Anda di halaman 1dari 22

RUANG TAMU

1. PENGERTIAN RUANG TAMU

Ruang tamu adalah ruang yang diciptakan


bagi tamu yang berkunjung. Kendati tamu
hanya singgah sementara di rumah,
arsitektur ruang interior yang disajikan di
ruang ini tidak bisa asal-asalan. Pasalnya
meski kecil, ruang tamu merefleksikan
keseluruhan rumah anda. Arsitektur ruangan
yang berada di posisi depan inilah yang
sering dikunjungi, terutama tetangga yang
sering bertandang. Selain itu, arsitektur
interior atau tampilan ruang tamu
memunculkan penilaian tersendiri dari tamu
terhadap si pemilik rumah.
Karena itu, ruang tamu harus dapat memberi rasa nyaman dengan tampilan yang indah
“arsitektur ruang dan interior ruang tamu biasanya mencerminkan pribadi penghuninya. Meski
terlihat simpel, penataannya harus disesuaikan dengan furnitur dan gaya arsitektur rumah
bersangkutan. Biasanya demi kepraktisan, sebagian orang meniadakan ruang tamu di rumahnya.
Di rumah-rumah yang mungil, ruang tamu fungsinya seringkali digabung dengan ruang lain.
Misalnya tamu yang akrab langsung dipersilakan masuk di ruang keluarga. Sementara itu, tamu
lain cukup diterima di teras rumah saja. Namun untuk sebagian orang, ruang tamu tetap jadi
bagian yang sangat penting . Bagi rumah dengan ukuran yang pas-pasan tentu selain harus layak
menerima tamu, ruang ini harus diatur sedemikian rupa agar tidak terlalu menghabiskan ruangan.
Bagi pemilik rumah yang cukup luas, tentu hal ini tidak akan menjadi masalah. Di rumah
mungil, ruang tamu tentu juga berukuran mungil, karenanya jangan memenuhi ruang tamu
dengan furniture. Cukup sediakan sofa dengan dua dudukan (two seaters), satu sofa single seater,
dan meja kecil. Apabila masih ada ruang lebih tambahkan meja sudut. Furnitur yang ada jika
memungkinkan letakkan disandarkan ke dinding agar ruang terlihat lebih lega. Agar tidak
monoton, menggabungkan dua buah sofa yang berbeda sangatlah menarik. Beda disini
maksudnya adalah beda bentuk, beda desain, ataupun beda warna. Untuk menjembataninya
carilah benang merah antara keduanya, misalnya berupa warna yang senada. Seperti gambar di
bawah ini :

2. MATERIAL YANG DIGUNAKAN PADA R. TAMU


Material lantai
Lantai pada ruang tamu ini ditutup
dengan batu marmer yang memberi kesan
“berat”. Dengan dinding dan plafon bercat
putih, sedangkan dinding lainnya dibuat
jendela dengan kaca agar cahaya dapat
masuk. Lantai yang berwarna putih ini
mengesankan ruangan lebih luas, dan
dengan pantulan cahaya matahari dari luar
serta sebagian besar furnitur yang digunakan
pada ruang tamu ini berwarna putih semakin
menambah keindahan ruang tamu ini.
Material plafond

Plafond merupakan bagian dari ruang yang


bernilai estetis tinggi dalam suatu ruangan. Pada ruang tamu ini material yang digunakan yaitu
dari material gypsum. Dengan adanya ornamen lampu pendukung pada plafond. Tidak ada
penutup plafond pada ruang tamu ini, rangka kayu dibiarkan ter-ekspose untuk menambah
kesan natural. Plafond di ruang tamu ini menggunakan bahan kayu midi tipis dengan pattern
persegi panjang lebar 50 mm dan tebal 8mm. Profil dan lampu gantung serta lampu spotlight
ikut meramaikan dan menghiasi batas atas ruang tamu yang bergaya tradisional ini. Hangat
adalah kesan pertama yang akan didapat dari material plafon ini.

