Anda di halaman 1dari 7

Tugas Biologi Sel

Nama : Andira Trianingrum Tukan


Nmp : 513 18 011 048
Kelas : Konversi G

PROGRAM STUDI SI FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PANCASAKTI

MAKASSAR

2019
PERBEDAAN SEL TUMBUHAN DAN SEL HEWAN

Tabel Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan


Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki bagian-bagian sel, seperti yang telah
dijelaskan di atas. Selain memiliki persamaan, sel hewan dan sel tumbuhan memiliki
perbedaan-perbedaan, di antaranya adalah pada sel hewan terdapat sentriol,
sedangkan pada sel tumbuhan tidak terdapat organel. Tetapi, sel tumbuhan memiliki
vakuola, kloroplas, dan dinding sel yang tidak dimiliki sel hewan.
1. Dinding Sel
Merupakan penyusun sel tumbuhan yang tersusun atas serat-serat
sellulosa, bersifat tebal dan kaku untuk membantu mempertahankan
bentuk sel dan melindungi sel dari kerusakan mekanis. Dinding sel
terdapat plasmodesmata yang berfungsi untuk hubungan dengan sel
disebelahnya.
2. Vakoula
Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan, dibatasi oleh
membran yang identik dengan membran plasma. Vakuola sering terbentuk
karena pelipatan membran sel ke arah dalam. Bahan atau buangan dapat
ditemukan di dalam vakuola. Sel tumbuhan berisi banyak vakuola kecil-kecil,
tetapi dengan matangnya sel, terbentuklah vakuola tengah yang besar. Molekul
makanan yang terlarut, bahan buangan, dan pigmen sering terdapat di dalamnya.
Vakuola memiliki beberapa fungsi, antara lain :
a. Memasukkan air melalui tonoplas yang bersifat diferensial permiabel untuk
membangun turgor sel.
b. Vakuola ada yang berisi pigmen dalam bentuk larutan, seperti antosian,
termasuk antosianin yang berwarna merah, biru, dan lembayung, juga warna
gading dan kuning. Antosian dapat memberi warna pada bunga, buah,
pucuk, dan daun. Hal ini, berguna untuk menarik serangga, burung, dan
hewan lain yang berjasa bagi penyerbukan atau persebaran biji.
c. Vakuola tumbuhan, kadang-kadang mengandung enzim hidrolitik yang
dapat bertindak sebagai lisosom waktu hidup. Setelah sel mati, tonoplas
kehilangan sifat diferensial permiabelnya sehingga enzim-enzimnya lolos
keluar menyebabkan autolisis (penghancuran diri).
d. Menjadi tempat timbunan sisa-sisa metabolisme, seperti kristal kalsium
oksalat dan beberapa alkaloid, seperti tanin. Lateks (getah) dapat berkumpul
dalam vakuola dalam bentuk emulsi. Sel khusus yang berfungsi seperti ini
disebut latisifer, misalnya pada Hevea brasiliensi dan Cannabis sativa.
e. Menjadi tempat penyimpanan zat makanan terlarut yang sewaktu-waktu
dapat digunakan oleh sitoplasma. Misalnya, sukrosa dan garam mineral.
3. Mitokondria
Adalah organel yang memiliki struktur amat kompleks yang
berfungsi untuk membentuk energi atau disebut “the power house”
mitokondria merupakan tempat berlangsungya respirasi aerobik pada
tingkat selluler. Mitokondria memiliki enzim-enzim yang berperanan
untuk mengatur daur krebs yaitu sitokrom.
4. Kloroplas
Kloroplas hanya terdapat pada sel-sel tumbuhan dan ganggang tertentu.
Pada sel tumbuhan, kloroplas biasanya dijumpai dalam bentuk cakram dengan
diameter 5 - 8 μm dan tebal 2 - 4 μm. Kloroplas dibatasi oleh membran ganda
yang di dalamnya terdapat sistem luar membran interval yang terbenam dalam
matriks fluida yang disebut stroma.
Membran dalam, kaya akan fosfolipid dan protein. Selain itu, kloroplas
juga mengandung pigmen yang paling utama di antaranya adalah klorofil.
Klorofil terdapat dalam struktur seperti tumpukan piring yang disebut granum
(jamak: grana). Warna hijau klorofil yang tergabung dalam membran, memberi
warna hijau pada kloroplas dan sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya.
Klorofil menangkap energi matahari dan digunakan untuk fotosintesis zat
makanan. Jadi, kloroplas merupakan tempat fotosintesis.
