Anda di halaman 1dari 64

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA

PENINGKATAN PENERAPAN PENCEGAHAN


PENGENDALIAN INFEKSI DI IGD RSUD KOTA
SURAKARTA

Nama Peserta : Oryza Benazhir Gandhi Conceicao Miguel ,AMK


Gololongan : II
NIP : 19920323 201902 2 006
Jabatan : Perawat Terampil
Unit Kerja : RSUD Kota Surakarta
Coach : Ir.Surata
Mentor : Chandra Kushartanto , S.Kep

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


PEMERINTAH KOTA SURAKARTA BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
2019

i
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI


NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA

PENINGKATAN PENERAPAN PENCEGAHAN PENGENDALIAN


INFEKSI DI IGD RSUD KOTA SURAKARTA

Nama : Oryza Benazhir Gandhi Conceicao Miguel ,AMK


NIP : 19920323 201902 2 006

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:

Hari : Rabu
Tanggal : 15 Mei 2019
Tempat : SKADIK 401 Lanud Adi Soemarmo

Surakarta , 02 Juli 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Oryza Benazhir Gandhi Conceicao Miguel ,AMK


NIP. 19920323 201902 2 006

Menyetujui,
Coach, Mentor,

Ir. Surata Chandra Kushartanto ,S.Kep


NIP. 19590617 199103 1 002 NIP. 19820618 200501 1 007

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI


NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA

PENINGKATAN PENERAPAN PENCEGAHAN PENGENDALIAN


INFEKSI DI IGD RSUD KOTA SURAKARTA

Nama : Oryza Benazhir Gandhi Conceicao Miguel ,AMK


NIP : 19920323 201902 2 006

Telah diseminarkan pada:

Hari : Rabu
Tanggal : 15 Mei 2019
Tempat : SKADIK 401 Lanud Adi Soemarmo

Surakarta , 02 Juli 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Oryza Benazhir Gandhi Conceicao Miguel ,AMK


NIP. 19920323 201902 2 006

Menyetujui,

Coach,
Mentor,

Narasumber,
Ir. Surata
Chandra Kushartanto ,S.Kep
NIP. 19590617 199103 1 002
NIP. 19820618 200501 1 007

Dwi Titi Sundari, S.Km, M.Kes


NIP. 19651213 198803 2 004

iii
PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
hanya karena belas kasih dan anugerah-Nya penulis dapat
menyelesaikan laporan aktualisasi dan habituasi dengan judul
“Peningkatan Penerapan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di RSUD
Kota Surakarta” sebagai sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Pemerintah Kota Surakarta dengan
baik, dimana Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan pada rancangan Aktualisasi ini diharapkan mampu
mencerminkan nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang
meliputi materi tentang Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komiten
Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) yang dapat diterapkan di unit kerja.
Penulisan laporan aktualisasi ini tidak terlepas dari bimbingan,
dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah turut serta
membantu penyusunan rancangan ini kepada :
1. Bapak Chandra Kushartanto SKep selaku mentor yang telah
memberikan masukan dan arahan sehingga rancangan aktualisasi
ini dapat diselesaikan dengan baik.
2. Bapak Ir.Surata selaku pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga rancangan
aktualisasi ini dapat selesai dengan baik.
3. Ibu Dwi Titi Sundari, S.Km, M.Kes selaku narasumber atau penguji,
yang memberikan masukan dan arahan sehingga rancangan
aktualisasi ini dapat diterapkan dengan baik.
4. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya selama
kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan III.

iv
5. Seluruh panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan III.
6. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II atas inspirasi,
kekompakan, bantuan, dan dukungannya.
7. Suami dan anak tercinta, terima kasih atas bantuan, fasilitas,
dorongan dan doa yang tidak pernah putus. Semoga penulis dapat
memberikan yang terbaik untuk kalian.
Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih
banyak kekurangan, oleh karena itu mohon sumbang saran dan kritik
dari pembaca lainnya demi perbaikan di masa mendatang. Penulis
berharap rancangan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat
dan terutama instansi RSUD Kota Surakarta.
Penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala
kesalahan dalam bertutur kata maupun sikap yang kurang berkenan
dalam berinteraksi selama melakukan rancangan aktualisasi ini.
Kiranya Tuhan selalu memberikan karunia melimpahkan berkat dan
anugerahNya atas kita semua. Amin

Surakarta, 02 Juli 2019


Penulis,

Oryza Benazhir Gandhi Conceicao Miguel ,AMK


NIP. 19920323 201902 2 006

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL. ..................................................................................... i


HALAMAN PERSETUJUAN ....................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN. ....................................................................... iii
PRAKATA. ................................................................................................. iv
DAFTAR ISI. .............................................................................................. vi
DAFTAR TABEL. ..................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR. ................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang. ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah. ......................................................................... 3
1. Identifikasi Isu. ........................................................................... 3
2. Penetapan Isu. ........................................................................... 5
3. Rumusan Masalah. .................................................................... 9
C. Tujuan. ............................................................................................ 9
D. Manfaat. ........................................................................................ 10
BAB II TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi. ........................................................................... 11


1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi. ................................. 11
2. Visi, Misi, Tata Nilai, Motto dan Tujuan Organisasi. ................. 14
3. Struktur Organisasi. ................................................................. 15
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat. ...................................................... 17
C. Role Model. ................................................................................... 18
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan
Nilai ANEKA. ................................................................................. 20
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi. ..................................................... 29
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar
ANEKA. ......................................................................................... 30
B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai ANEKA. 36

vi
BAB V PENUTUP
A. Simpulan. ...................................................................................... 39
B. Rekomendasi. ............................................................................... 39
C. Rencana Aksi Kegiatan dan Aktualisasi – Habituasi Nilai-nilai
ANEKA. ......................................................................................... 40
DAFTAR PUSTAKA. ................................................................................ 42
DAFTAR RIWAYAT HIDUP. .................................................................... 44
LAMPIRAN............................................................................................... 46

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu ............................................................................ 4


Tabel 1.2 Analisis Isu Berdasarkan APKL. ................................................ 6
Tabel 1.3 Pemilihan Isu Melalui Kriteria USG ............................................ 8
Tabel 3.1 Daftar Kegiatan Aktualisasi ...................................................... 20
Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ..................................................... 29
Tabel 4.1 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi Kegiatan 1 .. 30
Tabel 4.2 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi Kegiatan 2 .. 31
Tabel 4.3 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi Kegiatan 3 .. 33
Tabel 4.4 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi Kegiatan 4.. 34
Tabel 4.5 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi Kegiatan 5 .. 35
Tabel 4.6 Rekapitulasi Aktualisasi – Habituasi Nilai-nilai ANEKA ............ 37
Tabel 5.1 Rencana Aksi dan Aktualisasi – Habituasi Nilai-nilai ANEKA .. 40

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi .............................................................. 16


Gambar 2.2 Role Model Dr. Aznan Lelo Ph.D, Sp.FK ............................. 18

ix
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara sebagaimana diatur dalam Undang Undang
Nomor 5 Tahun 2014 adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Seorang pegawai ASN dituntut untuk memiliki integritas,
bekerja secara profesional, bersikap netral atau tidak terlibat dalam
intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme
sehingga dapat menjalankan fungsi, tugas , dan perannya sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu
bangsa.
Dalam rangka mewujudkan ASN yang professional dan
berkarakter, maka setiap calon pegawai negeri sipil diwajibkan untuk
menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil
(PNS) yang disebut dengan Diklat Prajabatan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan
Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Diklat prajabatan pola baru dilaksanakan dengan sistem
internalisasi nilai-nilai dasar profesi ASN yang diakronimkan sebagai
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Anti Korupsi) kemudian dituangkan dalam suatu dokumen yang disebut
laporan aktualisasi nilai dasar sebagai pedoman dalam melaksanakan
kegiatan aktualisasi pada instansi tempat bekerja. Aktualisasi nilai dasar
merupakan suatu proses untuk membuat kelima nilai dasar (ANEKA)
menjadi aktual atau nyata terjadi serta sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi (tupoksi) di unit kerja, dalam hal ini penulis akan melaksanakan
aktualisasi pada bidang kesehatan di unit kerjanya yaitu di RSUD Kota
Surakarta.
Setiap orang berhak atas kesehatan dan setiap orang berhak
memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau
hal ini diatur dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.
RSUD Kota Surakarta adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan
dibidang pelayanan kesehatan yang bertanggungjawab
menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan yang

1
merupakan sarana pelayanan kesehatan yang bertanggungjawab
menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat di wilayah kerjanya.

