Anda di halaman 1dari 14

SEMINAR HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Pelaksanaan Penyuluhan dan Pembinaan Pertanian


di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari,
Kabupaten Jember

Disusun Oleh :

Hafifatul Jannah 019114124


Haifah Febria Vitasari 019035541
Levia Tri Wilujeng 019035899
Lia Afriatin 019036511
M. Ardi 019036765
M. Amir 019036575
Rike Listiyowati 019114457
Slamet Hamdani 019036987
Ulfiatur Rohmah 019114228

Program Studi S-1 Agribisnis


(Bidang Minat Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian)
FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM
UPBJJ – UNIVERSITAS TERBUKA JEMBER
PROGRAM NON PENDAS 2015.2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


PKL atau Praktek Kerja Lapangan adalah kegiatan mahasiswa untuk
belajar menjadi penyuluh lapangan, diharapkan dapat menjadi wahana
penumbuhan keterampilan dan keahlian pada diri mahasiswa. Dalam kegiatan
Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini diharapkan mahasiswa akan memperoleh
keterampilan yang tidak semata-mata bersifat kognitif dan efektif, namun juga
psikomotorik yang meliputi keterampilan fisik, intelektual, sosial dan menejerial.
Melalui Program Studi Agribisnis Bidang Minat Penyuluhan dan
Komunikasi Pertanian FMIPA Universitas Terbuka-Jember yang ditujukan untuk
menghasilkan sarjana dibidang penyuluhan yang professional, berkarakter dan
berbudi luhur.Demi memenuhi Sistem Kredit Semester (SKS) pada semester VII
ini mewajubkan para mahasiswa untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan
(PKL) di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.
Pemilihan tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Pakusari,
Kecamata Pakusari, Kabupaten Jember ini didasarkan pada kedekatan materi atau
pekerjaan dengan keterampilan praktikum yang telah didapat, sehingga
diharapkan terjadi proses kemahiran pada keterampilan peserta Praktek Kerja
Lapangan (PKL).
Pelaksanaan penyuluhan pertanian di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari,
Kabupaten Jember ditinjau dari keadaan desa terletak dibagian timur Kabupaten
Jember memiliki jarak tempuh dari desa ke ibukota kecamatan adalah 6 km dan ke
ibukota kabupaten adalah 12 km dengan waktu tempuh 30 menit. Desa Pakusari
terdiri dari 4 dusun, yaitu Dusun Sumbersuko, Dusun Krajan, Dusun Gempal dan
Dusun Rowo.
Wilayah desa Paakusari berada pada ketinggian ± 143 mdpl dengan
bentangan lahan berupA daratan dan perbukitan.Curah hujan rata-rata wilayah ini
adalah 2.700 mm/tahun dan kisaran suhu antara 25-28 0C.Berdasarkan Schimdt
dan Ferguson daerah ini memiliki tipe iklim D dengan jumlah bulan kering rata-
rata 4 bulan dan jumlah bulan basah rata-rata 8 bulam.
Jumlah penduduk tidak tamat SD/sederajat merupakan jumlah masyarakat
paling banyak di Desa Pakusari dengan pekerjaan dominan sebagai petani.Oleh
karena itu denan adanya Praktek Kerja Lapangan ini diharapkan kita dapat
membantu masyarakat di Desa Pakusari khususnya bagi kelompok tani dan
keluarganya agar dapat merubah dan mendapat tambaan pengetahuan, sikap dan
keterampilan.

