Anda di halaman 1dari 24

TUGAS AKHIR

MODUL 2: MOTOR OTOMOTIF

1. Pada beberapa komponen utama motor terdapat tanda berupa simbol, huruf, atau tanda lain
sebagai petunjuk pada waktu melakukan perakitan komponen motor. Komponen utama apa saja
yang ada tanda pemasangannya dan apa dampaknya apabila tanda-tanda tersebut terbalik atau
tidak sesuai dengan petunjuk pemasangan seperti yang tertera pada buku pedoman reparasi?
Tugas Anda adalah mengidentifikasi komponen utama motor yang biasanya dilengkapi dengan
tanda pemasangan dan dampak yang ditimbulkan apabila tanda tersebut terbalik pada saat
perakitan komponen motor.
Jawaban :
Berikut ini adalah komponen-komponen utama motor yang biasanya dilengkapi dengan tanda
pemasangan dan dampak yang ditimbulkan apabila tanda tersebut terbalik pada saat perakita
komponen motor :
1) Rantai timing, dan gigi jantera (Timing chain and Sproket)
Dampak jika tidak tepat dengan tanda bisa mengakibatkan tumbukan antara piston dan
katup dan bisa juga mekanisme katup pembukaannya tidak sesuai dengan spesifikasi
motor.
2) Bantalan poros kam.
Lubang oli pada bantalan poros kam harus pas dengan lubang oli pada dudukan
bantalan poros kam. Dampaknya jika tidak pas maka sistem pelumas akan terganggu.
3) Batang torak, tutup bantalan batang torak dan bantalan batang torak.
Dampak yang ditimbulkan jika pemasangan tidak sesuai dengan tanda maka big end
batang torak menjadi tidak bulat sehingga dapat menyebabkan gesekan pada crank pin
poros engkol.
4) Piston.
Ada beberapa piston yang mempunyai tanda khusus contohnya pada mesin Toyota
Kijang 3K dan 4K terdapat tanda seperti gambar. Tanda tersebut harus menghadap
depan mesin. Dampak yang ditimbulkan jika pemasangannya tidak sesuai dengan
tanda/terbalik maka akan mempengaruhi offset engine, sehingga gesekan yang pada
dinding silinder liner akan besar.

5) Ring piston kompresi 1 dan 2.


Dampak jika dipasang terbalik akan menyebabkan low compression/kompresi lemah.
6) Bantalan poros engkol dan tutup (kap) bantalan poros engkol
Dampak yang ditimbulkan jika pemasangannya tidak sesuai dengan tanda akan
menyebabkan putaran poros engkol berat, dan dapat merusak permukaan crank journal
pada poros engkol.

2. Untuk menentukan kondisi komponen utama motor perlu dilakukan pengukuran pada tiap tiap
komponen motor. Kemudian hasil pengukuran komponen tersebut dibandingkan dengan
spesifikasi dalam pedoman reparasi untuk menentukan kelayakan komponen motor tersebut.
Tugas Anda adalah mempelajari prosedur pengukuran tiap-tiap komponen motor untuk
beberapa merk atau type kendaraan sekaligus mempelajari bagaimana menginterpretasi hasil
pengukuran komponen motor. Untuk itu Anda memerlukan beberapa buku pedoman reparasi
(manual book) sebagai acuan untuk menentukan kondisi komponen motor.
Jawaban :
Referensi yang digunakan : Buku manual book Toyota Series K.
1) Pengukuran kerataan kepala silinder, permukaan blok silinder dan permukaan intake
manifold ;
a) Sebelum melakukan pengukuran bersihkan terlebih dahulu bekas-bekas gasket
pada permukaan kepala silinder, blok silinder dan intake manifold.
b) Setelah dibersihkan, dengan menggunakan alat ukur straight edge dan feeler gauge
atau thickness gauge, ukurlah kerataan permukaan kepala silinder yang terpasang
atau menempel pada bagian blok silinder dan manifold. Lakukan pengukuran
kerataan permukaan kepala silinder, permukaan blok silinder, dan permukaan
intake manifold seperti pada gambar di bawah ini:
 Pemeriksaan permukaan kepala silinder.

Limit kebengkokan permukaan : 0,05 mm, Jika kebengkokan melebihi limit,


lakukan pembubutan atau ganti kepala silinder.

 Pemeriksaan permukaan intake manifold

Limit kebengkokan permukaan intake


manifold : 0,01 mm.
 Pemeriksaan kerataan permukaan blok silinder

Limit kebengkokan : 0,05 mm.


Jika kebengkokan melebihi limit,
lakukan penggerindaan
terhadap permukaan blok.

2) Pengukuran batang katup.


a) Bersihkan dan periksa katup dari kemungkinan aus, tergores dan bengkok
b) Ukur diameter batang katup dengan menggunakan mikrometer. Perhatikan gambar
dibawah ini.

Jika diameter melebihi limit maka lakukan


penggantian katup.

3) Pengukuran kelurusan poros kam.


a) Bersihkan terlebih dahulu poros kam.
b) Dengan menggunakan dial indikator lakukan pengukuran kelurusan poros kam
seperti pada gambar.

Limit : 0,06 mm

Jika melebihi limit maka


lakukan penggantian poros
kam.

4) Pengukuran celah aksial poros engkol


a) Bersihkan dahulu poros engkol dari kotoran, dan debu.
b) Dengan menggunakan dial indikator lakukan pengukuran celah aksial pada poros
engkol seperti pada gambar.

STD : 0,040 – 0,242 mm


Limit : 0,3 mm.
Jika melebihi limit ganti washer aksial.
5) Pengukuran kelonjongan poros engkol
a) Bersihkan lubang silinder dari kotoran dan debu.
b) Dengan menggunakan dial indikator, lakukan pengukuran kelonjongan poros engkol
seperti pada gambar.
Limit kelonjongan : 0,04 mm
Jika kelonjongan melebihi limit maka
lakukan penggantian poros engkol.

6) Pengukuran diameter jurnal poros engkol

Jika terlalu aus maka poros engkol harus diganti atau


digerinda/dibubut (undersize)

7) Pengukuran lubang silinder.


a) Bersihkan lubang silinder dari kotoran dan debu.
b) Dengan menggunakan alat ukur dial bore gauge, lakukan pengukuran diameter
lubang silinder seperti pada gambar.

