Anda di halaman 1dari 5

Cara menggunakan festo fluidsim : http://diditnote.blogspot.

com/2013/04/cara-
menggunakan-festo-fluidsim.html

http://eprints.walisongo.ac.id/3196/4/3105134_Bab3.pdf

http://aliochajuntak.blogspot.com/2017/01/perbedaan-hasil-belajar-siswa.html

Efektivitas software Festo Fluidsim

Menurut Soemadi Suryabrata (2002: 8) efektivitas diartikan sebagai tindakan atau usaha yang
membawa hasil. Keefektifan juga dapat dikatakan 24 tercapainya sebuah tujuan untuk bidang
tertentu. Berdasarkan kurikulum KTSP SMK MUDA PATRIA Kalasan, pembelajaran dikatakan
efektif jika memenuhi syarat Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) belajar siswa, yaitu jika
peserta didik mampu menyelesaikan, menguasai tiap-tiap indicator kompetensi atau mencapai
tujuan pembelajaran minimal 70% dari seluruh tujuan pembelajaran. Keberhasilan kelas dilihat
dari jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan atau mencapai minimal 70% sekurang-
kurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut. Pelaksanaan penggunaan
software Festo Fluidsim dalam pelajaran pneumatik merupakan bagian dari keefektifan
peningkatan kompetensi siwa.

Berdasarkan definisi efektivitas di atas maka efektivitas penggunaan software Festo Fluidsim
dalam pelajaran pneumatik dapat diartikan sebagai keberhasilan yang dicapai setelah terjadinya
proses penggunaan software Festo Fluidsim tersebut dan keberhasilan kelas tersebut dilihat dari
jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan, menguasai tiap-tiap indicator kompetensi atau
mencapai tujuan pembelajaran minimal 75% dari seluruh tujuan pelajaran pneumatik.
Keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan atau mencapai
minimal 70% sekurangkurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut.

Penelitian tentang Efektivitas Penggunaan Media Festo Fluidsim Sebagai Pembelajaran Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Teknik Instalasi Listrik Siswa Kelas XI
Di SMK N 2 Banda Aceh ini dilakukan dengan melakukan pendekatan penelitian quasi
eksperimen, karena quasi eksperimen merupakan desain penelitian yang mempunyai kelompok
kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang
mempengaruhi eksperimen (Sugiyono, 2009:114). Dalam penelitian ini menggunakan metode
quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group (Sugiyono,2009:116). Tujuan
yang ingin dicapai oleh peneliti adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas dari penggunaan
media dalam pembelajaran teknik instalasi listrik . Media pembelajaran tersebut dapat dikatakan
efektif jika dalam penggunaannya apabila tujuan pembelajaran dapat tercapai. Perubahan
tersebut dapat dilihat dari ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
teknik instalasi listrik.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena dalam menganalisis data


menggunakan data-data numerikal atau angka yang diolah dengan metode statistik, setelah
diperoleh hasilnya, kemudian dideskripsikan dengan menguraikan kesimpulan yang didasari oleh
angka yang diolah dengan metode statistik tersebut.

Softwre Festo Fluidsim adalah perangkat lunak yang komprehensif untuk penciptaan, simulasi,
instruksi dan studi elektro pneumatik, elektro hidrolik 23dan sirkuit digital. Semua fungsi
program berinteraksi dengan lancar, menggabungkan berbagai bentuk media dan sumber
pengetahuan dengan cara yang mudah diakses. Festo Fluidsim menyatukan diagram sirkuit
Editor intuitif dengan deskripsi rinci dari semua komponen, komponen foto, animasi tampilan
sectional dan video terurut. Oleh karena itu Festo Fluidsim sangat cocok tidak hanya untuk
digunakan dalam pelajaran tetapi juga sebagai program belajar-sendiri. Inti dari simulasi ini tidak
perlu takut perbandingan dengan program khusus yang lebih mahal. Meskipun kompleks model
fisik dan tepat prosedur matematika simulasi adalah sangat cepat. Software Festo Fluidsim ini
mempunyai fasilitas yang dapat digunakan untuk:

a. Mengenalkan simbol – simbol komponen Pneumatic dan

Elektropneumatik.
b. Melihat deskripsi Dari komponen – komponen Pneumatic dan

Elektropneumatik.

c. Melihat foto bentuk komponen sesuai dengan simbolnya.

d. Menggambar rangkaian Pneumatik dan Elektropneumatik.

e. Menguji rangkaian Pneumatik dan Elektropneumatik yang dibuat

f. Melihat proses kerja rangkaian Pneumatik dan Elektropneumatik yang

dibuat

Festo Fluidsim merupakan sebuah aplikasi (program komputer) yang berjalan pada
operating sistem windows yang memiliki fungsi sebagai simulasi untuk rangkaian pneumatik.
Program festo fluidsim dapat mensimulasikan rangkaian pneumatik murni dan elektro-pneumatik
sehingga dapat memudahkan penggunanya membuat rangkaian. Dengan adanya software festo
fluidsim diharapkan siswa lebih mudah memahami matakuliah pneumatika dan hidrolika. Dari
beberapa keunggulan dan kemudahan yang dimiliki Program festo fluidsim sehingga program ini
cocok digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu meningkatkan hasil belajar para
siswa jurusan teknik mesin yang sedang memprogram matakuliah Pneumatika dan hidrolika.1

Dalam buku Arief, dkk yang berjudul Media Pendidikan (Arief Sadiman, dkk, 2009:28)
disebutkan beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai
berikut :

1. Media Visual
Seperti halnya media yang lain, media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan
dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam
simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian,
memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat
dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang termasuk media visual adalah:
Gambar atau foto , Sketsa, Diagram, Bagan/Chart, Grafik, Kartun dan Poster .

1
Adhyatma, Dwi. 2013. Efektifitas Penggunaan Festo Fluidsim Sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan
hasil belajar Pneumatik Siswa Kelas XII di SMK Muda Kalasan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
2. Media Audio
Media audio adalah jenis media yang berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan
yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis
media yang dapat digolongkan ke dalam media audio adalah sebagai berikut: Radio , Alat
perekam magnetik

3. Media Proyeksi Diam


Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah:
Film Bingkai dan Film Rangkai

4. Media Proyeksi Gerak dan Audio Visual


Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah: Film gerak , Film
gelang dan Program TV

5. Multimedia
Vaughan (2004) menjelaskan bahwa multimedia adalah sembarang kombinasi
yang terdiri atas teks, seni grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna
melalui komputer. Sejalan dengan hal di atas, Heinich et al (2005) multimedia merupakan
penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti
teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem
komputer. Namun kelemahan dari media ini adalah harus didukung oleh peralatan
memadai seperti LCD projektor dan adanya aliran listrik

6. Benda

Benda-benda yang ada disekitar dapat digunakan pula sebagai media


pembelajaran, baik benda asli maupun benda tiruan atau miniatur. Benda-benda ini dapat
membantu proses pembelajaran dengan baik terutama jika metode yang digunakan adalah
metode demonstrasi atau praktek lapangan.

Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan
pendidikan seperti radio, televisi, buku koran, majalah, komputer dan sebagainya. Media
pembelajaran tersebut digunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam memahami materi
pelajaran Wina Sanjaya (2009:163), Senada dengan sanjaya Sugandi (2004), menyatakan bahwa
media pembelajaran adalah alat/wahana yang digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk
membantu penyampaian pesan pembelajaran.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu
yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau
ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup
luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang
dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan
isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National
Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu
sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu
komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses
pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal.

Anda mungkin juga menyukai