Anda di halaman 1dari 75

BABII

RISK AND RETURN

Tujuan Instruksional

Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswaj i mampu merna-


hami dengan baik tentang:
1. Pengertian risk and return, dan penerapan dan fungsi standard deviasi
dan varian dalam konteks risk and return.
2. Hubungan antara karakteristik dan risk and return dan pengambilan
keputusan.
3. Systematic risk, unsystematic risk dan pergerakan asset pada risiko,
4. Berbagai bentukpertanyaan yang diberikan serta mampu menyelesaikan
kasus yang ada, hingga memberikan solusinya.

Pembahasan risk and return tidak hanya dibahas dan di diskusikan


di bidang keuangan saja tapi berbagai disiplin bidang ilmu yang lain telah
ikut serta membahas risk and return sebagai salah satu topik yang penting.
Seperti pada bidang ilrnu teknik baik sipil, mesin, kirnia dan lainnya
menempatkan risk and return sebagai salah satu bagian dari analisis mereka.
Beberapa riset dalarn bidang teknik kirnia menempatkan rumus-
rumus dengan penggunaan standard deviasi (a) dan varians (a2) sebagai
formula yang harus dipertirnbangkan penggunaannya. Dalam bidang ilrnu
hukum yang umurnnya menggunakan pendekatan kualitatif adalah lebih
banyak menempatkan risk and return dari setiap keputusan yang diambiL
Seperti menempatkan suatu keputusan dimana kita harus melihat efek-efek
yang mungkin akan tirnbul dari keputusan tersebut. Efek-efek di sinilah
yang dilihat sebagai risiko yang akan tirnbul seperti gugatan dari pihak-
pihak tertentu. Dan juga berbagai disiplin ilmu lainnya dengan pandangan
mereka masing-masing.

188
1. Definisi Risiko (Risk)

Risiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian


tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan kepu-
tusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.
Bahwa pembahasan risiko merniliki keterkaitan kuat dengan pem-
bahasan investasi. Ini sebagaimana dikemukakan oleh Raharjou bahwa,
risiko adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena perolehan hasil
investasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan.
Setiap keputusan investasi merniliki keterkaitan kuat dengan
terjadinya risiko, karena perangkat keputusan investasi tidak selamanya
lengkap dan bisa dianggap sempurna, namun disana terdapat berbagai
kelemahan yang tidak teranalisis secara baik dan sempumac. Karena itu risiko
selalu di jadikan barometer utama untuk dianalisis jika keputusan investasi
dilakukan, ini seperti yang dikemukakan oleh Joel G. Siegel dan Jae K. Shimf
menjelaskan pengertian dari analisis risiko adalah proses peng- ukuran dan
penganalisisan risiko disatukan dengan keputusan keuangan dan investasi.
Sementara itu David K. Eiteman, Arthur L Stonehill dan Michael H.
Moffett» mengatakan bahwa risiko dasar adalah the mismatching of interest
rate basesfor associatedassets and liabilities. Sehingga secara umum risiko dapat
ditangkap sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan
yang akan terjadi nantinya dengan keputusan yang diambil berdasarkan
suatu pertimbangan.

2. Definisi Return

Return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu


dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya. Adapun
menurut R.J. Shookf return merupakan laba investasi, baik melalui bunga
ataupun dividen.
Ada beberapa pengertian return yang umum dipakai dalam dunia
investasi, yaitu:

J'
a. Return on equity atau imbaI hasil atas ekuitas merupakan pendapatan
bersih dibagi ekuitas pemegang sahamv,
b. Return of capital atau irnbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas
):'
yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal
hasil modal yang di investasikan dan bukannya distribusi dividen.

Risk and Return 189


Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran/i.
c. Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi
pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka
yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba'".
d. Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan
pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan dibagi total
kapitalisasi perusahaanv,
e. Return realisasi (realized return) merupakan return yang telah terjadi10).
f. Return on net work atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan
pemegang saham dapat rnenentukan imbal hasilnya dengan memban-
dingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya-O.
g. Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk
menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat membanding-
kan persentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba sebelum
pajak terhadap variabel yang sama dari periode sebelumnya. Persentase
yang menunjukkan tingkat efisiensi operasi ini bervariasi antar
industrito.
h. Return ekspektasi (expected return) merupakan return yang diharapkan
akan diperoleh oleh investor di masa mendatangw.
'i. Return total (total return) merupakan return keseluruhan dari suatu
investasi dalam suatu periode yang tertentutv,
j. Return realisasi portofolio (portfolio realized return) merupakan rata-rata.
tertimbang dari return-return realisasi masing-masing sekuritas tunggal
di dalam portofolio tersebut=l,
k. Return ekspektasi portofolio (portfolio expected return) merupakan rata-
rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masirtg sekuritas
. tunggal di dalam portofolio-O.

3. Definisi Risk and Return


Risk and return merupakan kondisi yang dialami oleh perusahaan,
institusi dan individu dalam keputusan investasi yaitu baik kerugian
ataupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Dalam dunia investasi
dikenal adanya hubungan kuat antara risk dan return, yaitu jika risiko tinggi
maka return (keuntungan) juga akan tinggi begitu pula sebaliknya jika
return rendah maka risiko juga akan rendah. Pernyataan ini dapat kita lihat
pad a gambar 13.1, 13.2, dan 13.3 hubungan antara risiko dan return yang
diharapkan.

190 Pengantar Pasar Modal


Dari gambar yang terlihat pada 13.1, 13.2, dan 13.3 maka kita dapat
menyimpulkan bahwa bentuk hubungan antara risk and return adalah,
a) Bersifat linear atau searah
b) Semakin tinggi return maka semakin tinggi pula risiko
c) Semakin besar asset kita temp atkan dalam keputusan investasi maka
semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
d) Kondisi hubungan yang bersifat linear ini hanya mungkin terjadi pada
pasar yang bersifat normal, karena pad a kondisi pasar yang tidak normal
semua ini bisa saja berubah atau tidak seperti yang di harapkan.

'.'
High

Corporate bonds with low credit ratings


liunkbondl

Size of High quality, cyclical common stocks


financial (e.g. Monsanto)
returns
that must
be offered Medium quality preferred stock
to induce
invest-
ment
High quality, stable common stocks
{e.g. RubbermaidJ
Highgrade corporate bonds and
commercial paper

Short-term u.s. Treasury Billsand


Low bank CDs(risk free)

Low High
Future returns known for Very unsure
sure (no risk) future returns (big risk)

Uncertainty about financial retuns on investments

Gambar 9.1: Hubungan Risiko (Risk) dan Pengembalian (Return)


Sumber: Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert'?'.

Risk and Return 191


E(R) Kontrak

internasional
Obligasi

RF
Risiko Risiko
Risiko , Risiko Risiko
diatas rata- tinggi
rendah moderat sedang rata

Gambar 9.2: Hubungan Return dan Risiko yang Diharapkan


Sumber: Farrel, [arnes., L_l8)

Pada gambar 9.2 terlihat bahwa risiko terendah adalah yang paling
b€rd€katan d€ngan RF (riskfrgg/b€bas risiko), dan yang risiko yang tertinggi
berada pada posisi Kontrak "future" dan Ekuitas intemasionaL Dan jika kita
perhatikan secara seksama bahwa risiko rendah tersebut terjadinya karena
perlindungan untuk mengusahakan risiko yang rendah telah diterapkan
dengan sangat baik. Semakin besar reserve (cadangan) yang dimiliki oleh
sebuah institusi maka semakin besar pula kemampuan institusi tersebut
untuk menjamin bebas risiko tersebut.

192 Pengantar Pasar Modal


E(R)

050

450
Government
protection

I Obligasi
perusahaan
Obligasi
perusahaan
asing'

Obligasi
pemerintah
asing

o 2 3 4 5 7 8 9 10
Risk

Gambar 9.3: Hubungan Risiko dan Expected Return


Sumber: berbagai sumber.*Obligasi perusahaan asing tentunya di siru adalah
perusahaan asing yang memiliki reputasi baik dan dianggap credible
(terpercaya) di mata para investor.

Pada gambar 9.3 hubungan risiko dan expected return dapat kita
jelaskan mengenai posisi "government protection" yaitu,
Pertama, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dianggap oleh banyak investor
sebagai risk free atau bebas risiko. Terutama karena SBI diterbitkan oleh
lembaga yang sangat credibleyaitu Bank Indonesia atau bank sentral.
• Kedua, obligasi pemerintah pusat dan obligasi pemerintah daerah adalah
dianggap memiliki jaminan kuat karena dilindungi oleh pemerintah
yang memiliki otoritas kuat di tempat tersebut.
• Ketiga, obligasi pemerintah asing merupakan obligasi yang diterbitkan
oleh pemerintah asing dan dijual di negara lain. Misalnya Pemerintah
Swedia menerbitkan obligasi dan menjualnya ke beberapa negara, maka
tentu obligasi tersebut dijamin oleh pemerintah Negara Swedia.
• Keempat, Time deposit dan saving adalah dijamin oleh pemerintah dalam
jumlah tertentu yang dimaksud. Penjaminan dana nasabah oleh peme-
rintah ini merupakan bukti perhatian pemerintah secara konsisten dalam

Risk and Return 193


melindungi dan bertanggungjawab terhadap berbagai kepemilikan dana
nasabah yang berada di bank, dan juga memberi sinyal positif ke pasar
dalam negeri dan luar negeri bahwa kondisi ekonomi dan moneter
Indonesia tetap dalam keadaan stabil dan terkendali dengan baik.

Sebelum kita menjelaskan lebih jauh dan secara terperinci pema-


haman teknikal ini, perlu dimengerti pengertian dari warrant, opsi dan
future. Warrant, option dan future adalah bahagian dari derivative. Derivatif
adalah suatu produk keuangan.tv Adapun pengertian masing-masingnya
adalah sebagai berikut:

a. Warrant adalah sertifikat terbitan perusahaan yang mewakili sebuah opsi


untuk membeli sejumlah tertentu lembar saham pada harga tertentu
sebelum tanggal yang ditentukan.s'l Warrant ini diperdagangkan di pasar
modal dan dapat dibeli melalui pasar modaL Menurut Lani Salim21)
bahwa, "Warrant memberi fleksibilitas yang cukup tinggi pada penerbit
untuk menyusun warrant sedemikian rupa sehingga memenuhi kebu-
tuhan tertentu dalam pasar. Fleksibilitas ini membuat warrant menjadi
produk derivatif yang sangat popular untuk sebagian investor riteL"
b. Opsi (option). Kontrak option adalah kontrak antara dua pihak yang
menyebutkan hak, tetapibukan kewajiban, untuk membeli (dalam kasus
option call) atau menjual (dalam kasus option put) sekuritas yang
mendasarinya pada harga yang telah ditentukan pada atau sebelum
tanggal yang telah ditentukan.Pi Sebagai contoh: option call ABC
September $7.50 memberi pemegang hak (tetapi bukan kewajiban) untuk
membeli 1000 saham ABC pada harga $7.50 (per saham) pada atau
sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan di bulan September;
option put XYZ Desember $4.35'memberi hak (tetapi bukan kewajiban)
untuk menjuall000 saham XYZpada harga $4.35 (per saham) pada atau
sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan di bulan Desember.Pl
c. Future adalah komoditas yang dijual akan diserahkan pada suatu tanggal
di masa yang akan datang.24)

194 Pengantar Pasar Modal


TabeI13.1: Option dan Warrant

Flex (fleksibel)
Spot
Long Term (jangka panjang) Capped
LEPO Index
Index Option Capital Plus
Index LEPO I Low Exercise Price
I Currency
Sumber: Lani Salim. 25)

Jika gambar 13.3 di atas ingin dilihat atau ditafsirkan secara jauh
lebih jelas, dan semua itu dilihat per bagian hingga memberikan ...
pembuktian mengapa valas menduduki posisi tertinggi dalam perspektif
risk and return. Maka bagi seorang investor semua itu dapat dibuktikan pada
gambar di bawah ini. Dan yang harus diingat investor sering melihat setiap
keputusan investasi dari berbagai sudut perspektif namun secara umum ada
4 (empat) perspektif yang sering dijadikan rujukan, yaitu:
a) Produk investasi tersebut memberi keuntungan yang tinggi dan risiko
yang rendah. Walau dalam kenyataan risk and return selalu bersifat
linear.
b) Menginginkan setiap keputusan analisis juga dilihat dari segi perspektif
capital gain, yaitu membeli pada harga rendah dan menjual pada harga
tinggi.
c) Melakukan keputusan investasi yang bersifat sustainable (berkelanjutan),
dengan maksud perolehan keuntungan terus bisa diperoleh setiap
waktunya.
d) Tempat ia berinvestasi adalah jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
dari segi legalitas hukum.

Risk and Return 195


E(R)

12% -- ---- - - -- -- -- - -- - -- - -- -- - - - - ----- - - -- - - - - --- - - - - - - -- -- - - -- - - - - --- - - - -- - --- ---- --- - - -- - - ---

9% - ---- - - --- -- - - -- - - --- --- - -- - - ---- --- - -- - - - --- - - - - - --- -- - -- - --- - - - - --- - --- -- ----- --- --- --- ---
Une of Time depostt

<,
5,5%k'V'~'~~""V7/"II)'vrHll'Y'"w.v.,-~~

4% -- ---- - ---- ---- - ------- -- - - - - - - -- - -- -- - -- - - - - - - - -- - - -- - - -- -- - - -- --- - -- - ~--- - - - - ---- --- - --- --

o 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Time

Gambar 9.4: Pergerakan Time Deposit dilihat secara Teknikal

Pada gambar 9.4 terlihat bahwa pergerakan time deposit berada pada
posisi dengan garis trend bersifat stabil yaitu pada 5,5%. Artinya
expected return yang diterima pada posisi rata-rata 5,5%. Jika ada beberapa
lembaga perbankan menaikkan ke posisi 6% maka di waktu yang lain dalam
kondisi tertentu menurunkan kembali ke posisi 5,5% atau bahkan ke
posisi 5,2%. Dan secara realita memang menyimpan uang di bank dalam
bentuk depo- sito (time deposit) adalah cenderung memiliki tingkat risk
yang tidak fluktuatif dan bersifat perolehan keuntungan dalam bentuk
persentase bunga adalah stabil.
Adapun untuk melihat bagaimana pergerakan valas atau foreign
currency (mata uang asing) dalam bentuk technical dan mengapa valas
memiliki suduf pandang risk and return yang lebih tinggi daripada time
deposit (deposito) dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

196 Pengantar Pasar Modal


'. r'

E(R)

Line of foreign currency

6so ------ --------- ----- - -- - -- -- - -- -- - - - - - -- - - - -- - --- ---- -- --\ ---- - --- - - --- ---

5ell

I
JI

lCjO ---- -----------------------


capital gain area
---------- ---- - -- - - - -- -- - -~~~- --- -- -----\------------
OJpital gain area

o 6 q 10
TIme

Gambar 9.5: Pergerakan Time Deposit dilihat secara Teknikal

Pada gambar 9.5 terlihat bahwa pergerakan valas memiliki kualitas


fluktuatif yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pergerakan time
deposit (deposito). Kondisi ini terjadi dengan beberapa sebab, yaitu:
a) Penetapan suku bunga time deposit sangat ditentukan oleh kebijakan
perbankan yang bersangkutan. Jika ia menetapkan suku bunga deposito
yang terlalu rendah maka public akan kurang berminat untuk mende-
positokan uangnya ke bank, dan jika ia menetapkan tingkat suku bunga
deposito yang terlalu tinggi maka bank juga akan kesulitan dalam mem-
bayar kewajibannya kepada para de posan. Karena dana deposito juga
akan dipakai dalam berbagai bentuk yang memberikan keuntungan bagi
bank, seperti untuk penyaluran kredit. Maka jika dimisalkan suku bunga
kredit ditetapkan 8,5%dan suku bunga deposito adalah 8% maka artinya
pihak perbankan memperoleh keuntungan adalah 0,5% atau 0,005 dari
selisih dana deposito dan angka kredit. Kondisi ini dianggap riskan.
b) Pergerakan valas atau valuta asing (foreign currency) dianggap lebih
tinggi dan sulit untuk diperhitungkan karena ini bersifat global dan
kondisi naik turunnya dipengaruhi oleh berbagai faktor baik oleh kondisi
mikro dan makro ekonomi domestik serta internasionaL Dan setiap
pihak tidak pernah mengetahui dengan pasti kondisi tersebut, namun
hanya bisa memperkirakannya saja baik dengan pendekatan kualitatif

Risk and Return 197


dan kuantitatif. Sedangkan saham berada di bawah valas disebabkan
karena kita hanya bertugas mengamati satu buah perusahaan saja seperti
PT Telkorn. Namun valas menjadi berbeda seperti pergerakan dollar
Amerika Serikat, maka kita harus mengamati berbagai kondisi ekonomi,
politik, sosial, dan lainnya serta siapa dan bagaimana karakteristik yang
menduduki posisi-posisi penting pengambil keputusan.

