Anda di halaman 1dari 77

RENCANA KERJA TAHUNAN

SMK SULTAN AGUNG


TAHUN PELAJARAN 2019/2020

LOGO
SEKOLAH

Disusun Oleh
Tim Penjamin Mutu Pendidikan
TPMPS SMK SULTAN AGUNG

PEMERINTAH PROPINSI JAWA BARAT


SMK SULTAN AGUNG
Jl. Raya Dago Km. 08 RT 04/01 Desa Dago kec.
Parungpanjang – Bogor 16360
LEMBAR PENGESAHAN

Rencana Kerja SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2019/2020 Telah


Mendapat Persetujuan dalam Rapat Dewan Guru dan Komite Sekolah Disyahkan
untuk Dilaksanakan Dengan Penuh Tanggung Jawab.

Bogor, 20 Juni 2019

Mengetahui/ Menyetujui Kepala SMK Sultan Agung


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor
Wilayah 1

Pembina Amran Solihin, S.Pd


NIP. NIP.
DAFTAR ISI

Sampul muka
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI PENUTUP

.…………………… LENGKAPI ……………………


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2018 2018 Tentang Standar Nasional
Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, bahwa
setiap satuan pendidikan dalam sistem pendidikan nasional memerlukan Standar
Pengelolaan. Standar Pengelolaan SMK memuat sepuluh komponen yaitu (1) Visi,
Misi, dan Tujuan, (2) Rencana Kerja Jangka Menengah, (3) Rencana Kerja Tahunan,
(4) Kepemimpinan, (5) Budaya, (6) Pelaksanaan, (7) Pengembangan Kurikulum dan
Penjaminan Mutu Internal, (8) Pengawasan, (9) Akuntabilitas, dan (10) Sistem
Informasi Manajemen. Melalui pemenuhan Standar Pengelolaan ini diharapkan
SMK SULTAN AGUNG mampu menyelenggarakan pendidikan dan
pembelajaran yang bermutu dalam rangka menyiapkan kualitas lulusan sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan dan dapat memenuhi kebutuhan dunia
usaha/industri pada masa mendatang.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran
2019/2020 disusun berdasarkan hasil musyawarah seluruh unsur sekolah dengan
melibatkan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta Dunia Usaha dan
Industri. Disusun sebagai implementasi sikluas SPMI, yaitu siklus Rencana Mutu,
berdasar Rapot Mutu Sekolah melalui pelaksanaan Pemetaan Mutu dalam siklus
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), kemudian di analisis dengan Analisis
lingkungan strategis dimana dipertimbangkan unsur internal sekolah (kekuatan dan
Kelemahan) dan unsur eksternal (Peluang dan tantangan).
Dengan adanya Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMK SULTAN AGUNG
Tahun Pelajaran 2019/2020 diharapkan akan menjadi acuan bagi seluruh unsur
sekolah untuk melaksanakan tugas organisasi sekolah melaksanakan pendidikan
yang berorientasi pada peningkatan mutu secara bertahap dan berkelanjutan
sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing sesuai dengan
tantangan perubahan ilmu pengetahuan teknologi dan seni, menjadi aset sumber
daya manusia berkualitas.
B. Tujuan
Prograkm Kerja Tahunan ini disusun secara umum bertujuan menjadi arah dan
pedoman dalam melaksanakan pengelolaan satuan pendidikan untuk mencapai visi,
misi dan tujuan satuan pendidikan, secara khusus Rencana Kerja Tahunan disusun
dengan tujuan sebagai berikut:
1. Menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai
dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku
sekolah, antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan antarwaktu;
4. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat;
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif,
berkeadilan dan berkelanjutan.

C. Landasan hukum
Landasan hukum dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan ini adalah sebagai
berikut:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah


4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan , sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
5. Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 74 Tahum 2008 tentang Guru
6. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 16
tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru
7. Permendikbud Nomor 80 tahun 2013 tentang Pendidikan Universal
8. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61
tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan dasar
dan Menengah
9. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 06/D.D5/KK/2018 tentang Spektrum
Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan;
10. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 07/D.D5/KK/2018 tentang Struktur
Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah.
11. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62
tahun 2014 tentang Ekstra Kurikuler
12. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63
tahun 2014 tentang Kepramukaan
13. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64
tahun 2014 tentang Peminatan
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 Tentang
Pembelajaran pada Pendidikan Dasar Menengah
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 Tentang
Bimbingan dan Konsellng pada Pendidikan Dasar dan Menengah
16. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah
17. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64
Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah
18. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 082
Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di
Lingkungan Satuan Pendidikan
19. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No 23 tahun
2015 Tentang penumbuhan budi pekerti
20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 28 Tahun 2016 tentang
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
21. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
34 Tahun 2018 Tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
22. Pergub Jabar No. 69 Tahun 2013 tentang mulok bahasa sunda
23. Surat Kepala Dinas Pendidikan Provin Jawa Barat Nomor: 422/9965 Set-Disdik
Tanggal 16 Mei 2019 Tentang Pedoman Penyusunan Kalender Akademik Tahun
Pelajaran 2019/2020

D. Prinsip Pengelolaan SMK


Pengelolaan SMK dalam pelaksanaannya menerapkan prinsip-prinsip MBS
sebagai berikut:
1. Kemandirian.
SMK berwenang menetapkan kebijakan pengelolaan sumber daya dengan
melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan mengacu pada peraturan yang
berlaku dalam meningkatkan mutu belajar peserta didik.
2. Keadilan.
SMK melaksanakan pengelolaan berdasarkan skala prioritas sumber daya SMK
untuk kepentingan peningkatan mutu SMK dan memberi kesempatan yang sama
bagi setiap warga SMK untuk ikut meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan
kapasitas masing-masing.
3. Keterbukaan. Seluruh warga SMK dan pemangku kepentingan dapat mengetahui
mekanisme pengelolaan sumberdaya di SMK dan terjadi penyebarluasan
informasi dan kepada masyarakat tentang pengelolaan sumberdaya yang dimiliki
oleh SMK.
4. Kemitraan.
SMK melakukan jalinan kerja sama antara sekolah/madrasah dengan masyarakat,
baik individu, kelompok/organisasi maupun dunia usaha/industri, yang dalam hal
ini SMK dan masyarakat dalam posisi sejajar untuk melaksanakan kerjasama
yang saling menguntungkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,
termasuk didalamnya bekerjasama dengan komunitas orang tua peserta didik,
lembaga pemerintahan, komunitas masyarakat sipil penggiat pendidikan,
komunitas keagamaan.
5. Partisipatif.
Keikutsertaan semua pemangku kepentingan/Ekosistem Satuan Pendidikan dalam
mengelola satuan pendidikan dan pembuatan keputusan, dapat dilakukan melalui
prosedur formal atau insidental dapat berbentuk sumbangan tenaga, dana, dan
sarana prasarana, serta bantuan teknis, dan membagikan pengalaman dan praktik
baik kepada SMK berbagai proses atau strategi yang terkait dengan penanaman
dan penumbuhan karakter sehingga orangtua juga dapat dijadikan teladan dalam
penguatan pendidikan karakter di SMK
6. Efisiensi.
SMK melaksanakan program atau kegiatan menggunakan berbagai sumber daya
untuk mencapai tujuan berdasarkan prioritas.
7. Akuntabilitas. Pertanggungjawaban pencapaian tujuan SMK kepada warga SMK,
masyarakat/komite sekolah/madrasah dan Dinas Pendidikan dilakukan secara
tertulis.

