Anda di halaman 1dari 15

TUGAS PEMASARAN PRODUK

KEMASAN PRODUK PANGAN SUSU BUBUK (ALUMUNIUM FOIL)

DISUSUN OLEH :

1. MESSY NOVITA UTAMI PO.71.31.1.16.022


2. LISCA PUTRI NANDA PO.71.31.1.16.018

DOSEN PEMBIMBING : Dra. ROHANTA SIREGAR, MM, M.Kes

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

PROGRAM STUDI DIV GIZI

TAHUN AKADEMIK 2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. atas berkah, rahmat,
karunia dan hidayah- Nya akhirnya penulis dapat meyelesaikan Makalah tentang
Kemasan Pemasaran Produk Pangan Yakult. Makalah ini penulis buat untuk
tugas Mata Kuliah Pemasaran Produk.

Penulis harap Makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Dan penulis
juga menyadari masih banyak kekurangan yang akan pembaca temui dalam
Makalah ini. Untuk itu demi perbaikan Makalah ini penulis harap pembaca bisa
memberikan saran maupun kritikan. Penulis ucapkan terimakasih.

Penulis

ii
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR............................................................................................................... ii
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 1
1.3 Tujuan ....................................................................................................................... 2
2.2 Spesifikasi Alumunium Foil ....................................................................................... 4
2.3 Kelebihan dan Kelemahan Pengemasan Susu Bubuk Menggunakan Alumunium Foil
........................................................................................................................................ 8
2.4 Pengaruh Penggunaan Alumunium Foil terhadap Usia Produk dan Kesehatan ....... 9
BAB III PENUTUP ............................................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengemasan adalah salah satu cara untuk melindungi atau
mengawetkan susu bubuk sebelum dikirim ke tempat tujuannya. Produk susu
bubuk mempunyai sifat yang higroskopis dan mempunyai berat jenis ringan
sehingga susu bubuk harus dikemas dan disimpan secara tepat sebelum
akhirnya dikonsumsi. Fungsi pengemasan susu bubuk yaitu untuk
mengawetkan susu bubuk dan mempertahankan mutu produk, memberi
kemudahan penyimpanan dan memperlancar proses distribusi serta yang lebih
penting lagi dapat menekan kontaminasi yang dapat membahayakan kosumen.
Pengemasan susu bubuk perlu menggunakan dua pengemas, yaitu wadah
primer (yang berhubungan langsung dengan produk) dan wadah sekunder
(tidak berhubungan langsung dengan produk) untuk melindungi wadah
primer. Wadah primer harus bersifat tahan terhadap perubahan warna, flavour,
rasa dan perubahan-perubahan lainnya. Disamping itu wadah utama harus bisa
melindungi makanan dari kontaminasi, melindungi kandungan air dan lemak,
mencegah masuknya gas, melindungi dari sinar matahari, serta tahan terhadap
tekanan dan benturan. Bahan pengemas yang sering digunakan untuk
mengemas susu bubuk misalnya alumunium foil.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari susu bubuk?
2. Bagaimana Spesifikasi Kemasan Logam (Aluminium Foil) untuk kemasan
susu bubuk?
3. Apa metode pengemasan yang tepat untuk mengemas susu bubuk ?
4. Apa keunggulan dan kerugian pengemasan susu bubuk menggunakan
alumunium foil ?
5. Bagaimana pengaruh pengemasan susu bubuk menggunakan alumunium
foil terhadap usia produk dan kesehatan ?