Material dinding

Material yang digunakan pada dinding adalah pasangan setengah bata yang diplester,
lalu dilapisi dengan cat warna merah muda. Yang disesuaikan dengan sofa berwarna merah
muda pula. Material yang digunakan pada dinding adalah pasangan setengah bata yang tidak di
plester, dengan furnitur seperti kursi, meja, dan beberapa pernak – pernik diatasnya, semuanya
bergaya tradisional. Dengan pemilihan dinding kayu, menambah kesan hangat dan natural pada
ruangan.

Material cermin

Material cermin selalu menyenangkan


untuk digunakan pada ruang tamu. Cermin
membuat ruangan terasa lebih luas, membuat
ruangan menjadi lebih ‘mewah’, dan membuat tamu
menjadi senang (karena setiap orang senang melihat
bayangannya sendiri di cermin).

3. WARNA PADA R.TAMU

Warna adalah salah satu faktor yang


mempengaruhi desain ruang tamu Anda. Namun,
untuk pemilihan warna untuk arsitektur interior,
anda tidak perlu bingung dan terpaku pada satu
warna.
Pilihlah warna sesuai suasana yang ingin anda
tampilkan. Jika ingin menampilkan suasana ruang tamu yang akrab, warna kalem atau pastel
seperti warna cokelat bisa dipilih. Namun, pemilihan warna pastel ini tidak perlu ditampilkan
untuk seluruh ornamen atau furnitur karena bakal membosankan. Beberapa warna pastel saja
sudah bisa mewakili gambaran suasana yang ingin dihadirkan. Ataupun anda harus dapat
menentukan warna yang bisa membuat ruangan terkesan nampak lebih besar. Untuk dekorasi
warna ruangan harus dengan warna terang seperti kuning terang atau orange, warna yang
senada, jika Anda ingin terlihat lebih lembut bisa juga memakai warna hijau terang. Apabila
menggunakan warna tua akan jadi kelihatan jauh dan mendalam. Untuk membuat ruangan
kelihatan lebih luas haruslah mengecat tembok dengan warna abu-abu atau abu kebiruan. Jika
warna abu-abu dirasakan membosankan, bisa mencari warna yang lebih menyegarkan seperti
warna hijau atau biru untuk mendapatkan suasana yang diinginkan.
Seperti gambar dibawah ini :

4. GAYA PADA R.TAMU


Natural modern
Untuk mendapatkan suasana yang hangat, karena membuat ruang tamu bernuansa natural
yang didominasi warna-warna yang dekat dengan warna alam, yaitu coklat, krem,dan warna
putih. Pengguna warna putih sangat diperlukan untk mengimbabgi warna coklat yang
gelap.Warna putih bisa memantulkan cahaya sehingga ruangan akan terlihat lebih luas dan
lebih terang.Kalau tidak ingin menggunakan warna putih karena takut kotor,bias juga
menggunakan warna lain yang sifatnya terang namun masih bersifat natural,seperti krem atau
hijau muda.
Gaya art deco
gaya art deco yang banyak memakai ornamen bulat, kotak-kotak, atau bentuk geometris
lainnya, cukup dijadikan aksen saja. Misalnya, hanya dipakai untuk lemari TV atau lemari
display lainnya. Sedangkan perabot lainnya, seperti meja dan kursi, dipilih model yang simpel
dan finishingnya memakai warna cocoa brown (cokelat gelap). Bila perlu, diberi aksen warna
hitam agar terlihat lebih mewah. Sementara, jika Disain Rumah memakai konsep minimalis,
karena semuanya dibuat serba minimal, supaya ruang tidak terkesan kosong perlu diberikan
sedikit aksen. Misalnya, ada satu meja atau kursi yang desainnya tradisional

Desain Ruang Keluarga Minimalis Bergaya Simpel | Ruang keluarga dengan gaya simpel
akan membuat suasana berkumpul dan bersantai semakin nyaman. Ruang akan terasa lebih luas
dan lega, suasana bercengkrama pun menjadi lebih akrab. Sebagai ruang yang menjadi pusat
sosialisasi seluruh penghuni rumah, desain ruang keluarga patut dibuat nyaman. Tidak hanya
nyaman secara fisik, tapi juga dari psikologis.
Ruang keluarga yang simpel semakin digemari banyak orang, karena dipercaya mampu
menciptakan rasa nyaman secara fisik dan psikologis. Umumnya ruang keluarga yang simpel
memiliki desain furnitur yang minimalis. Warna-warnanya pun juga dipilih dengan warna yang
lembut. Hal ini untuk menciptakan efek psikologis yang menenangkan.

