Anda di halaman 1dari 8

MODUL

JARAK DALAM RUANG

Kompetensi Dasar
3.1. Mendeskripsikan jarak dalam ruang (antartitik, titik ke garis, dan titik ke bidang)
4.1. Menentukan jarak dalam ruang (antartitik, titik ke garis, dan titik ke bidang)

Tujuan Pembelajaran
3.1.1. Peserta didik dapat menggambar jarak antartitik dalam ruang melalui pembelajaran dengan metode
penugasan dan diskusi dengan benar.
4.1.1. Peserta didik dapat menghitung jarak antartitik dalam ruang melalui pembelajaran dengan metode
penugasan dan diskusi dengan benar.
3.1.2. Peserta didik dapat menggambar jarak titik ke garis dalam ruang melalui pembelajaran dengan metode
penugasan dan diskusi dengan benar.
4.1.2. Peserta didik dapat menghitung jarak titik ke garis dalam ruang melalui pembelajaran dengan metode
penugasan dan diskusi dengan benar.
3.1.3. Peserta didik dapat menggambar jarak titik ke bidang dalam ruang melalui pembelajaran dengan
metode penugasan dan diskusi dengan benar.
4.1.3. Peserta didik dapat menghitung jarak titik ke bidang dalam ruang melalui pembelajaran dengan metode
penugasan dan diskusi dengan benar.

MATERI PRASYARAT
Perhatikan gambar berikut! Proyeksi
Proyeksi adalah pemetaan suatu daerah secara
tegak lurus terhadap daerah lainnya.
Contoh
1. Perhatikan gambar berikut!

Teorema Pythagoras pada Segitiga ABC


• 𝑐 2 = √𝑎2 + 𝑏2

Perbandingan Trigonometri pada Segitiga ABC


𝑎
• sin 𝐴 = 𝑐
𝑏
Proyeksi garis AB terhadap garis l
• cos 𝐴 = 𝑐 menghasilkan garis A′B′.
𝑎
• tan 𝐴 = 𝑏 2. Perhatikan gambar berikut!

Aturan Sinus pada Segitiga ABC


𝑎 𝑏 𝑐
• sin 𝐴
=
sin 𝐵
=
sin 𝐶

Aturan Cosinus pada Segitiga ABC


• 𝑎2 = 𝑏2 + 𝑐 2 − 2𝑏𝑐 cos 𝐴
• 𝑏2 = 𝑎2 + 𝑐 2 − 2𝑎𝑐 cos 𝐵
• 𝑐 2 = 𝑎2 + 𝑏2 − 2𝑎𝑏 cos 𝐶 Pada kubus ABCD.EFGH proyeksi titik F
terhadap garis AC menghasilkan titik F′.
MATERI PRASYARAT
Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang Contoh
1. Kedudukan titik terhadap garis
• Titik terletak pada garis.
• Titik berada di luar garis.
2. Kedudukan titik terhadap bidang
• Titik terletak pada bidang.
• Titik berada di luar bidang.
3. Kedudukan garis terhadap garis lain
• Dua garis saling berpotongan.
• Dua garis saling sejajar.
• Dua garis saling berimpit.
Pada kubus ABCD.EFGH
• Dua garis saling bersilangan.
➢ Titik D dan F berada pada garis DF.
4. Kedudukan garis terhadap bidang
➢ Titik A, D, F, dan G berada diluar bidang BCHE.
• Garis terletak pada bidang.
➢ Garis DE sejajar dengan garis CF.
• Garis memotong (menembus) bidang.
➢ Garis AB, AE, BC, BF, EF, dan EH berpotongan
• Garis tegak lurus pada bidang.
dengan garis BE.
• Garis sejajar dengan bidang. ➢ Garis AB, AE, DC, dan DH bersilangan dengan
5. Kedudukan bidang terhadap bidang lain garis FG.
• Dua bidang saling berimpit. ➢ Bidang AFH sejajar dengan bidang BDG.
• Dua bidang saling sejajar.
• Dua bidang saling berpotongan.