1
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari susu bubuk.
2. Mengetahui Spesifikasi Kemasan Logam (Aluminium Foil) untuk
kemasan susu bubuk
3. Mengetahui metode pengemasan yang tepat untuk mengemas susu bubuk
4. Mengetahui keunggulan dan kerugian pengemasan susu bubuk
menggunakan alumunium foil
5. Mengetahui pengaruh pengemasan susu bubuk menggunakan alumunium
foil terhadap usia produk dan kesehatan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Susu Bubuk


Susu bubuk adalah bubuk yang dibuat dari susu kering yang solid. Susu
bubuk mempunyai daya tahan yang lebih lama daripada susu cair dan tidak
perlu disimpan di lemari es karena kandungan uap airnya sangat rendah
sehingga menyebabkan tingkat ketahanannya lebih baik daripada susu cair
yang memiliki kadar air yang lebih banyak.. Susu bubuk banyak sekali
ditemukan di negara-negara berkembang karena biaya transportasi dan
penyimpanannya sangat murah (karena tidak membutuhkan penyimpanan
yang penting seperti susu cair). Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2
tahun dengan penanganan yang baik dan benar.
Sifat fisik susu bubuk antara lain :
1. Sangat Higroskopis
2. Berbentuk serpihan bergerigi bila dikeringkan dengan roll dryer
3. Berbentuk gumpalan tak teratur, berisi rongga-rongga udara yang
kecil bila dikeringkan dengan Spray Dryer
4. Lebih mudah larut, partikel berukuran 150 mikron
5. Terapung di air bila partikel berukuran sangat kecil
Sifat kimia susu bubuk antara lain :
1. Kerusakan kimiawi yang dapat terjadi pada produk susu bubuk yaitu
terjadinya perubahan pH dan kadar lemak. Nilai pH dinyatakan netral,
bila pH sebesar 6,5-7.
2. Nilai pH atau keasaman liquid MST dipengaruhi oleh kandungan
total solid (TS) diantaranya terdiri atas kasein, laktosa dan whey
protein. Susu yang mempunyai keasaman tinggi mempunyai nutrien
yang lebih banyak dan mempunyai kekhususan yaitu tingginya
kandungan fosfat.
3. Kerusakan kadar lemak dapat mempengaruhi tingkat kelarutan di
dalam air dan mutu fisik penampakan larutan; menjadi sumber

3
penyebab utama terjadinya ketengikan dan reversion (perubahan bau
sebelum terjadi proses ketengikan).

2.2 Spesifikasi Alumunium Foil


Aluminium foil merupakan jenis kemasan berbahan dasar dasar
alumunium, mengandung aluminium tidak kurang dari 99%.. Alumunium foil
banyak digunakan sebagai bagian dari kemasan bentuk kantong bersama-
sama/dilaminasi dengan berbagai jenis plastik dan banyak digunakan pada
industri makanan ringan, susu bubuk dan sebagainya.
Penggunaan aluminium sebagai wadah kemasan, menyebabkan bagian
sebelah dalam wadah tidak dapat kontak dengan oksigen, dan ini
menyebabkan terjadinya perkaratan di bagian sebelah dalam kemasan. Untuk
mencegah terjadinya karat, maka di bagian dalam dari wadah aluminium ini
harus diberi lapisan enamel. Secara komersial penggunaan aluminium
murni tidak menguntungkan, sehingga harus dicampur dengan logam
lainnya untuk mengurangi biaya dan memperbaiki daya tahannya terhadap
korosi. Logam-logam yang biasanya digunakan sebagai campuran pada
pembuatan wadah aluminium adalah tembaga, magnesium, mangan,
khromium dan seng (pada media alkali).
Sifat-sifat dari aluminium foil adalah hermetis, tidak berbau, tidak ada rasa,
tidak berbahaya dan hygienis, tidak mudah membuat pertumbuhan bakteri dan jamur
tidak dapat terbakar, tidak bersifat menyerap bahan atau zat lain, fleksibel, tidak
tembus cahaya sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang
berlemak dan bahan-bahan yang peka terhadap cahaya seperti margarin dan
yoghurt. Susu bubuk yang telah jadi dikemas menggunakan alumunium foil.
Pertama-tama susu bubuk dimasukkan didalam kemasan alumunium foil lalu
dilipat menggunakan Metode Penutupan Container. Setelah itu dilakukan
pengemasan menggunakan beberapa alat antara lain mesin Hand sealer, mesin
Continuous Sealer, mesin Blower Sealer, mesin Vacuum Sealer Portable.

