Anda di halaman 1dari 9

KAJIAN KINERJA PELAYANAN DAN OPERASIONAL BUS SEKOLAH

GRATIS KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE IPA DAN


ANALISIS BOK
Zaid Dzulkarnain Zubizaretta, Dicky Andrianto Saputra
Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
Jl. Mayjen Haryono 147 Malang

ABSTRAK
Masih banyaknya siswa di Kota Malang yang berkendara sendiri maupun diantarkan oleh
orang tuanya menggunakan kendaraan pribadi menyebabkan terjadinya kemacetan
dibeberapa titik pada jam sibuk seperti jam berangkat sekolah dan jam pulang sekolah.
Hal ini membuat Pemerintah Kota Malang memiliki inovasi baru yaitu pengadaan bus
sekolah gratis yang beroperasi dua kali setiap hari. Namun dalam pengoperasiannya saat
ini bus tersebut masih belum beroperasi secara sehingga penumpang bus sekolah ini
masih sepi pada rute-rute tertentu. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan bertujuan untuk:
(1) mengetahui tingkat kepuasan kinerja operasional dan pelayanan serta kepentingan dari
variabel yang mengacu pada Peraturan Menteri No.29 Th. 2015 tentang Standar
Pelayanan Umum Penumpang di Daerah Perkotaan, (2) mengetahui apa saja yang harus
dilakukan untuk meningkatkan kinerja dari moda tersebut serta (3) mengetahui besarnya
subsidi per penumpang yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Malang untuk
pengoperasian bus sekolah gratis di kota Malang.
Kajian ini menggunakan metode survei wawancara terhadap siswa pengguna bus sekolah
gratis. Populasi dari kajian ini berjumlah 235 responden dengan jumlah sampel minimal
149 responden dengan tingkat keandalan diasumsikan 95% (galat 5%) dan survei BOK
dilakukan dengan cara survei wawancara kepada supir bus angkutan sekolah dan Dinas
Pendidikan serta Dinas Perhubungan. Penyebaran kuisioner dan wawancara dilakukan di
dalam bus sekolah ini dengan responden pengguna bus sekolah yaitu siswa dari sekolah
di kota Malang. Dalam kajian ini digunakan dua metode yaitu Importance-Performance
Analysis (IPA) dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).
Untuk Travel Time sendiri dapat dikatakan baik karena untuk perjalanan angkutan
perkotaan masih diantara 30-60 menit (menurut SK Dirjen Perhubungan Darat No. 687,
2002), selain itu juga selama ini tidak pernah terjadi keterlambatan penjemputan maupun
waktu tiba di sekolah masing-masing. Untuk Load Factor pada jam masuk sekolah hanya
Poll A yang dapat dikatakan baik karena hasil rata-rata dari Load Factor melebihi dari
70% yaitu 77%. Sedangkan pada saat pulang sekolah pada semua Poll masih belum dapat
dikatakan baik karena terjadi penurunan hingga rata-rata Load Factor menunjukkan
dibawah 70% (menurut SK Dirjen Perhubungan Darat No. 687, 2002). Dari hasil analisis
IPA didapat 2 variabel atau atribut yang dianggap penting namun kinerjanya kurang
sehingga menjadi prioritas utama yang mempengaruhi kepuasan pengguna yaitu
berfungsinya dan penggunaan produk SNI untuk visual audio secara maksimal pada
setiap fasilitas bus serta adanya tanda larangan merokok bagi pengguna bus sekolah. Dari
analisis Biaya Operasional Kendaraan didapatkan hasil subsidi per penumpang yang
berbeda-beda sesuai dengan rute bus sekolah. Untuk Poll A sebesar Rp23.297,-; Poll B
sebesar Rp29.832,-; Poll C sebesar Rp27.888,-; Poll D sebesar Rp9.519,-; Poll E sebesar
Rp29.051,-; Poll F sebesar Rp25.461,-.
Kata kunci: Kajian, Bus, Sekolah, Malang, IPA, BOK