4. Emas dan Risk and Return


Sebagai bahan tambahan bagi penguat analisis kita dalam risk and
return ini adalah dimana posisi emas (gold) jika kita melihat dalam konteks
gambar 9.3 di atas. Ada beberapa analisis yang bisa kita kemukakan
mengenai emas ini. Bahwa emas yang dikenal oleh publik memiliki berbagai
macam bentuk, yaitu:
a. Emas batangan. Emas batangan adalah emas yang masih dalam bentuk
asli dan belum dibentuk. Emas kategori ini tnemiliki yang cenderung
lebih tinggi dibandingkan emas lainnya.
b. Emas koin. Emas koin adalah emas yang sudah dibentuk menjadi koin
dan diedarkan ke pasaran untuk dijadikan sebagai salah satu alat tukar
dalam setiap transaksi jual beli barang. Emas koin pernah dipakai oleh
beberapa negara sebagai alat transaksi perdagangan, namun karena
dianggap tidak lagi representatif pada masa sekarang maka penggunaan
dan pemakaian emas koin ditiadakan, tentunya ini didasarkan oleh
berbagai alasan-alasan yang dilihat dari segi perspektif keuangan.
c. Emas perhiasan. Emas perhiasan adalah emas yang sudah dibentuk
menjadi perhiasan dan komposisi emasnya sudah mengalami penurunan
jumlah persentase, karena jika murni emas seluruhnya menjadi sulit
untuk dibentuk ke perhiasan. Seperti cincin, kalung, dan lain sebagainya.

Dari beberapa Iiteratur ada yang menempatkan posisi emas sama


atau setara dengan kas. Karena jika dilihat dari segi likuid maka emas tentu
sama likuidnya dengan kas dan bahkan nilai emas di pasaran selalu terjadi
kenaikan setiap tahunnya. Ini salah satunya disebabkan oleh emas yang
masuk dalam kategori barang langka (scarcity). Karena itu banyak perusa-
haan yang menempatkan emas (gold)' sebagai salah satu asset lancar yang .
dianggap memiliki sisi profitable di masa yang akan datang.

198 Pengantar Pasar Modal


Dalarn sejarah ernas telah tercatat sebagai salah satu rnata uang yang
paling familiar di seluruh dunia, sejak rnasa dulu hingga sekarang. Bahkan
di banyak bank sentral (central banking) di berbagai negara rnenernpatkan
ernas sebagai cadangan (reserve), seperti bank Indonesia (lihat balance sheet of
Indonesia Banking).
Bank Indonesia (Indonesia Banking)
Neraca (Balance Sheet)
Per 31 Desember 2009 dan 2008
(dalam jutaan rupiah)

AKIIV A (ASSETS) 2009 2008


1. Emas (Gold) 24.356.708 22.230.636
2. Uang Asing (Foreign Currencies) 7.508 11.055
3. Hak Tarik Khusus (Special Drawing Right) 25.877.210 366.069
4. Giro (Demand Deposits) 28.970.875 34.263.410
-5. Deposito (Time Deposits) 2.831.219 7.078.295
6. Surat Berharga (Marketable Securities) 538.378.349 499.632.381
7. Surat Utang Negara Republik Indonesia 25.353.627 19.558.846
(Goverment Bonds)
8. Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual 969.907 2.885.392
Kembali (Securities Purchased Under Resale
Agreements)
9. Tagihan (Claims) 274.031.063 284.512.763
10. Penyertaan (Equity Participations) 837.467 932.753
11. Aktiva Lain-lain (Others Assets) 9.671.199 9.194.090
12. Penyisihan Aktiva (Allowancefor Bad Debt) (15.409.756) (16.474.382)
JUMLAH AKIIV A (TOTAL ASSETS) 915.875.376 864.191.308

KEWAJIBAN DAN EKUIIAS (LIABILITIES AND


EQUITY)
KEWAJIBAN (LIABILmES)
1. Uang Dalam Peredaran (Currency in Circulation) 279.038.469 264.399.922
2. Giro (Demand Deposits) 156.974.739 181.397.284
3. Sertifikat Bank Indonesia (Bank Indonesia 254.191.592 175.342.804
Certificates)
4. Sertifikat Bank Indonesia Syariah (Bank Indonesia 4.341.200 2.824.300
Sharia Certificates)
5. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Bank 82.375.461 75.673.367
Indonesia Deposit Facilities)

Risk and Return 199

199 Pengantar Pasar Modal


199
6. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (Bank 3.386.000 0
Indonesia Sharia Deposit Facilities)
7. Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli 2.556.042 0
Kembali (Securities Sold Under Repurchase
Agreemen ts)
8. Pinjaman dari Pemerintah (Loan From 163.222 206.023
Government)
9. Pinjaman Luar Negeri (Foreign Borrowings) 5.736.175 7.479.880
10. Kewajiban Lain-lain (Other Liabilities) 33.605.133 7.022.347
JUMLAH KEWAJIBAN (TOTAL LIABILITIES) 822.368.033 714.345.927

EKUITAS (EQUITY)
1. Modal (Capital) 7.610.885 7:610.885
2. Cadangan (Reserves) 77.631.014 63.028.414
3. Keuntungan atau Kerugian yang Belum 9.275.348 61.957.127
(Direalisasi Unrealized Gains/Losses)
4. Surplus (Defisit) Tahun Berjalan (Current Year (1.009.904) 17.248.955
Surplus/Deficit)
JUMLAH EKUIT AS (TOTAL EQUITY) 93.507.343 149.845.381
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS (TOTAL 915.875.376 864.191.308
LIABILITIES AND EQUITY)
Sumber: Bank Indonesia. *Pada neraca ini terlihat bahwa Bank Indonesia menempatkan emas
pada posisi yang paling atas dari tahun 2008 ke 2009 telah terjadi kenaikan jumlah
cadangan emas yang dimiliki,

Untuk dipahami bahwa emas memiliki perbedaan besar dibanding-


kan dengan mata uang yang terbuat dari logam. Seperti mata uang yang
terbuat dari emas (gold currency). Yang mana itu adalah benar-benar
merupakan bentuk dari barang dan itupun tidak mengalami depresiasi atau
pengurangan nilai (penyusutan). Dalam artian jika kita mengambil uang
tersebut sebanyak 2 (dua) keeping emas dan itu kita simpan dalam jangka
waktu yang lama misalnya 30 atau bahkan 100 tahun dimana financial
calculation pada masa itu adalah jika. kita ingin membeli sapi kita dapat
membayarnya dengan dua keping emas. Maka karena emas itu tidak meng-
alami penyusutan dalam suatu proses waktu karena ia punya nilai yang
tinggi dari waktu ke waktu. Sehingga jika dua keeping emas itupun
dihancurkan maka berat dan harganya di pasaran tetap seharga dua keping
emas juga. Karena begitu emas menduduki tempat khusus dalam aktivitas
moneter maka memungkinkan emas tersebut dijadikan acuan terhadap

Risk and Return 200

200 Pengantar Pasar Modal


200
ukuran pencetakan jumlah pang di suatu negara atau memposisikan emas
dalam sejumlah cadangan dengan sejumlah uang yang di cetak.
Dalam hal ini Sri Mulyani Indrawati-O mengatakan "bentuk
representatif ini yang akan beredar dan digunakan oleh masyarakat sebagai
uang. Misalnya pada standar emas, yang digunakan oleh masyarakat seba-
gai alat tukar adalah sertifikat yang menyatakan suatu nilai emas tertentu
yang menjadi pendukung (backing) sertifikat tersebut. Dengan demikian,
dalam transaksi, yang digunakan sebagai alat bayar adalah sertifikat terse-
but dan masyarakat tidak perlu membawa-bawa emas lagi untuk keperluan

• transaksi. Sertifikat emas dijamin nilainya, sesuai dengan yang tertulis, dan
setiap saat dapat ditukar dengan ernas." Dan lebih jauh Sri Mulyani
Indrawati mengatakan bahwa "sertifikat semacam ini disebut sebagai uang
'representatif', karena menunjukkan nilai sesungguhnya dari komoditi
(emas) yang diwakilinya dan benar-benar sesuai dengan jumlah emas yang
ada."
Mengkaji tentang hubungan emas dan mata uang yang beredar
adalah sesuatu yang menarik, namun yang m_enjadipersoalan adalah terha-
dap berapa jumlah emas yang dimiliki oleh suatu negara untuk dijadikan
sebagai ukuran dengan jumlah uang yang diterbitkan setiap tahunnya, dan
bagaimana jika cadangan emasnya menipis. Dan juga apakah cadangan
dalam bentuk emas telah begitu pasti membuat currency suatu negara
menjadi aman.
Secara konsep finance adalah semakin besar cadangan yang dimiliki
maka semakin menunjukkan sisi aman, karena berpengaruh pada kestabilan
peredaran uang. Atau secara sederhana cadangan tersebut dapat dilihat
sebagai hedging atau lindung nilai terhadap kejadian-kejadian yang
menyangkut dengan perubahan dari currency suatu negara.
Perlu dipahami bahwa di hampir semua literatur menjelaskan
bahwa harga emas cenderung stabil di pasaran adapun yang mengalami
perubahan adalah pada saat uang kertas dipakai untuk membeli emas
tersebut. Contohnya jika negara X melakukan bisnis dengan negara Y,
dimana negara X membeli barang dari negara Y dan membayarnya dalam
bentuk emas. Secara sederhana kita bisa mengetahui bahwa negara X akan
mengalami kekurangan emasnya karena telah terpakai untuk membayar ke
negara Y. Maka pada saat kondisi emas mengalami kekurangan maka kebi-
jakan negara X adalah menerapkan kebijakan hati-hati dalam penyaluran

Risk and Return 201

201 Pengantar Pasar Modal


201
kreditnya, tentu oleh sebab karena emas telah dijadikan sebagai nilai yang
dipentingkan oleh negara X tersebut.
Sehingga di sini dapat kita pahami bahwa ada banyak kebaikan
yang berguna pada saat suatu negara memiliki cadangan emas yang men-
cukupi bahkan banyak. Pertama kita bisa melihat bahwa emas merupakan
logam yang diterima untuk di ekspor dan di imp or, sehingga menyebabkan
lalu lintas emas di pasaran internasional adalah masuk dan keluar serta
melintasi berbagai negara. Dengan begitu suatu negara yang memiliki
cadangan emas yang mencukupi adalah memberi kepercayaan lebih bagi
pihak investor atau setiap negara yang'member pinjaman bagi negara yang
bersangkutan, karena dianggap akan mampu untuk mengembalikan
pinjamannya.
Maka tentunya begitu juga bagi para pebisnis akan sangat baik jika
ia memiliki cadangan dalam bentuk emas. Emas dapat juga dijadikan seba-
gai hedging (lindung nilai) terhadap berbagai kondisi fluktuasi di pasaran
internasional, dan emas juga merupakan logam yang paling cepat bisa
diuangkan kapan saja dan dimana saja, dalam artian seluruh penduduk di
dunia sarnpai dengan pelosok yang paling gelap di duniapun mengenal dan
mengetahui akan emas sebagai logam mulia yang memiliki nilai. Dan di sisi
lainpun emas di anggap cenderung stabil atau banyak pihak menyimpulkan
bahwa emas dianggap tidak memiliki efek inflasi (zero inflation effect).

1.404

2007 2008 2009 2010F' 2011F 2012F

Gambar 9.6: Pergerakan Teknikal Harga Rata-rata Emas


Sumber: Londan Metal Exchange, Bloomberg dan Prediksi BNISZ7)

Risk and Return 202

202 Pengantar Pasar Modal


202
Pada gambar 9.6 di atas dapat kita lihat bahwa pergerakan teknikal
harga emas rata-rata eenderung terus mengalami kenaikan. [ikapun harga
emas mengalami fluktuasi maka itu juga terjadi dalam penurunan dan
kenaikan dalam jumlah yang kecil, artinya ia tidak mengalami fluktuasi
dalam jumlah yang besar atau tinggi. Dengan begitu bisa kita simpulkan
dari segi konsep risk and return emas eenderung memiliki kondisi "slow
growth" atau mengalami pertumbuhan/peningkatan harga seeara perlahan-
lahan. Maka tingkat risk emas juga dianggap lebih keeil dari pada valas,
apalagi ia bersifat tangible asset. Tangible asset artinya asset yang kita miliki
.. bersifat barang dan bisa disentuh. Sementara kita mengetahui uang kertas
bersifat intangible asset atau fiat money (uang kosong). Dang kertas disebut
fiat money karena yang kita pegang adalah hanya angkanya saja, dan angka
itulah yang mengalami fluktuasi di pasaran, Sehingga otomatis uang kertas
memiliki nilai risk yang tinggi, dan dalam konsep risk and return dijelaskan
bahwa risiko dan return (tingkat pengembalian keuntungan) bersifat linear
(searah).

5. Risiko Investasi
Investor dalam mengambil setiap keputusan investasi adalah selalu
berusaha untuk meminimalisir berbagai risiko yang timbul, baik risiko yang
bersifat jangka pendek maupun risiko yang bersifat jangka panjang. Setiap
perubahan berbagai kondisi mikro dan makro ekonomi akan turut mendo-
rong terbentuknya berbagai kondisi yang mengharuskan seorang investor
memutuskan apa yang harus dilakukan dan strategi apa yang diterapkan
agar ia tetap memperoleh return yang diharapkan.
Dengan begitu risiko investasi dapat kita artikan sebagai kemung-
kinan terjadinya perbedaan antara actual return and expected return (E(R).

6. Expected Return

Expected return adalah keuntungan yang diharapkan oleh seorang


investor di kemudian hari terhadap sejumlah dana yang telah ditempatkan-
nya. Pengharapan menggambarkan sesuatu yang bisa saja terjadi di luar
dari yang diharapkan. Contohnya seorang investor mengharapkan akan
memperoleh keuntungan sebesar 25% namun ternyata ia hanya memper-
oleh sebesar 22% saja, maka ini dapat dipahami bahwa keuntungan sebesar
22% tetaplah bisa dikatakan ia tetap memperoleh return namun sudah
berkurang dari yang diharapkan (expected).

Risk and Return 203


203 Pengantar Pasar Modal
7. Sumber-sumber Risiko yang Mempengaruhi Besarnya Risiko suatu
Investasi
Menurut Eduardus Tandelilin-sl ada beberapa sumber risiko yang
mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi. Sumber-sumber tersebut
antara lain:
1) Risiko Suku Bunga. Naik turunnya suku bunga perbankan baik deposito,
tabungan dan pinjaman akan mempengaruhi keputusan publik dalam
menetapkan keputusannya, yaitu jika suku bunga bank mengalami
kenaikan maka publik akan menyimpan dananya di bank seperti dalam
bentuk deposito, namun jika suku bunga bank terjadi penurunan maka
public akan mempergunakan dana tersebut untuk membeli saham.
2) Risiko pasar. Kondisi risiko pasar tergambarkan pada fluktuasi pasar,
krismon, dan resesi ekonomi.
3) Risiko inflasi (daya beli masyarakat pada saat inflasi terjadi penurunan,
namun pada saat inflasi stabil atau rendah maka daya beli masyarakat
akan terjadi peningkatan).
4) Risiko Bisnis. Perkembangan dalam bidang trend, mode, dan dinamika
lainnya telah mampu mempengaruhi berbagai keputusan publik dalam
melakukan pembelian.
5) Risiko finansial (memakai utang dalam membiayai perusahaan, maka
akan menyebabkan utang terjadi peningkatan hingga berefek pada risiko
yang ikut meningkat juga sehingga otomatis risiko financial akan ikut
meningkat).
6) Risiko likuiditas (menyangkut kemampuan likuiditas perusahaan dalam
memenuhi kebutuhan jangka pendeknya, seperti membayar gaji karya-
wan, teknisi, membayar listrik, telepon, dan biaya operasionallainnya).
7) Risiko nilai tukar mata uang (risiko pasar mata uang, naiknya turunnya
nilai mata uang suatu negara saat dikonversikan dengan mata uang
Negara lainnya, seperti dengan dollar, yen, euro, dan lainnya. Apalagi
saat itu ada berbagai perusahaan membutuhkan mata uang asing dalam
setiap transaksi bisnisnya).
8) Risiko negara (country risk). Ini menyangkut dengan kerusuhan politik,
kudeta militer, dan pemberontakan lainnya. Contohnya apa yang terjadi
di Negara Irak, dan Afganistan, Thailand (2009),Myanmar.