1.2 TUJUAN
Praktek Kerja Lapangan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk
mengenal dan mengetahui secara langsung tentang instansi sebagai salah satu
penerapan disiplin dan pegembangan karier.Ketika di lapangan melaksanakan
praktik kerja, mahasiswa dapat menlai tetang pengembangan dari ilmu yang
mereka miliki. Adapun tujuan dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
secara umum adalah sebagai berikut :
 Menjadi media aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah ke tempat
kerja.
 Meningkatkan hubungan kerjasama antara perguruan tinggi dan instansi
terkait.
 Menjadi media promosi lembaga terhadap institusi kerja. Kualitas lembaga
perguruan tinggi dapat terukur dari kualitas para mahasiswa yang
melakukan PKL itu.
 Membantu isntitusi kerja untuk mendapatkan tenaga kerja akademis yang
sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang dimilikinya.
 Memperoleh wawasan tentang dunia kerja yang diperoleh dilapangan.
Mahasiswa akan merasakan secara langsung perbedaan antara teori di
kelas dengan yang ada di lapangan.
 Membantu mahasiswa dalam menigkatkan pengalaman kerja sehingga
dapat menjadi tenaga kerja professional nantinya.
 Lebih dapat memahami konsep-konsep non-akademis di dunia kerja.
 Memberikan pendidikan bagi mahasiswa berupa etika kerja, disiplin, kerja
keras, profesionalitas dan lain-lain.
1.3 PENDEKATAN MASALAH
Jember merupakan penghasil padi terbesar se-Jawa Timur, tepatnya juga
didukung oleh pertanian di Desa Pakusari.Namun dibalik keberhasilan tersebut
masih banyak permasalahan yang terjadi dan dihadapi para petani di Desa
Pakusari tersebut. Salah satu diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya kesadaran masyarakat khususnya keluarga tani atau remaja tani
dalam pemanfaatan pekarangan rumah. Disini masalah yang dihadapi
adalah pekarangan dibiarkan saja sehingga tidak terawatt. Padahal bisa
saja pekarangan ditanami dengan tanaman ohortikultura (cabe, tomat,
sayuran, dll).
2. Kemitraan antara petani terhadap saprodi usaha tani masih terbatas. Petani
belum sepenuhnya ingin bekerjasama dengan kemitraan, jadi dalam
menjual hasil panenyan merasa kesulitan.
3. Pertisipasi dalam anggota kelompok masih kurang . Dalam hali ini
anggota kelompok masih kuarang aktif dalam perteman yang diadakan
oleh kelompok tani. Jadi mereka datang jika hanya ada bantuan dari
pemerintah dan uga biasabya dari sekian anggota kelompok tani yang ada
yang hadir dalam pertemuan hanya beberapa saja.
4. Kurangnya kerjasama anatar kelompok tani dengan HIPPA terkait dengan
penyediaan air. Adanya ketidakpaduan pamahaman kelompok tani dengan
HIPPA mengenai pembagian pengaliran air di lahan petani sehingga
menimbulkan ketidaksingkronan antara kedua belah pihak.
5. Kurangnya meningkatkan pengetahuan tentang metode bercocok tanam
padoi SRI. Disini hanya petani tertentu saja yang bercocok tanam padi
SRI, sehingga petani-petani lain belum banyak yang mengetahuinya.
6. Kurangnya kepedulian petani akan limbah usaha taninya. Disini petani
belum maksimal dalam memanfaatkan limbah pertaniannya, biasanya
disebabkan oleh petani yang malas dalam mengelolah limbah pertann
tersebut.
7. Kurangnya pengetahuan dan penggnaan agen hayati dan musuh alami
dalam meningkatkan produktifitas tanaman pangan. Petani kurang paham
dan mengrti tentang manfaat agenhayati khususnya untuk penegndaliah
hama dan penyakit tanaman.
8. Masih kurangnya petani dalam pengendalian hama terpadu. Petani masih
belum banyak yang mengetahui tentang Pengendalian Hama Terpadu,
maka dari itu perlu adanya pemahaman petani dalam meningkatkan cara
Pengendalian Hama Terpadu.
9. Kurangnya pemahaman petani tentang manfaat penggunaan pupuk
berimbang. Permasalahan ini terkait dengan peningkatan penggunaan
pupuk berimbang adalah 90% tanah persawahan ang ada masih intensif
menggunakan pupuk anorganik cukup besar. Selain itu kurang pahamnya
petani tentang pemupukan berimbang, penggunaan pupuk tanpa dosis dan
takaran yang tidak jelas akan merusak struktur tanah serta petani hanya
melihat kondis hasil panen pada musim sebelumnya bukan melihat dari
sisi fungsi setiap pupuknya.

