Anda di halaman 1dari 5

1

THE UNFORGETABLE MOMENT IN MAKING SOME DRINK

Citra Widyadara,namun murid-murid memanggil dengan sebutan bu Dara.adalah salah satu dari
sekian banyak guru PPL di SMP Negeri 3 Gunungsari.Ini kali pertama sekolah kedatangan
mahasiswa dan mahasiswi Universitas Mataram untuk kegiatan Praktek Pengalaman
Lapangan.Sekolah menengah pertama yang cukup jauh dari tempat tinggal dan membutuhkan waktu
kurang lebih 30 menit untuk tiba di sekolah.Terbayang rasa lelah dan waktu yang tersita.Mengajar
sebagai guru bahasa Inggris selama kurang lebih 1 semester atau 6 bulan lamanya tak pernah
terbayangkan di benak saya akan seperti ini.Karna mungkin ini pengalaman pertama bagi saya terjun
langsung mengajar dalam kelas di hadapan murid-murid dengan berbagai latar belakang dan tingkah
laku yang berbeda.

Dalam praktiknya,guru pamong sudah sering ikut ke dalam kelas untuk memperhatikan cara
mengajar saya.Dan beberapa kali pula saya mengobservasi kelas sebagian rekan PPL sebagai bahan
perbandingan.Dan akhirnya setelah membuat janji dengan guru pamong dan kepala sekolah,tanggal
17 Oktober 2011 adalah hari penilaian di dalam kelas IX A.Saya memilih tema “Make a
Drink”,praktik membuat minuman dalam bahasa inggris Dalam aspek membaca (SK 5,Memahami
makna teks tulis fungsional dan esei pendek sederhana berbentuk procedure dan report untuk
berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari/Kompetensi Dasar 5.3, Membaca nyaring
bermakna teks fungsional dan esei pendek sederhana berbentuk procedure dengan ucapan, tekanan
dan intonasi yang berterima).Walaupun kegiatannya menyangkut tidak hanya skill reading,namun
juga speaking dan writing

Alasannya yaitu pada hari senin pelajaran bahasa inggris adalah pelajaran terakhir sebelum
pulang.Sudah dapat dipastikan kondisi mereka yang malas,ingin cepat pulang,dan
mengantuk.Persiapannya pun terbilang sederhana,biaya dan perlengkapan saya sendiri yang
menanggung.Mulai dari gelas,cangkir,sendok,gula,teh,kopi,susu,air panas,es batu,dll.Bahkan
sebelum jam pelajaran bahasa inggris,saya telah memberi tau mereka perihal kegiatan ini,agar
mereka semangat.

Pada hari H,penampilan perdana di depan kepala sekolah,perasaan menjadi tidak karuan,jantung pun
berdebar-debar. Terpikir oleh saya untuk merubah posisi duduk mereka.Sebernarnya guru pamong
telah lama menyarankan hal itu,namun belum teraksana.Karena baru beberapa hari yang lalu mereka
ulangan harian.Hasil mereka saya jadikan patokan dalam menentukan posisi duduk yang tepat hanya
2

untuk pelajaran bahasa inggris.Siswa yang nilainya cukup tinggi duduk di barisan belakang dan
sebaliknya.Karena hasil observasi saya di kelas mereka yang nilainya rendah rata-rata duduk di
belakang dan tidak kebagian tempat di bagian depan.Agar tidak menimbulkan pro dan kontra,saya
mengetik nama-nama siswa dan menempelnya di bangku masing-masing pada saat jam olahraga
pada hari senin dan menulis memo di papan yang mengatasnamakan Mrs Endang.Padahal itu hanya
siasat saya saja agar mereka mau menerima.Namun hal tersebut tidak efektif,karena sewaktu-waktu
kertas dapat dicabut.Sebelum memulai pelajaran,hal yang wajib dilaksanakan adalah,mengabsen
siswa,lalu menyampaiakn dan menulis di papan materi yang akan dipelajari.Lagi-lagi terupakan oleh
saya untuk menyampaikan indikator.

Saat kepala sekolah masuk suasana berubah seketika,menjadi agak sunyi.Syukurlah,itu sedikit
membantu saya yang kesulitan mengontrol kelas karena volume suara yang terbilang
lembut.Ditemati kemoceng saya siap memulai pelajaran di kelas,selain untuk memukul kaki siswa
yang susah diatur juga untuk menarik perhatian mereka dengan cara memukulkannya di papan atau
di meja.Sehingga tercerminlah sisi tegas bahkan galak dari seorang guru perempuan