Sebagai unit pelayanan kesehatan RSUD Kota Surakarta harus


memiliki prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan
prima. Salah satu bentuk pelayanan yang baik yaitu memberikan
pelayanan yang mudah, cepat dan murah. Pada pelaksanaannya masih
terdapat beberapa isu yang menjadi masalah pada pelayanan unit IGD
RSUD Kota Surakarta antara lain pencegahan pengendalian infeksi yang
masih belum optimal dimana masih kurangnya kesadaran petugas
kesehatan dan masyarakat dalam usaha peningkatan pencegahan
pengendalian infeksi di RSUD Kota Surakarta. Sehingga pada masalah
ini diperlukan adanya sebuah gagasan untuk pengoptimalisasian dalam
peningkatan pencegahan pengendalian infeksi di RSUD Kota Surakarta.
Demi mewujudkan visi dari di RSUD Kota Surakarta yaitu “Menjadi
Rumah Sakit Kebanggan Masyarakat Kota Surakarta Yang Bermutu
Guna Mewujudkan Masyarakat Yang Waras” maka diperlukan
pemecahan dari isu tersebut sehingga dapat meningkatkan kualitas
pelayanan di RSUD Kota Surakarta.

B. Rumusan Masalah
1. Identifikasi Isu
PNS memiliki kedudukan serta peran dalam NKRI yang
dikategorikan dalam 3 aspek besar yaitu Manajemen ASN, Whole of
Government , dan Pelayanan Publik yang merupakan prinsip
pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi di RSUD Kota
Surakarta dengan menerapkan nilai ANEKA. Program aktualisasi dan
habituasi dibuat berdasarkan identifikasi isu yang akan melalui proses
penapisan melalui 2 metode. Metode APKL menapis isu-isu
kontemporer yang telah dikumpulkan dari sisi keaktualan, problematik,
kekhalayakan serta kelayakan isu tersebut untuk diselesaikan.
Setelah itu , isu dengan prioritas utama ditentukan dengan melihat
dari sisi urgency , seriousness dan growth atau dikenal dengan
metode USG. Daftar isu yang diperoleh yang dikaitkan dengan
agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS (Manajemen ASN, Whole of

2
Government (WoG) dan Pelayanan Publik) ditampilkan pada Tabel
berikut :

Tabel 1.1. Identifikasi Isu


Kondisi yang
No Identifikasi Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
1. Kurangnya Pada saat melakukan Petugas dapat
penerapan pelayan kesehatan mengetahui
pencegahan ada petugas yang pentingnya
dan
kurang memahami tentang
pengendalian
infeksi di igd memperhatikan penerapan
RSUD KOTA tentang penerapan pencegahan dan
SURAKARTA pencegahan dan pengendalian infeksi
pengendalian infeksi untuk mengurangi
Sumber isu :
Manajemen dengan tidak resiko terjadinya
ASN dan memakai APD sesuai infeksi nosokomial
Pelayanan
kebutuhan , tidak
Publik
cuci tangan 6
langkah , tidak
membuang sampah
bekas pakai sesuai
dengan jenisnya.

2. Kurangnya Penerapan triage Diharapkan


masih belum sesuai penerapan triage bisa
penerapan
dengan alur yang berjalan sesuai
TRIAGE di IGD ada dengan alur yang ada
RSUD KOTA
SURAKARTA

Sumber isu :
Manajemen
ASN

Pasien dan petugas


Kurangnya Selama ini baik
3. kesehatan dapat
pemahaman petugas kesehatan memahami alur
pelayanan BPJS di
pelayanan BPJS maupun pasien
IGD RSUD KOTA
di IGD RSUD masih kurang faham SURAKARTA
KOTA tentang pelayanan
SURAKARTA BPJS di IGD RSUD
Sumber isu : KOTA SURAKARTA
Pelayanan
Publik
3
Kondisi yang
No Identifikasi Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
4. Kurangnya Pasien ingin segala Pasien semua
dilayani dengan
pemahaman pelayanan bisa cepat
sama sesuai dengan
pasien yang tidak ditanggani dengan alur yang ada
sesuai alur mengandalkan
dengan pejabat sebagai
mengandalkan saudara sehingga
pejabat tidak ikut alur
pelayan
Sumber isu :
Pelayanan
Publik dan
Whole of
Government
5. Waktu tunggu Pasien bisa Pasien berada di IGD
pasien di IGD menunggu di IGD atau mendapatkan
sampai waktu yang pelayanan maximal
terlalu lama lebih lama lebih dari 2 jam. 120 menit sejak
dari 2 jam pasien mendaftar di
pendaftaran. Baik
Sumber isu : pasien rawat inap
Pelayanan
maupun rawat jalan
Publik dan
Managemen
ASN

2. Penetapan Isu
a. Analisa Isu dengan Metode APKL

Isu-isu yang ada menyangkut Manajemen ASN, Whole of


Government, dan Pelayanan Publik yang telah diidentifikasi
kemudian ditentukan satu isu yang akan diangkat menjadi isu
utama yang akan menjadi dasar dari kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan selama habituasi. Program Aktualisasi dan habituasi
dibuat berdasarkan identifikasi isu dengan melihat dari apakah isu
tersebut aktual, merupakan isu yang problematik, memenuhi
kekhalayakan atau menyangkut kepentingan bersama dan juga
apakah isu tersebut layak untuk dipecahkan (APKL). Secara lebih
rinci, penjelasan terkait APKL adalah sebagai berikut:

1) Aktual
Isu sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau
diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

4
2) Problematik
Isu yang merupakan masalah mendesak dan memerlukan
berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan
tindakan nyata.
3) Kekhalayakan
Isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak,
masyarakat pada umumnya, bukan hanya untuk seseorang
atau kelompok.
4) Kelayakan
Isu tersebut mengandung unsur logis, pantas, realitas, dapat
dibahas sesuai dengan tugas, hak, kewenangan dan tanggung
jawab di instansi.
Dari kriteria yang telah dijelaskan di atas, maka isu – isu
kontemporer yang telah dikumpulkan akan melalui proses analisis
berdasarkan APKL untuk menentukan isu yang benar-benar
aktual, mendesak, menyangkut hidup orang banyak, dan layak
untuk diselesaikan. Berikut tabel analisis isu dengan metode APKL
:

Tabel 1.2. Analisis Isu Berdasarkan APKL

Kriteria
No. IdentifikasiIsu Keterangan
A P K L
Kurangnya penerapan
pencegahan dan
Memenuhi
1. pengendalian infeksi di IGD + + + +
Persyaratan
RSUD KOTA SURAKARTA

Kurangnya penerapan
TRIAGE di IGD RSUD KOTA Memenuhi
2. + + + +
SURAKARTA Persyaratan

Kurangnya pemahaman
Tidak
pelayanan BPJS DI IGD
3. RSUD KOTA SURAKARTA + + + + memenuhi
Persyaratan

5
Kriteria
No. IdentifikasiIsu Keterangan
A P K L
Kurangnya pemahaman pasien
yang tidak sesuai alur dengan Tidak
4. mengandalkan pejabat + + + - memenuhi
Persyaratan

5. Waktu tunggu pasien di IGD - + + - Tidak


terlalu lama lebih dari 2 jam memenuhi
Persyaratan

Keterangan : “+” = memenuhi kriteria


“–“ = tidak memenuhi kriteria
Dari hasil penapisan tersebut, didapatkan sebanyak tiga isu kritikal
yaitu :
1. Kurangnya penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi
di IGD RSUD KOTA SURAKARTA
2. Kurangnya penerapan TRIAGE di IGD RSUD KOTA
SURAKARTA
3. Kurangnya pemahaman pelayanan BPJS DI IGD RSUD
KOTA SURAKARTA
b. Analisa Prioritas Isu Metode USG
Penetapan isu utama / prioritas dilakukan dengan
menggunakan kemampuan berpikir kritis yang ditandai dengan
penggunaan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu selanjutnya
yaitu dengan mengkategorikan isu tersebut sesuai kriteria USG
(Urgency, Seriousness, Growth) yang secara rinci yaitu :
1) U (Urgency)
Seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,dianalisis dan
ditindaklanjuti.
2) S (Seriousness)
Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan
akibat yang ditimbulkan.
3) G (Growth)
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani sebagaimana mestinya.