Jika diameter lubang silinder melebihi limit lakukan


pengeboran kembali (oversize)

8) Pengukuran diameter torak/piston

Jika diameter piston kurang dari ukuran STD


maka lakukan penggantian piston/torak

3. Pada mekanisme katup, ada beberapa cara untuk menggerakkan poros nok, antara lain dengan
timing belt, timing chain, dan timing gear. Tugas Anda adalah mengidentifikasi kebaikan dan
kelemahan dari masing-masing penggerak tersebut dengan disertai alasan yang jelas.
Jawaban :
1) Timing belt
 Kebaikan timing belt
a) Lebih murah lantaran tak menggunakan bahan logam.
b) Lebih senyap (tidak berisik layaknya timing chain, dan timing gear).
c) Lebih mudah dalam penggantian.
d) Minim vibrasi (Getaran Mesin).
e) Fleksibel & bisa diposisikan sesuai keinginan Engineer.
f) Lebih ringan (bila dibandingkan timing chain ataupun timing gear).
 Kelemahan timing belt :
a) Mudah rusak bila terkena panas berlebih
b) Mudah slip dan respon putaran kruk As ke noken As nya sangat inferior bila
dibandingkan dengan 2 penggerak lainnya (banyak loss power).
c) Lebih rentan putus sehingga mengakibatkan tabrakan valve (Klep) & piston
d) Masa pakainya paling rendah bila dibandingkan 2 penggerak lainnya
e) Masa Pakai sangat Bergantung Pada Material Pembuat & Perawatannya

2) Timing chain
 Kebaikan timing chain
a) Masa pakainya lebih tahan lama/ Waktu Penggantian lebih lama.
b) Lebih kokoh dan kuat dalam penggunaan sehari – hari.
c) Mampu dipasang Pada Mesin yang Mempunyai Karakter Powerfull dan Mid-High RPM
d) Lebih Minim Loss Power Ketimbang Timing Belt
e) Minim Perawatan Berkala (Kecuali dalam Kondisi Tertentu)
 Kelemahan timing chain
a) Lebih Berat Ketimbang Timing Belt
b) Masih sering ditemui Gejala Slip, Sehingga Power tak Tersalur Merata
c) Lebih Mahal dibandingkan Timing Belt, Meski Tak Semahal Timing Gear
d) Kaku, Sehingga Rata-rata Konfigurasinya Sama
e) Lebih Sulit Dalam Hal Penggantian karena Terletak Dalam Mesin
f) Vibrasi (Getaran) di Mesin Lebih Tinggi

3) Timing Gear
 Kebaikan timing gear
a) Membuat performa mesin lebih baik.
b) Mampu merespon dengan cepat pada setiap perubahan gerak yang dihasilkan oleh
mesin.
c) Gejala slip sangat minim/ bahkan tidak bisa slip.
d) Konsumsi bahan bakar lebih irit.
e) Meminimalisir loss power.
f) Lifetime/ tidak ada interval waktu untuk penggantian timing gear.
 Kelemahan timing gear :
a) Berisik karena menggunakan gear.
b) Memerlukan pelumasan.
c) Jika rusak relative lebih mahal biaya perbaikan dan penggantian sparepart.

4. Pada saat melakukan penyetelan celah katup, mekanik perlu mengetahui katup-katup mana
yang perlu distel. Katup-katup yang dapat distel adalah katup-katup yang sedang menutup,
karena antara batang katup dengan rocker arm sedang tidak bersentuhan (ada celah). Apabila
diketahui suatu motor 3 silinder in line dengan Firing Order 1-2-3 sedang pada posisi top
kompresi silinder 1, tentukan katup-katup yang dapat distel. Tugas Anda adalah menggambar
diagram proses kerja motor dan menentukan katup-katup yang perlu distel saat top kompresi
silinder 1 dengan disertai penjelasan mengapa katup-katup tersebut dapat distel.
Jawaban :

Diketahui motor 4 tak 3 silinder dengan F.O. 1-2-3


Jadi selisih tiap kerja motor adalah 720/3 = 240°

Diagram proses kerja mesin 4 Tak 3 silinder dengan F.O. 1-2-3


Derajat Poros Engkol (°)
Silinder 540°
0° 180° 360° 720°

Silinder 1 Kompresi Usaha Buang Isap


240°
Silinder 2 Buang Isap Kompresi Usaha Buang
480°
Silinder 3 Usaha Buang Isap Kompresi Usaha

Berdasarkan diagram proses kerja diatas, penyetelan katup pada posisi top kompresi silinder 1
adalah :
 Silinder 1 yang dapat distel adalah katup Intake (IN) dan katup exhaust (EX), karena pada
silinder 1 sedang pada posisi top kompresi dimana kedua katup dalam keadaan tertutup.
 Silinder 2 yang dapat distel adalah katup Exhaust (EX), karena pada silinder 2 sedang
melakukan langkah isap dimana katup isap terbuka dan katup buang tertutup.
 Silinder 3 yang dapat distel adalah katup Intake (IN), karena pada silinder 3 sedang
melakukan langkah buang dimana katup isap tertutup dan katup buang terbuka.

5. Pada sistem bahan bakar konvensional motor bensin, peran karburator sangat vital karena
komponen tersebut berfungsi untuk mengatur kebutuhan bahan bakar sesuai putaran dan beban
mesin dan menghasilkan emisi gas buang serendah mungkin. Untuk keperluan tersebut maka
karburator dilengkapi dengan komponen-komponen dan sistem-sistem untuk mengatur suplai
bahan bakar ke dalam silinder. Tugas Anda adalah mempelajari fungsi komponen-komponen
karburator dan cara kerja sistem-sistem yang ada pada karburator baik sistem utama
maupun sistem tambahan.
Jawaban :
1) Fungsi Komponen-komponen karburator :

