapkan mampu
memahami tentang Manajemen Diabetes Mellitus Dengan Gaya Hidup Sehat.

3. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 x 20 menit diharapkan keluarga mampu :

1. Menjelaskan Pengertian Diabetes Mellitus

2. Menyebutkan Tipe Diabetes Mellitus

3. Menyebutkan Penyebab Diabetes Mellitus


4. Menyebutkan Faktor Resiko Diabetes Mellitus

5. Menyebutkan Tanda dan Gejala dari Diabetes Mellitus

6. Menjelaskan Gaya Hidup Sehat pada penderita Diabetes Mellitus

B. GARIS BESAR MATERI (materi terlampir)

1. Pengertian Diabetes Mellitus

2. Tipe Diabetes Mellitus

3. Penyebab Diabetes Mellitus

4. Faktor Resiko Diabetes Mellitus

5. Tanda dan Gejala dari Diabetes Mellitus

6. Menjelaskan Gaya Hidup Sehat pada penderita Diabetes Mellitus

C. PELAKSANAAN KEGIATAN

NO. KEGIATAN PENYULUH PESERTA WAKTU

 Mengucapkan salam

 Memperkenalkan diri

Pembukaan dan  Menjelaskan tujuan  Mendengarkan


1. 3 menit
salam  Apersepsi  Memberikan respon

 Membalas salam

 Mendengarkan

2. Penyampaian materi Menyampaikan materi :

1. Pengertian Diabetes Mellitus

2. Tipe Diabetes Mellitus

3. Penyebab Diabetes Mellitus

4. Faktor Resiko Diabetes Mellitus

5. Tanda dan Gejala dari Diabetes Mellitus

6. Gaya Hidup Sehat pada penderita Diabetes Mellitus

Mendengarkan dan memperhatikan12 menit

3.Penutup
 Tanya jawab

 Evaluasi dan menyimpulkan materi

 Mengucapkan salam

 Bertanya dan mendengarkan

 Memperhatikan

 Membalas salam

5 menit

D. METODE

1. Ceramah

2. Tanya jawab

E. MEDIA

Leaflet (terlampir)

F. EVALUASI

Evalusai dengan tes formatif memberikan pertanyaan kembali mengenai Manajemen Diabetes
Mellitus Dengan Gaya Hidup Sehat.

1. Evaluasi proses

1) Peserta antusias terhdap materi penyuluhan

2) Tidak ada peserta yang meninggakan tempat penyuluhan sebelum acara selesai

3) Peserta mengajukan pertanyaan

1. Evaluasi hasil

1) Peserta mengerti tentang Diabetes Mellitus

2) Peserta mengerti tentang Tipe Diabetes Mellitus

3) Peserta mengerti tentang penyebab Diabetes Mellitus

4) Peserta memahami faktor resiko Diabetes Mellitus

5) Peserta memahami Tanda dan Gejala dari Diabetes Mellitus

6) Peserta mengerti Gaya Hidup Sehat pada penderita Diabetes Mellitus

1. Pertanyaan

1) Jelaskan Pengertian Diabetes Mellitus?


2) Sebutkan Tipe Diabetes Mellitus?

3) Sebutkan Penyebab Diabetes Mellitus?

4) Sebutkan Faktor Resiko Diabetes Mellitus?

5) Sebutkan Tanda dan Gejala dari Diabetes Mellitus?

6) Jelaskan Gaya Hidup Sehat pada penderita Diabetes Mellitus?

G. DAFTAR PUSTAKA

Brunner & suddarth (2001) keperawatan medical bedah. Jakarta: EGC

Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi III. Jakarta : Media Aesculapsis

Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawawtan Medikal Bedah. Jakarta : EGC

Lampiran 1

LANDASAN TEORI

A. Definisi

Diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolic akibat
gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan
pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.

B. Tipe diabetes

 Tipe I : diabetes melitus tergantung insulin (insulin-dependentdiabetes melitus [IDDM]).