BAB II
KEADAAN LAPANGAN

2.1 IDENTIFIKASI LAPANGAN


A. DATA BIOFISIK DESA PAKUSARI
Desa Pakusari yang terletak di bagian Timur Kabupaten Jember.Jarak
tempuh dari desa ke ibukota kecamatan adalah 6 km dan ke ibukota kabupaten
adalah 12 km dengan waktu tempuh 30 menit. Desa Pakusari terdiri dari 4
dusun, yaitu : Dusun Sumbersuko, Krajan, Gempal dan Rowo. Adapun batas-
batas wilayah desa adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa Jatian- Solo
Sebelah Timur : Desa Mayang- Kecamatan Mayang
Sebelah Selatan : Desa Mrawan- Kecamatan Mayang
Sebelah Barat : Desa Kertosari dan Desa Sumberpinang
Wilayah Desa Pakusari berada pada ketinggian ± 143 m dpl dengan
bentangan lahan berupa daratan seluas 592,7 Ha dan perbukitan seluas 45
Ha.Curah hujan rata-rata di wilayah ini adalah 2.700 mm/tahun dan kisaran
suhu antara 25-28 ºC. Berdasar Schimdt & Ferguson daerah ini memiliki tipe
iklim D dengan jumlah bulan kering rata-rata 4 bulan dan jumlah bulan basah
rata-rata 8 bulan.
Lahan di wilayah Desa Pakusari memiliki tingkat kesuburan sedang
sampai dengan subur jenis tanahnya adalah tanah lempung liat berpasir
dengan kandungan bahan organik mulai rendah sampai agak baik sekitar 1,00
%- 2,38%.
Berdasarkan ekosistemnya, lahan di wilayah Desa Pakusari ini terbagi
menjadi sawah irigasi seluas 293 Ha, sawah irigasi ½ teknis seluas 37,3 Ha
dan sawah tadah hujan seluas 6 Ha.Sedangkan berdasarkan penggunaanya
terdiri dari lahan pekarangan seluas 85,6 Ha ,tegal kebun 198,8 Ha.

B. SUMBER DAYA MANUSIA


Jumlah penduduk di Desa Pakusari adalah 8.932 orang yang terbagi
menjadi 4.340 orang laki-laki dan 4.592 orang perempuan. Dari jumlah
tersebut jika diklasifikasikan berdasarkan umur adalah : umur 0-12 tahun
berjumlah 2.452 orang, umur 13-22 berjumlah 1.570 orang dan umur 23-56
berjumlah 3.750 orang, dan umur >57 orang berjumlah 1.160 orang.
Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan terbagi menjadi : 1.500
orang tidak tamat SD/sederajat, 1.129 orang tamat SD 1.425 orang tamat
SLTP 1.371 orang tamat SLTA,dan 58 orang tamat D3,42 orang tamat S1,11
orang tamat S2 dan 9 orang tamat S3. Dari segi mata pencaharian penduduk
yang berprofesi sebagai petani sejumlah 2.792 orang, pekerja di sector
jasa/perdagangan sebanyak 887 orang, pegawai (Desa/TNI/POLRI/PNS)
sebanyak 63 orang dan lain-lain 1.962 orang.