MATERI POKOK
✓ Jarak Titik ke Titik dalam Ruang
✓ Jarak Titik ke Garis dalam Ruang
✓ Jarak Titik ke Bidang dalam Ruang

A. Jarak Titik ke Titik dalam Ruang


Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis antara kedua titik tersebut.
Contoh
Perhatikan gambar berikut!

Jarak titik A ke titik B adalah panjang ruas garis AB.

B. Jarak Titik ke Garis dalam Ruang


Jarak titik P ke garis AB adalah panjang ruas garis dari titik P ke hasil proyeksi titik P terhadap
garis AB.
Contoh
1. Perhatikan gambar berikut!
Jarak Titik P ke garis AB adalah panjang PP′.

2. Perhatikan gambar berikut!

Pada kubus ABCD.EFGH jarak titik A ke garis CF adalah panjang AA′.

C. Jarak Titik ke Bidang dalam Ruang


Jarak titik P ke bidang α adalah panjang ruas garis dari titik P ke hasil proyeksi titik P terhadap
bidang α.
Contoh
1. Perhatikan gambar berikut!

Jarak dari titik P ke bidang α adalah panjang PP′.

2. Perhatikan gambar berikut!

Pada kubus KLMN.OPQR jarak titik K ke bidang LON adalah panjang KK′.

D. Menghitung Jarak Titik ke Titik, Titik ke Garis, Titik ke Bidang dalam Ruang
Untuk menghitung jarak titik ke titik, titik ke garis, titik ke bidang dalam ruang dapat
menggunakan konsep teorema Pythagoras, dimensi tiga, luas segitiga, aturan sinus, aturan
cosinus, atau konsep matematika lain yang relevan.
Contoh Soal
1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 10 cm. Hitunglah jarak!
a. Titik A ke H
b. Titik A ke P (titik P adalah perpotongan diagonal ruang)
c. Titik A ke garis CE
d. Titik A ke bidang BCGF
e. Titik A ke bidang BDHF
f. Titik A ke bidang BDE
g. Garis AE ke garis CG
h. Bidang ABCD ke bidang EFGH
Jawaban
a. Jarak titik A ke H adalah panjang AH.

𝐴𝐻 = √𝐴𝐷2 + 𝐷𝐻 2 = √102 + 102 = √100 + 100 = √200 = 10√2 cm

b. Jarak titik A ke P adalah panjang AP.

Ingat!
Sebuah kubus dengan panjang rusuk s memiliki:
✓ Panjang diagonal ruang = 𝑠√3
✓ Panjang diagonal sisi = 𝑠√2

1 1
𝐴𝑃 = 2 𝐴𝐺 = 2 ∙ 10√3 = 5√3 cm

c. Jarak titik A ke garis CE adalah panjang AA′.

1 1
Luas segitiga CAE = ∙ 𝐴𝐶 ∙ 𝐴𝐸 = 2 ∙ 𝐶𝐸 ∙ AA′
2
1 1
∙ 10√2 ∙ 10 = 2 ∙ 10√3 ∙ AA′ .......( kedua ruas dibagi 5 )
2
10√2 = √3 ∙ AA′ .......( kedua ruas dibagi √3 )
10√2
AA′ =
√3
10√2 √3
AA′ = ∙ .......( merasionalkan penyebut )
√3 √3
10
AA′ = √6 cm
3

d. Jarak titik A ke bidang BCGF adalah panjang AB = 10 cm.

e. Jarak titik A ke bidang BDHF adalah panjang AA′.

1 1
AA′ = 2 𝐴𝐶 = 2 ∙ 10√2 = 5√2 cm

f. Jarak titik A ke bidang BDE adalah panjang AA′.