E. Dimensi Pengelolaan
Pengelolaan SMK SULTAN AGUNG dilaksanakan secara menyeluruh terhadap
seluruh komponen organisasi yang mencakup dimensi berikut ini:
1. Sumber daya manusia
Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan bertujuan untuk memfasilitasi
setiap pendidik dan tenaga kependidikan untuk memperoleh layanan
pemberdayaan dan pengembangan kompetensi sehingga dapat melakukan
kewajiban dengan baik dan memperoleh haknya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
2. Sarana dan Prasarana
Pengelolaan sarana dan prasarana ini dimaksudkan untuk memberikan acuan
pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Pengelolaan sarana dan prasarana ini bertujuan untuk menunjang efektifitas
proses pengelolaan sarana dan prasarana SMK dan proses pembelajaran.
3. Keuangan
Pengelolaan keuangan meliputi pengelolaan pembiayaan dan pengelolaan
pendanaan. Pengelolaan keuangan ini dimaksudkan untuk memberikan acuan
dalam menjalankan mekanisme keuangan secara akuntabel, transparan, dan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Adanya pengelolaan
keuangan yang baik diharapkan SMK dapat menghitung biaya dan mengatur
dana yang dibutuhkan, sekaligus memprediksi potensi pendanaan yang belum
bisa terpenuhi. Selain membuat pemetaan sumber pendanaan yang ada, SMK
mencari sumber pendanaan lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Pengelolaan keuangan meliputi investasi, operasi
pendidikan, bantuan pendidikan, beasiswa, dan personal. Langkah-langkah untuk
melaksanakan Pengelolaan keuangan diterapkan sebagai berikut:
a. SMK menyusun anggaran Penyelenggaraan Program Keahlian berdasarkan
Standar Biaya Operasi SMK.
b. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi SMK yang
memiliki spesifikasi teknis di bidang layanan umum dan memenuhi
persyaratan yang ditentukan diberikan fleksibilitas sesuai peraturan
perundang-undangan dalam pengelolaan keuangannya untuk ditetapkan
menjadi BLUD atau yang sejenisnya, sedangkan bagi SMK yang belum
memenuhi spesifikasi teknis di bidang layanan umum dan persyaratan
ditetapkan pengelolaan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
c. Terhadap SMK yang belum ditetapkan pengelolaan keuangan BLUD, kepala
SMK selaku unit pelaksana teknis daerah ditetapkan sebagai KPA.
4. Program Pembelajaran
Pengelolaan program pembelajaran dimaksudkan untuk menjamin terlaksananya
perencanaan, pelaksanaan, dan supervisi implementasi kurikulum dan
pembelajaran. Pengelolaan program pembelajaran dilakukan secara kolaboratif
melibatkan kepala sekolah/madrasah, pendidik, dan tenaga kependidikan.
5. Pemberdayaan Masyarakat
Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat ini dimaksudkan untuk menjamin
terlaksananya keterlibatan atau pastisipasi masyarakat dalam pendidikan. Peran
serta masyarakat dapat berbentuk perseorangan, keluarga, komite
sekolah/madrasah, alumni/ikatan alumni, organisasi profesi, pengusaha, dan
organisasi kemasyarakatan dalam penjaminan dan pengendalian mutu
pendidikan. Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat bertujuan untuk
meningkatkan akses, mutu, daya saing, relevansi, tata kelola, dan akuntabilitas
pengelolaan dalam penyelenggaraan pendidikan. Di antara bentuk
Pemberdayaan Masyarakat tersebut adalah:
a. penyediaan sumber daya manusia pendidikan;
b. penyelenggaraan program pendidikan;
c. pemanfaatan hasil pendidikan;
d. pengawasan pengelolaan pendidikan;
e. pemberian pertimbangan dalam pengambilan keputusan;
f. pemberian bantuan atau fasilitas pendidikan yang tidak mengikat.
BAB II
PROFIL SMK SULTAN AGUNG

A. Data Satuan Pendidikan


1. Satuan Pendidikan
Nama Sekolah : SMK Sultan Agung
NPSN : 69754542
Alamat : Jl. Raya Dago Km. 08 Rt 04/01 Desa Dago Kec.
Parungpanjang - Bogor
2. Akreditasi
Kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran Terakreditasi B
Kompetensi Keahlian … Terakreditasi …
Kompetensi Keahlian … Terakreditasi …
Kompetensi Keahlian … Terakreditasi …
3. Kepala Sekolah
Nama : Amran Solihin, S.Pd
NIP/NIY :-
Ijin Memimpin :
4. …
5. ….. lengkapi

B. Visi Misi dan Tujuan


Visi, Misi, dan Tujuan Setiap SMK merumuskan visi, misi, dan tujuan sebagai
acuan dalam menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah dan Rencana Kerja
Tahunan dengan mempertimbangkan saran dari komite sekolah dan partisipasi
masyarakat.

1. Visi
MENJADI SMK BERSTANDAR NASIONAL, MENGHASILKAN LULUSAN
YANG MEMILIKI IMTAQ, IPTEK, KOMPETITIF DAN MANDIRI
2. Misi
Misi SMK SULTAN AGUNG adalah sebagai berikut:

1. Menigkatkan kualitas tamatan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan
perkembangan IPTEK untuk dapat bersaing dalam bekerja, melanjutkan
pendidikan dan berwirausaha
2. elaksanakan Pembelajaran Profesional dengam memanfaatkan teknologi
informasi berbasis IT dan kegiatan extrakurikuler untuk mengembangkan minat
dan bakat dalam meraih prestasi.
3. Memberikan pelayanan prima terhadap warga sekolah melalui penerapan sistem
penjaminan mutu yang didukung oleh pemenuhan standar sarana pendidikan
4. Peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan melalui
pengembangan keprofesian berkelanjutan
5. Peningkatan tata kelola pembiayaan pendidikan yang transparan dan akuntabel

3. Tujuan
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan peserta didik.
2. Mendidik peserta didik agar menjadi warga Negara yang bertanggung jawab.
3. Mendidik peserta didik agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan
pengetahuan dan seni.
4. Mendidik peserta didik dengan keahlian dan keterampilan dalam Kompetensi
Farmasi Pelayanan agar dapat bekerja dengan baik secara mandiri atau mengisi
lowongan pekerjaan yang ada di DU/DI sebagai tenaga kerja tingkat menengah.
5. Mendidik peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetensi dan
mengembangkan sikap profesional dalam Kompetensi Keahlian Farmasi
Pelayanan.
6. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai
bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.
4. Sturktur Organisasi
Struktur organisasi SMK SULTAN AGUNG sebagaimana organigram
berikut:

Kepala Sekolah

Ketua TPMPS Kasubag TU

Waka. Waka. Waka. Waka.


