Anda di halaman 1dari 33

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

MATA PELAJARAN : PPKn


SEMESTER : 3 / Tiga
MATERI POKOK : Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia
PENYUSUN : PUJIYONO, S.Pd

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 WONOSOBO
Jalan Jogonegoro Km. 2 Wonosobo Kode Pos 56314
Telp / Fax (0286) 321155
Website:www.sma1Wonosobo.sch.id / Email:sma1wsb@gmail.com

1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Sekolah : SMA Negeri 1 Wonosobo


Mata Pelajaran : PPKn
Semester : 3 / Tiga
Materi Pokok : Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia
Alokasi Waktu : 3 X 2 JP

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3 Memproyeksikan sistem hukum dan 3.3.1 Memahami sistem hukum di
peradilan di Indonesia sesuai dengan 3.3.2 Indonesia
Undang-Undang Dasar Negara Mencermati sistem peradilan dan
Republik Indonesia Tahun 1945 peranan lembaga peradilan di
3.3.3 Indonesia
Menampilkan sikap yang sesuai dan
yang bertentangan dengan hukum
4.3 Menyaji hasil penalaran tentang 4.3.1 Menganalisis sistem hukum di
sistem hukum dan peradilan di Indonesia, sistem peradilan dan
Indonesia sesuai dengan Undang- peranan lembaga peradilan di
Undang Dasar Negara Republik Indonesia serta sikap yang sesuai
Indonesia Tahun 1945 dan bertentangan dengan hukum
4.3.2 Menyaji hasil analisis sistem hukum
nasional
4.3.3 Menyaji hasil analisis sistem

2
peradilan dan peranan lembaga
peradilan di Indonesia
4.3.4 Menyaji hasil analisis sikap yang
sesuai dan bertentangan dengan
hukum

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan analisis, peserta didik dapat
memahami dan menjelaskan tentang sistem hukum nasional, sistem peradilan dan peranan
lembaga peradilan di Indonesia serta sikap yang sesuai dan bertentangan dengan hukum,
sehingga peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya,
mengembangkan sikap jujur, peduli, bertanggungjawab, responsif dan proaktif serta dapat
mengembangankan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi,
berkreasi(4C).

D. Materi Ajar
A. Sistem Hukum di Indonesia
1. Pengertian Hukum
2. Tujuan Hukum
3. Penggolongan Hukum
4. Sumber Hukum
B. Sistem Peradilan dan Peranan Lembaga Peradilan di Indonesia
1. Makna Lembaga Peradilan
2. Dasar Hukum Lembaga Peradilan
3. Klasifikasi Lembaga Peradilan
4. Perangkat Lembaga Peradilan
C. Sikap yang Sesuai dengan Hukum
1. Perilaku yang Sesuai dengan Hukum
2. Perilaku yang Bertentangan dengan Hukum
3. Sanksi terhadap Perilaku yang Bertentangan dengan Hukum

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Metode Pembelajaran : Pengamatan, Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan/Analisis dan
Penyusunan Laporan
Model Pembelajaran : PBL

F. Alat dan Sumber Belajar


1. Alat dan Bahan Belajar
1) Alat : Peta Konsep, Power point, LCD, Laptop
2) Bahan Belajar : Unit Kegiatan Belajar / UKB
2. Sumber Belajar
1) Buku PPKn kelas XI, UUD NRI Tahun 1945, UU No. 9 Tahun 2009
2) Internet
3) Koran

3
G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Memahami Sistem Hukum di Indonesia
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan Guru dan peserta didik melaksanakan upacara di hari senin, 15 menit
selasa asmaul husna, rabu sd kamis literasi dan jumat
bersih, hijau, sehat, religi (berbasis budaya sekolah dan
penguatan pendidikan karakter)
1) Memberikan salam dan berdoa bersama
(religiositas)
2) Menyanyikan lagu Indonesia raya (nasionalisme)
3) Menanyakan kepada siswa kesiapan dan
kenyamanan untuk belajar
4) Menanyakan kehadiran siswa
5) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
6) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan
kegiatan yang akan dilakukan.
7) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang
akan digunakan.
Inti Guru memfasilitasi peserta didik untuk beraktivitas sesuai 60 menit
dengan model pembelajaran PBL (berbasis kelas)
1) Guru meminta kepada peserta didik untuk
menjawab pertanyaan di berikan sebagai bahan
pembahasan yang akan dipelajari tentang sistem
hukum di Indonesia.(memberi stimulus)
2) Guru meminta peserta didik untuk mengamati
gambar atau video tentang pelanggaran lalu
lintas.(memberi stimulus)
3) Guru meminta peserta didik untuk menganalisis
suatu permasalahan terkait dengan wacana
tersebut.(mengidentifikasi masalah)
4) Guru meminta peserta didik mencatat hal-hal yang
penting dan mungkin dapat dieksplorasi pada saat
proses menganalisis nanti.(mengidentifikasi
masalah)
5) Peserta didik memperhatikan penjelasan guru
tentang berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan pelanggaran lalu lintas (mengidentifikasi
masalah)

4
6) Peseta didik dibagi menjadi beberapa kelompok
masing-masing berjumlah 5 – 6
orang.(mengumpulkan data)
a. Kelompok 1 mempresentasikan pengertian
hukum
b. Kelompok 2 mempresentasikan tujuan
hukum
c. Kelompok 3 dan 4 mempresentasikan
penggolongan hukum
d. Kelompok 5 mempresentasikan sumber
hukum
7) Guru mengamati keterampilan peserta didik secara
perorangan dan kelompok dalam menyusun
tugasnya.
8) Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya
secara bergantian dan kelompok yang lain
menanggapinya.(menverifikasi dan menyimpulkan)
9) Guru memberi motivasi dan penghargaan bagi
kelompok yang mempresentasikan dengan
baik.(memberi stimulus)
Penutup 1) Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat 15 menit
kesimpulan materi pembelajaran sistem hukum di
Indonesia yang telah dipelajari
2) Peserta didik dapat ditanyakan apakah sudah
memahami materi pelajaran tersebut.
3) Peserta didik menyimpulkan materi yang telah
dibahas pada pertemuan pertama.
4) Guru memberikan tugas 3.2 kepada peserta didik
untuk melakukan wawancara dengan Kapolsek
setempat sebagai materi pada bab berikutnya
5) Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME
bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan
baik dan lancar.

