Anda di halaman 1dari 75

LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENGURANGI KASUS


DROP OUT (PUTUS OBAT) PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS SOMPAK

Disusun Oleh :

RIYANG PRADEWA ADMAWAN


NIP. 19901125 201903 1 004
No. Absen. 25

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN XXII
KABUPATEN LANDAK
TAHUN 2019

i
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI

Judul : Optimalisasi Pelayanan Kesehatan untuk


Mengurangi Kasus Drop Out (Putus Obat)
Pasien TB Paru di Puskesmas Sompak
Nama : dr. Riyang Pradewa Admawan
Pangkat/Gol Ruang : Penata Muda Tk. I/ IIIB
NIP : 199011252019031004
Nomor Daftar Hadir : 25
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Instansi : Dinas Kesehatan Kabupaten Landak
Unit Kerja : Puskesmas Sompak

Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari selasa pada tanggal 25 Juni 2019 di
Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Provinsi Kalimantan
Barat yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Kabupaten Landak

Anjongan, 24 Juni 2019


Telah diperiksa/disetujui
Coach, Mentor,

Drs. Zaniar Aswandi, MT. M.Sc dr. Pius Edwin Wiwin


NIP. 19741008 1994121001 NIP. 19741107 2006041003

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI

Judul : Optimalisasi Pelayanan Kesehatan untuk


Mengurangi Kasus Drop Out (Putus Obat)
Pasien TB Paru di Puskesmas Sompak
Nama : dr. Riyang Pradewa Admawan
Pangkat/Gol Ruang : Penata Muda Tk. I/ IIIB
NIP : 199011252019031004
Nomor Daftar Hadir : 25
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Instansi : Dinas Kesehatan Kabupaten Landak
Unit Kerja : Puskesmas Sompak

Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran penguji pada Evaluasi


(Seminar) Pelaksanaan Aktualisasi Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan XXII Kabupaten Landak Tahun
2019 pada hari Selasa Tanggal 25 Juni 2019 di Unit Pelaksana Teknis Pendidikan
dan Pelatihan Pertanian Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten
Landak

Anjongan, 25 Juni 2019


Telah diperiksa/disetujui
Coach, Mentor,

Drs. Zaniar Aswandi, MT. M.Sc dr. Pius Edwin Wiwin


NIP. 19741008 1994121001 NIP. 19741107 2006041003

Disetujui :

iii
Penguji,

Bernardus, SH
NIP. 19620512 1993031005

iv
PEMERINTAH KABUPATEN LANDAK
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA
Alamat: Jalan Raya Ngabang-Pontianak Km. 3 Ngabang
Website: bkpp.Landakkab.go.id Telp/Fax (0563) 2022608 / 202261 Kode Pos 78357

BERITA ACARA
EVALUASI (SEMINAR) PELAKSANAAN AKTUALISASI
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III
Angkatan XXII Kabupaten Landak Tahun 2019

Pada hari ini, Selasa tanggal dua puluh lima bulan Juni tahun Dua Ribu
Sembilan Belas, bertempat di Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan
Pertanian Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Badan
Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Landak,
telah dilaksanakan Evaluasi (Seminar) Laporan Aktualisasi bagi peserta
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan XXII
Kabupaten Landak Tahun 2019, sebagai berikut:
Nama : dr. Riyang Pradewa Admawan
Pangkat/ Gol. Ruang : Penata Muda Tk I/ III b
NIP. : 199011252019031004
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Unit Kerja : Dinas Kesehatan
Mentor : dr. Pius Edwin Wiwin
Coach : Drs. Zaniar Aswandi, MT, M. Sc
Penguji : Bernardus, SH
Judul : Optimalisasi Pelayanan Kesehatan untuk Mengurangi
Kasus Drop Out (Putus Obat) Pasien TB Paru di
Puskesmas Sompak
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani
oleh:
Mentor Penyaji

dr. Pius Edwin Wiwin dr. Riyang Pradewa Admawan


NIP. 19741107 2006041003 NIP. 199011252019031004

Coach Penguji

Drs. Zaniar Aswandi, MT. M.Sc Bernardus, SH


NIP. 19741008 1994121001 NIP. 19620512 1993031005
Mengetahui
KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN LANDAK

Marsianus S. IP, MSi

v
NIP. 19650521 198603 1 019

vi
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
Rahmat dan Karunia-Nya Laporan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam
Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXII Kabupaten Landak Tahun
2019 di Kota Anjungan dapat diselesaikan.
Penulisan laporan ini terlaksana karena kontribusi banyak pihak berupa
bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bupati Landak
2. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kabupaten Landak
3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak
4. Bapak dr Pius Edwin Wiwin selaku mentor yang telah memberikan bimbingan
dan motivasi
5. Bapak Drs. Zaniar Aswandi, MT. M.Sc selaku Coach yang telah memberikan
bimbingan, masukan dan pengarahan.
6. Bapak Bernardus, SH selaku Penguji
7. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III
Angkatan XXII Tahun 2019 Kabupaten Landak yang telah memberikan
bantuan dan motivasi.
Penyusun berupaya agar Laporan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan,
sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan
penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga Laporan Aktualisasi ini dapat
bermanfaat.
Anjungan, Juni 2019

Penyusun

vii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PERSETUJUAN ii
HALAMAN PENGESAHAN iii
BERITA ACARA iv
KATA PENGANTAR……………………………………………………………............... v
DAFTAR ISI………………………………………………………………….................... vi
DAFTAR TABEL…………………………………………………………….…................ vii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………………............... 1
B. Tujuan…...................……………………………………….…................ 2
C. Kompetensi……………………………………...............…….................. 3
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI
A. Keadaan Umum Puskesmas Sompak…………………........................ 4
B. Visi, Misi dan Motto Organisasi.......................................................... 9
C. Nilai-nilai Organisasi ………………………………….……..................... 9
D. Struktur 9
Organisasi…………………………………………….................
E. Tugas dan Fungsi Puskesmas ……. 11
…………………………...............
F. Tugas Pokok dan Fungsi 12
Dokter.........................................................
BAB III KONSEP DASAR APARATUR SIPIL NEGARA
A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar PNS........................................................ 15
B. Kedudukan dan Peran ASN................... ............................................. 18
BAB IV RENCANA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS
A. Identifikasi Isu-isu Aktual dan Gagasan Penanganan Isu.................. 21
B. Rencana Pelaksanaan Kegiatan dalam Rangka Aktualisasi Nilai- 2
nilai Dasar...............................................………........……….. 5
…................
C. Jadwal Implementasi Aktualisasi....……………..…….....…................ 34
BAB V LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI............................................ 39
A. Pelaksanaan Kegiatan......................................................................... 39
B. Faktor Penentu Keberhasilan............................................................... 54

BAB VI. PENUTUP……………………………………………………………............. 57


DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….............. 68
LAMPIRAN ..............................................................................................................

viii
DAFTAR TABEL

Halaman
TABEL 2.1 Jumlah desa dengan pembagian dusun-dusun di kecamatan
sompak............... ……….…………..…….................................
TABEL 2.2 5
TABEL 2.3 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin tahun 2018..........6
TABEL 2.4 Sarana pelayanan kesehatan puskesmas
sompak.....................6
TABEL 2.5 Standar ketenagaan puskesmas rawat inap puskesmas

ix
TABEL 4.1 sompak.......................................................................................
TABEL 4.2 7
TABEL 4.3 Penyakit menular puskesmas sompak tahun 2018....................
TABEL 5.1 8
TABEL 5.2 Pemilihan isu dari aspek kriteria APKL.....................................
21
Keterkaitan nilai dasar ASN dengan kegiatan.......................... 24
Jadwal implementasi aktualisasi.............................................. 33
Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Substansi
Pelatihan.39
Faktor Penentu Keberhasilan.................................................. 54

x
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 mengatur tentang fungsi ASN (Aparatur
Sipil Negara) yaitu sebagai: 1) Pelaksana kebijakan publik, 2) Pelayan Publik, dan
3) Perekat dan pemersatu bangsa, yang harus dilakukan dengan penuh tanggung
jawab dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik (masyarakat). Untuk
mewujudkan fungsi-fungsi ini maka diperlukan sosok ASN yang profesional, yaitu
ASN yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatannya sehingga tugas
jabatannya dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Untuk dapat membentuk
sosok ASN profesional seperti tersebut di atas perlu dilaksanakan pembinaan
melalui jalur Pelatihan Dasar (Latsar). Dalam PERLAN Nomor 12 Tahun 2018
Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil ditetapkan bahwa salah satu
jenis Diklat yang strategis untuk mewujudkan ASN yang profesional seperti
tersebut di atas adalah Pelatihan Dasar.
Untuk mengikuti Pelatihan Dasar ini, ASN harus sudah ditetapkan sebagai
CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Sebelum menjadi PNS, calon PNS harus
mengikuti Pelatihan Dasar yang dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai
dasar profesi PNS. Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk
karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak
profesional dalam melayani masyarakat secara berkesinambungan (continuous)
dan menerapkan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi). PNS juga dituntut untuk meningkatkan
profesionalitasnya dalam menjalankan tugas dan fungsinya serta bersih dan
bebas dari praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
Dewasa ini, pelayanan publik di bidang kesehatan pun cukup menjadi
perhatian, mengingat pembangunan kesehatan secara umum merupakan bagian
dari Pembangunan Nasional dan khususnya di Kabupaten Landak merupakan
salah satu sektor yang memegang peranan yang cukup penting. Oleh karena itu,
sangat diharapkan kesadaran dan kepedulian ASN yang bersentuhan dengan
bidang kesehatan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan
berkualitas.

1
Latar belakang penulisan rancangan aktualisasi ini agar peserta Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan XXII Kabupaten Landak
dapat memahami nilai-nilai dasar dari ANEKA dan dapat mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar tersebut sesuai dengan indikatornya, serta dapat menerapkan nilai-nilai
dasar dari ANEKA di tempat tugas masing-masing.
Untuk mewujudkan segala rencana tersebut maka CPNS yang mengikuti
diklat prajabatan diwajibkan untuk melaksanakan lima kegiatan pembelajaran
Aktualisasi yaitu:
1. Merancang aktualisasi nilai dasar profesi
2. Mempresentasikan rancangan aktualisasi
3. Mengaktualisasikan nilai dasar di tempat tugas atau tempat magang
4. Melaporkan pelaksanaan aktualisasi nilai dasar
5. Mempersentasikan laporan aktualisasi
6. Menyusun rencana aksi penyempurnaan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
PNS.

B. TUJUAN
Tujuan dari penulisan laporan Pelatihan Dasar CPNS ini adalah untuk
memberikan gambaran program pelatihan yang berkaitan dengan nilai ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
Penulisan laporan ini juga ditujukan untuk menyelesaikan persyaratan
Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXII di Pemerintahan Kabupaten
Landak. Karena peserta Pelatihan Dasar kali ini adalah tenaga kesehatan, tenaga
pendidik, dan tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak maka
Pelatihan Dasar tersebut akan menjadi dasar bagi para tenaga kesehatan untuk
melanjutkan tugas dan tanggung jawab masing-masing di tempat kerja sehingga
menghasilkan pelayanan di bidang kesehatan yang bermutu dan memuaskan
masyarakat.
Dengan selalu mengedepankan nilai dasar akuntabilitas dalam tugas yang
diembannya, mempunyai semangat nasionalisme dalam melaksanakan tugasnya,
menjunjung tinggi etika yang baik dalam melayani masyarakat, memiliki komitmen
mutu dalam tupoksinya, dan anti korupsi dalam melaksanakan kegiatannya..

