Anda di halaman 1dari 40

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN


APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

OPTIMALISASI KEBERSIHAN DAN LINGKUNGAN HIJAU


DI SD NEGERI JRAKAHPAYUNG 02 TULIS BATANG

Disusun oleh:
Nama : Sri Erna Yuliawati, S.Pd
NIP : 19880716 201903 2 004
Golongan/Angkatan : III/XVIII
No. Urut : 25
Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama
Unit Kerja : SD Negeri Jrakahpayung 02
Coach : Agus Andriyanto, S.Sos, MM
Mentor : Rustam, S.Pd.SD

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XVIII


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keberadaan ASN dalam pembangunan Nasional sangatlah penting,
sehingga pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia
aparatur harus segera dan wajib dilaksanakan untuk menjawab penilaian
sumbang dari masyarakat terhadap kualitas kinerja instansi publik, dalam
mewujudkan pemerintahan yang baik (good govermance), sehingga dunia
usaha (corporate govermance) dan masyarakat (civil society) dapat terlayani
dengan maksimal dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial
yang pada akhirnya akan meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
Pelayanan publik menurut UU No. 25 tahun 2009 merupakan kegiatan
atau rangkaian kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan
penduduk atau jasa, barang, dan/ atau pelayanan administratif yang disediakan
oleh penyelenggara pelayanan publik.
Sebagai seorang ASN tentu kita akan terlibat baik langsung maupun tidak
langsung dalam penyelenggaran pelayanan publik. Dengan demikian tindakan
dan perilaku yang kita lakukan sebagai ASN akan sangat mempengaruhi upaya
perbaikan kualitas pelayanan publik.
Undang-undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan
Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil selama 1 tahun masa
percobaan, dengan mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan
karakter dalam mencetak PNS. Pelatihan Dasar CPNS bertujuan untuk
membentuk PNS yang profesional dan memiliki karakter sehingga mampu
melaksanakan tugas dan perannya secara prima sebagai pelayan publik.
Pendidikan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam
pembangunan manusia. Proses pendidikan berkaitan dalam upaya pencapaian
tujuan pembangunan, karena hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari proses
pembangunan itu sendiri. Pembangunan diarahkan dan ditujukan untuk
mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, untuk mencapai
tujuan tersebut, pembangunan dilakukan secara menyeluruh termasuk
pembangunan kesehatan.

1
Lingkungan yang bersih merupakan salah satu unsur yang harus ada,
dibina dan dikembangkan terus agar dalam proses pendidikan yang berjalan
mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, semua warga sekolah harus
menjaga kebersihan sekolah agar dapat berfungsi dengan baik sebagai wadah
untuk mendidik anak agar mereka memiliki kesadaran lingkungan dan
berkemauan berbuat sesuatu yang positif bagi kelestarian lingkungan sekolah
khususnya dan lingkungan hidup.
Agar ilmu dapat terserap maksimal oleh siswa, maka kondisi sekolah
haruslah nyaman dan bersih. Walaupun kebersihan sering kali dianggap tidak
penting, namun hal kecil tersebut dapat berdampak besar terhadap proses
belajar mengajar di sekolah. Sekolah yang kotor akan membuat kegiatan belajar
terganggu dan menjadi sarang penyakit bagi seluruh warga sekolah menjadi
sesuatu yang penting jika bersangkutan dengan kebersihan baik di dalam
maupun di luar sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas dan juga
keseluruhan lingkungan sekolah yang harus menjadi perhatian penting bagi
seluruh warga di sekolah.
Peranan siswa dalam arti kata sikap, perilaku, pengetahuan, dan
keikutsertaannya dalam permasalahan lingkungan perlu dibina dan
dikembangkan, sebab siswa mempunyai peranan penting dalam menciptakan
lingkungan yang bersih dan sehat. Menurut Djohar (1999) sekolah menjadi
tempat mensosialisasikan nilai-nilai budaya, tidak hanya terbatas pada nilai-nilai
keilmuan tetapi semua nilai-nilai kehidupan yang memungkinkan mampu
mewujudkan manusia berbudaya. Sebagai pusat pengembangan budaya,
sekolah selain mensosialisasikan nilai-nilai budaya yang telah hidup, juga
diharapkan mampu menciptakan, melahirkan, menumbuhkembangkan nilai-nilai
budaya baru yang menuntut untuk disosialisasikan dan dikembangkan melalui
pendidikan. Sekolah atau lempaga pendidikan pasti mempunyai peraturan, tata
tertib, budaya sekolah, dan norma yang berlaku.
Berdasarkan kondisi tersebut maka penulis memutuskan untuk
mengangkat isu kebersihan dan lingkungan sehat sebagai pokok bahasan
utama dalam rancangan aktualisasi yang akan diterapkan di unit kerja penulis.
Diharapkan dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam ANEKA,
mampu membantu mencari solusi serta pemecahan isu tersebut. Sekaligus
sebagai upaya penanaman nilai ANEKA dalam diri penulis.
B. Identifikasi Isu
2
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa
isu atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai
Guru Kelas Ahli Pertama di instansi tempat bekerja, yaitu di SD Negeri
Jrakahpayung 02. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit
kerja, maupun organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan aktualisasi
ini bersumber dari aspek:
a. whole of government (WoG),
b. pelayanan publik, dan
c. manajemen ASN.
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
a. Belum optimalnya kebersihan dan lingkungan hijau di SD Negeri
Jrakahpayung 02;
b. Kurangnya peran aktif orang tua dalam mendampingi kegiatan belajar
siswa SD Negeri Jrakahpayung 02;
c. Belum optimalnya penerapan tata tertib siswa di SD Negeri Jrakahpayung
02;
d. Belum optimalnya pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SD Negeri
Jrakahpayung 02;
e. Belum optimalnya penggunaan perpustakaan dalam menunjang kegiatan
literasi siswa SD Negeri Jrakahpayung 02;
Belum optimalnya kebersihan dan lingkungan hijau SD Negeri
Jrakahpayung 02 mencerminkan bahwa Pelayanan Publik masih perlu
ditingkatkan lagi. Kurangnya fasilitas kebersihan seperti tempat sampah di
halaman sekolah juga menjadi salah satu kendala rendahnya tingkat
kebersihan di SD Negeri Jrakahpayung 02. Selain itu, terbatasnya halaman
juga menjadi kendala utama dalam meningkatkan lingkungan hijau di SD
Negeri Jrakahpayung 02.
Keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah tidak luput dari peran
serta orang tua di dalamnya. Orang tua harus menjadi kontrol dan
pendamping bagi anak-anaknya. Namun yang terjadi adalah orang tua
seringkali mengabaikan peran tersebut dikarenakan harus mencari nafkah,
tidak menguasai materi, dan alasan lainnya. Akibatnya banyak anak yang
tidak mengerjakan PR/tugas dan tidak belajar ketika ada ulangan. Tentu ini
akan menghambat proses belajar di kelas, karena maksud dari penugasan
dan pemberian PR di sekolah adalah untuk memantapkan materi yang

