Anda di halaman 1dari 5

DRAFT KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PAMERAN PRODUK INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) KABUPATEN GARUT 2019


“AKSESIBILITAS PEMASARAN INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DI ERA DIGITAL”

A. PENDAHULUAN
Pada saat ini tidak dapat diingkari betapa pentingnya peranan Industri Kecil
Menegah (IKM) terhadap penciptaan kesempatan kerja dan sumber pendapatan
masyarakat. Data terakhir dari Kementerian Koperasi dan UKM menujukkan bahwa
sampai pada pertengahan Tahun 2018, banyaknya IKM di Indonesia mencapai 99,99
persen dari jumlah seluruh unit usaha. Peranan IKM dalam penyerapan tenaga kerja
juga sangat besar, yaitu menampung 99,44 persen dari seluruh angkatan kerja yang
ada. Selain itu dari sisi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), kontribusi IKM
terhadap PDB mencapai 63,11 persen, sementara usaha besar yang merupakan 0,01
persen dari seluruh unit usaha memberikan andil sebesar 36,89 persen terhadap PDB.
Perkembangan industri kecil dan menengah (IKM) dalam konteks pembangunan
industri nasional, setidaknya dilandasi oleh tiga alasan. Pertama, IKM menyerap banyak
tenaga kerja. Kecenderungan menyerap banyak tenaga kerja umumnya membuat
banyak IKM juga intensif dalam menggunakan sumberdaya alam lokal. Apalagi, karena
lokasinya banyak di perdesaan, pertumbuhan IKM akan menimbulkan dampak positif
terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja, pengurangan jumlah kemiskinan,
pemerataan dalam distribusi pendapatan, dan pembangunan ekonomi di perdesaan.
Dari sisi kebijakan, IKM jelas perlu mendapat perhatian karena tidak hanya
memberikan penghasilan bagi sebagian besar angkatan kerja Indonesia, namun juga
merupakan ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan. Di perdesaan, peran penting
IKM memberikan tambahan pendapatan, merupakan seed-bed bagi pengembangan
industri dan sebagai pelengkap produksi pertanian bagi penduduk miskin.
Kedua, adanya urgensi untuk mengubah struktur ekonomi yang berbentuk
piramida menjadi semacam gunungan. Puncak piramida dipegang oleh usaha skala
besar dengan ciri-ciri: Beroperasi pada stuktur pasar quasi monopoli oligopolistik,
hambatan masuk tinggi (adanya bea masuk, nontarif, modal, dan lain-lain), menikmati
margin keuntungan yang tinggi, ada akumulasi modal cepat. Pada dasar piramida
didominasi oleh usaha skala menengah dan kecil yang beroperasi dalam iklim yang
sangat kompetitif, hambatan masuk rendah, margin keuntungan rendah, dan tingkat
drop out tinggi. Struktur ekonomi bentuk piramida terbukti telah mencuatkan isu
konsentrasi dan konglomerasi, serta banyak dituding melestarikan dualisme
perekonomian nasional dan neolibarisme dalam perekonomian Indonesia.
Kendati ada beberapa pengartikulasian mengenai industri kecil, namun agaknya
industri kecil mempunyai beberapa karakteristik yang hampir seragam. Pertama, tidak
adanya pembagian tugas yang jelas antara bidang administrasi dan operasi.
Kebanyakan industri kecil dikelola oleh perorangan yang merangkap sebagai pemilik
sekaligus pengelola perusahaan serta memanfaatkan tenaga kerja dari keluarga dan
kerabat dekatnya. Kedua, rendahnya akses industri kecil terhadap lembaga-lembaga
kredit formal sehinga mereka cenderung menggantungkan pembiayaan usahanya dari
modal sendiri atau sumber-sumber lain seperti keluarga, kerabat, pedagang perantara,
bahkan rentenir. Ketiga, sebagian besar industri kecil ditandai dengan belum
dipunyainya status badan hukum. Keempat, dilihat menurut golongan industri tampak
bahwa hampir sepertiga bagian dari seluruh industri kecil bergerak pada usaha industri
makanan, minuman dan tembakau; industri tekstil; dan industri kayu, bambu, rotan,
rumput dan sejenisnya termasuk perabotan rumah tangga. Walaupun IKM memegang
peranan yang sangat penting dalam struktur perekonomian nasional, namun dalam