Risk and Return 204


204 Pengantar Pasar Modal
8. Systematic Risk, Unsystematic Risk, dan Total Risk
Pembahasan tentang risiko sistematis dan risiko tidak sistematis
adalah sudah banyak dikaji dan diteliti. Pembahasan kedua risiko ini sering
dibahas dalam konteks portofolio pasar. Beberapa rekomendasi yang diberi-
kan menjelaskan bahwa mekanisme berlakunya konsep diversifikasi inves-
tasi adalah tidak bisa diterapkan pada seluruh bidang risiko yaitu terutama
pada risiko yang sifatnya menyeluruh terjadi seeara global. Dalam kondisi
seeara menyeluruh ini sangat sulit untuk suatu perusahaan bisa
membendung risiko yang timbul tersebut.
.. Adapun pengertian dari systematic risk, unsystematic risk dan total risk
adalah;
a. Systematic Risk
Systematic risk (risiko sistematis) adalah risiko yang tidak bisa dideversifi-
kasikan atau dengan kata lain risiko yang sifatnya mempengaruhi seeara
menyeluruh .. Contohnya krisis moneter pada tahun 1997 di Indonesia
yang telah menyebabkan banyak sekali perusahaan yang bangkrut dan
meningkatnya angka pengangguran serta moral hazard. Kondisi terakhir
juga terjadi pada tahun 2008 yaitu saat dunia dilanda krisis finansial oleh
karena salah satunya kasus pemberian kredit subprime mortgage di
Amerika Serikat (tahun 2008) yang sudah terlalu tinggi, dan ternyata
tidak bisa di atasi lagi. Kasus subprime mortgage adalah dimana
perbankan di Amerika terlalu besar dan tidak terkontrol lagi dalam
memberikan pengueuran kredit dalam bidang perumahan atau real
estate sehingga kondisi menjadi lebih diperparah pada saat beberapa
perusahaan yang menerima dana tersebut tidak mampu untuk
mengembalikannya seeara tepat waktu, efek yang lebih jauh dimana saat
ini pemerintahan Amerika melalui Presiden Baraek Husein Obama
meneoba meneari solusinya yaitu mengucurkan dana talangan guna
menyelamatkan ekonomi Amerika dari krisis finansial ini. Sebagaimana
dikatakan oleh Eduardus Tandelilin/v bahwa perubahan pasar tersebut
akan mempengaruhi variabilitas return suatu investasi. Systematic risk
disebut juga dengan market risk atau risiko umum.
b. Unsystematic Risk
Risiko yang tidak sistematis, yaitu hanya membawa dampak pada
perusahaan yang terkait saja.. [ika suatu perusahaan mengalami
unsystematic risk maka kemampuan untuk mengatasinya masih akan bisa
dilakukan, karena perusahaan bisa menerapkan berbagai strategi untuk

Risk and Return 205


205 Pengantar Pasar Modal
mengatasinya seperti diversifikasi portofolio. Strategi lain yang bisa
diterapkan adalah pada saat harga sekuritas perusahaan jatuh adalah
dengan menerapkan berbagai strategi investasi. Unsystematic risk disebut
juga dengan risiko spesifik atau risiko yang dapat didiversifikasikan.
(baca konsep diversifikasi investasi yang dikemukakan oleh Henry
Markowitz.
c. Total Risk
Total risk adalah gabungan dari unsystematic risk dan systematic risk. [adi
hasil penjumlahan dari unsystematic risk dan systematic risk kita akan
memperoleh total risiko. Adapun rumus untuk menghitung total risiko
adalah:

Total risk = unsystematic risk + systematic risk

Risk(%)

Risiko tidak sisternatis


(Unsystematic risk)

Total
Risk

Risiko sistematis
{Systematic risk}

o Stock
Gambar 9.7: Systematic Risk, Unsystematic Risk dan Total Risk
Keterangan:
SA=sahamA
SB = saham B
SC=sahamC
SD = saham D, dan
SE =sahamE
Risk and Return 206
206 Pengantar Pasar Modal
Maka berdasarkan pada gambar di atas (systematic risk, unsystematic
risk, dan total risk) bahwa dengan menempatkan dana pada berbagai
sekuritas saham tersebut diharapkan kita dapat memperkecil risiko yang
akan timbul nantinya, dan juga mengharapkan diperolehnya keuntungan
dari menganekaragamkan pembelian saham.

9. Alternatif-alternatif Menghindari Risiko


Untuk menghindari risiko yang timbul terhadap aktivitas investasi
yang dilakukan perlu dilakukan alternatif-alternatif dalam pengambilan
.. keputusan. Alternatif keputusan yang diambil adalah yang dianggap realis-
tis dan tidak akan menimbulkan masalah nantinya. Tindakan seperti ini
dianggap sebagai bahagian strategi investasi.
Bahwa berbagai keputusan-keputusan strategis akan menghasilkan
nilai yang lebih besar bagi perusahaan. Dimana tindak lanjut dari keputusan
strategis ini adalah dengan melibatkan secara maksimal sumberdaya yang
ada untuk mengimplementasikan keputusan yang dimaksud dan menentu-
kan pihak-pihak yang bertanggungjawab atas implementasi ini.
Artinya adalah risiko yang timbul merupakan bentuk dari realita
yang terjadi yang mana risiko itu selalu saja sulit untuk dihindari namun
diusahakan terjadi dalam jumlah yang sangat minim. Sebuah contoh seder-
hana dalam usaha menghindari risiko bisnis adalah pada saat seorang
pebisnis membutuhkan pinjarnan dana untuk melakukan usaha sebesar Rp2
miliar maka sebaiknya ia mengajukan pinjaman sebesar Rp 2,3 miliar.
Dalarn artian angka kelebihan Rp 300 juta Iagi itu tetap saja disimpan di
bank sebagai bentuk hedging atau semacam antisipasi jika dalam proses
pelunasan tersebut ia mengalami kendala atau tidak tercapainya target
keuntungan secara sistematis dari hasil us aha maka untuk sementara waktu
ia bisa mempergunakan angka yang tersimpan di bank tersebut untuk
membayar cicilan pinjarnan.
Dengan begitu pihak pemberi pinjaman akan melihat bahwa
nasabahnya tersebut tidak mengalami kesulitan dalam melunasi pinjaman
serta sudah pasti penilaian yang baik ini bisa saja bila pihak nasabah dalam
pertengahan pembayaran yang sudah mencapai 50% pelunasan mengajukan
lagi tambahan pinjaman tapi tetap dengan konsep yang sarna tentunya,
maka bukan tidak mungkin bila pihak pemberi pinjaman akan segera
mencairkan. Perlunya dibuat posisi hedging seperti dijelaskan di sini adalah
dimaksudkan guna mengantisipasi kondisi ekonomi yang sering berubah

Risk and Return 207


208 Pengantar Pasar Modal
dan tak menentu seperti negara Indonesia yang tingkat utangnya sudah
begitu tinggi.

10. Mengelola Risiko

Dalam aktivitas yang namanya ~isiko adalah pasti terjadi dan sulit
untuk dihindari sehingga bagi sebuah lembaga bisnis seperti misalnya
perbankan sangat penting untuk memikirkan bagaimana mengelola atau
men-manage risiko tersebut. Pada dasarnya risiko itu sendiri dapat dikelola
dengan 4 (empat) cara, yaitu;
a) Memperkecil risiko
Keputusan untuk memperkecil risiko adalah dengan cara tidak memper-
besar setiap keputusan yang mengandung rikso tinggi tapi membatasi-
nya bahkan meminimalisirnya guna agar risiko tersebut tidak menambah
menjadi besar di luar dari control pihak manajemen perusahaan. Karena
mengambil keputusan di luar dari pemahaman manajemen perusahaan
maka itu sarna artinya dengan melakukan keputusan yang sifatnya
spekulasi.
b) Mengalihkan risiko
Keputusan mengalihkan risiko adalah dengan cara risiko yang kita
terirna tersebut kita alihkan ke tempat lain sebagian, seperti dengan
keputusan mengasuransikan bisnis guna menghindari terjadinya risiko
yang sifatnya tidak diketahui kapan waktunya.
c) Mengontrol risiko
Keputusan mengontrol risiko adalah dengan cara melakukan kebijakan
mengantisipasi terhadap timbulnya risiko sebelum risiko itu terjadi.
Kebijakan seperti ini biasanya dilakukan dengan memasang alat penga-
man atau pihak penjaga keamanan pada tempat-tempat yang dianggap
vital. Seperti memasang alarm pengaman pada mobil, alarm kebakaran
pada rumah dan menempatkan satpam pada siang atau malam hari.
d) Pendanaan risiko
Keputusan pendanaan risiko adalah menyangkut dengan menyediakan
sejumlah dana sebagai reserve (cadangan) guna mengantisipasi timbulnya
risiko di kemudian hari. Seperti perubahan terhadap nilai tukar dolar di
pasaran maka kebijakan sebuah perbankan adalah harus memiliki

Risk and Return 208


208 Pengantar Pasar Modal
cadangan dalam bentuk mata uang dolar sehingga sejumlah perkiraan
akan terjadi kenaikan atau perubahan tersebut.

Risk and Return 209


208 Pengantar Pasar Modal
11. Perhitungan Risiko

Ada model perhitungan risiko yang paling sering dipergunakan


khususnya dalam investasi adalah secara varians dan standar deviasi.
Perhitungan risiko dalam suatu investasi menyangkut dengan perhitungan
terhadap return yang diharapkan dari suatu investasi atau apa yang biasa
disebut dengan return on investment (ROI).
Return on Investment menurut Joel G. Siege130)adalah rasio untuk
mengukur kekuatan penghasilan atas aktiva. Rasio tersebut menyatakan
kemampuan perusahaan dalam memperoleh penghasilan terhadap operasi
bisnis dan menjadi ukuran keefektifan manajemen. Dan memang bagi
seorang pebisnis atau investor memperhitungkan risiko dan pengembalian
(risk and return) adalah penting ini seperti ditunjukkan pada gambar 9.1, 9.2,
dan 9.3 (Hubungan Risiko dan Pengembalian), dan tak ada investor yang
tidak memperhitungkan pengembalian investasinya walaupun dalam
kamusnya ia menerapkan "siap berbisnis maka harus siap juga untuk rugi".
Untuk mengerti secara sederhana bahwa risiko yang terkecil itu
adalah obligasi (bond) yang dijual oleh pemerintah, karena sudah pasti itu
akan aman dimana pemerintah pasti akan membeli kembali dan membayar
bunganya sesuai dengan perjanjian dalam artian jaminannya adalah oleh
pemerintah. Dan risiko yang tertinggi adalah saham yang dijual oleh
perusahaan karena memungkinkan saja jika perusahaan itu tidak akan
sanggup membayarnya karena perusahaan sedang mengalami posisi seperti
financial distress. Bagi setiap orang menginginkan kenyamanan dalam kepu-
tusan keuangannya, dan kenyamanan itu dibuat dengan mempertimbang-
kan segala sesuatu yang mungkin nantinya bisa terjadi.
Dalam pendekatan matematis untuk menghitung varians dan siandar
deviasi dapat dipergunakan rumus sebagai berikut:31)
Varians return = 02= [Ri-E(R)]2pri
Standar deviasi = 0 = (02)1/2
Keterangan:
02 = varians return
o = standar deviasi
E(R) = return yang diharapkan dari suatu surat berharga
Ri = return ke-i yang mungkin terjadi
Pri = probabilitas kejadian return ke-i

Risk and Return 210


208 Pengantar Pasar Modal
Contohnya dapatkita lihat di bawah ini:
Tabel 9.2: Perhitungan Varians dan Standard Deviasi pada Salah Satu
J enis Sekuritas
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Return Probabilitas (1) (2) Ri-E(R) [Ri-E(R)]2 [R,-E(R)]2pri
(Ri) (pri)
0,11 0,3 0,033 0,031 0,000961 0,0002883
0,09 0,2 0,018 0,011 0,000121 0,0000242
0,12 0,1 0,012 0,041 0,001681 0,0001681
0,05 0,2 0,010 -0,029 0,000841 0,0001682
0,06 0,1 0,006 -0,019 0,000361 0,0000361
E(R) = (J2 = 0,0006849
0,079

Selanjutnya kita dapat menghitung standar deviasi yaitu;

Standard deviasi = 0 = (02)1/2 = (0,0006849)1/2 = 0,0261 = 2,61%

Untuk mendapatkan hasil 0,0261dapat juga dihitung dengan cara meng-


akarkan yaitu:

== ~O,0006849 == 0,0261== 2,61%


Untuk melengkapi perhitungan ini dengan maksud agar lebih
komprehensif terutama jika timbulnya suatu persoalan seperti penyebaran
return yang diharapkan sangat besar maka dipergunakan perhitungan
tambahan dengan digunakannya coefficient of variation atau risiko relatif.
Coefficient of variation dapat dihitung dengan cara membagi antara angka
perolehan dari standar deviasi return atau 0 dengan return yang diharapkan
dari suatu sekuritas atau E(R),yaitu;

Coefficient a/variation = a: E(R)= 0,0261: 0,079 = 0,330379746.

Sebagai penguat dalam memahami lebih [auh tentang manajemen


pengambilan keputusan ini, ada baiknya jika kita melihat contohsoal di
bawah ini sebagai perbandingan dari soal di atas.

210 Pengantar Pasar Modal


Tabel 9.3: Perhitungan Variflns dan Standard Deviasi pada Salah Satu
J enis Sekuritas
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Return Probabilitas (1) (2) Ri-E(R) [Ri-E(R)]2 [Ri-E(R)]2pri
(Rl) [prj]
0,10 0,2 0,02 0,053 0,002809 0,0005618
0,08 0,1 0,008 0,033 0,001089 0,0001089
0,11 0,1 0,011 0,063 0,003969 0,0003969
0,04 0,1 0,004 -0,007 -0,000049 -0,0000049
0,02 0,2 0,004 -0,027 -0,000729 -0,0001458

E(R) = 0,047 = 0,0009169 I
I II I I
02

Selanjutnya kita dapat menghitung standar deviasi yaitu;

Standard deviasi = 0 = (02)1/2= (0,0009169)1/2 = 0,0303 = 3,03%

Untuk mendapatkan hasil 0,0303 dapat juga dihitung dengan eara meng-
akarkan yaitu:

= .jO,0009169 == 0,0303== 3,03%

Adapun hasil hitungan untuk coefficient of variation atau risiko relatif


adalah sebagai berikut:

Coefficient a/variation = 0: E(R)= 0,0303: 0,047 = 0,644680851

Berdasarkan pada 2 (dua) eontoh soal di atas, maka kesimpulan


yang bisa kita ambil adalah:
a. [ika kita tempatkan keputusan dari segi perspektif standar deviasi, maka
lebih baik mengambil pada eontoh yang pertama yang standar deviasi-
nya yang lebih keeil. Dengan keputusan standard deviasi yang lebih kecil
maka artinya risiko juga lebih keeil.
b. Jika keputusan di temp atkan dari segi perspektif coefficient of variation
maka lebih baik yang pada eontoh soal yang pertama. Karena penye-
baran relatif atas risiko relative adalah juga lebih kecil, maka yang
pertama dianggap representatif.

Risk and Return 211


211 Pengantar Pasar Modal
Favorable - - - - - - - - -
.., e "- !-----.:-.-.---
• •
} +1Standar

0-------•-------------------------;
deviation
Variance

o • , • e
} -t Standar

• • deviation

Unfavorable- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - --

1..1. 3 4 S 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1S 16 17 18 19
Week

Gambar 9.8:A Statistical Control Chart32)


Keterangan:

Favorable = kondisi yang baik


Unfavorable = kondisi yang tidak baik
Week = mingguan atau waktu yang terus berlangsung

Pada gambar di atas. terlihat bahwa standar deviasi yang baik


berada pada kondisi yang favorable atau wilayah +1 Standar deviation. Dan
wilayah standar deviasi yang tidak baik berada pada kawasan unfavorable
atau wilayah -1 Standar deviation.
Adapun pengertian dari standar deviasi, Variance, dan coefficient of
variation dapat dilihat penjelasannya,di bawah ini,
a. Definisi Standar Deviasi

Standar deviasi (0) atau simpangan baku adalah suatu estimasi


probabilitas perbedaan return nyata dari return diharapkan, Adapun menu-
rut R. J. Shook33) Standar deviation (deviasi standar) adalah ukuran tingkat
variasi nilai probabilitas individual dari rata-rata distribusi,
Dalam konsep dijelaskan :bahwa semakin besar angka standar
deviasi yang diperoleh maka artinya semakin besar risiko yang akan dite-
rima, begitu pula sebaliknya semakin kecil angkanya maka semakin kecil

Risk and Return 212


212 Pengantar Pasar Modal
standard deviasinya.vu Secara umum publikjuga mengenal standard deviasi
sebagai simpangan baku.