3
diperoleh siswa di sekolah. Untuk itu peran dan keterlibatan dalam
pendampingan kegiatan belajar anak di rumah sangat penting.
Belum optimalnya penerapan tata tertib di SD Negeri Jrakahpayung 02
disebabkan oleh manajemen ASN yang masih rendah. Tata tertib yang paling
sering dilanggar adalah pada saat jam masuk masih banyak siswa yang
masih jajan. Sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu karena
beberapa siswa masuk terlambat. Penerapan tata tertib secara konsisten
diharapkan dapat meningkatkan tingkat kedisiplinan siswa yang pada
akhirnya diharapkan dapat mendukung berjalannya proses belajar mengajar
dengan baik.
Selanjutnya, belum optimalnya pelaksanaan upacara bendera hari
Senin di SD Negeri Jrakahpayung 02 disebabkan oleh kurangnya disiplin,
tenggang rasa, cinta tanah air, dan nasionalisme. Dalam pelaksanaan
upacara bendera masih banyak siswa yang belum menguasai PBB, terutama
para petugas upacara. Melaksanakan upacara setiap hari Senin adalah suatu
keharusan sesuai tata tertib siswa di sekolah. Mengikuti proses upacara
dengan khidmad akan bermanfaat besar bagi siswa terutama sekali dalam
membentuk karakter positif.
Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negeri
Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat di identifikasi isu-isu
sebagai berikut:
Tabel 1.1 Identifikasi Isu
Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini
Diharapkan
1. Belum optimalnya Pelayanan Belum terciptanya Lingkungan sekolah
kebersihan dan Publik budaya membuang yang bersih, dengan
lingkungan hijau SD sampah pada fasilitas kebersihan
Negeri tempatnya dan yang memadai dan
Jrakahpayung 02 kurangnya kesadaran terciptanya
siswa dalam merawat lingkungan hijau
tanaman di lingkungan
sekolah

4
Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini
Diharapkan
2. Kurangnya peran WoG Orang tua cenderung Orang tua
aktif orang tua kurang aktif dalam berpartisipasi dalam
dalam mendampingi mendampingi kegiatan mendampingi
kegiatan belajar belajar siswa di rumah kegiatan belajar
siswa di SD Negeri yang ditandai dengan siswa di rumah
Jrakahpayung 02 banyaknya siswa yang seperti mendampingi
tidak mengerjakan mengerjakan
PR/tugas, serta tidak tugas/PR, belajar,
belajar ketika ada dan mengecek
ulangan kelengkapan atribut
seragam
3. Belum optimalnya Pelayanan Banyak siswa yang Siswa tertib masuk
penerapan tata tertib Publik pada saat masuk kelas, berpakaian,
siswa di lingkungan kelas masih jajan di dan mengikuti
SD Negeri kantin, memakai kegiatan belajar
Jrakahpayung 02 atribut seragam mengajar.
kurang lengkap, dan
kurang tertib dalam
mengikuti pelajaran di
kelas
4. Belum optimalnya Pelayanan Belum terciptanya Pelaksanaan
pelaksanaan Publik pelaksanaan upacara upacara bendera hari
upacara di SD bendera hari Senin Senin menjadi lebih
Negeri yang khidmad dan khidmad dan teratur
Jrakahpayung 02 teratur dalam baris
berbaris, terutama
untuk petugas
upacara
5. Belum optimalnya Pelayanan Kondisi perpustakaan Perpustakaan
penggunaan Publik kurang baik dengan memiliki sarana
perpustakaan dalam ruangan yang masih prasarana yang baik
kegiatan literasi SD menyatu dengan dengan koleksi buku
Negeri ruang kepala sekolah yang memadai serta
Jrakahpayung 02 dan koleksi buku yang dimanfaatkan untuk
masih kurang lengkap kegiatan membaca
siswa
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)
Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan,
perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang
merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses tersebut
menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni berupa:
a. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, dan Kelayakan.
1) Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di
kalangan masyarakat.
2) Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya.
3) Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

5
4) Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta relevan
untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
b. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan perkembangan
setiap variabel dengan rentang skor 1-5.
1) Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak
atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
2) Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah tersebut
terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan,
membahayakan sistem atau tidak, dan sebagainya.
3) Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.

Tabel 1.2 Analisis Isu Strategis


Kriteria A Kriteria B
Prinsip
Identifikasi Isu Peringkat
ASN A P K L Ket U S G ∑
Pelayanan Belum optimalnya
Publik kebersihan dan lingkungan Memenuhi
hijau SD Negeri + + + + syarat
5 5 4 14 I
Jrakahpayung 02
Whole of Kurangnya peran orangtua
Memenuhi
Goverment dalam pendidikan siswa di + + + + syarat
5 4 4 13 II
SD Negeri Jrakahpayung 02
Manajemen Belum optimalnya
ASN penerapan tata tertib siswa Memenuhi
di lingkungan SD Negeri + + + + syarat
4 4 4 12 III
Jrakahpayung 02
Pelayanan Belum optimalnya
Publik pelaksanaan upacara Memenuhi
bendera hari Senin di SD + + + + syarat
4 4 3 11 IV
Negeri Jrakahpayung 02
Manajemen Belum optimalnya
ASN penggunaan perpustakaan Memenuhi
dalam kegiatan literasi SD + + + + syarat
4 4 3 11 V
Negeri Jrakahpayung 02
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)
Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada tabel 1.2. Analisis
Isu Strategis, ditemukan lima isu utama yang memenuhi syarat, yaitu sebagai
berikut:
1. Belum optimalnya kebersihan dan lingkungan hijau di SD Negeri
Jrakahpayung 02
2. Kurangnya peran orang tua dalam pendidikan siswa di SD Negeri
Jrakahpayung 02

6
3. Belum optimalnya penerapan tata tertib siswa di lingkungan SD Negeri
Jrakahpayung 02
4. Belum optimalnya pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SD
Negeri Jrakahpayung 02
5. Belum optimalnya penggunaan perpustakaan dalam kegiatan literasi
SD Negeri Jrakahpayung 02
Dari kelima isu yang problematik tersebut, ditetapkan isu paling
prioritas yakni “Belum optimalnya kebersihan dan lingkungan hijau di SD
Negeri Jrakahpayung 02” dengan perolehan skor USG 14.

A. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan


Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan metode USG
akan memiliki dampak ketika tidak dilaksanakan. Dampak dari isu yang tidak
dilaksanakan tersaji dalam Tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan
Sumber Isu Identifikasi Isu Dampak
Pelayanan Belum optimalnya keber- Sekolah yang kotor akan
Publik sihan dan lingkungan hijau membuat kegiatan belajar
di SD Negeri Jrakahpayung terganggu, menjadi sarang pe-
02 nyakit dan media penyebaran
penyakit bagi seluruh warga
sekolah. Sehingga kebersihan
baik di dalam maupun di luar
sekolah, baik di dalam maupun
di luar kelas dan juga
keseluruhan lingkungan sekolah
yang harus menjadi perhatian
seluruh warga sekolah. Taman
yang terawat, asri yang indah
akan menambah keindahan dan
kenyamanan di lingkungan
sekolah. Pengelolaan dan
perawatan taman dengan
melibatkan peran aktif siswa juga
dapat dikategorikan sebagai
awal penanaman cinta
lingkungan kepada siswa.
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

B. Rumusan Masalah

7
Berdasarkan Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis, menunjukkan validasi isu
dengan menggunakan analisa USG. Dari analisa didapatkan core issue yakni
belum optimalnya kebersihan dan lingkungan hijau di SD Negeri
Jrakahpayung 02 Tulis Batang. Dari isu tersebut maka rumusan masalah
kegiatan aktualisasi melalui habituasi adalah:
1. Bagaimana bentuk kegiatan yang harus dilakukan untuk memberikan
kontribusi pada optimalnya kebersihan dan lingkungan hijau di SD Negeri
Jrakahpayung 02?
2. Bagaimana output atau hasil yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan
tersebut?
3. Bagaimana Nilai Dasar ASN (ANEKA) dapat diimplementasikan selama
kegiatan aktualisasi melalui habituasi di unit kerja?
4. Bagaimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan kontribusi
terhadap visi misi SD Negeri Jrakahpayung 02?
Gagasan Pemecahan Isu pada unit kerja SD Negeri Jrakahpayung 02
adalah “Optimalisasi Kebersihan dan Lingkungan Hijau di SD Negeri
Jrakahpayung 02 Tulis Batang”.

E. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan masalah yang telah
ditemukan, tujuan yang akan dicapai dari dilaksanakannya aktualisasi ini
adalah sebagai berikut :
1. Menemukan isu-isu yang ada di satuan kerja kemudian melakukan analisis
terhadap isu-isu tersebut sehingga dapat menemukan pemecahan
masalah dalam bentuk kegiatan yang berkontribusi dalam pemecahan isu.
2. Mengetahui output atau hasil dari kegiatan tersebut.
3. Mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN ke dalam setiap kegiatan
habituasi yang dilakukan di satuan kerja.
4. Kontribusi terhadap visi dan misi SD Negeri Jrakahpayung 02

F. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar ASN adalah sebagai
berikut:
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk mengimplementasikan nilai-
nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen

8
Mutu dan Anti Korupsi) sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
Membantu mengoptimalisasi kebersihan dan lingkungan hijau serta
mewujudkan visi dan misi SD Negeri Jrakahpayung 02.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Sikap Perilaku Bela Negara
1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara
Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur, pada
hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran berbangsa dan

9
bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai dengan
kepribadian bangsa dan selalu mengaitkan dirinya dengan cita-cita dan
tujuan hidup bangsa Indonesia.
Kesadaran bela negara merupakan upaya untuk mempertahankan
negara dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup
bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air. Selain itu
menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri PNS. Upaya
bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan
bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran,
penuh tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada
negara dan bangsa.
2. Analisa Perubahan Lingkungan Strategis
Lingkungan strategis adalah situasi internal dan eksternal baik yang
statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) yang memberikan pengaruh
pada pencapaian tujuan nasional. Analisa perubahan lingkungan strategis ini
bertujuan membekali peserta dengan kemampuan memahami konsepsi
perubahan lingkungan strategis sebagai wawasan strategis PNS. Sehingga
PNS dapat memahami modal insani dalam menghadapi perubahan
lingkungan strategis, dapat mengidentifikasi isu-isu kritikal, dan dapat
melakukan analisis isu-isu kritikal dengan menggunakan kemampuan
berpikir kritis. Dengan begitu PNS dapat mengambil keputusan yang terbaik
dalam tindakan profesionalnya.
3. Kesiapsiagaan Bela Negara
Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945 mengamanatkan kepada
semua komponen bangsa berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelan negara. Dalam hal
ini setiap PNS sebagai bagian dari warga masyarakat tertentu memiliki hak
dan kewajiban yang sama untuk melakukan bela negara sebagaimana
diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 tersebut.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela
negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai
peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara,
keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk
ancaman.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga negara yang
secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang

10
prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan intelektual, dan
spiritual yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan raganya, memiliki sifat-
sifat disiplin, ulet, kerja keras, dan tahan uji, merupakan sikap mental dan
perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang
berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin kelangsungan
hidup berbangsa dan bernegara. Oleh sebab tiu dalam pelaksanaan latihan
dasar bagi CPNS dibekali dengan latihan-latihan seperti :
1. Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik;
2. Kesiapsiagaan dan kecerdasan mental;
3. Kegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upacara;
4. Keprotokolan;
5. Fungsi-fungsi Intelijen dan Badan Pengumpul Keterangan;
6. Kegiatan ketangkasan dan permainan (LAN, 2015)

B. Nilai Dasar CPNS


Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar
sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan
profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai dasar yang dimaksud
adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA).
Berdasarkan dari kelima nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik komitmen mutu dan Anti korupsi yang harus di
tanamkan kepada setiap ASN maka perlu di ketahui indikator-indikator dari
kelima kata tersebut, yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang seudah tidak asing lagi kita
dengar, namun seringkali kita susah untuk membedakannya dengan
responsibilitas. Namun dua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda.
Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan
akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Lebih lanjut akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,
kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya.
Adapun indikator dari nilai akuntabilitas adalah:
a Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana
pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan
hal tersebut.
b Transparansi

11
Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua
tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok / institusi.
c Integritas
Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan yang tak
tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan
keyakinan.
d Tanggungjawab
Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggungjawab juga dapat berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban.
e Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda maupun orang.

f Kepercayaan
Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan
ini akan melahirkan akuntabilitas.
g Keseimbangan
Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta
harapan dan kapasitas. Selain itu, adanya harapan dalam
mewujudkan kinerja yang baik juga harus disertai dengan
keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian (skill) yang
dimiliki.
h Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan,
peran dan tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan
organisasi, dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupun
organisasi.
i Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan
sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir (LAN, 2015).
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain
sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa
yang satu dengan bangsa yang lain. Sedang dalam arti luas,
12
nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa
dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;
menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara;
bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak
merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan
sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap
tenggang rasa (LAN, 2015).
3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah
yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar,
sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik
atau apa yang seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan
publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
a. memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila;
b. setia dalam mempertahankan UUD 1945;
c. menjalankan tugas secara profesional dan tidak memihak;
d. membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
e. menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;
f. memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
g. mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja publik;
h. memiliki kemampuan menjalankan kebijakan pemerintah;
i. memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;
j. mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
k. menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;
l. mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
m. mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
n. meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir (LAN, 2015)
4. Komitmen Mutu

13
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara
lain:
a. efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil sesuai dengan
target;
b. efisien, yaitu berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai
hasil tanpa menimbulkan pemborosan;
c. inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau mengandung
kebaruan;
d. berorientasi mutu, yaitu ukuran baik buruk yang di persepsi individu

terhadap produk atau jasa (LAN, 2015).