Bid. Kur Bid. Kesiswaan Bid. Hubinmas Bid. Sarpras

Ka.Prg. … Ka.Prg. …

C. Kompetensi Keahlian
Pada tahun pelajaran 2019/2020, SMK SULTAN AGUNG memiliki
kompetensi keahlian sebagai berikut:
1. Teknik Komputer Jaringan
1) Jumlah siswa dan Rombel
Jumlah Jumlah
Kelas
Rombel Siswa
X
XI
XII
Total Jumlah
2) Stuktur kurikulum dan program pembelajaran

Jumlah KELAS
MATA PELAJARAN Jam Per X XI XII
Tahun 1 2 1 2 1 2
A.Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan BudiPekerti 318 3 3 3 3 3 3
Pendidikan Pancasila dan
2 212 2 2 2 2 2 2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 354 4 4 3 3 2 2
4 Matematika 424 4 4 4 4 4 4
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing
Lainnya*
5 5.1 Bahasa Inggris 352 3 3 3 3 2 2
5.2 Bahasa Asing Lainnya: Bahasa Arab 2 2 2 2 2 2
6 Sejarah Indonesia 108 3 3
Jumlah A 14 14 16 18 19 19
B.Muatan Kewilayahan
7 Seni Budaya 108 3 3
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
8 144 2 2 2 2
Kesehatan
9 Bahasa Sunda 36 2 2
Jumlah B 4 2 2 0 3 3
C.Muatan Peminatan Kejuruan
C1.Dasar Bidang Keahlian
12
13
14
C2.Dasar Program Keahlian
1
2
3
C3.Kompetensi Keahlian
1
2
3
4

5
Jumlah C
Jumlah Total Jam Per Minggu
2. …………….
1) Jumlah siswa dan Rombel

Jumlah Jumlah
Kelas
Rombel Siswa
X
XI
XII
Total Jumlah

2) Stuktur kurikulum dan program pembelajaran

Jumlah KELAS
MATA PELAJARAN Jam Per X XI XII
Tahun 1 2 1 2 1 2
A.Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan BudiPekerti 318 3 3 3 3 3 3
Pendidikan Pancasila dan
2 212 2 2 2 2 2 2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 354 4 4 3 3 2 2
4 Matematika 424 4 4 4 4 4 4
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing
Lainnya*
5 5.1 Bahasa Inggris 352 3 3 3 3 2 2
5.2 Bahasa Asing Lainnya: Bahasa Jepang 2 2 2 2 2 2
6 Sejarah Indonesia 108 3 3
Jumlah A 14 14 16 18 19 19
B.Muatan Kewilayahan
7 Seni Budaya 108 3 3
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
8 144 2 2 2 2
Kesehatan
9 Bahasa Sunda 36 2 2
Jumlah B 4 2 2 0 3 3
C.Muatan Peminatan Kejuruan
C1.Dasar Bidang Keahlian
12
13
14
C2.Dasar Program Keahlian
Jumlah KELAS
MATA PELAJARAN Jam Per X XI XII
Tahun 1 2 1 2 1 2
1
2
3
C3.Kompetensi Keahlian
1
2
3
4

5
Jumlah C
Jumlah Total Jam Per Minggu

Proses pembelajaran disusun dalam kalender pendidikan sebagaimana terlampir

D. Tata Kerja, Kode Etik Dan Peraturan


Tata kerja pendidik, tata kerja tenaga kependidikan, kode etikpendidik dan
tenaga kependidikan, peraturan akademik dan tata tertib peserta didik ditetapkan
sesuai aturan yang berlaku dan disosialisasikan untuk dapat dilaksanakan dengan
baik. Tata kerja, kode etik dan peraturan tersebut terlampir.

E. Rencana Kerja Jangka Menengah


Kepala SMK membuat Rencana Kerja Jangka Menengah untuk jangka waktu
3 (tiga) sampai 5 (lima) tahun yang harus mendapat persetujuan dalam rapat Dewan
Guru. Rencana Kerja Jangka Menengah sekurang-kurangnya mencakup: a. target
pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan; b. strategi pengelolaan kurikulum; c.
strategi pengelolaan proses pembelajaran; d. strategi pengelolaan penilaian; e.
strategi pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan; f. strategi pengelolaan
sarana dan prasarana; dan g. strategi pengelolaan pembiayaan.

F. Rencana Kerja Tahunan


Kepala SMK membuat Rencana Kerja Tahunan yang harus mendapat
persetujuan dalam rapat Dewan Guru. Rencana Kerja Tahunan sekurang-kurangnya
berisi: a. stuktur kurikulum dan program pembelajaran; b. kalender pendidikan; c.
program pembinaan peserta didik; d. pembiasaan karakter, budaya, literasi, dan
kedisiplinan; e. supervisi dalam kegiatan intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan
ekstra-kurikuler; f. program pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan; g. pemanfaatan sarana dan prasarana; h. pengelolaan keuangan.

G. Kepemimpinan
Kepemimpinan dimaksudkan untuk menumbuhkan kemampuan Kepala SMK
dalam mengembangkan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan secara
efektif. Implementasi kepemimpinan perlu mempertimbangkan serta menyesuaikan
dengan bentuk dan jenis program kejuruan, kondisi sosial, budaya dan letak
geografis. Prinsip-prinsip kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala SMK
meliputi:
1. Prinsip konstruktif, yaitu kemampuan dalam membina, membimbing setiap
anggota organisasi untuk tumbuh dan berkembang sesuai tujuan organisasi
pendidikan.
2. Prinsip kreatif, yaitu kemampuan menciptakan usaha kreatif dengan
melibatkan anggota organisasi melalui pemberian motivasi dan layanan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Prinsip partisipatif, yaitu kemampuan membangkitkan dan memupuk
kesadaran pada setiap anggota untuk ikut bertanggung jawab, dan aktif dalam
memikirkan serta menyelesaikan berbagai masalah.
4. Prinsip kooperatif, yaitu mementingkan kerjasama dengan seluruh anggota
organisasi yang dipimpin, dan memberikan kepercayaan untuk
bertanggungjawab terhadap tugas masingmasing.
5. Prinsip persuasif, yaitu kemampuan dalam memperhatikan situasi dan
kondisi sebelum mengambil keputusan
6. Prinsip rasionalitas dan obyektivitas, yaitu sebagai pemimpin menggerakan
organisasi secaa rasional, obyektif, dan tidak mendominasi dalam mengambil
keputusan.
7. Prinsip pragmatisme, yaitu sebagai pemimpin membuat keputusan yang
akurat sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
8. Prinsip adaptabilitas dan fleksibilitas, yaitu sebagai pemimpin mampu
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, mampu mempertahankan dan
meningkatkan hasil pendidikan.
Kepala SMK perlu memiliki kompetensi wirausaha yang mendukung
tercapainya tujuan pendidikan. Karakteristik Kepala SMK yang mempunyai
kompetensi wirausaha di antaranya sebagai berikut:
1. Optimistis, yaitu memiliki pandangan yang baik dan penuh harapan positif
dalam melaksanakan kepemimpinan.
2. Keberanian mengambil resiko, yaitu tindakan yang diambil disertai
perhitungan yang matang sebelum pengambilan keputusan.
3. Semangat juang, yaitu memiliki sifat pantang menyerah, pantang mundur,
dan pantang putus asa pada hambatan jika ada permasalahan.
4. Integritas, yaitu memiliki sifat kewibawaan dan kejujuran.
5. Budaya unggul, yaitu memiliki inisiatif mencari hal-hal baru dan melakukan
perbaikan berkelanjutan.
6. Berpikir kedepan, yaitu memiliki sifat visioner serta mampu menterjemahkan
menjadi inovasi-inovasi baru.

H. Budaya
Budaya organisasi dirumuskan berdasarkan nilai-nilai yang berlaku untuk
semua anggota, diimplementasikan dalam kehidupan seharihari, dan dijadikan
pijakan setiap anggota organsiasi dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Budaya
organisasi mendorong terwujudnya: (1) aktivitas bersifat religius, ilmiah, dan
edukatif; (2) aktivitas yang didukung oleh kedisiplinan, komitmen, dan motivasi
yang tinggi; (3) kreativitas dan inovasi; dan (4) keterampilan dan kesiapan lulusan
memasuki dunia usaha/industri. Budaya organisasi tersebut memperkuat karakter
peserta didik yang membentuk sifat religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan
berintegritas. Dengan karakter tersebut peserta didik diharapkan mampu menjadi
pelaku perubahan bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.