a) Inlet hose
Inlet hose adalah selang masuk atau selang yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya
bensin dari ujung selang bensin. Dari selang inilah bensin masuk ke karburator mobil.
b) Jarum Pelampung
Jarum pelampung juga bisa disebut sebagai katup bensin, karena fungsi jarum pelampung
adalah untuk membuka dan menutup inlet hose.
c) Pelampung
Pelampung adalah sebuah komponen terbuat plastik yang mengapung pada benda cair.
Fungsi pelampung adalah untuk mengontrol posisi jarum pelampung sesuai volume bensin
didalam ruang pelampung dan juga untuk mempertahankan agar level bahan bakar tetap
stabil.
d) Ruang Pelampung
Ruang ini, berfungsi sebagai ruang transit, Karena disinlah tempat bensin ditampung untuk
disalurkan kedalam. Fungsi ruang penampung ini hanya menampung bensin dari saluran
bahan bakar dengan tekanan sama dengan tekanan atmosfer.
e) Air Vent
Saluran ventilasi ini akan menghubungkan ruang pelampung dengan udara luar, tujuannya
yakni untuk menjaga tekanan didalam ruang pelampung agar tetap stabil sesuai tekanan
udara luar. Dengan demikian, volume bensin yang keluar ke venturi menjadi lebih ideal.
f) Main Jet
Main jet atau yang disebut juga main noozle/jarum skep adalah saluran utama yang
menghubungkan ruang pelampung dengan venturi, bensin akan keluar melalui main jet
dengan volume yang ideal. Main jet berfungsi untuk mengatur besar kecil bahan bakar
kendaraan yang akan dicampurkan dengan udara bersih. Selain itu main juga Main jet
berfungsi untuk mengatur volume bahan bakar yang mengalir dari ruang pelampung menuju
ruang bakar melalui idle port, slow port, dan nozzle utama.
g) Slow Jet
Komponen karburator ini berfungsi untuk mensuplay antara bahan bakar kendaraan dan
udara bersih pada saat kendaraan dalam kondisi idle. Slow jet juga berfungsi untuk mengatur
volume bahan bakar yang menuju idle port dan slow port.
h) Economizer Jet
Economizer jet berfungsi membuat bensin lebih homogen atau bercampur lebih baik dengan
udara.
i) Idle Jet
fungsi Idle jet adalah untuk mengalirkan udara dari filter udara menuju langsung ke dalam
intake manifold (tanpa melewati katup gas). Artinya idle jet akan berperan dalam pengaturan
idle RPM mesin.
j) Katup Gas
Fungsi katup gas adalah mengatur besar dan kecilnya campuran udara yang masuka ke
dalam ruang bakar.
k) Venturi
Venturi berfungsi untuk mempertinggi kecepatan aliran udara.
l) Choke
Berfungsi untuk menambah campuran bahan bakar sehingga dapat dengan mudah
menghidupkan kendaraan dengan cara menutup udara luar yang masuk ke karburator
sehingga gas menjadi kaya, digunakan pada waktu start.
m) Screw Control
Ada dua buah sekrup pengatur pada karburator mobil yakni idle speed air screw dan idle
mixture air screw. Speed air screw berfungsi mengatur sudut buka katup gas pada posisi
pedal release. Sementara idle mixture screw akan mengatur besar kecilnya saluran idle jet.
Pengaturan ini akan mempengaruhi tingkat campuran bahan bakar dan udara ketika mesin
idle apakah kaya atau miskin.

2) Cara kerja sistem – sistem yang ada pada karburator


a) Sistem utama pada karburator
 Sistem Pelampung
Sistem pelampung diperlukan untuk menjaga agar permukaan bahan bakar pada ruang
pelampung selalu konstan.
 Sistem Stasioner dan Kecepatan lambat
Pada saat mesin berputar stasioner, bahan bakar mengalir dari ruang pelampung
melalui primary main jet, kemudian ke slow jet, economizer jet, dan akhirnya ke ruang
bakar melalui idle port. Kemudian pada saat pedal gas ditekan sedikit, maka katup gas
akan membuka lebih lebar sehingga aliran bahan bakar dari ruang pelampung tersebut
masuk ke ruang bakar selain melalui idle port juga melalui slow port.
 Sistem kecepatan Tinggi Primer
Pada saat pedal gas dibuka lebih lebar, aliran bahan bakar dari ruang pelampung
langsung menuju primary main nozle (nosel utama primer). Sementara dari idel port
dan slow port tidak lagi mengeluarkan bahan bakar karena kevakuman pada idel port
dan slow port lebih rendah dari pada di daerah primary main nozle.
 Sistem Kecepatan Tinggi Sekunder
Pada saat pedal gas dibuka penuh, maka katup gas sekunder (secondary throttle
valve) terbuka sehingga bahan bakar keluar selain dari nosel utama primer juga melalui
nosel utama sekunder. Dengan demikian jumlah bahan bakar yang masuk lebih
banyak lagi, karena dari kedua nosel mengeluarkan bahan bakar.
 Sistem Tenaga
Sistem tenaga berfungsi untuk menambah bahan bakar pada saat putaran tinggi, yaitu
saat katup throttle membuka lebih besar.
Apabila katup gas hanya terbuka sedikit, kevakuman pada intake manifold besar,
sehingga power piston akan terhisap pada posisi atas. Hal tersebut akan menyebabkan
power spring (B) menekan power valve sehingga power valve tertutup.
Apabila katup gas dibuka lebih lebar, maka kevakuman pada intake manifold akan
berkurang sehingga kevakuman tersebut tidak mampu melawan tegangan pegas
power valve (spring A). Akibatnya power piston akan menekan power valve sehingga
saluran power jet terbuka. Pada keadaan seperti ini bahan bakar disuplai dari primary
main jet dan power jet.