5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–
norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara
atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindak
pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan negara, suap-
menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan,
benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.
Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi meliputi:
a. mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri
seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada
orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan
dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai
keuntungan sesaat;
b. kerja keras merupakan hal yang penting dalam rangka tercapainya
target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat tercapai, peluang untuk
korupsi secara materiil maupun non materiil (waktu) menjadi lebih
kecil;
c. berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau pihak
yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang melakukan
kesalahan;
d. disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan undang-
undung yang mengatur;
e. peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa yang
dirasakan orang lain;
f. jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran
(dharma);

14
g. tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas apa
yang kita kerjakan dalam bentuk apapun;
h. sederhana yang dapat diartikan menerima dengan tulus dan iklas
terhadap apa yang telah ada dan diberikan oleh Tuhan kepada kita;
i. adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam perkataan
maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa yang terjadi (LAN,
2015).

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Untuk mewujudkan birokrasi yang professional dalam menghadapi
tantangan-tantangan global, pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad untuk mengelola aparatur sipil
negara menjadi semakin professional. Undang-undang ini merupakan dasar
dalam manajemen aparatur sipil negara yang bertujuan untuk membangun
aparat sipil negara yang memiliki integritas, profesional dan netral serta bebas
dari intervensi politik, juga bebas dari praktek KKN, serta mampu
menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat (LAN,
2017).
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil
Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
Adapun asas-asas manajemen ASN, antara lain:
a. kepastian hukum;
b. profesionalitas;
c. proporsionalitas;
d. keterpaduan;
e. delegasi;
f. netralitas;
g. akuntabilitas;
h. efektif dan efisien;
i. keterbukaan;
j. non diskriminatif;
k. persatuan;

15
l. kesetaraan;
m. keadilan;
n. kesejahteraan.
2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik menurut Lembaga Administrasi Negara adalah
segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi
Pemerintah di pusat dan daerah dan dilingkungan BUMN/BUMD dalam
bentuk barang atau jasa baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan
masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai
penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi
warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan
pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.
c. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib
mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya
terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka
butuhkan, mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan,
prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan.
d. Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh
dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang
lain atas dasar perbedaan identitas warga negara.

e. Mudah dan Murah


Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus
memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk
memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan
16
prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu ditekankan karena
pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak
dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi
mandat konstitusi.
f. Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-
tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan
tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja
yang sedikit, dan biaya yang murah.
g. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus
dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti
fisik dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan
biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk
mendapatkan layanan tersebut.
h. Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada
atasan akan tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan
secara terbuka kepada masyarakat luas melalui media publik.
i. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai
alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa
keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok
yang kuat (LAN, 2017)
3. Whole Of Government
Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan
kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan
perbedaan kategori hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai
berikut:

17
a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
 penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan
mempertimbangkan dampak;
 dialog atau pertukaran informasi;
 joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama
sementara.
b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
 joint working, atau kolaborasi sementara;
 joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama
pada pekerjaan besar yang menjadi urusan utama salah satu
peserta kerjasama;
 satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk
sebagai mekanisme integratif.
c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi
menjadi:
 aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama
pada isu besar yang menjadi urusan utama salah satu peserta
kerjasama;
 union, berupa Unifikasi resmi, identitas masing-masing masih
nampak; merger, yaitu penggabungan ke dalam struktur baru
(LAN, 2017)

BAB III
PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum
Data untuk mengenal SD Negeri Jrakahpayung 02 adalah sebagai
berikut:
a. Nama Sekolah : SD Negeri Jrakahpayung 02
b. NPSN : 20323199
c. Bentuk Pendidikan : SD
d. Status kepemilikan : Negeri
e. SK Izin Operasional : 421.2/021/IX/52/85
f. Tanggal SK : 1 April 1985

18
g. Alamat : Jalan Raya Jrakahpayung RT 02 RW 01
Kecamatan Tulis Kabupaten Batang 51261
h. Email : sd_jrakahpayung@yahoo.co.id
i. Nomor telepon : -
SD Negeri Jrakahpayung 02 secara geografis terletak di pinggir jalan
raya pantai utara Batang. SD Negeri Jrakahpayung 02 saat ini dipimpin oleh
Bapak Rustam, S.Pd yang berstatus sebagai Kepala Sekolah.

2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi


a. Visi SD Negeri Jrakahpayung 02
Sebagaimana lembaga-lembaga pendidikan umumnya, SD Negeri
Jrakahpayung 02 juga memiliki visi dan misi yang ingin diwujudkan. Visi
dari SD Negeri Jrakahpayung 02 yaitu “UNGGUL DALAM PRESTASI,
BERTAQWA, BERDISIPLIN DAN BERSOPAN SANTUN”.
b. Misi SD Negeri Jrakahpayung 02
Misi berfungsi untuk menjelaskan mengapa suatu organisasi harus
ada, apa yang harus dilakukannya dan bagaimana melakukannya untuk
mewujudkan visi tersebut. Adapun misi dari SD Negeri Jrakahpayung 02
untuk mencapai visi tersebut adalah :
1) Meningkatkan KBM secara inovatif dan profesional.
2) Melakukan KBM secara maksimal.
3) Menumbuhkan semangat belajar secara mandiri dan disiplin.
4) Meningkatkan amaliah keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

c. Nilai-Nilai Organisasi SD Negeri Jrakahpayung 02


Nilai-nilai yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas di SD
Negeri Jrakahpayung 02 adalah berasal dari nilai-nilai Tata Nilai Budaya
Kerja Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun nilai-nilainya
adalah sebagai berikut:
1) Integritas
Yang dimaksud dengan integritas adalah keselarasan antara pikiran,
perkataan, dan perbuatan. Indikator dari integritas adalah konsisten,
jujur, menghindari benturan keinginan, berpikiran positif, arif,
bijaksana, dan mematuhi peraturan perundang-undangan.
2) Kreatif dan Inovatif
Kreatif dan inovatif adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan
untuk menciptakan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau
yang sudah dikenal sebelumnya. Indikator dari kreatif dan inovatif
adalah memiliki pola piker, cara pandang yang variatif terhadap