Pada konsep desain rumah minimalis, pemilihan furnitur yang simpel dan presisi dengan bentuk
ruangan menjadi faktor utama pada ruang keluarga. Biasanya ruangan ini ditempatkan
bersentuhan dengan ruang makan atau bahkan dapur. Untuk mempermudah Anda mengetahui
bagaimana konsep ruang keluarga bergaya simpel, berikut beberapa contoh ruang keluarga yang
dapat dijadikan inspirasi.

Desain Ruang Keluarga


1. Clean dan Simpel
Keinginan Anda untuk melepas lelah di ruang keluarga dengan nyaman setelah bekerja seharian
bisa diwujudkan. Anda dapat menggunakan konsep ruang keluarga bergaya simpel dan clean ini.
Konsep tersebut bisa terlihat dari penggunaan furnitur dan didukung warna-warna pastel yang
menyenangkan.

Desain furnitur ini diambil dari sedikit gaya retro yang terkesan geometris dan simple dengan
bentuk kotak-kotak. Tatanan ruang keluarga bergaya simpel berukuran 3,5m x 4m ini juga akan
memudahkan pemilik rumah apabila bosan dan ingin mengganti gaya penataan interiornya.

2. Lega dengan penataan di tengah

Ruang keluarga bergaya simpel yang satu ini terletak dibagian tengah rumah. Dengan furnitur
utama berupa sofa dan meja berbentuk kotak. Sofa yang berukuran besar ditempatkan di ruangan
yang memanjang. Penempatannya harus teratur dengan mempertimbangkan skala ruang dan
gerak orang. Sofa kecil dan sedang berada di kiri kanan ruangan mengapit meja cokelat tua yang
menjadikan ruangan menjadi lebih lega dan nyaman untuk digunakan. Dengan material ini pula
ruang keluarga ini terkesan lebih ringan dan hangat.

3. Cantik dengan dekorasi dinding dan plafon


Kaca tebal berukuran 10mm dengan panjang 20cmx5cm menghiasi dinding meja TV. Kaca
tersebut disusun secara berjajar. Dibaliknya juga ditempatkan lampu, sehingga terlihat cantik
karena bias efek cahayanya. Hal itulah yang menjadi daya tarik ruang keluarga bergaya simpel
ini. Model plafon rumah dibuat melengkung agar suasana ruang terlihat lebih akrab. Bahan
plafon terbuat dari gypsum yang dicat putih. Tentu, suasana ruang pun semakin terasa
menyenangkan.

Demikian konsep dengan gambar ruang keluarga yang simpel sebagai ide membangun interior
rumah yang indah dan menarik. Semoga bermanfaat.

Mengenal Material dan Finishing Interior


Posted on October 6, 2014 by admin Posted in Material dan Finishing Interior

inShare

Berbicara mengenai desain interior, sangat perlu mengetahui bermacam material dan
finishingnya yang digunakan karena dari dua hal tersebut kualitas hasil desain interior bisa
ditentukan. Ungkapan “ada kualitas ada harga” itu benar adanya, jangan sampai kecewa nantinya
kita sudah membayar mahal untuk desain interior tetapi kita tidak begitu mengerti bahan yang
dipakai,bisa jadi bahan yang dipakai adalah bahan baku yang murahan, sehingga tidak tahan
lama. Ada 2 jenis material untuk bahan pembuatan furniture dari yang paling murah harganya
sampai yang paling mahal.
A. Kayu Olahan