Pertemuan 2
Mencermati Sistem Peradilan di Indonesia
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan Guru dan peserta didik melaksanakan upacara di hari senin, 15 menit
selasa asmaul husna, rabu sd kamis literasi dan jumat
bersih, hijau, sehat, religi (berbasis budaya sekolah dan
penguatan pendidikan karakter)
 Memberikan salam dan berdoa bersama (religiositas)
 Menyanyikan lagu Indonesia raya (nasionalisme)

5
 Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Menanyakan kehadiran siswa
 Melakukan apersepsi dengan menanyakan materi yang
telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
 Meminta peserta didik untuk mengumpulkan Tugas
Mandiri 3.2 salah satu peserta didik diminta untuk
membacakan hasil tugas yang telah dikerjakan
kemudian guru memberikan konfirmasi jawaban.
 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan garis besar cakupan materi dan
kegiatan yang akan dilakukan.
 Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.

Inti
 Guru memfasilitasi peserta didik untuk beraktivitas
sesuai dengan model pembelajaran PBL (berbasis kelas)
 Guru meminta peserta didik untuk mengamati dengan
membaca tentang sistem peradilan di Indonesia tentang
Pro Kontra Wacana Pengadilan Khusus Narkotika ,
kemudian guru dapat menambahkan penjelasan terkait
dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang
berhubungan dengan sistem peradilan di
Indonesia.(memberi stimulus)
 Guru meminta peserta didik untuk menganalisis suatu
permasalahan terkait dengan wacana
tersebut.(mengidentifikasi masalah)
 Guru meminta perseta didik mencatat hal-hal yang
penting dan mungkin dapat dieksplorasi pada saat proses
menganalisis nanti.(mengidentifikasi masalah)
 Peserta didik membuat identifikasi pertanyaan sebanyak
mungkin tentang system peradilan di Indonesia, misalnya
sebagai berikut.(mengumpulkan data)
1. Apa yang kalian ketahui tentang peradilan? Apa
bedanya dengan pengadilan?
2. Apakah diera ini masih terdapat kasus pelanggaran
hukum?
3. Mengapa hal tersebut masih terjadi di negara
Indonesia.
4. Faktor apa yang menyebabkannya?
5. Apakah sudah ada upaya penyelesaian kasus
tersebut, apa saja bentuk penyelesaiannya dan
bagaimana tingkat keberhasilannya?

6
6. Apabila belum ada upaya penyelesaian, apa saja
bentuk alternative penyelesaian kasus tersebut?
7. Tindakan pencegahan apa yang dapat dilakukan?
 Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok masing-
masing berjumlah 5 – 6 orang.(mengumpulkan data)
a. Kelompok 1 mempresentasikan pengertian dan
tujuan peradilan
b. Kelompok 2 mempresentasikan dasar hukum
lembaga peradilan
c. Kelompok 3 mempresentasikan klasifikasi lembaga
peradilan
d. Kelompok 4 mempresentasikan perangkat peradilan
e. Kelompok 5 mempresentasikan perangkat peradilan
 Peserta didik menyusun laporan hasil analisis system
peradilan di Indonesia secara tertulis. Laporan dapat
berupa bahan tayangan dalam bentuk tertulis.
 Guru mengamati keterampilan peserta didik secara
perorangan dan kelompok dalam menyusun tugasnya.
 Peserta didik secara berkelompok diminta untuk
menyajikan hasil analisis system peradilan di Indonesia
secara bergantian di depan kelas dan kelompok yang lain
menaggapinya.(memverifikasi dan menyimpulkan)
 Hasil analisis dikumpulkan untuk mendapat penilaian
penilaian.
Penutup  Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat
kesimpulan materi pembelajaran sistem peradilan di
Indonesia yang telah dipelajari
 Peserta didik dapat ditanyakan apakah sudah
memahami materi pelajaran tersebut.
 Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dibahas
pada pertemuan kedua.
 Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan
lancar.

Pertemuan 3
Menampilkan Sikap yang Sesuai dengan Hukum
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan Guru dan peserta didik melaksanakan upacara di hari senin, 15 menit
selasa asmaul husna, rabu sd kamis literasi dan jumat
bersih, hijau, sehat, religi (berbasis budaya sekolah dan
penguatan pendidikan karakter)
 Memberikan salam dan berdoa bersama (religiositas)

7
 Menyanyikan lagu Indonesia raya (nasionalisme)
 Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan
untuk belajar
 Menanyakan kehadiran siswa
 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan garis besar cakupan materi dan
kegiatan yang akan dilakukan.
 Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.

Inti 60 menit
 Guru memfasilitasi peserta didik untuk beraktivitas
sesuai dengan model pembelajaran PBL (berbasis kelas)
 Guru meminta peserta didik untuk mengamati atau
membaca ilustrasi tabrak lari yang ditayangkan
guru.(memberi stimulus)
 Guru meminta peserta didik untuk menganalisis suatu
permasalahan terkait dengan wacana
tersebut.(mengidentifikasi masalah)
 Guru meminta perseta didik mencatat hal-hal yang
penting dan mungkin dapat dieksplorasi pada saat proses
menganalisis nanti.(mengidentifikasi masalah)
 Peserta didik membuat identifikasi pertanyaan sebanyak
mungkin tentang kasus pelanggaran hukum, misalnya
sebagai berikut.(mengidentifikasi masalah)
1. Faktorpenyebab terjadinya kasus tersebut
2. Jenis pelanggaran.
3. Ketentuan perundang-undangan yang dilanggar.
4. Sanksi yang kemudian akan diterima
5. Solusi untuk mencegah terulangnya kasus tersebut
 Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok masing-
masing berjumlah 5 – 6 orang.(mengumpulkan data)
a. Kelompok 1 mempresentasikan pengertian norma
agama dan sanksinya
b. Kelompok 2 mempresentasikan pengertian norma
kesusilaan dan sanksinya
c. Kelompok 3 mempresentasikan pengertian norma
kesopanan dan sanksinya
d. Kelompok 4 mempresentasikan pengertian norma
hukum dan sanksinya
e. Kelompok 5 mempresentasikan contoh perilaku
yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum
dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat,
bangsa dan negara

8
 Peserta didik menyusun laporan hasil analisis sikap-
sikap yang sesuai dengan hukum di Indonesia secara
tertulis. Laporan dapat berupa bahan tayangan dalam
bentuk tertulis.(menverifikasi dan menyipulkan data)
 Guru mengamati keterampilan peserta didik secara
perorangan dan kelompok dalam menyusun tugasnya.
 Peserta didik secara berkelompok diminta untuk
menyajikan hasil analisis system peradilan di Indonesia
secara bergantian di depan kelas dan kelompok yang lain
menaggapinya.
 Hasil analisis dikumpulkan untuk mendapat penilaian
penilaian.
Penutup  Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dibahas 15 menit
pada pertemuan ini.
 Guru menugaskan peserta didik untuk mengerjakan
tugas dan latihan diluar kegiatan pembelajaran dan
tugas di kumpulkan pada petemuan minggu berikutnya
 Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan
lancar.