1
operasionalnya IKM banyak menghadapi permasalahan-permasalahan. Salah satu faktor
yang menjadi permasalahan IKM pada saat ini khususnya di Kabupaten Garut adalah
pemasaran.
Pemasaran merupakan hal penting dalam usaha, baik usaha kecil maupun usaha
yang sudah besar. Tanpa adanya pemasaran, usaha tersebut tidak akan dikenal orang
dan tidak akan menjadi usaha yang besar. Beberapa permasalahan pemasaran IKM di
Kabupaten Garut diantaranya adalah:
1. Kurangnya anggaran serta kemampuan dalam hal mengatur anggaran dana
Dana yang dimiliki industri kecil dan menengah tentu tidak sebanyak dana yang
dimiliki industri yang lebih besar telah maju, sedangkan terkadang para
pengusaha IKM kurang memperhatikan hal tersebut sehingga pemasaran belum
selesai dilakukan ke semua target namun anggaran dana telah habis.
2. Perencanaan strategi pemasaran yang kurang matang
Hal ini disebabkan banyak IKM yang tidak terlalu memperhatikan aspek-aspek
pemasaran serta kurang melakukan perencanaan dalam pemasaran tersebut.
Sehingga pemasaran tidak memberikan hasil yang baik.
3. Target pasar yang terlalu lebar
Sebagaian besar pengusaha Industri kecil dan menengah mempunyai
kecenderugan untuk terlalu luas menyasar target agar usahanya cepat
berkembang. Pasar yang terlalu luas ini sebagian besar menjadi kendala terhadap
perkembangan IKM.
4. Target pasar yang salah
Karena faktor pengetahua yang terbatas, banyak pengusaha IKM tidak
menganalisis terlebih dahulu target mana yang sesuai untuk dipasarkan
produknya sehingga hals tersebut menyebabkan tidak berkembangnya IKM.
Kendala dalam bidang pemasaran bagi IKM di Kabupaten Garut di atas, perlu
dicari solusi bagi permasalahan tersebut, yaitu bagaimana mensiasati keterbatasan
dana untuk pemasaran serta menyiapkan strategi pemasaran bagi pelaku IKM di
Kabupaten Garut.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud Kegiatan Pameran Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Garut
2019 melalui kegiatan Workshop dan Pameran tentang “Aksesibilitas Pemasaran
Industri Kecil Menengah (IKM) di Era Digital”. Memberikan fasilitasi akses pasar secara
langsung kepada IKM sehingga secara tidak langsung hal tersebut akan meningkatkan
kemampuan IKM di Kabupaten Garut. Kegiatan Workshop dan Pameran Produk IKM
melalui Kegiatan Gelar Produk dan akses produk, pada hakekatnya bertujuan:
1. Memperlancar arus informasi antara IKM.
2. Membuka wawasan dan pengetahuan bagi IKM terhadap perkembangan pemasaran
bagi IKM di Kabupaten Garut.
3. Menunjukkan kemampuan IKM di Kabupaten Garut kepada Stakeholder bahwa IKM
di Kabupaten Garut sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi hasil
produknya dengan standart kualitas yang bersaing.

C. TARGET YANG INGIN DICAPAI


Target yang ingin dicapai adalah terselenggaranya pelaksanaan Kegiatan
Fasilitasi Hasil Produksi IKM di Kabupaten Garut dengan program Workshop dan
Pameran. Sehingga bagi para pelaku IKM mendapatkan pemahaman dan pengetahuan
tentang perkembangan pemasaran bagi IKM di Kabupaten Garut.

2
D. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup Pelaksanaan Pameran Produk Industri Kecil Menengah (IKM)
Kabupaten Garut 2019 melalui kegiatan Workshop dan Pameran tentang “Aksesibilitas
Pemasaran Industri Kecil Menengah (IKM) di Era Digital” adalah:
1. Pelaksanaan Workshop yang dimana dalam kegiatan tersebut para peserta yang
memiliki keahlian diberikan pengajaran/pelatihan untuk mendapatkan
pemahaman dan pengetahuan tentang perkembangan pemasaran bagi IKM di
Kabupaten Garut.
2. Pelaksanaan Pameran Produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang dimana para
peserta dipromosikan dan diperkenalkan hasil dari IKMnya.