6
Kemudian penilaian dilakukan dengan pemberikan skor
sesuai skala likert (1-5, sangat tidak penting – sangat penting)
seperti tabel berikut :

Tabel 1.3. Pemilihan Isu Melalui Kriteria USG


No Isu U S G Total
Kurangnya penerapan
1 pencegahan dan 4 5 5 14
pengendalian infeksi di IGD
RSUD KOTA SURAKARTA
Kurangnya penerapan
2 TRIAGE di IGD RSUD KOTA 5 4 4 13
SURAKARTA
Kurangnya pemahaman 3 3 3 9
3. pelayanan BPJS DI IGD RSUD
KOTA SURAKARTA

Keterangan:

Skala likert 1-5 : 5 = sangat penting, 4 = penting, 3 = netral, 2=


tidak penting, 1 = sangat tidak penting

Berdasarkan hasil penilaian prioritas masalah menggunakan


metode USG, skor tertinggi diperoleh “Kurangnya penerapan
pencegahan dan pengendalian infeksi di IGD RSUD KOTA
SURAKARTA” sehingga masalah ini merupakan masalah prioritas
yang akan dibahas dalam aktualisasi dan habituasi kali ini.

3. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjabaran idetifikasi isu dan penetapan isu yang
dilakukan, rumusan masalah dalam aktualisasi dan habituasi ini
adalah “Bagaimana upaya optimalisasi penerapan pencegahan dan
pengendalian infeksi di IGD RSUD KOTA SURAKARTA?”. Aktualisasi
dan habituasi ini dibuat sebagai upaya mengaktualisasikan nilai-nilai
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi yang dikenal dengan sebutan ANEKA. Serta Manajemen
Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik, dan Whole of
Government (WoG).

7
C. Tujuan
Adapun tujuan aktualisasi dan habituasi ini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Untuk mengoptimalkan penerapan pencegahan pengendalian infeksi
di RSUD Kota Surakarta.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk membentuk sumber daya manusia ASN yang memiliki
karakter sesuai dengan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam
mengoptimalkan penerapan pencegahan pengendalian infeksi di
RSUD Kota Surakarta.
b. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat yang
bersifat akuntabel, berjiwa nasionalisme, memiliki etika publik yang
baik, berorientasi pada komitmen mutu serta pribadi yang anti
korupsi.
c. Untuk menyelesaikan persyaratan Pelatihan Dasar CPNS
Golongan II di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta.

D. Manfaat
Adapun manfaat dari rancangan aktualisasi ini adalah :
a. Bagi Peserta Diklat
Pemahaman nilai-nilai dasar ANEKA sebagai pedoman dalam
menjalankan profesi sebagai ASN dalam mengoptimalkan penerapan
pencegahan pengendalian infeksi di RSUD Kota Surakarta..
Menjadi tenaga kesehatan yang mamou menjalankan fungsi
sebagai pelaksana kebijakan , pelyan publik , dan perekat dan
pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan profesional di
lingkungan RSUD Kota Surakarta
b. Bagi RSUD Kota SURAKARTA
Rancangan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada
IGD dengan kegiatan yang akan diaktualisasikan dan dihabituasikan.

8
BAB II
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. PENDAHULUAN
Dalam era otonomi daerah saat ini dimana daerah mempunyai urusan-
urusan wajib dan pilihan sesuai yang diatur dalam UU Nomor 32 tahun 2004
tentang Pemerintah Daerah, maka setiap daerah mempunyai keinginan untuk
memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, memberdayakan
masyarakat dan meningkatkan kesejahteraannya di semua aspek kehidupan
masyarakat. Salah satu urusan yang menjadi urusan wajib yang di
amanatkan kepada Pemerintah Daerah adalah urusan kesehatan.

Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan, diperlukan


dukungan Sistem Kesehatan Nasional yang tangguh. Di Indonesia, Sistem
Kesehatan Nasional (SKN) telah ditetapkan pada tahun 2004. Disamping
Undang - Undang No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional dan Undang - Undang Nomor 23 Tahun 1992tentang
kesehatan, SKN telah berperan besar sebagai acuan dalam penyusunan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Disamping itu
SKN juga berperan sebagai acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan,
pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan kesehatan.

RSUD Kota Surakarta sebagai Rumah Sakit Pemerintah di kota Surakarta


memiliki peran dan tugas penting dalam menjamin kelangsungan dan mutu
pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat surakarta. Selaku
penyelenggara pelayanan kesehatan dalam mendukung tugas Pemerintah
Kota Surakarta, bertugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara
berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan, pemulihan, peningkatan, pencegahan, pelayanan rujukan,
dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan
pengembangan serta pengabdian masyarakat.

B. GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA


SURAKARTA

Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta

Pada Tahun 2001, RSUD Kota Surakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis
Daerah (UPTD) dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta.

9
1) Melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta,
RSUD ditetapkan menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD),
2) Pada saat itu (tahun 2008-2011) berlokasi di Jalan Lumban
Tobing No.10 Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari.
Bangunan tersebut berdiri diatas tanah seluas 2.215 m2 dan luas
bangunan ± 1.010 m2.
3) Melalui Keputusan Walikota Surakarta Nomor : 445/84-
D/1/2008 tanggal 25 September 2008 tentang Penetapan
Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Surakarta ditetapkan lokasi pembangunan RSUD menggunakan
lahanmilik Pemerintah Kota Surakarta sertifikat Hak Pakai (HP)
Nomor 18 di desa Ngipang, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan
Banjarsari dengan luas lahan 8.508 M 2.
4) Pada tahun 2010, RSUD Kota Surakarta mulai dibangun oleh
Pemerintah Daerah Kota Surakarta, dengan melakukan Pinjaman
di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan
Republik Indonesia.
5) Pada bulan Oktober tahun 2012 RSUD Kota Surakarta pindah ke
bangunan baru di Jl. Lettu Sumarto No. 1, Kelurahan Kadipiro,
Kecamatan Banjarsari Surakarta.
6) Tahun 2013 Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Surakarta menjadi Badan Layanan Umum Daerah
7) Tahun 2014 Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta menjadi
Rumah Sakit Tipe C, namun hingga Pedoman Pengorganisasian
ini disahkan, struktur organisasi yang ada masih struktur organisasi
untuk RS tipe D.
2. DESKRIPSI RSUD KOTA SURAKARTA
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta merupakan rumah sakit
umum dengan pelayanan kesehatan mulai dari yang bersifat umum
sampai dengan yang bersifat spesialistik, yang dilengkapi dengan
pelayanan penunjang medis 24jam.
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta berlokasi di JL. Lettu
Sumarto no.1 Kadipiro Banjarsari Surakarta, No. Telp. (0271) 715300,
Fax(0271)715500, No. Telp. UGD (0271) 715700 dengan alamat e-
mail rsud@surakarta.go.id .
10
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta diresmikan pada
tanggal 17 April 2014, dengan status BLUD penuh. RSUD Kota
Surakarta merupakan rumah sakit pemerintah tipe C. Pada saat ini
RSUD Kota Surakarta dipimpin oleh dr. Willy Handoko Widjaja, MARS
selakudirektur.
RSUD Kota Surakarta memberikan beragam jenis pelayanan medis
antara lain klinik umum, klinik gigi dan mulut, dan klinik spesialis, Unit
Gawat Darurat, serta rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III dan VIP
yang dilengkapi pelayanan laboratorium, radiologi, farmasi, fisioterapi,
anestesi. Kapasitas tempat tidur pasien yang disediakan di RSUD Kota
Surakarta sebanyak 117 tempattidur.
Kebijakan umum rumah sakit adalah setiap pasien yang datang
dilayani kebutuhannya secara tuntas dengan menyediakan
keperluan perawatandanpengobatan pasien, baik obat maupun alat
yang diperlukan, tanpa memberi resep yang harus dibeli oleh pasien di
luar rumah sakit, tanpa uang muka. Semua baru dibayar oleh pasien
setelah pasien siap pulang.