H. Penilaian
1 Teknik Penilaian
A Penilaian Sikap :
B Penilaian :
Pengetahuan
C Penilaian :
Keterampilan
2 Bentuk Penilaian
A Observasi :
B Tes Tertulis :
C Unjuk Kerja :
D Proyek :
E Produk :
F Lainnya :
3 Instrumen Penilaian : Terlampir
4 Alat Penilaian : Terlampir

Mengetahui Wonosobo, 22 September 2018


Kepala SMA Negeri 1 Wonosobo Guru Mata Pelajaran PPKn

9
SABAR RIYANTO, S.Pd., M.T PUJIYONO, S.Pd
NIP.19710615 200003 1 004 NIP.19660902 200701 1 009

Lampiran 1 :
BAHAN AJAR MATA PELAJARAN : PPKn
MATERI : SISTEM HUKUM DAN PERADILAN DI INDONESIA

A. Sistem Hukum di Indonesia


1) Pengertian hukum
Istilah sistem hukum terdiri atas dua kata, yaitu sistem dan hukum. Sistem
adalah suatu totalitas yang terdiri atas komponen-komponen atau unsur-
unsur yang satu sama lain berbeda, tetapi saling berkitan dalam suatu pola
atau model yang mantap, sehingga dapat diterapkan secara konsisten.
Adapun pengertian hukum adalah sekumpulan peraturan-peraturan atau
kaidah tentang tingkah laku dalam kehidupan bersama. Peraturan atau
kaidah tersebut dapat dipaksakan pelaksanaannya kepada warga dengan
ancaman atau sanksi.
2) Tujuan Hukum
Hukum memiliki beberapa tujuan, yaitu
a) Mengatur pergaulan hidup manusia secara damai
b) Mencapai keadilan
c) Menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan tidak
dapat diganggu gugat.
3) Penggolongan hukum
Adapun penggolongan hukum didasarkan pada beberapa hal sebagai berikut.
a. Hukum menurut wujud dan bentuk
a) Hukum tertulis
b) Hukum tak tertulis
b. Hukum menurut wilayah berlakunya
a) Hukum lokal
b) Hukum nasional
c) Hukum internasional
c. Hukum menurut waktu
a) Hukum Ius constitutum
b) Hukum Ius constituendum
d. Hukum menurut isi
a) Hukum publik
b) Hukum privat

10
e. Hukum menurut fungsi
a) Hukum material
b) Hukum formal
f. Hukum menurut sifat
a) Hukum yang memaksa
b) Hukum yang mengatur/melengkapi
4) Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan
a. Sumber Hukum
Sumber hukum adalah segala auran yang mempunyai kekuatan
memaksa, yaitu apabila dilanggar akan mengakibatkan timbulnya
sanksi yang tegas.
Sumber hukum dibedakan menjadi dua macam, yaitu sumber hukum
materiil dan sumber hukum formal
a) Sumber hukum materiil
b) Sumber hukum formal
b. Tata Urutan Peraturan Perundangan
a) UUD 1945
b) UU/Perpu
c) PP
d) Perpres
e) Perda

B. Makna Lembaga Peradilan


1. Pengertian dan Tujuan Peradilan Nasional
Peradilan Nasional adalah suatu keseluruhan komponen-komponen peradilan
nasional, pihak-pihak dalam proses peradilan, hierarki kelembagaan peradilan
maupun aspek-aspek yang bersifat prosedural yang salin berkait sedemikian
rupa, sehingga terwujud suatu keadilan hukum.
Tujuannya yaitu mewujudkan keadilan hukum bilamana komponen-komponen
sistemnya berfungsi dengan baik. Komponen-komponen itu antara lain:
a) Materi hukum materiil dan hukum acara ( hukum formil )
b) Prosedural yaitu proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan
pemeriksaan dalam sidang pengadilan.
Penyelidikan merupakan serangkaian tindakan penyidik untuk mencari dan
menemikan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pelanggaran hukum
guna menentukan dapat tidaknya dilakukan penyidikan.
Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta
mengumpulkan bukti.
Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara
kepengadilan yang berwenang dalamhal dan menuntut cara yang ditentukan
undang-undang dengan permintaan supaya diperiksa dan diputuskan oleh
hakim di sidang pengadilan.
2. Dasar Hukum Lembaga Peradilan

11
Adapun dasar hukum terbentuknya lembaga-lembaga peradilan nasional
sebagai berikut:
a) Pancasila terutama sila kelima
b) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bab IX
Pasal 24 Ayat (2 ) dan ( 3 )
c) UU RI Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak
d) UU RI Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradiloan Militer
e) UU RI Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM
f) UU RI Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak
g) UU RI Nomor 24 Tahun 2003 tentang MK
h) UU RI Nomor 5 Tahun 2004 tentang MA
i) UU RI Nomor 8 Tahun 2004 tentang Peradilan Umum
j) UU RI Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara
k) UU RI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Peradilan Agama
Peraturan perundang-undangan di atas menjadi pedoman bagi lembaga-
lembaga peradilan dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagai
lembaga yang melaksanakan kekuasaan kehakiman secara bebas tanpa ada
intervensi/campur tangan dari siapapun.
3. Klasifikasi Lembaga Peradilan dan Peranannya
Menurut UUD NRI Tahun 1945 Pasal 24 ayat 2, kekuasaan kehakiman dilakukan
oleh sebuah MA dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam
lingkungan peradilan umu, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan
militer, lingkungan peradilan tata usaha negaradan sebuah MK.
Saat ini ada beberapa peradilan di Indonesia. Perhatikan urian berikut.
a) Peradilan Umum
Peradilan umum di Indonesia adalah pengadilan negeri, pengadilan tinggi,
dan MA
Pengadilan umum bertugas mengadili warga negara Indonesia pada
umumnya ( rakyat sipil ), sehingga peradilan umum disebut juga pengadilan
sipil.
b) Peradilan agama
c) Peradilan militer
d) Peradilan Tata Usaha Negara
e) Mahkamah Konstitusi
4. Alat Kelengkapan Peradilan Nasional
a) Hakim
b) Panitera
c) Jaksa
d) Polisi

