Anda di halaman 1dari 12

Pencegahan Karang Gigi pada Mahasiswi Asrama Griya

Bakti Husada
Disusun untuk memenuhi tugas dan praktik pada mata kuliah
Pendidikan Kesehatan Mulut dan Promosi Kesehatan

Disusun Oleh:

RagilNinditaPriyatnomo (P1337425217008)

SitiHalimahAminy (P1337425217026)

AmaJuniarti S. Ilyas (P1337425217046)

Noor Rachmatyasyifa E (P1337425217048)

AnnisaSittatunnikmah (P1337425217053)

Sheila Salsabila D (P1337425217055)

TarlisSaptono (P1337425217056)

TutiAlawiyah (P1337425217058)

AnggiRiyanti (P1337425217060)

Kelompok 4

D IV Terapis Gigi dan Mulut

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN


SEMARANG

Tahun Ajaran 2018/2019


0
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan atau aplikasi konsep
pendidikan dan konsep sehat. Konsep sehat adalah konsep seorang dalam
keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosialnya serta bebas dari
penyakit, cacat, dan kelemahannya.
Adapun konsep pendidikan kesehatan adalah proses belajar
mengajar pada individu atau kelompok masyarakat tentang nilai – nilai
kesehatan sehingga mereka mampu mengatasi masalah kesehatan.
Pendidikan kesehatan adalah suatu proses belajar yang timbul
karena adanya kebutuhan akan kesehatan, dijalankan dengan pengetahuan
mengenai kesehatan dan yang menimbulkan aktivitas perorangan dan
masyarakat dengan tujuan menghasilkan kesehatan yang baik.
Beberapa pengertian pendidikan kesehatan yang dikutip oleh
Tarsilah (1978) antara lain:
 Menurut Tiglao, pendidikan kesehatan “bukan sekedar”
memberitahukan kepada orang- orang bagaimana caranya
untuk mempertinggi kesehatan tetapi mereka seharusnya
menciptakan sesuatu keadaan untuk mendapatkan kesempatan
untuk belajar, ‘dengan dan untuk” mereka sendiri. Akibatnya
mereka dapat mengubah cara hidup yang kurang baik untuk
kesehatan pribadinya untuk masyarakat dengan cara hidup
sehat.
 Nyswander mengatakan bahwa pendidikan kesehatan adalah
suatu proses perubahan manusia yang ada hubungannya dengan
tercapainya tujuan kesehatan perorangan dan masyarakat.
Pendidikan kesehatan bukanlah sesuatu yang dapat diberikan
oleh seseorang kepada orang lain dan bukan pula suatu
rangkaian tata laksana yang akan dilaksanakan ataupun hasil
yang akan dicapai, melainkan suatu proses perkembangan yang
selalu berubah secara dinamis yang di dalamnya seseorang
dapat menerima atau menolak keterangan baru, sikap baru dan
prilaku baru yang ada hubungannya dengan tujuan pendidikan.
 Menurut Stoll pendidikan kesehatan adalah hasil usaha yang
dilakukan suatu organisasi untuk belajar hidup secara sehat.

Dari definisi- definisi tersebut dapat disimpulkan pendidikan


kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Alat bantu untuk mencapai tarap kesehatan setinggi


mungkin, sedangkan orang yang dididik hendaknya
diikutsertakan secara aktif.
1
2. Untuk mengubah sikap seseorang terhadap kesehatan
pribadinya sebagai hasil pengalaman belajar, yang
kemudian dilaksanakannya dalam kehidupan sehari- hari.
Diakui pula bahwa pendidikan kesehatan itu penting untuk
menunjang program kesehatan. Selanjutnya perilaku sehat
akan berpengaruh terhadap peningkatan indikator kesehatan
masyarakat sebagai keluaran (output) dari pendidikan
kesehatan. yang membedakan pendidikan kesehatan teori
dan praktik dilakukan dalam waktu yang hampir
bersamaan. Teori yang diperoleh langsung dipraktikan
untuk mengetahui sampai sejauh mana penguasaan peserta
didik terhadap materi yang telah disampaikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan gigi dan mulut serta pengumpulan


data dengan kuesioner yang telah dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2018
di Asrama Mahasiswa Griya Bhakti Husada Politeknik kesehatan
Semarang, dengan 14 responden didapatkan 7 orang dengan kriteria CI
sedang, dan 7 orang lainnya dengan kriteria buruk. Diduga, responden
memiliki kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya
serta kurangnya oengetahuan mengenai kebersihan gigi dan mulut.
Mengacu pada masalah tersebut, maka perlu dilakukan sosialisasi
mengenai pencegahan kaarang gigi guna meningkatkan status kebersihan
gigi dan mulut pada mahasiswa Asrama Griya Bhakti Husada untuk
menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik dan benar agar terhindar
dari penyakit gigi dan mulut, contohnya karang gigi.