1
PENDAHULUAN kenyamanan dan kenyamanan pengguna
sendiri.
Kota Malang pada awal tahun
2000 masih belum terjadi kemacetan METODE
yang disebabkan oleh banyaknya jumlah
pengguna moda transportasi, baik moda Mulai
transportasi umum dan moda
Perumusan Masalah
transportasi pribadi. Tetapi pada saat ini
Tinjauan Pustaka
dengan bertambahnya pertumbuhan
jumlah penduduk serta meningkatnya Survei Pendahuluan

tingkat sosial dan perekonomian Pengumpulan Data

penduduk, moda tranportasi pribadi


lebih diminati karena pengguna merasa Data Primer :
Data Skunder :
lebih nyaman daripada menggunakan  Load Factor
 Jumlah Armada
 Travel Time
 Trayek Bus Sekolah Gratis
moda transportasi umum.  Kuisioner Tingkat Kinerja
 Biaya Operasional Kendaraan
 Biaya Operasional Kendaraan Tidak

Seperti halnya pada jam sibuk


pagi hari dimana ada banyak kegiatan
yang perlu menggunakan moda
Uji Validitas
transportasi untuk memenuhi kebutuhan dan Uji
Biaya Operasional Kinerja
pengguna tersebut, contohnya seorang Kendaraan Operasional Reliabilitas

ibu yang berbelanja ke pasar, pergi ke


Ya
tempat kerja, maupun siswa yang Metode Importance -
menuju ke sekolah untuk menuntut ilmu. Perfromance Analysis

Dengan banyaknya kegiatan tersebut


dapat menimbulkan dampak yang terjadi Hasil dan Pembahasan

di sistem transportasi kota Malang, Kesimpulan dan Saran

seperti kemacetan. Seperti siswa yang Selesai


diantar orang tuanya maupun berkendara
sendiri menggunakan kendaraan pribadi
yang dirasa lebih nyaman, andal, dan Gambar 1 Diagram Alir Kajian
lebih efisien untuk menuju ke sekolah.
Sampel yang digunakan dalam
Salah satu upaya yang dilakukan kajian ini adalah siswa yang
pemerintah Kota Malang untuk menggunakan bus sekolah gratis.
mengurangi masalah tersebut dengan Dimana setiap bus sekolah gratis ada 5
memberikan layanan khusus berupa bus bus yang berkapasitas 35 seat jika terisi
sekolah gratis bagi para pelajar, yang penuh dan 1 bus dengan kapasitas 25
nantinya akan melayani rute-rute untuk seat dan maksimum 35 penumpang
mencerminkan asal dan tujuan mereka. berdiri. Maka dari jumlah kapasitas
seluruh bus tersebut didapat populasi
Tetapi masih belum maksimalnya sebanyak 235 penumpang.
pelaksanaan dan kinerja bus sekolah
gratis serta masih kurangnya minat Sehingga diperoleh hasil perhitungan
kepada bus sekolah ini menyebabkan sebagai berikut :
sepinya pengguna bus sekolah ini. 𝟐𝟑𝟓
Begitu juga dengan masih adanya 𝒏= = 𝟏𝟒𝟖, 𝟎𝟑
kekhawatiran dari orang tua terhadap bus 𝟐𝟑𝟓 × 𝟎. 𝟎𝟓𝟐 + 𝟏
sekolah dan kurangnya sosialisasi yang Berdasarkan perhitungan sampel
bersangkutan dengan bus sekolah seperti menggunakan persamaan Slovin diatas,
rute, titik penjemputan, fasilitas, diperoleh sampel minimum untuk kajian
ini adalah sebanyak 149 responden.

