Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA

Jl. A Yani Pabelan, Kartasura, Sukoharjo RM 16 C. A 00006

RENCANA KEPERAWATAN (Label DX, NOC, NIC)

Label Dx Hipotermia (Hypothermia) 00006


Kategori Dx  Problem Fokus  Risiko

Nama : Ruang :
Umur : Tanggal :
No. RM : Jam :

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI KEPERAWATAN


DIAGNOSA KEPERAWATAN
(Nursing Outcome Classification) (Nursing Interventions Classication)
Batasan Karakteristik : Setelah dilakukan tindakan keperawatan Hypothermi Treatment
 Penurunan suhu tubuh selama ..........x 24 jam, diharapakan suhu tubuh (Penatalaksanaan Hipotermi)
di bawah rentang normal.  Monitor suhu pasien, menggunakan
normal Kriteria hasil: alat pengukur dan rute yang paling
 Pucat Thermoregulation tepat
 Menggigil  Bebaskan pasien dari lingkungan
 Kulit dingin IR ER yang dingin
 Kuku sianosis  Temperatur kulit sesuai yang  Bebaskan pasien dari pakaian yang
 Hipertensi diharapkan dingin dan basah
 Pengisian kapiler lambat  Temperatur tubuh sesuai yang  Tempatkan pasien pada posisi
 Takikardi diharapkan supine/telentang, minimalkan
 Tidak ada sakit kepala perubahan orthostatic
Faktor yang berhubungan :  Tidak ada nyeri otot  Minimalkan stimulasi pada pasien
 Terpapar lingkungan  Tidak lekas marah (misalnya, memegang perlahan dan
dingin  Tidak ada drowsiness hindari gerakan yang berlebihan)
 Medikasi penyebab  Tidak ada perubahan warna untuk menghindari tercetusnya
vasodilatasi kulit fibrilasi ventrikel
 Malnutrisi  Tidak ada tremor / gemetar  Dorong pasien yang mengalami
 Pakaian minim hipotermi uncomplicated untuk
 Tegaknya buluroma saat
 Penyakit atau trauma mengkonsumsi cairan hangat, tinggi
kedinginan
 Evaporasi kulit di karbohidrat tanpa alcohol atau
 Berkeringat saat kepanasan
lingkungan dingin kafein
 Menggigil saat kedinginan  Bagi panas tubuh, gunakan baju
 Penurunan metabolik
 Denyut nadi sesuai yang yang tidak terlalu tebal untuk
 Kerusakan hipotalamus
diharapkan memfasilitasi pemindahan panas
 Konsumsi alkohol
 Hidrasi adekuat  Berikan pemanas pasif (misalnya,
 Penuaan
 Pernafasan sesuai yang selimut penutup kepala dan pakaian
 Tidak beraktivitas
diharapkan hangat)
 Melaporkan kenyamanan  Lakukan RJP pada pasien tanpa
suhu tubuh sirkulasi spontan dan sadari bahwa
upaya defibrilasi mungkin tidak
Thermoregulation : Newborn efektif sampai suhu inti di atas 30 0C
IR ER  Monitor adanya gejala-gejala yang
 Ketidakstabilan suhu berhubungan dengan hipotermia
 Hypothermia ringan (misalnya., takipnea,
 disarthria, menggigil, hipertensi, dan
 diuresis), hipotermia berat
 (misalnya., oliguria, tidak adanya
 reflex neurologi, edema paru, dan
 ketidaknormalan asam basa)
 Monitor warna dan suhu kulit
  Identifikasi faktor medis, lingkungan
 dan faktor lain yang mungkin
memicu hipotermia (misalnya.,
 penggunaan air dingin, penyakit,
 injuri trauma, status syok,
 imobilisasi, cuaca, umur yang
ekstrem, medikasi, intoksikasi
alcohol, malnutirisi, hipotiroid,

diabetes, dan malutrisi)

 Berikan oksigen sesuai order (Fauci,
Braunwald, & Kasper, 2008)

 Pasang elektroda dan monitor
jantung, lihat adanya disritmia
(McCullogh & Arora, 2004; Day,
Definisi : Suhu tubuh di bawah rentang normal
RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA
Jl. A Yani Pabelan, Kartasura, Sukoharjo RM 16 C. A 00006
2006)
Temperature Regulation (Pengaturuan
Suhu)
 Monitor suhu paling tidak setiap 2
jam, sesuai kebutuhan
 Monitor suhu bayi baru lahir sampai
stabil
 Monitor tekanan darah, nadi dan
respirasi, sesuai kebutuhan
 Monitor suhu dan warna kulit
 Monitor dan laporkan adanya tanda
dan gejala dari hipotermia dan
hipertermia
 Tingkatkan intake cairan dan nutirisi
adekuat
 Selimuti bayi segera setelah lahir
untuk mencegah kehilangan panas
 Selimuti bayi berat badan lahir
rendah dengan selimut berbahan
dalam plastic (misalnya.,
polyethylene, polyurethane) segera
setelah lahir ketika masih tertutup
cairan amnion, sesuai kebutuhan
dan dan protocol institusi
 Pertahankan kelembaban pada 50%
atau lebih besar dalam incubator
untuk mencegah hilangnya panas
 Instruksikan pasien, khususnya
pasien lansia, mengenai tindakan
untuk mencegah hipotermia karena
paparan dingin
 Informasikan mengenai indikasi
adanya hipotermia dan penanganan
emergensi yang tepat, sesuai
kebutuhan
 Gunakan matras penghangat,
selimut hangat, dan hangatkan
lingkungan sekitar untuk
meningkatkan suhu tubuh, sesuai
kebutuhan
 Sesuaikan suhu lingkungan untuk
kebutuhan pasien

Perawat : Tanda Tangan : Tanggal Masalah Teratasi :

Definisi : Suhu tubuh di bawah rentang normal