B. DATA MASALAH
1. Data Umum
Asrama Griya Bhakti Husada terletak di jl.Tirto Agung,
Pendalangan, Banyumanik, yang juga masih termasuk wilayah
Kampus I POLTEKKES SEMARANG. Asrama Ini Memiliki 3
Gedung (A,B,C). Pada survei ini dimelakukan pemeriksaan dan
kuesioner pada mahasiswa penghuni asrama gedung A dengan jumlah
pada ketiga lantai yaitu 116 mahasiswa, dan diambil sampel 14 anak.

2
Kondisi di Asrama gedung A cukup bersih lingkungannya, namun
bagian depan koridor berantakan karena sepatu yang tidak tertata dan
beberapa kotoran. Berdasarkan hasil tanya jawab dengan mahasiswa,
kondisi air di asrama cukup memprihatinkan dengan keadaan air yang
keruh juga kadang tidak mengalir.

2. Data Khusus
Berdasarkan hasil survei, diperoleh data pengetahuan mahasiswa
dan keadaan gigi terhadap ada tidaknya karang gigi, berikut
pemaparannya.

Keterangan Untuk simbol :

 X untuk pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut


 Y untuk pengetahuan tentang makanan yang merusak gigi dan
menyehatkan gigi
 Z untuk Tindakan Pemeliharaan Gigi

Pada hasil di atas, soal nomor 9 pada pertanyaan A memiliki skor


terendah dengan pertanyaan :

Pertanyaan B nomor 10 memiliki skor terendah dengan pertanyaan


(Salah-Benar) :

3
dan C nomor 12 memiliki skor terendah dengan pertanyaan :

Disamping itu, berikut data mengenai keadaan kebersihan gigi dari


karang gigi pada Masasiswa Asrama Griya Bhakti Husada.

Keadaan CI pada Mahasiswa Asrama Griya Bhakti Husada.


No. Keadaan CI n %
1 Baik 7 50%
2 Sedang 0 0%
3 Buruk 7 50%
Jumlah Mahasiswa 14 100%
yang Diperiksa

C. IDENTIFIKASI MASALAH
Dari data hasil pemeriksaan yang telah di lakukan, dapat di identifikasi
masalah sebagai berikut :
1. Kurangnya Pengetahuan Mahasaiswa tentang Kebersihan Gigi
khususnya pada cara menggosok gigi yang baik dan benar
(Pengetahuan)
2. Mahasiswa kurang selektif dalam memilih antara makanan yang
menyehatkan gigi dengan makanan yang dapat merusak gigi. (diet
makanan)
3. Tindakan pemeliharaan pada gigi yang kurang tepat.

4
D. PRIORITAS MASALAH
Berdasarkan data penjaringan, maka didapat prioritas masalah sebagai
berikut :
Total Skor
No. Masalah
Benar
1 Pengetahuan 2
2 Diet Makanan 8
Tindakan
3 22
Pemeliharaan

Berdasarkan analisa di atas, maka dapat dirumuskan prioritas masalah


sebagai berikut:
a. Prioritas I : Pengetahuan mengenai kebersihan dan kesehatan
gigi dan mulut
b. Prioritas II : Diet makanan
c. Prioritas III : Tindakan pemeliharaan dan kebiasaan/perilaku

E. Alternatif Pemecahan Masalah


Data prioritas masalah pada Mahasiswa Asrama dapat diupayakan
untuk dicari penyelesaiannya. Upaya penyelesaian masalah yaitu dengan
metode ceramah untuk meningkatkan pengetahuan, simulasi dan
demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan dalam upaya mencegah
penyakit gigi seperti karang gigi.

5
BAB II
PERENCANAAN PELAYANAN ASUHAN

A. Rencana Kegiatan Yang Akan Dilaksanakan


1. Persiapan
a. Perijinan : Penjaga Asrama Griya Bhakti
Husada
b. Persiapan Alat dan Bahan : Bahan – bahan dan alat dari
kampus
d. Persiapan Operator : Ramah, pakaian sopan, bersih, dan
rapi.
2. Pelaksanaan
Melihat dari data masalah yang didapat, maka dapat direncanakan
kegiatan promosi kesehatan berupa sosialisasi kepada mahasiswa
penghuni asrama dengan jumlah 14 anak sebagai berikut:
- Promotif
Penyuluhan, dengan materi :
1) Karang gigi (pengertian, faktor da penyebab)
2) Cara menyikat gigi
3) Pola makan untuk kesehatan gigi
4) Akibat adanya karang gigi
5) Cara membersihkan karang gigi
- Preventif
 Dilakukan menggosok gigi masal dengan bimbingan operator

