Anda di halaman 1dari 2

VISI: Menghasilkan Ners Yang Unggul dalam Menerapkan Ilmu dan Teknologi

Keperawatan Lanjut Usia

PAPER KOMUNIKASI DAN SATUAN ACARA PENYULUHAN PENDIDIKAN


KESEHATAN PADA TODDLER

Dosen Mata Kuliah:

Dita

Disusun Oleh:

Kelompok 3

Annissa Triwijaya Tumuyu P3.73.20.2.17.002

Aufa Hammam Yogi Septara P3.73.20.2.2.17.00.

Desy Nurohma Aviyanti P3.73.20.2.17.0..

Febrilla Elena Crismonika P3.73.20.2.17.015

Hedya Sarawswati Septiani P3.73.20.2.17.019

Mawar Alfiana Prenata P3.73.20.2.17.023

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III

JURUSAN KEPERAWATAN PRODI NERS

TAHUN AKADEMIK 2019


A. KOMUNIKASI
1. Jika Balita tidak mau berkomunikasi dengn perawat, apa tindakan yang harus
dilakukan perawat?
Berkomunikasi dengan anak Toddler atau anak usia 1-3 tahun yang tidak mau
berkomunkasi dapat dengan cara perawat harus tetap anggun dan tenang, dan
membiarkan anak terlebih dahulu bertindak dalam hubungan interpersonal. Nada suara
yang digunakan harus tenang, bersahabat dan yakin. Perawat juga harus melakukan
kontak mata karena mereka sering kali merasa tidak dapat berbuat apa-apa terutama
dalam situasi yang meliputi interaksi dengan personal keperawatan kesehatan.
Ketika diperlukan penjelasan atau petunjuk, perawat mengunakan bahasa yang
langsung dan sederhana, harus sederhana, termasuk tidak membohongi anak dengan
mengatakan “tidak menyakitkan” tetapi prosedur tersebut menyakitkan, hanya akan
membuat anak marah. Untuk meminimalkan ketakutan dan kecemasan anak, perawat
harus dengan segera mengatakan pada mereka apa yang terjadi.
Saat anak tidak mau berkomunikasi dengan perawat, menggambar dan bermain adalah
cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan anak. Hal ini memberikan kesempatan
bagi anak untuk berkomunikasi secara non verbal (membuat gambar) dan secara verbal
(menjelaskan gambar). Perawat dapat menggunakan gambar tersebut sebagai dasar
untuk memulai komunikasi.

2. Desy and hedya


B. PENDIDIKAN KESEHATAN PADA TODDLER (tumuyu dan hammam)