C. KOMPETENSI

2
Kompetensi yang dibangun dalam Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III
adalah kompetensi PNS sebagai pelayan masyarakat yang profesional, yang
diindikasikan dengan kemampuan:
1. Menunjukkan sikap perilaku bela negara;
2. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas
jabatannya;
3. Mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka NKRI
4. Menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai bidang
tugas.
Di samping mampu menunjukan sikap perilaku bela negara,
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS, mengaktualisasikan kedudukan dan
peran PNS, serta menunjukan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan
sesuai bidang tugas, peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III, memiliki
kemampuan untuk menganalisis dampak apabila kompetensi sikap perilaku bela
negara, nilai-nilai dasar PNS, dan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka
NKRI tidak diaplikasikan (BKPSDM Kab Landak, 2019).

3
BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI

A. Keadaan Umum Puskesmas Sompak


Pusat Kesehatan Masyarakat atau disingkat dengan Puskesmas adalah
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Bahwa Pusat Kesehatan
Masyarakat sebagai salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan nasional,
khususnya subsistem upaya kesehatan. Puskesmas Sompak merupakan
Puskesmas rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Sompak Kabupaten Landak.

1. Kondisi Geografi
Puskesmas Sompak terletak di Desa Sompak Kecamatan Sompak
Kabupaten Landak. Posisi di peta : 0 0 26’08,93” - 00 35’ 24,33” Garis Lintang,
0
109 25’14,19” - 1090 34’45,41” Garis Bujur dengan batas-batas wilayah
sebagai berikut:
1. Sebelah Timur : Kecamatan Menyuke dan Kecamatan Sengah
Temila
2. Sebelah Selatan : Kecamatan Mandor
3. Sebelah Barat : Kecamatan Mempawah Hulu dan Kecamatan
Menjalin.
4. Sebelah Utara : Kecamatan Mempawah Hulu
Secara administratif kecamatan Sompak terdiri dari 7 Desa dan 23 Dusun,
Desa-Desa tersebut adalah:
1. Desa Pauh terdiri dari 3 Dusun dengan luas wilayah 20,52 km 2
2. Desa Sompak terdiri dari 3 Dusun dengan luas wilayah 27,92 km 2
3. Desa Galar terdiri dari 5 dusun dengan luas wilayah 55,05 km 2
4. Desa Lingkonong terdiri dari 3 dusun dengan luas wilayah 33,24 km 2
5. Desa Amawakng terdiri dari 3 dusun dengan luas wilayah 24,01 km 2
6. Desa Tapakng terdiri dari 3 dusun dengan luas wilayah 29,07 km 2
7. Desa Pakumbang terdiri dari 3 dusun dengan luas wilayah 29,93 km 2

4
Kecamatan Sompak terdiri dari 7 Desa dan 23 Dusun, adapun
penyebaran dusun-dusun tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Jumlah Desa dengan Pembagian Dusun-Dusun Di Kecamatan Sompak

NO DESA DUSUN
Kasulang
1.
Pauh Kencok
Berinang
Sabadak
2.
Sompak Mangaro
Ero
Dano Dingin
Saliat
3.
Galar Sikocek
Emang
Mangun
Sui Pinang
4.
Lingkonong Semugih
Tata Sama

5. Sadok
Amawakng
Betung
6. Tapakng Gadu
Simpang Tiga
Pojan
7. Pakumbang Pauh Bale
Padang Entok
Jambu

2. Kependudukan
Berdasarkan data yang diperoleh dari profil kesehatan puskesmas
sompak bahwa pembagian jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:

5
Tabel 2.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2018

JUMLAH PENDUDUK
NO DESA
L P RUMAH TANGGA JUMLAH
1. Pauh 1037 1006 403 2043

2. Sompak 1199 1200 529 2399

3. Galar 1792 1561 776 3353

4. Lingkonong 1249 1096 344 1586

5. Amawakng 810 776 548 2345

6. Tapakng 867 830 385 1697

7. Pakumbang 1305 1350 600 2655

Sumber: Profil Kecamatan Sompak Tahun 2018

3. Keadaan Sumber Daya

Adapun indikator sumber daya meliputi:


a. Ketersediaan Sarana Kesehatan
Adapun sarana-sarana yang menunjang keberhasilan dari kegiatan
di Puskesmas Sompak adalah
Tabel 2.3 Sarana Pelayanan Kesehatan Puskesmas Sompak

NO DESA PUSTU POLINDES POSYANDU


1. Pauh - 1 3

2. Sompak - 1 2

3. Galar 1 - 4

4. Lingkonong - 1 3

5. Amawakng - 1 4

6. Tapakng 1 1 3

6
7. Pakumbang - 1 3

Sumber: Profil Kecamatan Sompak Tahun 2018

b. Tenaga Kesehatan
Tenaga kerja yang ada di Puskesmas Sompak terdiri dari :
Tabel 2.4 Standar Ketenagaan Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Sompak

KEADAAN
NO JABATAN NON JUMLAH DIPERLUKAN KEKURANGAN
PNS
PNS
1. Dokter 1 1 2 2 0
Umum
2. Dokter Gigi 1 0 1 1 0
3. Bidan 3 5 8 7 0
4. Perawat 3 10 13 8 0
5. Sanitarian 0 0 0 1 1
6. Nutrisionis 2 0 2 2 0
7. Perawat 1 0 1 1 0
Gigi
8. Tenaga 1 2 3 1 0
Kesmas
9. Analisis 0 1 1 1 0
Kesehatan
10. Apoteker 0 1 1 1 0
11. Asisten 0 0 0 1 1
Apoteker
12. Rekam 0 0 0 1 1
Medis
13. Supir 0 1 1 1 0
Ambulan
14. Tenaga 0 0 0 2 2
Administrasi
15. Pekarya 0 0 0 1 1
Jumlah 12 21 33 31 6

7
c. Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan kesehatan untuk melaksanaka peran dan fungsi
Puskesmas Sompak sebagai penyedia layanan kesehatan di wilayah
binaan Puskesmas Sompak bersumber dari Bantuan Oprasional
Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
4. Analisa Situasi

Secara garis besar penyakit digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu


penyakit menular dan penyakit tidak menular. Untuk penyakit menular tersebut
dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.5 Penyakit Menular Puskesmas Sompak tahun 2018

NO PENYAKIT JUMLAH KASUS

1 Malaria -

2 Diare 188

3 ISPA 1219

4 TB 12

5 HIV 3

6 KUSTA 0

7 IMS 0

8 DBD 0

9 IMS 0

B. VISI, MISI DAN MOTTO PUSKESMAS SOMPAK


1. Visi Puskesmas Sompak
“Menuju masyarakat Sompak yang sehat melalui pelayanan prima”.
2. Misi Puskesmas Sompak
a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
b. Memberikan pelayanan yang berkualitas
c. Mengembangkan sarana dan prasarana yang mengutamakan kualitas
pelayanan
d. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
e. Meningkatkan peran serta aktif masyarakat dibidang kesehatan

3. Motto Puskesmas Sompak


Motto puskesmas Sompak adalah “REPO” yaitu:

8
a. R : Ramah. Ramah dalam melaksanakan tugas dengan 3 S.
b. E : Energik. Melayani pasien dengan semangat.
c. P : Profesional. Pelayanan dengan standar kompetensi.

d. O: On time. Berusaha mengerjakan pelayanan tanpa menunda-nunda.

C. NILAI-NILAI ORGANISASI
Nilai- nilai organisasi “SEHAT”, yaitu:
a. S: Santun. Sopan dalam tutur kata dan perilaku.
b. E : Empati. Melayani dengan sepenuh hati.
c. H : Handal. Pelayanan dilakukan oleh tenaga kompeten.
d. A : Amanah. Memberikan pelayanan sesuai aturan prosedur yang dapat
dipertanggung jawabkan.
e. T: Tanggap. Memberikan pelayanan sesuai kebutuhan.
D. STRUKTUR ORGANISASI
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Puskesmas, struktur organisasi di Puskesmas Sompak terdiri atas :
a. Kepala Puskesmas
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
d. Penanggung jawab UKP, Kefarmasian dan Laboratorium
Untuk lebih jelas mengetahui Susunan Organisasi Puskesmas Sompak
dapat dilihat pada struktur Organisasi berikut ini :

9
STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SOMPAK

KEPALA PUSKESMAS
KOORDINATOR TATA USAHA
Vetronella A. A.Md. Gizi
Yustarius A.Md. Gizi

Simpus Kepegawaian Umum dan Kerumah Tanggaan


Farida Erwin Dwihalili. A. Md. Kep Bertha Yana D, A. Md. Keb
Keuangan

Bendahara JKN Bendahara Aset Pengelolaan Keuangan BOK Pengelolaan Jampersal Pengelolaan Jampersal
Yustarius A. Md. Gizi Paula Lina Pudaka, A. Md. Ruth Oktoria. A. Md. Keb Yeni Agustina A. Md. KG
Erwin Dwihalili. A. Md.Kep
Kep

PJ UKM PJ UKP PJ Jejaring Yankes

Dominika Yulita, A. Md. Keb dr Riyang Pradewa Admawan Dessy Wulyantari, A. Md.
Keb
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Puskesmas Sompak

10
E. TUGAS DAN FUNGSI PUSKESMAS
Mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 Tahun 2014
disebutkan bahwa Puskesmas memiliki tugas untuk melaksanakan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya
dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
Dalam melaksanakan tugas tersebut di atas, Puskesmas
menyelenggarakan dua fungsi: KOORDINATORJARINGAN
a. penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya PELAYANANAMINAH
b. penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.
Dalam menyelenggarakan fungsinya dalam penyelenggaraan UKM tingkat
pertama di wilayah kerjanya, Puskesmas berwenang untuk:
a. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan
masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan
b. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan
c. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan
POSKESDES
masyarakat dalam bidang kesehatan SUNGAI KERAWANG
d. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
SUTIPAH, AMD. KEB

masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat


POSKESDES SUMBER
AGUNG
yang bekerjasama dengan sektor lain terkait UMIYATI, AMD. KEB
e. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan
upaya kesehatan berbasis masyarakat
f. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
Puskesmas
g. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan
h. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses,
mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan
i. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon
penanggulangan penyakit.
Dalam menyelenggarakan fungsi penyelenggaraan UKP tingkat pertama
di wilayah kerjanya, Puskesmas berwenang untuk:
a. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu
b. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya
promotif dan preventif
c. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
d. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan
keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung

11
e. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif
dan kerja sama inter dan antar profesi
f. Melaksanakan rekam medis
g. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan
akses Pelayanan Kesehatan
h. Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan
i. Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya
j. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan
Sistem Rujukan.
Selain menyelenggarakan fungsi sebagaimana disebutkan di atas,
Puskesmas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan Tenaga Kesehatan

F. TUGAS POKOK DAN FUNGSI DOKTER


Mengacu kepada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Nomor 139 Tahun 2003 tugas pokok dokter adalah memberikan pelayanan
kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, kuratif dan
rehabilitatif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta membina
peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian di bidang kesehatan kepada
masyarakat.
Untuk dokter Pertama yaitu dokter dengan pangkat Penata Muda Tingkat I
yang bergolongan III/b memiliki rincian kegiatan sebagai berikut:
1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama
2. Melakukan pelayanan spesialistik rawat jalan tingkat pertama
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh Dokter Umum
4. Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh Dokter Umum
5. Melakukan tindakan spesialistik tingkat sederhana
6. Melakukan tindakan spesialistik tingkat sedang
7. Melakukan tindakan darurat medik/pertolongan pertama pada kecelakaan
(P3K) tingkat sederhana
8. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap
9. Melakukan pemulihan mental tingkat sederhana
10. Melakukan pemulihan mental kompleks tingkat I
11. Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana
12. Melakukan pemulihan fisik kompleks tingkat I
13. Melakukan pemeliharaan kesehatan Ibu
14. Melakukan pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
15. Melakukan pemeliharaan kesehatan anak
16. Melakukan pelayanan keluarga berencana
17. Melakukan pelayanan imunisasi
18. Melakukan pelayanan gizi