19
setiap permasalahan, bersikap terbuka, berani mengambil
terobosan, dan memanfaatkan teknologi secara efektif dan efisien.
3) Inisiatif
Inisiatif adalah kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi
yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan. Indikator dari
inisiatif adalah responsive, bersikap proaktif, dan memiliki dorongan
untuk menyelesaikan masalah.
4) Pembelajar
Pembelajar adalah selalu berusaha untuk mengembangkan
kompetensi dan profesionalisme. Indikator dari pembelajar adalah
berkeinginan untuk selalu menambah wawasan, mengambil hikmah
atas segala kesalahan, dan berbagi pengetahuan dengan rekan
kerja.
5) Menjunjung Meritokrasi
Menjunjung meritokrasi adalah menjunjung tinggi keadilan dalam
pemberian penghargaan bagi karyawan yang kompeten.
Indikatornya adalah berkompetisi secara maksimal, memberikan
kesempatan yang sama dalam mengembangkan kompetensi
pegawai, memberikan penghargaan dan hukuman secara secara
proporsional,tidak sewenang-wenang, dan tidak mementingkan diri
sendiri.
6) Aktif
Aktif adalah senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
Inidkator dari aktif adalah terlibat langsung dalam setiap kegiatan
dan memberi dukungan kepada rekan kerja.
7) Tanpa Pamrih
Tanpa pamrih adalah bekerja dengan tulus ikhlas dan penuh
dedikasi. Indikator yang termasuk dalam tanpa pamrih adalah penuh
komitmen dalam melaksanakan pekerjaan, rela membantu rekan
kerja, dan menunjukkan sikap 4S (senyum, sapa, sopan, dan
santun)
d. Tujuan Organisasi
Sesuai dengan visi dan misi sekolah SD Negeri Jrakahpayung 02 pada
kurun waktu empat tahun ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Menciptakan KBM pada siswa dan pendidik secara inovatif dan
profesional.
2. Menciptakan komunikasi dan KBM antara siswa dan pendidik secara
maksimal.

20
3. Terciptanya prestasi melalui event lomba dengan semangat belajar
dan disiplin.
4. Menciptakan rasa kerukunan beragama dalam kehidupan sehari-
hari.

3. Struktur Organisasi dan Tugas Fungsi Guru


a. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi merupakan prasyarat mutlak yang harus
dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan. Struktur organisasi pendidikan
SD Negeri Jrakahpayung 02 mencerminkan adanya suatu bentuk
kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan. Adapun struktur organisasi
SD Negeri Jrakahpayung 02 disajikan dalam Gambar 3.1.
Gambar 3.1. Struktur Organisasi SD Negeri Jrakahpayung 02

KEPALA SEKOLAH
Rustam, S.Pd

KETUA KOMITE

OPERATOR SEKOLAH Toradi

Mujiono, S.Pd

PENJAGA SEKOLAH
Abdul Rakhman, S.Pd

JABATAN

GURU KELAS VI GURU KELAS V GURU KELAS IV


Deniek Retno H., S.Pd Lucia Baryani, S.Pd Ria Prastiwi, S.Pd

GURU KELAS III GURU KELAS II GURU KELAS I


Sri Erna Yuliawati, S.Pd Nur Halimah, S.Pd Helfiana Ulfa U., S.Pd

GURU PENJASKES GURU PAI


Mujiono, S.Pd Nur Laila, S.Pd.I

b. Job Deskripsi

21
Masing-masing dari perangkat sekolah memiliki tugas pokok dan
fungsi yang berbeda. Adapun tugas pokok dan fungsi dari perangkat
sekolah adalah sebagai berikut:
1) Kepala Sekolah:
a) Menyusun program kerja, baik jangka pendek, menengah,
maupun jangka panjang.
b) Menyusun organisasi ketenagaan di sekolah.
c) Menggerakkan staf/guru/karyawan dengan cara memberikan
arahan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas.
d) Mengoptimalkan sumber daya manusia secara optimal,
memanfaatkan sarana/prasarana secara optimal dan merawat
sarana prasarana milik sekolah
2) Guru Kelas:
a) Pengelolaan kelas
b) Penyelenggaraan administrasi kelas
c) Penyusunan dan pembuatan statistik bulanan anak didik
d) Pembuatan catatan khusus tentang anak didik
e) Pencatatan mutasi anak didik
f) Pengisian dan pembagian buku laporan penilaian hasil belajar
3) Operator sekolah:
a) Melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan terhadap klien Anak.
b) Melaksanakan sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan).
c) Melaksanakan program pembimbingan kepribadian.
d) Melaksanakan program pembimbingan kemandirian.
e) Melaksanakan pendampingan terhadap Anak Bermasalah

Hukum (ABH) dalam Sidang Anak di PN dan Upaya Diversi.


4. Deskripsi SDM, Sarpras dan Sumber Daya Lain
SD Negeri Jrakahpayung 02 memiliki 8 guru, 1 kepala sekolah dan 1
penjaga sekolah. Berikut ini adalah daftar nama PTK di SD Negeri
Jrakahpayung 02 beserta jabatannya:

Tabel 3.1 Data PTK SD Negeri Jrakahpayung 02 Tahun 2019

Gol. Status
No. Nama/NIP Jabatan Pegawai
Ruang
Rustam, S.Pd.SD Kepala
1. IV/a PNS
NIP. 19620312 198304 1 004 sekolah
Nur Laila, S.Pd.I
2. IV/a Guru PAI PNS
NIP. 19631106 198405 2 002
Lucia Baryani, S.Pd.SD
3. IV/a Guru Kelas 5 PNS
NIP. 19651104 198608 2 001
Ria Prastiwi, S.Pd.SD
4. III/b Guru Kelas 4 PNS
NIP. 19871003 200903 2 004
Deniek Retno H., S.Pd.SD
5. III/a Guru Kelas 6 PNS
NIP. 19800319 201406 2 003

22
Gol. Status
No. Nama/NIP Jabatan Pegawai
Ruang
Sri Erna Yuliawati, S.Pd
6. III/a Guru Kelas 3 CPNS
NIP. 19880716 201903 2 004
Guru PJOK
7. Mujiono, S.Pd - GTT
dan OPS
8. Nur Halimah, S.Pd - Guru Kelas 2 GTT
9. Helfiana Ulfa Utami, S.Pd - Guru Kelas 1 GTT
Abdul Rakhman, S.Pd Penjaga
10. II/b PNS
NIP. 19711009 200901 1 006 Sekolah

Adapun jumlah siswa di SD Negeri Jrakahpayung 02 adalah 127 siswa


yang terbagi menjadi 6 rombongan kelas. Berikut tabel siswa SD Negeri
Jrakahpayung 02 dan rombongan belajarnya.