12
C. Menampilkan Sikap Yang Sesuai Dengan Hukum
a) Berbagai Kasus Pelanggaran Hukum
Kalian tentu pernah mendengar peristiwa pembunuhan, perampokan atau
pemerkosaan yang terjadi di suatu daerah. Kalian tentunya pernah melihat di
televisi seorang pejabat negara ditangkap karena melakukan korupsi. Nah
semua itu merupakan contoh dari pelanggaran hukum. Apa sebenarnya
pelanggaran hukum? Mengapa terjadi pelanggaran hukum
Pelanggaran hukum disebut juga perbuatan melawan hukum yaitu tindakan
seseorang yang tidak sesuai atau bertentangan dengan aturan-aturan yang
berlaku.
Pelanggaran hukum merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum.
Ketidak patuhan terhadap hukum dapat disebabkan oleh:
1) Pelanggaran hukum oleh pelaku pelanggaran sudah dianggap sebagai
kebiasaan bahkan kebutuhan
2) Hukum yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan tutntunan kehidupan.
Saat ini kita sering melihat berbagai pelanggaran hukum banyak terjadi di
negara kita, hampir setiap hari kita kita mendapatkan informasi mengenai
terjadinya tindakan melawan hukum. Berikut salah satu contoh perilaku yang
bertentangan dengan hukum.

Gambar : pelajar yang membolos sekolah ditertibkan Satpol PP

Untuk menambah wawasanmu tentang pelanggaran hukum, analisislah contoh


kasus dibawah ini, kemudian diskusilah bersama teman sebangkumu, tetapi
laporannya dibuat secara individual.

13
Berniat Jual Ganja, Anak Buah Kapal diringkus Polisi di Penjaringan

Jakarta, Seorang anak buah kapal ( ABK ) yang berinisiasi A berniat menjual daun
ganja keringf di atas kapal ikan, sebelum akan berangkat naik kapal untuk
menagkap ikan diringkus anggota kepolisian Polsek Penjaringan. A diringkus
didepan rumahnya di Jl Muara Angke RT 01/11, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara,
Kamis (24 Juni 2017). Satuan polsek Penjaringan. Jakarta Utara mengamankan 500
gram daun ganja dari A di dalam rumahnya.
Kita masih kembangkan kasus ini,”kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Penjaringan,
Ajun Komisaris Besar Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi, Kamis ( 24 Juni 2017 ).
Penagkapan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.
Dari kasus diatas, coba kalian lakukan analisis yang berkaitan dengan hal-hal
sebagai:
1) Faktor penyebab terjadinya kasus tersebut
2) Jenis pelanggaran hukum yang dilakukan
3) Ketentuan peraturan perundang-undangan yang dilanggar
4) Sanksi yang kemungkinan akan diterima pelaku
5) Solusi untuk mencegah terulangnya kasus tersebut

b) Macam-Macam Sanksi
Sanksi terhadap pelanggaran hukum itu amat banyak sekali. Sifat dan jenis dari
setiap norma atau hukum berbeda satu sama lain. Akan tetapi dari segi tujuannya
sama yaitu untuk mewujudkan ketertiban dalam masyarakat. Berikut ini sanksi dari
norma-norma yang berlaku di masyarakat.
No Norma Pengertian Contoh Sanksi
1 Agama
2 Kesusilaan
3 Kesopanan
4 Hukum
Dalam tabel diatas disebutkan bahwa sanksi norma hukum adalah tegas dan nyata.
Jika sanksi hukum diberikan oleh negara melalui lembaga-lembaga peradilan,
sedangkan sanksi sosial diberikan oleh masyarakat

c) Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan dan Penegakan Hukum


Setelah kalian menganalisis berbagai macam kasus pelanggaran hukum dan
memahami sanksi atas pelanggaran hukum yang dilakukan tentu saja sekarang
keyakinan kalian akan pentingnya perlindungan dan penegakan hukum semakin
tinggi. Nak keyakinan tersebut harus harus dibutikan salah satunya dengan
berpartisipasi dalam proses perlindungan dan penegakan hukum. Wujud dari

14
partisipasi tersebut adalah dengan menampilkan perilaku yang mencerminkan
ketaatan atau kepatuhan terhadap hukum.

Perilaku yang mencerminkan sikap patuh terhadap hukum harus kita tampilkan
dalam kehidupan sehari baik dilingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa
dan negara. Berikut contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap
hukum yang berlaku.

1) Dalam kehidupan di lingkungan keluarga, antara lain:


a. Mematuhi perintah orang tua
b. Ibadah tepat waktu
c. Melaksanakan aturan yang dibuat dan disepakati keluarga
2) Dalam kehidupan lingkungan sekolah, antara lain:
a. Menghormati kepala sekolah, guru dan karyawan
b. Memakai pakaian seragam yang telah disepakati
c. Tidak mencotek ketika sedang ulangan
d. Memperhatikan penjelasan guru
3) Dalam kehidupan di lingkungan masyarakat, antara lain:
a. Melaksanakan setiap norma yang berlaku di masyarakat
b. Melaksanakan tugas ronda
c. Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti
d. Menghormati keberadaan tetangga disekitar rumah
4) Dalam kehidupan dilingkungan bangsa dan negara, antara lain
a. Bersikap tertib ketika berlalu lintas di jalan raya
b. Memiliki KTP
c. Memiliki SIM
d. Membayar pajak

Lampiran 2 :

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP


Pertemuan Pertama
1. Penialaian Sikap.
Penilaian sikap teerhadap peserta didik dapat dialkukan selama proses belajar
berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya,
dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat berdiskusi. Aspek yang
diamati adalah iman taqwa, rasa syukur, jujur, disiplin, dam tanggung jawab.

Format observasi penilaian sikap dapat menggunakan contoh di bawah ini :


Pedoman Pengamatan Sikap.
- Kelas :...................

15
- Hari, Tanggal :...................
- Pertemuan Ke :...................
- Materi Pokok :...................
Aspek Yang Dinilai
Nama Peserta
No. Iman Rasa Jujur Disiplin Tanggung
Didik
Taqwa Syukur Jawab
1.
2.
Dst.