Gambar. power valve pada sistem tenaga

 Sistem Percepatan
Pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba, katup gas akan membuka secara tiba-tipa
pula, sehingga aliran udara akan menjadi lebih cepat. Sementara bahan bakar
mengalir lebih lambat karena berat jenis bahan bakar lebih rendah dari pada udara
sehingga campuran menjadi kurus. Padahal pada keadaan tersebut dibutuhkan
campuran yang kaya. Untuk itu pada karburator dilengkapi dengan sistem percepatan.
Pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba, plunger pompa akan bergerak turun
menekan bahan bakar yang ada di ruangan di bawah plunger pompa. Akibatnya bahan
bakar akan mendorong outlet steel ball dan discharge weight, sehingga bahan bakar
keluar melalui pump jet menuju ruang bakar.
Setelah melakukan penekanan, plunger pompa kembali ke posisi semula karena
adanya pegas yang ada di bawah plunger pompa. Akibatnya bahan bakar yang ada di
ruang pelampung terhisap melalui inlet steel ball.
 Sistem Cuk
Pada saat mesin dingin, bahan bakar tidak akan menguap dengan baik dan sebagian
campuran udara dan bahan bakar yang mengalir akan mengembun pada dinding
intake manifold karena intake manifold dalam keadaan dingin. Keadaan tersebut akan
mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi kurus sehingga mesin sukar
hidup. Sistem cuk membuat campuran udara dan bahan bakar menjadi kaya (1:1) yang
disalurkan ke dalam silinder apabila mesin masih dingin.
b) Sistem tambahan pada karburator
 Mekanisme Idel Cepat
Mekanisme idel cepat diperlukan untuk menaikkan putaran idel pada saat mesin masih
dingin dan katup cuk dalam keadaan menutup.
 Hot Idel Compensator (HIC)
Pada saat temperatur mesin naik, maka bimetal membuka thermostatic valve,
sehingga udara dari air horn mengalir ke dalam intake manifold melalui saluran udara
dalam flange sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi normal kembali.
Katup thermostatic mulai membuka apabila temperatur di sekeliling elemen bimetal
telah mencapai 55˚ C dan akan membuka penuh pada temperatur 75˚ C.
 Anti Dieseling
Dieseling adalah berputarnya mesin setelah kunci kontak dimatikan. Adapun cara kerja
anti dieseling adalah sebagai berikut:
Apabila kunci kontak di ON kan, maka arus akan mengalir dari baterai ke solenoid
sehingga selonoid akan menjadi magnit. Akibatnya katup tertarik sehingga saluran
pada economiser jet terbuka dan bahan bakar dapat mengalir ke idle port. Setelah
kunci kontak dimatikan, arus yang ke solenoid tidak ada sehingga kemagnitannya
hilang. Akibatnya katup solenoid turun ke bawah karena adanya pegas sehingga
saluran pada economiser jet tertutup. Dengan demikian tidak akan terjadi dieseling
karena bahan bakar tidak dapat mengalir ke idle port.
 Choke Opener
Pada choke opener dilengkapi dengan TVSV (Thermostatic Vacuum Switching Valve),
yaitu sebuah katup yang bekerjanya tergantung dengan panas. Apabila suhu motor
masih dingin (di bawah 68º C), katup akan mengkerut dan jika suhu motor telah panas,
maka katup akan mengembang. Fungsi katup tersebut adalah membuka dan menutup
saluran vacuum yang berasal dari choke opener menuju intake manifold.
 Ckocke Breaker
Kelengkapan ini akan membuka katup cuk perlahan-lahan setelah motor hidup.
Membukanya katup cuk karena adanya gerakan batang yang dihubungkan dengan
membran pada choke breaker, dan bergeraknya membran tersebut karena kevakuman
pada intake manifold.
 Altitude Compensator
Sistem ini berfungsi untuk menambah udara pada saat kendaraan berjalan di dataran
tinggi. Adapun pengaturan udara masuk tersebut diatur oleh katup yang kerjanya
dikendalikan oleh aneroid bellows. Pada saat kendaraan berjalan di dataran tinggi,
maka aneroid bellows akan mengembang sehingga katup akan terdorong ke kiri
membuka saluran udara. Dengan demikian udara yang masuk ke dalam ruang bakar
disamping lewat jalur utama, juga melalui jalur alternatif yang dikendalikan oleh aneroid
bellows tersebut.

 Dashpot
Fungsi dashpot adalah untuk memperlambat penutupan katup throttle dari putaran
tinggi, sehingga tidak akan menambah emisi gas buang. Adapun cara kerjanya adalah
sebagai berikut:
 Selama pengendaraan berjalan normal, tidak ada vakum pada TP port, sehingga
pegas dalam TP port menekan diafragma ke kiri menggerakkan TP adjusting screw
ke kiri.
 Selama perlambatan, tuas pengait pada katup throttle menyentuh adjusting screw,
mencegah katup throttle menutup penuh. Kemudian vakum dari TP port bekerja
pada diafragma melalui jet memungkinkan katup throttle berangsur-angsur
menutup.
 Deceleration Fuel Cut-Off System
Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm atau lebih, Emission Control Computer
akan menghubungkan arus solenoid ke masa melalui vacuum switch. Pada saat ini
vacuum switch pada posisi ON karena vacuum pada TP port lebih kecil dari 400
mmHg.
Apabila pada putaran mesin di atas 2000 rpm, kemudian pedal gas tiba-tiba dilepas
(deselerasi) maka vacuum pada TP port akan lebih besar dari 400 mmHg, vacuum
switch akan OFF dan solenoid valve tidak mendapat masa sehingga solenoid valve
menutup saluran bahan bakar yang ke slow port.
Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm , maka solenoid valve akan mendapat
masa dari emission control computer kembali sehingga saluran bahan bakar yang ke
slow port dan idle port terbuka dan bahan bakar akan mengalir kembali. Hal tersebut
untuk mencegah mesin mati dan mempertahankan agar mesin dapat hidup pada
putaran idle.
6. Pada motor bensin multi silinder dengan menggunakan sistem bahan bakar konvensional
seringkali timbul permasalahan yang disebabkan gangguan pada sistem bahan bakar. Apabila
sistem pengapiannya dalam kondisi normal, tetapi timbul gejala mesin tidak normal,
kemungkinan apa saja yang menyebabkannya? Tugas Anda adalah mengidentifikasi
kemungkinan gejala atau gangguan apa saja yang dapat terjadi dan mendiagnosis
beberapa kemungkinan penyebabnya.
Jawaban :
Gejala atau gangguan yang terjadi pada sistem bahan bakar
1) Tenaga motor kurang
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Karburator mampat/sumbat
b) Pompa bahan bakar rusak
c) Saringan bahan bakar mampat
d) Kabel choke rusak
e) Pelampung salah setel
f) Pipa bahan bakar mampat
g) Lobang keluar tangki bahan bakar mampat
h) Sambungan sistim bahan bakar longgar
2) Kecepatan tiba-tiba berkurang waktu jalan cepat
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Setelan pelampung terlampau rendah
b) Sirkuit utama (main jet) dalam karburator mampat
c) Pompa bahan bakar kurang bekerja
3) Reaksi mesin kurang cepat waktu gas diinjak untuk menambah kecepatan
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Pelampung terlalu tinggi atau terlalu rendah
b) Karburator mampat
c) Saringan udara kotor atau mampat.
4) Waktu mesin jalan kosong (langsam/idle) tidak stabil
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Setelan langsam di karburator terganggu.
b) Karburator ada yang mampat
c) Pelampung kurang setel
d) Saringan udara kotor
e) Ada udara luar yang masuk karena sambungan longgar.
f) Pakking karburator rusak
5) Pemakaian bahan bakar boros
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Pelampung terlalu tinggi
b) Bahan bakar bocor dari tangki, pipa atau dari karburator
c) Gerak kembali klep choke tidak baik
d) Setelam sekrup pilot tidak baik
e) Udara kedalam karburator mampat
f) Saringan udara kotor
6) Bahan bakar banjir dari karburator
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Klep pelampung aus atau kotor karena benda asing
b) Pelampung terlalu tinggi
c) Pelampung pecah dan masuk bahan bakar
d) Gasket rusak
e) Sekrup ruang apung longgar
f) Tekanan pompa bahan bakar terlampau besar.