1 1
➢ 𝐴𝑂 = 2 𝐴𝐶 = 2 ∙ 10√2 = 5√2
➢ 𝑂𝐸 = √𝐴𝐸 2 + 𝐴𝑂2
2
= √102 + (5√2)
= √100 + 50
= √150
= 5√6

1 1
Luas segitiga OAE = ∙ 𝐴𝑂 ∙ 𝐴𝐸 = 2 ∙ 𝑂𝐸 ∙ AA′
2
1 1 5
∙ 5√2 ∙ 10 = 2 ∙ 5√6 ∙ AA′ .......( kedua ruas dibagi 2 )
2
10√2 = √6 ∙ AA′ .......( kedua ruas dibagi √6 )
10√2
AA′ =
√6
′ 10√2 √6
AA = ∙ .......( merasionalkan penyebut )
√6 √6
10
AA′ = √12
6
10 10
AA′ = ∙ 2√3 = √3 cm
6 3
g. Jarak garis AE ke garis CG adalah panjang EG = AC = 10√2 cm.

h. Jarak bidang ABCD ke bidang EFGH adalah panjang AE = BF = CG = DH = 10 cm.

2. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 4 cm. Tentukanlah!


a. Jarak titik H ke diagonal sisi AC.
b. Jarak titik P ke bidang ACGE dengan P adalah titik tengah EH.
Jawaban
a. Jarak titik H ke diagonal sisi AC adalah panjang HH′.

➢ 𝐻𝐶 = diagonal sisi = 4√2


1 1
➢ 𝐶𝐻 ′ = 𝐴𝐶 = ∙ 4√2 = 2√2
2 2

2 2
HH ′ = √𝐻𝐶 2 − (𝐶𝐻′)2 = √(4√2) − (2√2) = √32 − 8 = √24 = 2√6 cm

b. Jarak titik P ke bidang ACGE adalah panjang PP′.

Dari gambar diketahui besar sudut PEP′ = 45º dan panjang EP = 2 cm sehingga berlaku aturan
sinus pada segitiga PEP′.
PP′ 𝐸𝑃
=
sin E sin P′
PP′ 2
= sin 90°
sin 45°
PP′ 2 1
1 =1 .......( kedua ruas dikali 2 √2 )
2
√2
1
PP ′ = 2 ∙ 2 √2
PP ′ = √2 cm

Latihan Soal Formatif


Selesaikanlah soal-soal berikut dengan cara yang tepat!
1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Hitunglah jarak antara:
a. titik A ke P (titik P adalah perpotongan garis EG dan FH)
b. titik H ke garis AC
c. titik C ke bidang BDG
d. garis AE dan CG
e. bidang HFC dan DBE
2. Diketahui balok PQRS.TUVW dengan PQ = 4 cm, QR = 3 cm, PT = 6 cm. Hitunglah jarak
antara:
a. titik V ke bidang RSTU
b. titik Q ke bidang PRVT
3. Diketahui limas beraturan T.ABCD dengan AB = 10 cm, TA = 12 cm. Hitunglah jarak antara:
a. titik B ke garis AT
b. titik T ke bidang ABCD
c. titik A ke bidang TBC
4. Diketahui bidang empat beraturan T.ABC dengan panjang rusuk 8 cm. Hitunglah jarak T ke
bidang ABC!
5. Diketahui bidang empat beraturan T.ABC dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P membagi garis
AB sama panjang. Hitunglah panjang proyeksi:
a. garis TB terhadap bidang ABC
b. garis TP terhadap bidang ABC
c. garis TB terhadap bidang TPC
DAFTAR PUSTAKA

Ari Y., Rosihan dan Indriyastuti. (2015). Perspektif MATEMATIKA 1 untuk Kelas X SMA dan MA.
Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
As’ari, Abdur Rahman, dkk.. (2018). MATEMATIKA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Edisi Revisi 2018 SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII. Jakarta: CV Putra
Nugraha.
Darfisuwir. (2016). Konsep Jarak pada Dimensi Tiga atau Bangun Ruang. (Online).
(https://www.konsep-matematika.com/2016/04/konsep-jarak-pada-dimensi-tiga-atau-
bangun-ruang.html, dikunjungi 11 Juni 2019).