Skor penilaian menggunakan skala 1 – 4 yaitu :


- Skor 1 apabila peserta didik tidak pernah sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.
- Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai denganm aspek sikap yang dinilai.
- Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.
- Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.

Skor perolehan
Nilai =..................... x 4
20
2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan. Pesrta didik diminta untuk
mengerjakan Tugas :
Tugas Kelompok 3.1, Tugas Mandiri 3.2.

Perskoran Tugas Kelompok 3.1


o Nomor 1 sampai 5 skor perolehan adalah 10, bila mengerjakan dengan benar
masing-masing soal skor perolehann adalah 2 sehingga jumlah skor perolehan
maksimal 10.
Skor perolehan :
Nilai =................x 2

Perskoran Tugas Mandiri 3.2


o jika dikerjakan dengan benar skor perolehan adalah 10.

3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemapuan peserta didik dalam
presentasi, kemapuan bertanya, kemapuan menjawab pertanyaan atau
mempertahankan argumentasi kelompok, kemapuan dalam memerikan masukan /
saran pada saat menyampaikan hasil telaah tentang hak asasi manusia dalam Pancasila.
Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format di
bawah ini, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan
sittuasi dan kondisi serta keperluan guru.

No. Nama Kemampuan Kemapuan


Memberi Masukan/Saran
Peserta Bertanya Menjawab

16
Didik Argumentasi
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Keterangan : di isi dengan tanda cek ( V )


Katagori penilaian :
4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Skor penilaian :
Nilai =------------------x 4
12
Pedoman Perskoran ( rubrik)
No. Aspek Perskoran
1. Kemampuan bertanya - skor 4, apabila selalu bertanya.
- skor 3, apabila sering bertanya.
- skor 2, apabila kadang-kadang
bertanya
- skore 1, apabila tidak pernah
bertanya
3. Kemapuan - sklor 4, apabila materi/jawaban
menjawab/argumentasi benar, rasional dan jelas
- skor 3, apabila materi/jawaban
benar, rasional. Dan tidak jelas.
- Skor 2, apabila materi/jawaban
benar, tidak rasional, dan tidak
jelas.
- Skor 1, apabila materti/jawaban
tidak benar, tidak rasional. Dan
tidak jelas
3. Kemapuan memberi - Skor 4, apabila selalu memberi
masukan/saran masukan.
- Skor 3, apabila sering ,emberi
masukan
- Skor 2, apabila kadang-kadang
memberi masukan.
- Skor 1, apabila tidak pernah
memberi masukan

17
Pertemuan Ke Dua

5. Penilaian Sikap.
Penilaian sikap teerhadap peserta didik dapat dialkukan selama proses belajar
berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya,
dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat berdiskusi. Aspek yang
diamati adalah iman taqwa, rasa syukur, jujur, disiplin, dam tanggung jawab.

Format observasi penilaian sikap dapat menggunakan contoh di bawah ini :


Pedoman Pengamatan Sikap.
- Kelas :...................
- Hari, Tanggal :...................
- Pertemuan Ke :...................
- Materi Pokok :...................
Aspek Yang Dinilai
Nama Peserta
No. Iman Rasa Jujur Disiplin Tanggung
Didik
Taqwa Syukur Jawab
1.
2.
Dst.

Skor penilaian menggunakan skala 1 – 4 yaitu :


- Skor 1 apabila peserta didik tidak pernah sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.
- Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai denganm aspek sikap yang dinilai.
- Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.
- Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.

Skor perolehan
Nilai =..................... x 4
20
6. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan. Peserta didik diminta untuk
mengerjakan Tugas Mandiri 3.3 dan Tugas Kelompok 3.4

Perskoran Tugas Mandiri 3.3


o Apabila semua pertanyaan dijawab dengan benar skornya 10, apabila jawaban
kurang benar maka skornya 1. Jumlah pertanyaan ada 10, skor maksimal adalah
20.

Skor perolehan :
Nilai =................x 10
7
Perskoran Tugas Kelompok 3.4

18
o Apabila semua pertanyaan dijawab dengan benar skornya 10, Jumlah pertanyaan
ada 3, skor maksimal adalah 30.

Skor perolehan :
Nilai =................x 10
3

7. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan unjuk/praktik untuk melihat
kemampuan peserta didik dalam bermain peran/simulasi tentang kasus pelanggaran
hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Penilaian dapat menggunakan foramat
sebagai berikut.
Aspek Penilaian
Nama Ketepatan Penghayatan Rata-Rata Skor
Perilaku Peran

Pedoman Pensekoran
Aspek Penilaian Rubrik
Ketepatan Perilaku Skor 4, apabila perilaku sangat sesuai dengan peran.
Skor 3, apabila perilaku sesuai dengan peran.
Skor 2, apabila perilaku kurang sesuai dengan peran.
Skor 1, apabila poerilaku tidak sesuai dengan peran.
Penghayatan Skor 4, apabila sangat menghayati peran.
Skor 3, apabila menghayati peran.
Skor 2, apabilka kurang menghayati peran.
Skor 1, apabila tidak menghayati peran.

Skor penilaian :
Nilai =------------------x 4
8

Pertemuan Ke Tiga

1. Penilaian Sikap.
Penilaian sikap teerhadap peserta didik dapat dialkukan selama proses belajar
berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya,
dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat berdiskusi. Aspek yang
diamati adalah iman taqwa, rasa syukur, jujur, disiplin, dam tanggung jawab.

Format observasi penilaian sikap dapat menggunakan contoh di bawah ini :


Pedoman Pengamatan Sikap.

19
- Kelas :...................
- Hari, Tanggal :...................
- Pertemuan Ke :...................
- Materi Pokok :...................
Aspek Yang Dinilai
Nama Peserta
No. Iman Rasa Jujur Disiplin Tanggung
Didik
Taqwa Syukur Jawab
1.
2.
Dst.

Skor penilaian menggunakan skala 1 – 4 yaitu :


- Skor 1 apabila peserta didik tidak pernah sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.
- Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai denganm aspek sikap yang dinilai.
- Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.
- Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.