4
Penggunaan aluminium sebagai wadah kemasan, menyebabkan bagian
sebelah dalam wadah tidak dapat kontak dengan oksigen, dan ini menyebabkan
terjadinya perkaratan di bagian sebelah dalam kemasan. Untuk mencegah
terjadinya karat, maka di bagian dalam dari wadah aluminium ini harus diberi
lapisan enamel. Secara komersial penggunaan aluminium murni tidak
menguntungkan, sehingga harus dicampur dengan logam lainnya untuk
mengurangi biaya dan memperbaiki daya tahannya terhadap korosi. Logam-
logam yang biasanya digunakan sebagai campuran pada pembuatan wadah
aluminium adalah tembaga, magnesium, mangan, khromium dan seng (pada
media alkali). Sifat-sifat dari aluminium foil adalah hermetis, fleksibel, tidak
tembus cahaya sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang

5
berlemak dan bahan-bahan yang peka terhadap cahaya seperti margarin dan
yoghurt. Aluminium foil banyak digunakan sebagai bahan pelapis atau laminan
(Syarif,2009).
Kemasan yang terbuat dari alumunium dapat dikategorikan sebagai
kemasan kaku (rigid) dan kemasan fleksibel seperti alumunium laminasi.
Alumunium memiliki sifat antara lain: a) mempunyai bobot yang lebih ringan
dibandingkan dengan baja; b) daya korosif oleh atmosfir rendah; c) mudah
dibentuk karena sifatnya yang lemas dan lentur; d) cukup melindungi produk dari
pengaruh kelembaban, gas dan cahaya; e) tidak menimbulkan noda dengan adanya
sulfur pada produk. Melalui proses panas (thermo processing), alumunium dapat
dilaminasi dengan plastik khusus atau kertas menjadi kemasan fleksibel yang
biasa digunakan untuk produk pangan cair, semi padat, bakery, serealia, dan lain-
lain (Tjahjadi, 2011)
Dari sifat-sifat alumunium tersebut ditemukan pula beberapa kelemahan
dalam hubungannya dengan bentuk kemasan berupa kaleng, antara lain: (1)
sukar/sulit untuk ditutup atau direkat dengan solder; (2) dari sifatnya yang lentur
clan sulit ditutup, cenderung ada lubang-lubang yang merugikan; (3) seringkali
dapat memudarkan warna beberapa produk yang dikemas; (4) bila digunakan
untuk mengemas produk pangan cair atau berair, daya awetnya lebih kecil dari
tinplate dan (4) kekuatannya lebih rendah dibandingkan lembaran timah pada
ketebalan yang sama (Tjahjadi, 2011).
Bentuk kemasan yang menggunakan alumunium foil antara lain kotak,
lonjong, piring, bulat, persegi, dan lain-lain. Penggunaan alumunium foil sering
disertai dengan laminasi dan bahan-bahan lain seperti kertas, plastik, dan lain-lain
atau dengan pelapisan/coating dengan nitro-selulosa, polietilena, etil-selulosa,
selofan, dan lain-lain. Keuntungan-keuntungan menggunakan alumunium foil
sebagai bahan pengemas adalah: 1) mempunyai luas permukaan yang lebih besar
per satuan berat; 2) tidak tembus cahaya; 3) untuk ukuran yang tebal, daya tahan
terhadap oksigen dan uap air baik; 4) tidak terpengaruh cahaya matahari; 5) tidak
terbakar; 6) tidak bersifat menyerap dan 7) tidak mengalami perubahan akibat
variasi kelembaban

6
Aspek pasar lebih menguntungkan dikarenakan harga bahan yang lebih
murah dan tahan terhadap bahannya lebih tinggi. Kemasan tidak transparan
sehingga tahan terhadap sinar matahari, kemasan tahan tekanan sehingga tidak
mudah rusak, desain kemasan menarik, tidak mudah terkontaminasi, bentuk
kemasan yang unik.