2
Faktor Muat (Load Factor) itu valid atau dapat digunakan untuk
mengukur apa yang seharusnya diukur
Faktor muat adalah suatu angka yang (Sugiyono, 2004 dalam Riskawati,
menunjukan besarnya penggunaan 2013).
tempat yang tersedia dalam suatu moda
terhadap kapasitas angkut moda tersebut Untuk menguji validitas alat ukur, maka
atau perbandingan antara jumlah terlebih dahulu dihitung harga korelasi
penumpang yang diangkut dalam moda dengan rumus Product moment
terhadap suatu kapasitas tempat duduk
penumpang yang tersedia dalam moda Persamaan yang digunakan adalah
tersebut (SK Dirjen Perhubungan Darat sebagai berikut :
No. 687, 2002), faktor muat untuk 𝐧∑𝐱𝐢 𝐲𝐢 −(∑𝐱𝐢 )(∑𝐲𝐢 )
𝐫𝐱𝐲 = ...(2)
perhitungan umumya adalah 70%. Dapat √(𝐧∑𝐱𝐢𝟐 −(𝐱𝐢 )𝟐 )(𝐧∑𝐲𝐢𝟐 −(𝐲𝐢 )𝟐 )
dinyatakan dalam persamaan:
𝑱𝒑 dimana:
𝑳𝒇 = × 𝟏𝟎𝟎% ...(1)
𝒌
rxy = Koefisien korelasi
dimana:
∑𝑦 = Jumlah skor total
Lf = faktor muat
n = Jumlah responden
k= kapasitas angkutan sesuai ukuran
∑𝑥 2 = jumlah kuadrant skor item
Jp = jumlah penumpang
∑𝑦 2 = jumlah kuadrant skor total
∑x = jumlah skor item
Waktu Perjalanan (Travel Time)
∑xy = total perkalian skor
Waktu perjalanan atau travel
time adalah waktu tempuh dari titik Instrumen dapat dikatakan valid
penjemputan ke tujuan akhir (terminal jika koofisien korelasi dari total
akhir), dalam hal ini waktu perjalanan keseluruhan instrumen ≥ R tabel.
bus sekolah gratis. Waktu perjalanan
yang efisien akan meningkatkan mutu
pelayanan bus sekolah gratis tersebut. Uji Reliabilitas
Dengan kecepatan yang lebih tinggi atau Uji reliabilitas dapat digunakan untuk
waktu perjalanan yang rendah (pendek) mengetahui adanya konsistensi dalam
maka akan menjadikan pelayanan bus penggunaan alat ukur, atau dengan kata
sekolah gratis menjadi lebih menarik lain alat ukur tersebut mempunyai hasil
bagi pengguna, khususnya penggunan yang konsisten apabila digunakan
yang memiliki mobilitas tinggi. Menurut bekali-kali dalam waktu yang berbeda.
SK Dirjen Perhubungan Darat No. 687, Dimana dalam kajian ini alat ukur yang
2002 untuk travel time dalam perkotaan dimaksud berupa kuisioner.
selama 30-60 menit.
Uji reliabilitas pada kajian ini
menggunakan rumus Cronbach’s Alpha.
Uji Validitas
Uji validitas adalah tingkat keandalan
dan kesahan alat ukur yang digunakan.
Instrumen dikatakan valid berarti
menunjukkan alat ukur yang
dipergunakan untuk mendapatkan data

3
Adapun rumusnya adalah sebgai berikut: kuadran I, kuadran II, kuadran III dan
kuadran IV. Disetiap kuadran
𝑲 ∑𝝈𝟐𝒃
𝒓𝟏𝟏 = [𝑲−𝟏] [𝟏 − ] …(3) menunjukan bagaimana persepsi dari
𝝈𝟐𝑻
pengguna bus sekolah tersebut tentang
dimana: kepentingan atribut yang disebutkan
serta kinerja dari pelayanan bus sekolah.
r11 = Reliabilitas instrumen
∑𝜎𝑡2 = Varians total
∑𝜎𝑏2 = Jumlah varians butir
K = Banyaknya butir instrumen
Menurut Sugiono (2010) dalam
Pambudi (2014) memberikan penafsiran Gambar 2 Diagram Kartesius Metode
koefisien korelasi yang didapat tersebut Importance – Performance Analysis
besar atau kecil, adapun tabelnya adalah
sebagai berikut: Biaya Operasional Kendaraan (BOK)
Tabel 1 Pedoman Interprestasi 1. Biaya tetap bus sekolah gratis:
Terhadap Koefisien Korelasi BT= BM + BP + BPA + JA + BAA ...(4)
Interval Tingkat
dimana:
Koefisien Hubungan
BT =Biaya Tetap
0,00-0,199 Sangat Rendah
0,20-0,399 Rendah BPA =Biaya Perizinan dan
Administrasi
0,40-0,599 Sedang
BM =Biaya Modal
0,60-0,799 Kuat
BAA =Biaya Awak Angkutan
0,80-1,000 Sangat Kuat
BP =Biaya Penyusutan
Sumber :
www.statistikapendidikan.com 2. Biaya tidak tetap bus sekolah gratis:
BTT = BBM + PB + [BSk+BSb] + MP...(5)
Metode Importance – Performance dimana:
Analysis
Metode ini digunakan untuk melihat BTT = Biaya Tidak Tetap
kinerja layanan sesuai dengan Peraturan
Menteri No.29 Th. 2015 tentang Standar PB = Biaya Pemakaian Ban
Pelayanan Umum Penumpang di Daerah BSk = Service Kecil
Perkotaan. Dalam metode IPA sendiri
akan dilakukan pembobotan pada BBM = Biaya Bahan Bakar
jawaban atau persepsi penumpang BSb = Service Besar
tentang tingkat kinerja dan kepentingan
dari bus sekolah kota Malang. Dari hasil MP = Biaya Minyak Pelumas
tersebut dapat dilihat atribut atau
variabel mana yang masuk dalam
keempat kuadran kartesius. Dimana
diagram kartesius tersebut dibagi
menjadi 4 kuadran atau bagian yaitu:

4
3. Biaya overhead: Dari Tabel 3 dapat diketahui bahwa
presentase Load Factor terbesar dari ke
OV = (BT + BTT) x 15 % …(6) Jumlah Total Rata-Rata
Poll Kapasitas
dimana: Segmen Penumpang Load Factor

OV = Overhead A 35 6 21 39%

B 35 4 21 23%
BTT = Biaya Tidak Tetap
C 35 3 16 30%
BT = Biaya Tetap
D 60 3 63 42%
Berdasarkan PerPres no. 54 pasal 66 E 35 4 25 31%
menyatakan bahwa biaya overhead yang
F 35 4 28 39%
dianggap wajar bagi penyedia adalah 10
hingga 15 %. enam poll pada saat jam pulang sekolah
dimiliki oleh bus sekolah Poll D dengan
Load Factor sebesar 42% dikarenakan
HASIL DAN PEMBAHASAN pada poll tersebut banyak pengguna
yang memilih menggunakan bus sekolah
Hasil Load Factor karena pada rute Poll D banyak
Dari hasil analisa pengolahan kendaraan besar dan sering terjadi
data Load Factor rata-rata pada saat jam kemacetan di jalan Mayjend. Sungkono.
masuk sekolah dapat dilihat di Tabel 2: Menurut SK Dirjen Perhubungan
Tabel 2 Load Factor Rata-Rata Bus Darat No. 687, 2002 jika hasil
Sekolah Gratis Jam Masuk Sekolah menunjukan lebih dari 0,7 atau 70%
yang menandakan pengisian penumpang
Jumlah Total Rata-Rata sudah melampaui standar. Sehingga
Poll Kapasitas
Segmen Penumpang Load Factor dapat ditarik kesimpulan jika hanya Poll
A yang mencapai 70% sedangkan Poll
A 35 6 39 77%
B,C,D,E dan F masih dibawah 70% yang
B 35 4 29 49% menandakan jika peminat bus sekolah
C 35 3 31 41% gratis malang masih sangat kurang.
D 60 3 69 24%

E 35 4 30 43%
Hasil Travel Time
F 35 4 34 30%
Rata-rata lama perjalanan dari bus
Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa sekolah diperoleh dari survei selama 3
presentase Load Factor terbesar dari hari dengan cara ikut dalam bus dengan
keenam poll pada saat jam masuk mencatat waktu perjalan pada saat jam
sekolah dimiliki oleh bus sekolah Poll A masuk sekolah dan jam pulang sekolah
dengan Load Factor sebesar 77% dimulai dari titik penjemputan. Untuk
dikarenakan pada poll A terdapat lebih lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel
banyak segmen yaitu sebanyak 6 segmen dibawah ini.
dan pada poll A melewati banyak
sekolah dan memiliki rute yang paling
panjang.
Tabel 3 Load Factor Rata-Rata Bus
Sekolah Gratis Jam Pulang Sekolah

