Anda di halaman 1dari 8

Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Siswa SMK

Oleh : - Aghil Abdullah

A. PENDAHULUAN

Dunia kerja bagi lulusan SMK merupakan dunia baru. Setiap orang tentunya ingin
mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan yang diimpikan. Namun banyak
pencari kerja yang tidak mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Hal ini
mengakibatkan pencari kerja tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan pada
saat berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Apa saja sih yang mesti
disiapkan agar kita sukses memasuki dunia kerja?

a. Pekerjaaan apa yang saya inginkan?

Anda harus tahu betul tentang apa sih sesungguhnya pekerjaan yang paling Anda
inginkan? Apakah pekerjaan ini cocok bagi anda?, Anda memiliki keahlian, kemampuan
dan Anda menyukai pekerjaan ini. Anda betul-betul memimpikannya

b. Langkah apa yang harus dilakukan?

Jika kita sudah menetapkan apa yang saya inginkan, maka kita dapat merencanakan
langkah apa yang sebaiknya saya lakukan. Biasanya pada tahap ini kita memerlukan
saran dan pertimbangan para senior kita yang telah berpengalaman bekerja dan
sukses meraih cita-cita.

Jika kita ingin menjadi seorang teknisi yang handal misalnya, maka sejak kelas satu
SMK harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang teknisi yang baik.Langkah yang
dapat ditempuh adalah memilih jurusan teknik mesin. Diharapkan jika kita memilih
jurusan teknik mesin kita akan memperoleh ilmu serta bekal-bekal ketrampilan yang
baik.Jika kita sudah menentukan, maka kita harus mempersiapkan langkah-langkah
apa yang harus kita lakukan agar cita-cita kita menjadi sukses.

c. Apa yang seharusnya kita persiapkan?

Setelah langkah-langkah untuk mencapai cita-cita itu telah kita tetapkan, maka kita
harus mempersiapkan hal-hal tertentu untuk memenuhi persyaratan yang ada. Jika
kita setelah lulus ingin jadi pegawai, kita harus mempersiapkan hal-hal yang menjadi
persyaratannya. Dari persiapan mental, persiapan untuk menghadapi tes-tes baik tes
tertulis, tes psikologi, tes wawancara dan lain sebagainya. Jika kita ingin menjadi
wirausaha, kita juga harus melakukan persiapan-persiapan agar menjadi wirausaha
yang sukses

d. Pertimbangan Memilih Tempat Kerja


Pemilihan karier atau pekerjaan bukan merupakan masalah bisa atau tidak, suka atau
tidak, atau bahkan cocok atau tidak dengan pribadi dan keilmuan yang dimiliki.
Pemilihan suatu pekerjaan atau lapangan karier membutuhkan beberapa komponen
yang perlu kita perhatikan. Oleh sebab itu, sebelum Memilih Suatu Pekerjaan, hal
perlu kita perhatikan diantaranya :

a). Kesempatan Belajar.

Terasa sekali bahwa setelah lulus ada kekosongan atau "gap" antara dunia kerja
dengan pendidikan atau latar belakang keilmuan kita. Kita ternyata harus
berhubungan bukan hanya sekedar dengan misalnya Rangkaian Listrik, Elektronika,
atau Psikologi, orang sakit, orang bermasalah dan sebagainya. Namun juga harus bisa
bekerja secara tim, berjiwa proaktif, berbicara atau bekerja sama dengan orang
asing, menyusun jadwal atau laporan dan lain-lain. Hal ini dapat diperoleh dari
institusi atau perusahaan yang mapan dan "well organized" atau juga sedang
berkembang namun memberi kesempatan untuk pengembangan diri pegawainya.
Itulah mengapa diperlukan keberanian untuk menerima perbedaan gap tersebut, dan
dari situlah akan kita temukan banyak pelajaran.

b). Lokasi yang tepat.

