Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

W DENGAN POST OPERASI

HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEKSTRA (HERNIOTOMI)

DI RUANG MAWAR RSUD PAMBALAH BATUNG AMUNTAI

I. PENGKAJIAN

Tanggal Pengkajian : 05 Juli 2018

Waktu : 11.00 WITA

Oleh : Riri Angelica Barowat Naik, S.Kep

A. Biodata Pasien

Nama : Tn. W

Umur : 31 Tahun

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Laki - laki

Suku Bangsa : Indonesia

Alamat : Ds. Binturu Rt. 01, Kec. Kelua

Tanggal Masuk : 04 Juli 2018

No. RM : 14.11.XX

Diagnosa Medis : Hernia Inguinalis Lateralis Dekstra ( Post Op )

B. Data Penanggung Jawab

Nama : Ny. W

Umur : 29 Tahun

Hubungan dengan Pasien : Isteri

Pekerjaan : Honorer Guru

Alamat : Ds. Binturu Rt. 01, Kec. Kelua

1
II. POLA FUNGSIONAL

1. Persepsi Kesehatan Dan Penanganan Kesehatan

 Keluhan Utama

Setelah operasi cyto dilaksanakan tanggal 04 Juli 2018, terdapat nyeri

luka post operasi HIL Dekstra.

 Riwayat Penyakit Sekarang

Sejak  1 tahun yang lalu terdapat benjolan pada bagian atas kemaluan

tetapi masih bisa naik lagi. Sekitar pukul 07.00 pagi tadi benjolan kembali

turun dan tidak mau naik lagi. Klien masuk UGD RSUD Pambalah

Batung Amuntai dan dilakukan pembedahan cyto atas saran dari petugas,

klien mau untuk di operasi di RSUD Pambalah Batung amuntai.

 Riwayat Penyakit Dahulu

Menurut keterangan klien,  1 tahun yang lalu sudah ada benjolan yang

dirasakan namun hilang timbul apalagi setelah berbaring, tapi tidak

pernah diperiksakan / diobati. Klien riwayat operasi Appendiktomy  7

tahun yang lalu.

 Upaya Pencegahan

Mendatangi instansi kesehatan terdekat seperti Puskesmas

- Prosedur bedah

Pasien sebelumnya pernah menjalani prosedur pembedahan yaitu

Appendiktomy ( 7 tahun yang lalu).

2
 Alergi

Pasien tidak pernah mempunyai riwayat alergi, baik terhadap makanan

maupun bahan-bahan allergen lainnya.

 Kebiasaan

- Tembakau : Klien seorang perokok

- Alkohol : tidak pernah

- Riwayat penggunaan obat-obatan lain

Tidak ada.

 Riwayat Penyakit Keluarga

Dalam keluarga pasien tidak ada anggota keluarga yang menderita

penyakit seperti yang diderita klien saat ini dan tidak ada menderita

penyakit menular.

 Riwayat Sosial

Selama dirawat klien sering ngobrol dengan keluarga. Klien mudah diajak

berkomunikasi dan kooperatif terhadap perawat.

3
2. Pola Nutrisi – Metabolik

 Masukan Nutrisi Sebelum Sakit

Makan nasi biasa, frekwensi 2 – 3 kali sehari, jumlah 1 – 2 piring ( ± 200

– 400 gram) tergantung selera, minum air putih biasa ± 8 – 10 ml/hari.

Tidak ada gangguan pemenuhan nutrisi. Tidak ada makanan pantangan

 Masukan Nutrisi Saat Sakit

Diet bubur biasa (Tinggi Kalori Tinggi Protein), penurunan jumlah

konsumsi dari 1 porsi hingga ½ porsi. Tidak ada kesulitan untuk menelan.

Klien mengatakan kurang terbiasa makanan dalam bentuk bubur.

 Pemeriksaan Fisik

Tanda vital

TD : 120/80 mmHg

Temp : 37º C

HR : 78 kali/menit

RR : 26 kali/menit

- Kulit

Warna kulit sawo matang, tidak pucat, suhu 37,C, turgor baik (dicubit

kembali cepat < 1 detik), tidak ada edema, terdapat lesi luka operasi

pada daerah perut kiri bawah. Tidak terdapat memar.

4
- Mulut

Kebersihan kurang. Gusi tidak ada pembengkakan. Lidah bersih,

mukosa dan tonsil tidak ada peradangan. Wicara normal

- Rambut dan kulit kepala

Warna rambut hitam, tidak beruban, lurus dan tipis. Tidak ada luka pada

kulit kepala.

- Abdomen

(Data Fokus)

Inspeksi : Terdapat luka atau insisi bedah pada quadrant kanan

bawah. Dengan panjang insisi ± 10 cm.

Palpasi : Nyeri tekan pada daerah sekitar operasi.

Gambar :

Luka insisi bedah

3. Pola Eliminasi

- BAB / Faeces

Sebelum sakit klien mengatakan BAB 2 kali sehari. Warna kuning tua. Saat

sakit ( post operasi ) tidak pernah BAB.