C. KEADAAN PERTANIAN
 Tata guna lahan
Jenis tanah di wilayah Desa Pakusari terdiri dari jenis tanah mediteran,
rencina, litosol, dan regosol vulkan.Sebagian besar lokasinya berbatu
karang.Sedangkan kondisi hidrologi di wilayah ini bervariasi hal ini karena
curah hujan yang tidak menentu setiap tahunnya.
Berikut ini adalah data mengenai tata guna lahan Desa Pakusari :
Jenis Tanaman Luas (ha) Persentasi (%)
Padi sawah 305 59,20
Jagung 907 19,10
Ubi kayu 197 12,86
Kacang tanah 123 8,03
Jumlah 1532 100
 Topografi
Pada umumnya Desa Pakusari bertopografi datar, bergelombang dan
berbukit.Desa Pakusari bertopografi datar, berbukit dengan kelerengan yang
landai agak curam dan bergelombang ringan dengan kelerengan lahan rata-rata
25 %.
 Tanaman Pangan
Padi sawah merupakan komoditas unggulan tanaman pangan di desa
Pakusari.Selain memiliki luas lahan yang lebih besar tanaman padi sawah
termasuk dalam peringkat tertinggi dalam hal produktivitas hasil.Pada urutan
berikut adalah ubi singkong/ubi kayu, kemudian jagung dan kacang
tanah.Berikut adalah tabel luas panen dan rata-rata produksi tanaman pangan
di kecamatan Pakusari.

D. PENGGUNAAN TEKNOLOGI

2.2 ANALISA SITUASI

2.3 IDENTIFIKASI MASALAH


No. Jenis Masalah
1. Terbatasnya kerjasama atau kemitraan antara petani dengan saprodi usaha
tani.
2. Kurangnya kesadaran masyarakat khususnya keluarga atau remaja tani
dalam pemanfaatan pekarangan rumah.
3. Partisipasi anggota kelompok tani dalam pelaksanaan tugas pokok dan
fungsinnya di kelompok tani masih kurang.
4. Kurangnya kerjasama kelompok tani dengan HIPPA terkait dengan
penyediaan air.
5. Kurangnya kepedulian petani akan limbah usaha taninya (limbah padi).
6. Kurangnya pengetahuan petani tentang metode bercocok tanam padi SRI.
7. Kurangnya pengetahuan dan penggunaan agen hayati dalam berbudidaya
tanaman oleh petani.
8. Masih kurangnya petani dalam pengendalian hama terpadu.
9. Kurangnya pemahaman petani tentang manfaat penggunaan pupuk
berimbang.
2.4 PEMECAHAN MASALAH
No. Pemecahan Masalah
1.
2. Melakukan penyuluhan kepada keluarga dan remaja tani tentang
pemanfaatan pekarangan rumah.
3.
4. Melakukan pertemuan dan diskusi antara petani dan pengurus HIPPA
untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
5. Melakukan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah padi pada petani
yang sedang berbudidaya padi.
6. Melakukan penyuluhan kepada petani tentang metode SRI dalam
berbudidaya padi.
7. Melakukan penyuluhan kepada petani tentang manfaat dan kegunaan
agen hayati.
8. Melakukan penyuluhan kepada petani tentang PHT (Pengendalian
Hama Terpadu).
9. Melakukan penyuluhan kepada petani tentang pupuk berimbang.

BAB III
HASIL dan PEMBAHASAN
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di Desa Pakusari,
Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember pada bulan September sampai dengan
bulan Oktober 2015.Dilakukan pada kelompok tani Tegal Ajung I, Tegal Ajung II
dan Tegal Ajung III. Penyusunan Rencana kegiatan Penyuluhan pertanian seacar
umum meliputi 4 tahap, yaitu :
1. Perumusan Keadaan
2. Penetapan Tujuan
3. Penetapan Masalah yang mungkin dihadapi
4. Penetapan Cara Mencapai Tujuan
Setelah melakukan prosedur diatas sebelum melakukan kegiatan
penyuluhan kepada petani ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu adalah :
1. Identifikasi Potensi Wilayah
a) Melakukan identifikasi potensi wilayah dengan survei ke desa
lokasi PKL.
b) Mengumpulkan data tambahan baru, pengambilan data dengan
beberapa instrument sesui kebutuhan.
2. Menyusun Materi Penyuluhan
a) Menyusun materi penyuluhan berdasarkan identifikasi potensi
wilayah.
b) Menyusun materi penyuluhan dalam bentuk sinopsis.
3. Metode Penyuluhan
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah metode
penyuluhan secara langsung ( pertemuan, ceramah dan diskusi
kelompok). Sedangkan media yang digunakan adalah
mengkombinasikan antara media cetak (brosur) dan media
elektronik (laptop).