5
Tabel 4 Travel Time Bus Sekolah Gratis Dari tabel diatas yang termasuk dalam
Kota Malang kuadran satu dengan keterangan bahwa
No. Bus
Waktu
Berangkat Datang Pulang Datang
Travel atribut tersebut dianggap oleh pengguna
Tunggu Time sangat penting namun kinerjanya masih
1 Poll A 5:45:00 6:40:00 13:45:00 14:55:00 70 menit kurang:
2 Poll B 6:05:00 6:43:00 13:45:00 14:38:00 53 menit  Atribut nomor 22 yaitu penggunaan
3 Poll C 5:48:00 6:41:00 13:45:00 14:53:00 68 menit
produk SNI dan berfungsinya
15 menit kelistrikan dan audio.
4 Poll D 5:55:00 6:44:00 13:45:00 14:49:00 64 menit  Atribut nomor 27 yaitu adanya tanda
5 Poll E 5:53:00 6:44:00 13:45:00 14:51:00 66 menit larangan merokok untuk supir dan
penumpang.
6 Poll F 5:51:00 6:43:00 13:45:00 14:52:00 67 menit

Travel time bus sekolah gratis terlama


yaitu terjadi pada bus dengan titik Hasil Analisis BOK
penjemputan di Pom Bensin Tlogomas
Perhitungan BOK digunakan untuk
(Poll A) yaitu 70 menit. Hal ini
melihat berapa jumlah subsidi per
dikarenakan rute yang cukup jauh dan
penumpang yang menggunakan bus
waktu keberangkatan juga lebih cepat
angkutan sekolah gratis. Komponen dari
daripada rute bus lainnya. Untuk travel
BOK sendiri yaitu biaya tetap, biayat
time tercepat (53 menit) terjadi pada rute
tidak tetap dan biaya overhead. Berikut
bus poll B dengan rute Pom Bensin
adalah tabel total biaya operasional
Mergan menuju ke Balaikota melewati
kendaraan per tahun-per kilometer-per
Jl. Galunggung, Jl. Veteran, Jl. Bandung,
penumpang-per seat.
Jl. Ijen, Jl. Semeru dan berakhir di
Balaikota. Tabel 6 Total Biaya Operasional
Kendaraan
Total BOK Poll A Poll B Poll C Poll D Poll E Poll F
Total BOK
Hasil Analisis Metode IPA 523,353,730 498,315,010 497,967,250 378,318,145 502,003,865 498,625,625
Per tahun

Dari hasil Importance – Performance Total BOK


40,563 56,177 58,811 34,936 45,392 69,812
Per km
Analysis didapat atribut atau variabel Total BOK
yang telah disampaikan oleh pengkaji Per 23,297 29,832 27,888 9,519 29,051 25,461
dan dijawab oleh responden melalui penumpang

kuisioner, dapat digolongkan pada empat Total BOK


25,960 24,718 24,701 10,947 24,901 24,733
Per seat
kuadran kartesius yang memiliki arti
berbeda tiap kuadran. Atribut dalam Dari tabel diatas kita dapat melihat
kuadran tersebut dapat ditabelkan pada bahwa biaya operasional kendaraan
tabel berikut terbesar dimiliki oleh Poll A,
dikarenakan bus tersebut memiliki jarak
Tabel 5 Hasil Analisis IPA tempuh yang lebih jauh, sehingga
Kuadran Nomor Atribut perawatan maupun bahan bakar yang
1 22 dan 27 dibutuhkan lebih banyak jika
2 1, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 dibandingkan dengan bus lainnya.
dan 26
Dan dari tabel diatas dapat dilihat jumlah
3 2, 3, 4, 6, 14, 15, 16, 17,
anggaran yang harus dikeluarkan
18, 19, 20, 21, 23 dan 24
Pemerintah Kota Malang untuk per
4 25
tahun – per kilometer – per penumpang
dan untuk per seat nya