 Tipe II : diabetes melitus tidak tergantung insulin (non-insulin-dependent diabetes melitus


[NIDDM]).

C. Etiologi

Insulin Dependen Diabetik Melitus (IDDM) atau Diabetes Mellitus Tergantung Insulin (DMTI)
disebabkan oleh destruksi sel beta, Sedangkan Non insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM)
Disebabkan kegagalan relative sel beta dan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah turunnya
kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk
menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel beta tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini
sepenuhnya, artinya terjadi defisiensi relatif insulin. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya
sekresi insulin pada rangsangan glukosa, maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan
perangsang sekresi insulin lain. Berarti sel beta pancreas mengalami desensititas terhadap glukosa.
Adapun menurut tipenya :

Diabetes tipe 1
Diabetes tipe 1 ditandai oleh penghancuran sel-sel beta pangkreas. Kombinasi faktor genetik,
imunologi dan mungkun pula lingkungan

Dibetes tipe II

Faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe II. Faktor-faktor ini
adalah : usia, obesitas, riwayat keluarga dan kelompok etnik.

D. Faktor Resiko

1. Usia di atas 40 tahun

2. Kegemukan ( Obesitas )

3. Hipertensi ( TD : >140/90 mmhg )

4. Adanya riwayat keluarga dengan diabetes mellitus

5. Riwayat kadar gula abnormal

6. Riwayat penyakit jantung koroner

E. Manifestasi klinis

Diagnosa DM awalnya dipikirkan dengan adanya gejala khas berupa polifagia, poliuria, polidipsi,
lemas, dan berat badan turun. Gejala lain yang mungkin dikeluhkan pasien adalah kesemutan, gatal,
mata kabur, dan impotensi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita.

F. Manajemen Diabetes Mellitus Dengan Gaya Hidup Sehat

1. Rencana diet, Dimaksudkan untuk mengatur jumlah kalori dan karbohidrat yang dikonsumsi
setiap hari. Rencana diet harus didapakan dengan berkonsultasi dahulu dengan ahli gizi yang
terdaftar dan berdasarkan pada riwayat diet pasien, makanan yang disukai, gaya hidup, latar
belakang budaya, dan aktivitas fisik. Pada konsensus PERKENI telah ditetapkan bahwa
standar yang dianjurkan adalah santapan dengan komposisi seimbang berupa KH 60-70%,
protein 10-15%, dan lemak 20-25%. Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status
gizi, umur, stres akut, dan kegiatan jasmani untuk mencapai berat badan ideal. Jumlah
kandungan kolesterol <300 mg/hari, jumlah kandungan serat ± 25 gr/hari diutamakan jenis
serat larut konsumsi garam dibatasi bila terdapat hipertensi. Pemanis dapat digunakan
secukupnya.

2. Latihan fisik dan pengaturan aktivitas fisik. Dianjurkan latihan jasmani teratur 3-4x tiap
minggu selama ±0.5 jam yang sifatnya sesuai CRIPE (Continous, Rhytmical, Interval,
Progressive, Endurance training). Latihan yang dapat dijadikan pilihan adalah jalan kala,
jogging, lari, renang, bersepeda, dan mendayung

3. Batasi gula dalam setiap makanan

4. Utamakan yang tinggi lemak tak jenuh tunggal (kacang-kacangan, alpukat), cegah
dislipidemia
5. Batasi makanan tingi purin (asam urat)

6. Stop merokok

7. Cegah kegemukan: IMT <25

8. Tidur min 6 jam sehari

9. Stop minum alkohol

10. Check up teratur terutama untuk usia >40 tahun

11. Pakai alas kaki untuk menghindari luka karena akan beresiko menimbulkan luka ulkus

12. Berpuasa

13. Pengawasan glukosa di rumah

14. Pengetahuan tentang diabetes dan perawatan diri. Diabetes adalah penyakit kronik dan
pasien perlu menguasai pengobatan dan belajar bagaimana menyesuaikan agar tercapai
kontrol metabolik yang optimal.