Kadang kita lupa bahwa tempat kita bekerja selama minimal 8 jam sehari memerlukan
lingkungan yang tepat. Mulai berangkat sampai pulang kerja harus kita perhatikan
semua biaya dan penghasilan/keuntungan yang kita peroleh. Jangan lupa perhatikan
juga "emotional atau social cost" yang kita tanggung dari pengambilan keputusan
tersebut.

c). Nama besar.

Kadang kita perlu suatu "papan loncat" agar kita tercatat pernah bekerja atau terlibat
dengan institusi atau perusahaan besar. Bisa juga itu berupa kerja sama dengan tokoh
besar yang bisa merekomendasikan kita agar dapat pekerjaan yang lebih baik. Oleh
sebab itu, poin pertama tentang bekerja demi mencari pengalaman sangat dibutuhkan
untuk mencapai prestasi kerja dan karier yang jauh lebih baik.

d). Gaji besar.

Karena hal ini sesuai dengan rumus "High Risk High Gain" karena perusahaan yang kita
tempati bukan milik kakek atau nenek kita. Oleh sebab itu, dibutuhkan keberanian
bersikap yang progresif, jauh di luar perkiraan rekan kerja secara umum. Gaji
merupakan hal yang vital untuk kita pertimbangkan.

e). Identifikasi Diri.

Bekerja bukan hanya urusan mencari uang namun merupakan identifikasi diri. Ada
hal-hal di luar material yang membuat dia bahagia dan berharga di hadapan
komunitasnya agar tetap eksis. Pekerjaan apapun yang kita pilih asal memenuhi azas
ini akan membuat kita bahagia dan berharga

B . 10 TIPS ATASI GAGAL MELAMAR KERJA !!!

Untuk mencapai hasil maksimal, perlu kiranya diketahui kesalahan-kesalahan yang


sering timbul dalam rangka melamar kerja.
Berikut ada 10 kesalahan umum yang acap kali dilakukan oleh pencari kerja.

• Surat-surat tidak lengkap.

Periksa dahulu kelengkapan dokumen Anda sebelum melangkah ke luar dari rumah.
Ketidaklengkapan dokumen merupakan salah satu kesalahan fatal yang berakibat
ditolaknya permohonan kerja. Jika Anda termasuk orang yang ceroboh, mintalah
bantuan kerabat dekat atau teman untuk memeriksa dokumen yang dibutuhkan.

• Datang terlambat.

Kebiasaan jam karet yang biasanya bersifat menular sebaiknya ditinggalkan. Banyak
perusahaan asing yang tidak mentoleransi keterlambatan calon pelamar, khususnya
ketika diundang untuk mengikuti serangkaian tes. Untuk mengatasinya, cobalah sehari
sebelum tanggal tes melakukan survai. Tambahkan setengah jam dari waktu tempuh
yang diperlukan.

• Berpakaian kurang sopan.

Keberhasilan bisa jadi dimulai dari pandangan pertama. Penyeleksi tentu akan
mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja pada saat melakukan
wawancara. Karena itu hindari pemakaian aksesori yang berbeda dengan adat
kebiasaan.

• Mencantumkan referensi terlalu banyak.


Referensi dalam curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup memang penting.
Tapi perlu diingat, jangan terlalu banyak karena akan menimbulkan kesan bahwa
Anda memiliki mental suka menonjolkan diri

• Jangan meremehkan hobi.


Bila Anda memiliki hobi unik yang diperkirakan bisa membantu kreativitas kerja, tak
ada salahnya dicantumkan dalam CV. Biasanya pimpinan perusahaan lebih menyukai
pekerja yang berbakat dalam bidangnya. Bila kegemaran itu merupakan faktor
penting dalam posisi yang dilamar, ada baiknya ditulis sesudah perincian pengalaman
kerja.
• Salah tulis atau sebut nama.

Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan
secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan
agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa
seseorang

• Melebih-lebihkan keterampilan.
Umumnya penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-
bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat.
Malahan ada yang mempersiapkan tes praktik langsung untuk menguji kebenaran
laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda
miliki.