Risk and Return 213


213 Pengantar Pasar Modal
Karena konsep standar deviasi seperti itu dan keinginan banyak
pengambil keputusan adalah berusaha menjauh dari risiko, maka berbagai
cara diupayakan baik pendekatan kualitatif dan kuantitatif agar risiko terse-
but menjadi keciL Termasuk dengan memperkecil angka perolehan pada
standar deviasinya.
b. Definisi Varians
Ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang varians yang dapat
kita lihat di bawah ini,
a. Dalam statistik, ukuran penyerapan dari penyebaran probabilitas. Hal ini
merupakan pangkat dua deviasi standar. Misalnya, bila deviasi standar-
nya 20, maka variannya menjadi 400 (Siegel dan Shim).35)
b. Selisih pendapatan, biaya, dan keuntungan terhadap jumlah yang diren-
canakan. Salah satu tahap yang sangat penting dari tanggungjawab
akuntansi adalah membuat standar biaya, pendapatan, dan keuntungan,
serta membuat kinerja dengan membandingkan banyak sebenarnya
dengan banyak standar. Varian dihitung pada pusat pertanggung~
jawaban, penganalisisan. Dan varian yang tidak menguntungkan diseli-
diki untuk mencari kemungkinan perbaikan (Siegel dan Shim ).36)
c. Selisih statistik dalam sebuah disperse distribusi, dihitung dengan
menjumlahkan kuadrat dari deviasi rata-rata (R. J. Shook)_37)
d. Variance (nilai kuadrat dari deviasi standar) yang disimbolkan seperti ini
a2 atau pangkat dua dari standard deviasi.tv Secara lebih dalam
Sudjana=' mengatakan, "Untuk sampel, simpangan baku akan diberi
simbol s, sedangkan untuk populasi diberi simbol a (baca: sigma).
Variansnya tentulah S2 untuk varians sampel dan a2 untuk varians
populasi. Jelasnya, s dan S2 merupakan statistik sedangkan a dan a2
parameter."

c. Definisi Coefficient of Variation

Coefficient of variation adalah ukuran penyebaran relatif atau risiko


relatif. Contoh perhitungan dengan mempergunakan Coefficient of variation
pada dua usulan proyek investasi adalah;
. Tabel 9.4: Expected Return dan Standar Deviasi
Proyek Keuntungan yang diharapkan E(R) Standar deviasi L
A $440 $ 231,02
B $450 $ 406,77

Risk and Return 214


214 Pengantar Pasar Modal
Maka Coefficientof variation dapat dihitung dengan cara:
• Proyek A = a: E(R) = $ 231,02:$ 440 = 0,5250
.. Proyek B = a: E(R) = $ 406,77:$ 450 = 0,9039

Maka berdasarkan hitungan di atas yang dapat diterapkan adalah


proyek A, karena proyek A memiliki tingkat risiko relatif yang jauh lebih
kecil dibanding proyek B.

12. Perhitungan Covariance


Kajian covariance merupakan bagian tindak lanjut dari penguatan
pemahaman tentang standard deviasi. Ini sebagai mana dikatakan oleh RJ.
Shook40) bahwa, "Covariance adalah korelasi antara dua variabel dikalikan
dengan standard deviasi masing-masing." Di sisi lain Jogianto41) mengata-
kan bahwa, "Covariance adalah pengukur yang menunjukkan arah
pergerakan dua buah variabel."
Adapun rumus dari covarianceadalah,

n
Cov(RaRb) = I [Rai - E(Ra )][Rbi - E(Rbi )]Pri
1=1

Keterangan:
COV(RaRb) Covarian return saham a dan return saham b
Rai Return saham a
Rbi Return saham b
Expected return saham a
Expected return saham b
- Probabilitas terjadinya masa depan untuk kondisi ke i42)
Totalitas atau jumlah dari kondisi-kondisi yang diperkirakan
untuk masa yang akan datang dengan berbagai tafsiran
perkiraan yang ada.

Contoh Soal
Seorang analis keuangan sedang bertugas untuk menganalisis
kondisi PT Pasifik Agnng dan PT Mulia Indah. Berdasarkan data yang
diperoleh bahwa return saham kedua perusahaan beserta probabilitasnya
terlihat sebagai berikut.43)

Risk and Return 215


215 Pengantar Pasar Modal
TabeI9.5: Kondisi Probabilitas dan Return untuk PT Pasifik Agung
dan PT Mulia Indah
Kondisi Probabilitas Return PT Pasifik Return PT Mulia
Ekonomi Agung(%) Indah (%)
Bagus 0,21 12 14
Normal 0,15 9 10
Buruk 0,22 2 4

Berdasarkan data di atas maka hitunglah expected return dan


covariance pada PT Pasifik Agung dan PT Mulia lndah tersebut.

Jawab

Berdasarkan data di atas maka sebelumnya kita harus menghitung expected


return terlebih dahulu dengan mempergunakan rumus sebagai berikut,
n

E(Ri) = 2::(PriXRi)
1=1

Dirnana:

E(R) = Expected Return i


Pri = Probabilitas i
Ri = Return i
E(RPA) = (0,21).(0,12)+ (0,15).(0,09)+ (0,22).(0,02)
E(RpA) = 0,0252 + 0,0 l35 + 0,024
E(RPA) = 0,0627 = 6,27 %
E(RM1) = (0,21).(0,14)+ (0,15).(0,10)+ (0,22).(0,04)
E(RM1) = 0,0294 + 0,015 + 0,0088
E(RM1) = 0,0532 = 5,32 %

Selanjutnya kita dapat menghitung covariance dengan memperguna-


kan formula sebagai berikut,
n=3

Cov (RaRb) = I [Rai - E(RJ] [Rbi - E(RbJ]Pri


t=l

Risk and Return 216


216 Pengantar Pasar Modal
COV(RaRb) = (0,12- 0,0627).(0,14- 0,0532)~ (0,09:- 0,0627).(0,10 - 0,0532)
+ (0,02 - 0,0627}( 0,04 - 0,0532)

COv(RaRb) = (0,0573 ).(0,0868)+ (0,0273 ).(0,0468)+ (~D,0427).(- 0,0132)


Cov(RaRb) = 0,00681492 = 0,68 %
Maka berdasarkan hasil hitungan akhirnya diperoleh covanance
adalah sebesar 0,68%.

13. Perhitungan Expected Return pada Satu Sekuritas

Pada soal di atas kita telahmelakukan perhitungan pada dua usulan


proyek investasi, maka pada soal di bawah ini kita akan menghitung
expected return pada satu sekuritas.
TabeI9.4: Return i dan Probabilitas i
Ri Pri
I I
32% 0,06
14% 0,66
0% 0,14
-10% 0,07

Maka keuntungan yang diharapkan adalah


E(R) = (0.32)(0.06)+ (0.14)(0,66)+ (0) (0,14)+ (-0,10)(0,07)
= 0, 1046
= 10,46%

14. Perhitungan Keuntungan yang Diharapkan pada Portofolio

Adapun pengertian dari portofolio adalah sebuah bidang ilmu yang


khusus mengkaji tentang bagaimana cara yang dilakukan oleh seorang
investor untuk menurunkan risiko dalam berinvestasi secara seminimal
mungkin, termasuk salah satunya dengan menganekaragamkan risiko
tersebut.
Diketahui seorang investor memiliki dana sebesar RP 2.000.000.000,-
dan melakukan keputusan investasi pada portofolio A dan B.

Risk and Return 216


216 Pengantar Pasar Modal
Tabel 9.5: Saham dan Expected Return
Saham Jumlah E (R)
A Rp. 800.000.000,- 10%
B Rp.1.200.000.000,- 7%

Maka kita dapat mempergunakan rumus:

Keterangan
E (Rr) = expected return portofolio
E (RA) = expected return A
E (RB) = expected return B
XA = uang yang diinvestasikan pada saham A
XB = uang yang diinvestasikan pada saham B
Maka hitungnya dapat kita lakukan,

E (Rp) = (800.000.000) (0.10) + (1.200.000.000)(0,07)


= Rp 164.000.000
Untuk persentase kita dapat menghitungnya dengan cara:
E(Rp) =
[(800.000000)(0,10): 2.000.000.000]+[(1.200.000.000)(0.07):2.000.000.000]
= 0, 04 + 0,042
= 0,082
Hasil hitungan dengan persentase akan memperlihatkan tingkat
keuntungan untuk portofolio dengan modal yang dimiliki oleh investor
tersebut adalah sebesar Rp 2.000.000.000,- yaitu ia memperoleh 0, 082%
\

15. Perhitungan Rata-rata Return


Untuk menghitung rata-rata return dalam suatu periode penga-
matan dapat dipergunakan rumus di bawah ini,46)

.L R iI + R i2 + .... + R in
E (R;) = -"...J -=-,-------
n

Risk and Return 217


217 Pengantar Pasar Modal
Dimana:
E(Ri)= Expected return pada i
R, Return pada i. Jika Rzl.artinya return pada i yang 1 dan jika Ri2
artinya return pada iyang ke 2, dan seterusnya.
Rin = Return pada idi periode akhir yang diperhitungkan
n [umlah periode amatan

Contoh Soal

Seorang analisis keuangan ingin mengamati kondisi dan situasi pengem-


balian dad saham PT Mahakarya Agung selama empat periode pengamatan.
Adapun data-datanya adalah sebagai berikut,
Tabel .6: Periode dan Return dari PT Mahakarya Agung
Periode Return (%)
I I
1 12
2 13
3 10
4 12

Jawab
Maka berdasarkan data di atas kita dapat menghitungnya dengan menerap-
kan formula sebagai berikut.
n

L Ril + R;2 + .... + R;n


E(R;)= _,, J=;! _
n
E(RJ= 12%+13%;10%+12%

E(RJ= 4:%

E(R;) = 0,1175 = 11,75%

Risk and Return 218


218 Pengantar Pasar Modal
16. Menghitung Return dari Suatu Sekuritas yang Diharapkan

Untuk menghitung return yang diharapkan dari suatu sekuritas


yang hams dipahami oleh seorang investor adalah dengan memahami
probabilitas dari kejadian yang akan terjadi.
Adapun mmusnya adalah.Fl

E(R) = "LRiPri
i=!

Keterangan:
E(R) = expected return atau return yang diharapkan dari suatu sekuritas
R, return ke-i yang mungkin terjadi
Pri Probabilitas kejadian return ke-i
n banyaknya return yang mungkin terjadi

17. Hubungan Karakteristik dengan Risk and Return

Dalam pengambilan keputusan yang dilakukan, maka ada faktor


yang turut mempengamhinya yaitu karakteristik sang pengambil kepu-
tusan, Latar belakang karakter ini menjadi bagian yang dominan untuk
dikaji sebagai bahan analisis pendukung tentunya. Karakteristik adalah
sesuatu yang tumbuh sejalan dengan waktu dan telah menempa serta
membentuk sikap seseorang yang selanjutnya itu memberi pengaruh pada
setiap keputusan yang dibuat oleh orang tersebut.
Karakteristik tersebut secara umum dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
a. Takut pada Risiko atau Risk Avoider

Karakteristik risk avoider dianggap menempati posisi yang aman dan


jauh ~ari risiko. Sehingga mereka yang menempatkan diri dengan kepemi-
likan karakteristik ini cenderung memiliki asset yang terjaga, karena ia tidak
pemah ingin memasuki wilayah spekulasi. Adapun ciri-ciri dari pemilik
karakteristik risk avoider adalah
1) Karakteristik seperti ini adalah dimana sang decision maker sangat hati-
hati terhadap keputusan yang diambilnya bahkan ia cenderung begitu
tinggi melakukan tindakan yang sifatnya menghindari risiko yang akan
timbul jika keputusan diaplikasikan.

Risk and Return 219


219 Pengantar Pasar Modal
2) Secara umum pebisnis yang berkarakter seperti ini cenderung melaku-
kan tindakan yang biasanya disebut dengan safety player.
3) Maka mereka penganut risk avoider cenderung sulit menjadi pemimpin
dan lebih banyak menjadi follower bukan seorang innovator.
4) Namun yang harus kita pahami bahwa hampir semua investor adalah
bertipe penghindar risiko, dalam artian mereka tidak ingin menanggung
risiko yang akan timbul dalam bentuk kerugian yang akan timbul di
kemudian hari.
5) Bagaimanapun investasi selalu dilihat sebagai bentuk usaha mencari
keuntungan dalam bentuk finansial di kemudian hari, terhadap sejumlah
dana yang telah ditanamkan pad a saat ini.
6) Ciri utama bagi penghindar risiko, utilitasnya akan menurun dengan
cepat begitu kerugian yang diderita semakin membesar/meningkat,
sedangkan utilitas untuk jumlah yang positif tidak tumbuh dengan
cepat, secepat perolehan uang.48)
7) Oleh karena sifat penghindar risiko dinyatakan dengan premi risiko
yang positif, maka kurvenya akan selalu berada di sebelah kiri atas dari
garis netral (garis putus-putus), dengan perkataan lain kurve utilitasnya
berbentukcekung (concave) apabila dilihat dari bawah.49)
Untuk memahami lebih dalam tentang karakteristik risk avoider
ada baiknya kita lihat dalam bentuk grafik di bawah ini.
Return
on
Investment

Risk Avoider
----------~---------~-----

o Risk

Risk and Return 220


220 Pengantar Pasar Modal
Gambar 9.6: Posisi Risk Avoider secara Teknikal

Risk and Return 221


221 Pengantar Pasar Modal
Pada garnbar di atas terlihat bahwa mereka yang memiliki karak-
teristik risk aooider cenderung di tahap awal menjauh dari risiko dan
berusaha keras dekat dengan keuntungan atau selalu berada di posisi return
on investment. Namun karena yang bersangkutan selalu berusaha menjauh
dari risiko maka ini telah membawa persoalan .pada penempatan diri
karakteristik yang tidak terbiasa menghadapi risiko.
Sehingga selanjutnya pad a periode-periode ke depan jika ia tidak
melakukan perbaikan dan mengisi diri dengan berbagai pengalaman yang
berarti cenderung akan menempatkan ia sebagai pihak yang lemah pada
kemampuan pengambil keputusan. Dan ini berakibat pada kondisi jangka
panjang yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan masalah sehingga
menyebabkan ia memiliki banyak masalah dan bahkan cenderung dengan
masalah tersebut perolehan keuntungan yang dimiliki akan terjadi penu-
runan. Apalagi jika ini diikuti dengan pertambahan usia. Karena semakin
bertambahnya usia seseorang maka penurunan fisik dan psikologis telah
mempengaruhi kemampuan seseorang dalam pengambilan keputusan yang
dilakukannya. Dan ini biasanya cenderung bersifat sistematis.
b. Hati-hati pada Risiko atau Risk Indifference

Karakteristik seperti ini adalah dimana sang decision maker sangat


hati-hati atau begitu menghitung terhadap segala darnpak yang akan terjadi
jika keputusan tersebut dilakukan. Sikap netral terhadap risiko sebenarnya
sebetulnya merupakan sikap antara dua sikap yang ekstrim yaitu sikap
penghindar dan pencari risiko.P'
Adapun ciri-ciri mereka yang memiliki karakteristik risk indifference
(hati-hati pada risiko) adalah,
1) Seorang pengambil keputusan dengan sikap netral terhadap risiko ialah
mereka yang menilai uang seperti apa yang tercantum (as its face value),
tak akan membeli asuransi kerusakan sebab nilai premi akan lebih tinggi
dari nilai harapan yang hilang.51)
2) Namun bagi mereka yang menganut karakter seperti ini dengan kecen-
derungan kehati-hatian yang begitu tinggi maka biasanya setelah kepu-
tusan tersebut diambil ia tidak akan mengubahnya begitu saja.
3) Bagi kalangan bisnis mereka menyebut orang dengan karakter seperti ini
secara ekstrem sebagai tipe peragu.
4) Setiap tindakan yang mereka lakukan cenderung selalu berusaha men-
jaga image di mata publik. Kadangkala sikap ini telah menyebabkan

Risk and Return 222


222 Pengantar Pasar Modal
publik melihat yang bersangkutan berusaha . menempatkan konsep
1
pencitraan yang stabil.
5) Setiap keputusan yang dibuat dilakukan dengan analisa yang mendalam
serta memikirkan dampaknya ke depan. Termasuk dampak dari segi
internal dan eksternal. Sehingga keputusan yang dibuat dianggap dan
bisa dikatakan bijaksana namun lambat atau terlalu lama diputuskan.
6) Pada umurnnya, sikap netral terhadap risiko hanya benar pada suatu
jumlah uang dalam batas tertentu, ini terbukti dengan adanya perusa-
haan-perusahaan besar tanpa memiliki asuransi kerusakan.w

Return
on
Investment ",."
. :, .. _/' Risk Indifference

... ,' :
"
,, ..

o Risk

Gambar 9.7: Posisi Risk Indifference secara Teknikal


c. Suka pada Risiko atau Risk Seeker atau Risk Lover

Sikap seseorang dalam menghadapi risiko sangat tergantung pada


beberapa hal, yaitu: sifat dasar orang yang bersangkutan, jenis persoalan
yang dia hadapi, situasi yang ada dan faktor lainnya.s"
Adapun ciri-ciri mereka yang memiliki karakteristik risk indifference
(hati-hati pada risiko) adalah,
1) Karakteristik seperti ini adalah tipe yang begitu.suka pada risiko. Karena
bagi dia semakin tinggi risiko maka semakin tinggi pula tingkat
keuntungan yang akan diperolehnya.