Skor perolehan
Nilai =..................... x 4
20

2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan. Peserta didik diminta untuk
mengerjakan Tugas Mandiri 3.4

Perskoran Tugas Mandiri 3.4


o Masing-masing soal skornya adalah 2, sehingga skor perolehan maksimal adalah
6

Skor perolehan :
Nilai =................x 4
6
3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemapuan peserta didik dalam
presentasi, kemapuan bertanya, kemapuan menjawab pertanyaan atau
mempertahankan argumentasi kelompok, kemapuan dalam memerikan masukan /
saran pada saat menyampaikan hasil telaah tentang hak asasi manusia dalam Pancasila.
Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format di
bawah ini, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan
sittuasi dan kondisi serta keperluan guru.

Nama Kemapuan
No. Kemampuan
Peserta Menjawab Memberi Masukan/Saran
Bertanya
Didik Argumentasi

20
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Keterangan : di isi dengan tanda cek ( V )


Katagori penilaian :
4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Skor penilaian :
Nilai =------------------x 4
12
Pedoman Perskoran ( rubrik)
No. Aspek Perskoran
1. Kemampuan bertanya - skor 4, apabila selalu bertanya.
- skor 3, apabila sering bertanya.
- skor 2, apabila kadang-kadang
bertanya
- skore 1, apabila tidak pernah
bertanya
3. Kemapuan - sklor 4, apabila materi/jawaban
menjawab/argumentasi benar, rasional dan jelas
- skor 3, apabila materi/jawaban
benar, rasional. Dan tidak jelas.
- Skor 2, apabila materi/jawaban
benar, tidak rasional, dan tidak
jelas.
- Skor 1, apabila materti/jawaban
tidak benar, tidak rasional. Dan
tidak jelas
3. Kemapuan memberi - Skor 4, apabila selalu memberi
masukan/saran masukan.
- Skor 3, apabila sering ,emberi
masukan
- Skor 2, apabila kadang-kadang
memberi masukan.
- Skor 1, apabila tidak pernah
memberi masukan

Lampiran Tugas di Luar Pembelajaran

21
1) Penilaian Sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dapat dilakukan dengan penilaian diri.
Peserta didik diminta untuk mengamati dirinya masing-masing, apakah
perilakunya telah mencerminkan warga negara yang baik atau belum? Peserta didik
diajak berbuat jujur dengan mengisi daftar perilaku di bawah ini dengan
membubuhkan tanda ceklis (v) pada kolom (Selalu/Sl Sering/Sr, Kadang-
Kadang/Kd, Tidak Pernah/Tp).
Kadang- Tidak
No. Contoh Perilaku Selalu Sering Alasan
kadang Pernah
1. Mematuhi perintah
orang tua
2. Ibadah tepat waktu
3. Melaksanakan aturan
yang dibuat dan
disepakati keluarga
4. Menghormati kepala
sekolah, guru dan
karyawan lainnya
5. Memakai pakain yang
telah ditentukan
6. Mengikuti pelajaran
sesuai jadwal yang
berlaku
7. Melaksanakan setiap
norma yang berlaku di
masyarakat
8. Ikut serta dalam
kegiatan kerja bakti
9. Menghormati
keberadaan tetangga
disekitar rumah
10. Tidak melakukan
perbuatan yang
menyebabkan
kekacauan di
masyarakat seperti
tawuran, judi, mabuk-
mabukan

Skor penilaian menggunakan skala 1-4 sebagai berikut :


Contoh untuk perilaku yang bersifat positif :
Skor 1 apabila peserta didik menjawab tidak pernah.
Skor 2 apabila peserta didik menjawab kadang-kadang.
Skor 3 apabila peserta didik menjawab sering.
Skor 4 apabila peserta didik menjawab selalu.

22
Contoh untuk perilaku yang bersifat negatif :
Skor 4 apabila peserta didik menjawab tidak pernah.
Skor 3 apabila peserta didik menjawab kadang-kadang.
Skor 2 apabila peserta didik menjawab sering.
Skor 1 apabila peserta didik menjawab selalu.

Skor perolehan :
Nilai =----------------X 4
20

2) Penilaian Pengetahuan
a) Pemahaman materi.
Dalam mempelajari materi pada bab ini, tentu saja ada materi yang dapat dengan
mudah dipahami oleh peserta didik. Namun ada juga yang sulit dipahami oleh
peserta didik. Oleh karena itu, peserta didik melalukan penilaian diri atas
pemahamannya terhadap materi pada bab ini dengan memberi tanda ceklist (v)
pada kolom : PS (paham sekali), PSb (paham sebagian), Bp (belum paham).

No. Sub Materi Pokok Ps PSb Bp


1. Memahami Sistem Hukum di Indonesia
a. Pengertian dan tujuan hukum.
b. Macam-Macam Hukum
2. Memahami Siastem Peradilan
a. Pengertian dan tujuan Peradilan
Nasional
b. Macam-macam lembaga peradilan dan
peranannya
3. Memahami sikap yang sesuai dengan hukum.
a. Berbagai kasus pelanggaran hukum
b. Mecam-Macam sanksi atas
pelanggaran hukum
c. Partisipasi masyarakat dalam
perlindungan dan penegakan hukum

Apabila pemahaman peserta didik berada pada katagori PS (paham sekali) guru
memberikan pengayaan kepada peserta didik untuk menambah wawasannya,
namun apabila pemahaman peserta didik berada pada katagori PSb (paham
sebagian) dan BP (belum paham), guru memberikan penjelasan lebih lengkap, agar
pserta didik cepat memahami materi pembelajaran yang sebelumnya kurang atau
belum dipahaminya.

Lampiran 4 :

23
KISI-KISI SOAL

MATA PELAJARAN : PPKn

TAHUN AJARAN : 2018/ 2019

BENTUK SOAL : Pilihan Ganda dan Uraian

JUMLAH SOAL : 35

KELAS/SEMESTER : XI/3

N KI KD BAH MATERI BENTU INDIKATOR NO.


