Anda di halaman 1dari 1

Diarrhea Management  Intruksikan

 Kaji riwayat diare kepada klien /


 Ambil feses untuk pemeriksaan kultur dan sensitifitas bila diare berlanjut keluarga untuk
 Evaluasi profil pengobatan terhadap adanya efek samping pada gastrointestinal melaporkan
 Ajari pasien cara penggunaan obat antidiare secara tepat warna, volume,
frekuensi dan
konsisitensi defekasi
 Evaluasi kandungan nutrisi dari makanan yang sudah dikonsumsi sebelumnya
 Berikan makanan dalam porsi kecil dan lebih sering serta tingkatkan porsi secara bertahap
 Anjurkan pasien menghindari makanan pedas dan yang menimbulkan gas dalam perut
 Anjurkan pasien untuk mencoba menghindari makanan yang mengandung laktosa
 Identifikasi faktor yang bisa menyebabkan diare (misalnya medikasi, bakteri, dan peberian makanan lewat
selang)
 Monitor tanda dan gejala diare
 Instruksikan pasien untuk memberitahu staf setiap kali mengalami episode diare
 Observasi turgor kulit secara berkala
 Monitor kulit didaerah perineum terhadap adanya iritasi dan ulserasi
 Ukur diare/output pencernaan
 Timbang pasien secara berkala
 Beritahu dokter jika terjadi peningkatan frekuensi defekasi atau peristaltik usus.
 Konsultasikan ke dokter jika tanda dan gejala diare berlangsung lama.
 Instruksikan diet rendah serat, tinggi protein dan tinggi kalori sesuai kebutuhan Lakukan
 Instruksikan untuk menghindari laksatif tindakan
 Monitor persiapan makanan yang aman untuk
mengistirahatkan perut (misalnya nutrisi oral, diet cair)