• Bicara berbelit-belit.
Wawancara merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan segala keinginan yang
terpatri dalam diri Anda. Pewawancara pasti akan menanyakan semua segi dalam
hubungannya dengan isi CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan.
Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara
rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu
jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda
memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap Anda dterima.

• Meminta fasilitas.
Ada kalanya gaji yang ditawarkan kepada Anda lebih rendah dari yang Anda harapkan.
Tapi, jangan coba-coba meminta fasilitas tertentu yang tidak disediakan perusahaan
seperti antar-jemput, uang transpor, uang makan, dll.

• Lupa memotong rambut.


Rambut gondrong kebanyakan tidak disukai perusahaan, kecuali profesi yang Anda cari
berhubungan dengan hal-hal yang tidak membutuhkan kerapian.
Masih banyak kelalaian lain yang ditemui di lapangan. Namun, ada yang masih dalam
batas toleransi, ada pula yang jarang dikerjakan oleh kebanyakan orang.
Ada satu hal yang perlu diingat, tidak selamanya kepintaran seseorang akan
menghasilkan pekerjaan bagi dirinya. Masyarakat kita masih mendudukkan moralitas
di atas intelektualitas. Apa gunanya jika memiliki inteligensia tinggi, tetapi moralnya
rendah?

C. Yang Perlu Dipersiapkan Saat Wawancara

Persiapan, banyak orang yang menganggap hal ini tidak perlu dalam melamar
pekerjaan. Tampil saja sebagaimana adanya dan biar perusahaan yang menilainya,
begitu pendapat sebagian orang. Pendapat ini memang benar, namun banyak yang
salah kaprah mengartikan ungkapan di atas. Tampil apa adanya berarti anda tidak
melakukan kebohongan, tapi itu bukan berarti anda tidak mempersiapkan diri dengan
baik. Bernagkat perang tanpa mengetahui musuh sama saja dengan bunuh diri,begitu
kata pepatah kuno. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk lebih
meyakinkan calon perusahaan anda berikutnya bahwa andalah yang mereka cari :

1. Bicara rinci saat wawancara


Cari tahu lebih banyak tentang posisi yang ditawarkan, perusahaan dan
produk/pelayanan yang ditawarkan. Semakin banyak anda tahu tentang posisi yang
anda lamar akan semakin baik. Selain itu, persiapan akan membuat anda tampil
percaya diri sendainya ditanya mengenai hal-hal spesifik menyangkut perusahaan atau
pekerjaan anda.

2. Bawa salinan dari resume anda


Tujuannya adalah sebagai cadangan dan berjaga-jaga, siapa tahu diperlukan. 3.
Lakukan kontak mata
Saat diwawancara, jangan menunduk. tatap langsung mata pewawancara setiap kali
anda ingin memberikan jawaban. Dengan melakukan hal ini, anda akan dianggap
sebagai seseorang yang percaya diri dan fokus pada tujuan.

3. Tunjukkan minat dan antusiasme anda terhadap perusahaan

4. Berpakaian secara profesional


Arti kata ’profesional’ di sini bisa berarti banyak hal, terutama di masa sekarang ini.
Seandainya anda bingung, gunakan saja setelan putih hitam seperti yang biasa dipakai
orang yang melamar pekerjaan. Yang palilng penting adalah tampil rapi dan sopan.
Percaya atau tidak, kesan pertama itu penting lho!

5. Jawab pertanyaan dalam waktu 60 detik


Anda mungkin tidak ingin terlihat sebagai seseorang yang pasif, namun omongan yang
terlalu panjang akan membuat pewawancara bosan dan mencoret anda dari daftar
calon favoritnya. Jelas, tegas, dan tepat pada sasaran adalah tujuan yang harus
diutamakan.