O AN K SOAL SOA
KEL L
AS

1 1. Mengh 3.3 XI A. Sistem Memahami


ayati Memproyeksikan Hukum di sistem hukum di
dan Uraian (1)
sistem hukum dan Infoneasia Indonesia
menga
peradilan di 1. Makna
malka
n Indonesia sesuai dan
dengan Undang- karakteri PG 1, 2,
ajaran
agama Undang Dasar stik 3
yang Negara Republik Hukum
dianut (2)
Indonesia Tahun 2. Penggolo Uraian
nya 1945 ngan 4, 5,
4.3 Menyaji hasil Hukum PG
2. Mengh penalaran tentang 3. Tujuan
ayati sistem hukum dan Hukum
dan 6
peradilan di B. Sistem Mencermati
menga
Indonesia sesuai Peradilan di sistem peradilan
malka
n dengan Undang- Indonesia dan peranan
perila Undang Dasar 1. Makna PG lembaga
ku Negara Republik Lembaga peradilan di 7, 8,
jujur, Indonesia Tahun Peradila 9
Indonesia
disipli 1945 n
n, Uraian
2. Dasar (3)
tanggu
Hukum PG
ng 10,1
jawab, 3. Klasifika
1,
peduli si

24
N KI KD BAH MATERI BENTU INDIKATOR NO.
O AN K SOAL SOA
KEL L
AS

(goton Hukum Uraian (4)


g 4. Perangka
royon PG 12,
t
g
Lembaga
,kerjas
ama, Peradila
tolera n 13,
n, C. Sikap yang
Uraian Menampilkan (5)
damai Sesuai sikap yang
), dengan sesuai dan yang
santun Hukum bertentangan
,
1. Perilaku dengan hukum
Respo
nsif,da yang PG 14,
n pro- Sesuai
aktif Hukum
dan 2. Perilaku
menun yang
jukkan Bertenta
sikap PG 15.
ngan
sebaga
i dengan
bagian Hukum
dari
solusi
atas
berbag
ai
perma
salaha
n.dala
m
berint
eraksi
secara
efektif
denga
n
lingku
ngan

25
N KI KD BAH MATERI BENTU INDIKATOR NO.
O AN K SOAL SOA
KEL L
AS

social
dam
alam
serta
dalam
mene
mpatk
an
sebaga
i
cermi
nan
bangs
adala
m
perga
ulan
dunia

3. Mema
hami,
mener
apkan,
menga
nalisis
penget
ahuan
factual
konse
ptuan
proced
ural
berdas
arkan
rasa
ingin
taunya
tentan
g ilmu
penget

26
N KI KD BAH MATERI BENTU INDIKATOR NO.
O AN K SOAL SOA
KEL L
AS

ahuan,
teknol
ogi,
seni,
buday
a dan
human
iora
denga
n
wawas
an
keman
usiaan
keban
gsaan,
dan
perada
ban
terkait
penye
bab
fenom
ena
dan
kejadi
an,
serta
mener
apkan
penget
ahuan
pada
bidang
kajian
yang
spesifi
k
sesuai
denga

27
N KI KD BAH MATERI BENTU INDIKATOR NO.
O AN K SOAL SOA
KEL L
AS

n
bakat
dan
minat
nya
untuk
menye
saikan
masal
ah.
Mengolah,
menalar
dan
menyaji
dalam
ranah
kongkrit
dan
abstrak
terkait
dengan
pengemb
angan
dari yang
dipelajari
nya di
sekolah
secara
mandiri,
dan
mampu
menggun
akan
metoda
sesuai
kaidah

28
N KI KD BAH MATERI BENTU INDIKATOR NO.
O AN K SOAL SOA
KEL L
AS

keilmuan

Lampiran 5 :
SOAL-SOAL

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat.


1. Lembaga atau organ yang menjalankan tugas dan fungsi peradilan adalah...
a. Peradilan d. Pengadilan
b. Kejaksaan e. Mahkamah
c. Kehakiman
2. Hukum ..... adalah hukum yang berisi tentang, tata cara melaksanakan dan
mempertahankan/menegakkan hukum materiil.
a. Materiil d. Dasar
b. Sipil e. Formal
c. Privat
3. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah MA dan lain-lain badan kehakiman
menurut UU. Pernyataan ini adalah bunyi dari ....... UUD 1945
a. Pasal 24 ayat 1 d. Pasal 25 ayat 2
b. Pasal 24 ayat 2 e. Pasal 26 ayat 1
c. Pasal 25 ayat 1
4. Salah satu pelaksanaan kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada
umumnya, berdasarkan pasal 2 UU No. 2 Tahun 1986 adalah peradilan...
a. Militer d. Umum
b. Agama e. Mahkamah Militer
c. Tata usaha negara
5. Salah satu usaha pemberantasan tindak pidana korupsi yang manfaatnya dapat
dirasakan langsung oleh masyarakat luas adalah...
a. Penindakan terhadap perusahaan yang merugikan keuangan negara
b. Penagkapan koruptor kelas kakap
c. Penyebarluasan foto koruptor melalui televisi
d. Hukuman penjara seumur hidup bagi koruptor

29
e. Penghapusan pungutan-pungutan liar oleh oknum aparat pemerintah terhadap
warga.
6. Didalam sebuah pengadilan, berlaku asas praduga tak bersalah. Asas ini merupakan
salah satu bentuk pengadilan.....
a. Ekonomi d. Hankam
b. Politik e. Hukum
c. Sosial
7. Berikut ini adalah salah satu contoh tindak pidana korupsi adalah..
a. Penghentian pembayaran gaji karyawan
b. Pemberian uang pelicin agar lebih diprioritaskan dari pada orang lain
c. Pemindahan uang dari rekening orang lain ke dalam rekening pribadi.
d. Pemberian hadiah uang terhadap karyawan atau pihak yang telah berjasa.
e. Peningkatan iuran pendaftaran dari tahun ke tahun
8. Hukum yurisprodensi merupakan hukum yang terbentuk dari putusan pengadilan.
Hukum tersebut termasuk salah satu hukum yang digolongkan berdasarkan...
a. Masa berlakunya d. Wujudnya
b. Materinya e. Bentuknya
c. Sumbernya
9. Peradilan umum, peradilan agama, dan peradilan tata usaha negara merupakan
bagian dari pengadilan...
a. Petugas dari ketiga peradilan tersebut adalah orang-orang sipil (bukan militer)
b. Ketiga peradilan tersebut merupakan badan peradilan di bawah MA
c. Sebagai penyelenggara peradilan bagi penduduk sipil atau rakyat biasa, bukan
anggota militer/TNI.
d. Sebagai penyelenggara peradilan bagi penduduk sipil dan anggota militer/TNI
e. Sebagai penyelenggara peradilan bagi anggota militer/TNI
10. Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak
warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi
ketentuan UU, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun. Berdasarkan
hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa hukum....
a. Memiliki sanksi yang jelas d. Dibuat oleh pejabat berwenang
b. Bersifat memaksa e. Berlaku siapa saja
c. Mewujudkan keadilan dalam masyarakat
11. Dalam sistem peradilan upaya penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan
pemeriksaan dalam sidang pengadilan merupakan komponen...
a. Aspek material d. Susunan lembaga peradilan
b. Aspek prosedural e. Tugas peradilan
c. Hierarki kelembagaan peradilan
12. Berikut ini adalah bentuk pelanggaran hukum presiden/wakil presiden yang bisa
diajukan ke MK adalah...