12
19. Mengumpulkan data dalam rangka pengamatan epidemiologi penyakit
20. Melakukan penyuluhan medik
21. Membuat catatan medik rawat jalan
22. Membuat catatan medik rawat inap
23. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar
24. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam
25. Menguji kesehatan individu
26. Menjadi tim penguji kesehatan
27. Melakukan visum et repertum tingkat sederhana
28. Melakukan visum et repertum kompleks tingkat I
29. Menjadi saksi ahli
30. Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan
31. Melakukan otopsi dengan pemeriksaan laboratorium
32. Melakukan tugas jaga panggilan/on call
33. Melakukan tugas jaga di tempat/rumah sakit
34. Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien
35. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat
sederhana
Sementara itu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional Umum di
Lingkungan Kementerian Kesehatan, diterangkan pula tentang uraian tugas
seorang dokter umum di lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Adapun uraian
tugasnya adalah:
1. Melaksanakan pelayanan medis rawat jalan
2. Melaksanakan pelayanan medis rawat inap
3. Melaksanakan pelayanan kegawatdaruratan medis
4. Melaksanakan pelayanan gizi dan KIA
5. Menganalisis data dan hasil pemeriksaan pasien sesuai dengan pedoman
kerja untuk menyusun catatan medis pasien
6. Menyusun draft visum et repertum
7. Melaksakan tugas jaga
8. Menyusun draft laporan pelaksanaan tugas
9. Menyusun laporan pelaksanaan tugas
10. Menyusun laporan lain-lain

13
BAB III
KONSEP DASAR APARATUR SIPIL NEGARA

A. IDENTIFIKASI NILAI-NILAI DASAR PNS


1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau


institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas, yaitu (Kusumasari dkk,
2017):
1) Tanggung jawab, yaitu kewajiban tingkah laku atau perbuatan dalam
melaksanakan suatu pekerjaan.
2) Jujur, yaitu keterusterangan pada perilaku tanpa adanya kebohongan
atau penipuan.
3) Kejelasan Target dalam menjelaskan cara, tindakan ataupun proses
kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.
4) Netral artinya bersikap seimbang, tidak memihak kepada siapapun
5) Mendahulukan kepentingan publik
6) Keadilan adalah kondisi kebenaran sama rata secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
7) Transparansi yaitu keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang
dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi
8) Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan
sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.
9) Partisipatif adalah suatu keterlibatan baik fisik, mental dan emosional
serta ikut bertanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan.

2. Nasionalisme

Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran


nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik
untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun
sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan

14
masyarakat, bangsa dan negaranya. Dalam arti luas, nasionalisme
merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain (Latief dkk, 2015).
Indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme adalah religius (patuh ajaran
agama), hormat menghormati, kerjasama, tidak memaksakan kehendak,
jujur, amanah (dapat dipercaya), adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif,
mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan,
rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah,
kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan
bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan
miliknya, hidup sederhana, kerja keras, dan menghargai karya orang lain
(Latief dkk, 2015).

3. Etika Publik

Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang


harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar. Dalam
kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang
standar/norma yang menentukan baik/buruk, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab
pelayanan publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat
publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan
keseimbangan antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan
kebijaksanaan di dalam pelayanan publik (Haryatmoko, 2001 dalam
Kumoroto dkk, 2015).

4. Komitmen Mutu

Mutu ada dalam persepsi orang secara individual, yang diukur dari
tingkat kepuasan masing-masing terhadap produk/jasa yang diterimanya.
Merujuk definisi dari Goetsch dan Davis (2006: 6), manajemen mutu terpadu
(Total Quality Management / TQM) terdiri atas kegiatan perbaikan
berkelanjutan yang melibatkan setiap orang dalam organisasi melalui usaha
yang terintegrasi secara total untuk meningkatkan kinerja pada setiap level

15
organisasi. Indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu, yaitu (Suyono,
2016):
1) Efektifitas adalah tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan,
baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja, diukur dari kepuasan
dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
2) Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi penggunaan sumber daya
sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur dan mekanisme yang
ke luar alur.
3) Inovasi adalah hasil pemikiran baru yang akan memotivasi setiap
individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan
dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya.
4) Orientasi mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang
diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah
satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.

5. Anti Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya,
korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya
adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik
dalam ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang
lebih luas (Tim KPK, 2015).
Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi, yaitu:
1) Jujur adalah lurus hati, tidak curang, tidak berbohong. Orang yang jujur
akan konsisten dengan apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.
2) Peduli adalah memperhatikan serta melibatkan diri dalam suatu
persoalan, keadaan/kondisi di sekitar kita.
3) Mandiri membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi
tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Pribadi yang mandiri

16
tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak
bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.
4) Disiplin adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya,
pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu.
5) Tanggung Jawab adalah menyelesaikan pekerjaan sesuai amanah yang
diberikan dengan baik, tidak mengelak, berani menghadapi dan memikul
segala akibat atas pekerjaan yang dilakukan.
6) Kerja Keras adalah kegiatan yang dilakukan dengan sunguh-sungguh
tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum targetnya tercapai.
7) Sederhana adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya dan
berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-
lebihan. Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan.
8) Berani, seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian
untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebatilan. Ia tidak akan
mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan
secara tegas. Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau
ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.
9) Adil, pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang
dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk
mendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang
pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil kepada
bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan
keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.

B. KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA

1. Manajemen Aparatur Sipil Negara

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan


Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari
intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah

17
serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai
politik. Kedudukan ASN berada di pusat, daerah dan luar negeri.
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN
berfungsi sebagai berikut:
1. Pelaksana kebijakan publik,
2. Pelayan publik, dan
3. Perekat dan pemersatu bangsa
Peran dari Pegawai ASN yaitu: perencana, pelaksana, dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional
melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional,
bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan
nepotisme (Fatimah dan Erna, 2017).

2. Pelayanan Publik
Definisi pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk
atas barang, jasa dan/atau pelayanan administrasif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik. Tiga unsur penting dalam pelayanan publik
adalah organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan
(pelanggan), dan kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima
layanan (pelanggan) (Purwanto dkk, 2017).

3. Whole of Government

Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan


penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang
lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan,
manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga
dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan
(Suwarno dan Tri, 2017).

18
BAB IV
RENCANA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS

A. IDENTIFIKASI ISU-ISU AKTUAL DAN GAGASAN PENANGANAN ISU


Berdasarkan pengamatan selama bertugas sesuai nilai-nilai dasar
peran dan kedudukan PNS dalam NKRI, dan berkonsultasi bersama mentor
didapatkan identifikasi isu terkait tugas dan fungsi dokter ahli pertama di
puskesmas Sompak sebagai berikut:
1. Masih tingginya kasus drop out (putus berobat) pasien tuberkulosis
(TB) paru
Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh kuman mycobacterium tuberculosis, yang paling umum mempengaruhi
paru-paru. Penyakit infeksi ini masih merupakan isu nasional bahkan dunia.
Berbagai komplikasi dapat menimbulkan kerusakan paru, infeksi berat, atau
bahkan kematian. Menurut WHO, tuberkulosis termasuk 10 penyakit
penyebab kematian tertinggi di dunia (WHO, Global Tuberculosis Report,
2016). Program terapi nasional TB Paru menurut Departemen Kesehatan
selama 6 bulan dengan pendekatan DOTS (Directly Observed Treatment
Shortcourse Chemotheraphy) atau pengobatan TB paru dengan pengawasan
langsung Pengawas Menelan Obat (PMO) sehingga membutuhkan komitmen
yang kuat dari pasien serta pendampingan dari petugas pemantau minum
obat. Jika putus berobat (drop out) dapat menimbulkan masalah baru yaitu
resistensi obat anti tuberkulosis (OAT). Berdasarkan profil Puskesmas
Sompak tahun 2019, jumlah penemuan kasus TB berjumlah 28 kasus,
meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 12 kasus.
Terdapat 5 penderita TB paru yang putus berobat (Drop Out) dan 1 kasus
meninggal karena TB paru.

2. Tingginya kasus penyakit infeksi saluran Pernapasan Akut (ISPA)


Ispa (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan penyakit infeksi
akut yang menyerang salah satu atau lebih dari saluran nafas mulai hidung
hingga alveoli. Menurut WHO, Ispa menjadi penyebab morbiditas dan
mortalitas penyakit menular di dunia. Kelompok yang paling berisiko yaitu

19
balita, anak – anak, dan orang lanjut usia. Berdasarkan profil puskesmas
Sompak tahun 2018, angka kesakitan akibat ISPA berjumlah 1219 kasus.
3. Belum optimalnya pengisian Rekam Medis
Belum optimalnya pelayanan rekam medis di puskesmas sompak
disebabkan karena berkas rekam medis yang belum lengkap, terjadi
pengulangan rekam medis, klasifikasi pendidikan petugas rekam medis yang
tidak sesuai sehingga pelayanan rekam medis menjadi tidak optimal.
Untuk menentukan penetapan isu prioritas maka isu yang didapatkan pada
identifikasi isu sebaiknya dianalisis menggunakan alat bantu penetapan kriteria isu
melalui metode APKL yaitu :
Tabel 4.1 Pemilihan Isu dari Aspek Kriteria APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan,
Layak)

Kriteria

NO Penyebab / Dampak Total Peringkat

A P K L

1 Masih tingginya angka putus


berobat (drop out) pasien 5 5 5 5 20 1
Tuberkulosis paru

Tingginya penyakit Infeksi


Saluran Pernapasan Akut 4 5 4 4 17 2
2 (ISPA)

3 Belum optimalnya pengisian


Rekam Medis 4 4 3 5 16 3

Keterangan :
5 : Sangat Tinggi
4 : Tinggi
3 : Sedang
2 : Rendah
1 : Sangat Rendah

Dari ketiga isu yang di Analisis APKL tersebut yang mendapatkan


peringkat paling tinggi yaitu : Masih tingginya angka drop out (putus obat)
pasien TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sompak Kabupaten Landak
dengan skor 20.

20
Apabila tingginya angka drop out (putus obat) pasien TB ini tidak
ditangani maka akan menimbulkan dampak:
a. Bagi dokter, yaitu: Jika angka drop out (putus obat) pasien TB ini tinggi
maka sebagai tenaga kesehatan kita harus lebih meningkatkan
pelayanan, sarana prasarana yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan
program pemberantasan tuberkulosis sehingga dapat
mempertanggungjawabkan laporan yang akan diberikan kepada kepala
Puskesmas dan Dinas Kesehatan sehingga petugas harus lebih giat lagi
dalam mengangani pemberantasan TB ini.
b. Bagi puskesmas, yaitu: tingginya kasus TB dan drop out (putus obat) Tb
menandakan bahwa pelaksanaan visi dan misi puskesmas belum
optimal sehingga petugas kesehatan harus lebih bekerja keras lagi dan
lebih berkoordinasi lagi dalam melayani dan mengedukasi masyarakat
atau pasien. Untuk mengoptimalkan pelayanan tersebut maka
puskesmas harus lebih meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan.
c. Bagi masyarakat, yaitu : tingginya angka kasus TB dan drop out (putus
obat) Tb menimbulkan resiko masalah kekebalan terhadap obat anti
tuberkulosis, tingginya angka kesakitan akibat TB berpengaruh terhadap
penghasilan keluarga karena berdasarkan data penderita TB banyak
pada kelompok umur usia produktif maupun komplikasi lain seperti
kerusakan paru, infeksi yang berat atau bahkan kematian. Masyarakat
harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan dan program yang telah atau
akan dilakukan oleh puskesmas Sompak.
Dari isu yang dianalisis dengan metode APKL didapatkan perumusan
masalah yaitu “Tingginya angka putus berobat (drop out) pasien
Tuberkulosis paru di Puskesmas Sompak”. Sesuai dengan tugas dan
fungsi saya sebagai petugas dokter ahli pertama di Puskesmas Sompak,
maka saya akan melakukan serangkaian rancangan kegiatan untuk
“Mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan untuk mengurangi kasus
drop out (putus obat) pasien TB paru di puskesmas sompak”, melalui
kegiatan berikut:
1. Membuat media edukasi seperti leaflet mengenai tuberkulosis paru

21
2. Melakukan sosialisasi tentang tuberkulosis paru dan bahaya drop out
(putus obat) TB kepada perawat dan bidan di puskesmas Sompak agar
pelayanan dilakukan sesuai dengan SOP
3. Melakukan penyuluhan mengenai penyakit tuberkulosis di ruang tunggu
pasien
4. Membagikan masker bagi suspect/terduga kasus TB di poli umum dan
ruang rawat inap
5. Melakukan pelayanan medik secara tepat dan menyeluruh di poli rawat
jalan
6. Melakukan penyuluhan tentang tuberkulosis pada kelompok
masyarakat/desa yang penduduknya banyak mengalami tuberkulosis
Adapun kegiatan ini dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan
petugas kesehatan terkait pemberantasan kasus TB tersebut sehingga
pemberantasan kasus TB bisa berjalan dengan optimal.