I. Pelaksanaan
Setiap SMK melaksanakan pengelolaan secara mandiri, efisien, efektif, dan
akuntabel. Pelaksanaan pengelolaan juga harus mengikutsertakan pemangku
kepentingan dan menjaga keberlangsungan Ekosistem Satuan Pendidikan dan
dipertanggungjawabkan oleh Kepala SMK kepada rapat Dewan Guru dan komite
sekolah/madrasah yang bersangkutan.

J. Pengembangan Kurikulum dan Penjaminan Mutu Internal


SMK membentuk tim yang melaksanakan fungsi pengembangan kurikulum dan
penjaminan mutu internal. Pengembangan kurikulum wajib melibatkan dunia
usaha/industri. Tugas tim pengembangan kurikulum dan penjaminan mutu internal
meliputi:
1. memfasilitasi sinkronisasi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia
usaha/industri
2. memfasilitasi penyusunan silabus, RPP, modul, lembar kerja, dan lembar
penilaian;
3. memfasilitasi penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah dan Rencana Kerja
Tahunan;
4. menyusun prosedur operasional standar tentang kegiatan intrakurikuler,
ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler;
5. menentukan indikator capaian kinerja;
6. mengembangkan instrumen pengukuran capaian kinerja;
7. melaksanakan evaluasi diri;
8. melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Pelaksanaan Sistem Penjaminan mutu internal dilaksanakan melalui


pembentukan Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) dengan
melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus SPMI
berikut:
Gambar 2.1 Siklus SPMI

K. Akuntabilitas
Sebagai bentuk akuntabilitas, SMK membuat laporan kinerja secara berkala,
yang disampaikan kepada komite sekolah/madrasah, dinas pendidikan, kantor
wilayah kementerian agama provinsi, kantor kementerian agama kabupaten/kota,
dan/atau penyelenggara SMK yang diselenggarakan oleh masyarakat sesuai dengan
kewenangannya.

L. Sistem Informasi Manajemen


Dalam rangka pengelolaan sistem informasi manajemen, SMK melakukan
sebagai berikut:
1. Mengembangkan sistem informasi manajemen yang memadai untuk
mendukung administrasi pendidikan dan pembelajaran yang efektif, efisien,
dan akuntabel menuju manajemen berbasis teknologi informasi dan
komunikasi;
2. Mengelola sistem informasi manajemen yang memadai selaras dengan Data
Pokok Pendidikan atau Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan;
3. Menyediakan fasilitas informasi yang efektif, efisien, dan mudah diakses
untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran; dan
4. Membentuk tim yang bertanggungjawab tentang pengelolaan sistem
informasi manajemen.
BAB III
PEMETAAN MUTU SMK SULTAN AGUNG
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A. Kondisi Saat Ini


Kondisi saat ini SMK SULTAN AGUNG dapat dilihat dalam rapot mutu
tahun 2018 sebagai representasi kondisi sekolah tahun pelajaran 2018/2019
sebagaimana grafik radar mutu berikut :

Standar Kompetensi…
8
Standar Pembiayaan 6 Standar Isi
4
2
Standar Pengelolaan… 0 Standar Proses

Standar Sarana dan… Standar Penilaian…


Standar Pendidik dan…

Capaian 2018 Kab. Bogor 2018


Prop. Jawa Barat 2018 Nasional 2018

Gambar 2.1
Radar Mutu SMK SULTAN AGUNG
Tabel 2.1
Capaian 8 SNP
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai Capaian
No Standar
Sekolah Kabupaten Provinsi Nasional
1 Standar Kompetensi Lulusan 6.42 6.27 6.31 6.33

2 Standar Isi 5.7 5.84 5.8 5.66

3 Standar Proses 6.25 6.51 6.51 6.46

4 Standar Penilaian Pendidikan 5.57 6.13 6.1 6.03


Standar Pendidik dan Tenaga 4.12
5 2.72 2.98 3.18
Kependidikan
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 3.42 2.96 2.97 2.97

7 Standar Pengelolaan Pendidikan 5.63 5.9 5.87 5.79

8 Standar Pembiayaan 6.09 5.96 5.93 5.85


Grafik 2.1
Capaian 8 SNP SMK SULTAN AGUNG Dibandingkan Dengan Capaian Kabupaten,
Provinsi dan Nasional

0
1 2 3 4 5 6 7 8

Keterangan :

Capaian SMK Tahun 2018


Capaian Kabupaten Bogor
Capaian Provinsi Jawa Barat
Capaian Nasional

1 Standar Kompetensi Lulusan


2 Standar Isi
3 Standar Proses
4 Standar Penilaian Pendidikan
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
7 Standar Pengelolaan Pendidikan
8 Standar Pembiayaan

Capaian Skor raport mutu di deskripsikan sebagai berikut :

Batas Bawah Batas Atas Deskripsi Identifikasi Capaian SNP


0 2.04 Buruk Menuju SNP 1
2.05 3.7 Kurang Menuju SNP 2
3.71 5.06 Cukup Menuju SNP 3
5.07 6.66 Baik Menuju SNP 4
6.67 7,00 Baik Sekali Telah mencapai SNP

Berdasar pada data diatas dapat disimpulkan bahwa pada standar pendidik dan
tenaga kependidikan serta standar sarana prasarana masih berada pada kondisi
belum mencapai SNP.

1. Capaian Standar Kompetensi Lulusan

Tabel 2.2
Capaian Standar Kompetensi Lulusan
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
1 Standar Kompetensi Lulusan 6.42

1.1. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap 6.49

1.1.1. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa 6.56
kepada Tuhan YME
1.1.2. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap berkarakter 6.72

1.1.3. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap disiplin 6.5

1.1.4. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun 6.83

1.1.5. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur 6.37

1.1.6. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli 6.54

1.1.7. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri 6.19

1.1.8. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap bertanggungjawab 6.64

1.1.9. Memiliki perilaku pembelajar sejati sepanjang hayat 5.62

1.1.10. Memiliki perilaku sehat jasmani dan rohani 6.9


Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
1.2. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan 6.12

1.2.1. Memiliki pengetahuan faktual, prosedural, konseptual, metakognitif 6.12

1.3. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan 6.5

1.3.1. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kreatif 6.54

1.3.2. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak produktif 6.07

1.3.3. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kritis 6.34

1.3.4. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak mandiri 6.96

1.3.5. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kolaboratif 6.86

1.3.6. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak komunikatif 6.26

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar kompetensi lulusan


adalah baik dengan nilai 6,42 berada pada rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya
pada standar kompetensi lulusan capaian SNP SMK SULTAN AGUNG
berada peda peringkat menuju SNP 4.
Jika melihat indikator pada standar kompetensi lulusan, indikator yang terendah
dicapai oleh Sub indikator 1.1.9 Memiliki perilaku pembelajar sejati sepanjang
hayat dengan nilai capaian baik dengan nilai 5,62 berada pada rentang 5.07
<N≤ 6.66 artinya pada indikator ini SMK SULTAN AGUNG menuju
SNP 4, namun demikian capaian indikator ini belum optimal dan akan dijadikan
indikator peningkatan mutu pada program peningkatan mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020

2. Standar Isi
Tabel 2.3
Capaian Standar Isi
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
2 Standar Isi 5.70
Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
2.1. Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan 4.68