30
a. Ikut berkompetensi untuk menjadikan pemimpin parpol
b. Melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja mentri
c. Melakukan tindak pidana dengan ancaman minimal 5 tahun penjara
d. Melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain
e. Ikut mencalonkan diri sebagai calon presiden pada pemilu berikutnya.
13. Sikap dan perilaku yang seharusnya ditunjukkan masyarakat agar terwujud hukum
yang adil dan demokratis adalah...
a. Memercayakan kepada aktivitas LSM dan mahasiswa
b. Aktif berpartisipasi dalam penyusunan aturan hukum
c. Memercayakan pada para ahli dari perguruan tinggi
d. Mengamati melalui media massa cetak dan elektronik
e. Menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga legislatif
14. Kita harus berpikir kritis terhadap setiap kebijakan publik yang berindikasikan
adanya tindak pidana korupsi. Jika terbukti ada korupsi, maka kita...
a. Melaporkan kepada pihak berwajib d. Menasihati saja
b. Membuat demontrasi massa e. Tidak usah turut campur
c. Menyebarkan kasus ini ke internet
15. Keputusan kepala daerah “X” ternyata ditangkap menyimpang oleh sebagian besar
masyarakat. Masyarakat dapat menuntut kepala daerah dengan cara....
a. Mengajukan tuntutan ke pengadilan militer
b. Mengajukan tuntutan ke dewan kehormatan pegawai negeri
c. Mengajukan tuntutan ke pengadilan tata usaha negara
d. Mengadilinya secara langsung
e. Mengajukan petisi ke pengadilan umum.

Isilah titik-titik di bawah ini dengan singkat dan jelas.


1. Sekumpulan peraturan-peraturan atau kaidah tentang tingkah laku yang berlaku
dalam kehidupan bersama disebut....
2. Hukum tidak tertulis adalah hukum yang masih hidup dan tumbuh berkembang
dalam keyakinan masyarakat tertentu. Contoh hukum ini dalam kenegaraan,
khususnya di Indonesia adalah...
3. Berdasar pada jenis lembaga pengadilan, terdapat tingkatan atau hierarki badan
peradilan, yaitu...
4. Kita harus menghormati jalannya proses peradilan demi tegaknya kebenaran dan
keadilan. Andaikan kita menjadi saksi dalam sebuah persidangan, sebaiknya kita
bersikap.....agar persidangan berjalan lancar.
5. Gugatan atau permohonan terhadap keputusan administrasi tentang penolakan
permohonan suatu ijin dalam jangkauan pengadilan...
6. Badan peradilan yang memeriksa dan memutuskan suatu perkara yang pertama kali
disampaikan oleh pihak yang berpekara. Pengadilan yang dimaksud adalah....

31
7. Hukum..............adalah hukum yang berisi tentang tata cara melaksanakan dan
mempertahankan/menegakkan hukum materiil.
8. Hukum tertulis adalah hukum tertulis yang dicantumkan dalam berbagai peraturan
negara. Contohnya adalah..
9. Berdasarkan pasal 2 dan pasal 10 UU No. 4 Tahun 2004 tentang kekuasaan
kehakiman, maka dapat kita simpulkan bahwa peradilan di Indonesia terdiri
atas....sebagai pelaksana yudikatif atau kekuasaan kehakiman
10. Saat hasil perhitungan suara diumumkan, ternyata ada parpol yang tidak setuju.
Parpol itu memiliki bukti bahwa ada kecurangan dalam proses perhitungacn suara.
Perselisihan itu seharusnya diselesaikan secara damai. Salah satu caranya adalah
parpol yang bersengketa menyelesaikan kasus tersebut melalui....
URAIAN
1. Apa yang dimaksud dengan sistem hukum dan peradilan nasional.
2. Jelaskan perbedaan hukum publik dan hukum privat.
3. identifikasikan dasar hukum lembaga peradilan di Indonesia
4. Identifikasikan klasifikasi lembaga peradilan.
5. Bagaimanakah caramu meningkatkan kesadaran mematuhi aturan hukum yang
berlaku di lingkungan sekitarmu.

Kunci Jawaban dan Pensekoran.


Pilihan Ganda
1 A 6 E 11 B
2 E 7 B 12 C
3 A 8 B 13 B
4 D 9 B 14 A
5 B 10 B 15 B

Isian Titik-titik
1. Peradilan
2. Pidato Presiden setiap tanggal 16 Agustus
3. Pengadilan Negeri, Tinggi, MA
4. Jujur
5. Tinggi
6. Pengadilan Negeri
7. Formil
8. UUD 1945
9. Kekuasaan
10. MK
Uraian
1. Sistem hukum nasional adalahkeseluruhan unsur-unsur hukum nasional yang saling
terkait guna mencapai tatanan sosial yang berkeadilan sedangkan sistem peradilan
nasional nasional adalah suatu keseluruhan komponen peradilan nasional yang
meliputi pihak-pihak dalam proses peradilan, hieraki kelembagaan peradilan,

32
maupun aspek-aspek yang bersifat prosedural dan saling berkaitan sedemikian
rupa rupa sehingga terwujud keadilan hukum.
2. Hukum publik adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antar alat
keengkapanb negara serta anatara negara dan warga negara yangmenyangkut
kepentingan umun, sedangkan hukum privat adalah hukum yang mengatur tentang
hubungan personal dan mewnyangkut masalah pribadi
3. Dasar hukum lembaga peradilan di Indonesia
a. Pancasila sila ke 5 yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
b. UUD NRI Tahun 1945 Pasal 24 Ayat (2) dan (3)
4. Klasifikasi lembaga peradilan:
a. Lembaga peradilan di bawah MA
1) Peradilan Umum
1. Pengadilan negeri
2. Pengadilan tinggi
2) Peradilan Agama
3) Peradilan Militer
4) Peradilan Tata Usaha Negara
b. Mahkamah Konstitusi
5. Kebijakan guru

33

Anda mungkin juga menyukai