22
B. RANCANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN DALAM RANGKA AKTUALISASI NILAI DASAR

Tabel 4.2 Keterkaitan Nilai Dasar ASN dengan Kegiatan


Unit Kerja : Puskesmas Sompak
1. Tingginya angka putus berobat (drop out) pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Sompak
2. Tingginya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di puskesmas Sompak
Identifikasi Isu :
3. Belum optimalnya pengisian rekam medis di puskesmas Sompak.
.
Isu yang di angkat : Tingginya angka putus berobat (drop out) pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Sompak
“Optimalisasi pelayanan kesehatan untuk mengurangi kasus drop out (putus obat) pasien TB paru di
Gagasan Pemecahan Isu :
Puskesmas Sompak”

KONTRIBUSI KONTRIBUSI
TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI KEGIATAN KEGIATAN TERHADAP
NO KEGIATAN
KEGIATAN KEGIATAN MATA PELATIHAN TERHADAP VISI PENGUATAN NILAI-
DAN MISI NILAI ORGANISASI

1 2 3 4 5 6 7
1. Pembuatan media 1. Berkonsultasi Tersedianya 1. Saya akan mengerjakan Dengan membuat Dengan membuat
edukasi seperti leaflet dengan kepala media edukasi tugas pembuatan media media edukasi media edukasi seperti
mengenai tuberkulosis puskesmas berupa leaflet edukasi tentang seperti leaflet leaflet mengenai
paru. dalam mengenai tuberkulosis dengan mengenai tuberkulosis paru berarti
pembuatan tuberkulosis sungguh-sungguh dan tuberkulosis paru saya berkontribusi
media edukasi selesai dengan tepat berarti saya penguatan nilai dasar
2. Mendesain waktu (Akuntabilitas : mendukung misi puskesmas sompak
media edukasi Tanggung jawab) Puskesmas yaitu Empati, melayani
mengenai Sompak pada poin dengan sepenuh hati.
tuberkulosis 4, yaitu
berupa leaflet

3. Mencetak Meningkatkan

23
media edukasi 2. Saya akan bertanggung akses
mengenai jawab terhadap apa masyarakat
tuberkulosis yang saya tulis di leaflet. terhadap
4. Membagikan (Nasionalisme: pelayanan
leaflet Tanggung jawab) kesehatan
mengenai 3. Saya akan meminta izin
tuberkulosis terlebih dahulu sebelum
kepada pasien memberikan leaflet.
di poli umum. (Etika publik: sopan)
5. Menyediakan 4. Dalam pembuatan
leaflet di ruang media informasi tentang
tunggu pasien. tuberkulosis dengan
cermat agar dapat
dipertanggungjawabkan
sesuai dengan literatur
yang valid. (Komitmen
mutu: berorientasi
mutu)
5. Saya tidak akan
menerima sponsor dari
pihak manapun dalam
penyusunan media
informasi sehingga
menyebabkan konflik
kepentingan (Anti
Korupsi: Mandiri)
2. Sosialisasi tentang 1. Mempersiapkan  Terlaksananya 1. Saya akan meminta izin, Dengan Dengan melakukan
tuberkulosis paru dan bahan – bahan edukasi konsultasi, menjelaskan melakukan sosialisasi tentang
bahaya drop out edukasi yaitu kepada rencana kegiatan dan sosialisasi tentang tuberkulosis paru dan
(putus obat) TB materi mengenai perawat dan tujuan kegiatan kepada tuberkulosis paru bahaya drop out (putus
kepada perawat dan penyakit bidan sehingga kepala puskesmas dan bahaya drop obat) TB kepada
bidan di puskesmas tuberkulosis dan mendapat (Akuntabilitas: kejelasan out (putus obat) perawat dan bidan di
sompak agar bahaya drop out informasi yang target) TB kepada puskesmas sompak
pelayanan dilakukan (putus obat) lengkap dan perawat dan bidan agar pelayanan

24
sesuai dengan SOP 2. Konsultasi jelas mengenai 2. Saya akan memberikan di puskesmas dilakukan sesuai SOP
kepada kepala penyakit paparan sosialisasi sompak agar berarti saya
puskesmas tuberkulosis dengan menggunakan pelayanan berkontribusi penguatan
mengenai SOP  Dokumentasi bahasa indonesia yang dilakukan sesuai nilai dasar puskesmas
yang sudah ada kegiatan baik dan benar SOP berarti saya sompak yaitu Amanah,
tentang  Daftar hadir (Nasionalisme: cinta mendukung misi memberikan
pelayanan kasus tanah air) Puskesmas pelayanan sesuai
TB dan 3. Saya akan menghubungi Sompak pada poin aturan prosedur yang
konsultasi materi kepala psukesmas 1, yaitu dapat dipertanggung
sosialisasi dengan mendatangi Meningkatkan jawabkan.
3. Mempersiapkan langsung (Etika kualitas
surat undangan publik:hormat) sumberdaya
4. Mempersiapkan 4. Saya akan mengumpulkan manusia
sarana dan para perawat dan bidan di
prasarana aula puskesmas, tempat
5. Membuat absen yang mudah dijangkau
6. Memberikan para tenaga kesehatan
informasi yang (Komitmen Mutu:
tepat dan akurat Efektifitas)
mengenai 5. Saya akan memulai materi
penyakit sesuai jadwal (Anti
tuberkulosis korupsi: Disiplin)
yang sesuai SOP
kepada perawat
dan bidan
7. Menanyakan
kepada peserta
apakah ada
pertanyaan atau
hal-hal yang
masih belum
jelas
8. Mendiskusikan
pertanyaan –

25
pertanyaan
10 menutup dan
mengucapkan
terima kasih
3. Penyuluhan mengenai 1. Mempersiapkan  Terlaksananya 1. Saya akan membuat Dengan Dengan melakukan
penyakit tuberkulosis bahan – bahan penyuluhan materi penyuluhan melakukan penyuluhan mengenai
di ruang tunggu penyuluhan sehingga berdasarkan literatur penyuluhan tuberkulosis di ruang
pasien 2. Membuat pasien valid sehingga dapat mengenai tunggu pasien berarti
presentasi mendapatkan dipertanggungjawabkan tuberkulosis di saya berkontribusi
materi informasi (Akuntabilitas: ruang tunggu penguatan nilai dasar
penyuluhan mengenai tanggung jawab) pasien berarti puskesmas sompak
mengenai penyakit 2. Saya akan membuat saya mendukung yaitu Empati, melayani
penyakit tuberkulosis media presentasi yang misi Puskesmas dengan sepenuh hati.
tuberkulosis dan bahaya memuat informasi yang Sompak pada poin
3. Meminta izin putus obat padat dan jelas 4, yaitu
dan konsultasi OAT (obat anti mengenai tuberkulosis. Meningkatkan
kepada kepala tuberkulosis) (Komitmen Mutu: akses
puskesmas  Dokumentasi Efisien) masyarakat
4. Menyiapkan hasil kegiatan 3. Penyuluhan diberikan terhadap
materi dengan menggunakan pelayanan
penyuluhan, Bahasa Indonesia yang kesehatan
laptop, infocus, baik dan benar dan
tempat untuk sopan, sebagai bahasa
penyuluhan, dan persatuan agar
absen masyarakat dari
5. Menyapa dan berbagai suku dan latar
memperkenalkan belakang dapat
diri memahami materi
6. Memberikan penyuluhan.
penyuluhan (Nasionalisme: Tidak
berupa informasi Diskriminatif,
yang tepat dan Persatuan)
akurat mengenai
penyakit

26
tuberkulosis
7. Memberikan 4. Saya akan memberikan
kesempatan materi dengan tutur kata
kepada peserta yang santun dan sopan
penyuluhan (Etika publik : sopan)
untuk bertanya 5. Kegiatan dilakukan
8. Mendiskusikan dengan sungguh-
pertanyaan – sungguh tanpa
pertanyaan mengenal lelah sebelum
tersebut target tercapai ( Anti
9. Menutup Korupsi: Kerja keras)
penyuluhan
dengan
mengucapkan
salam
4. Pembagian Masker 1. Menghubungi  erlaksananya 1. Saya akan membagikan Dengan Dengan pembagian
bagi suspect/terduga pimpinan untuk pembagian masker hanya pada pembagian masker bagi
kasus TB di poli meminta izin Masker bagi pasien terduga TB masker bagi suspect/terduga kasus
umum dan ruang melakukan suspect/terdug (akuntabilitas: suspect/terduga TB di poli umum dan
rawat inap kegiatan a kasus TB di kejelasan target) kasus TB di poli ruang rawat inap berarti
pembagian poli umum dan 2. Saya akan membagikan umum dan ruang saya berkontribusi
masker bagi ruang rawat masker secara adil tanpa rawat inap berarti penguatan nilai dasar
terduga kasus inap sekaligus membeda-bedakan saya mendukung puskesmas sompak
TB di poli umum pasien SARA (Nasionalisme: misi Puskesmas yaitu Amanah,
dan ruang rawat mengerti etika Adil) Sompak pada poin memberikan
inap batuk yang baik 3. Saya akan memberikan 2, yaitu pelayanan sesuai
2. Mempersiapkan dan benar masker dengan salam, Memberikan aturan prosedur yang
masker  Dokumentasi sapa, sopan santun pelayanan secara dapat dipertanggung
3. Melakukan hasil (Etika publik: sopan, berkualitas jawabkan
screening kegiatan(foto) santun)
pasien terduga 4. Saya akan membagikan
TB masker secara merata
4. Memberikan sesuai sasaran
masker dengan (Komitmen: Efisiensi,

27
ramah Efektifitas)
5. Menjelaskan 5. Saya akan membuat
cara etika batuk pelaporan mengenai
kepada pasien kegiatan pembagian
masker sesuai data yang
didapat tanpa
merubahnya (Anti
Korupsi: Jujur)
5. Melakukan pelayanan 1. Menyapa pasien  Terlaksananya 1. Saya akan memberikan Dengan Dengan melakukan
medik secara tepat dengan ramah pelayanan pelayanan medik kepada melakukan pelayanan medik
dan menyeluruh di dan senyum medik secara seluruh pasien tanpa pelayanan medik secara tepat dan
poli rawat jalan 2. Memperkenalkan tepat dan membeda-bedakan secara tepat dan menyeluruh di poli
diri menyeluruh SARA (Akuntabilitas: menyeluruh di poli rawat jalan berarti saya
3. Melakukan sehingga netral dan adil) rawat jalan berarti berkontribusi penguatan
anamnesis pasien 2. Saya akan menjaga saya mendukung nilai dasar puskesmas
(tanya jawab mendapatkan kerahasiaan informasi misi Puskesmas sompak yaitu Empati,
antara dokter pelayanan medik pasien sesuai Sompak pada poin melayani dengan
dengan pasien medik yang peraturan perundang- 2, yaitu sepenuh hati.
atau keluarga optimal di poli undangan Memberikan
pasien) secara rawat jalan (Nasionalisme:amanah) pelayanan secara
lengkap  Pencatatan di 3. Saya akan melakukan berkualitas
4. Melakukan rekam medik anamnesis, pemeriksaan
pemeriksaan  Dokumentasi dan mentatalaksana
fisik terhadap hasil kegiatan sesuai disiplin
pasien secara keilmuan(Etika Publik:
benar dan Cermat)
menyeluruh 4. Saya akan memberi
5. Membuat edukasi kepada pasien
pengantar secara
pemeriksaan holistik/menyeluruh
penunjang (bila bukan hanya obat yang
diperlukan) dikonsumsi tetapi terkait
6. Menegakkan hal – hal yang harus
diagnosa dihindari, pola konsumsi