Risk and Return 223


223 Pengantar Pasar Modal
2) Prinsip seperti ini cenderung begitu menonjol dan mempengaruhi besar
terhadap setiap keputusan yang ia ambil, mereka terbiasa dengan
spekulasi dan itu pula yang membuat mereka penganut karakteristik ini
selalu saja ingin menjadi pemimpin dan cenderung tidak ingin menjadi
peketja dan kalaupun berada pada posisi sebagai pekerja maka itupun
tidak akan berlangsung lama.
3) Mental risk seeker atau juga disebut dengan risk lover adalah mental yang
dimiliki oleh pebisnis besar dan juga pemimpin besar, karakter ini juga
umumnya dimiliki oleh para pemberontak dimana mereka mau
bersusah-payah dengan keyakinan akan memperoleh kenikmatan setelah
itu yaitu berupa kemenangan.
4) Cenderung menyukai tantangan dan tidak suka berfikir statis.
5) Dalam melaksanakan pekerjaan sangat menghargai proses. Karena
proses baginya adalah sebuah pengayaan dalam pembentukan
keyakinan secara lebih baik. Beberapa manajer yang menyukai tantangan
telah menjadikan proses dari pengalaman-pengalaman yang lalu sebagai
referensi atau rujuakn dari setiap pengambilan keputusan yang akan
diambil. Dan mereka yang tidak mau menghargai proses atau berfikir
instan cenderung sulit untuk sukses, karena kesuksesan adalah sebuah
proses.
6) Selalu bersikap menyelesaikan masalah, dan tidak pernah
mengesampingkan masalah, apalagi menimbun masalah. Menimbun
masalah baginya ibarat menciptakan born waktu yang siap suatu saat
untuk meledak.
7) Sikap pencari risiko ditemui dalam kejadian di mana terdapat suatu
tingkat aspirasi yang amat penting.54)
8) Semakin besar hadiah yang akan diterima, makin besar beda sikap antara
pencari risiko dengan penghindar risiko.55)
9) Pencari risiko sering disebut "Self-insured" artinya mengasuransikan
dirinya sendiri, percaya bahwa risiko lebih superior dibandingkan
dengan sejumlah uang yang hilang untuk membeli polis/Iotere.sv

Risk and Return 224


224 Pengantar Pasar Modal
Return


on I
I
Investment

,/ Risk Seeker
, atau risk Lover
.; I
,
,,
, ~

o Risk

Gambar 9.8: Posisi dan Pergerakan Risk Seeker atau Risk Lover

Pada gambar di atas dapat kita lihat bagaimana garis pergerakan


risk seeker atau risk lover yang awalnya berada pada posisi di bawah kemu-
dian perlahan-lahan mulai bangkit ke atas. Ini dapat dicontohkan pada
seorang entrepreneurship yang memulai usaha dari bawah kemudian meng-
hadapi berbagai persoalan yang ada, seperti kekurangan modal, lemahnya
SDM, penjualan yang menurun, cadang~ yang lemah, dan sebagainya.
Namun setelah ia belajar dan mengatasi masalah tersebut selanjutnya ia
mulai mengerti bagaimana berbisnis secara baik, dan akhirnya pengalaman
telah membimbing ia menjadi lebih arif dan bijaksana dalam masa-masa
selanjutnya. Dan kita bisa melihat bahwa mereka yang bertipe risk seeker
atau risk lover selalu memulai perjalanan lebih dekat dengan risiko, dan
ketika risiko sudah bisa dikendalikan maka ia akan terus naik untuk terus
memperkecil risiko dan memperbesar return on investment. Return on
investment adalah perolehan keuntungan dari investasi yang telah ia
tanamkan.
Jika kita ingin melihat secara lebih jelas bagaimana bentuk pengga-
bungan dari ketiga karakteristik tersebut dalam satu bentuk gambar dapat
kita lihat di bawah ini.

Risk and Return 224


224 Pengantar Pasar Modal
Utility Risk A voider

Risk Indifference

Risk Seeker

o Monetary Outcome

Gambar 9.9: Bentuk Penggabungan Tiga Perbedaan Pengambil Keputusan


Sumber: Barry Render and Ralph M. Stair, Irs7)

Pada gambar penggabungan di atas terlihat bahwa risk adverse


berada pada bagian atas dan risk seeker atau risk lover berada pada bagian
paling bawah, sedangkan garis risk indifferent berada pada bagian tengah.
Adapun bentuk penggabungan lain yang dapat kita lihat adalah seperti
ditujukan pada gambar di bawah ini.
Return
Risk Seeker

Risk Avoider
Risk Indifference

Risk

Gambar 9.10:KondisiPenggabunganTiga PerbedaanPengambilKeputusan


Sumber: dari berbagai sumber.

Risk and Return 225


225 Pengantar Pasar Modal
Dari gambar (ii) di atas kita bisa memperhatikan bagaimana
perubahan dan pergerakan titik tersebut pada tiga karakteristik pengambil
keputusan. Dimana terlihat risk seeker akan terus naik sementara risk avoider
akan terus bergerak turun, dengan begitu jika risk avoider ingin bisa naik ia
r
harus berani melakukan sikap tegas dan berani mengambil risiko pada saat-
saat yang sulit, sebagai bentuk gambaran seorang pebisnis yang memiliki
reputasi sebagai seorang yang berani menghadapi tantangan.
Dari ketiga karakteristik ini mungkin karakter risk seeker adalah
yang paling begitu mendominasi jika dilihat dari segi kedekatannya dengan
risiko, namun tentunya bukan berarti mereka yang lain tidak merniliki
kelebihan tapi jika dikaitkan dengan ruang lingkup aktivitas bisnis maka
mereka dengan latar belakang mental risk seeker cenderung lebih berani dan
tegas dari pada yang lain, tentunya tidak terlepas dari muatan keputusan
yang dihasilkan yaitu fokus pada sasaran atau penuh perhitungan bukan
hanya sekedar spekulasi saja.
d. Tipe Pengambil Keputusan
Para pengambil keputusan sangat dipengaruhi oleh karakteristik
dan tipe yang dirnilikinya. Mengenai karakteristik telah kita bahas di atas,
adapun tentang tipe akan kita bahas di sini. Tipe adalah bahagian dari diri
seseorang yang terbentuk oleh berbagai latar belakang, seperti kepribadian,
intuisi, intelegensi, konsistensi, kompetensi, 'skill, dan lain sebagainya.
Selanjutnya Kamaluddin's» mengatakan "Nilai-nilai tersebut selanjutnya
akan tercermin pada keputusan yang diambilnya" .
Karena itu seorang pengambil keputusan dalam memutuskan suatu
keputusan dipengaruhi oleh berbagai jenis tipe: Erich Form membedakan 5
tipe:59)
• Tipe ketergantungan
• Tipe eksploitatif
• Tipe tabungan
• Tipe pemasaran
• Tipe produktif.
Adapun penafsiran dari kelima bentuk tipe tersebut dapat kita
jelaskan sebagai berikut:60)

Risk and Return 226


226 Pengantar Pasar Modal
a. Tipe ketergantungan.su Pada tipe ini seorang pengambil keputusan
merniliki sifat yang kurang percaya diri, dan sering setiap ada masalah
melibatkan orang lain dalam usaha mencari solusi. SehirIgga dengan

Risk and Return 227


227 Pengantar Pasar Modal
begitu jika suatu saat keputusan yang dibuat adalah kurang tepat atau
bahkan salah maka kesalahan itu tidak harus ditanggung oleh dirinya
sendiri. Bahkan pada tipe ini keputusan yang sudah ia buat bisa berubah
total pada saat ada masukan dari pihak lain atau ada pihak lain yang
mampu mempengaruhi pendiriannya, sehingga terjadilah perubahan
keputusan.
b. Tipe eksploitatif. Kebalikan dari tipe pertama, pengambil keputusan
akan mengeksploitasi orang lain atau bawahan untuk kepentingan diri
sendiri.62) Pada tipe ini kejadian yang sering terjadi pada diri pengambil
keputusan adalah ia cenderung kurang memahami masalah secara detil,
namun meminta pendapat dan masukan dari banyak pihak khususnya
mereka yang berada di bawah lini kekuasaannya. Sehingga pendapat
dari pihak-pihak tersebut selanjutnya diambil dan dinyatakan sebagai
ide dan pemikirannya.63) Artinya ia mengeksploitasi orang lain dan
bawahan untuk kepentingan dirinya sendiri.sv
c. Tipe Tabungan. Pada tipe ini seorang pengambil keputusan cenderung
berfikir dan bersikap picik dan memiliki egois yang tinggi. Ini terlihat .
pada saat ia selalu berusaha meningkatkan kompetensi dan kemampuan
yang dimiliki serta tidak berkeinginan membagi kemampuan itu untuk
orang lain. Bahkan konsep serta ide dari berbagai pihak dia kumpulkan
dan selanjutnya dipakai untuk memperkuat posisinya.s»
d. Tipe pemasaran. Pada tipe ini seorang pengambil keputusan sering
menerapkan konsep marketing, seperti salah satunya ide advertising.
Yaitu ia sering mengiklankan dirinya pada banyak pihak khususnya
kepada para bawahannya tentang ide dan konsep yang ia miliki.66)
e. Tipe produktif. Pada tipe ini seorang pengambil keputusan memiliki
semangat produktif yang tinggi, dan setiap ide pemikirannya cenderung
memiliki visi dan misi yang jauh ke depan. Dan ia sangat mengutamakan
konsep cooperative dengan berbagai pihak, khususnya kalangan internal
organisasi.
Dari kelima bentuk tipe ini jika dilihat dan diamati maka yang
terbaik adalah tipe produktif. Pengambil keputusan dengan kepemilikan
tipe produktif cenderung sangat memperhatikan para bawahan dan memi-
liki pandangan yang jauh ke depan, sehingga setiap pekerjaan yang
dilakukan adalah penuh dengan perencanaan yang matang. Yang terpenting
sudah menjadi sikap dasar bagi mereka yang bertipe produktif adalah
memiliki semangat inovasi dan kreativitas yang tinggi, sehingga kemam-
puan mereka dalam berkompetisi dengan pasar jauh lebih baik dan siap

Risk and Return 227


diuji. Ada contoh menarik yang bisa kita lihat pada para pengambil
keputusan yang sukses dan ternyata mereka menerapkan konsep tipe pro-
duktif, untuk kawasan Asia Tenggara Mahathir Muhammad, Lee Kwan
Yew, Kaisar Hirohito. Untuk kawasan Timur Tengah Rasyid dari Dubai,
Raja Faisal dari Arab Saudi, dan yang ekstrim adalah Mahmoud
Ahmadinejad dari Iran. Mahmoud Ahmadinejad dari Iran telah menunjuk-
kan kemampuan negosiasi yang kuat dengan Negara Amerika dan sekutu-
nya sehingga telah menyebabkan Iran sampai hari ini masih terus bisa
menjalankan misinya sebagai satu-satunya negara di kawasan Timur
Tengah yang memiliki senjata nu~lir.

18. Karakteristik Risiko dalam Konteks Nasabah di Perbankan


Nasabah yang menempatkan dananya baik dalam bentuk deposito
domestik dan valuta asing, tabungan, dan obligasi bahkan mengambil kredit
di suatu perbankan memiliki perbedaan karakteristik terutama jika kita
mengaitkannya dengan latar belakang persepsi nasabah terhadap risiko.
Seorang nasabah bertindak atas dasar keputusan investasi, artinya
jika ia menempatkan dananya di perbankan ia menerapkan investasi pad a
bank tersebut dalam bentuk keyakinan mempercayakan sejumlah kekayaan-
nya untuk dikelola oleh bank tersebut dengan tingkatan risiko yang jelas
telah disadarinya. Begitu pula pada mereka yang mengambil kredit di
perbankan, artinya nasabah tersebut pasti sudah memikirkannya dengan
baik. Yaitu kemana dana kredit tersebut akan digunakan, dan juga sebesar
mana keuntungan yang akan diterimanya nanti.
Dalam konteks ini Iramani'O mengatakan bahwa, apabila dikaitkan
dengan preferensi nasabah terhadap risiko, maka risiko dibedakan menjadi
3 (tiga) yaitu:
1) Nasabah yang menyukai risiko atau pencari risiko (risk seeker), nasabah
ini jika dihadapkan dengan dua pilihan investasi dengan tingkat
pengembalian yang sama dengan risiko yang. berbeda, maka nasabah
tersebut lebih suka mengambil investasi dengan risiko yang lebih tinggi
dengan harapan pengembalian investasi lebih tinggi, nasabah seperti ini
cenderung agresif dan spekulatif dalam mengambil keputusan investasi
karena mengetahui bahwa hubungan tingkat pengembalian dan risiko
adalah positip.
2) Nasabah yang netral /moderat terhadap risiko (risk neutral/moderat);
nasabah ini umumnya meminta kenaikan risiko, nasabah ini cukup

228 Pengantar Pasar Modal


fleksibel dan bersikap hati-hati (prudent) dalarn rnengarnbil keputusan
investasi.
3) Nasabah yang tidak rnenyukai risiko atau rnenghindar risiko (risk
averter), nasabah ini apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang
rnernberikan tingkat pengernbalian yang sarna dengan risiko yang ber-
beda, rnaka nasabah lebih suka rnengarnbil investasi dengan risiko yang
rendah, dan biasanya nasabah ini cenderung rnernpertirnbangkan
keputusan investasinya secara rnatang dan terencana.

19. Risk Free Lending and Borrowing Rate

Kondisi risk free lending and borrowing rate terjadi pada para investor
yang berani rnengarnbil risiko seiring dengan peningkatan kualitas kornpe-
tensi kernarnpuan dan kekayaan rnereka. Pada saat rnereka rnemiliki
peningkatan kornpetensi keilrnuan dalarn rnenganalisis pasar saharn baik
secara kuantitatif dan kualitatif rnenyebabkan tirnbulnya rasa percaya diri
yang kuat untuk rnencoba rneningkatkan risiko dengan harapan terjadinya
hubungan yang linear yaitu peningkatan risiko juga berdarnpak pada
peningkatan keuntungan yang akan diperoleh (expected return). Untuk lebih
jelasnya kita dapat rnelihat pada garnbar di bawah ini.