6
B. Rencana Kebutuhan Bahan

No. Nama kegiatan Nama Kebutuhan / Kebutuhan


bahan Unit Total
1. Kartu 1 Lembar 1 x 14 = 14
status Lembar
Lembar 4 lembar 4 x 15 = 60
kuesioner lembar
Survei
Kapas 1 gram 1 x 14 = 14
gram
Alkohol 2 ml 2 x 14 = 28 ml
70%
2. Promotif
Penyuluhan Print 5 lembar 5 x 1 = 5 lembar
Satuan
Acara
Penyuluhan
(SAP)
3. Preventive
Menggosok gigi Pasta gigi 2gram 2 x 14 = 28
massal gram

C. Rencana Kebutuhan Alat


Kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dapat
berjalan dengan baik apabila ditunjang dengan kebutuhan alat yang
memadahi. Alat yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah :

7
No. Alat yang Jumlah yang
Jenis kegiatan dibutuhkan dibutuhkan
1. Penjaringan diagnostik set 2 set
2. Promotif
1 unit
- Penyuluhan Laptop

3. Preventif Sikat gigi 15 buah

D. Rencana Pembiayaan

No Nama Nama Kebutuhan Kebutuhan Harga Harga Harga


. kegiatan bahan / Unit Total Beli / Unit Total
1. Kartu 1 Lembar 1 x 14 = 14 Rp. 150/ Rp. 150 Rp. 2.100
status Lembar lembar
Kapas 1 gram 1 x 14 = 14 Rp. Rp. 50 Rp. 700
gram 72.000/ kg
2 ml 2 x 14 = 28 Rp. Rp. 20 Rp. 560
Survei
Alkohol ml 46.000/
70% liter
4 lembar 4x 15 = 60 Rp Rp 150 Rp 9000
lembar 150/lemba
Kuesioner r
Promotif
1. Penyuluh Print 5 lembar 5 lembar Rp. 200/ Rp. 200 Rp. 1000
an Satuan lembar
Acara
Penyuluha
n (SAP)
Preventive
Sikat gigi Pasta gigi 2 gram 2 x 14 = 28 Rp. 7000/ Rp.100 Rp. 2800

8
bersama gram 75 gram
Total Rp 16.160

Apabila biaya dibagi subsidi silang semua mahasiswa, maka setiap


mahasiswa dikenakan biaya sebesar sesagai berikut;
Total Anggaran = Biaya setiap mahasiswa
Jumlah siswa

Rp. 16.160 = Rp 1.154/mahasiswa


14
E. Perencanaan Monitoring Yang Akan Dijalankan
Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di Asrama Griya Bhakti
Husada perlu dilakukan pemantauan (monitoring) yang mencakup:
1. Sarana prasarana pendukung
2. Bahan-bahan yang diperlukan
3. Alokasi waktu
F. Perencanaan Evaluasi Yang Akan Dijalankan
1. Evaluasi jangka pendek
Dilakukan setelah dilakukan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan
mulut dengan rincian sebagai berikut :
1) Promotif
 Untuk melihat keberhasilan penyuluhan dengan
mengajukan tanya jawab dalam setiap penyuluhan. Dengan
indikator mahasiswa dapat menjawab pertanyaan dalam
kuesioner
2) Preventif
 Untuk melihat keberhasilam program cara menyikat gigi
yang baik dan benar, mahasiswa mampu melakukan dan
menunjukan tekhnik menyikat gigi yang benar

9
G. Prediksi Kemungkinan Hambatan Yang Akan Terjadi
1. Hambatan Teknis
o Mahasiswa/audiens kurang aktif dan merasa bosan, solusinya
dengan ice breaking dan pemutaran video yang berkaitan dengan
materi
2. Hambatan Program
o Keterbatasan waktu.

10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan pengetahuan mahasiswa di
asrama mahasaiswa Griya Bhakti Husada tentang kebersihan gigi dan
mulut msih kurang. maka perlu ditingkatkan lagi agar menjadi optimal dan
terhindar dari penyakit gigi dan mulut.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan berupa Kegiatan Pelayanan
Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut meliputi kegiatan promotif dan
preventif.
o Promotif
Penyuluhan, dengan materi :
1. Karang gigi (pengertian, faktor da penyebab)
2. Cara menyikat gigi
3. Pola makan untuk kesehatan gigi
4. Akibat adanya karang gigi
5. Cara membersihkan karang gigi
- Preventif
 Dilakukan menggososk gigi masal dengan bimbingan operator
Pelaksanaan kegiatan Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
dilaksanakan di ruang TV gedung A lantai 1, asrama mahasiswa.
Kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut yang dilaksanakan
menghabiskan biaya dengan total Rp. 16.160,-

11