2.1.1. Memuat karakteristik kompetensi sikap 4.37

2.1.2. Memuat karakteristik kompetensi pengetahuan 4.67

2.1.3. Memuat karakteristik kompetensi keterampilan 4.17

2.1.4. Menyesuaikan tingkat kompetensi siswa 5.09

2.1.5. Menyesuaikan ruang lingkup materi pembelajaran 5.08

2.2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur 5.53

2.2.1. Melibatkan pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum 5.03

2.2.2. Mengacu pada kerangka dasar penyusunan 7

2.2.3. Melewati tahapan operasional pengembangan 4.45

2.2.4. Memiliki perangkat kurikulum tingkat satuan pendidikan yang 5.63


dikembangkan

2.3. Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan 6.89

2.3.1. Menyediakan alokasi waktu pembelajaran sesuai struktur kurikulum yang 6.99
berlaku

2.3.2. Mengatur beban belajar bedasarkan bentuk pendalaman materi 7

2.3.3. Menyelenggarakan aspek kurikulum pada muatan lokal 6.58

2.3.4. Melaksanakan kegiatan pengembangan diri siswa 6.98

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar Isi adalah baik dengan nilai
5,70 berada pada rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya pada standar Isi capaian SNP
SMK SULTAN AGUNG berada peda peringkat menuju SNP 4.
Jika melihat indikator pada standar kompetensi lulusan, indikator yang terendah
dicapai oleh Sub indikator 2.2 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan
sesuai prosedur dengan nilai capaian baik dengan nilai 5,53 berada pada rentang
5.07 <N≤ 6.66 artinya pada indikator ini SMK SULTAN AGUNG menuju
SNP 4, namun demikian capaian indikator ini belum optimal dan akan dijadikan
indikator peningkatan mutu pada program peningkatan mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020.
3. Standar Proses
Tabel 2.4
Capaian Standar Proses
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
3 Standar Proses 6.25
3.1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan 6.52

3.1.1. Mengacu pada silabus yang telah dikembangkan 7

3.1.2. Mengarah pada pencapaian kompetensi 6.72

3.1.3. Menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis 6.53

3.1.4. Mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan pengawas sekolah 5.84

3.2. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat 6.46

3.2.1. Membentuk rombongan belajar dengan jumlah siswa sesuai ketentuan 6.39

3.2.2. Mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran 6.15

3.2.3. Mendorong siswa mencari tahu 6.58

3.2.4. Mengarahkan pada penggunaan pendekatan ilmiah 6.56

3.2.5. Melakukan pembelajaran berbasis kompetensi 6.61

3.2.6. Memberikan pembelajaran terpadu 6.6

3.2.7. Melaksanakan pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi 6.53


dimensi;

3.2.8. Melaksanakan pembelajaran menuju pada keterampilan aplikatif 6.52

3.2.9. Mengutamakan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat 6.72

3.2.10. Menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, 6.7
dan di mana saja adalah kelas.

3.2.11. Mengakui atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa. 6.54

3.2.12. Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa 6.19

3.2.13. Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan 5.98


efektivitas pembelajaran

3.2.14. Menggunakan aneka sumber belajar 6.39


Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
3.2.15. Mengelola kelas saat menutup pembelajaran 6.42

3.3. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses 5.78


pembelajaran

3.3.1. Melakukan penilaian otentik secara komprehensif 4.11

3.3.2. Memanfaatkan hasil penilaian otentik 6.68

3.3.3. Melakukan pemantauan proses pembelajaran 6.09

3.3.4. Melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru 5.39

3.3.5. Mengevaluasi proses pembelajaran 5.69

3.3.6 Menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran 6.74

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar Proses adalah baik dengan
nilai 6,25 berada pada rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya pada standar Proses
capaian SNP SMK SULTAN AGUNG berada peda peringkat menuju SNP 4.
Jika melihat indikator pada standar kompetensi lulusan, indikator yang terendah
dicapai oleh Sub indikator 3.2.13 Memanfaatkan media pembelajaran dalam
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran dengan nilai capaian baik
dengan nilai 5,98 berada pada rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya pada indikator ini
SMK SULTAN AGUNG menuju SNP 4, namun demikian capaian indikator ini
belum optimal dan akan dijadikan indikator peningkatan mutu pada program
peningkatan mutu sekolah tahun pelajaran 2019/2020.

4. Standar Penilaian Pendidikan

Tabel 2.5
Capaian Standar Penilaian Pendidikan
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
4 Standar Penilaian Pendidikan 5.57

4.1. Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi 6.73


Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
4.1.1. Mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan 6.63

4.1.2. Memiliki bentuk pelaporan sesuai dengan ranah 6.83

4.2. Teknik penilaian obyektif dan akuntabel 4.8

4.2.1. Menggunakan jenis teknik penilaian yang obyektif dan akuntabel 5.33

4.2.2. Memiliki perangkat teknik penilaian lengkap 4.27

4.3. Penilaian pendidikan ditindaklanjuti 6.11

4.3.1. Menindaklanjuti hasil pelaporan penilaian 6.83

4.3.2. Melakukan pelaporan penilaian secara periodik 5.38

4.4. Instrumen penilaian menyesuaikan aspek 4.51

4.4.1. Menggunakan instrumen penilaian aspek sikap 4.16

4.4.2. Menggunakan instrumen penilaian aspek pengetahuan 4.74

4.4.3. Menggunakan instrumen penilaian aspek keterampilan 4.62

4.5. Penilaian dilakukan mengikuti prosedur 5.72

4.5.1. Melakukan penilaian berdasarkan penyelenggara sesuai prosedur 5.62

4.5.2. Melakukan penilaian berdasarkan ranah sesuai prosedur 6.16

4.5.3. Menentukan kelulusan siswa berdasarkan pertimbangan yang sesuai 5.36

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar Penilaian Pendidikan


adalah baik dengan nilai 5,57 berada pada rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya pada
standar Penilaian Pendidikan capaian SNP SMK SULTAN AGUNG berada peda
peringkat menuju SNP 4.
Jika melihat indikator pada standar Penilaian Pendidikan, indikator yang terendah
dicapai oleh Sub indikator 4.5.1; Melakukan penilaian berdasarkan penyelenggara
sesuai prosedur dengan nilai capaian baik dengan nilai 5,62 berada pada
rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya pada indikator ini SMK SULTAN AGUNG
menuju SNP 4, namun demikian capaian indikator ini belum optimal dan akan
dijadikan indikator peningkatan mutu pada program peningkatan mutu sekolah
tahun pelajaran 2019/2020
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Tabel 2.6
Capaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 4.12

5.1. Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan 3.65

5.1.1. Berkualifikasi minimal S1/D4 4.24

5.1.2. Rasio guru kelas terhadap rombongan belajar seimbang 0

5.1.3. Tersedia untuk tiap mata pelajaran 0

5.1.4. Bersertifikat pendidik 4.87

5.1.5. Berkompetensi pedagogik minimal baik 5.68

5.1.6. Berkompetensi kepribadian minimal baik

5.1.7. Berkompetensi profesional minimal baik 5.57

5.1.8. Berkompetensi sosial minimal baik 0

5.2. Ketersediaan dan kompetensi kepala sekolah sesuai ketentuan 6.77

5.2.1. Berkualifikasi minimal S1/D4 7

5.2.2. Berusia sesuai kriteria saat pengangkatan 7

5.2.3. Berpengalaman mengajar selama yang ditetapkan 7

5.2.4. Berpangkat minimal III/c atau setara 7

5.2.5. Bersertifikat pendidik 7

5.2.6. Bersertifikat kepala sekolah 7

5.2.7. Berkompetensi kepribadian minimal baik 4.08

5.2.8. Berkompetensi manajerial minimal baik 5.25

5.2.9. Berkompetensi kewirausahaan minimal baik 6.41

5.2.10. Berkompetensi supervisi minimal baik 4.08


Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
5.2.11. Berkompetensi sosial minimal baik 3.85

5.3. Ketersediaan dan kompetensi tenaga administrasi sesuai 1.77


ketentuan

5.3.1. Tersedia Kepala Tenaga Administrasi 0

5.3.2. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi berkualifikasi minimal 0