3. VISI, MISI, MOTTO, TUJUAN DAN MAKLUMAT KEBIJAKAN MUTU


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA

A. VISI
“Menjadi Rumah Sakit Kebanggaan Masyarakat Kota Surakarta yang
bermutu guna mewujudkan masyarakat yang waras”

B. MISI
1) Meningkatkan Sumber Daya Manusia.
2) Meningkatkan Sarana Dan Pra Sarana.
3) Meningkatkan Manajemen Rumah Sakit.
4) Meningkatkan Mutu Pelayanan.
C. MOTTO
“Waras Sak kabehe”
D. NILAI NILAI

“Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi dengan lengkap ,


menyeluruh, optimal, inovatif , dan penuh kasih”

11
E. TUJUAN
Melaksanakan upaya kesehatan secara terpadu dengan
melaksanakan pelayanan yang bermutu serta melaksanakan upaya
rujukan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku serta dapat dipergunakan sebagai tempat
pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan
pelatihan bagi tenaga bidang kesehatan.

F. MAKLUMAT KEBIJAKAN MUTU


Pemimpin Badan Layanan Umum Daerah, Pejabat Struktural
dan Staf pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta
berkomitmen untuk :
1) Memberikan Pelayanan Kesehatan yang Prima.
2) Meningkatkan kepuasan dan keselamatan pelanggan.
3) Melakukan perbaikan melalui sistem manajemen mutu.
G. STRUKTUR ORGANISASI RSUD
1. BAGAN ORGANISASI

Pemimpin BLUD
SPI pada RSUD

Kepala Sub
Bagian Tata
Usaha

KSM& KOMITE KOMITE


Lainnya KEPERAWATAN KOMITE MEDIK

Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi


Keuangan Sarana Prasarana Pelayanan Medis &
& Logistik Penunjang Medis

Gambar 1. Struktur Organisasi RSUD

12
Gambar 1 Struktur Organisasi Sub Bagian Tata Usaha

KEPALA SEKSI
KEUANGAN

Bendahara Bendahara
Penerima Pengeluaran

Unit Pelayanan Pembantu Pembantu Bendahara


Pengendalian Bendahara Penerima Pengeluaran
Jaminan Kesehatan

Gambar 2 Struktur Organisasi Seksi Keuangan

13
Kepala Seksi
Sarana dan
Prasarana

Penangung Penanggung Penanggung


Jawab IPSRS Jawab Logistik Jawab Kesehatan
Lingkungan

Pengelola Pengelola Pengelola Pengelola


Pengelola Pengelola Pengelola Pengelola Non
Bangunan & Aset Kualitas Limbah Medis
Jaringan Mekanikal & Elektromedik Aset
Sarana Lingkungan
Elektrikal

Gambar 3 Struktur Organisasi Seksi Sarana, Prasarana dan Logistik

KEPALA SEKSI
PELAYANAN MEDIS DAN
PENUNJANG MEDIS

KOORDINATOR PELAYANAN KOORDINATOR


MEDIS DAN KEPERAWATAN PELAYANAN PENUNJANG

Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit


Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit Ka.Unit
UGD Farmasi Radiolo Laborat Gizi CSSD Rekam Ambulance
Rajal Hemodi Kamar ICU Obsgyn Neo Rawat
inap gi orium dan Medis dan kamar
alisa operasi HCU Laundry jenasah

Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru Ka.Ru
UGD Rajal Hemo Kamar ICU Kamar Ranap HCU Ranap Ranap Radiol Laborat GiZi CSSD Rekam Ambulan
dialisa Operasi bersalin Nifas dan Anak Dewasa ogi orium dan Medis ce dan
NICU Laundry kamar
jenasah

Gambar 4 Struktur Organisasi Seksi Pelayanan Medis dan Penunjang Medis

2. KETERANGAN
1) Struktural
.
a) Pemimpin BLUD pada RSUD
Adalah kepala atau pejabat tertinggi di RS UD Kota
Surakarta

b) Kepala Sub. Bagian Tata Usaha

14
Sub bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan
penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan,
pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu,
pelayanan administrasi, dan pelaksanaan di bidang
perencanaan, evaluasi dan pelaporan, keuangan, umum
dan kepegawaian.

c) Kepala Seksi Keuangan


Seksi Keuangan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan
pelaksanaan di bidang keuangan, meliputi: pengelolaan
administrasi keuangan, pengelolaan administrasi
pendapatan, menyusun analisis akuntansi dan
pelaksanaan verifikasi keuangan.

d) Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Logistik


Seksi Sarana, Prasarana dan Logistik mempunyai tugas
melakukan penyiapan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang sarana, prasarana
dan logistik, meliputi: penyediaan sarana, prasarana
logistik.

e) Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


Seksi Pelayanan Medis dan Penunjang Medis mempunyai
tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang pelayanan medis
dan penunjang medis, meliputi: penyiapan rumusan
kebijakan, mengkoordinasikan, pembinaan dan
pengendalian, pemberian bimbingan di bidang pelayanan
medis dan penunjang medis yang meliputi
kegiatan administrasi, pelayanan medis, rujukan, rekam
medik, dan perawatan serta penunjang medis.

15
2) Non Struktural
a) Komite
Adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli
dan profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan
strategis kepada direktur dalam rangka peningkatan dan
pengembangan pelayanan rumah sakit. Komite yang ada
di RSUD Kota Surakarta adalah sebagai berikut:

1. Komite Medik
2. Komite Keperawatan
3. Komite Tenaga Fungsional lainnya
4. Komite Farmasi dan Terapi
5. Komite Mutu dan Keselamatan Pasien
6. Komite Etik dan Hukum
7. Komite K3
8. Komite PPI
9. Komite Rekam Medis
10. Tim TB
11. Tim Ponek
12. Tim HIV/ AIDS
b) KSM / Kelompok StafMedis
Adalah kelompok dokter yang bekerja di bidang medis
dalam jabatan fungsional. Kelompok Staf Medis di RSUD
Kota Surakarta dikelompokkan sebagai berikut:

1. KSM Anak
2. KSM Bedah
3. KSM Anastesi
4. KSM Obsgyn
5. KSM Interna
6. KSM Saraf dan Jiwa
7. KSM Penunjang

16
8. KSM Umum
9. KSM Gigi dan Mulut

3) Tugas Jabatan Fungsional Perawat

Salah satu jabatan fungsional perawat adalah perawat


pelaksana. Perawat golongan ruang II/c dengan tingkat
pendidikan diploma termasuk Perawat Pelaksana memiliki
rincian kegiatan yang telah disesuaikan dengan Sasaran Kinerja
Perawat (SKP) yaitu :
a. Melaksanakan pengkajian asuhan keperawatan pada
individu
b. Melaksanakan analisis data pada individu
c. Merencanakan tindakan keperawatan pada individu
d. Melaksanakan tindakan keperawatan pada individu
e. Melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan pada individu
f. Melaksanakan tugas limpah
g. Melaksanakan tugas jaga dan siaga sore
h. Melaksanakan tugas jaga dan siaga malam