28
makan, gaya hidup dan
7. Memberikan sebagainya yang perlu
terapi yang pasien mengerti untuk
rasional menunjang kesembuhan.
8. Melakukan Diakhiri dengan selalu
edukasi terkait menanyakan apakah ada
penyakit pasien yang belum dimengerti
secara dan memastikan pasien
holistik/menyelur paham hal-hal yang
uh berhubungan dengan
9. Memberikan keberhasilan terapi
rujukan (bila (Komitmen Mutu:
diperlukan) Efektif)
10. Membuat 5. Saya akan memberi
pencatatan resep sesuai kebutuhan
rekam medis dan indikasi tanpa
secara lengkap pengaruh dari perusahan
dan sistematis farmasi demi
11. Menuliskan kepentingan pribadi.
resep obat untuk (Anti korupsi: mandiri)
pasien dengan
benar dan
dengan tulisan
yang jelas
12. Edukasi ke
pasien tentang
pe
6. Penyuluhan pada 1. Mempersiapka  Terlaksananya 1. Saya akan membuat Dengan Dengan melakukan
kelompok masyarakat n materi penyuluhan materi bahan penyuluhan melakukan penyuluhan pada
desa yang 2. Berkonsultasi pada kelompok yang mudah dipahami penyuluhan pada kelompok masyarakat
penduduknya dengan kepala masyarakat oleh masyarakat kelompok pada desa dengan angka
banyak mengalami puskesmas mengenai (Akuntabilitas: masyarakat pada kasus TB tertinggi
tuberkulosis. mengenai tuberkulosis di kejelasan) desa dengan mengenai tuberkulosis
penyuluhan desa yang 2. Saya akan mengajak angka kasus TB berarti saya berkontribusi

29
pada penduduknya berdiskusi bersama atas tertinggi mengenai penguatan nilai dasar
kelompok banyak pertanyaan yang diberikan tuberkulosis puskesmas sompak yaitu
masyarakat. menderita pasien (Nasionalisme: berarti saya Empati, melayani
3. Memilih lokasi tuberkulosis. musyawarah) mendukung misi dengan sepenuh hati.
desa yang  Dokumentasi 3. Saya akan menyapa dan Puskesmas
penduduknya foto kegiatan mengenalkan diri dengan Sompak pada poin
banyak  Daftar hadir sopan (Etika publik: 4, yaitu
mengalami Sopan) Meningkatkan
tuberkulosis 4. Saya akan memberikan akses
melalui kerja materi penyuluhan dengan masyarakat
sama dengan informasi berdasarkan terhadap
pemegang literatur yang valid pelayanan
program TB (Komitmen Mutu : kesehatan
4. Berkoordinasi Berorientasi mutu)
dengan kepala 5. Saya tidak akan
desa untuk mengeluarkan biaya untuk
melaksanakan penyuluhan dan
penyuluhan. menggunakan alat yang
5. Menyiapkan sudah ada(laptop, infocus)
laptop, infocus (anti korupsi:sederhana)
dan media
edukasi
tentang TB
6. Menyapa dan
memperkenalk
an diri
7. Memberikan
penyuluhan
berupa
informasi yang
tepat dan
akurat
mengenai
penyakit

30
tuberkulosis
8. Memberikan
kesempatan
kepada
peserta
penyuluhan
untuk bertanya
9. Mendiskusikan
pertanyaan –
pertanyaan
tersebut
10. Menutup
penyuluhan
dengan
mengucapkan
salam

31
C. JADWAL IMPLEMENTASI

Jadwal dalam melakukan kegiatan-kegiatan aktualisasi dijelaskan pada tabel


di bawah ini.

Tabel 4.3 Jadwal Implementasi Aktualisasi

Nama Peserta : Riyang Pradewa Admawan


Instansi : Puskesmas Sompak
Tempat Aktualisasi : Puskesmas Sompak

No
Kegiatan Waktu Output Bukti Fisik
.
1 2 3 4 5
1. Pembuatan media 6 Mei 2019 Tersedianya media  Leaflet
edukasi seperti edukasi berupa  Dokumentasi
leaflet mengenai leaflet mengenai
tuberkulosis paru. tuberkulosis
2. Sosialisasi tentang 9 Mei 2019 Terlaksananya  Materi Penyuluhan
tuberkulosis paru edukasi kepada  Foto
dan bahaya drop perawat dan bidan  Absen
out (putus obat) TB sehingga mendapat
kepada perawat informasi yang
dan bidan di lengkap dan jelas
puskesmas mengenai penyakit
sompak agar tuberkulosis agar
pelayanan pelayanan dilakukan
dilakukan sesuai sesuai dengan SOP
dengan SOP
3. Penyuluhan 20 Mei 2019 Terlaksananya  Materi penyuluhan
mengenai penyakit penyuluhan sehingga  Dokumentasi foto
tuberkulosis di pasien mendapatkan
ruang tunggu informasi mengenai
pasien penyakit tuberkulosis
4. Pembagian Masker 8 Mei 2019 s.d Terlaksananya  Dokumentasi foto
bagi 21 Juni 2019 pembagian Masker
suspect/terduga bagi suspect/terduga
kasus TB di poli kasus TB di poli
umum dan ruang umum dan ruang
rawat inap rawat inap sekaligus
pasien mengerti etika
batuk yang baik dan
benar
5. Melakukan 6 Mei 2019 s.d Terlaksananya  Dokumentasi foto
pelayanan medik 21 juni 2019 pelayanan medik
secara tepat dan secara tepat dan
menyeluruh di poli menyeluruh sehingga
rawat jalan pasien mendapatkan
pelayanan medik
yang optimal di poli
rawat jalan

32
6. Penyuluhan pada 16 Mei 2019 Terlaksananya  Materi Penyuluhan
kelompok penyuluhan pada  Dokumentasi foto
masyarakat kelompok  Absen
mengenai masyarakat
tuberkulosis. mengenai
tuberkulosis di desa
yang penduduknya
banyak menderita
tuberkulosis

BAB V

33
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan aktualisasi merupakan kegiatan yang telah direncanakan
untuk mengamalkan nilai-nilai dasar ASN yang merupakan kelanjutan dari
rangkaian kegiatan pelatihan dasar CPNS. Kegiatan aktualisasi dilaksanakan
sesuai rancangan aktualisasi yang telah diseminarkan sebelumnya.

Tabel 5.1 Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Substansi Pelatihan


1. Pembuatan media edukasi seperti leaflet mengenai tuberkulosis paru
Nama Kegiatan : Pembuatan media edukasi seperti leaflet
mengenai tuberkulosis paru
Waktu Pelaksanaan : 6-9 Mei 2019
Kegiatan
Keluaran dan Hasil : Output: Tersedianya media edukasi berupa leaflet
Kegiatan mengenai tuberkulosis
Hasil: leaflet dapat digunakan sebagai sarana
edukasi mengenai tuberkulosis
Bukti Dukung : 1. Catatan konsultasi dengan pimpinan
2. 100 lembar leaflet
3. Foto dokumentasi kegiatan
Uraian Pelaksanaan Tahapan Kegiatan :
Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Berkonsultasi dengan kepala puskesmas dalam pembuatan media
edukasi leaflet.
Tahapan pertama yang saya lakukan adalah menghadap pimpinan
puskesmas pada tanggal 6 Mei 2019 untuk melaporkan bahwa kegiatan
latsar CPNS on campus telah selesai, dan memasuki kegiatan habituasi
di lapangan selama 30 hari. Saya sekaligus langsung memaparkan
rencana kegiatan aktualisasi dengan judul Optimalisasi pelayanan
kesehatan untuk mengurangi kasus drop Out (putus Obat) pasien TB
paru di puskesmas Sompak, berupa 6 kegiatan rancangan aktualisasi.
Namun selama berlangsungnya tahapan kegiatan rancangan
aktualisasi, saya tetap konsultasi dan meminta arahan dari kepala
puskesmas.
Kepala puskesmas menyambut baik rencana kegiatan yang akan
dilakukan, sambil memberikan arahan-arahan diantaranya tentang
rancangan leaflet. Beberapa masukan mengenai media informasi

34
berupa leaflet adalah agar diperbanyak gambar agar lebih menarik.
2. Mendesain media edukasi mengenai tuberkulosis berupa leaflet.
Masukan dan arahan dari kepala puskesmas yaitu diantaranya agar
diperbanyak gambar dan dikemas lebih menarik. Kemudian dengan
menyadur referensi pedoman tatalaksana TB dari Departemen
kesehatan, PPK layanan primer dan hasil arahan dari dr pius tanggal 13
Mei 2019, agar memasukkan referensi Permenkes No 67 tahun 2016
tentang penanggulangan tuberkulosis
3. Mencetak media edukasi mengenai tuberkulosis. Setelah rancangan
leaflet disetujui oleh kepala puskesmas saya mencetak leaflet yang
jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk dibagikan di poli
umum maupun untuk disediakan di ruang tunggu pasien.
4. Membagikan kepada pasien di poli umum.
5. Menyediakan leaflet juga disediakan di ruang tunggu pasien sehingga
baik pasien TB maupun bukan dan keluarga pasien yang sedang
menunggu di ruang tunggu dapat memanfaatkan waktu dengan
membaca leaflet mengenai TB sehingga dapat meningkatkan
pengetahuan mengenai TB paru
Uraian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Etika Publik: Sopan
Meminta izin dengan sopan terlebih dahulu kepada pasien atau keluarga
pasien ketika akan memberikan leaflet

Anti Korupsi: Mandiri


Tidak menerima sponsor dari pihak manapun dalam penyusunan media
informasi sehingga dapat menyebabkan konflik kepentingan

Akuntabilitas: Tanggung jawab


Mengerjakan tugas pembuatan media edukasi tentang tuberkulosis dengan
sungguh-sungguh dan selesai tepat waktu

Komitmen Mutu: Berorientasi mutu


Mengerjakan media informasi tentang tuberkulosis tersebut dengan cermat
agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan literatur yang valid

35
Nasionalisme: Tanggung jawab
Bertanggung jawab terhadap apa yang saya tulis di leaflet bahwa isinya
bersumber dari referensi yang valid

Manfaat Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar bagi Stakeholder


Manfaat yang didapat puskesmas saat saya mengaktualisasikan nilai dasar
dari komitmen mutu yaitu berorientasi mutu adalah media informasi berupa
leaflet tentang tubekulosis dikerjakan dengan cermat dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai literatur yang valid dan aspek kekeluargaan
dengan menerima saran dari pimpinan, di mana leaflet dikemas dengan
menarik serta manfaat leaflet sebagai media informasi dapat tercapai
Dampak Apabila Nilai-Nilai Dasar Tidak Diaktualisasikan
Apabila saya tidak mengaktualisasikan nilai dasar dari komitmen mutu yaitu
berorientasi mutu maka tujuan dari pembuatan leaflet tidak akan tercapai,
yaitu kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang tuberkulosis akan terhambat
sehingga tidak dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
tuberkulosis.