Adalah interior material yang dibuat dari partikel atau serbuk kayu maupun serat kayu, seperti

Particle Board

MDF (Medium Density Fibreboard)

HDF
Blockboard

Plywood

Urutan kualitas dari yang paling bagus adalah Plywood, Bloackboard, MDF, dan Particle Board.
Plywood dan Bloackboard biasanya dilapisi kulit kayu jati, sungkai, nyatoh atau lainnya .
Sedangkan particle board dan MDF biasanya untuk furniture pabrikasi massa yang sering kita
lihat di toko-toko meubel dengan berbagai merek. Oleh karena itu, jelas saja furniture
custom/pesanan lebih mahal harganya dibanding yang dijual ditoko karena menggunakan interior
material plywood yang notabene memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kayu olahan
lainnya .

B. Kayu Solid

Interior material jenis ini dihasilkan dari batang kayu pohon, seperti Jati Belanda, Kamper,
Nyatoh, Mahoni, Sungkai, Ulin dan Jati. Pada kelompok kayu solid, Jati dan Ulin lebih kuat
dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Kayu ini tahan terhadap cuaca dan temperatur tinggi.
Khusus Ulin yang dari Kalimantan, sering disebut Kayu Besi karena semakin kena air semakin
solid. Kedua jenis kayu ini selain mahal dan harganya cenderung selalu naik, sudah mulai jarang
digunakan sebagai bahan furniture karena keterbatasan supply, sebagai penggantinya kayu yang
digunakan adalah kayu sungkai, nyatoh atau jati belanda. Sungkai merupakan salah satu jenis
kayu solid yang cukup populer penggunaannya saat ini sebagai interior material. Kayu yang
berwarna terang ini memiliki alur urat kayu beraturan, kekuatan baik, dan harganya yang jauh
lebih murah.

Nah, selain itu Anda juga harus mengenal interior material untuk finishing dalam memperindah
permukaan furniture Anda, umumnya terdapat 4 macam jenis style finishing interior material,
antara lain:

Melamix

Adalah dengan metode penyemprotan cairan melamix/PU sebagai finishing akhir pada
permukaan furniture dapat berupa dof atau glossy. Warna dapat bervariasi, biasanya terdiri dari
warna-warna kayu natural, karena finishing sistem melamix dalam interior design digunakan
untuk furniture yang ingin menampilkan kesan natural pada serat kayu . Biasanya jenis Finishing
ini diterapkan pada kayu solid atau Plywood yang dilapis kulit kayu (Veneer). Salah satu merek
untuk interior material jenis ini adalah Impra.
Pelapis

Interior material ini saat ini awam digunakan karena nilai praktisnya, tersedia dalam berbagai
jenis tekstur dari warna solid seperti duko hingga motif kayu dan semuanya hanya tinggal tempel
dengan lem.

Dari segi harga jenis-jenis pelapis interior adalah:

-HPL (paling mahal)

-Tacon/venner plastik

-Decosit/pelapis sintetis
-Supercon atau PVC

Keunggulan HPL adalah selain kualitas dan variasi model teksturnya juga karena ketebalannya
(sekitar 0,7 – 1 mm) yang dilapisi kayu sehingga lebih tahan terhadap benturan. Selain itu HPL
untuk beberapa merek tertentu juga menyediakan Edging (khusus untuk pinggiran meubel).

Ducco

Ducco adalah dengan metode penyemprotan cat pada permukaan furniture. Salah satu merek
untuk interior material jenis ini yang sering saya gunakan adalah Supergloss (ekonomis) atau
Danagloss (superior). Warna dapat bervariasi dengan pilihan yang beraneka ragam seperti
warna-warna pastel maupun natural. Serat kayu pada furniture tidak akan terlihat jika
menggunakan duko, karena akan tertutup dengan warna solid cat itu sendiri. Biasanya duko
dalam desain interior digunakan untuk menampilkan kesan dinamis,elegan dan modern pada
ruangan. Namun ada repotnya yaitul ebih memakan waktu karena sangat berharap pada panasnya
matahari sebagai pengering. Selain itu, ada beberapa proses dalam finishing jenis ini, secara
berurutan interior material yang digunakan Dempul/Woodfiller > Epoxy > Cat Warna > Clear
Doff/Glossy. Hebatnya finishing ducco biasanya lebih kuat terhadap goresan.
Mengenal Macam-macam Jenis dan Ukuran Kaca
Posted on October 3, 2014 by admin Posted in Kaca Leave a comment