7. Pada motor diesel terdapat beberapa komponen dan sistem-sistem yang berkaitan dengan
sistem bahan bakar. Apabila suatu motor diesel yang masih menggunakan sistem bahan bakar
konvensional, komponen dan sistem apa saja yang ada? Tugas Anda adalah mengidentifikasi
komponen dan sistem-sistem yang ada dan menjelaskan cara kerjanya apabila sistem
bahan bakar motor diesel menggunakan:
1. Pompa injeksi IN LINE
2. Pompa injeksi distributor type VE
Jawaban :
1) Sistem bahan bakar dengan menggunakan pompa injeksi IN LINE

Gambar. Sistem bahan bakar motor diesel dengan pompa injeksi in line

Aliran bahan bakar pada sistem bahan bakar motor diesel dengan pompa injeksi in
line dapat dilihat sebagai berikut: Bahan bakar yang ada di dalam tanki (fuel tank) dihisap
oleh feed pump, kemudian dialirkan ke water sedimenter – fuel filter – unit elemen pompa –
injektor (injection nozzle) sesuai F.O. (firing order). Bahan bakar yang keluar dari elemen
pompa injeksi sudah bertekanan tinggi kemudian dialirkan ke pengabut untuk dimasukkan
ke dalam ruang bakar. Kebutuhan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder tergantung
putaran dan beban mesin, sehingga ada sebagian bahan bakar yang tidak diperlukan.
Untuk itu diperluakan saluran pengembali (over flow/fuel return line) untuk memberi
kesempatan bahan bakar yang tidak diperlukan kembali ke tanki lagi.

Komponen pompa injeksi in line terdiri atas :


a. Elemen pompa injeksi
Elemen pompa injeksi pada pompa injeksi in line terdiri atas: plunger dan barrel
(cylinder). Pada plunger terdapat control groove atau control helix yang berfungsi untuk
mengatur banyak sedikitnya bahan bakar yang diinjeksikan. Pada cylinder terdapat
feed hole sebagai saluran masuk bahan bakar dan coakan untuk mengunci supaya
barrel tidak bisa berputar.
Bagian atas plunger (lead) terdapat suatu alur yang dinamakan dengan helical
groove atau control groove. Fungsi helical groove tersebut untuk mengatur banyaknya
jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan ke dalam ruang bakar.

Gambar. Elemen pompa injeksi

b. Governor
Governor pada motor diesel berfungsi untuk mengatur putaran sesuai beban
mesin. Secara rinci fungsi governor pada motor diesel dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Memudahkan mesin saat start dengan memperbanyak suplai bahan bakar.
b) Mencegah overspeed
c) Membatasi putaran mesin saat idle
d) Membatasi putaran mesin maksimum
Control rack tidak digerakkan langsung oleh pedal gas, tetapi dihubungkan
melalui mekanisme governor. Dengan demikian setiap gerakan pedal gas hanya akan
mempengaruhi pembukaan katup throttle. Semakin dalam pedal gas diinjak, semakin
lebar katup throttle membuka. Apabila pedal gas dilepas, kevakuman yang ada venturi
semakin besar, sebaliknya apabila pedal gas ditekan maka kevakuman di venturi
semakin kecil. Selanjutnya kevakuman yang terjadi di venturi dihubungkan ke ruang
vakum (vacuum chamber) pada governor melalui selang vakum. Besar kecilnya
kevakuman yang terjadi di ruang vakum akan mempengaruhi gerakan membran
(diaphragm).
c. Automatic timer
Pada motor diesel, automatic timer berfungsi untuk memajukan saat injeksi
pada putaran tinggi. line. Automatic timer bekerja karena adanya gaya centrifugal, yaitu
gaya yang cenderung meninggalkan titik pusat. Gaya centrifugal tergantung putaran
mesin, semakin tinggi putaran mesin maka gaya centrifugal yang terjadi semakin
besar. Dengan demikian bekerjanya automatic timer secara otomatis selaras dengan
perubahan putaran mesin.

Gambar. Automatic timer

2) Sistem bahan bakar dengan menggunakan pompa injeksi distributor type VE

Gambar. Sistem Bahan Bakar Motor Diesel dengan Pompa Injeksi Ditributor Type VE

Pada sistem bahan bakar motor diesel dengan pompa injeksi distributor type VE,
bahan bakar yang ada di dalam tanki (fuel tank) dihisap oleh feed pump melalui water
sedimenter dan fuel filter masuk ke dalam rumah pompa memenuhi seluruh ruangan yang
ada di dalam pompa. Tekanan bahan bakar di dalam rumah pompa (inner pressure) diatur
oleh pressure regulator. Selanjutnya bahan bakar yang sudah memenuhi ruangan dalam
rumah pompa mengalir melalui fuel cut off solenoid menuju pump plunger. Bahan bakar
yang sudah masuk ke dalam pump plunger dinaikkan tekanannya sekaligus didistribusikan
ke masing-masing pengabut sesuai F.O. (firing order).

Komponen pada pompa injeksi distributor type VE :