SMK/sederajat

5.3.3. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi bersertifikat

5.3.4. Tersedia Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi 7

5.3.5. Memiliki Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi berpendidikan sesuai 2.86


ketentuan

5.3.6. Berkompetensi kepribadian minimal baik

5.3.7. Berkompetensi sosial minimal baik

5.3.8. Berkompetensi teknis minimal baik

5.3.9. Berkompetensi manajerial minimal baik

5.4. Ketersediaan dan kompetensi laboran sesuai ketentuan 0.78

5.4.1. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium 0

5.4.2. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium berkualifikasi sesuai 0

5.4.3. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium bersertifikat

5.4.4. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium berpengalaman sesuai 0

5.4.5. Tersedia Tenaga Teknisi Laboran 0

5.4.6. Memiliki Tenaga Teknisi Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

5.4.7. Tersedia Tenaga Laboran 7

5.4.8. Memiliki Tenaga Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

5.4.9. Berkompetensi kepribadian minimal baik

5.4.10. Berkompetensi sosial minimal baik

5.4.11. Berkompetensi manajerial minimal baik

5.4.12. Berkompetensi profesional minimal baik


Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
5.5. Ketersediaan dan kompetensi pustakawan sesuai ketentuan 2.1

5.5.1. Tersedia Kepala Tenaga Pustakawan 7

5.5.2. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berkualifikasi sesuai 0

5.5.3. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan bersertifikat

5.5.4. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berpengalaman sesuai 7

5.5.5. Tersedia Tenaga Pustakawan 0

5.5.6. Memiliki Tenaga Pustakawan berpendidikan sesuai ketentuan 0

5.5.7. Berkompetensi manajerial minimal baik

5.5.8. Berkompetensi pengelolaan informasi minimal baik

5.5.9. Berkompetensi kependidikan minimal baik

5.5.10. Berkompetensi kepribadian minimal baik

5.5.11. Berkompetensi sosial minimal baik

5.5.12. Berkompetensi pengembangan profesi minimal baik

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan adalah cukup dengan nilai 4,12 berada pada rentang 3,71 <N≤
5,06 artinya pada standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan capaian SNP SMK
SULTAN AGUNG berada peda peringkat menuju SNP 3.
Jika melihat indikator pada standar kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan . indikator yang terendah dicapai oleh Sub indikator 5.1;
Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan dengan nilai capaian kurang
dengan nilai 3,65 berada pada rentang 2,05 <N≤ 3,70 artinya pada indikator
ini SMK SULTAN AGUNG menuju SNP 2, capaian indikator ini belum
optimal dan akan dijadikan indikator peningkatan mutu pada program peningkatan
mutu sekolah tahun pelajaran 2019/2020

6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan


Tabel 2.7
Capaian Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
3.42
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
3.42
6.1. Kapasitas daya tampung sekolah memadai

6.1.1. Memiliki kapasitas rombongan belajar yang sesuai dan memadai


0
6.1.2. Rasio luas lahan sesuai dengan jumlah siswa
7
6.1.3. Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan
0
6.1.4. Rasio luas bangunan sesuai dengan jumlah siswa
7
6.1.5. Kondisi bangunan sekolah memenuhi persyaratan
6.2
6.1.6. Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan

6.2. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang 2.64


lengkap dan layak
5.57
6.2.1. Memiliki ruang kelas sesuai standar
0
6.2.2. Memiliki laboratorium IPA sesuai standar
1.75
6.2.3. Memiliki ruang perpustakaan sesuai standar
0
6.2.4. Memiliki tempat bermain/lapangan sesuai standar
0
6.2.5. Memiliki laboratorium biologi sesuai standar
0
6.2.6. Memiliki laboratorium fisika sesuai standar
1.4
6.2.7. Memiliki laboratorium kimia sesuai standar
6.3
6.2.8. Memiliki laboratorium komputer sesuai standar
0
6.2.9. Memiliki laboratorium bahasa sesuai standar
6.99
6.2.10. Kondisi ruang kelas layak pakai
0
6.2.11. Kondisi laboratorium IPA layak pakai
3.5
6.2.12. Kondisi ruang perpustakaan layak pakai
7
6.2.13. Kondisi tempat bermain/lapangan layak pakai

6.2.14. Kondisi laboratorium biologi layak pakai


Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
6.2.15. Kondisi laboratorium fisika layak pakai
0
6.2.16. Kondisi laboratorium kimia layak pakai
2.33
6.2.17. Kondisi laboratorium komputer layak pakai
0
6.2.18. Kondisi laboratorium bahasa layak pakai

6.3. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang 4.22


lengkap dan layak
3.5
6.3.1. Memiliki ruang pimpinan sesuai standar
3.5
6.3.2. Memiliki ruang guru sesuai standar
3.5
6.3.3. Memiliki ruang UKS sesuai standar
3.5
6.3.4. Memiliki tempat ibadah sesuai standar
5.07
6.3.5. Memiliki jamban sesuai standar
5.25
6.3.6. Memiliki gudang sesuai standar

6.3.7. Memiliki ruang sirkulasi sesuai standar


4.37
6.3.8. Memiliki ruang tata usaha sesuai standar
7
6.3.9. Memiliki ruang konseling sesuai standar
3.5
6.3.10. Memiliki ruang organisasi kesiswaan sesuai standar
6.19
6.3.11. Menyediakan kantin yang layak
6.69
6.3.12. Menyediakan tempat parkir yang memadai
5.8
6.3.13. Menyediakan unit kewirausahaan dan bursa kerja
7
6.3.14. Kondisi ruang pimpinan layak pakai
1.4
6.3.15. Kondisi ruang guru layak pakai
1.21
6.3.16. Kondisi ruang UKS layak pakai
0
6.3.17. Kondisi tempat ibadah layak pakai
4.66
6.3.18. Kondisi jamban sesuai standar

6.3.19. Kondisi gudang layak pakai


5.6
6.3.20. Kondisi ruang sirkulasi layak pakai
Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
2.8
6.3.21. Kondisi ruang tata usaha layak pakai
0
6.3.22. Kondisi ruang konseling layak pakai
0
6.3.23. Kondisi ruang organisasi kesiswaan layak pakai

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar Sarana dan Prasarana
Pendidikan adalah kurang dengan nilai 3,42 berada pada rentang 2,05 <N≤ 3,70
artinya pada standar Sarana dan Prasarana capaian SNP SMK SULTAN AGUNG
berada peda peringkat menuju SNP 2.
Jika melihat indikator pada standar kompetensi Sarana dan Prasarana Pendidikan,
indikator yang terendah dicapai oleh Sub indikator 6.3; Sekolah memiliki sarana
dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak dengan nilai capaian cukup
dengan nilai 4,22 berada pada rentang 3,71 <N≤ 5,06 artinya pada indikator
ini SMK SULTAN AGUNG menuju SNP 3, capaian indikator ini belum
optimal dan akan dijadikan indikator peningkatan mutu pada program peningkatan
mutu sekolah tahun pelajaran 2019/2020

7. Standar Pengelolaan Pendidikan

Tabel 2.8
Capaian Standar Pengelolaan Pendidikan
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
7 Standar Pengelolaan Pendidikan 5.63

7.1. Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan 6.28

7.1.1. Memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas sesuai ketentuan 6.52

7.1.2. Mengembangkan rencana kerja sekolah ruang lingkup sesuai


6.32
ketentuan
7.1.3. Melibatkan pemangku kepentingan sekolah dalam perencanaan
6.01
pengelolaan sekolah
7.2. Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan 6.05