Kaca adalah salah satu elemen penting dalam sebuah rumah dan bagunan baik rumah tinggal,
pertokoan, gedung bertingkat tinggi maupun rendah. Fungsi kaca sendiri selain untuk
pencahayaan alami, juga bisa sebagai pembatas ruang luar maupun dalam dan juga
digunakan sebagai fungsi estetika bangunan.

Untuk jenisnya, kaca sebenarnya bermacam-macam jenisnya yang dapat digunakan untuk
bangunan maupun rumah tinggal. Namun lebih dikenal di masyarakat hanya sebatas kaca bening,
kaca rayben dan kaca cermin.

Ada pun jenis -jenis kaca adalah sebagai berikut:

Kaca Bening/ clear


Kaca ini juga sering disebut dengan kaca polos atau dalam istilah teknisnya adalah float glass.
Kaca ini tidak berwarna, memiliki permukaan yang sangat bersih, rata dan bebas distorsi.
Karena sifat kacanya yang tidak berwarna, jenis kaca ini memberikan tingkat transmisi yang
tinggi (lebih dari 90%) serta memberikan bayangan yang sempurna.
Kaca ini banyak digunakan untuk eksterior maupun interior bangunan, baik rumah tinggal
maupun gedung bertingkat. Namun kaca ini tidak direkomendasikan untuk ektserior bangunan
bertingkat karena kemampuan menahan panas matahari yang rendah.
Kaca ini juga dapat digunakan untuk perabot rumah tangga, misalnya lemari, table top, dinding
dekorasi, akuarium dan sebagainya.
Ketebalan kaca ini bervariasi, yang umum dipakai mulai dari 5mm, 6mm, atau 8mm. Pemilihan
ketebalan kaca disesuaikan dengan bentang kaca yang akan dipasang. Untuk rumah tinggal dan
interior gedung, biasanya digunakan kaca tebal 5mm, 6mm atau 8mm tergantung bentangnya.

Kaca Warna
Di kalangan masyarakat, kaca ini biasa disebut dengan kaca rayben, untuk kaca warna hitam.
Istilah teknisnya adalah tinted glass. Pada produk Asahimas, menggunakan istilah panasap glass.
Kaca panasap merupakan kaca float yang diberi warna dengan menambahkan sedikit logam
pewarna seperti kobalt, besi, silenium, dan sebagainya pada bahan baku kaca.
Kaca panasap mampu menyerap 55% panas matahari, sehingga akan mengurangi beban
pendingin ruangan dan memberikan rasa nyaman pada penghuni bangunan. Dengan warna kaca
tersebut, maka sifat tembus pandang kaca menjadi rendah, sehingga memberikan kebebasan
privasi bagi penghuni bangunan. Warna yang tersedia pada kaca panasap adalah blue green,
dark blue, euro grey, dark grey, bronze dan green.