6
KESIMPULAN DAN SARAN pengguna namun kinerjanya kurang
sehingga menjadi prioritas utama
Berdasarkan hasil dari analisis data dan yang mempengaruhi kepuasan
pembahasan maka dapat disimpulkan pelanggan yaitu penggunaan produk
bahwa: ber-SNI dan berfungsinya kelistrikan
1. Untuk kinerja operasional dari bus dan audio visual secara maksimal dan
sekolah gratis di kota Malang ada 29 juga adanya tanda larangan merokok
atribut atau variabel yang yang tertempel yang ditujukan baik
menentukan kinerja dari moda untuk penumpang maupun sopir dari
transportasi tersebut. Dua diantaranya bus sekolah. Untuk meningkatkan
adalah Load Factor dan Travel Time kinerja dari bus sekolah di kota
dari bus sekolah gratis. Sedangkan 27 Malang yang harus dilakukan adalah
lainnya merupakan atribut dari memaksimalkan fasilitas yang ada
Peraturan MenHub No. 29 Tahun seperti televisi yang terdapat di dalam
2015 tentang Standar Pelayanan bus untuk kepentingan hiburan dan
Minimal Angkutan Perkotaan. Untuk informasi yang layak ditayangkan dan
Load Factor rata-rata pada saat dilihat oleh para siswa sebagai
keberangkatan yang terkecil terjadi informasi tambahan serta
pada Poll D sebesar 24% dan juga menempelkan tanda larangan
Poll B,C,E dan F dapat dikatakan merokok di dalam bus yang ditujukan
sangat kurang baik karena kurang dari oleh pengguna bus tersebut.
70% (menurut SK Dirjen 3. Berdasarkan analisis Biaya
Perhubungan Darat No. 687, 2002). Operasional Kendaraan (BOK) bus
Untuk Poll A sendiri dapat dikatakan sekolah gratis, subsidi dari anggaran
baik karena hasil rata-rata dari Load pemerintah daerah untuk setiap rute
Factor melebihi dari 70% yaitu 77%. atau poll berbeda-beda karena
Sedangkan pada saat pulang sekolah panjang rute yang berbeda-beda dan
pada semua Poll masih belum dapat juga kapasitas dari bus poll D lebih
dikatakan baik karena terjadi besar seperti yang kita lihat pada tabel
penurunan hingga rata-rata Load dibawah ini.
Factor menunjukkan dibawah 70%. Tabel 7 Total Biaya Operasional
Untuk Travel Time sendiri dapat Kendaraan
dikatakan baik karena untuk Total BOK Poll A Poll B Poll C Poll D Poll E Poll F
Total BOK
perjalanan angkutan perkotaan masih 523,353,730 498,315,010 497,967,250 378,318,145 502,003,865 498,625,625
Per tahun
diantara 30-60 menit (menurut SK Total BOK
40,563 56,177 58,811 34,936 45,392 69,812
Dirjen Perhubungan Darat No. 687, Per km

2002), selain itu juga selama ini tidak Total BOK


Per 23,297 29,832 27,888 9,519 29,051 25,461
pernah terjadi keterlambatan penumpang
penjemputan maupun waktu tiba di Total BOK
25,960 24,718 24,701 10,947 24,901 24,733
sekolah masing-masing. Per seat

2. Berdasarkan metode Importance –


Performance Analysis diperoleh nilai
kesesuaian antara tingkat kepentingan DAFTAR PUSTAKA
dan kinerja sebesar 95,44% sehingga Anonim. Keputusan Menteri
dapat dikatakan kinerja operasional Perhubungan Nomor KM.35
bus sekolah di kota Malang sangat Tahun 2003 tentang
baik dan sesuai. Dari hasil analisis Penyelenggaraan Angkutan Orang
dengan metode IPA juga dapat di Jalan dengan Kendaraan
diketahui atribut atau variabel yang Umum.
dianggap penting bagi kepuasan