Pigmen-pigmen fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi terbagi menjadi dua
macam, yaitu klorofil dan karotenoid. Kedua pigmen ini berperan untuk
menyerap energi cahaya, kemudian mengubahnya menjadi energi kimia. Kedua
pigmen terletak di membran kloroplas. Klorofil berfungsi menyerap sinar merah
dan biru-ungu, memantulkan sinar hijau, kecuali bila tertutup oleh pigmen warna
lain.
Karotenoid merupakan pigmen berwarna kuning, orange, merah atau
coklat yang menyerap sinar bergelombang antara biru-ungu. Karotenoid terdapat
pada beberapa bunga dan buah- buahan sehingga memiliki warna yang
cemerlang dan menarik insekta, burung atau hewan lain untuk membantu
penyerbukan atau penyebaran biji. Misalnya, likopen yang merupakan karoten
pada kulit buah tomat yang merah. Karotenoid juga berfungsi sebagai pelindung
klorofil pada waktu sinar terlalu kuat dan oksidasi oleh oksigen yang dihasilkan
dalam proses fotosintesis. Ada dua tipe karotenoid, yaitu karoten dan xantofil.
5. Lisosom
Lisosom merupakan organel yang berperanan dalam kegiatan
fagositik karena di dalam lisosom banyak terkandung enzim pencerna
hidrolitik seperti protease, nuklease, lipase, dan fosfatase. Secara umum
fungsi lisosom adalah untuk penguraian molekul-molekul.
6. Mikrotubulus
Adalah organel berbentuk benang-benang silindris yang tersusun
atas protein. mikrotubula bersifat kaku sehingga berfungsi sebagai
‘rangka sel’ yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel. Pada saat
pembelahan mikrotubulus beroperanan dalam pembelahan dengan
menjadi benang-benang gelendong.
7. Mikrofilamen
Organel sejenis mikrotubulus yang tersusun atas protein aktin dan
myosin. Fungsi dari mikrofilamin adalah dalam bergerakan sel . dalam
makhluk hidup tingkat tinggi. Pergerakan/ aliran sitoplasma di atur oleh
mikrofilamen.
8. Peroksisom
Peroksisom merupakan organel yang senantiasa berasosiasi
dengan organel lain, dan banyak mengadnung katalase dan oksidase.
Enzim ini akan mengkatalisis H2O2 yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu
lisosom berfungsi untuk perubahan lemak menjadi karohidrat seta
perubahan purin
9. Membran Sel
Merupakan bagian terluar sel hewan yang membatasi isi sel
dengan lingkungan. Organel ini berfungsi sebagai selaput pelindung dan
pengontrol yang bersifat semi permeabel untuk mengendalikan
pertukaran zat antara sitoplasma dengan lingkungan sel. Membran sel
tersusun atas selaput lipoprotein (lipida dan protein).
10. Sitoplasma/Protoplasma
Adalah cairan sel yang mengisi ruangan antara membran sel
dengan inti sel. Sitoplasma tersusun atas bahan dasar cair yang disebut
sitosol yang berisi air dan senyawa organik terlarut seperti : garam, asam
lemak, asam amino, gula nukleotida, protein, dsb. Sitoplasma merupakan
sumber bahan kimia yang penting dan merupakan tempat
berlangsungnya metabolisme tertentu seperti glikolisis, sintesis protein,
sintesis asam lemak, dsb.
11. Nukleus
Adalah organel terbesar yang berbentuk bulat hingga oval,
berfungsi untuk mengendalikan seluruh kegiatan sel. Sel eukariotik
memiliki membran inti/karioteka sementara sel prokariotik tidak
memiliki membran inti/karioteka.
12. Retikulum Endoplasma
Adalah organel yang bertindak sebagai saluran-saluran dalam
sitoplasma yang menghubungkan membran sel dengan nukleus. Fungsi
dari retikulum endoplasma adalah untuk transportasi protein.
13. Ribosom
Organel yang terdapat bebas didalam sitoplasma atau menempel
pada retikulum endoplasma yang tersusun atas protein dan RNA.
Ribosom berfungsi untuk sisntesis protein.
14. Apparatus Golgi
Organel yang berbentu seperti kantong pipih yang berbentuk jala
yang terpusat pada salah satu sisi nukleus. Organel ini berfungsi untuk
pengemasan dan sekresi protein.

SUMBER: Yuni Wibowo. Teaching Guide: Struktur Sel Hewan Dan Sel
Tumbuhan. 2005. FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/teaching%20guide_piloting.pdf)