5
Pemeriksaan Fisik

Abdomen

Terdapat luka insisi pada quadrant kanan bawah ( ± 10 cm ). Struktur

simetris. Frekwensi bising usus 5 x/menit (Normal: 8-12 x/menit).

Distensi tidak ada.

Rectum

Lesi tidak ada

- BAK / Urine

Saat sakit dan setelah sakit kebiasaan miksi normal, frekuensi 4-5 kali

sehari dengan jumlah  250/miksi, masalah tidak ada.

Pemeriksaan fisik

Ginjal

Tidak teraba, nyeri ketuk tidak ada. Blast/kandung kencing tidak

mengalami distensi. Urethra tidak terkaji.

4. Pola Aktivitas

- Sebelum sakit

Dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

6
- Saat sakit

Klien tidak mampu melaksanakan aktivitas secara penuh karena ada nyeri

pada daerah bekas insisi. Klien hanya bisa berbaring di tempat tidur. Dan

bila ingin beraktivitas harus dibantu oleh keluarga.

- Pemeriksaan Fisik

Pernafasan / Sirkulasi

TD : 120/80 mmHg.

Respirasi : 26 x/menit.

Nadi : 78 x/menit.

Muskuloskeletal

Rentang gerak terbatas, karena adanya nyeri di daerah insisi, tapi masih

bisa beraktivitas di tempat tidur.

5. Pola Tidur – Istirahat

Kebiasaan tidur (sebelum sakit) ± 4 – 5 jam/hari. Pada saat sakit / post

operasi  Pasien mengatakan tidak merasakan masalah dengan tidurnya

kadang-kadang terdapat rasa nyeri namun tidak seberapa..

6. Pola Kognitif – Konseptual

Pendengaran

Normal, tidak ada masalah dari fungsi pendengaran. Klien tidak

menggunakan alat bantu untuk mendengar.

7
Penglihatan

Normal, tidak menggunakan kaca mata.

Nyeri/ketidaknyamanan;

Klien sering merasakan nyeri terasa seperti di iris (perih) di daerah luka post

operasi  Skala 4 (Berdasarkan skala nyeri 0 – 10).

Di Rumah Sakit diberikan injeksi analgesik dan teknik distraksi untuk

menangani nyeri yang dirasakan pasien.

Pemeriksaan Fisik

Mata

Pupil isokor, refleks terhadap cahaya baik yang kiri maupun yang kanan ada.

Status mental

Compos mentis, GCS : 4,5,6

7. Pola Persepsi Diri/Konsep Diri

Tidak ada masalah selama perawatan, baik cara perawatan maupun dari segi

finansial, karena klien dibiayai oleh ASKES.

Klien merasa lega, karena ia telah melewati tahap operasi yang dianggap

sangat mencemaskannya.

Klien serta keluarga menerima dengan baik pelayanan Rumah Sakit terhadap

perawatan post operasinya.

8
8. Pola Peran/Hubungan

Status di dalam keluarga klien adalah sebagai kepala keluarga. Keluarga

memberikan perhatian penuh pada pasien.

9. Pola Koping – Toleransi Stress

Kemampuan beradaptasi baik, cara mengambil keputusan dibantu oleh

keluarga. Klien memecahkan masalah bersama dengan keluarga.

10. Pola Nilai Dan Kepercayaan

Tidak ada pembatasan dalam religius, klien tidak meminta untuk kunjungan

pemuka agama. Selama dalam perawatan pasien hanya berdo’a dan berzikir

kepada Allah SWT terhadap keadaan dan kesembuhannya.

II. ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH

1. DS: Agen Cidera Fisik Nyeri Akut

Klien mengeluh nyeri pada luka bekas ( Luka bekas

insisi, terasa perih  Nyeri skala insisi bedah )

4 (dari skala nyeri 0 – 10)

P : Luka Post Op Herniotomy

Q : Seperti diiris-iris

R : Perut kanan bawah

S : 4 ( 1-10 )

T : Setiap bergerak

DO:

 Adanya insisi bedah pada perut

9
quadrant kanan bawah (± 10 cm).

 Klien tampak meringis setiap

bergerak

2. DS: - Insisi bedah Resiko Infeksi

DO: - (tempat masuknya

organisme)

3. DS: Penurunan dan Intoleransi Aktivitas

 Klien mengeluh badannya terasa kelemahan fisik

lemah dan sakit setiap bergerak sekunder terhadap

operasi
DO:
herniotomi
 Aktivitas klien dibantu oleh istri

dan keluarga.

 Infus terpasang dan DC

 Klien hanya berbaring di tempat

tidur saja.

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri akut berhubungan dengan Agen cidera fisik ( luka insisi bedah )

2. Resiko Infeksi berhubungan dengan prosedur invasif herniotomy

3. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan nyeri luka post op herniotomy

10
11