Rf -------------------------~
I
I
,
I

I
I
I
I

o o

Gambar 9.11:Risk Free Lending dan Borrowing Rate


*Pada titik M terciptanya optimal porto folio

Risk and Return 229


Pada gambar Risk free lending dan Borrowing rate terlihat bahwa pada
saat investor memiliki dana dari hasil meminjam maka ia akan menginves-
tasikan dana di atas M yaitu di posisi C2. Ini dilakukan karena ia ingin
mengambil keuntungan yang tinggi agar mampu rnengernbalikan pinjaman.
Adapun risiko tinggi yang menyertainya adalah sesuatu yang biasa bagi
investor tersebut, karena di sudah mengawalinya dari sikap berani memin-
jam yang otomatis ia juga memiliki kewajiban untuk berani mengembalikan
pinjaman secara tetap dan tepat pada waktunya, jika tidak jaminannya akan
diambil dan risiko itu adalah semakin besar, karena dalam prinsip dan
konsep kredit nilai jaminan adalah harus selalu lebih besar dari angka
pinjaman kredit.
Sedangkan pada saat investor tersebut memiliki dana dari simpanan
pribadi atau tidak meminjam maka ia akan menginvestasikannya pad a titik
C1. Ini dilakukan karena investor dengan kepemilikan dana pribadi akan
merasa sangat hati-hati atau bahkan takut jika dana pribadinya tersebut
akan .kehilangan karena ia salah dalam menempatkarmya. Karena bagi
investor tersebut ia tetap berfikir bahwa dana yang ia miliki tersebut ia
kumpulkan dengan susah payah dan terjadi dalam proses waktu yang lama.
Gambaran kondisi psikologis ini memberikan masukan secara
sederhana pada kita bahwa investor penghindar risiko dan pencinta risiko
adalah sangat dipengaruhi oleh proses dari mana ia memperoleh kekayaan
itu. Tentunya umumnya mereka yang mendapatkan kekayaan dari hasil
kerja keras yang memakan waktu lama sangat merasa akan susah dan
payahnya ia memperoleh kekayaan itu dan· kehati-hatiannya dalam
menempatkan dana tersebut akan sangat ia perhitungkan sekali.
Jika ia salah dalam menempatkan dana dan kemudian mengalami
kebangkrutan maka ia kembali berada pada posisi awal yang tidak memiliki
dana dan harus berjuang dari bawah kembali untuk kemudian perlahan-
lahan mengumpulkan kekayaan tersebut. Sehingga dengan begitu
semangatnya untuk berspekulasi dan menempatkan keberanian dalam
usaha memperoleh keuntungan yang tinggi adalah tidak mengalami
tempaan yang kuat. Apalagi jika dana itu semuanya diperoleh dari posisi-
nya sebagai seorang pekerja (worker) selama bertahun-tahun. ini mungkin
semua ini berbeda jika kekayaan itu diperolehnya dari hasil warisan atau
hadiah, tanpa ada keterlibatan kerja keras secara langsung.

Risk and Return 230


230 Pengantar Pasar Modal
20. Portofolio Dua Saham dengan Expected Return dan Standar Deviasi
yang Berbeda

Dalam suatu hitungan portofolio saham sering kita menemukan


perbedaan pada hasil hitungan standar deviasi. Perbedaan tersebut
mempengaruhi pad a terbentuknya garis portofolio saham tersebut, yaitu
sebagaimana tergambarkan pada "gambar portofolio dua saham dengan
standar deviasi (c) yang berbeda. Jika kita menganalisis tiap-tiap dari titip
dari C1, C-z,C3, G, Cs, C6, C7, dan C8 maka akan diperoleh berbagai arti yang
melingkupinya dalam konteks expected return dan standar deviasi. Ini dapat
kita lihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 9.6: Portofolio Dua Saham dengan Expected Return
dan Standar Deviasi yang Berbeda

No Uraian E(R) o
1 Titik C1 140 60
2 Titik C2 150 48
3 Titik C3 220 30
4 TitikCt 260 33
5 Titik c, 370 40
6 Titik~ 450 . 55
7 Titik C7 600 70
8 Titik C8 650 80

Pada gambar portofolio dua saham dengan standar deviasi yang


berbeda dan juga berdasarkan tabel expected return dan standar deviasi
terlihat bahwa titik C3 berada pada posisi E(R) terkecil yaitu 220 dan (Y

terkecil yaitu 30. Adapun C7 berada pada posisi tertinggi pada dua sisi yaitu
E(R) sebesar' 650 dan (Y sebesar 80. Dengan kondisi ini rnaka pada
karakteristik investor yang menghindari risiko akan rnernilih pada titik C1
atau pada saham AI. Dan investor berharap dapat rnernilih portofolio
saham pada titik Ci atau maksimal pada titik Ct. Narnun jika investor
• tersebut menyukai risiko . dan siap berhadapan dengan betbagai
kernungkinan, dan tentu diikuti dengan berbagai ekspektasi keuntungan
yang akan diperoleh maka ia akan mernilih pada portofolio saham B atau
pada titik C8 yaitu pada kondisi E(R) sebesar 800 dan (Y sebesar 75.

Risk and Return 231


231 Pengantar Pasar Modal
(R) C8
650 B
600 ----------------------- ----------------

500

450 ----------------------------

400

370

300

260

200
I
II
II
LL .....t-_ I
150 tl L _
" t I r
'I I I
I I I t
100 I I , I
It I r
II I t
~I I I

o 10 30 40 SO 60 70 80 Risk

Gambar 9.12:Porlofolio Dua Saharn dengan Expected Return


dan Stan dar Deviasi yang Berbeda

Untuk dipahami bahwa posisi C4 adalah jauh lebih baik karena


risikonya hanya bertambah dari 30 menjadi 33 namun E(R) naik lebih tinggi
yaitu menjadi 260. Maka ada baiknya jika kita memilih C4. Investor selalu
menginginkan terdapatnya maksimal return dan risiko yang rendah,
gambaran psikologis ini semakin memperjelas bahwa investor adalah
penghindar risiko.

21. Dana Pinjaman dan Expected Return


Expected return atau keuntungan yang diharapkan merupakan
gambaran keinginan dari seorang investor dalam memperhitungkan return
investasi dan besarnya probability yang mungkin akan timbul. Dimana
setelah diperhitungkan mungkin saja standar deviasi-nya adalah terlalu •
besar sehingga dianggap tidak tepat atau tidak sesuai. Dengan dasar penje-
lasan ini kita bisa menempatkan bahwa jika suku bunga pinjaman dari

Risk and Return 232

232 Pengantar Pasar Modal


perbankan adalah tinggi dari yang keuntungan project maka diperkirakan
pinjaman kredit ke perbankan tidak akan dilakukan.

Risk and Return 233

233 Pengantar Pasar Modal


Narnun begitu pula sebaliknya jika hasil hitungan rnernperlihatkan
bahwa keuntungan yang diharapkan atau expected return adalah lebih besar
dari beban suku bunga pinjarnan rnaka project tersebut akan dilaksanakan.
Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada garnbar di bawah ini.

E(R)

450
Line of expected return
400 <,
350

250

150

100

0 6 9 12
Time

Gambar 9.13: Pergerakan Garis Expected Return Harus Selalu Lebih


Tinggi dari Pergerakan Garis Suku Bunga Pinjaman

22. Risk and Return pada Tiga Sektor Bisnis yang Berbeda

Untuk rnemaharni risk and return pad a tiga sektor bisnis yang
berbeda kita dapat memperhatikan pada gambar dibawah ini dengan
asumsi ada tiga sektor bisnis yang saling tidak berhubungan atau bersifat
tidak searah, yaitu sektor A = food and beverage, B = travel dan perhotelan,
dan C = real eastate .

..

Risk and Return 234

234 Pengantar Pasar Modal


E(R)

425 -----------------------------------------------C-3----
1
400 B2

.. 370
A2

300
260
I
I
I
I I
IDO I
J _
LI
I
I
I

150 ----- ------------~-------


I
I
I
100 I
I
I
I
I

o 10 30 40 50 60 70 80

Gambar 9.13:Risk and Return pada Tiga Sektor Bisnis yang Berbeda

Maka berdasarkan gambar .di atas kita dapat membuat rekomendasi


dari segi risk and return, bahwa manakah diantara ketiga sektor bisnis terse-
but yang lebih tepat diputuskan dalam asumsi kondisi ekonomi Indonesia
pada saat ini (tahun 2009).
Dari gambar di atas dasar efficient line dapat kita tarik beberapa
kesimpulan yaitu,
.a. Sektor bisnis food and beverage adalah sektor bisnis yang memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
1) Produk yang disajikan/ dijual dibutuhkan oleh banyak orang;

Risk and Return 235

235 Pengantar Pasar Modal


2) Produk yang disajikan/ dijual memiliki turnover yang tinggi;
3) Produk memiliki tingkat kadaluarsa yang cepat;
4) Memiliki banyak saingan;
5) Barang di jual di banyak temp at mulai dari perkotaan hingga ke
pedesaan;
6) Barang mentah berasal dari dalam negeri atau bisa diperoleh di dalam
negeri, karena bisa dikatakan semua bahan mentah berasal dari sektor
pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan;
7) Sangat mengutamakan kepuasan ke pada konsumen;

Risk and Return 236

236 Pengantar Pasar Modal


8) Riset dan penciptaan produk baru harus selalu diciptakan agar
memiliki variasi di pasaran dan juga untuk menghindari kebosanan
di kalangan konsurnen.
b. Sektor bisnis travel dan perhotelan
1) Tidak dibutuhkan oleh banyak orang dalam artian jasa yang ditawar-
kan adalah hanya dipakai oleh or~ng yang membutuhkan saja;
2) Membutuhkan modal yang besar untuk melaksanakan bisnis ini,
seperti pada bisnis penerbangan dibutuhkan dana yang besar untuk
membeli pesawat terbang;
3) Sangat berhubungan dengan kondisi inflasi di luar negeri;
4) Naik turunnya harga minyak di pasaran internasional sangat mempe-
ngaruhi harga tiket yang akan dibeli oleh konsumen;
5) Sangat mengutamakan kepuasan dan pelayanan yang maksimal
kepada para konsumen;
6) Bahan baku untuk perbaikan dan perawatan mesin banyak yang
harus di imp or;
7) Pada kerusakan mesin yang tidak bisa diselesaikan dari dalam negeri
harus mendatangkan teknisi dari luar negeri, yang otomatis biaya
dikeluarkan untuk menggaji tenaga dari luar juga menjadi tinggi.
c. Sektor bisnis real estate
1) Membutuhkan modal yang besar untuk melaksanakan bisnis ini,
seperti pada bisnis penerbangan dibutuhkan dana yang besar untuk
membeli pesawat terbang;
2) Sangat berhubungan dengan kondisi inflasi di luar negeri;
3) Naik turunnya harga minyak di pasaran internasional sangat mempe-
ngaruhi harga tiket yang akan dibeli oleh konsumen;
4) Sangat mengutamakan kepuasan dan pelayanan yang maksimal
kepada para konsurnen;
5) Beberapa bahan baku yang tidak bisa dihasilkan dari dalam negeri
harus di datangkan dari luar negeri;
6) Model dan trend yang berlaku di pasaran harus selalu diikuti.

23. Pergerakan Aset pada Risiko yang Semakin Tinggi

Dalam kondisi pasar yang berisiko asset akan bergerak ke posisi


yang makin lama makin tinggi risiko. Kondisi ini sangat tidak menguntung-
kan bagi pebisnis karena nilai aset yang dimiliki seharusnya semakin tinggi,

Risk and Return 237

237 Pengantar Pasar Modal


namun malah semakin rendah dan lebih [auh berdampak return yang akan
diterima. [ika ini terjadi pada saham yang dimiliki maka memungkinkan
seorang investor yang berkarakteristik risk avoider akan melepas saham yang
dirnilikinya, dengan asumsi jika penurunan tersebut dianalisis akan berlang-
sung semakin jauh dan pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan
dianggap tidak mampu untuk mengembalikan ke posisi expected return atau
posisi keuntungan yang diharapkan. Secara grafik kita dapat menggambar-
kan sebagai berikut.

E(R)

350

300

100

o 0.10 0,3 0,6 {3=1 1,4

Gambar 9.14:Pergerakan Aset pada Risiko yang Semakin Tinggi

Pada gambar di atas terlihat bahwa garis telah bergerak menurun


dan menuju kepada kondisi yang jauh lebih tinggi risikonya yaitu dapat kita
lihat baik garis A dan B. Jika penurunan itu disebabkan karena faktor
eksternal, seperti market risk maka artinya secara konsep semakin besar beta
maka semakin besar systematic risk yang akan ditanggung oleh suatu
perusahaan.

24. Pengambilan Keputusan Dalam Berbagai Kondisi


Kondisi merupakan suatu bentuk keadaan yang terjadi berdasarkan
dan disebabkan oleh berbagai latar belakang yang ada. Latar belakang terse-
but pada prinsipnya merniliki berbagai dimensi yang turut serta telah

Risk and Return 238

238 Pengantar Pasar Modal


mempengaruhi pembentukan lahirnya berbagai keputusan. Perubahan
kondisi dari A ke B dapat juga disebabkan oleh masuk dan berkembangnya

Risk and Return 239

239 Pengantar Pasar Modal


suatu informasi, sehingga inforrnasi tersebut telah mempengaruhi tatanan
kondisi yang ada.
Penerimaan informasi dari berbagai sumber menjadi catatan bagi
pihak manajemen untuk menindaklanjutinya. Secara umum informasi yang
masuk itu kadang kala terjadi dalam berbagai kondisi, seperti kondisi pasti,
kondisi tidak pasti, dan kondisi konflik. Secara lebih terperinci dapat dilihat
pada penjelasan di bawah ini.
a. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Paso
Dalam kondisi pasti proses pengambilan keputusan yang dilakukan
adalah berlangsung tanpa ada banyak alternatif, keputusan yang diambil
sudah jelas pada fokus yang dituju. Ada beberapa teknik yang bisa
dipergunakan sebagai penyelesaian pengambilan keputusan dalam kondisi
pasti ini, yaitu:
1) Menggunakan program linear atau secara aljabar linear. Linear
programming sebetulnya dimulai bersamaan dengan analisis input output
(I - 0) yang dikembangkan oleh ahli ekonorni bernama w.w. Leontief.s'".
Menurut Kamaluddinev Linear programming merupakan alat analisis atau
teknik sistematis yang di gunakan untuk membantu manajer dalam
pengambilan keputusan dalam kondisi deterministik (mendasarkan pada
asumsi-asumsi kepastian). Secara lebih dalam Kamluddin'v' mengatakan
"Ciri khusus penggunaan teknik ini berusaha mendapatkan maksi-
malisasi atau minimalisasi. Maksimalisasi ment atau maksimalkan efek-
tivitas promosi dan lain sebagainya yang bersifat perolehan manfaat.
Minimalisasi dapat berupa merninimalkan biaya atau hal-hal yang
bersifat pengorbanan." Linear programming terdiri dari atas dua unsur
penting: (1) fungsi objektif dan (2) pembatas keduanya adalah linear.71)
2) Analisis jaringan kerja (secara critical path method/CPM dan project
evaluation and review technique/pERT). Menurut Azhar Kasim72) PERT &
CPM telah digunakan untuk perencanaan, penjadwalan dan kontrol dari
bermacam-macam ragam proyek seperti:
a) Riset dan pengembangan produk-produk baru dan proses pem-
buatannya.
b) Konstruksi pabrik, bangunan, jalan dan sebagainya.
c) Perawatan alat-alat yang besar dan kompleks.
d) Desain dan pengawasan sistem baru seperti pabrik, komputer,
akuntansi dan sebagainya.