a. Pump plunger dan kelengkapannya
Rangkaian penggerak plunger terdiri atas: drive shaft, roller ring, coupling, cam
plate, dan plunger. Apabila drive shaft berputar, maka coupling, cam plate, dan plunger
ikut berputar. Sementara roller ring tidak berputar (diam). Pada roller ring terdapat roller
yang jumlahnya sesuai dengan jumlah silinder mesin, sedangkan pada cam plate
terdapat cam yang jumlahnya juga sama dengan jumlah silinder. Pada saat cam
bertemu roller maka plunger akan bergerak ke kanan dan ke kiri. Dengan demikian
gerakan plunger disamping berputar, juga bergerak translasi. Gerakan plunger ke
kanan dan ke kiri (translasi) melakukan pengisapan dan penekanan bahan bakar,
sedang gerak putar plunger untuk mendistribusikan bahan bakar yang telah bertekanan
ke masing-masing injektor.
b. Feed pump
Feed pump berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tanki menuju ruang
dalam pompa. Pada gambar berikut nampak gambar feed pump jenis vane pump, yaitu
jenis pompa yang dilengkapi dengan sudu-sudu (blade) yang terletak pada rotor.
Antara rotor dan rumah pompa dipasang tidak sepusat (eccentric), sehingga
memungkinkan sudu-sudu keluar dari rumah rotor karena gaya sentrifugal.
c. Termination
Bila plunger bergerak ke kanan lebih lanjut, dua spill port pada plunger terbuka
dari spill ring dan bahan bakar bertekanan rendah tertekan ke belakang masuk ke
rumah pompa melalui spill port. Tekanan bahan bakar tiba-tiba akan turun dan
injeksipun berakhir.
d. Pressure Equalization (Penyamaan Tekanan)
Apabila plunger berputar 180° setelah pengiriman bahan bakar, alur
penyamaan tekanan (pressure equalizing groove) segaris dengan saluran distribusi
(distribution passage) sehingga tekanan bahan bakar di dalam saluran dan ruang
pompa menjadi sama. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya perbedaan
pengiriman bahan bakar ke setiap silinder.
e. Fuel cut solenoid
Sesuai dengan namanya, fuel cut solenoid berfungsi untuk membuka dan
menutup saluran bahan bakar yang berasal dari ruang dalam pompa menuju pump
plunger. Unit fuel cut solenoid terdiri atas; kumparan, pegas, dan katup. Apabila
kumparan tersebut dialiri arus, maka kumparan akan menjadi magnet sehingga katup
akan tertarik ke atas. Akibatnya saluran terbuka sehingga bahan bakar yang ada di
ruangan dalam pompa mengalir menuju suction port yang ada di pump plunger.
f. Pump plunger dan spill ring
Pada pump plunger terdapat lubang-lubang antara lain; distribution port
(lubang distribusi) dan suction port (lubang pengisian). Jumlah lubang pengisian sama
dengan jumlah silinder, sedang jumlah distribution port hanya satu. Komponen lain
yang selalu berkaitan dengan pump plunger adalah spill ring. Posisi spill ring terhadap
pump plunger akan mempengaruhi banyak sedikitnya bahan bakar yang disalurkan ke
injektor.
Apabila sipll ring bergerak ke kiri, maka akan memperkecil langkah efektif (L),
sehingga bahan bakar yang diinjeksikan semakin sedikit. Sebaliknya jika spill ring
digeser ke kanan, maka akan memperbesar langkah efektif (L), sehingga bahan bakar
yang diinjeksikan semakin banyak. Mekanisme yang menggerakkan spill ring adalah
pedal gas melalui governor.
Apabila pedal gas ditekan, maka spill ring akan bergerak ke kanan sehingga
langkah efektif semakin besar. Sebaliknya apabila pedal gas dilepas, maka spill ring
bergerak ke kiri sehingga langkah efektif semakin kecil.

Gambar. Langkah efektif / pergerakan spill ring

g. Mechanical governor
Pada sistem bahan konvensional motor diesel, governor berfungsi untuk
mengatur putaran sesuai dengan beban mesin.
Adapun cara kerja governor dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Saat starting
Apabila pedal gas ditekan, adjusting lever akan bergerak ke arah posisi
terbuka penuh. Tension lever tertarik oleh control spring sehingga tension lever
menyentuh stoper atas. Pada saat mesin berhenti, bandul-bandul (flyweight) tidak
bergerak dan control lever menekan governor sleeve dengan tegangan ringan dari
start spring, jadi flyweight dalam keadaan menutup penuh. Pada kondisi tersebut,
control lever pada titik tumpu A berputar berlawanan arah jarum jam dan
menggerakkan spill ring ke arah posisi start.
b) Saat idling
Setelah mesin hidup dan pedal gas dilepas, adjusting lever kembali ke posisi
idle. Pada posisi ini hampir tidak ada tegangan control spring pada adjusting lever
sehingga pada rpm rendah flyweight mengembang ke arah luar. Idle spring dan
damper spring menjadi mengkerut oleh dorongan governor sleeve, sedangkan
control lever dan tension lever bergerak ke kanan. Dengan demikian control lever
berputar searah jarum jam pada titik tumpu A memposisikan spill ring pada posisi
idle.
c) Saat kecepatan maksimum
Apabila putaran mesin bertambah, dorongan flyweight menjadi lebih besar
dibanding tegangan control spring. Tension lever dan control lever akan menyatu
dan berputar searah jarum jam pada titik tumpu A. Dengan demikian spill ring
bergerak ke arah pengurangan bahan bakar untuk mencegah engine overrun.

d) Saat beban penuh


Apabila pedal gas ditekan, adjusting lever bergerak ke posisi full dan
tegangan control spring menjadi lebih besar, damper spring mengkerut penuh dan
tidak bekerja. Tension lever akan menyentuh stoper atas dan tetap tidak bergerak.
Selanjutnya control lever didorong oleh governor sleeve, control lever
berhubungan dengan tension lever sehingga spill ring mempertahankan pada
posisi full load.
h. Automatic timer
Automatic timer pada sistem bahan bakar motor diesel berperan sebagai
sarana untuk memajukan saat injeksi pada putaran tinggi.
Apabila tekanan bahan bakar dalam ruang pompa masih di bawah tekanan
timer spring, maka timer piston pada posisi paling kanan. Pada saat putaran mesin
dinaikkan, maka tekanan bahan bakar dalam ruang pompa bertambah sehingga
mampu menggerakkan timer piston ke kiri melawan tekanan timer spring. Pada kondisi
ini slide pin menggerakkan roller ring searah jarum jam atau berlawanan dengan
putaran cam plate. Akibatnya bertemunya cam pada cam plate dengan roller ring lebih
cepat, sehingga saat injeksi lebih maju.
Apabila putaran mesin diturunkan, maka tekanan bahan bakar dalam ruang
pompa juga turun sehingga tekanan timer spring lebih besar dibanding tekanan bahan
bakar dalam ruang pompa. Akibatnya timer piston bergerak ke kanan dan berakibat
slide pin menggerakkan roller ring berlawanan jarum jam atau searah dengan putaran
cam plate sehingga timing injeksi menjadi mundur.

8. Pada motor diesel sering terjadi gangguan antara lain knocking, asap tebal, kurang tenaga dan
sebagainya. Tugas Anda adalah mengidentifikasi gangguan-gangguan yang mungkin
timbul dan mendiagnosis kemungkinan penyebabnya. Untuk membatasi ruang lingkup
permasalahan yang mungkin terjadi, hal-hal yang penyebab gangguan tersebut dibatasi khusus
untuk motor diesel dengan sistem bahan bakar konvensional.
Jawaban :
Gangguang Yang Mungkin Timbul Pada Mesin Diesel Dan Cara Mengatasinya
3) Sistem injeksi bahan bakar tidak berfungsi dengan baik

Kemungkinan Penyebab Kerusakan /


Cara Mengatasi
Gangguan
 Keraskan mur pengikat pipa tekanan tinggi /
a) Bahan bakar bocor dari pipa tekanan tinggi
ganti dengan pipa tekanan yang baru
b) Nozzle rusak  Ganti dengan nozzle yang baru
 Keluarkan udara dari saluran bahan bakar
c) Ada udara pada saluran bahan bakar
dengan cara memompakan priming pump
d) Saat penginjeksian bahan bakar terlambat  Setel pada penginjeksian bahan bakar
e) Control rack tidak berfungsi  Perbaiki mekanisme control rack
f) Automatic timer tidak tepat  Setel automatic timer