6. Dengar dan jawab pertanyaan secara langsung


Seandainya anda merasa ada hal yang tidak jelas, tanyakan langsung untuk klarifikasi.
Hal ini juga berguna untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.

7. Jelaskan prestasi yang pernah anda buat


Jangan pernah sungkan untuk menjelaskan proyek apa saja yang pernah anda kerjakan
di perusahaan sebelumnya. Persiapan diri untuk melakukan penjelasan akan
mempengaruhi bagaimana performa anda di pekerjaan yang anda incar tersebut.

8. Bertanya
Yang dimaksud bertanya di sini bukanlahpertanyaan-pertanyaan klise. Pertanyaan-
pertanyaan yang kritis dan tajam akan menunjukkan bahwa anda adalah orang yang
proaktif (dan memberikan kesan bahwa anda adalah orang yang tepat dan mempunyai
visi untuk memajukan perusahaan).

9. Kirim ucapan terima kasih dua hari setelah wawancara


Tunjukkan bahwa anda berminat dengan posisi yang ditawarkan dan ucapkan terima
kasih pada pewawancara anda karena telah meluangkan waktunya untuk anda. Meski
anda tidak mendapat pekerjaan tersebut, namun dengan memelihara hubungan baik
siapa tahu bila ada posisi yang lebih baik anda menjadi orang pertama yang
dihubungi.

D. PENGENALAN KARAKTER DUNIA KERJA

Sebelum memasuki dunia kerja, sebaiknya kita terlebih dulu mengetahui berbagai
macam karakter kepribadian dan bidang pekerjaan yang sesuai dengan karakter
pribadi masing-masing. Sehingga dapat membantu untuk menambah kepercayaan diri
kita untuk melakukan sesuatu atau dalam mengambil keputusan karirnya. Jenis model
dunia kerja tersebut yaitu:

1. Model Realistik

Orang yang realistik menguasai lingkungan sosial dan fisiknya dengan memilih tujuan-
tujuan, nilai-nilai, dan tugas-tugas yang memerlukan penilaian yang objektif, dan
mesin-mesin, serta menghindari nilai-nilai dan tugas-tugas yang memerlukan
kesubjektifan, intelektual, ekspresi artistik, juga keterampilan serta kepekaan sosial.

Tipe realistik adalah kelaki-lakian, tidak sosial, emosi yang mantap (kestabilan
emosi), bersifat matrealistik, keaslian, kekonkretan, dan berorientasi pada apa yang
ada sekarang.
Orang-orang realistik lebih suka bekerja pada pekerjaan seperti berikut: ahli mesin,
fotografer, pilot, pengawas pembangunan, juru ukur, perwira angkatan bersenjata,
montir mobil, pengemudi, ahli teknik mesin, operator radio, tukang kayu, pengamat
cuaca, masinis lokomotif, juru gambar.

2. Model Intelektual

Orang-orang intelektual menguasai lingkungan fisik dan sosial melalui penggunaan


intelegensi, ia memecahkan masalah melalui manipulasi ide-ide, kata-kata, simbol-
simbol dibandingkan dengan melalui kecakapan fisik dan sosial.

Orang intelektual ditandai oleh sifat-sifat analitis, rasional, berdiri sendiri, radikal,
abstrak, memusatkan perhatian dan pikiran kepada diri sendiri (introvert),
pengertian, kritis, ingin tahu, dan cerdas.

Orang-orang intelektual lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja dalam pekerjaan
sebagai berikut: ahli ilmu fisika, ahli bedah, ahli astronomi, ahli antropologi, ahli
zoologi, ahli atom, ahli kimia, ahli geologi, dokter hewan, ahli ilmu pengetahuan, ahli
biologi, ahli meteorology, ahli matematika, teoritikus pengetahuan.