2. Sosialisasi tentang tuberkulosis paru dan bahaya drop out (putus obat)
TB kepada perawat dan bidan di puskesmas sompak agar pelayanan
dilakukan sesuai dengan SOP
Nama Kegiatan : Sosialisasi tentang tuberkulosis paru dan bahaya
drop out (putus obat) TB kepada perawat dan
bidan di puskesmas sompak agar pelayanan
dilakukan sesuai dengan SOP
Waktu Pelaksanaan : 27 Mei 2019
Kegiatan
Keluaran dan Hasil : Output: Terlaksananya sosialisasi kepada
Kegiatan perawat dan bidan

36
Hasil: Sosialisasi dapat membantu meningkatkan
pelayanan tentang TB paru
Bukti Dukung : 1. Surat Undangan
2. Print Out materi sosialisasi
3. Print Out SOP layanan klinis TB
4. Foto dokumentasi kegiatan
Uraian Pelaksanaan Tahapan Kegiatan :
Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Mempersiapkan bahan – bahan edukasi yaitu materi mengenai penyakit
tuberkulosis dan bahaya drop out (putus obat).
Materi yang dipersiapkan menyadur referensi pedoman tatalaksana TB
dari Departemen kesehatan, PPK layanan primer dan referensi
Permenkes No 67 tahun 2016 hasil arahan dr pius pada tanggal 13 Mei
2019.
2. Konsultasi kepada kepala puskesmas mengenai SOP yang sudah ada
tentang pelayanan kasus TB dan konsultasi materi sosialisasi.
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan konsultasi seluruh rangkaian
kegiatan latsar dengan kepala puskesmas pada tanggal 6 Mei 2019.
Konsultasi sekaligus tentang SOP pelayanan klinis tentang TB di
puskesmas Sompak sebagai pedoman dalam melakukan tahap-tahap
penatalaksanaan pasien TB. Kepala puskesmas juga mengarahkan
untuk berkoordinasi dengan Kak muilin selaku pemegang program TB di
puskesmas sompak.
3. Mempersiapkan surat undangan
Kegiatan sosialisasi dilakukan pada tanggal 27 Mei di aula puskesmas
Sompak.
4. Mempersiapkan sarana dan prasarana.
Sarana dan prasarana yang dipersiapkan antara lain, tempat, laptop, dan
LCD.
5. Membuat absen
6. Memberikan informasi yang tepat dan akurat mengenai penyakit
tuberkulosis yang sesuai SOP kepada perawat dan bidan
7. Menanyakan kepada peserta apakah ada pertanyaan atau hal-hal yang
masih belum jelas
8. Mendiskusikan pertanyaan – pertanyaan
9. Menutup dan mengucapkan terima kasih
Masalah yang dihadapi adalah SOP layanan klinis penyakit TB belum
ada, namun kebetulan puskesmas sompak sedang proses akreditasi
sehingga solusinya saya yang ditugaskan di bab VII dengan arahan

37
kepala puskesmas, ketua akreditasi dan Pj UKP membuat SOP layanan
klinis tentang penyakit TB.
Uraian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Etika Publik: Hormat
Menghubungi pimpinan puskesmas untuk meminta izin konsultasi tentang
optimalisasi pelayanan penyakit TB secara langsung dan tatap muka
dengan sopan dan hormat

Anti Korupsi: Disiplin


Memulai materi sosialisasi sesuai jadwal undangan yeng telah dibuat

Akuntabilitas: Kejelasan target


Meminta izin, konsultasi, menjelaskan rencana kegiatan dan tujuan kegiatan
bahwa pelayanan TB agar sesuai SOP kepada kepala puskesmas

Komitmen Mutu: Efektifitas


Mengadakan sosialisasi kepada perawat dan bidan di aula puskesmas,
tempat yang mudah dijangkau oleh para tenaga kesehatan

Nasionalisme: Cinta tanah air


Memberikan paparan dengan bahasa indonesia yang baik dan benar
Manfaat Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar bagi Stakeholder
Manfaat yang di dapat puskesmas saat saya mengaktualisasikan nilai dasar
dari akuntabilitas yaitu kejelasan target yaitu agar pelayanan TB di
puskesmas sompak agar sesuai SOP tentang layanan klinis kasus TB,
diharapkan agar cakupan TB semakin baik dan pasien yang sudah
mendapat pengobatan anti tuberkulosis tidak terjadi drop out( putus obat).

Dampak Apabila Nilai-Nilai Dasar Tidak Diaktualisasikan


Apabila saya tidak mengaktualisasikan nilai dasar dari akuntabilitas yaitu
kejelasan target maka cakupan TB menjadi tidak baik dan pasien yang
sudah mendapat terapi obat anti tuberkulosis berpotensi terjadi drop
out(putus obat)

3. Penyuluhan mengenai penyakit tuberkulosis di ruang tunggu pasien

38
Nama Kegiatan : Penyuluhan mengenai penyakit tuberkulosis di
ruang tunggu pasien
Waktu Pelaksanaan : 20 Mei – 21 juni 2019
Kegiatan
Keluaran dan Hasil : Output: Terlaksananya penyuluhan mengenai
Kegiatan penyakit tuberkulosis di ruang tunggu pasien
Hasil: Penyuluhan tentang TB di ruang tunggu
puskesmas sompak dapat meningkatkan
pengetahuan tentang TB bagi pasien ataupun
keluarga pasien
Bukti Dukung : 1. Print Out materi sosialisasi
2. Foto dokumentasi kegiatan

Uraian Pelaksanaan Tahapan Kegiatan :


Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Mempersiapkan bahan – bahan penyuluhan yaitu materi mengenai
penyakit tuberkulosis dan bahaya drop out (putus obat).
Materi yang dipersiapkan menyadur referensi pedoman tatalaksana TB
dari Departemen kesehatan, PPK layanan primer dan referensi
Permenkes No 67 tahun 2016 hasil arahan dr pius pada tanggal 13 Mei
2019.
2. Membuat presentasi materi penyuluhan mengenai penyakit tuberkulosis.
Membuat media presentasi mengenai tuberkulosis dilakukan dengan
memaparkan pengetahuan mengenai TB, mitos-mitos yang keliru di
masyarakat dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh pasien
sehingga pasien dapat menangkap maksud yang ingin disampaikan,
3. Konsultasi kepada kepala puskesmas mengenai penyuluhan tentang
penyakit TB di ruang tunggu pasien.
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan konsultasi seluruh rangkaian
kegiatan latsar dengan kepala puskesmas pada tanggal 6 Mei 2019.
4. Menyiapkan materi penyuluhan, laptop, infocus, tempat untuk
penyuluhan, dan absen
5. Menyapa dan memperkenalkan diri
6. Memberikan penyuluhan berupa informasi yang tepat dan akurat
mengenai penyakit tuberkulosis yang bersifat audiovisual dan interaktifdi
ruang tunggu pasien dengan menggunakan media power point pada
tanggal 20 Mei – 10 Juni 2019 sehingga pasien yang sedang menunggu

39
giliran berobat, baik pasien dengan TB maupun pasien lainnya dapat
memanfaatkan waktu menunggu dengan mendengarkan penyuluhan
maupun bertanya mengenai TB, dengan demikian pengetahuan pasien
dapat bertambah.
7. Memberikan kesempatan kepada peserta penyuluhan untuk bertanya
8. Mendiskusikan pertanyaan – pertanyaan tersebut
9. Menutup penyuluhan dengan mengucapkan salam

Uraian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:


Etika Publik: Sopan
Memberikan materi dengan tutur kata yang santun dan sopan

Anti Korupsi: kerja keras


Melakukan kegiatan dengan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah
sebelum target tercapai

Akuntabilitas: Tanggung jawab


Membuat materi penyuluhan berdasarkan literatur valid sehingga dapat
dipertangungjawabkan

Komitmen Mutu: Efisien


Membuat media presentasi yang memuat informasi yang padat dan jelas
mengenai tuberkulosis

Nasionalisme: Tidak diskriminatif


Melakukan penyuluhan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik
dan benar , sebagai bahasa persatuan agar masyarakat dari berbagai suku
dan latar belakang dapat memahami materi penyuluhan

Manfaat Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar bagi Stakeholder


Manfaat yang di dapat puskesmas saat saya mengaktualisasikan nilai dasar
dari nasionalisme yaitu tidak diskriminatif yaitu dengan melakukan
penyuluhan dengan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
agar masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang dapat memahami
materi penyuluhan, tingkat pengetahuan mengenai TB dapat meningkat dan

40
meluruskan mitos-mitos yang keliru di masyarakat misal penyebab batuk
darah dikarenakan teluh/santet.

Dampak Apabila Nilai-Nilai Dasar Tidak Diaktualisasikan


Apabila saya tidak mengaktualisasikan nilai dasar dari nasionalisme yaitu
kejelasan target maka tingkat pengetahuan masyarakat mengenai TB tidak
meningkat dan mitos-mitos keliru yang beredar di masyarakat tidak
diluruskan

4. Pembagian masker bagi suspect/terduga kasus TB di poli umum dan


ruang rawat inap
Nama Kegiatan : Pembagian Masker bagi suspect/terduga kasus
TB di poli umum dan ruang rawat inap
Waktu Pelaksanaan : 8 Mei – 21 juni 2019
Kegiatan
Keluaran dan Hasil : Output: Terlaksananya pembagian masker bagi
Kegiatan suspect/terduga kasus TB di poli umum dan
ruang rawat inap
Hasil: Pasien dengan terduga TB menggunakan
masker sehingga mengurangi penularan penyakit
melalui droplet dan pasien mengetahui etika
batuk yang benar
Bukti Dukung : 1. Foto dokumentasi kegiatan
Uraian Pelaksanaan Tahapan Kegiatan :
Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Menghubungi pimpinan untuk meminta izin melakukan kegiatan
pembagian masker bagi terduga kasus TB di poli umum dan ruang
rawat inap.
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan konsultasi seluruh rangkaian
kegiatan latsar dengan kepala puskesmas pada tanggal 6 Mei 2019.
Kepala puskesmas mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Ananias
Hale S.Farm. Apt selaku penanggung jawab tempat penyimpanan obat
dan bahan habis pakai.
2. Mempersiapkan masker.
3. Melakukan screening pasien terduga TB.
Pasien dengan keluhan seperti batuk lebih 2 minggu, penurunan berat

41
badan, berkeringat pada malam hari, demam, batuk bercampur darah
adalah pasien yang kami curigai dengan terduga TB.
4. Memberikan masker dengan ramah
5. Menjelaskan cara etika batuk kepada pasien.

Uraian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:


Etika Publik: Sopan, santun
Memberikan masker dengan salam, sapa sopan dan santun.

Anti Korupsi: Jujur


Membuat pelaporan mengenai kegiatan pembagian masker sesuai data
yang didapat tanpa merubahnya.

Akuntabilitas: Kejelasan target


Membagikan masker hanya pada pasien terduga TB

Komitmen Mutu: Efisien


Membagikan masker secara merata sesuai sasaran

Nasionalisme: Adil
Membagikan masker secara adil tanpa membeda-bedakan SARA
Manfaat Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar bagi Stakeholder
Manfaat yang di dapat puskesmas saat saya mengaktualisasikan nilai dasar
dari nasionalisme yaitu adil yaitu dengan membagikan masker secara adil
tanpa membeda-bedakan SARA sekaligus edukasi etika batuk yang benar
maka akan mengurangi mata rantai penularan TB

Dampak Apabila Nilai-Nilai Dasar Tidak Diaktualisasikan


Apabila saya tidak mengaktualisasikan nilai dasar dari nasionalisme yaitu
adil maka ada pasien terduga TB yang tidak menggunakan masker dan
tidak mengetahui etika batuk yang benar sehingga berpotensi menularkan
ke orang lain.

