Anda di halaman 1dari 3

PT Dwi Agung Sentosa Pratama

Ruko Regia Boulevard GB/RB2-52 Jl. Graha Bintaro – Bintaro Jaya


Tanggerang 15226
Phone: 021 7328699/ 02171463396

Parameter- parameter analisis PLAXIS 2D untuk Soil Cement

Parameter-parameter tanah yang digunakan didapat dari data lapangan dan data sekunder. Data
lapangan yang digunakan adalah data bor log dan data sondir sedangkan data sekunder adalah data
dari berbagai makalah, jurnal, dan peraturan-peraturan. Berikut parameter yang digunakan:

1. Nilai Nspt dikonversi ke CBR

Nilai Nspt digunakan sebagai acuan untuk mencari modulus elastisitas lapisan tanah, untuk
mencari modulus elastisitas Nspt dikonversi ke nilai tahan konus (qc) dengan melihat data sondir
atau dengan rumus :

Nspt = ¼ qc (kg/cm2)

Nilai tahanan konus tersebut digunakan untuk memperkirakan CBR lapangan pada setiap lapisan
tanah yang ditinjau. Berikut adalah konversi nilai CBR tanah dengan jenis tanah lempung (fadly
ahmad, 2009 , CORRELATION OF TIP RESISTANCE (QC) AND FILED CBR ON CLAY SOIL IN IMBODU
VILLAGE) :

CBR = 1/3 qc (kg/cm2)

2. Modulus elastisitas soil cement DIFA SS yang digunakan didapat dari konversi nilai kuat tekan
(Unconfined Compression Strength) soil cement ke modulus elastisitas (Seungwook L, 2003,
ESTIMATION OF THE COMPRESSIVE STRENGTH AND MODULUS OF ELASTICITY OF CEMENT-
TREATED AGGREGATE BASE MATERIALS) .

Gambar 1. Kolerasi antara kuat tekan dengan modulus elastisitas

Dalam menentukan parameter soil cement selain dilihat dari kuat tekan (UCS), dapat juga
menggunakan nilai CBR yang akan digunakan. Untuk mengkonversi nilai kuat tekan ke CBR dapat
PT Dwi Agung Sentosa Pratama
Ruko Regia Boulevard GB/RB2-52 Jl. Graha Bintaro – Bintaro Jaya
Tanggerang 15226
Phone: 021 7328699/ 02171463396

menggunakan persamaan berikut (Spesifikasi Khusus Interim 5.4 tentang Lapisan Pondasi
Semen Komposit Tanah – (Skh. 1.5.4):

CBR (%) = 5,3975 *UCS


Keterangan =
UCS = kuat tekan (kg/cm2)
CBR = California Bearing Ratio (%)

Nilai kuat tekan (UCS) yang didapat menjadi acuan menentukan modulus elastisitas dari Gambar
1. Kuat tekan (UCS)

3. Nilai kohesi dan sudut gesek untuk soil cement mengunakan data percobaan soil cement yang
tertulis di makalah yang berjudul “Experimental Study on Mechanical Property of Soil-Cement”
oleh Hongxia Yang tahun 2012.

Tabel 1. Hasil tes uji geser lansung soil cement

Dari data diatas dibuat didapat persamaan untuk memudahkan mengkonversi nilai kohesi dan
sudut gesek dari nilai kuat tekan (UCS). Berikut persamaan yang dihasilkan :

Cu = 160,22xln(UCS) - 862,99 dengan R = 0,999


∅ = 17,667e0,0005 (UCS)dengan R = 0,999

Keterangan =
UCS = kuat tekan (kPa)
Cu = Kohesi (kPa)
∅ = sudut gesek internal (derajat)

4. Parameter berat kering dan poisson ratio untuk soil cement menggunakan parameter soil
cement pada referensi Slamet W., 2013, ANALYSIS OF DYNAMIC LOADING BEHAVIOUR FOR
PAVEMENT ON SOFT SOIL. Dimodelkan material model Mohr Coloumb dan bahannya non
porous. Parameter yang diambil dari referensi tersebut Berat kering 19 kN/m3 dan poisson ratio
0,2.
PT Dwi Agung Sentosa Pratama
Ruko Regia Boulevard GB/RB2-52 Jl. Graha Bintaro – Bintaro Jaya
Tanggerang 15226
Phone: 021 7328699/ 02171463396

5. Dari parameter diatas untuk Nspt 15 dan Nspt 30, rangkuman parameter yang digunakan adalah
sebagai berikut :
 Nspt 15
qc = 4 x 15
= 60 kg/cm2
CBR = 60/3
= 20%, dipakai DIFA SS CBR 20%
 Nspt 30
qc = 4 x 30
= 120 kg/cm2
CBR = 120/3
= 40%, dipakai DIFA SS CBR 40%

Tabel 2. Rangkuman Parameter yang digunakan

Model Berat Berat Koefisien Kohesi, Sudut Modulus v


Volume Volume permeabilitas, c gesek Elastisitas
Tanah Tak Tanah k (m/hari) (kN/m2) dalam, (kN/m2)
Terendam Terendam phi (o)
(kN/m3) (kN/m3)
DIFA SS CBR 20% 19 - - 81 21 7,499E+05 0,2
DIFA SS CBR 40% 19 - - 187 25 1,422E+06 0,2