Karena warna yang terkandung pada kaca, maka semakin tebal kaca, akan warnanya akan
semakin gelap dan tingkat penyerapan panas matahari akan semakin tinggi.
Kaca jenis ini dapat digunakan baik untuk eksterior maupun interior bangunan. Namun dalam
penerapannya, jenis kaca ini lebih banyak dipakai pada eksterior bangunan, baik untuk pintu dan
jendela, maupun pada curtain wall. Untuk pintu da jendela, biasa digunakan tebal kaca 6mm.
Sedangkan pada curtain wall, digunakan tebal kaca 8mm atau 10mm, tergantung bentang kaca
dan hasil perhitungan beban angin.
Kaca Es
Kaca es, adalah kaca yang terdapat tekstur dengan pola tertentu pada salah satu sisinya. Pada
produk Asahimas, jenis kaca ini disebut dengan kaca Indofigur.
Kaca jenis ini diproduksi dengan cara yang disebut roll-out process, di mana leburan ahan baku
kaca dialirkan melalui sepasang rol dengan satu rol memiliki pola tertentu, sehingga pada salah
satu permukaan kaca akan tercetak pola sesuai dengan pola pada rol.
Karakter jenis kaca ini, memberikan efek dekoratif, efek pencahayaan dan efek pembayangan
yang menarik, serta memiliki kemampuan mereduksi silau secara maksimum.
Penggunaan kaca ini lebih banyak dipakai pada interior bangunan, yaitu untuk partisi, dinding,
pintu perabot rumah dan kaca pada kamar mandi.

Kaca Satu Sisi


Kaca satu sisi adalah jenis kaca yang mampu memantulkan cahaya dan mereduksi sifat tembus
pandang dari sisi luar, sehingga sering pula disebut dengan kaca one way/satu sisi. Pada produk
Asahimas kaca ini disebut dengan istilah kaca stopsol.
Dalam pembuatannya, kaca ini dilapisi dengan pelapis transparan tipis dari oksida logam
(sebagai lapisan pemantul) melalui proses pyrolysis.
Lapisan kaca refletif ini bersifat memantulkan cahaya dan panas, serta mampu memberikan
penampilan yang mewah, sekaligus menurunkan beban energi pengkodisian udara.
Lapisan coating reflektif ini dapat dilapiskan pada kaca clear maupun panasap (warna) blue, dark
blue, grey dan green.
Kaca ini biasa digunakan pada bukaan pintu atau jendela dinding luar, yang diharapkan
berpenampilan mewah pada bangunan. Untuk bangunan bertingkat, terutama digunakan
digunakan pada tipe dinding kaca eksterior (curtain wall).

Kaca Tempered

Kaca tempered adalah jenis kaca yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi, dibandingkan
dengan kaca biasa.
Kaca tempered adalah kaca yang diperkeras dengan cara memanaskan kaca float biasa hingga
mencapai temperatur 700 derajat celcius, kemudin didinginkan mendadak dengan
menyemprotkan udara secara merata merata pada kedua permukaan kaca. dengan proses ini,
maka terjadi perubahan fisik kaca, yaitu terjadi perubahan gaya tekan dan gaya tarik pada kaca,
tapi secara visual tidak terjadi perubahan.
Dengan ketebalan yang sama, kekuatan kaca tempered mampu mencapai 3-5 kali lipat dari
kekuatan kaca biasa, terhadap beban angin, tekana air, benturan dan terhadap perubahan
temperatur yang tinggi (thermal shock).
Jika pecah, pecahan kaca tempered berbentuk kecil-kecil dan tumpul, sehingga sangat aman bagi
manusia (tidak akan melukai manusia).

Penggunaan kaca tempered terutama untuk bukaan-bukaan atau dinding kaca pada bangunan
yang menuntut tingkat keamanan yang tinggi.

Penggunaan lain adalah untuk pintu-pintu tanpa rangka (frameless), seperti pintu utama maupun
partisi kamar mandi.
Selain itu kaca tempered juga digunakan untuk railing kaca pada tangga dan void, eskalator dan
lift.
Catatan: kaca tempered tidak boleh diganggu oleh proses-proses lebih lanjut seperti pemotongan,
penggosokan tepi, pembuatan lubang dan lain-lain. Proses-proses ini akan melemahkan kekuatan
kaca, bahkan dapat menyebabkan pecahnya kaca itu sendiri. Untuk itu semua ukuran dan jenis
aksesoris harus sudah dapat ditentukan dengan pasti sebelum proses tempered dilakukan.