C. Role Model
Role model merupakan figur atau contoh teladan untuk dijadikan
sebagai model mirroring. Pada rancangan aktualisasi ini, penulis memilih
Kepala Intalasi Gawat Darurat, yaitu: Bapak Chandra Kushartanto S.Kep
sebagai figur panutan / role model bagi penulis. Arahan beliau sejalan
dengan nilai-nilai ANEKA, yaitu akuntabilitas (integritas, tanggung jawab,
keterbukaan), nasionalisme (sila ke-2), komitmen mutu (nyata,
kehandalan, kompetensi), dan anti korupsi (kejujuran, disiplin,
kerjakeras, dan berani). Sosok beliau dalam kehidupan sehari-hari
mencerminkan nilai-nilai ANEKA. Beliau selalu ramah (etika publik)
pada semua orang, tidak membeda-bedakan (Nasionalisme sila ke
2),Tanggung jawab (Akuntabilitas), dan sepenuh hati dalam melayani
(komitmen mutu)

17
Gambar 5. Kepala Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD KOTA SURAKARTA

Kepala Instalasi Gawat Darurat Bapak Chandra Kushartanto


S.Kep dipilih sebagai role model karena kepemimpinan (Akuntabilitas)
beliau yang dinilai luar biasa dalam membawa perubahan besar bagi
IGD RSUD KOTA SURAKARTA. Beliau sangat berkomitmen untuk
meningkatkan pelayanan publik guna memberikan kepuasan untuk
masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sarana dan prasarana
(komitmen mutu) yang dinilai sangat bermanfaat. Berbagai inovasi
dilakukan dalam memperbaiki kinerja pegawai (komitmen mutu)
Pegawai di IGD RSUD KOTA SURAKARTA.

18
BAB III
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Penetapan Isu yang Terpilih


Melihat dari hasil USG yang diperoleh 3 isu yang menjadi prioritas.
Isu ini akan ditindaklanjuti ke dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan
untuk mengatasi isu ini. Karena terdapat satu isu yang lebih menonjol
makan penulis mengangkat isu “Kurangnya penerapan pencegahan dan
pengendalian infeksi di IGD RSUD KOTA SURAKARTA”. Setelah isu
didapatkan maka ditetapkan rancangan kegiatan sebagai berikut :

Unit Kerja : RSUD KOTA SURAKARTA


Identifikasi Isu :
1. Kurangnya penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi di
IGD RSUD KOTA SURAKARTA
2. Kurangnya penerapan TRIAGE di IGD RSUD KOTA SURAKARTA
3. Kurangnya pemahaman pelayanan BPJS di IGD RSUD KOTA
SURAKARTA

19
Gagasan Pemecahan Isu :
Tabel 1. Rancangan Aktualisasi

Keterkaitan
Tahap Output/Hasil Kontribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai-
No Kegiatan Dengan
Kegiatan Kegiatan Misi Organisasi Nilai Organisasi
Materi

20
1. Membudayakan 1. melakukan Tenaga kesehatan Akuntabititas Membudayakan kebiasaan Dengan memahami
kebiasaan cuci cuci tangan terbiasa mencuci (responsibilitas) cuci tangan dengan dasar pelaksanaan
tangan saat secara rutin tangan 6 langkah menerapkan nilai nilai dasar dalam
Nasionalisme
melayani pasien sebelum dan sesuai dengan SOP ANEKA dan Pelayanan Publik membudayakan
(kepentingan
Sesuai dengan setelah kontak sebelum dan dalam upaya pencegahan kebiasaan cuci
bersama ,
SOP 6 langkah dengan pasien sesudah konta penularan infeksi berkontribusi tangan maka nilai
tangung jawab)
dengan pasien di dengan visi misi RSUD KOTA nilai organisasi
2. melakukan cuci
IGD Etika publik ( SURAKARTA meningkatkan RSUD dapat
tangan 6 langkah
(SKP) kepudulian mutu pelayanan untuk dijalankan dengan
sesuai dengan
,integritas) masyarakat yang waras baik yaitu
SOP
memberikan
Komitmen mutu
3. melakukan cuci pelayanan
(efisien , efektif)
tangan dengan kesehatan yang
handrub selama Anti korupsi bermutu tinggi
20-30 detik (tanggung
dengan lengkap ,
jawab)
4. review materi menyeluruh,
cuci tangan pada optimal, inovatif ,
teman sejawat dan penuh kasih

21
2. Memisahkan Semua kunjungan Akuntabititas Memisahkan pasien dengan Dengan membuat
pasien dengan pasien IGD telah (responsibilitas, resiko penularan infeksi etiket ini
1. melakukan
penyakit menempati ruangan sopan santun) dengan menerapan nilai nilai berkontribusi
triage pada
beresiko perawatan yang ANEKA WOG , PELAYANAN terhadap tata nilai
pasien yang
menularkan sesuai dengan PUBLIK dalam upaya RSUD yaitu
datang ke IGD
infeksi dengan kasusnya. Nasionalisme pencegahan penularan infeksi memberikan
non infeksi (kepentingan berkontribusi dengan visi dan pelayanan
Untuk pasien
bersama , misi RSUD melalui kesehatan yang
(SKP) 2. memindahan infesius dan non
tangung jawab, peningkatan kualitas dan
pasien dengan infeksius bermutu tinggi
tidak membeda kuantitas sarana prasarana
resiko infeksi dengan lengkap ,
bedaan pasien) demi mewujudan pelayanan
keruangan menyeluruh,
yang terbaik
terpisah optimal, inovatif ,
dan penuh kasih”
Etika publik (
kepedulian
,integritas)

Komitmen mutu
(efisien , efektif)

Anti korupsi
(tanggung
jawab)

22
Membuang 1. memastian Resiko penularan Akuntabititas Membuang sampah sesuai Dengan memahami
sampah bekas tersedianya infeksi dari sampah (responsibilitas, tempatnya dengan dasar Membuang
3.
pakai sesuai tempat sampah medis dan jarum konsisten) menerapkan nilai nilai dasar sampah sesuai
dengan benda tajam , sun tik beas pakai ANEKA dan Pelayanan Publik tempatnya dengan
tempatnya sampah medis bisa dicegah dalam upaya pencegahan menerapkan nilai
dan non medis di Nasionalisme penularan infeksi organisasi RSUD
(SKP)
IGD (kepentingan berkontribusi dengan visi misi KOTA SURAKARTA
bersama , RSUD KOTA SURAKARTA dapat dijalankan
tangung jawab) melalui pelayanan menyeluruh dengan baik yaitu
2. Membuang yang berkualitas demi memberikan
jarum suntik beas mewujudkan pelayanan terbaik pelayanan
pakai ke safety Etika publik ( kesehatan yang
box kepudulian bermutu tinggi
,integritas
dengan lengkap ,
,empati)
menyeluruh,
3. membuang
optimal, inovatif ,
sampah medis di
dan penuh kasih”
tempat sampah Komitmen mutu
berplastik kuning (efisien ,
efektif,sepanuh
hati)
4. membuang
sampah non
medis di tempat Anti korupsi
sampah berwarna (tanggung
hitam jawab, peduli
23
4. Menggunakan 1.memastikan 1.tersedianya APD Akuntabititas Menggunakan APD (Alat Menggunakan APD
APD (Alat tersedianya APD yang lengkap di (responsibilitas, Pelindung Diri )sesuai dengan (Alat Pelindung Diri
Pelindung Diri di IGD IGD konsisten) kebutuhan dan standart )sesuai dengan
)sesuai dengan menerapkan nilai nilai dasar kebutuhan dan
2.Tersedianya APD
kebutuhan dan ANEKA dan Pelayanan Publik standart menerapkan
yang akan
standart 2. memakai APD Nasionalisme dalam upaya pencegahan nilai organisasi
digunakan
sesuai dengan (kepentingan penularan infeksi RSUD KOTA
kebutuhan dan 3. APD terpakai bersama , berkontribusi dengan visi misi SURAKARTA dapat
(SKP) standart yang ada sesuai dengan tangung jawab) RSUD KOTA SURAKARTA dijalankan dengan
kebutuhan melalui pelayanan menyeluruh baik yaitu
yang berkualitas demi memberikan
Komitmen mutu mewujudkan pelayanan terbaik pelayanan
(efisien , efektif) kesehatan yang
bermutu tinggi
dengan lengkap ,
menyeluruh,
optimal, inovatif ,
dan penuh kasih”.