Adapun rincian kegiatan penyuluhan yang sudah kami lakukan adalah


sebagai berikut :
NAMA : Hafifatul Jannah 019114124
Haifa Febria Vitasari 019035541
Levia Tri Wilujeng 019035899
Lia Afriatin 019036511
M. Ardi 019036765
M. Amir 019036575
Rike Listiyowati 019114457
Slamet Hamdani 019036987
Ulfiatur Rohmah 019114228
UPBJJ : UT-Jember
Desa/Kecamatan : Pakusari
No. Hari/Tanggal/Jam Jenis Tempat Keterangan
Kegiatan
1. Kamis, 27-08-2015 Kunjungan Dinas Pertanian Melakukan
08.00 WIB Jember perijinan untuk
melaksanakan
Praktek Kerja
Lapang
2. Kamis, 03-09-2015 Perkenalan UPTD Wilayah 3 Perkenalan
09.00 WIB Jember kepada staf atau
karyawan UPTD
Wilayah 3 Arjasa
untuk melakukan
kegiatan Praktek
Kerja Lapang
3. Senin, 07-09-2015 Kunjungan Kantor Desa
1. 1.Bertemu
08.30 WIB Pakusari pembimbing (Bu
Kabupaten Rani) untuk
Jember membahas judul
Praktek Kerja
Lapang individu
2. 2.Bertemu
dengan Kepala
Desa (Bapak
Misju) untuk
masalah
perijinan
3. 3.Berkunjung
kekediaman
Kepala
kelompok tani
Tegal Ajung 3
(Pak Abdullah)
menanyakan
tentang kegiatan
pada saat
pertemuan
dengan anggota
kelompok tani
4. 4.Berkunjung ke
Kantor HIPA
(Pak Narko)
untuk
menanyakan
perkembangan
HIPA di desa
tersebut
4. Jumat, 26-09-2015 Musyawarah Rumah Ketua Membahas
10.00 WIB Kelompok Tani tentang saluran
Tegal Ajung 3 air di Kelompok
(Pak Abdullah) Tegal Ajung 3
5. Selasa, 29-09-2015 Penyuluhan Dusun Rowo Melakukan
07.30 WIB Desa Pakusari penyuluhan
sesuai judul
Praktik Kerja
Lapang
6. Rabu, 30-09-2015 Praktek Dusun Rowo Melakukan
08.00 WIB Desa Pakusari kegiatan Praktik
penyemaian
sayuran
diantaranya :
terong, cabe,
sawi, kangkung
dan bayam
7. Selasa, 06-10-2015 Seminar Kantor UPBJJ UT Melakukan
08.00 WIB Jember kegiatan seminar
proposal untuk
mengikuti
Praktik Kerja
Lapangan
8. Senin, 12-10-2015 Konsultasi Dusun Rowo 1.Melakukan
08.00 WIB dan Praktik Desa Pakusari konsultasi
berkaitan dengan
jadwal
penyuluhan
2.Melakukan
kegiatan praktik
jahe instan dan
pemindahan
semaian
9. Selasa, 13-10-2015 Kunjungan Kediaman Bapak Melakukan
18.30 WIB dan H. Sofyan dan kegiatan
penyuluhan Pak Hafid penyuluhan di
kelompok Tegal
Ajung 3
10. Selasa, 20-10-2015 Penyuluhan Kediaman Bapak 1.Memberi
19.00 WIB dan H. Sofyan penyuluhan
Sosialisasi tentang materi
penyakit
tanaman dan
musuh alami
2.Melakukan
kegiatan
sosialisasi
GPPTT (Gerakan
Penerapan
Pertanian
Tanaman
Terpadu)
11.
BAB IV
KESIMPULAN dan SARAN

Anda mungkin juga menyukai