Kaca Laminated

Kaca laminated merupakan kaca dengan tingkat keamanan dan perlindungan yang tinggi
terhadap penghuni. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pecahnya kaca, maka kaca laminated
tidak akan berhamburan, tapi hanya retak dan sangat sulit ditembus.
Kaca laminated terdiri dari komposisi satu atau lebih lebih lembaran polifinil yang transparan,
fleksibel dan sangat kuat, dengan satu atau lebih lembaran kaca float, dan disatukan melalui
proses pemanasan dan pengepresan.
Karakterisitik kaca laminated, ialah bahwa pecahan kaca tidak akan jatuh atau berhamburan,
namu tetap melekat pada filmnya, dan kaca tetap terpasang pada rangkanya.

Kaca laminated yang sudah pecah, tetap suit sekali ditembus oleh manusia sehingga memberikan
tingkat keamanan yang sangat tinggi bagi penghuninya.
Penggunaan kaca laminated terutama untuk atap kaca, skylight, dinding kolamm renang dan lain-
lain, di mana tidak diinginkan adanya reruntuhan kaca jika pecah.
Kaca laminated juga digunakan untuk lemari pajang barang-barang berharga (anti pencuri)
Catatan: hindari proses lanjut pada kaca laminated seperti pemotongan, pembuatan lubang dan
aksesoris lain, walaupun mungkin dapat dikerjakan, tapi akan sangat sulit dan tidak rapi. Semua
ukuran dan aksesoris harus sudah tepat, sebelum proses laminate dikerjakan.
Kaca laminated yang terdiri dari dua lembar kaca biasanya digunakan untuk bangunan-
bangunan. Sedangkan yang terdiri lebih dari dua lembar biasanya untuk penggunaan-penggunaan
khusus seperti kaca taha peluru, kaca akuarium yang besar dan kaca pesawat terbang

Penggunaan kaca laminated pada kanopi

Ukuran kaca laminated di pasaran antara lain:

Desain Railing Tangga Rumah Minimalis


Posted on November 11, 2014 by admin Posted in detail desain Leave a comment

Salah satu elemen dekorasi dan pengaman dalam sebuah rumah minimalis adalah railling.
Railling sendiri dibagi menjadi dua yaitu railling tangga dan railling balkon. Dari segi fungsinya
railling dipergunakan untuk pengaman ketika menaiki tangga, untuk balkon railling befungsi
sebagai pengaman dan menghalangi supaya tidak jatuh dari balkon. Dari segi dekorasi railling
sangat penting khususnya jika tangga rumah kita bisa terlihat langsung dari pintu masuk.

Untuk ragam desain railling sendiri bisa dibagi dari materialnya dan komposi bentuknya.
Railling terdiri dari tiga bagian, yaitu handrailling (pegangan), tiang railling (newell) , dan
pengisi (baluster).
Handrailling dari bahannya umumnya terbuat dari kayu, besi stainless steel, atau pipa. Tiang
railling umumnya terbuat dari kayu,plat besi,pipa besi,besi hollow dan sebagainya. Untuk
pengisi railling bisa terbuat dari kayu, besi hollow, kabel sling, akrilik, dan kaca.

gambar railing tangga kayu minimalis

Untuk beberapa kasus desain, railling juga diterapkan sebagai partisi antar ruang. Seperti dalam
gambar di bawah, railling menggunakan besi hollow sekaligus sebagai partisi.
Untuk railing tangga servis biasa dipilih bahan yang kuat namun mudah pekerjaan dan harga
lebih terjangkau.

gambar railing tangga servis menggunakan bahan besi plat

Bagi beberapa kasus desin yaitu khususnya dsain rumah dengan lebar minim, desin railing
tangga yang ringan simple sangat dibutuhkan, pemilihan pengisi railing yang ringan bisa
mengurangi efek “penuh/sumpek. Bisa dipilih desain pengisi railing dengan kabel sling.
Contoh gambar di atas adalah railing balkon dengan bahan dari kaca dan rangka dari besi hollow.
Efek glossy kaca dan transparan memberikan efek mewah dan ringan khususnya untuk desain
rumah minimalis.