Tabel 3.2 Jumlah Peserta Didik per Rombel


Tingkat Jumlah Siswa
No. Nama Rombel
Kelas L P Total
1. Kelas 1 1 8 10 18
2. Kelas 2 2 6 16 22
3. Kelas 3 3 10 16 26
4. Kelas 4 4 14 10 24
5. Kelas 5 5 9 8 17
6. Kelas 6 6 10 10 20
Total 57 70 127

Sarana prasarana atau fasilitas yang terdapat di SD Negeri Jrakahpayung


02 meliputi ruang kelas, ruang kantor guru, kamar mandi/WC, gudang. Adapun
uraian sarana prasarana yang ada di SD Negeri Jrakahpayung 02 adalah
sebagai berikut:

Tabel 3.3 Sarana dan Prasarana SD Negeri Jrakahpayung 02


Ukuran
No. Jenis Prasarana Banyak Jenis Ruang
(m2)
1. Gudang 1 Permanen 6 x 1,5
2. Kamar mandi/WC guru pria 1 Permanen 2,5 x 2
3. Kamar mandi/WC guru wanita 1 Permanen 2,5 x 2
4. Kamar mandi/WC siswa L 2 Permanen 2x2
5. Kamar mandi/WC siswa P 2 Permanen 3x3
6. Ruang teori/kelas 1 1 Permanen 8x7
7. Ruang teori/kelas 2 1 Permanen 8x7
8. Ruang teori/kelas 3 1 Permanen 8x7
9. Ruang teori/kelas 4 1 Permanen 8x7

23
Ukuran
No. Jenis Prasarana Banyak Jenis Ruang
(m2)
10. Ruang teori/kelas 5 1 Permanen 8x7
11. Ruang teori/kelas 6 1 Permanen 8x7
12. Ruang guru 1 Permanen 8x7
13. Ruang ibadah 1 Permanen 12 x 6
14. Ruang kepala sekolah 1 Permanen 8x7
Sumber: Dokumentasi Sekolah 2019
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa bangunan dan ruang
belajar yang ada di SD Negeri Jrakahpayung 02 sudah cukup memadai untuk
digunakan, dimanfaatkan dan dikembangkan dalam menunjang kegiatan
pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Menurut Pasal 5 tugas utama guru yaitu
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
Sesuai dengan Pasal 6, uraian Kewajiban Guru dalam melaksanakan
tugas adalah sebagai berikut.
1. Merencanakan pembelajaran/bimbingan, melaksanakan pembelajaran/
bimbingan yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/
bimbingan, serta melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan.
2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akedemik dan kompetensi
secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
ilmu, dan teknologi.
3. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas pertimbangan jenis kelamin,
agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, latar belakang keluarga, dan
status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
4. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hokum, dan kode etik
guru, serta nilai agama dan etika, dan
5. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

C. Role Model

24
Tokoh yang menjadi role model penulis yaitu Bapak Rustam, yang
sekaligus merupakan mentor penulis. Bapak Rustam merupakan guru senior di
SD Negeri Jrakahpayung 02. Beliau sudah puluhan tahun mengabdikan diri
sebagai seorang pendidik. Beliau mampu menunjukkan integritasnya sebagai
seorang guru. Beliau merupakan sosok yang sangat dihormati di lingkungan
sekolah kami. Beliau sosok yang kompeten dan sabar dalam mendidik siswa-
siswanya. Beliau sabar mengajari satu per satu siswanya yang mengalami
kesulitan dalam belajar.
Sikap dan dedikasi tinggi beliau dalam mengabdi pada bangsa dan
Negara Indonesia melalui dunia pendidikan membuat penulis mengagumi beliau
dan merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri
Jrakahpayung 02.

25
BAB IV
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan Nilai


ANEKA
Unit Kerja : SD Negeri Jrakahpayung 02
Isu yang diangkat : Belum optimalnya kebersihan dan
lingkungan hijau di SD Negeri
Jrakahpayung 02
Judul : Optimalisasi Kebersihan dan Lingkungan
Hijau di SD Negeri Jrakahpayung 02
Gagasan Gagasan Penyelesaian Isu:
1. Menanam bunga di halaman sekolah
2. Menyiram dan merawat taman yang telah ditanami bunga
3. Pengadaan tempat sampah di halaman sekolah
4. Pembiasaan gerakan pungut sampah (GPS) 5 menit sebelum masuk
kelas
5. Membuat poster kata-kata motivasi

26
Tabel 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Menanam bunga di 1. Berkonsultasi dengan 1. Disetujuinya Menghargai komunikasi, Dengan penerapan Melalui penerapan
halaman sekolah kepala sekolah kegiatan menanam konsultasi, dan nilai-nilai dasar nilai-nilai dasar ASN
(Sumber kegiatan: tentang kegiatan bunga di halaman kerjasama dengan ASN (ANEKA) (ANEKA) dalam
inovasi) menanam bunga di sekolah atasan ketika akan dalam kegiatan ini, kegiatan ini,
halaman sekolah mengadakan suatu diharapkan dapat diharapkan akan
kegiatan mendukung mampu
etika publik terpenuhinya misi meningkatkan nilai
Saya menyusun
SD Negeri kreatif dan inovatif
2. Menyusun jadwal dan 2. Tersusunnya jadwal kegiatan menanam
Jrakahpayung 02 sebagai ASN tenaga
menentukan lokasi dan lokasi bunga dengan penuh
pelaksanaan kegiatan penanaman bunga tanggung jawab yang kedua yaitu : pendidik yang
menanam bunga. (Tanggung jawab: “Melakukan KBM bertugas di SD
Akuntabilitas) secara maksimal” Negeri
3. Mensosialisasikan 3. Materi sosialisasi Tahap selanjutnya yang Jrakahpayung 02
kegiatan menanam dan draft dilakukan yaitu
bunga kepada siswa pendataan jenis menentukan jenis bunga
serta menentukan bunga yang dibawa (tanaman) dengan
jenis bunga atau siswa cermat dan adil sesuai
tanaman yang dengan ketersediaan
ditanam. sumber daya yang ada
(Cermat: Etika Publik,
4. Melaksanakan 4. Taman sekolah Adil: Anti Korupsi)
kegiatan menanam yang telah ditata
bunga. dan ditanami bunga Saya melakukan
sosialisasi kegiatan
dengan Sederhana dan
mudah dipahami serta
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik
dan benar.