5. Melakukan pelayanan medik secara tepat dan menyeluruh di poli rawat


jalan
Nama Kegiatan : Melakukan pelayanan medik secara tepat dan

42
menyeluruh di poli rawat jalan
Waktu Pelaksanaan : 6 Mei – 21 juni 2019
Kegiatan
Keluaran dan Hasil : Output: Terlaksananya pelayanan medik secara
Kegiatan tepat dan menyeluruh di poli rawat jalan
Hasil: Pasien mendapatkan pelayanan medis
rawat jalan yang baik
Bukti Dukung : 1. Rekam medis
2. Foto dokumentasi kegiatan
Uraian Pelaksanaan Tahapan Kegiatan :
Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Menyapa pasien dengan ramah dan senyum
2. Memperkenalkan diri
3. Melakukan anamnesis (tanya jawab antara dokter dengan pasien atau
keluarga pasien) secara lengkap
4. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien secara benar dan
menyeluruh
5. Membuat pengantar pemeriksaan penunjang (bila diperlukan)
6. Menegakkan diagnosa
7. Memberikan terapi yang rasional
8. Melakukan edukasi terkait penyakit pasien secara holistik/menyeluruh
9. Memberikan rujukan (bila diperlukan)
10. Membuat pencatatan rekam medis secara lengkap dan sistematis
11. Menuliskan resep obat untuk pasien dengan benar dan dengan tulisan
yang jelas
12. Edukasi ke pasien tentang penyakitnya
Uraian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Etika Publik: Cermat
Melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan mentatalaksana sesuai
disiplin keilmuan
Anti Korupsi: Mandiri
Memberi resep sesuai kebutuhan dan indikasi tanpa pengaruh dari
perusahaan farmasi demi kepentingan pribadi

Akuntabilitas: netral dan adil

43
Memberikan pelayanan medik kepada pasien tanpa membeda-bedakan
SARA

Komitmen Mutu: Efektif


Memberi edukasi kepada pasien secara holistik/menyeluruh bukan hanya
obat yang dikonsumsi tetapi terkait hal –hal yang harus dihindari, pola
konsumsi makan, gaya hidup dan sebagainya yang perlu pasien mengerti
untuk menunjang kesembuhan. Diakhiri dengan selalu menanyakan apakah
ada yang belum dimengerti dan memastikan hal-hal yang berhubungan
dengan keberhasilan terapi.

Nasionalisme: Amanah
Menjaga kerahasiaan rekam medik sesuai peraturan perundang-undangan

Manfaat Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar bagi Stakeholder


Manfaat yang di dapat puskesmas saat saya mengaktualisasikan nilai dasar
dari komitmen mutu yaitu efektif yaitu dengan memberi edukasi kepada
pasien secara holistik/menyeluruh bukan hanya obat yang dikonsumsi tetapi
terkait hal –hal yang harus dihindari, pola konsumsi makan, gaya hidup dan
sebagainya yang perlu pasien mengerti untuk menunjang kesembuhan.
Diakhiri dengan selalu menanyakan apakah ada yang belum dimengerti dan
memastikan hal-hal yang berhubungan dengan keberhasilan terapi
sehingga masyarakat puas dengan pelayanan puskesmas
Dampak Apabila Nilai-Nilai Dasar Tidak Diaktualisasikan
Apabila saya tidak mengaktualisasikan nilai dasar dari komitmen mutu yaitu
efektif maka tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas
akan rendah.

6. Penyuluhan pada kelompok masyarakat desa yang penduduknya


banyak mengalami tuberkulosis.
Nama Kegiatan : Penyuluhan pada kelompok masyarakat desa
yang penduduknya banyak mengalami
tuberkulosis.
Waktu Pelaksanaan : 8 dan 9 Mei 2019
Kegiatan

44
Keluaran dan Hasil : Output: Terlaksananya penyuluhan pada
Kegiatan kelompok masyarakat pada desa yang
penduduknya banyak mengalami
tuberkulosis
Hasil: Sosialisasi dapat membantu
meningkatkan pengetahuan tentang TB paru
dan melakukan screening TB Paru
Bukti Dukung : 1. Absensi
2. Print Out materi sosialisasi
3. Foto dokumentasi kegiatan
Uraian Pelaksanaan Tahapan Kegiatan :
Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Mempersiapkan bahan – bahan edukasi yaitu materi mengenai penyakit
tuberkulosis dan bahaya drop out (putus obat).
Materi yang dipersiapkan menyadur referensi pedoman tatalaksana TB dari
Departemen kesehatan, PPK layanan primer dan referensi Permenkes No
67 tahun 2016
2. Konsultasi kepada kepala puskesmas mengenai penyuluhan kasus TB
pada kelompok masyarakat serta konsultasi materi sosialisasi.
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan konsultasi seluruh rangkaian
kegiatan latsar dengan kepala puskesmas pada tanggal 5 Mei 2019.
Kepala puskesmas juga mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Kak
muilin selaku pemegang program TB di puskesmas sompak dan koordinasi
dengan kepala desa setempat.
3. Memilih lokasi desa yang penduduknya banyak mengalami tuberkulosis.
Setelah berkordinasi dengan kak muilin selaku pemegang program TB didapatkan data
kasus TB pada tahun 2018 sebanyak 15 kasus dengan 5 diantaranya putus obat.
Sedangkan kasus TB berdasarkan wilayah seperti tabel di bawah ini.

NO NAMA DESA JUMLAH KASUS

1 DESA SOMPAK 6 ORANG

2 DESA PAUH 0

3 DESA GALAR 4 ORANG

4 DESA AMAWAKNG 2 ORANG

45
5 DESA TAPAKNG 4 ORANG

6 DESA PAKUMBANG 7 ORANG

7 DESA LINGKONONG 1 ORANG

8 LUAR WILAYAH 1 ORANG


Kegiatan penyuluhan selanjutnya dilakukan di desa pakumbang di mana
merupakan desa dengan angka kesakitan TB tertinggi di puskesmas
sompak.
4. Berkoordinasi dengan kepala desa pa Kumbang untuk melaksanakan
penyuluhan kepada kader posyandu dan aparatur desa serta masyarakat.
Kepala desa sangat mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut,
beliau menjanjikan kepada warganya yang sakit TB dan tuntas pengobatan
akan mendapat reward berupa beras. Kegiatan penyuluhan dilakukan
tanggal 8 Mei 2019 di aula kantor desa pa kumbang dan tanggal 9 Mei
2010 sekaligus dilakukan pemeriksaan dan screening TB. Pasien yang
diduga dicurigai terinfeksi TB akan diminta untuk dilakukan pemeriksaan
dahak.
5. Menyiapkan laptop, infocus dan media edukasi tentang TB
6. Menyapa dan memperkenalkan diri
7. Memberikan penyuluhan berupa informasi yang tepat dan akurat mengenai
penyakit tuberkulosis
8. Memberikan kesempatan kepada peserta penyuluhan untuk bertanya
9. Mendiskusikan pertanyaan – pertanyaan tersebut
10. Menutup penyuluhan dengan mengucapkan salam
Uraian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Etika Publik: Sopan
Menyapa dan memperkenalkan diri dengan sopan

Anti Korupsi: Sederhana


Saya tidak mengeluarkan biaya untuk penyuluhan dan menggunakan alat
yang sudah ada (laptop, infocus)

Akuntabilitas: Kejelasan
Membuat materi bahan penyuluhan yang mudah dipahami oleh masyarakat

46
Komitmen Mutu: Berorientasi mutu
Memberikan materi penyuluhan dengan informasi berdasarkan literatur yang
valid

Nasionalisme: Musyawarah
Saya mengajak berdiskusi bersama atas pertanyaan yang diberikan pasien
Manfaat Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar bagi Stakeholder
Manfaat yang di dapat saat saya mengaktualisasikan nilai dasar dari
komitmen mutu yaitu berorientasi mutu yaitu dengan memberikan materi
penyuluhan berdasarkan literatur yang valid maka tingkat pengetahuan
masyarakat tentang TB akan meningkat, dan melakukan penyuluhan serta
screening TB di desa yang angka kesakitan TB paling tinggi diharapkan dapat
meningkatkan pelayanan puskesmas tentang TB

Dampak Apabila Nilai-Nilai Dasar Tidak Diaktualisasikan


Apabila saya tidak mengaktualisasikan nilai dasar dari komitmen mutu yaitu
berorientasi mutu maka akan berdampak kurangnya pengetahuan masyarakat
akan TB dan cakupan program TB dan angka drop out TB di puskesmas akan
menjadi tidak baik

B. Faktor Penentu Keberhasilan


Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi yang telah direncanakan
tentunya ada beberapa hal yang menghambat terlaksananya kegiatan
aktualisasi, namun terdapat pula beberapa hal yang sangat mendukung
keberhasilan dari terlaksananya kegiatan yang telah direncanakan.
Berikut ini merupakan beberapa faktor yang menentukan keberhasilan
dari kegiatan yang telah direncanakan.
Tabel 5. 2 Faktor Penentu Keberhasilan
No. KEGIATAN OUTPUT/HASIL FAKTOR-FAKTOR
PENENTU
KEBERHASILAN
1. Pembuatan media Output: Tersedianya  Dukungan dari
edukasi seperti media edukasi berupa pimpinan puskesmas
 Sarana dan prasarana
leaflet mengenai leaflet mengenai
yang memadai untuk
tuberkulosis paru tuberkulosis
mencetak leaflet

47
Hasil: leaflet dapat
digunakan sebagai
sarana edukasi
mengenai
tuberkulosis
2. Sosialisasi tentang Output:  Kerja sama yang baik
tuberkulosis paru dan Terlaksananya antara saya, kepala
bahaya drop out sosialisasi kepada puskesmas dan tenaga
(putus obat) TB perawat dan bidan kesehatan lain
kepada perawat dan Hasil: Sosialisasi  Sarana dan prasarana

bidan di puskesmas dapat membantu yang memadai (LCD,

sompak agar meningkatkan Laptop dan listrik)

pelayanan dilakukan pelayanan tentang TB


sesuai dengan SOP paru
3. Penyuluhan Output:  Kerja sama dengan
mengenai penyakit Terlaksananya petugas yang sedang
tuberkulosis di ruang penyuluhan mengenai bertugas
tunggu pasien penyakit tuberkulosis  Ketersedian sarana

di ruang tunggu prasarana yang

pasien memadai (LCD, Laptop

Hasil: Penyuluhan dan listrik)

tentang TB di ruang
tunggu puskesmas
sompak dapat
meningkatkan
pengetahuan tentang
TB bagi
pasien ataupun
keluarga pasien
4. Pembagian Masker Output:  Dukungan dari
bagi suspect/terduga Terlaksananya pimpinan puskesmas
kasus TB di poli pembagian masker dan penanggung jawab
umum dan ruang bagi suspect/terduga kefarmasian

48
rawat inap kasus TB di poli
umum dan ruang
rawat inap
Hasil: Pasien dengan
terduga TB
menggunakan
masker sehingga
mengurangi
penularan penyakit
melalui droplet dan
pasien mengetahui
etika batuk yang
benar
5. Melakukan pelayanan Output:  Kerja sama dengan
medik secara tepat dan Terlaksananya petugas yang sedang
menyeluruh di poli pelayanan medik bertugas
dan  Tersedianya sarana dan
rawat jalan
secara tepat
menyeluruh di poli prasarana yang

rawat jalan mendukung pelayanan

Hasil: Pasien rawat jalan

mendapatkan
pelayanan medis
rawat jalan yang baik
6. Penyuluhan pada Output:  Kerja sama dan
kelompok masyarakat Terlaksananya koordinasi yang baik
desa yang penyuluhan pada antara saya, kepala
penduduknya banyak kelompok masyarakat puskesmas, pemegang
mengalami pada desa yang program TB, Kepala
tuberkulosis. penduduknya banyak desa, Kader posyandu
mengalami dan perawat.
tuberkulosis  Ketersediaan sarana