Risk and Return 240

240 Pengantar Pasar Modal


1
b. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Tidak Pasti
Pada kondisi seperti ini proses lahirnya keputusan lebih sulit atau
lebih komplek dalam artian keputusan yang dibuat belum diketahui nilai
probabilitas atau hasil yang mungkin diperoleh. Situasi seperti ini dirnung-
kinkan sekali terjadi dikarenakan minimnya informasi yang diperoleh baik
informasi yang sifatnya hasil penelitian maupun rekomendasi lisan yang
bisa dipercaya.
Karena itu membangun perangkat suatu sistem informasi manaje-
men yang credible merupakan suatu keharusan pada saat ini, jika tidak suatu
organisasi akan tertinggal terutama jika ia berkompetisi secara aktif di pasar
bebas, Karena dengan informasi tersebut dapat dipakai sebagai pendukung
dalam pembuatan keputusan. Adapun pengertian dari sistem informasi
manajemen (SIM) adalah suatu perangkat manajemen yang dipergunakan
untuk mendukung pihak manajemen perusahaan dalam menerima, meng-
olah dan mengelola perusahaan secara baik dan sistematis dengan tujuan
untuk mendukung penciptaan kinerja perusahaan,
Penggunaan teknologi yang modern dengan segala perolehan infor-
masi yang akan diterima sangat mendukung bagi peningkatan kinerja pihak
manajemen perusahaan. Bagi pihak manajemen sumber informasi dibagi
menjadi dua, yaitu:
a. Informasi yang bersumber dari pihak internal
Sumber informasi internal berasa dari lingkungan dalam organisasi yang
diterima dan selanjutnya diolah menjadi informasi yang mendukung
pembentukan dalam proses pengambilan keputusan organisasi.
b. Informasi yang bersumber dari pihak eksternaL
Sumber informasi eksternal berasal dari lingkungan luar organisasi yang
selama ini mereka merupakan pihak-pihak yang memiliki kepentingan
terhadap organisasi, selanjutnya informasi eksternal tersebut diolah dan
menjadi informasi pendukung dalam proses pengambilan keputusan
organisasi.
Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel di bawah ini yang
ii
memperlihatkan sumber informasi yang umum bagi manajemen (Alter,
1992)_73)

Risk and Return 241

241 Pengantar Pasar Modal


Tabel 9.7: Berbagai Sumber Informasi untuk Manajemen/f
Jenis Sumber Internal Sumber Eksternal
Formal, berbasis Indikator-indikator kunci yang Basis data publik
komputer dihasilkan oleh sistem penjejak
internal
Formal, berbasis Laporan-laporan perencanaan, Laporan-Iaporan
dokumen audit internal industri
i
Formal, verbal Pertemuan-pertemuan Forum-forum
terjadwal industri
Informal Percakapan makan siang, gosip, Pameran dagang,
manajemen dengan jalan-jalan kontrak personal

Untuk menghindari timbulnya masalah dalam situasi yang tidak


pasti, sebaiknya para manajer melakukan riset terlebih dahulu, mencari
informasi sebanyak mungkin dan mempergunakan beberapa metode
pengambilan keputusan yang paling sesuai dengan setiap kondisi masalah .
yang mungkin timbul, seperti:7S)
a) Dipergunakanya metode laplace (proses pengambilan keputusan dengan
asumsi bahwa probabilitas terjadinya berbagai kondisi adalah sarna
besarnya). Sehubungan dengan metode laplace ini Karnaluddin/O menga-
takan "Menurut kriteria ini, kondisi masa depan di pandang mempunyai
beberapa kejadian, dengan nilai kemungkinan yang sarna untuk masing-
masing peristiwa. Jika ada 3 kemungkinan masa depan akan masing-
rnasing peristiwa rnemiliki peluang 1/3 dari seluruh peristiwa yang
mungkin akan terjadi. Jika ada 4 kemungkinan masa depan, maka
masing-masing peristiwa memiliki peluang %, dan jika ada masa depan,
maka masing-masing peristiwa mempunyai peluang % dari seluruh
peristiwa yang akan terjadi."
b) Metode maximax (proses pengambilan keputusan dengan hanya meng-
utamakan hasil yang paling optimistik dan mengabaikan sisi lain yang
mungkin terjadi),
c) Metode maximin (proses pengambilan keputusan dengan memilih
i altematif yang minimalnya paling besar),
d) Metode regret (proses pengambilan keputusan dengan didasari pada
hasil keputusan yang maksimal berdasarkan data pada masa lalu sebagai
bahan perbandingannya),

Risk and Return 242

242 Pengantar Pasar Modal


e) Metode realisme (proses pengambilan keputusan dengan menggabung-
T
kan metode maximax dan maximin).
c. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Konflik

Ada pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang itu memiliki I


perbedaan atau secara istilah disebut "different thinking, different opinion,
different analysis, and too different action." Dan perbedaan itu terjadi karena i
dilatarbelakangi oleh berbagai sebab, seperti latar belakang experience,
reference, keluarga, pendidikan, organisasi, dan lain sebagainya. Dimana
perbedaan ini secara langsung dan tidak langsung telah melahirkan konflik.
Dan ilmu manajemen berusaha keras memberikan kupasan konflik dari segi
pendekatan manajemen yaitu bagaimana me-manage konflik tersebut.
Adapun pengertian konflik adalah sebuah persepsi yang berbeda
dalam melihat suatu situasi dan kondisi yang selanjutnya teraplikasi dalam
bentuk aksi-aksi sehingga telah menimbulkan pertentangan dengan pihak-
pihak tertentu. Untuk lebih jelas tentang pengertian konflik dapat kita lihat
definisi dari konflik yang dikemukakan oleh para ahli di bawah ini, yaitu:
a. Stephen P. Robbinsr'?' "Kami mendefinisikan konflik sebagai suatu pro-
ses dimana A melakukan usaha yang sengaja dibuat untuk menghilang-
kan usaha-usaha B dengan sebentuk usaha untuk menghalangi sehingga
mengakibatkan frustrasi pada B dalam usaha untuk mencapai tujuannya
atau dalam meneruskan kepentingan-kepentingannya."
b. Luthans, F. (1985:385)mengartikan konflik merupakan ketidaksesuaian
nilai atau tujuan antara anggota organisasi, sebagaimana dikemukakan
berikut, "Conflict has been defined as the condition of objective incompatibility
between values or goal, as the behavior of deliberately interfering with another's
goal achievement, and emotionally in term ofhostility."78)
c. DuBrin, A. J. (1984:346)mengartikan konflik mengacu pada pertentangan
antar individu atau kelompok yang dapat meningkatkan ketegangan
sebagai akibat saling menghalangi dalam pencapaian tujuan sebagai-
mana dikemukakan sebagai berikut: "Conflict in the context used, refers to
the opposition of persons or forces that gives rise some tension. It occurs when
two or more parties (individuals, groups;' organization) perceive mutually
exclusive goals, or events."79)
d. T. Hani Handoko.e'' "Pada hakikatnya konflik dapat didefinisikan seba-
gai segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua

Risk and Return 243

243 Pengantar Pasar Modal


atau lebih pihak." Lebih jauh T. Hani Handoko mengatakan tentang
konflik organisasi, yaitu; "Konflik organisasi (organizational conflict)

Risk and Return 244

244 Pengantar Pasar Modal


adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau
kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan
bahwa mereka harus membagi sumber daya-sumber daya yang terbatas
atau kegiatan-kegiatan kerja dan/ atau karena kenyataan bahwa mereka
mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi."
Pada kondisi konflik maka pengambilan keputusan yang dilakukan
akan menimbulkan dampak yang mungkin saja bisa merugikan salah satu
pihak. Dalam keadaan seperti ini lahimya keputusan sebelumnya telah
diawali oleh keadaan yang saling bertentangan antara satu pihak dengan
pihak lainnya. Untuk menyelesaikan masalah di sini biasanya dilakukan
pendekatan secara teori permainan (game theory), yang dalam dunia bisnis
teraplikasi dalam bentuk tawar-menawar harga dan hingga terealisasinya
suatu kontrak atau kesepakatan. Penafsiran dari kata kesepakatan adalah
kedua belah pihak saling menerima setiap keputusan yang dibuat tersebut.
Kondisi pengambilan keputusan dalam kondisi konflik di banyak
literatur bisa kita persamakan dengan kondisi keputusan yang berisiko. Ini .:
seperti yang dikemukakan oleh Kamluddin=I yaitu, "Kadangkala pengam-
bilan keputusan di hadapkan pada masalah dengan situasi atau kondisi
masa depan tidak pasti, tetapi ia bisa membuat perkiraan-perkiraan
(probabilitas) kemungkinan terjadinya kondisi tersebut. Kemungkinan ter-
jadinya suatu kondisi dapat di peroleh karena seringnya suatu peristiwa
tersebut terjadi atau bisa jadi pengambilan keputusan mempunyai penga-
laman terhadap masalah yang di hadapi secara berulang-ulang. Terhadap
kondisi demikian dikatakan bahwa, pengambilan keputusan dalam keadaan
beresiko." Secara lebih dalam Kamaluddinsv menjelaskan bahwa, "Untuk
menyelesaikan dalam kondisi beresiko ada dua kriteria, yaitu Expected
Monetary Value dan Expected Opportunity loss. Kedua -kriteria ini akan
memberikan nilai secara konsisten, artinya, apabila dengan kriteria EMV
telah memutuskan X sebagai suatu keputusan terbaik, maka dengan kriteria
EOL juga memberikan keputusan yang sarna yaitu X sebagai keputusan
terbaik." Expected monetary value adalah nilai (pembayaran upah) yang
payoffs diukur dalam satuan uang.83)
Kamaluddin mengatakan, Untuk menyelesaikan masalah dengan
i
kriteria EMVdapat digunakan rumus sebagai berikut:84)
n
EMV(di) = 1I4LP(Sj)(dpSj)
j=1

Risk and Return 245

245 Pengantar Pasar Modal


EMN (dj)= nilai ekspektasi moneter pada alternatif dj
P (Sj)
N
= probabilitas terjadinya kondisi masa depan Sj
= jumlah dari situasi masa depan yang mungkin akan timbul
P (Sj)3 0 = terjadinya probabilitas suatu peristiwa masa depan adalah lebih
1
besar atau sarna dengan nol
(dj , sj) = nilai payoff pada altematif dj dan pada kondisi sj

Lebih lanjut Karnaluddin mengatakan,· adapun Adapun rurnus


untuk rnenghitung EOL adalah sebagai berikut:85)
n

EMV(di) = Ip(Sj)R(dpSj)
j=1

R (dj, Sj)dapat dicari dengan cara yang sarna pada kriteria minimax regret.86)

1) Sebab-sebab Timbulnya Konflik


Setiap terjadinya konflik pasti memiliki latar belakang penyebab-
nya. Secara urnum ada beberapa sebab tirnbulnya konflik, yaitu
a) Hendricks, W. (1992) rnengidentifikasi proses terjadinya konflik terdiri
dari tiga tahap: pertama; peristiwa sehari-hari, kedua: adanya tantangan,
sedangkan yang ketiga; timbulnya pertentangan.vl
b) Perebutan tenaga ahli yang profesional. Suatu organisasi ingin rnerniliki
tenaga kerja yang handal dan berkualitas, ini salah satunya dapat dilaku-
kan dengan cara rnengarnbil atau menarik SDM yang berasal dari organi-
sasi atau perusahaan lain. lni sebagairoana ditegaskan oleh Wahyudi,88)
yaitu, "Pada saat permulaan muncul suatu krisis ditandai adanya
pertentangan untuk rnernperebutkan surnberdaya organisasi yang terba-
tas, rnaupun disebabkan lingkungan kerja yang tidak kondusif".
c) Keinginan pihak top management yang terlalu arnbisius dan juga mengan-
dung maksud tertentu. Dimc;maini telah terbaca oleh pihak kornisaris
sehingga menirnbulkan reaksi konflik antara manajemen dan kornisaris.
lni dari segi teori sering disebut dengan agency theory. Agency theory (teori
keagenan) merupakan teori yang rnembahas konflik antara pihak i

manajemen dan kornisaris yang mana pihak manajemen disebut sebagai


agent atau pelaksana dan komisaris adalah principal. Dirnana mereka

Risk and Return 246

246 Pengantar Pasar Modal


harus membangun suatu kontrak kerja yang rnenyangkut aturan-aturan
yang harus disepakati oleh kedua belah pihak, terutarna aturan yang

Risk and Return 247

247 Pengantar Pasar Modal


menegaskan bahwa agent harus bekerja untuk memaksimalkan keun-
tungan kepada prinsipal.
d) Konflik juga memungkinkan terjadi karena kondisi dan situasi eksternal
perusahaan yang dianggap tidak sisi representatif dalam rangka rnem-
berikan kenyamanan pada perusahaan. Ini terjadi seperti adanya teror
dan gangguan dari pihak luar, sehingga kegelisahan kerja selalu terjadi
dan manajemen perusahaan tidak bisa fokus dalam membangun dan
i melaksanakan rencana yang dibuatnya.

Salah satu faktor lain yang menyebabkan konflik itu bisa terjadi
disebabkan oleh sikap "ego" atau sikap yang selalu menganggap pendapat
ia adalah selalu benar dan yang terbaik. Bahkan pendapatnya itu kadang
kala bertentangan dengan realitas yang ada. Ini sebagaimana dikatakan oleh
Siswanto Sastrohadiwiryo89) bahwa, "Pengalaman individu hampir senan-
tiasa membenarkan keyakinannya bahwa sikap dasar individu harus benar,
karena sikap tersebut sesuai dengan realitas lingkungan hidupnya yang
khas karena individu menghargai pengalaman dan mengelolanya sesuai
dengan lingkungan tersebut ke dalam sistem keyakinan individu".
Dengan keyakinan yang dipegangnya tersebut menyebabkan ia
menjadi menampik atau menolak pendapat dari pihak lain. Dengan cara
yang hampir sama, orang lainpun mengalarni dan menguatkan kebenaran
sikap dasar mereka terhadap diri mereka.w' Kondisi ini biasanya berlanjut
dengan perdebatan, dan ketika perdebatan terus terjadi maka menyebabkan
berbagai pihak berusaha menampilkan argumentasi pembuktian baik lisan
dan tertulis, serta berbagai bukti lainnya.
Persoalannya menjadi menarik jika kita melihatnya dari segi pers-
pektif manajemen pengambilan keputusan. Pencarian kebenaran harus
melalui proses, dan setiap proses manajemen harus diikuti dengan pengam-
bilan keputusan. Karena suatu proses manajemen tanpa pengambilan
keputusan tidak akan ada artinya.
Manajemen adalah sebuah seni, dan konflik adalah usaha lanjutan
dari pembuktian pendapat dari berbagai pihak yang berkeyakinan. Karena
itu penjelasan dalam ilmu manajemen membantu dalam penyelesaian
Ii
konflik yang berlarut-larut menjadi lebih rileks dan terputuskan. Penafsiran
rileks sering ditempatkan oleh para pakar manajemen sebagai bentuk dan
cara melihat suatu masalah secara tidak tegang, keras, dan otoriter. Namun
melihat konflik sebagai sebuah situasi demokrasi yang melahirkan pema-
harnan-pemahaman berbeda, serta siap diputuskan secara bijaksana.

Risk and Return 248

248 Pengantar Pasar Modal


2) [enis-jenis Konflik
Konflik ada berbagai macam jenisnya, dimana setiap pakar konflik
memiliki . pandangan yang berbeda-beda dalam mengklasifikasikannya.
1
Secara umum mereka melihat konflik itu jenisnya dalam beberapa bentuk,
yaitu:
a) Konflik pada diri individu itu sendiri,
b) Konflik antar individu, dan
c) Konflik individu dengan institusi.
Namun ada baiknya jika kita memahami konflik itu dari berbagai
pendapat para ahli sebagai penguat pemahaman kita agar lebih terperinci,
Secara lebih rinci, Hansen (Suwardani, N. P., 1997) membedakan
jenis konflik sebagai berikut.P')
(1) Intrarole conflict,
(2) Interrole conflict,
(3) Intradepartemental conflict,
(4) Interdepartemental conflict,
(5) Intraorganizational conflict,
(6) Organizational environtment conflict,
(7) Intrapersonal conflict,
(8) Interpersonal conflict,
(9) Intragroup conflict,
(10) Intergroup conflict,
(11) Interinformal system conflict, and
(12) Informal system-environtmental conflict.

Sedangkan Walton (1987)membagi jenis konflik sebagai berikut:92)


01 Konflik itu menjadi berbeda jika dilihat dari segi perspektif organi-
sasi. Konflik dalam organisasi timbul karena keterlibatan seorang individu
dengan organisasi tempat ia bekerja. Menurut T. Hani Handoko ada lima
jenis konflik dalam kehidupan organisasi:93)
1) Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu
menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk
melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling berten-
tangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari
kemampuannya.
2) Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini

Risk and Return 249

249 Pengantar Pasar Modal


sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian. Konflik ini

Risk and Return 250

250 Pengantar Pasar Modal


juga berasal dari adanya konflik antar peranan (seperti antara manajer
dan bawahan).
3) Konflik antara individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara
individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh
kelompok kerja mereka. Sebagai contoh seorang individu mungkin
dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar
norma-norma kelompok.
4) Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi
pertentangan antar kelompok.
5) Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan
ekonomi dan sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah
mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan
jasa, harga-harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih
efisien.
Pembagian jenis konflik ini akan menjadi lebih menarik jika dibagi
secara jauh lebih detil, karena dengan konsep yang jauh lebih de til akan
membuat analisis pemahaman tentang konflik menjadi jauh lebih maksimal,
sedangkan jika dibuat secara sederhana hanya akan dipahami secara umum.
3) Budaya Organisasi dan Konflik
Suatu aktivitas bisnis dengan perkembangan yang begitu pesat telah
mendorong pergerakan budaya organisasi menjadi semakin kompleks.
Perjalanan bisnis dari perusahaan yang berbasis lokal ke nasional, regional,
hingga multinasional telah menyebabkan organisasi tersebut menampung
berbagai konsep dan pemikiran yang berbeda latar belakangnya. Dan ini
tidak terkecuali pada perbedaan latar belakang budaya.
Perbedaan aktivitas bisnis yang semakin tinggi telah mendorong
pembentukan strategi yang jauh lebih kompleks, dan para karyawan memi-
liki keterlibatan penting dalam memahami perubahan budaya tersebut,
termasuk memahami bagaimana mengedepankan kepentingan perusahaan
dan mengesampingkan kepentingan individu serta kelompok. Karena jika
itu tidak dilakukan pergerakan ke arah konflik pasti akan terjadi, dan
pencapaian visi dan misi perusahaan akan lambat terwujud.
Ini sebagaimana dikatakan oleh Henrika dan Mardiasmo=l bahwa,
"Dampak hubungan strategi dan budaya dapat menimbulkan konflik jika
individu-individu dalam organisasi kurang dapat beradaptasi,
menempatkan diri pada posisinya dan mementingkan kelompok/
golongannya."