4) Gangguan pada saluran sistem bahan bakar

Kemungkinan Penyebab Kerusakan /


Cara Mengatasi
Gangguan
 Bongkar pompa pemindah dan bersihkan
a) Saringan pada pompa pemindah tersumbat
saringannya
b) Saringan bahan bakar tersumbat  Ganti elemen saringan bahan bakar
c) Tangki bahan bakar kotor  Bersihkan tangki bahan bakar
d) Kemampuan pompa pemindah yang sangat
 Perbaiki / ganti
rendah
 Setel saat penginjeksian dengan cara
e) Injeksi bahan bakar tidak tepat
menggeserkan pompa injeksi
f) Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke
 Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
silinder tidak sama
g) Governor kurang baik  Setel pompa injeksi pada test bench
h) Ada angin pada saluran bahan bakar  Bleeding
 Keraskan mur pengikat pipa tekanan tinggi /
i) Bahan bakar bocor pada pipa tekanan tinggi
ganti pipa tekanan tinggi

5) Engine knocking / detonasi

Kemungkinan Penyebab Kerusakan /


Cara Mengatasi
Gangguan
 Overhaul nozzle, bersihkan komponen-
a) Atomisasi nozzle kurang baik / tekanan
komponen dan ganti jika rusak, kemudian stel
penginjeksian tidak tepat
tekanan nozzle sesuai spesifikasi
b) Bahan bakar tidak tepat (angka cetane
 Ganti dengan bahan bakar yang sesuai
rendah)
c) Saat injeksi bahan bakar terlalu cepat  Setel pemasangan pompa terhadap mesin
d) Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke
 Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
dalam silinder tidak rata
6) Putaran mesin kasar, khususnya pada putaran idle

Kemungkinan Penyebab Kerusakan /


Cara Mengatasi
Gangguan
a) Jam bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam
 Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
silinder tidak sama
b) Control rack tidak berfungsi  Bongkar control rack dan setel mekanismenya
c) Idling spring capsule setelannya kurang baik  Setel
d) Diafragma governor tidak berfungsi  Periksa dan ganti jika rusak
e) Atomisai Nozzle kurang baik / tidak tepat  Stel nozzle dan ganti jika rusak

7) Mesin susah dihidupkan

Kemungkinan Penyebab Kerusakan /


Cara Mengatasi
Gangguan
a) Bahan bakar tidak sampai ke pompa injeksi /  Periksa saluran bahan bakar dan perbaiki jika
bocor bocor
b) Saluran bahan bakar tersumbat oleh udara  Bleeding
c) Saringan bahan bakar dan saluran bahan  Bersihkan / ganti saringan bahan bakar dan
bakar tersumbat saluran bahan bakar
d) Kemampuan pompa pemindah menurun /
 Perbaiki / ganti pompa pemindah
tidak sesuai spesifikasi
e) Pipa tekanan tinggi lepas, longgar / pecah  Kerusakan mur / ganti
f) Control rack tidak mencapai posisi tempat  Perbaiki control rack dan perbaiki pula
bahan bakar yang diinjeksikan mekanismenya
g) Delivery valve rusak  Ganti
h) Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan
terlalu sedikit, karena pompa pemindah  Perbaiki / Ganti pompa pemindah
rusak
i) Tekanan penginjeksian bahan bakar terlalu
 Setel / kalibrasi nozzle sesuai spesifikasi
rendah
j) Saat penginjeksian bahan bakar terlalu
 Setel saat penginjeksian
rendah
k) Governor / full load capsule setelannya
 Setel pompa injeksi pada test bench
kurang baik

8) Mesin asapnya banyak, tetapi mesin tidak mau menyala


Kemungkinan Penyebab Kerusakan /
Cara Mengatasi
Gangguan
a) Saat penginjeksian bahan bakar terlambat  Setel saat penginjeksian
b) Timer lock nut longgar atau lepas  Kerusakan mur pengunci timer
c) Atomisasi bahan bakar tidak baik  dan setel nozzle / ganti
d) Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle
 Bersihkan nozzle / ganti jika rusak
needle
e) Angka cetane terlalu rendah  Ganti jenis bahan bakar
f) Bahan bakar tercampur air  Ganti bahan bakar
9) Selama mesin di starter mengeluarkan banyak asap

Kemungkinan Penyebab kerusakan Cara Mengatasi


a) Timer injektor timing terlalu cepat / lambat  Bongkar automatic timer dan setel
 Periksa pemasangan pompa injeksi dan
b) Pemasangan pompa injeksi terhadap saat
tempatkan saat penginjeksian (sesuai
penginjeksian tidak tepat
spesifikasi)
c) Atomisasi bahan bakar kurang baik  Perbaiki dan ganti nozzle
d) Nozzle rusak  Ganti Nozzle
e) Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle
 Bersihkan dan ganti jika rusak
needle
 Setel posisi control pinion dan keraskan
f) Sekrup control pinion clamp lepas / longgar
sekrupnya
g) Delivery value rusak  Ganti
h) Delivery value spring putus  Ganti pegas
i) Setelan full load capsule tidak baik  Setel full load capsule
 Perbaiki / ganti mekanisme governor
j) Pneumatic governor link / stopper aus
pneumatic

10) Selama mesin hidup banyak mengeluarkan asap

Kemungkinan Penyebab kerusakan Cara Mengatasi


a) Saat penginjeksian bahan bakar terlalu  Tepatkan saat penginjeksian sesuai
cepat spesifikasi
b) Bahan bakar bercampur air  Ganti bahan bakar
c) Cincin torak dan dinding silinder bocor
 Ganti cincin torak dan perbaiki dinding
sehingga minyak pelumas naik ke ruang
silindernya
bahan bakar
d) Oli silinder katup bocor, sehingga minyak
 Ganti
pelumas masuk ke ruang bakar
e) Bahan bakar yang diinjeksikan terlalu
 Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
banyak
f) Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke
 Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
dalam silinder tidak sama
g) Udara yang masuk kedalam silinder terlalu
 Bersihkan saringan / ganti
sedikit karena saringan udaranya tersumbat
 Periksa permukaan oli dan sesuaikan
h) Oli mesin terpompa ke atas
jumlahnya