24
5. Melakukan 1. menyiapkan 1. Meningkatkan Akuntabititas Sosialisasi ke Pasien dan Dengan Sosialisasi
sosialisasi ke materi dan leaflet kepahaman dan (responsibilitas, Keluarga Pasien menerapkan ke Pasien dan
pasien dan pegetahuan pasien sopan santun) nilai nilai dasar ANEKA dan Keluarga Pasien
2. melakuan
keluarga pasien Pelayanan Publik dalam upaya menerapkan nilai
sosialisasi ke
IGD tentang pencegahan penularan infeksi organisasi RSUD
pasien dan
etika batuk 2. Telah dilakukan Nasionalisme berkontribusi dengan visi misi KOTA SURAKARTA
keluarga pasien
efektif dan cuci sosialisasi etika (kepentingan RSUD KOTA SURAKARTA dapat dijalankan
di IGD
tangan batuk ke pasien dan bersama , melalui pelayanan menyeluruh dengan baik yaitu
keluarga pasien di tangung jawab) yang berkualitas demi memberikan
IGD mewujudkan pelayanan terbaik pelayanan
kesehatan yang
Etika publik ( bermutu tinggi
(SKP)
3. Terjadi feedback kepedulian)
dengan lengkap ,
yang baik dari
menyeluruh,
pasien dan keluarga
optimal, inovatif ,
pasien Komitmen mutu
dan penuh kasih”
(efisien ,
efekti,sepenu
hati)

25
Jadwal Rancangan Aktualisasi

Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan Aktualisasi

Mei Juni
No Kegiatan Rencana Bukti Kegiatan
Ii III IV I II

Membudayakan kebiasaan cuci


tangan sesuai dengan 6 langkah
1 Foto kegiatan
benar

Memisahkan pasien dengan penyakit


2 beresiko menularkan infeksi dengan non Foto kegiatan,form triage
infeksi
Membuang sampah bekas pakai sesuai
3. dengan tempatnya Foto kegiatan,

26
Mei Juni
No Kegiatan Rencana Bukti Kegiatan
Ii III IV I II

Menggunakan APD (Alat Pelindung Diri )


4. sesuai dengan kebutuhan dan standart Foto kegiatan,

Melakukan sosialisasi ke pasien dan

5. keluarga pasien IGD tentang etika batuk Foto kegiatan,leaflet


dan cuci tangan

27
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar


ANEKA

Kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar ANEKA


mulai dilaksanakan pada tanggal Mei 2019 sampai dengan tanggal 30
Juli 2019. Kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan Rancangan
Aktualisasi (RA) yang telah disusun, terdapat 5 kegiatan yang akan
dilaksanakan. Selama periode aktualisasi (off campus) seluruh
kegiatan yang direncanakan telah terlaksana secara keseluruhan di
IGD RSUD Surakarta. Selama pelaksanaan aktualisasi, penulis juga
menerapkan hasil pembelajaran mata diklat yang diterima selama
pembelajaran (on campus) berupa nilai-nilai ANEKA, Pelayanan
Publik, Manajemen ASN dan WoG. Berikut pelaksanaan kegiatan
aktualisasi selama periode off campus :

1. Membudayakan kebiasaan cuci tangan sesuai dengan 6 langkah


benar
Tabel 4.1 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi
Kegiatan 1
Uraian Kegiatan Keterangan
Kegiatan 1 Membudayakan kebiasaan cuci tangan
sesuai dengan 6 langkah benar
Tanggal 12 Mei 2019 & 16 Mei 2019
Pelaksanaan
Kronologi Kegiatan Untuk Membudayakan kebiasaan cuci
tangan sesuai dengan 6 langkah benar
, yang saya lakukan adalah :
1. Menyiapkan handrub
2. Merefresh cara cuci tangan 6

28
langkah benar ke teman sejawat dan
petugas lainnya ( perawat praktek)

Nilai-nilai ANEKA Akuntabilitas (tanggung jawab) materi


yang akan disampaikan dapat
dipertanggung jawabkan

Nasionalisme (kepentingan bersama ,


tangung jawab) kegiatan yang
dilakukan untuk kepentingan bersama
dan dilakukan dengan penuh tanggung
jawab.

Etika publik ( sopan santun) cara


penyampaian dilakukan dengan sopan
santun kepada teman sejawat

Komitmen mutu (efisien ,


efektif)penyampaian materi dilakukan
dengan efektif dan efisien karena materi
yang akan disampaikan sudah
dipersiapkan

Anti korupsi (tanggung jawab)


dilakukan dengan penuh tanggung
jawab.

Kontribusi terhadap Berkontribusi terhadap VISI RSUD Kota


Visi Misi Organisasi Surakarta yaitu : Menjadi Rumah Sakit
kebanggaan masyarakat Kota
Surakarta yang bermutu guna
mewujudkan masyarakat yang waras

Kontribusi terhadap Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan

29
Nilai-nilai nilai yang dianut RSUD Kota Surakarta
Organisasi memberikan pelayanan kesehatan yang
bermutu tinggi dengan lengkap

Kendala Jumlah kedatangan pasien yang tidak


terkontrol sehingga sulit semua
berkumpul untuk review materi

Strategi Review materi di laksanakan disaat


Penyelesaian pasien sepi

Pengalaman Baru Dengan mengaktualisasi nilai ANEKA,


yang didapatkan mengasah kemampuan saya dalam
berkomunikasi secara efektif dan efisien
serta berkomunikasi dalam forum

Daftar Lampiran 1. Foto saat cuci tangan


Kegiatan 1 2. Foto saat review materi

2. Memisahkan pasien dengan penyakit beresiko menularkan infeksi


dengan non infeksi
Tabel 4.2 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi
Kegiatan 2
Uraian Kegiatan Keterangan
Kegiatan 2 Memisahkan pasien dengan penyakit
beresiko menularkan infeksi dengan non
infeksi

Tanggal 18 Mei 2019


Pelaksanaan
Kronologi Kegiatan yang saya lakukan adalah :
1. menyiapkan form triage pasien

2. Memisahkan pasien dengan penyakit

30
beresiko menularkan infeksi dengan non
infeksi ke tempat tersendiri atau
keruang yang kosong pasien

Nilai-nilai ANEKA Akuntabilitas (responsibilitas,sopan


santun) melakukan kegiatan dan
komunikasi dengan pasien secara
sopan santun

Nasionalisme (kepentingan bersama ,


tangung jawab, tidak membeda bedaan
pasien dalam melakukan pelayanan

Etika publik ( kepedulian ,integritas)


peduli tentang penularan penyakit dari
pasien ke pasien lain

Anti korupsi (tanggung jawab)


Melakukannya dengan penuh tanggung
jawab

Kontribusi terhadap Berkontribusi terhadap VISI RSUD Kota


Visi Misi Organisasi Surakarta yaitu : Menjadi Rumah Sakit
kebanggaan masyarakat Kota
Surakarta yang bermutu guna
mewujudkan masyarakat yang waras

Kontribusi terhadap Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan


Nilai-nilai nilai yang dianut RSUD Kota Surakarta
Organisasi memberikan pelayanan kesehatan yang
bermutu tinggi dengan lengkap

Kendala Tidak tersedianya ruang isolasi


tersendiri untuk pasien dengan resiko
penularan penyakit

31
Strategi Memindahkan pasien ke ruang yang
Penyelesaian kosong atau dengan sedikit pasien.

Pengalaman Baru Dengan mengaktualisasi nilai ANEKA,


yang didapatkan mengasah kemampuan saya dalam
berkomunikasi dengan pasien.