7
Dirjen Perhubungan Darat. 2002. Palupi, Monica Nambang Trisna 2014.
Pedoman Teknis Penyelenggaraan Analisis Biaya Transportasi Bus
Angkutan Umum Penumpang AKAP (Studi Kasus pada BPU
Wilayah Perkotaan dalam Trayek Rosalia Indah dan Po. Maju
Tetap dan Teratur. Jakarta: Dinas Lancar Jurusan Yogyakarta –
Perhubungan. Bekasi pada Kelas VIP.
Yogyakarta: Universitas Atma
Dirjen Perhubungan Darat. 2015. Jaya Yogyakarta
Peraturan Menteri Perhubungan
Republik Indonesia No. PM Tahun Purwandari, Martini W. 2006. Evaluasi
2015, Jakarta: Dinas Perhubungan Tingkat Pelayanan Bus Rapid
Transit (BRT) Berdasarkan
Firmanda, R. dan Y. Alwinda. 2014. Persepsi Penumpang Dengan
Analisis Faktor Muat Trans Metro Metode IPA Studi Kasus BRT
Pekanbaru Koridor Perum Koridor II (Pulogadung –
Pandau Permai-Pelita Pantai. Harmoni) DKI Jakarta. Tugas
Jurnal. Pekanbaru: Universitas Akhir. Malang: Universitas
Riau. Brawijaya
Hartasantoso, Fakhrul. dan Rina P.W. Riskawati. 2013. Uji Validitas dan
2015. Kajian Tarif Kereta Api Reliabilitas.
Penataran Jurusan Blitar- (http://www.statistikapendidikan.c
Surabaya. Tugas Akhir. Malang: om, diakses pada 29 April 2015)
Universitas Brawijaya.
Setiawan, Rio H. 2012. Evaluasi Kinerja
Hermawanto, Tonny. 2006. Pemilihan Angkutan Kota Berdasarkan
Trase Jalan dengan Metode IPA Persepsi Penumpang dengan
(Improtance – Performance Metode IPA di Surabaya Barat.
Analysis) dan AHP (Analytic Tugas Akhir. Malang: Universitas
Hierarchy Pocess). Tessis tidak Brawijaya
dipublikasikan. Malang:
Universitas Brawijaya. Situmeang, Poltak. 2008. Analisa
Kinerja Pelayanan Angkutan
Martilla, J. dan James, J. 1977. Mobil Penumpang Umum Antar
Importance-Performance Kota (Studi Kasus: Angkutan
Analysis, Journal of Marketing. Umum Trayek Medan – Tarutung).
Vol.41, hal. 77-79. Tugas Akhir. Medan: Universitas
Napitupulu, Rudy CC, dkk. 2012. Kajian Sumatera Utara.
Kepuasan Masyarakat Kota Slovin. 2010.
Malang Terhadap Kualitas http://www.docpdf.info/articles/ru
Layanan Angkutan Umum dengan mus+slovin.com (diakses 25 April
Menggunakan Metode SEM. 2015).
Tugas Akhir. Malang: Universitas
Brawijaya Sugiono. 2004. Evaluasi Biaya Operasi
Kendaraan untuk Peningkatan
Ong, Johan Oscar, dkk. 2014 Analisis Kinerja Angkutan Umum Bus
Kepuasan Pelanggan Dengan Sedang. Jurnal. Semarang:
Importance Performance Analysis Universitas Diponegoro.
di Sbu Laboratory Cibitung Pt
Sucofindo (Persero). Tugas Akhir. Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat
Semarang: Universitas Kepuasan Pelanggan (Cetakan
Diponegoro Kedua). Jakarta: Rineka Cipta

8
Supriyatno, D. dan A. Widayanti. 2010.
Kinerja Layanan Bis Kota di Kota
Surabaya. Jurnal Transportasi vol.
10. Surabaya: Universitas Negeri
Surabaya.
Suteja, I Wayan dan M. Wahyudi. 2012.
Karakterisasi Pelayanan Sistem
Angkutan Umum di Kotamadya
Mataram. Jurnal. Mataram:
Universitas Mataram.
Tjiptono, F. dan G. Chandra. 2005.
Service, Quality and Satisfaction,
Andi. Yogyakarta
Wardani, Ema Kharisma. Tanpa tahun.
Kinerja Operasional Angkutan
Umum Massal Bus Kota DAMRI
Jurusan Rajabasa-Tanjungkarang
Kota Bandar lampung. Tugas
akhir. Lampung
Wijaya, Nika D.V. dan Delisa P.D. 2015.
Studi Evaluasi Pengoperasian Bus
Sekolah Gratis di Kota Blitar.
Tugas Akhir. Malang: Universitas
Brawijaya.