Hasil: Sosialisasi dan prasarana yang

dapat membantu memadai (tempat

meningkatkan pertemuan)

49
pengetahuan tentang
TB paru dan
melakukan screening
TB Paru

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Aktualisasi yang dilakukan di Puskesmas Sompak merupakan kegiatan untuk
menerapkan nilai-nilai dasar PNS yang terkandung dalam ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
sehingga bisa membentuk PNS yang profesional dan berkarakter.
Berikut beberapa kesimpulan dari hasil aktualisasi yang telah dilakukan:
1. Telah dilaksanakan 6 (enam) kegiatan rancangan aktualisai yang berupa:
a. Pembuatan media edukasi seperti leaflet mengenai tuberkulosis paru.
Dalam pelaksanakan kegiatan pembuatan dan pencetakan leaflet
terganggu karena listrik sering padam sehingga waktu percetakan
sedikit molor dari jadwal.
b. Sosialisasi tentang tuberkulosis paru dan bahaya drop out (putus obat)
TB kepada perawat dan bidan di puskesmas sompak agar pelayanan
dilakukan sesuai dengan SOP. Dalam pelaksanakan kegiatan
ditemukan bahwa SOP layanan klinis tentang penyakit TB belum ada.
Namun bertepatan dengan akreditasi Puskesmas Sompak, saya di
amanahkan tugas di Bab 7. Dengan arahan kepala puskesmas, ketua

50
akreditasi dan Pj UKP saya membuat draft usulan tentang SOP layanan
klinis tentang TB.
c. Penyuluhan mengenai penyakit tuberkulosis di ruang tunggu pasien.
Dalam pelaksanaan ditemukan tingkat pengetahuan masyarakat
tentang TB masih kurang banyak mitos yang masih keliru di
masyarakat misalnya batuk darah disebabkan teluh/santet, namun
antusiasme masyarakat cukup tinggi
d. Pembagian Masker bagi suspect/terduga kasus TB di poli umum dan
ruang rawat inap. Dalam pelaksanakan kegiatan pasien yang terduga
TB masih kurang pengetahuan tentang etika batuk yang benar.
e. Melakukan pelayanan medik secara tepat dan menyeluruh di poli rawat
jalan. Dalam pelaksanaan kegiatan kami terhambat masalah
komunikasi ketika anamnesis terutama pasien orang tua yang tidak
bisa berbahasa Indonesia.
f. Penyuluhan pada kelompok masyarakat desa yang penduduknya
banyak mengalami tuberkulosis. Kegiatan dilakukan di desa pa
kumbang selama 2 hari. Kepala desa sangat mengapresiasi kegiatan,
dibuktikan dengan pasien TB yang tuntas pengobatan akan mendapat
santunan beras. Hari pertama melakukan sosialisasi tentang TB pada
aparatur desa dan kader posyandu dan hari ke dua melakukan
sosialisasi kepada masyarakat, sekaligus melakukan pemeriksaan,
screening TB dan pemeriksaan dahak bagi terduga TB.
2. Berdasarkan lokmin bulanan tanggal 17 Mei 2019 untuk kasus TB di
puskesmas sompak sampai bulan juni 2019 adalah 12 kasus dan 0 kasus drop
out (putus obat).
B. SARAN
1. Pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ANEKA sebaiknya selalu
diperhatikan dan dilakukan oleh seluruh ASN di lingkungan kerja dengan
selalu menanamkan kesadaran akan pentingnya mengaktualisasikan nilai-
nilai ANEKA dalam ruang lingkup kerja maupun kehidupan sehari-hari agar
seluruh pelayanan dalam unit kerja dapat memberikan hasil yang optimal
bagi kepentingan masyarakat.
2. Perlu dilakukan penyuluhan dan screening TB di desa lain kecamatan
Sompak.

51
LAMPIRAN

52
LAMPIRAN

1. Lampiran Kegiatan Pembuatan Media Edukasi Leaflet mengenai


Tuberkulosis Paru

Kegiatan Bukti Kegiatan


Gambar 1. Konsultasi awal
pasca latsar dengan Pimpinan
pada tanggal 6 Mei 2019.

53
Gambar 2. Konsultasi media
edukasi leaflet pada tanggal 10
mei 2019

Gambar 3. Membagikan leaflet


di ruang tunggu pada tanggal 17
Mei 2019

Gambar 4. Menyediakan leaflet


di ruang tunggu pasien pada
tanggal 13 Mei 2019

54
2. Lampiran Kegiatan Sosialisasi tentang tuberkulosis paru dan bahaya drop
out (putus obat) TB kepada perawat dan bidan di puskesmas sompak
Kegiatan Bukti Kegiatan
Gambar 1.
Sosialisasi
tentang TB
paru dan
bahaya drop
out (putus
obat) pada
tanggal 27
Mei 2019

55
Gambar 2.
SOP layanan
Klinis
tentang TB di
puskesmas
sompak

56
3. Lampiran Kegiatan Penyuluhan Mengenai Penyakit Tuberkulosis di Ruang
Tunggu Pasien
a. Print Out Materi Sosialisasi
Idem
b. Dokumentasi Foto Kegiatan
Kegiatan Bukti Kegiatan
Gambar 1. Penyuluhan
Mengenai Penyakit Tuberkulosis
di Ruang Tunggu Pasien pada
tanggal 17 Juni 2019

4. Lampiran Kegiatan Pembagian Masker bagi suspect/terduga kasus TB di


poli umum dan ruang rawat inap
Kegiatan Bukti Kegiatan

57
Gambar 1. Membagikan masker
bagi terduga TB di ruang rawat
jalan tanggal 23 Mei 2019.

Gambar 2. Membagikan masker


bagi terduga TB di ruang rawat
inap tanggal 18 Mei 2019

5. Lampiran Kegiatan Melakukan Pelayanan Medik Secara Tepat dan Menyeluruh


Kegiatan Bukti Kegiatan

58
Gambar 1. Melakukan
Anamnesis kepada pasien
terduga TB pada tanggal 18 Mei
2019

Gambar 2. Melakukan
Pemeriksaan Fisik kepada
pasien terduga TB pada tanggal
18 Mei 2019

Gambar 3. Melakukan edukasi


secara holistik/menyeluruh
tentang TB kepada pasien
terdiagnosis TB Paru kasus
Baru dan kepada PMO
(pengawas menelan obat)

//
Gambar 2. Print Out pencatatan //
rekam medis pasien

59
Gambar 3. Print Out Resep
pasien

6. Lampiran Kegiatan Penyuluhan pada Kelompok Masyarakat Desa yang


Penduduknya Banyak Mengalami Tuberkulosis
a. Print Out Materi Sosialisasi
Idem
b. Dokumentasi Foto Kegiatan
Kegiatan Bukti Kegiatan

60
Gambar 1. Koordinasi dengan
Kepala Desa Pa Kumbang pada
tanggal 6 Mei 2019

/
Gambar 2. Penyuluhan TB paru /
kepada aparatur Desa dan
kader posyandu di aula desa Pa
Kumbang tanggal 8 Mei 2019

Gambar 3. Penyuluhan TB paru,


pemeriksaan dan screening TB
kepada masyarakat di posyandu
desa Pa Kumbang tanggal 9
Mei 2019

LAMPIRAN JADWAL KONSULTASI DENGAN MENTOR

LEMBAR KONSULTASI / PENGENDALIAN OLEH MENTOR


PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN XXII KABUPATEN LANDAK
TAHUN 2019
LAPORAN AKTUALISASI

NAMA dr. Riyang Pradewa Admawan


NOMOR DAFTAR HADIR 25

61
INSTANSI Puskesmas Sompak
TEMPAT AKTUALISASI Puskesmas Sompak
TELP / SMS / WA /
HARI / TANGGAL / PARAF
NO KEGIATAN / OUTPUT EMAIL / TATAP
PUKUL MENTOR
MUKA / DLL
1. Sabtu 6, Mei 2019 Konsultasi revisi judul VIA WA
Pukul 20.45 RA
Output: Judul rancangan
RA menjadi optimalisasi
pelayanan kesehatan
untuk mengurangi kasus
Drop out (putus obat)
pasien TB Paru

2. Senin, 13 Mei 2019 Konsultasi Laporan Via WA


Pukul 08.38 Aktualisasi
Output: Materi referensi
agar di tambahkan
sumber Permenkes no
67 tahun 2016
3. Senin 13 Mei 2019 Konsultasi Laporan Via WA
Pukul 09.15 Aktualisasi
Output : agar rangkaian
kegiatan ditambahkan
screening TB dan
edukasi terhadap PMO

Anjungan , 2019

Mentor, Peserta Pelatihan

dr. Pius Edwin Wiwin dr. Riyang Pradewa Admawan


NIP. 19741107 2006041003 NIP. 199011252019031004
LEMBAR KONSULTASI / PENGENDALIAN OLEH COACH
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN XXII KABUPATEN LANDAK
TAHUN 2019
LAPORAN AKTUALISASI

NAMA dr. Riyang Pradewa Admawan


NOMOR DAFTAR HADIR 25
INSTANSI Puskesmas Sompak

62
TEMPAT AKTUALISASI Puskesmas Sompak
TELP / SMS / WA /
HARI / TANGGAL / PARAF
NO KEGIATAN / OUTPUT EMAIL / TATAP
PUKUL COACH
MUKA / DLL
1. Sabtu 6, Mei 2019 Konsultasi revisi judul Via WA
Pukul 20.45 RA
Output: Judul rancangan
RA menjadi optimalisasi
pelayanan kesehatan
untuk mengurangi kasus
Drop out (putus obat)
pasien TB Paru

2. Sabtu, 15 Juni 2019 Kegiatan konsultasi Via WA


Pukul 20.05 laporan aktualisasi
Output: Perhatikan agar
tahapan kegiatan mengacu
pada RA

3. Minggu 16 Juni 2019 Kegiatan konsultas Via WA


Pukul 07.15 lampiran Aktualisasi
Output: agar evidence
disiapkan dalam bentuk
dokumen

4. Minggu, 23 Juni 2019 Kegiatan : Konsultasi


Pukul 06.45 Laporan aktualisasi Via WA
Output : dokumen agar
dalam bentuk print dan
bukan dalam bentuk foto

5. Senin, 24 Juni 2019 Kegiatan Konsultasi Tatap Muka


pukul 13.00 laporan aktualisasi
Output: menambahkan
kesimpulan dan saran

Anjungan , 2019

Coach, Peserta Pelatihan,

63
Drs. Zaniar Aswandi, MT, M.Sc dr. Riyang Pradewa Admawan
NIP. 19741008 1994121001 NIP. 199011252019031004

DAFTAR PUSTAKA

1. Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi, (2015). Anti Korupsi: Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I II, dan III. Jakarta: LAN.
2. Fatimah, E , & Irawati, E. (2015). MANAJEMEN ASN: Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS Jakarta: LAN Jakarta.
3. Kumorotomo, W, Wirapradja, N. R. D, & Imbaruddin, A. (2015). Etika Publik:
Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN.

64
4. Kusumasari, Bevaola, Septiana Dwiputrianti, dan Enda Layuk Allo, (2015).
Akuntabilitas: Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III .
Jakarta: LAN.
5. Latif, Yudi, Suryanto, Adi, & Muslim, Abdul. (2015). Nasionalisme: Modul
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III
6. Purwanto, E. A, Tyastianti, D. , Taufiq, A, & Novianto, W. (2017). PELAYANAN
PUBLIK: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Jakarta: LAN.
7. Suwarno, Y, & Sejati, T. A. . (2017). WHOLE OF GOVERNMENT: Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia - Jakarta.
8. Yuniarsih, T, & Taufiq, M (2015). Komitmen Mutu: Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN.

65