9. Fungsi sistem pelumasan baik pada motor bensin maupun pada motor diesel adalah untuk
mencegah kontak langsung antara dua bagian mesin yang saling bergesekan/bersinggungan.
Tugas Anda adalah mempelajari cara kerja sistem pelumasan basah dan mengidentifikasi
kemungkinan gangguan mesin khususnya pada sistem pelumasan serta mendiagnosis
kemungkinan penyebabnya.
Jawaban :
 Cara kerja sistem pelumasan basah.
Pada gambar berikut ditunjukkan sistem pelumasan mesin type basah (wet sump type).
Terdapat dua komponen utama dalam sistem pelumasan tersebut yaitu: pompa oli (oil pump)
dan saringan oli (oil filter). Pompa oli berfungsi untuk mengisap oli dari ruang engkol (oil pan)
menuju ke seluruh komponen yang saling bergesekan. Komponen yang kedua yaitu saringan oli
berfungsi untuk menyaring oli sebelum digunakan untuk melumasi komponen mesin.
Gambar . Sistem pelumasan mesin
Pada pompa oli terdapat relief valve yang berfungsi untuk membatasi tekanan pelumasan.
Pembatasan tekanan pelumasan tersebut bertujuan untuk memberi kesempatan terbentuknya oil
film diantara dua bagian yang saling bergesekan dengan sempurna. Pada saringan oli terdapat
bypass valve yang berfungsi untuk memberi kesempatan oli tetap bersirkulasi jika elemen
saringan oli kotor/buntu. Dengan demikian bypass valve merupakan katup pengaman jika
elemen saringan oli kotor/buntu karena lama tidak diganti. Jadi apabila elemen saringan oli
buntu, maka oli akan mengalir melalui bypass valve kemudian langsung menuju komponen
mesin yang saling bergesekan tanpa melalui elemen oil filter.

 Identifikasi gangguan pada sistem pelumas dan penyebabnya


1) Lampu indikator minyak pelumas mati saat kunci kontak ON.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Bola lampu indikator putus
b) Sekring putus
c) Sakelar tekanan minyak rusak
d) Hubungan terputus antara lampu dan kunci kontak
e) Hubungan terputus antara lampu dan sakelar tekanan.
2) Lampu indikator minyak pelumas tetap menyala setelah mesin hidup.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Kapasitas minyak pelumas dari karter kurang.
b) Tekanan minyak terlalu rendah
c) Sakelar tekanan minyak rusak
d) Pompa oli sudah sudah aus/rusak
3) Mesin Tidak dapat distarter,tetapi tekanan oli tetap atau tidak ada tekanan
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Minyak pelumas terlalu rendah.
b) Komponen-Komponen pompa
c) Saringan oli tersumbat
d) Katup pengatur tekanan oli rusak
e) Alat pengukur tekanan oli rusak
f) Minyak pelumas terlalu sedikit
g) Paking atau sil yang berhubungan dengan saluran minyak pelumas bocor
4) Penggunaan minyak pelumas boros
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Paking atau sil yang berhubungan dengan saluran minyak pelumas bocor.
b) Tingkat keausan pada komponen-komponen motor yang sudah diambang batas.
c) Ring piston yang sudah lemah.
5) Tekanan minyak pelumas rendah.
Kemungkinan penyebabnya adalah :
a) Level oli pada karter terlalu rendah.
b) Bantalan pada engine yang sudah terlalu aus
c) Pompa oli rusak
d) Oli terlalu encer.

10. Fungsi sistem pendinginan baik pada motor bensin maupun pada motor diesel adalah untuk
mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada
berbagai kondisi. Tugas Anda adalah mempelajari cara kerja sistem pendinginan dan
mengidentifikasi kemungkinan gangguan mesin khusunya pada sistem pendinginan serta
mendiagnosis kemungkinan penyebabnya.
Jawaban :
 Cara kerja sistem pendinginan air menggunakan sirkulasi dengan tekanan.

Keterangan :
1. Kepala silinder dan blok silinder
2. Selang bagian atas
3. Radiator
4. Kipas radiator
5. Selang bagian atas
6. Pompa air
7. Thermostat

a) Mesin/Motor Dingin Sampai Temperatur Kerja


Mesin/motor dihidupkan, maka terjadi proses pembakaran di dalam silinder yang
berulang-ulang, temperatur mesin dan air pendingin semakin meningkat.
Bersamaan dengan itu, pompa air (6) berputar, maka terjadi sirkulasi air hanya di
dalam rongga blok motor ((blok silinder)/water jacket) dan kepala silinder (1). Air
tidak dapat bersirkulasi melewati radiator (3), karena termostat (7) masih tertutup.
Oleh karena sirkulasi air hanya di dalam mesin/motor dan air tidak didinginkan
radiaitor, maka mesin/motor dan air menjadi cepat panas, cepat mencapai
temperatur kerja (80°C s.d 100°C).
b) Mesin/Motor Pada Temperatur Kerja
Setelah mesin/motor mencapai temperatur kerja, maka termostat membuka,
sehingga sirkulasi air tidak hanya di dalam mesin, tetapi melewati termostat (7),
slang bagian atas (2), radiator (3), slang bagian bawah (5), pompa air (6) dan ke
dalam mesin (1), termostat dan seterusnya. Akibatnya panas air pada radiator akan
berpindah ke sirip-sirip radiator dan terus berpindah ke udara yang melewati
radiator. Dengan sirkulasi air yang terus menerus melewati radiator dan didinginkan
oleh udara yang lewat, maka temperatur air dan mesin/motor akan terjaga tidak
melebihi batas panas temperatur kerja. Kipas menjamin kecukupan aliran udara
yang melewati radiator (udara mengalir dari depan ke arah kendaraan).

 Identifikasi gangguan pada sistem pelumas dan penyebabnya


1) Motor lambat untuk mencapai temperatur kerja.
Penyebabnya adalah :
a) Thermostat tidak terpasang
b) Thermostat rusak dalam keadaan terbuka.
2) Motor menjadi lebih cepat panas dan cenderung overheating.
Penyebabnya adalah :
a) Thermostat rusak dalam kondisi tertutup
b) Kipas radiator yang tidak berputar ketika temperatur mesin telah panas
c) Tidak lancarnya sirkulasi air radiator atau terjadi penyumbatan.
d) Terjadinya kebocoran pada sistem pendingin mesin mobil
e) Tutup radiator rusak
f) Sirip-sirip radiator rusak.
g) Pompa air macet/rusak
h) Kekurangan cairan pendingin.
3) Air / cairan pendingin selalu berkurang.
Penyebabnya adalah :
a) Tutup radiator sudah lemah
b) Kebocoran pada water pump
c) Kebocoran pada sirip-sirip radiator
d) Kebocoran pada sambungan-sambungan selang radiator dan sistem pendingin.