Risk and Return 251

251 Pengantar Pasar Modal


Kemampuan adaptasi yang tinggi dan rendah memiliki hubungan
kuat dalam mempengaruhi pembentukan intensitas konflik. Adaptasi yang
rendah pada budaya organisasi menggambarkan dan rhelahirkan perbedaan
persepsi. lni sejalan dengan yang dikemukakan oleh Simons dan Radal
dalam menafsirkan pengertian budaya itu sendiri. Dimana menurut Simons
dan Randalw "Budaya merupakan .hasil dari ide, cara pandang, opini serta
persepsi, jika tingkat kepercayaan dalam intragroup rendah dapat menim-
bulkan perbedaan di antara anggota organisasi yang dapat mengarah pada
konflik." lebih jauh Henrika dan Mardiasmo'<' mengatakan, "Sebab timbul-
nya konflik mengindikasikan rend~hnya tingkat kepercayaan dalam suatu
kelompok sehingga menyebabkan relationship conjuct" Relationship conjlict
adalah konflik yang terjadi antar hubungan karyawan atau juga terjadi
dalam bentuk karyawan dengan pimpinan, dan berbagai bentuk konflik
relationship lainnya.
Konflik yang tinggi bisa mempengaruhi pada produktivitas yang
dihasilkan, produktivitas yang tinggi juga harus turut didukung oleh kon-
disi kerja yang kondusif atau jauh dari konflik. Ini sebagaimana
dikemukakan oleh Winardi,97)" ...faktor-faktor yang dominan dapat mempe-
ngaruhi produktivitas dalam organisasi adalah suasana kerja yang kondusif,
perbaikan atau penggunaan alat-alat, dan teknik manajerial."
Oleh karena itu bagi seorang manajer di suatu perusahaan perlu
memikirkan bentuk pendekatan budaya organisasi yang mampu memper-
keeil konflik, termasuk dengan memikirkan penerapan manajemen konflik.
Ini sebagaimana dikemukakan oleh Wahyudi98) bahwa, "Penggunaan
manajemen konflik yang tepat, maka konflik yang terjadi akan berdampak
positif dan fungsional bagi peningkatan performansi kerja anggota dan
produktivitas organisasi secara keseluruhan." Dan pemahaman manajemen
konflik akan menjadi lebih sempurna jika seseorang paham format budaya
organisasi yang berlaku disana. Artinya ilmu dan konsep manajemen
konflik harus mengalami masa adaptasi agar terwujud dalam tataran yang
representatif, jika tidak maka manajemen konflik yang dimiliki tidak
mampu berjalan seeara baik dan sesuai dengan harapan. •

Risk and Return 246


246 Pengantar Pasar Modal
Tabel 9.8: Pandangan Lama dan Bam Tentang Konflik

Pandangan Lama Pandangan Bam


1. Konflik dapat dihindarkan. 1. Konflik tidak dapat
dihindarkan
2. Konflik disebabkan oleh 2. Konflik timbul karena banyak
kesalahan sebab
3. kesalahan manajemen dalam 3. termasuk struktur organisasi,
perancangan dan pengelolaan perbedaan tujuan yang tidak
organisasi atau oleh dapat dihindarkan, perbedaan
pengacau. dalam persepsi dan nilai-nilai
pribadi dan sebagainya.

4. Konflik mengganggu 4. Konflik dapat membantu atau


organisasi dan menghalangi menghambat pelaksanaan
pelaksanaan optimal, kegiatan organisasi dalam
berbagai derajat.
5. Tugas manajemen adalah 5. Tugas manajemen adalah
menghilangkan konflik. mengelola tingkat konflik dan
penyelesaiannya.
6. Pelaksanaan kegiatan 6. Pelaksanaan kegiatan
organisasi yang optimal organisasi yang optimal
membutuhkan penghapusan membutuhkan tingkat konflik
konflik. yang. moderat.

Sumber: T. Hani Handoko.99)

Persoalannya beberapa manajer tidak memiliki kemampuan yang


mampu mengawinkan keduanya itu secara cepat, tepat, dan bijaksana. [ika
pun itu bisa tetap akan membutuhkan waktu yang lama, sementara periode
waktu yang dibutuhkan dengan terlaksananya aplikasi manajemen konflik
telah mempengaruhi produktivitas bahkan lebih jauh pada sisi penurunan
penjualan. Karena itu ada baiknya bagi seorang manajer dan para pimpinan
umumnya untuk memiliki pemahaman manajemen konflik semenjak dini.
Bahkan jika memungkinkan diberikannya training manajemen konflik untuk
tingkat middle dan top management. Termasuk di training oleh mereka yang
memiliki experience dan reference yang maksimal serta teruji, sebagai seorang
trainer yang pernah mampu menyelesaikan konflik.

Risk and Return 247


247 Pengantar Pasar Modal
4) Kepemimpinan dan Konflik
Pimpinan dalam konsep manaJemen konflik memiliki pengaruh
besar dalam mempengaruhi timbulnya konflik atau bahkan lebih jauh
menyelesaikan konflik. Karena itu ada hubungan kuat dari seorang pim-
pinan dalam usaha mempengaruhi menyelesaikan konflik, yaitu membawa
konflik dari arah negatif ke arah positif.
Narnun jika konsep pirnpinan itu adalah salah rnaka bisa menim-
bulkan darnpak sebaliknya yaitu rnampu mernbuat konflik itu sendiri
rnenjadi lebih besar dan berbahaya. Oleh karena itu, seorang pernimpin
harus paharn bagairnana mengelola konflik, yaitu rnengubah konflik
rnenjadi motivasi yang mampu mempengaruhi peningkatan produktivitas
perusahaan.

5) Konflik dan Motivasi


Bagi sebagian orang konflik yang terjadi atau dialarni akan rnernpe-
ngaruhi pada rnenurunnya produktivitas kerja, namun bagi sebagian orang
lainnya konflik memiliki pengaruh besar dalarn menurnbuhkan sernangat
rnotivasi. Artinya mereka yang mengalami konflik akan mengarahkan
konflik itu ke tempat positif, yaitu berusaha rnemotivasi dirinya untuk lebih
baik dari sebelurnnya.
Konflik dengan berbagai jenis itu telah rnernbuat seseorang rneng-
alarni berbagai rnacarn masalah termasuk diri psikologis orang yang
bersangkutan. Dampak konflik pada psikologis adalah terjadinya sikap
murung, mudah tersinggung, cepat marah, dan tidak menginginkan orang
lain peduli pada dirinya secara lebih dalam karena ia menganggap setiap
masalah mampu ia selesaikan sendiri. Dan berbagai bentuk reaksi psikologis
lainnya.
Namun kalau konflik yang dialami dalam bentuk tekanan pada
dirinya tersebut jika tidak mampu diatasinya maka akan menyebabkan
dirinya terus saja begitu, Oleh karena ada baiknya seseorang mengarahkan
konflik itu sebagai usahanya melepaskan konflik dengan menjadikan
konflik itu sebagai masukan berarti atau koreksi positif walaupun terlihat
keras namun ambillah itu sebagai nasehat agar kita menjadi orang yang •
lebih baik lagi. Dan ini banyak pihak yang telah membuktikan keberhasilan
dengan menerapkan metode seperti itu.

Risk and Return 248


248 Pengantar Pasar Modal
6) Konflik dan Manajemen Keputusan

Kesalahan dalam pembuatan keputusan mampu menimbulkan


konflik dalam suatu organisasi. Manajer adalah salah satu pihak yang
memiliki dominasi besar dalam menciptakan timbulnya konflik. Termasuk
keputusan-keputusan yang dibuat oleh para rnanajer tersebut tidak memi-
liki kualitas pandangan yang jauh ke depan. Salah satu penyebab lainnya
adalah kurangnya sumber informasi yang diterima, misalnya informasi dari
kalangan bawahan. Sehingga ketika keputusan dibuat tanpa mendengar
aspirasi dari kalangan bawah. Maka pada tahap aplikasi keputusan telah
menyebabkan timbulnya konflik dalam pelaksanaannya.
Memang secara teori tidak ada suatu keputusan yang selalu mampu
dibuat secara sempurna, pasti ada tingkat kesalahan yang terlihat disana.
Bagi manajer yang bersifat perfeksionis kesalahan dan konflik yang terjadi
di masa lalu kadang kala mampu menghantuinya dalam langkah perjalanan
karir ke depan. Pengalaman pahit demikian tidak jarang menjadi kendala
dalam pengambilan keputusan, bahkan begitu menghantui seseorang
sehingga ia menjadi takut atau ragu-ragu mengambil keputusan.l'Pl
Untuk menghindari kesalahan yang sarna terulang kembali serta
dalam rangka memperkecil konflik ditingkat organisasi, maka para manajer
biasanya membangun suatu konsep pertahanan atau perisai khusus_101)
Berbagai bentuk perisai itu antara lain adalah:102)
a) Pembentukan panitia ad hoc.
b) Penyerahan tugas menyelesaikan masalah kepada sekelompok tenaga
ahli dalam organisasi.
c) Pengerahan tenaga konsultan dari luar organisasi.
d) Penciptaan prosedur pengambilan keputusan yang sangat formal,
sehingga proses pengambilan keputusan menjadi tugas dan tanggung
jawab yang sifatnya kolektif, dan tidak lagi merupakan tanggungjawab
manajer yang bersangkutan.
Dengan menerapkan konsep perisai seperti di atas setidaknya
mampu memperingan sisi psikologis manajer dalam memimpin organisasi.
Walaupun harus selalu diingat manajer memegang peranan sentral dalam
menentukan maju mundurnya suatu organisasi.
7) Solusi dalam Menyelesaikan Konflik
Ada beberapa solusi yang kiranya dapat dilaksanakan dalam usaha-
usaha menyelesaikan konflik, yaitu:

Risk and Return 249


249 Pengantar Pasar Modal
Mengubah variabel
struktur
Mengubah struktur organisasi formal dan
pola struktural interaksi dari pihak-pihak
yang berkonflik lewat desain-ulang
1
pekerjaan, pemindahan, penciptaan posisi
koordinasi, dan yang serupa.

I Teknik Perangsangan
Konflik
Komunikasi
I Menggunakan pesan-pesan yang ambigu
I
atau mengancam untuk memperkuat tingkat
konflik.
Memasukkan orang Menambahkan karyawan yang latar
luar belakang, nilai, sikap, atau gaya
menajerialnya ber_bedadari anggota-anggota
yang ada ke dalam kelompok.
Menstruktur ulang Mengatur-ulang kelompok-kelompok kerja,
organisasi mengubah tatanan dan peraturan,
meningkatkan kesalingbergantungan, dan
membuat perubahan structural yang serupa
. untuk mengacaukan status quo.
Mengangkat pembela Menunjuk seorang pengkritik untuk dengan
kejahatan sengaja berargurnen menentang pend irian
mayoritas yang dipegang oleh kelornpok itu.

Sumber: Didasarkan pada S. P. Robbins, Managing Organizational Conflict A


Nontraditional Approach (Upper Saddle, NJ: Prentice Hall, 1974),.59-89.106)

Istilah Penting .dalam Bab Ini


Coefficient of variation
Decision maker
Expected Return
Metode laplace
Risiko aset fisik
Risikolegal
Risk Avoider
Risk Indifference
Risk Seeker
Safety player
Speculative risk
Standar Deviasi
Varians

252 Pengantar Pasar Modal


Kasus

Seorang investor yang berkarakter risk seeker ingin mengambil


keuntungan dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Dimana investor tersebut
tertarik untuk melakukan pembelian saham sebuah perusahaan manufaktur
khususnya perusahaan tekstil. Perkembangan bisnis perusahaan tekstil di
Indonesia saat ini penuh dengan persaingan, terutama terjadi karena
banyaknya masuk produk tekstil dari China. Produk tekstil dari China
bahkan dijual dengan harga yang lebih murah karena faktor mereka sedang
mengalami overproduction (kelebihan produksi), dan kebijakan politik
dumping yang tersembunyi. Dan mengapa China menjual produknya ke
Negara Indonesia, karena salah satunya Indonesia adalah negara terdekat
dan memiliki jumlah penduduk yang besar yaitu ± 240 juta, maka itu adalah
suatu pangsa pasar yang menggiurkan.
Namun investor tersebut yakin bahwa perusahaan tekstil yang
dirniliki oleh orang Indonesia tersebut akan bisa tumbuh dan barigkit
sebagai perusahaan besar. Bahkan lebih [auh ia berkeyakinan pemerintah
akan membantu mengembangkan usaha bisnis tekstil tersebut dengan ber-
bagai kebijakan yang akan dikeluarkan, karena jika pemerintah tidak
membantu bisnis tekstil dalam negeri maka artinya kampanye pemerintah
terhadap produk dalam negeri tidak akan terealisasi.
Namun kita juga harus melihat secara realita bahwa pemerintah
juga ditumpuki oleh berbagai beban berat lainnya yang turut menekan dan
mempersulit berbagai kebijakan yang akan dibuat. Kondisi mikro dan
makro ekonomi sering dijadikan sebagai salah satu landasan dalam
pengambilan keputusan. Seperti kebijakan moneter dan fiskal.
Secara realita diketahui bahwa kebijakan moneter yang dibuat dan
jika diaplikasikan kepada publik seperti kebijakan suku bunga perbankan
baik dalam bentuk kredit, tabungan, dan deposito. Maka itu akan dirasakan
lama efeknya, namun jika pemerintah menaikkan fiskal karena ingin meng-
genjot pendapatan dari segi fiskal maka itu akan dengan cepat dirasakan
oleh dunia usaha. Dan itu juga bisa langsung berdampak pada kenaikan
harga pada setiap pembelian bahan baku seperti bahan mentah, bahan
setengah jadi, dan bahan jadi.
Sehingga atas dasar analisa tersebut maka investor tersebut berke-
inginan untuk membeli saham perusahaan tekstil milik orang Indonesia.
Karena ia bukan hanya sekedar ingin membeli saham perusahaan tersebut
atas dasar dan analisa seperti di atas namun seorang yang berkarakteristik

Risk and Return 253


risk seeker juga memiliki keinginan mengambil keuntungan pada kondisi
yang fluktuatif.
Atas dasar kondisi ini maka berikanlah analisa anda dan rekomen-
dasi sebagai bentuk solusi, yaitu apakah tepat analisa dari investor tersebut,
atau mengapa investor tersebut tidak melakukan konsep investasi "wait and
see" untuk melihat dulu situasi baru kemudian melakukan keputusan
pembelian.

Pertanyaan untuk Didiskusikan

1. Apakah menurut anda return yang diharapkan itu akan selalu terjadi.
Jelaskan
2. Mengapa dalam perhitungan risiko sering dipakai standar deviasi, apa
kegunaannya. Jelaskan.
3. Bagaimanakah bentuk keputusan investasi oleh seorang yang risk seeker
dan risk adverse. Jelaskan dan berikan contohnya.
4. Menurut anda mengapa semua investor adalah lebih berperilaku sebagai
seorang risk adverse atau penghindar risiko, Berikan pendapat anda.
5. Apakah benar semua spekulan adalah seorang yang risk seeker. Jelaskan.
6. Risk and return selalu saja memiliki keterkaitan yang kuat. Semakin tinggi
risk maka return juga semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. Maka
menurut anda apakah keterkaitan ini selalu saja bersifat linear atau tidak.
Berikan pendapat anda. [ika ada yang bersifat tidak linear pada contoh
produk seperti apa ini tidak bersifat linear. Jelaskan.
7. Pada gambar hubungan risiko dan expected return, jika kita tempat emas
(gold) maka pada posisi atau dititik mana dia akan berada. Jelaskan
8. Ada yang berpendapat bahwa dalam kondisi pasar yang kacaulah
banyak orang yang menjadi kaya atau memperoleh keuntungan. Bagai-
mana anda memaknai pendapat ini dari segi perspektif risk and return.
9. Jelaskan bagaimana seorang pimpinan melihat konflik. Berikan penje-
lasan itu dalam perspektif manajemen pengambilan keputusan.
10.Apakah lambatnya proses pengambilan keputusan disebabkan karena
salah satunya adanya konflik yang terjadi. Jelaskan jika anda setuju dan
tidak setuju, serta jika anda setuju berikan bentuk contohnya.

254 Pengantar Pasar.Modal