7.2.1. Memiliki pedoman pengelolaan sekolah lengkap 5.79


Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
7.2.2. Menyelenggarakan kegiatan layanan kesiswaan 6.59

7.2.3. Meningkatkan dayaguna pendidik dan tenaga kependidikan 6.52

7.2.4. Melaksanakan kegiatan evaluasi diri 6.35

7.2.5. Membangun kemitraan dan melibatkan peran serta masyarakat serta


6.18
lembaga lain yang relevan
7.2.6. Melaksanakan pengelolaan bidang kurikulum dan kegiatan
4.86
pembelajaran
7.3. Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas
2.24
kepemimpinan
7.3.1. Berkepribadian dan bersosialisasi dengan baik 0

7.3.2. Berjiwa kepemimpinan 6.44

7.3.3. Mengembangkan sekolah dengan baik 0

7.3.4. Mengelola sumber daya dengan baik 7

7.3.5. Berjiwa kewirausahaan 0

7.3.6. Melakukan supervisi dengan baik 0

7.4. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen 5.69

7.4.1. Memiliki sistem informasi manajemen sesuai ketentuan 5.69

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar Pengelolaan Pendidikan


adalah baik dengan nilai 5,63 berada pada rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya pada
standar pengelolaan pendidikan capaian SNP SMK SULTAN AGUNG berada
peda peringkat menuju SNP 4.
Jika melihat indikator pada standar kompetensi Pengelolaan Pendidikan, indikator
yang terendah dicapai oleh Sub indikator 7.3.3; Mengembangkan sekolah dengan
baik dengan nilai capaian buruk dengan nilai 0 berada pada rentang 0 ≤ 2,04
artinya pada standar Pengelolaan Pendidikan SMK SULTAN AGUNG
mencapai SNP, namun demikian capaian indikator ini belum optimal dan akan
dijadikan indikator peningkatan mutu pada program peningkatan mutu sekolah
tahun pelajaran 2019/2020

8. Standar Pembiayaan

Tabel 2.9
Capaian Standar Pembiayaan
SMK SULTAN AGUNG Tahun Pelajaran 2018/2019

Nilai
No Stndar / Indikator/ Sub Indikator
Capaian
8 Standar Pembiayaan 6.09

8.1. Sekolah memberikan layanan subsidi silang 6.99

8.1.1. Membebaskan biaya bagi siswa tidak mampu 7

8.1.2. Memiliki daftar siswa dengan latar belakang ekonomi yang jelas 7

8.1.3. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu 7

8.2. Beban operasional sekolah sesuai ketentuan 7

8.2.1. Memiliki biaya operasional non personil sesuai ketentuan 7

8.3. Sekolah melakukan pengelolaan dana dengan baik 4.29

8.3.1. Mengatur alokasi dana yang berasal dari 0


APBD/APBN/Yayasan/sumber lainnya

8.3.2. Memiliki laporan pengelolaan dana 6.46

8.3.3. Memiliki laporan yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan 6.43

Nilai capaian SMK SULTAN AGUNG pada standar pembiayaan adalah baik
dengan nilai 6,09 berada pada rentang 5.07 <N≤ 6.66 artinya pada standar
pembiayaan capaian SNP SMK SULTAN AGUNG berada peda peringkat
menuju SNP 4.
Jika melihat indikator pada standar pembiayaan, Indikator yang terendah dicapai
oleh Sub indikator 8.1.3; Melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa
kurang mampu dengan nilai capaian cukup dengan nilai 4,29 berada pada
rentang 3,71 <N≤ 5,06 artinya pada indikator ini SMK SULTAN AGUNG
menuju SNP 3, capaian indikator ini belum optimal dan akan dijadikan indikator
peningkatan mutu pada program peningkatan mutu sekolah tahun pelajaran
2019/2020
B. Kondisi Satu Tahun Kedepan

No/ SNP/ Indikator / Analisis Lingkungan


Kondisi Saat Ini Masalah Akar Masalah Rekomendasi*
Kode Sub Indikator Kekuatan Kelemahan
1 Standar Kometensi Lulusan
1.1.9 Memiliki perilaku indikator 1.1.9 ❖ Perilaku dan sikap ❖ Perilaku dan sikap ❖ Pengelolaan ❖ Sekolah belum Sekolah agar
pembelajar sejati Memiliki perilaku pembelajar sejati pembelajar sejati sekolah terkait memprogramkan melaksanakan Program
sepanjang hayat pembelajar sejati sepanjang hayat telah sepanjang hayat belum pengembangan implementasi peningkatan karakter
sepanjang hayat dengan difasilitasi oleh sekolah nampak diwujudkan perilaku pembelajar gerakan literasi dan melaksanakan
nilai capaian baik mellaui perpustakaan, dalam aktivitas sejati sepanjang sekolah (GLS) sesuai Gerakan literasi sekolah
dengan nilai 5,62 pengadaan buku dan pembelajaran baik di hayat belum terfokus juknis sesuai juknis,
berada pada rentang lainnya dalam kelas maupun di dan terencanakan menjadikan sekolah
5.07 <N≤ 6.66 artinya luar kelas melalui dengan optimal sebagai tempat yang
pada indikator ini pembiasaan program nyaman bagi sisiwa
SMK SULTAN literasi
AGUNG menuju SNP
4, namun demikian
capaian indikator ini
belum optimal dan akan
dijadikan indikator
peningkatan mutu pada
program peningkatan
mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020
2 Standar Isi
2.2 Kurikulum Tingkat Indikator 2.2 ❖ Memiliki tim yang ❖ Pengembang ❖ Pemahaman ❖ Pengembang Sekolah agar
Satuan Pendidikan Kurikulum Tingkat bertugas Kurikulum belum terhadap prosedur Kurikulum belum melaksanakan
dikembangkan Satuan Pendidikan mengembangkan melibatkan DU/DI serta pengembangan melibatkan DU/DI peningkatan kerjasama
sesuai prosedur dikembangkan sesuai kurikulum sekolah. intitusi pasangan lain Kurikulum belum melalui program dengan DU/DI pada
prosedur dengan nilai ❖ Tim Pengembang yang relevan optimal penyelarasan pengembangan
capaian baik dengan Kurikulum meliputi ❖ Belum melakukan kurikulum kurikulum pada
nilai 5,70 berada seluruh guru mata kerjasama dengan tahapan perencanaan,
pada rentang 5.07 <N≤ pelajaran, konselor DU/DI untuk pelaksanaan dan
6.66 artinya pada (guru Bimbingan dan melaksanakan penilaian hasil belajar
No/ SNP/ Indikator / Analisis Lingkungan
Kondisi Saat Ini Masalah Akar Masalah Rekomendasi*
Kode Sub Indikator Kekuatan Kelemahan
kompetensi lulusan Konseling), dan komite penyelarasan
SMK SULTAN sekolah atau Kurikulum
AGUNG menuju SNP penyelenggara
4, namun demikian pendidikan
capaian indikator ini penugasan.
belum optimal dan akan ❖ Sekolah memiliki
dijadikan indikator pedoman
peningkatan mutu pada pengembangan
program peningkatan kurikulum yang
mutu sekolah diketahui tim
pengembang kurikulum
sekolah sebagai dasar
pengembangan.
3 Standar Proses
3.2.13 Memanfaatkan indikator 3.2.13 ❖ Memiliki guru yang ❖ Kegiatan inti ❖ Siswa terkendala Pencapaian Sekolah meningkatkan
media Memanfaatkan media linier dan sesuai yang dilaksanakan guru dalam pencapaian kompetensi sikap kuitas pembelajaran
pembelajaran pembelajaran dalam masih potensial untuk dengan menggunakan kompetensi sikap, belum optimal dengan memanfaatkan
dalam meningkatkan efisiensi peningkatan kompetensi media pembelajaran pengetahuan dan teknologi komunikasi
meningkatkan dan efektivitas yang disesuaikan dengan keterampilan. pembelajaran dengan dan IT sesuai tuntutan
efisiensi dan pembelajaran dengan karakteristik siswa dan ❖ Kompetensi guru memanfaatkan perkembangan
efektivitas nilai capaian baik KD setiap mata tidak berkembang. teknologi komunikasi teknologi 4.0
pembelajaran dengan nilai 5,98 pelajaran. dan IT sesuai
berada pada rentang ❖ Media pembelajaran, tuntutan
5.07 <N≤ 6.66 artinya berupa alat bantu proses perkembangan
pada indikator ini pembelajaran bisa teknologi 4.0 belum
SMK SULTAN berupa hasil karya dikembangkan
AGUNG menuju SNP inovasi guru maupun
4, namun demikian yang sudah tersedia.
capaian indikator ini
belum optimal dan akan
dijadikan indikator
No/ SNP/ Indikator / Analisis Lingkungan
Kondisi Saat Ini Masalah Akar Masalah Rekomendasi*
Kode Sub Indikator Kekuatan Kelemahan
peningkatan mutu pada
program peningkatan
mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020.
4 Standar Penilaian Pendidikan