Untuk kegiatan pembuka saya telah menyiapkan 2 gambar berukuran besar.Dalam gambar pertama
terdapat anak perempuan dan jendela yang terbuka.Gambar kedua yaitu seorang lelaki dan
pintu terbuka.Gambar itu akan saya tunjukkan pada siswa di depan kelas sedangkan kondisi atau
keterangan tentang gambar itu saya sampaikan secara oral atau lisan.Keterangan gambar pertama
adalah ”Imagine,the girl is still trembling because of the wind comes through the window” dan
guiding question adalah “What should you say to the girl”.Rata-rata dari mereka dengan suara yang
cukup ramai namun serempak menjawab “close the window”. Sehingga secara tidak langsung
mereka dapat membuat imperative sentence.Suara itu berasal dari deretan siswa di bagian
belakan,dimana siswa-siswa tersebut nilainya cukup tinggi.Sehinnga terdengar oleh kepala sekolah
yang duduk di bangku paling belakang bahwa semua siswa dapat menjawab.Ituah tak-tik.Saya
meminta salah satu dari mereka untuk menulisnya di papan.Didi Azroni,siswa yang terbilang
lumayan pandai mencoba menjawab.Namun dia menulis “windows”,padahal di gambar jendelanya
hanya satu.Tidak masalah,yang penting motivasinya untuk maju.Apakah karna dipantau oleh
Kepsek,mungkin saja.Setelah terkumpul 2 contoh ,saya meminta murid yang lain membuat kalimat
perintah tanpa gambar.Mila Ariani menjawab “Clean the class”.Dari contoh tersebut saya
menjelaskan tentang imperative sentence dan menghubungkan kata kerja bentuk pertama(VERB
1)dengan simple present tense.Dua puluh menit telah berlalu.Tiba saatnya masuk ke kegiatan inti
yang menurut saya membutuhkan ekstra waktu.
3

Kegiatan inti saya awali dengan memberikan mereka pertanyaan lisan yaitu “have you ever drunk a
glass of marimas?” “How it taste?” dibarengi dengan terjemahannya.Mereka ada yang menjawab
“pernah”, “yes”, “enak”,”good”.Saya memberi tau mereka “We will make a drink.I will devide you
into 4 big group”.Sebelumnya saya menulis nama group dan jenis minuman yang akan mereka
buat,ada orange water,milk shake,coffee,dan tea.Kelompok ditentukan dengan cara berhitung
dimulai dari siswa paling kanan .Setelah selesai ,saya menyuruh mereka berkumpul dengan
kelompok masing-masing.Yang mendapat nomor 1 berkumpul menjadi 1 kelompok,begitu juga
dengan nomor yang lain.Saya menulis teks prosedur tentang marimas di papan tulis selagi mereka
mencari teman kelompok.Kemudian saya menerangkan tentang teks tersebut

How to make a glass of marimas

Ingrediens Tools

-1 sachet marimas -glass

-Water -spoon

-Ice cube

Step:

First,put 1 sachet marimas into a glass

Second,put some water into a glass

Next,stir well

Last,don’t forget to add the ice cube.

Your marimas is ready

Beberapa hal yang saya tekankan adalah “GOAL” yaitu how to make a glass of
marimas.Sequences,first,next,finally,dll.Kata kerja bentuk pertama (PRESENT TENSE) yang
menunjukkan kalimat itu adaah imperative.Terakhir,”The Quantity of Something” yang luput dari
perhatian saya.Berikutnya saya mendemokan cara mambuat segelas marimas.Sambil saya
menunjukkan alat ,bahan,dan proses pembuatannya para siswa juga ikut membaca teks di papan.

Saya meninstruksikan siswa “make procedural teks with your group and every group should be
present in the front of the class”.Kedengarannya memang agak kurang jelas,terlihat dari wajah siswa
4

yang terus memperhatikan hasil demo,segelas marimas dan tidak langsung merespon perintah
saya.Para siswa mulai berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing.Dalam membuat procedural
text mereka terlalu banyak bertanya kepada guru,padahal kamus telah tersedia.Kelompok yang sudah
selesai maju untuk mendemostrasikan proses pembuatan minuman.Semua kelompok berkesempatan
untuk maju,mengingat waktunya cukup.Sebelum menjelaskan proses pembuatan minuman,dalam hal
ini menyangkut speaking,reading,dan writing,mereka harus menulis teks di papan tulis.Setiap
orang dalam 1 kelompok memiliki tugas masing-masing,ada yang menyebutkan GOAL (how to
make…………),beberapa siswa menyebutkan tools,ingredients,dan siswa yang lain membacakan
steps.Group yang pertama kali tampil adalah group yang membuat “ORANGE WATER” dan diakhiri
oleh group yang digawangi oleh ihtiar,ehsan,mia,ashari,irpan,dan hazizah yang menampilkan proses
pembuatan milk shake.Dari penampilan mereka semua dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam
pembuatannya sangat berhasil,namun intruksi atau proses pembuatan minuman yang dibacakan
hanya didominasi oleh 1 orang saja.Sesuatu yang terlewatkan oleh saya adalah,tidak memikirkan
tentang adjective yang digunakan dalam teks prosedur,seperi stir well,fresh water,dll.
5