Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi Lesi Endo-Perio

Simon, Glick, dan Frank mengklasifikan lesi endo perio dalam 5 kategori, yakni:
1. Primary endodontic lesion
Merupakan lesi endodontik murni yang penyebabnya bisa karena karies,
prosedur restorasi, atau traumatic injury yang dapat menyebabkan
nekrosis pulpa dan diikuti dengan adanya perubahan periapikal gigi yang
terlihat secara radiograf.
Contoh: abses apikalis kronis

2. Primary periodontal lesion


Merupakan lesi periodontal murni yang penyebabnya akibat adanya plak
dan kalkulus yang menyebabkan pembentukkan poket. Kadang kala juga
diasosiasikan dengan adanya TFO. Terjadi kerusakan tulang alveolar
disetai kegoyangan gigi.
Contoh: abses periodontal
3. Primary endodontic lesion with secondary periodontal involvement
Merupakan lesi dimana jalur masuknya terjadi secara bersamaan baik
dari pulpa (endodontik) maupun dari marginal poket (periodontal)
namun kerusakan endodontik yang terjadi lebih dominan sehingga
keparahan dari penyakit lebih terlihat dari pulpa dibandingkan dari
periodontal.
Contoh: abses dentoalveolar disertai mild periodontitis

4. Primary periodontal lesion with secondary endodontic involvement


Merupakan lesi dimana jalur masuknya terjadi secara bersamaan baik
dari pulpa (endodontik) maupun dari marginal poket (periodontal)
namun kerusakan periodontal yang terjadi lebih dominan sehingga
keparahan dari penyakit lebih terlihat dari periodontal dibandingkan dari
periodontal.
Contoh: Severe periodontitis disertai abses dini.

5. True combined lesion


Merupakan lesi yang berjalan secara bersamaan baik dari pulpa maupun
dari periodontal dan keduanya tidak ada yang lebih dominan sehingga
tidak dapat dipisahkan. Secara radiografis tampak menyambung dan
tidak dapat ditentukan batasnya dimana.
Contoh: Abses dentoalveolaris dan severe periodontitis

Referensi:
1. Hargreaves, K., Berman, L. and Cohen, S. (2016). Cohen's pathways of the
pulp. 4th ed. St. Louis, Mo: Elsevier.
2. Chandra, B., Gopikrishna, V. and Grossman, L. (2014). Grossman's
endodontic practice. Gurgaon: Wolters Kluwer (India).

Anda mungkin juga menyukai