Daftar Lampiran 1. Foto memindahkan pasien ke ruang


Kegiatan 2 tersendiri

3. Membuang sampah bekas pakai sesuai dengan tempatnya


Tabel 4.3 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi
Kegiatan 3
Uraian
Keterangan
Kegiatan
Kegiatan 3 Membuang sampah bekas pakai
sesuai dengan tempatnya

Tanggal 3 Juni 2019


Pelaksanaan
Kronologi Dalam pembuatan kegiatan
Kegiatan Membuang sampah bekas pakai
sesuai dengan tempatnya, yang saya
lakukan adalah :

Mengecek kembali apakah sampah


yang dibuang sudah sesuai dengan
tempatnya

Membuang sampah bekas pakai


sesuai dengan tempatnya

Nilai-nilai
ANEKA
akuntabilitas (responsibilitas,

32
konsisten) selalu konsisten untuk
membuang sampah sesuai dengan
tempatnya masing masing

Nasionalisme (kepentingan bersama ,


tangung jawab) kegiatan dilakukan
dengan tanggung jawab dan untuk
kepentingan bersama

Komitmen mutu (efisien ,


efektif,sepanuh hati) melakukan
kegiatan dengan sepenuh hati

Kontribusi Berkontribusi terhadap VISI RSUD


terhadap Visi Kota Surakarta yaitu : Menjadi Rumah
Misi Sakit kebanggaan masyarakat Kota
Organisasi Surakarta yang bermutu guna
mewujudkan masyarakat yang
waras

Kontribusi Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan


terhadap Nilai- nilai yang dianut RSUD Kota Surakarta
nilai memberikan pelayanan kesehatan
Organisasi yang bermutu tinggi dengan lengkap
dan penuh kasih

Kendala Masih ada beberapa sampah tidak


sesuai dengan tempatnya

Strategi Memberi contoh untuk selalu konsisten


Penyelesaian membuang sampah sesuai dengan
tempatnya

Pengalaman Dengan mengaktualisasi nilai ANEKA,


Baru yang mengasah kemampuan saya dalam

33
didapatkan berinteraksi dan berkomunikasi dengan
teman sejawat

Daftar 1. Foto isi sampah medis dan non


Lampiran medis
Kegiatan 3

2. Foto saat membuang sampah


sesuai dengan tempatnya

4. Menggunakan APD sesuai dengan kebutuhan dan standart

Tabel 4.4 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi


Kegiatan 4
Uraian Kegiatan Keterangan
Kegiatan 4 Menggunakan APD sesuai dengan
kebutuhan dan standart

Tanggal 13 Juni 2019


Pelaksanaan
Kronologi Kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan ini, yang
saya lakukan adalah :
1. Monitoring ketersediaan APD
2. Menggunakan APD sesuai dengan
kebutuhan dan standart

Nilai-nilai ANEKA Akuntabititas (responsibilitas,


konsisten) Konsisten untuk memakai
APD sesuai dengan kebutuhan

Nasionalisme (kepentingan bersama ,

34
tangung jawab) melakukan kegiatan
dengan penuh tanggung jawab dan
untuk kepentingan bersama

Komitmen mutu (efisien , efektif)


memakai APD sesuai dengan
kebutuhan dan efektif

Kontribusi terhadap Berkontribusi terhadap VISI RSUD Kota


Visi Misi Organisasi Surakarta yaitu : Menjadi Rumah Sakit
kebanggaan masyarakat Kota
Surakarta yang bermutu guna
mewujudkan masyarakat yang waras

Kontribusi terhadap Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan


Nilai-nilai nilai yang dianut RSUD Kota Surakarta
Organisasi memberikan pelayanan kesehatan yang
bermutu tinggi dengan lengkap dan
penuh kasih

Kendala Stok APD kurang

Strategi Stok bulanan ungtuk APD diperbanyak


Penyelesaian
Pengalaman Baru Dengan mengaktualisasi nilai ANEKA,
yang didapatkan mengasah kemampuan saya dalam
tanggung jawab sebagai kontribusi
untuk meningkatkan kualitas pelayanan

Daftar Lampiran 1. Foto penggunaan APD saat melayani


Kegiatan 4 2. Foto ketersediaan APD

35
5. Melakukan sosialisasi ke pasien dan keluarga pasien IGD tentang
etika batuk efektif dan cuci tangan

Tabel 4.5 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi


Kegiatan 5
Uraian Kegiatan Keterangan
Kegiatan 5 Melakukan sosialisasi ke pasien dan
keluarga pasien IGD tentang etika batuk
efektif dan cuci tangan

Tanggal 20 Juni 2019


Pelaksanaan
Kronologi Kegiatan Dalam Melakukan sosialisasi ke pasien
dan keluarga pasien IGD tentang etika
batuk efektif dan cuci tangan, yang saya
lakukan adalah :
1. Menyiapkan materi yang akan
disosialisasikan
2. Mensosialisaikan materi

Nilai-nilai ANEKA Akuntabilitas (tanggung jawab) materi


yang akan disampaikan dapat
dipertanggung jawabkan

Nasionalisme (kepentingan bersama ,


tangung jawab) kegiatan yang
dilakukan untuk kepentingan bersama
dan dilakukan dengan penuh tanggung
jawab.

Etika publik ( sopan santun) cara


penyampaian dilakukan dengan sopan
santun kepada pasien dan keluarga
pasien

36
Komitmen mutu (efisien , efektif)
penyampaian materi dilakukan dengan
efektif dan efisien karena materi yang
akan disampaikan sudah dipersiapkan

Anti korupsi (tanggung jawab)


dilakukan dengan penuh tanggung
jawab.

Kontribusi terhadap Berkontribusi terhadap VISI RSUD Kota


Visi Misi Organisasi Surakarta yaitu : Menjadi Rumah Sakit
kebanggaan masyarakat Kota
Surakarta yang bermutu guna
mewujudkan masyarakat yang waras

Kontribusi terhadap Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan


Nilai-nilai nilai yang dianut RSUD Kota Surakarta
Organisasi memberikan pelayanan kesehatan yang
bermutu tinggi dengan lengkap dan
penuh kasih

Kendala Kurang tertariknya pasien dan keluarga


pasien tentang materi

Strategi Penggunaan laeflet yang menarik


Penyelesaian
Pengalaman Baru Dengan mengaktualisasi nilai ANEKA,
yang didapatkan mengasah kemampuan saya dalam
berkomunikasi dengan pasien

Daftar Lampiran 1. Leaflet


Kegiatan 5 2. Foto saat sosialisasi

B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai ANEKA

37
Proporsi rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi nilai-nilai dasar
ANEKA profesi ASN ditampilkan dalam tabel 4.6
Tabel 4.6 Rekapitulasi Aktualisasi – Habituasi Nilai-nilai
ANEKA
Proporsi
No Kegiatan
A N E K A
Membudayakan kebiasaan
cuci tangan sesuai dengan 1
1. 1 1 1 1
6 langkah benar

Memisahkan pasien
dengan penyakit beresiko
2. 1 1 1 0 1
menularkan infeksi dengan
non infeksi