27
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

(Sederhana : Anti
Korupsi,
Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik
dan benar:
Nasionalisme sila-3)
Saya melaksanakan dan
mendampingi kegiatan
dengan penuh
tanggung jawab.
(Tanggung jawab:
akuntabilitas)

2. Menyiram dan 1. Melakukan koordinasi 1. Persamaan Saya berkoordinasi Kontribusi kegiatan Melalui penerapan
merawat taman dengan rekan kerja persepsi dengan dengan rekan mengenai ini adalah sebagai nilai-nilai dasar ASN
yang telah ditanami mengenai penyusunan rekan kerja, jadwal penyusunan jadwal perwujudan misi (ANEKA) dalam
bunga jadwal petugas dan petugas menyiram dengan menjunjung SD Negeri kegiatan ini,
(Sumber kegiatan: pengadaan alat taman dan rencana tinggi nilai Jrakahpayung 02 diharapkan akan
Inovasi) menyiram taman pengadaan alat kebersamaan dan yang kedua yaitu: mampu
menyiram taman keluwesan meningkatkan nilai
(Kebersamaan dan
Integritas dan
keluwesan : etika
“Melakukan KBM Inovatif sebagai
publik)
secara maksimal” ASN yang bertugas
2. Mensosialisasikan 2. Materi sosialisasi Setelah menyusun di SD Negeri
jadwal kegiatan kegiatan menyiram jadwal petugas Jrakahpayung 02
menyiram dan taman penyiraman dan
merawat taman perawatan taman, saya
kepada siswa melakukan sosialisasi
kegiatan sederhana

28
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Pengadaan alat untuk 3. Tersedianya alat dan mudah dipahami
menyiram taman untuk menyiram serta menggunakan
taman bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
4. Pelaksanaan kegiatan 4. Terpeliharanya (Sederhana : Anti
menyiram dan taman sekolah Korupsi,
merawat taman Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik
dan benar:
Nasionalisme sila-3)

Setelah sosialisasi saya


melaksanakan
pengadaan alat
menyiram bunga
dengan jujur dan
transparan.
(Jujur dan transparan:
Anti korupsi)

Saya dalam
melaksanakan kegiatan
tersebut, berusaha
menanamkan rasa
kepedulian kepada
siswa

(Kepedulian : Etika
publik)

29
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

Setelah jadwal
menyiram dan merawat
bunga jadi maka akan
dilakukan secara
konsistensi setiap
jadwal yang telah
ditentukan
(Konsistensi :
Akuntabilitas)

3. Pengadaan tempat 1. Berkonsultasi dengan 1. Izin atau masukan Dalam hal berkonsultasi Kontribusi kegiatan Melalui penerapan
sampah di halaman kepala sekolah dari kepala dengan kepala sekolah, ini adalah sebagai nilai-nilai dasar ASN
sekolah (Sumber mengenai ide sekolah tentang dilakukan dengan perwujudan misi (ANEKA) dalam
Kegiatan: Inovasi) pengadaan tempat pengadaan tempat menghormati SD Negeri kegiatan ini,
sampah di halaman sampah keputusan kepala Jrakahpayung 02 diharapkan akan
sekolah sekolah. yang kedua yaitu : mampu
(Menghormati “Melakukan KBM meningkatkan nilai
2. Berdiskusi dengan 2. Dukungan rekan
Keputusan: secara maksimal” Akuntabel dan
rekan kerja mengenai kerja dan lokasi
Nasionalisme Sila Ke- Transparan sebagai
pengadaan dan lokasi penempatan
2) ASN tenaga pendidik
penempatan tempat tempat sampah di
sampah di halaman halaman sekolah Setelah mendapat yang bertugas di SD
sekolah persetujuan kepala Negeri
sekolah, saya berdiskusi Jrakahpayung 02
3. Melakukan pengadaan 3. Tersedianya dengan rekan kerja
tempat sampah tempat sampah di dengan menjunjung
halaman sekolah tinggi nilai
kebersamaan dan
tanggung jawab
(Kebersamaan : Etika
Publik)

30
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
(Tanggung jawab :
Akuntabilitas)

Dalam melakukan
pengadaan tempat
sampah saya
menggunakan anggaran
dengan jujur.
(Jujur : Anti Korupsi)

4. Melaksanakan 1. Melakukan konsultasi 1. Izin dan masukan Saya berkonsultasi Kontribusi kegiatan Melalui penerapan
gerakan pungut dengan kepala sekolah dari kepala sekolahdengan kepala sekolah ini adalah sebagai nilai-nilai dasar ASN
sampah (GPS) 5 terkait GPS 5 menit tentang pelaksanaanagar GPS mempunyai perwujudan misi (ANEKA) dalam
menit sebelum sebelum masuk kelas GPS kejelasan target. SD Negeri kegiatan ini,
masuk kelas (Kejelasan: Jrakahpayung 02 diharapkan akan
2. Berdiskusi dengan 2. Persamaan persepsi Akuntabilitas) yang kedua yaitu : mampu
(Sumber Kegiatan : rekan kerja untuk dari rekan kerja meningkatkan nilai
Inovasi) melakukan rencana “Melakukan KBM Integritas dan
Setelah berkonsultasi
GPS setelah jam secara maksimal”
dengan kepala sekolah, Inovatif sebagai
istirahat
saya melakukan diskusi ASN yang bertugas
dengan rekan kerja di SD Negeri
3. Melakukan sosialisasi 3. Materi sosialisasi (Diskusi : Jrakahpayung 02
GPS setelah jam GPS 5 menit Nasionalisme sila Ke-
istirahat kepada siswa sebelum masuk 2)
kelas untuk siswa
Setelah diskusi dengan
4. Mendampingi siswa 4. Kegiatan GPS rekan kerja, saya
selama kegiatan berjalan dengan melakukan sosialisasi
berlangsung lancar serta halaman kegiatan GPS kepada
sekolah yang bebas siswa dengan
sampah

31
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

sederhana dan mudah


dipahami serta
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik
dan benar.

(Sederhana : Anti
Korupsi,
Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik
dan benar:
Nasionalisme sila-3)

Saya dalam
mendampingi kegiatan
tersebut dengan
menanamkan sikap
tanggung jawab dan
kerjasama kepada
siswa

(Tanggung jawab : Anti


korupsi, Kerjasama:
etika publik)

5. Membuat poster 1. Melakukan koordinasi 1. Persamaan Dalam melakukan Kontribusi kegiatan Melalui penerapan
kata-kata motivasi dengan rekan kerja persepsi kegiatan koordinasi dengan ini adalah sebagai nilai-nilai dasar ASN

32
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
(Sumber kegiatan: untuk menentukan dan draft konten rekan kerja, saya perwujudan misi (ANEKA) dalam
Inovasi) konten dan lokasi dan lokasi mendengarkan SD Negeri kegiatan ini,
penempelan kata-kata penempelan kata- pendapat tim mengenai Jrakahpayung 02 diharapkan akan
motivasi kata motivasi di usulan konten kata-kata yang kedua yaitu : mampu
lingkungan sekolah motivasi meningkatkan nilai
(Mendengarkan “Melakukan KBM Kreatif dan Inovatif
2. Melibatkan peran aktif 2. Siswa berperan aktif pendapat : sebagai ASN yang
secara maksimal”
siswa dalam dalam pembuatan
Nasionlisme Sila Ke-2) bertugas di SD
pembuatan konten poster
Negeri
kata-kata motivasi
Saya melibatkan peran Jrakahpayung 02
3. Menempelkan kata- 3. Kata-kata motivasi siswa dalam pembuatan
kata motivasi bersama yang telah ditempel kata-kata motivasi
siswa baik di dalam di dalam dan luar dengan menjunjung
kelas maupun di luar kelas tinggi nilai
kelas yang strategis kebersamaan dan
untuk dilihat dan dibaca kerjasama

(Kebersamaan dan
kerjasama: Etika
publik)

Setelah poster kata-kata


motivasi selesai
ditempel maka saya
menanamkan
kepedulian pada siswa
untuk menjaga poster
tersebut.