3. Model Sosial

Orang sosial menguasai lingkungannya dengan memilih tujuan, nilai-nilai, dan tugas-
tugas dimana ia dapat menggunakan kecakapannya demi kepentingan orang lain
dalam hubungan untuk melatih dan mengubah tingkah lakunya. Dalam memecahkan
masalah, dia menyandarkan diri pada pelampiasan emosi dan perasaan daripada
sumber-sumber intelektualnya.

Sifat yang khas dari orang sosial yaitu, termasuk keramahtamahan, suka bergaul,
kebutuhan menyenangkan orang lain, kesadaran sosial, status yang kuat, kebutuhan
untuk menguasai orang lain. Dia lebih mementingkan kesejahteraan orang lain, orang
miskin, tidak berpendidikan, remaja, orang yang tak stabil, dan usia lanjut.

Orang sosial lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan sebagai
berikut: dokter jiwa, pengawas sekolah, konselor pribadi, ahli kenakalan remaja,
kepala sekolah, pengajar jasmani, dokter anak, pekerja sosial, konselor perkawinan,
direktur taman hiburan, ahli psikologi klinis, konselor jabatan, kepala puskesmas,
pengajar sekolah menengah.

4. Model Konvensional

Orang konvensional menguasai lingkungan fisik dan sosial dengan memilih tjuan, nilai-
nilai, dan tugas-tugas yang didukung oleh adat kebiasaan masyarakat. Model
pendekatan orang konvensional terhadap masalah adalah bersifat steritif, praktis,
tepat, dia kurang spintanitas dan keaslian.

Adapun sifat konvensional adalah ia mengadakan kontrol yang baik, rapi, suka
bergaul, dan menciptakan suatu kesan yang baik. Ia sedikit kurang fleksibel,
konservatif, dan keras hati.
Orang konevnsional lebih menyukai pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan
sebagai berikut: kasir bank, ahli statistik, analisis keuangan, pegawai asuransi, peniali
harga, akuntan publik, ahli pajak, sekretaris ketatausahaan, pemeriksa kredit,
manajer kantor, stenografer pengadilan, pegawai kantor pos, pengawas inventaris.

5. Model Enterprising

Orang enterprising (usaha) memilih nilai-nilai, tujuan dan tugas-tugas melalui yang
mana ia dapat mengekpresikan keberaniannya mengambil resiko, kebutuhan untuk
menguasai orang lain, semangatnya besar, keenerjikkannya dan kualitas yang yang
bersifat impulsif.

Orang enterprising ditandai dengan sifat yang persuasif, verbal, ekstrover,


penerimaan diri, percaya diri, keagresifan lisan (berbicara), dan sifat pamer, atau
suka memamerkan kecakapannya.

Orang enterprising lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan
sebagai berikut: pedagang mobil, perwakilan pabrik, politikus, juru lelang, promotor
bisnis, wiraniaga biro penjualan, manajer hotel, produser televisi, spekulan, direktur
perusahaan, manajer penjualan, eksekutif perusahaan.
6. Model Artistik

Orang artistik menguasai lingkungan sosial dan fisiknya dengan menggunakan


perasaannya, emosinya, kata hatinya (intuisi), dan imajinasinya untuk menciptakan
produk dan bentuk-bentuk seni. Bagi orang artistik, pemecahan masalah adalah
dengan cara melibatkan ekspresi imajinasinya dan perasaannnya melalui konsepsi dan
mengerjakan menurut seni yang direncanakan.

Orang artistik menonjolkan diri terutama pada kesan (impresi) dan imajinasi yang
subjektif untuk menafsirkan, dan cara memecahkan masalah terhadap masalah
lingkungan. Orang artistik lebih jauh ditandai dengan pandangan yang kompleks,
keputusan mandiri, memusatkan perhatian dan pikiran pada diri sendiri dan keaslian.

Orang artistik lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan sebagai
berikut: perancang mode, pelawak, novelis, pengubah musik, pengarang, kritikus
musik, penerjemah, pemimpin band, musikus, kartunis, reporter surat kabar,
perancang mebel, dekorator ruang dalam.