4.2 Prosedur Pemngemasan


Susu bubuk yang telah jadi dikemas menggunakan alumunium foil.
Pertama-tama susu bubuk dimasukkan didalam kemasan alumunium foil
lalu dilipat menggunakan Metode Penutupan Container dari Alufo, yaitu
sebagai berikut:
 Standard Seal : penutupan standar menggunakan alufo atau PVC di
seluruh pemukaan container
 Serrated Seal: Seperti standard seal, tapi terdapat cekungan yang
berfungsi untuk meningkatkan kekuatan
 Hooded Seal: foil tutupkan ke seluruh permukaan kontainer sampai
bagian bawah kontainer yang melengkung
 Coverlok: Penutupan dilakukan dengan cara ditekuk 90 derajat.
 Heat Sealing: Foil dilapisi bahan sealer atay film plastik, kemudian
diberi perlakuan panas untuk merekatkannya.

Setelah itu dilakukan pengemasan menggunakan beberapa alat sebagai berikut:

Hand sealer adalah mesin pengemas yang pengoperasiannya menggunakan


tangan. Mesin ini bisa digunakan untuk mem-packing aneka produk dalam
kemasan plastik, bahkan untuk mengemas dengan alumunium foil mesin ini
cukup efektif. Mesin ini biasanya dipakai oleh home industri dengan beragam
produk (produk makanan, obat, dll) yang dikemas dalam kantong plastik maupun
alumunium foil. Selain itu juga terdapat mesin foot sealer. Mesin foot
sealer adalah mesin pengemas/ sealer alumunium foil dan plastik yang
pengoperasiannya menggunakan kaki. hasil press atau sealer mesin ini sangat
maksimal. mesin sealer ini sangat cocok untuk semua usaha yang produknya
dikemas dalam kemasan alumunium foil dan plastik cocok untuk usaha menengah
ke atas (Inkuiri, 2011).

7
Mesin Continuous Sealer adalah Mesin sealer plastik dan alumunium foil
yang continue atau bersambung terus dan kecepatannya juga bisa diatur sehingga
dalam produksi akan lebih cepat dari mesin yang lain. Panjang sealer mesin ini
tidak terbatas jadi anda bisa mengemas plastik sepanjang apapun ( tidak terbatas ).
Kelebihan mesin ini selain bisa continue juga bisa digunakan untuk memberi
cetakan tanggal kadaluarsa & kode produksi (Inkuiri, 2011).

Mesin Blower Sealer adalah mesin pengemas dan langsung otomatis ditiup
atau dimasukan udara didalam kemasannya, dan udaranya bisa diseting sesuai
dengan kebutuhan. Biasa dipakai untuk mengemas makan ringan yang renyah
seperti snack snack, keripik, roti, dan lain lain. supaya makanan di dalam kemasan
tidak mudah rusak atau patah. Mesin Vacuum Sealer (Dz-300a) adalah mesin
pengemas dan langsung otomatis di vacuum atau dihilangkan udaranya (tidak ada
udara lagi). Biasa dipakai untuk mengemas makan supaya tidak cepat rusak atau
lebih awet dan bisa juga mengemas benda atau product anda biar kelihatan rapi
(Inkuiri, 2011).

Mesin Vacuum Sealer Portable (DZ-280A) adalah sama fungsinya seperti


mesin vacuum type DZ-300A di atas yaitu mesin pengemas dan langsung
otomatic di vacuum atau dihilangkan udaranya (tidak ada udara lagi) tapi bedanya
mesin ini type portable. cocok untuk ibu rumah tangga. Biasa dipakai untuk
mengemas makan supaya tidak cepat rusak atau lebih awet dan bisa juga
mengemas benda atau product anda biar kelihatan rapi (Inkuiri, 2011).