Membuang sampah bekas


3. pakai sesuai dengan 1 1 0 1 0
tempatnya

Menggunakan APD sesuai


4. dengan kebutuhan dan 1 1 0 1 0
standart

Melakukan sosialisasi ke
pasien dan keluarga
5. pasien IGD tentang etika 1 1 1 1 1

batuk efektif dan cuci


tangan

Jumlah 5 5 3 4 3

Persentase 25% 25% 15% 20% 15%

38
Proporsi penerapan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan
kegiatan adalah sebagai berikut :

1. Akuntabilitas sebesar 25%, nilai akuntabilitas diterapkan pada 5


kegiatan. Nilai akuntabilitas yang diterapkan adalah tanggung
jawab, kejelasan dan konsisten. Melalui penerapan nilai
akuntabilitas diharapkan dapat dihabituasikan dalam memenuhi
tanggung jawab yang diberikan oleh RSUD Kota Surakarta.
2. Nasionalisme sebesar 25%, nilai nasionalisme diterapkan pada 5
kegiatan. Nilai nasionalisme yang diterapkan adalah musyawarah
yang merupakan penerapan dari sila ke-4 Pancasila serta
kerjasama yang merupakan penerapan dari sila ke-3 Pancasila.
Nilai-nilai tersebut diterapkan karena hampir disemua kegiatan
diawali dengan konsultasi serta melibatkan kerjasama dengan
berbagai pihak.
3. Etika publik sebesar 15%, nilai etika publik diterapkan pada 3
kegiatan. Etika Publik tidak pernah lepas dari setiap kegiatan
karena fungsi ASN sebagai pelayan publik sehingga berhubungan
dengan publik dan kepuasan publik. Nilai etika publik yang banyak
diterapkan adalah sopan santun.
4. Komitmen mutu sebesar 20%, nilai komitmen mutu diterapkan
sebagai upaya peningkatan kualitas mutu pelayanan di RSUD Kota
Surakarta. Nilai-nilai ini diterapkan melalui inovasi-inovasi yang
efektif dan efisien.
5. Anti korupsi sebesar 15%, nilai dasar anti korupsi yang diterapkan
adalah jujur karena sebagai pelayan masyarakat sifat jujur harus
selalu diterapkan dalam setiap kegiatan seorang PNS.
Kontribusi aktualisasi dan habituasi tersebut dilaksanakan
untuk mendukung penyelesaian isu yang ada di IGD RSUD Kota
Surakarta agar kualitas pelayanan semakin baik. Selain itu nilai-nilai
dasar ANEKA harus selalu diterapkan seorang PNS dalam
melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.

39
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Isu tentang belum optimalnya pencegahan pengendalian infeksi
di IGD RSUD Kota Surakarta dapat diselesaikan dengan mengusulkan
beberapa kegiatan yaitu:
1. Membudayakan kebiasaan cuci tangan 6 langkah benar
2. Memisahkan pasien dengan penyakit beresiko menularkan infeksi
dengan non infeksi
3. Membuang sampah bekas pakai sesuai dengan tempatnya
4. Menggunakan APD sesuai dengan kebutuhan dan standart
5. Melakukan sosialisasi ke pasien dan keluarga pasien IGD tentang
etika batuk efektif dan cuci tangan
Kegiatan yang diusulkan dikaitkan dengan substansi peran PNS
yaitu Manajemen ASN, WoG dan Pelayanan Publik serta nilai-nilai
dasar PNS (Nilai ANEKA) yang mendasari kegiatan baik secara
langsung maupun tidak langsung sehingga nilai-nilai ANEKA tersebut
dapat teraktualisasi dan terhabituasi pada setip kegiatan.
Diseluruh kegiatan yang dilaksanakan semuanya berkontribusi
terhadap visi RSUD Kota Surakarta yaitu Menjadi Rumah Sakit
kebanggaan masyarakat Kota Surakarta yang bermutu guna
mewujudkan masyarakat yang waras serta tata nilai keorganisasian
RSUD Kota Surakarta yaitu memberikan pelayanan yang bermutu
tinggi dengan lengkap , menyeluruh , optimal , inovatif dan penuh
kasih.
B. Rekomendasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi – habituasi yang dilandasi
semangat melaksanakan seluruh nilai-nilai dasar ANEKA terbukti
memberikan dampak positif, baik untuk pribadi maupun institusi yaitu
RSUD Kota Surakarta. Berikut rekomendasi agar implementasi nilai
nilai ANEKA dapat dilakukan secara berkelanjutan :

40
1. Untuk peserta latsar
Mengaktualisasi dan menghabituasi seluruh nilai-nilai dasar ANEKA
pada setiap aktivitas kerja sebagai upaya mewujudkan menjadi
PNS yang profesional dan berkarakter.

2. Untuk RSUD Kota Surakarta


Hendaknya nilai dasar ANEKA dapat diterapkan tidak hanya oleh
peserta latsar tetapi juga seluruh PNS yang ada di unit masing-
masing. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai landasan
berorganisasi di RSUD Kota Surakarta

41
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar


Profesi Pegawai Negeri Sipil. Modul Penyelenggaraan Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

42
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Pelayanan Publik. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Manajemen ASN. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Whole of Government. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon
Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang


Aparatur Sipil Negara 2014

43
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. IDENTITAS DIRI

Oryza Benazhir Gandhi Conceicao


Nama
Miguel,AMK
Jenis Kelamin Perempuan
Tempat, tanggal lahir Viqueque , 23 Maret 1992
Kewarganegaraan Indonesia
Status Perkawinan Menikah
Tinggi, berat badan 168 cm, 70 kg
Kesehatan Baik
Agama Kristen
Jalan Garuda VI no.18 Gondang
Alamat Lengkap
Wetan RT 04 RW 01 Manahan
Telepon / HP 087836193604
E-mail ichamiguel@gmail.com

B. RIWAYAT PENDIDIKAN

2003 – 2009 SD Negeri Munggung 2 Surakarta


2009 – 2016 SMP Negeri 05 Surakarta
2006 – 2009 SMA ST.YOSEP Surakarta
2009 – 2012 POLTEKKES SURAKARTA

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini
adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di

44
kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya
sanggup menerima sanksi.
Surakarta, 15 Mei 2019
Penyusun

Oryza Benazhir Gandhi C Miguel,AMK

45
LAMPIRAN

46
LAMPIRAN I
Pelaksanaan kegiatan 1 dan bukti pendukungnya
Kegiatan 1
Membudayakan kebiasaan cuci tangan sesuai dengan 6 langkah benar

Melakukan cuci tangan 6 langkah benar sebelum dan sesudah ke pasien

Cuci tangan dengan handrub 20-30 detik

42
Review materi cuci tangan pada teman sejawat

Review materi cuci tangan pada teman sejawat

43
LAMPIRAN II
Kegiatan 2

Memisahkan pasien dengan penyakit beresiko menularkan infeksi


dengan non infeksi

Form triage pasien masuk IGD

Foto memindahkan pasien ke tempat / ruang tersendiri

44
LAMPIRAN III
Kegiatan 3
Pelaksanaan kegiatan 3 dan bukti pendukungnya
Membuang sampah bekas pakai sesuai dengan tempatnya

Ketersediaan tempat sampah di IGD RSUD Kota Surakarta

Membuang sampah medis pada tempatnya

45
Membuang sampah non medis sesuai dengan tempatnya

Membuang jarum sesuai dengan tempatnya

46
LAMPIRAN IV
Pelaksanaan kegiatan 4 dan bukti pendukungnya
Menggunakan APD sesuai dengan kebutuhan dan standart

Monitoring ketersediaan APD

Memakai APD sesuai dengan kebutuhan saat tindakan

47
LAMPIRAN V
Pelaksanaan kegiatan 5 dan bukti pendukungnya
Sosialisasi

Melakukan sosialisasi ke pasien dan keluarga pasien IGD tentang


etika batuk efektif dan cuci tangan

Menyiapkan leaflet

Melakukan sosialisasi ke pasien dan keluarga

48
49
50