(Kepedulian: Etika

33
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil terhadap Visi Misi
dengan ANEKA nilai organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Publik)

(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

B. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi


Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan SD Negeri Jrakahpayung 02 pada tanggal 7-20 Mei 2019. Adapun
kegiatan-kegiatan aktualisasi akan di jabarkan dalam timeline kegiatan pada tabel 4.2. Jadwal Pelaksanaan
Aktualisasi sebagai berikut:

Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi


No. Kegiatan Minggu ke/ Bulan Bukti Kegiatan
Mei

34
1 2 3 4 5
Jadwal kegiatan dan lokasi, draft pendataan
1. Menanam bunga di halaman sekolah
jenis bunga, foto, video
Menyiram dan merawat taman yang telah Jadwal petugas, materi sosialisasi, foto alat
2. ditanami bunga menyiram bunga, foto, video
Pengadaan tempat sampah di halaman
3. sekolah
Rencana anggaran, nota pembelian, foto
Pembiasaan gerakan pungut sampah (GPS)
4. setelah jam istirahat
Foto, video
Daftar lokasi penempelan, contoh poster,
5. Membuat poster kata-kata motivasi
foto, video
6. Rekapitulasi dan penyusunan laporan kegiatan Laporan kegiatan
Keterangan : (Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)
Katerangan:
: Minggu tidak efektif
: Minggu pelaksanaan kegiatan
: Minggu rekapitulasi dan penyusunan laporan

35
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Dalam pelaksanaan tujuh kegiatan aktualisasi dan habituasi ANEKA,
terdapat kemungkinan kegiatan-kegiatan tersebut mengalami kendala sehingga
rancangan kegiatan ini tidak dapat direalisasikan secara optimal atau tidak
tercapai aktualisasinya. Oleh karena itu perlu disampaikan kendala-kendala
yang mungkin terjadi, langkah-langkah antisipasi menghadapi kendala tersebut,
dan perlu dicari secara cermat strategi untuk menghadapi kendala tersebut.
Kendala, resiko dan solusi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.3. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala


No. Kendala Resiko Strategi
1. Kegiatan tidak Kurang maksimalnya 1. Membuat jadwal kegiatan
selesai tepat pelaksanaan dengan cermat dan teliti
waktu kegiatan yang telah sehingga tidak terjadi
dirancang sehingga penumpukan kegiatan di
mengurangi nilai dari hari yang sama.
pencapaian yang 2. Membuat skala prioritas
seharusnya kegiatan yang akan
dilaksanakan terlebih
dahulu.
3. Tidak menunda-nunda
kegiatan yang telah
direncanakan dan
melaksanakannya sesuai
jadwal.

2. Terbatasnya 1. Menggerakkan 1. Mensosialisasikan


anggaran dana siswa dengan kegiatan dan
untuk pengadaan membawa mengkoordinir siswa siswa
bunga/ tanaman bunga/tanaman sebelum kegiatan
hias, alat hias yang sudah diadakan
menyiram bunga ada di rumah

(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

BAB V
44
PENUTUP

A. Simpulan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan bagian dari Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia saat ini. Dalam
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, terdapat tiga fungsi ASN
yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan
pemersatu bangsa. Terdapat beberapa nilai-nilai dasar yang harus dikuasai
oleh ASN. Nilai-nilai dasar tersebut diantaranya akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Kelima nilai-nilai dasar tersebut
harus dimiliki oleh ASN agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai
ASN yang professional.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah pendidikan.
Dalam upaya optimalisasi pelayanan publik di sekolah khususnya optimalisasi
kebersihan dan lingkungan hijau di SD Negeri Jrakahpayung 02. Guru
menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang
diimplementasikan dalam 7 rancangan kegiatan aktualisasi. Implementasi ini
diharapkan dapat mengoptimalkan kebersihan dan lingkungan hijau di SD
Negeri Jrakahpayung 02.
Rancangan aktualisasi ini dibuat sebagai salah satu perwujudan
nyata nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas, yang diperoleh oelh
penulis selama mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan XVIII. Begitu juga dalam menjalankan aktualisasi dan habituasi,
selain mendasari pelaksanaan tugas pokok nilai-nilai dasar ini juga
senantiasa diaktualisasikan oleh penulis dalam rangka mewujudkan visi dan
misi SD Negeri Jrakahpayung 02.

45
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga AdministrasI Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I


dan II Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil. Lembaga
Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I
dan II : Akuntabilitas. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I
dan II : Nasionalisme. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I
dan II : Etika Publik. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I
dan II : Komitmen Mutu. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan I
dan II : Anti Korupsi. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Pelayanan Publik. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Manajemen Aparatur Sipil Negara. Lembaga Administrasi Negara,
Jakarta.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole of
Goverment. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pendidikan dan
Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi. Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia, Jakarta.

RIWAYAT HIDUP

46
Penulis adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertugas di SD
Negeri Jrakahpayung 02 sebagai Guru Kelas Ahli Pertama. Penulis dilahirkan pada
tanggal 16 Juli 1988 di Sragen, Jawa Tengah.
Penulis mengawali pendidikan dasar pada tahun 1995 di SD Negeri Kliwonan
II Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen kemudian pindah ke SD Negeri Kebumen
Kecamatan Tulis Kabupaten Batang mengikuti orang tua pada tahun 1997.
Pendidikan sekolah dasar penulis diselesaikan pada tahun 2001. Pendidikan
lanjutan tingkat pertama dimulai pada tahun 2001 dan diselesaikan pada tahun 2004
di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tulis. Penulis melanjutkan pendidikan di
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Subah pada tahun 2004 dan diselesaikan pada
tahun 2007.
Pada awalnya penulis mengenyam pendidikan tinggi jurusan Pendidikan
Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di IKIP PGRI Semarang
dari tahun 2007 sampai dengan 2011. Barulah pada tahun 2013 penulis kembali
mengenyam pendidikan tinggi jurusan Program Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Guru
Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga yang
bertempat di Kabupaten Batang kemudian lulus pada tahun 2015.
Sebelum dinyatakan lolos sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) penulis
pernah mengajar di SD Negeri Kebumen sebagai guru kelas, dari tahun 2012
sampai 2019.

47