E. METODE PELAKSANAAN
Metode kegiatan Pameran Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Garut
2019 melalui kegiatan Workshop dan Pameran tentang “Aksesibilitas Pemasaran
Industri Kecil Menengah (IKM) di Era Digital” akan dilakukan dengan beberapa tahapan
yaitu:
1. Koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Dinas Kab/Kota.
2. Survey lapangan dan pengumpulan data.
3. Proses seleksi Peserta Pameran.
4. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan ini didukung dengan Even Organizer dalam
penyiapan transportasi, akomodasi, perlengkapan peserta.
5. Persyaratan Peserta Kegiatan ini adalah IKM dengan persyaratan:
a. Berjenis Kelamin Laki=Laki/Perempuan.
b. Memiliki kemampuan komunikasi dan paham betul tentang spesifikasi produk
dan proses produksinya.
c. Sanggup mengikuti kegiatan Workshop dan pameran hingga berakhir.
d. Memiliki produk yang berkualitas, menarik dan memiliki merk sendiri.

F. ORGANISASI PELAKSANA
Susunan Tim pelaksana pada pelaksanaan Pameran Produk Industri Kecil
Menengah (IKM) Kabupaten Garut 2019 melalui kegiatan Workshop dan Pameran
tentang “Aksesibilitas Pemasaran Industri Kecil Menengah (IKM) di Era Digital”, adalah
sebagai berikut:
1. Penanggung Jawab, 1 Orang.
2. Ketua Pelaksana, 1 Orang.
3. Wakil Ketua Pelaksana, 1 Orang.
4. Sekretaris, 1 Orang.
5. Bendahara, 1 Orang.
6. Anggota, 15 Orang.

G. JADWAL DAN LOKASI KEGIATAN


Pameran Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Garut 2019 melalui
kegiatan Workshop dan Pameran tentang “Aksesibilitas Pemasaran Industri Kecil
Menengah (IKM) di Era Digital”, dilaksanakan rencana pada bulan Mei 2019 dan
bertempat di Kampus Universitas Garut. Dengan timeline sebagai berikut:

3
Juli 2019
Kegiatan
05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15-19
Persiapan Acara:
- Rapat persiapan
- Undangan
- Belanja Bahan dan Sewa
- Dll
Training of Trainers dan Briefieng
Pelaksanaan Kegiatan
Laporan Kegiatan dan Keuangan

H. RUNDOWN KEGIATAN
Waktu Durasi Uraian Kegiatan PJ Tempat
05.30 – 06.00 30’ Briefing dan Persiapan Tim Gazebo
06.30 - 06.55 25’ Persiapan Registrasi Tim Gazebo
Registrasi Peserta:
07.00 - 08.05 60’ 1. Registrasi Peserta Pameran Tim Gazebo
2. Registrasi Peserta Workshop Aula Fekon
Persiapan Pembukaan Workshop
08.10 - 07.15 15’ Tim
(Semua Peserta dan Tamu Undangan)
Pembukaan
07.20 - 07.30 10’ 1. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Acara
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan Shalawat
07.35 - 07.50 15’ Sambutan-Sambutan
07.55 - 08.00 5’ Persiapan Penampilan Acara Aula Fekon
08.05 – 08.35 30’ Penampilan Talent
08.40 - 08.50 10’ Persiapan Materi Workshop Moderator
09.00 - 11.00 120’ Materi Workshop Narasumber
11.10 - 12.30 80’ Break, Game, Door Prize dan ISHOMA Acara
Peserta berkumpul di Aula diberikan arahan dan di
12.40 – 13.00 20’ arahkan untuk ke lapangan dalam memperkenalkan Acara
IKMnya
13.10 – 15.10 120’ Promosi IKM Tim
15.20 – 16.00 40’ Door Prize Tim
Lapangan
16.00 – 17.00 60’ Penampilan Talent
17.10 - 17.30 20’ Penutupan Tim

I. ANGGARAN BIAYA
Pelaksanaan Pameran Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Garut 2019
melalui kegiatan Workshop dan Pameran tentang “Aksesibilitas Pemasaran Industri
Kecil Menengah (IKM) di Era Digital” menggunakan anggaran biaya yang berasal dari
APBD Kabupaten Garut. Sebesar 90.600.000 dan dana tersebut menjadi 81.540.000,-
(Pajak PPN 10%). Dengan rincian sebagai berikut:

VOLUME SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH


BELANJA BAHAN Rp 21,050,000.00
ATK dan Bahan Habis Pakai 1 pkt x 1 keg 1 pkt Rp 500,000.00 Rp 500,000.00
Fotocopy, Penggandaan dan Pelaporan 1 pkt x 1 keg 1 pkt Rp 250,000.00 Rp 250,000.00
Makan siang (peserta plus undangan) 100 org x 1 keg 100 box Rp 45,000.00 Rp 4,500,000.00
Snack Pagi (peserta plus undangan) 100 org x 1 keg 100 box Rp 18,000.00 Rp 1,800,000.00
Kaos Peserta, panitia, dan undangan 100 pkt x 1 keg 100 pkt Rp 75,000.00 Rp 7,500,000.00
Cetak spanduk (backdrop + tanda tangan
1 pkt x 1 keg 1 pkt Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00
bersama + banner/photobooth)
Doorprize 1 pkt x 1 keg x 1 hari 1 pkt Rp 3,000,000.00 Rp 3,000,000.00
Instalasi Listrik, dll 1 pkt x 1 keg x 1 hari 1 pkt Rp 1,500,000.00 Rp 1,500,000.00

BELANJA JASA PROFESI Rp 9,850,000.00


Biaya Narasumber Pakar 2 org x 2 jam x 1 keg 4 org Rp 900,000.00 Rp 3,600,000.00
Biaya Narasumber Lokal 2 org x 2 jam x 1 keg 4 org Rp 900,000.00 Rp 3,600,000.00
Biaya Pembawa Acara 2 org x 1 keg x 1 keg 2 org Rp 150,000.00 Rp 300,000.00
Biaya Moderator 2 org x 1 keg x 1 keg 1 org Rp 350,000.00 Rp 350,000.00
Biaya Pengisi Acara 1 pkt x 1 keg x 1 keg 1 pkt Rp 2,000,000.00 Rp 2,000,000.00

4
VOLUME SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH
BELANJA SEWA Rp 44,840,000.00
Sewa Gedung 1 pkt x 1 kl x 1 keg 1 pkt Rp 5,000,000.00 Rp 5,000,000.00
Sewa Kamera 1 pkt x 1 keg x 1 hari 1 pkt Rp 500,000.00 Rp 500,000.00
Sewa HT 20 pcs x 1 keg x 1 hari 20 pcs Rp 26,000.00 Rp 520,000.00
Sewa Kipas Blower 10 buah x 1 keg x 1 hari 10 buah Rp 250,000.00 Rp 2,500,000.00
Sewa Stand Sarnafil 3x3 25 buah x 1 keg x 1 hari 25 buah Rp 500,000.00 Rp 12,500,000.00
Sewa Stand Sarnafil 5x5 2 buah x 1 keg x 1 hari 2 buah Rp 800,000.00 Rp 1,600,000.00
Sewa Meja Bundar 4 buah x 1 keg x 1 hari 4 buah Rp 180,000.00 Rp 720,000.00
Sewa Tenda, Dekorasi, Leveling, dll 1 pkt x 1 keg x 1 hari 1 pkt Rp 5,000,000.00 Rp 5,000,000.00
Sewa Panggung, Sound System dan
1 pkt x 1 keg x 1 hari 1 pkt Rp 14,000,000.00 Rp 14,000,000.00
Alat Musik
Sewa Genset 1 buah x 1 keg x 1 hari 1 buah Rp 2,500,000.00 Rp 2,500,000.00

BELANJA TRANSPORT Rp 5,800,000.00


Transport Peserta 100 org x 1 keg x 1 keg 100 org Rp 50,000.00 Rp 5,000,000.00
Transport Narasumber 4 org x 1 keg x 1 keg 4 org Rp 200,000.00 Rp 800,000.00
TOTAL Rp 81,540,000.00

J. PENUTUP
Demikian Kerangka Acuan Kerja Pameran Produk Industri Kecil Menengah (IKM)
Kabupaten Garut 2019 melalui kegiatan Workshop dan Pameran tentang “Aksesibilitas
Pemasaran Industri Kecil Menengah (IKM) di Era Digital” dibuat sebagai pedoman dalam
pelaksanaan kegiatan dan apabila terdapat ketentuan-ketentuan yang belum
tercantum dalam Petunjuk Teknis ini akan diatur kemudian.