2.3 Kelebihan dan Kelemahan Pengemasan Susu Bubuk Menggunakan


Alumunium Foil
1. Kelebihan
Kelebihan pengemasan susu bubuk menggunakan alumunium foil antara
lain :
a. Mempunyai luas permukaan yang lebih besar per satuan berat
b. Tidak tembus cahaya
c. Untuk ukuran yang tebal, daya tahan terhadap oksigen dan uap air baik
d. Tidak terpengaruh cahaya matahari

8
e. Tidak terbakar
f. Tidak bersifat menyerap
g. Tidak mengalami perubahan akibat variasi kelembaban
h. Tahan tekanan sehingga tidak mudah rusak
i. Kuat, ringan

2. Kelemahan
Kelemahan pengemasan susu bubuk menggunakan alumunium foil antara
lain:
a. Sulit untuk ditutup atau direkat dengan solder
b. Dari sifatnya yang lentur dan sulit ditutup, cenderung ada lubang-
lubang yang merugikan
c. Seringkali dapat memudarkan warna beberapa produk yang dikemas
d. Bbila digunakan untuk mengemas produk pangan cair atau berair, daya
awetnya lebih kecil dari tinplate
e. Kekuatannya lebih rendah dibandingkan lembaran timah pada
ketebalan yang sama

2.4 Pengaruh Penggunaan Alumunium Foil terhadap Usia Produk dan


Kesehatan

Alumunium foil memiliki daya simpan yang tinggi terhadap produk


yang dikemasnya. Susu bubuk yang dikemas dengan menggunakan
alumunium foil daya simpannya dapat mencapai 2 tahun karena alumunium
foil tahan terhadap oksigen dan uap air sehingga produk yang ada didalamnya,
selain itu ketahanan aluminum foil terhadap panas dapat mencapai suhu 550
derajat Celsius sehingga produk didalamnya tidak mudah rusak terhadap
pengaruh suhu.
Aluminium foil umumnya tidak memiliki efek merugikan jika digunakan
pada kadar yang sewajarnya. Tapi tetap saja paparan konsentrasi tinggi dapat
menyebabkan masalah kesehatan. Eksposur jangka panjang dan konsentrasi
tinggi aluminium foil dapat mengakibatkan efek kesehatan yang serius,
seperti:

9
- Kerusakan pada sistem saraf pusat
- Demensia
- Kehilangan memori
- Kelesuan
- Gemetar parah

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengertian umum dari kemasan adalah suatu benda yang digunakan untuk
wadah atau tempat dan dapat memberikan perlindungan sesuai dengan tujuannya.
Adanya kemasan dapat membantu mencegah/mengurangi kerusakan, melindungi
bahan yang ada di dalamnya dari pencemaran serta gangguan fisik seperti gesekan,
benturan dan getaran. Bahan pengemas yang sering digunakan untuk
mengemas susu bubuk misalnya alumunium foil karena memiliki beberapa
keuntungan antara lain mempunyai luas permukaan yang lebih besar per
satuan berat, tidak tembus cahaya, untuk ukuran yang tebal daya tahan
terhadap oksigen dan uap air baik, tidak terpengaruh cahaya matahari, tidak
terbakar, dsb.

3.2 Saran
Demiikian yang dapat kami paparkan mengenai materi Pengemasan
Susu Bubuk Menggunakan Alumunium Foil dalam makalah ini, tentunya
masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya
dengan judul makalah ini. Penyusun banyak berharap para pembaca dapat
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi
sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan
berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penyusun pada khususnya juga
para pembacanya.

11
DAFTAR PUSTAKA

Ajie, Ryan.2013.Pengemasan Susu. http://ryanajie.blogspot.com/2013/04/


pengemasan-susu.html (Diakses pada 14 Mei 2015)

Anonim.2010.Pengemasan Bahan Pangan.https://lordbroken.wordpress.com


/2010/12/10/pengemasan-bahan-pangan-%E2%80%9Caluminium-
foil%E2%80%9D/ (Diakses pada 14 Mei 2015)

Anonim.2015.Kenali Susu Bubuk Lebih Dalam.http://www.rajasusu.com/kenali-


susu-bubuk-lebih-dalam (Diakses pada 14 Mei 2015)

http://ryanajie.blogspot.com/2013/04/pengemasan-susu.html

https://www.academia.edu/36040906/Pengemasan_Susu_Bubuk_Menggunakan_
Alumunium_Foil

12