4.5.1 Penilaian indikator 4.5.1; ❖ Memiliki guru yang ❖ Prosedur penilaian ❖ Pengukuran ❖ Kurangnya Sekolah agar
dilakukan Melakukan penilaian linier dan sesuai yang oleh Pendidik dan pencapaian pemahaman pendidik melaksanakan
mengikuti prosedur berdasarkan masih potensial untuk penilaian oleh sekolah kompetensi siswa terhadap penilaian peningkatan
penyelenggara sesuai peningkatan kompetensi belum optimal tidak dapat diketahui hasil belajar yang pelaksanaan penilaian
prosedur dengan nilai ❖ Prosedur penilaian ❖ Pendidik tidak sering berubah sesuai hasil belajar melalui
capaian baik dengan pendidikan dilakukan dapat memperbaiki panduan penilaian implementasi penilaian
nilai 5,62 berada melalui: Penilaian proses pembelajaran SMK sesuai prosedur
pada rentang 5.07 <N≤ hasil belajar oleh ❖ Prosedur penilaian
6.66 artinya pada pendidik Penilaian dilakukan belum
indikator ini SMK hasil belajar oleh sesuai dengan
SULTAN AGUNG sekolah Penilaian peraturan yang
menuju SNP 4, namun hasil belajar oleh ditetapkan.
demikian capaian pemerintah
indikator ini belum
optimal dan akan
dijadikan indikator
peningkatan mutu pada
program peningkatan
mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5.1 Ketersediaan dan indikator 5.1; ❖ Memiliki guru yang ❖ Kompetensi guru ❖ Guru memiliki ❖ Guru belum Sekolah
kompetensi guru Ketersediaan dan linier dan sesuai yang kejuruan masih belum keterbatasan dalam memiliki wawasan direkomendasika untuk
sesuai ketentuan kompetensi guru sesuai masih potensial untuk sesuai dengan penguasaan bekerja di industri meningkatkan
ketentuan dengan nilai peningkatan kompetensi kebutuhan/ iptek yang kompetensi yang kompetensi guru
No/ SNP/ Indikator / Analisis Lingkungan
Kondisi Saat Ini Masalah Akar Masalah Rekomendasi*
Kode Sub Indikator Kekuatan Kelemahan
capaian kurang dengan berkembang di Industri sesuai dengan bekerjasama dengan
nilai 3,65 berada perkembangan DU/DI
pada rentang 2,05 <N≤ industri
3,70 artinya pada
indikator ini SMK
SULTAN AGUNG
menuju SNP 2,
capaian indikator ini
belum optimal dan akan
dijadikan indikator
peningkatan mutu pada
program peningkatan
mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidika
6.3 Sekolah memiliki indikator 6.3; Sekolah ❖ Luas lahan ❖ Sekolah belum ❖ Iklim dan ❖ Sekolah belum Memanfaatkan sarana
sarana dan memiliki sarana dan minimum dapat memiliki sarana dan lingkungan sekolah mengoptimalkan sekolah khususnya
prasarana prasarana pendukung menampung sarana dan prasarana pendukung menjadi tidak sarana dan prasarana sarana teknologi IT
pembelajaran yang yang lengkap dan layak prasarana untuk yang lengkap dan layak kondusif. yang sudah dimiliki untuk meningkatkan
lengkap dan layak dengan nilai capaian melayani jumlah untuk mendukung promosi sekolah
cukup dengan nilai rombongan belajar optimalisasi dan
4,22 berada pada minimum. peningkatan mutu
rentang 3,71 <N≤ pembelajaran
5,06 artinya pada
indikator ini SMK
SULTAN AGUNG
menuju SNP 3,
capaian indikator ini
belum optimal dan akan
dijadikan indikator
peningkatan mutu pada
No/ SNP/ Indikator / Analisis Lingkungan
Kondisi Saat Ini Masalah Akar Masalah Rekomendasi*
Kode Sub Indikator Kekuatan Kelemahan
program peningkatan
mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020
7 Standar Pengelolaan Pendidikan

7.3.3 Mengembangkan indikator 7.3.3; ❖ Memiliki tim ❖ Belum memahami ❖ Belum dapat ❖ Sekolah belum Sekolah agar
sekolah dengan Mengembangkan manajemen sekolah dan menerapkan sistem melaksanakan melaksanakan melakukan pengelolaan
baik sekolah dengan baik untuk mengembangkan manajemen peningkatan peningkatan mutu peningkatan mutu dengan menerapkan
dengan nilai capaian mutu manajemen mutusekolah secara terencana secara terencana sistem managemen
buruk dengan nilai 0 sekolah secara terencana sesuai
berada pada rentang 0 ≤ dengan Sistem
2,04 artinya pada Penjaminan Mutu
standar Pengelolaan Pendidikan
Pendidikan SMK
SULTAN AGUNG
mencapai SNP, namun
demikian capaian
indikator ini belum
optimal dan akan
dijadikan indikator
peningkatan mutu pada
program peningkatan
mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020
8 Standar Pembiayaan
8.1.3 Melaksanakan indikator 8.1.3; ❖ Adanya bantuan ❖ Kondisi ekonomi ❖Masih adanya ❖ Sekolah belum Sekolah agar
subsidi silang Melaksanakan subsidi masyarakat dan peserta didik yang orangtua siswa yang optimal melaksanakan program
untuk membantu silang untuk membantu pemerintah untuk bervariasi kesulitan dalam melaksanakan keberpihakan kepada
siswa kurang siswa kurang mampu penyelenggaraan membiayai subsidi silang untuk siswa kurang mampu
mampu dengan nilai capaian pendidikan pendidikan membantu siswa dalam pembiayaan
cukup dengan nilai kurang mampu pendidikan
No/ SNP/ Indikator / Analisis Lingkungan
Kondisi Saat Ini Masalah Akar Masalah Rekomendasi*
Kode Sub Indikator Kekuatan Kelemahan
4,29 berada pada
rentang 3,71 <N≤ 5,06
artinya pada indikator
ini SMK SULTAN
AGUNG menuju SNP
3, capaian indikator ini
belum optimal dan akan
dijadikan indikator
peningkatan mutu pada
program peningkatan
mutu sekolah tahun
pelajaran 2019/2020
C. Identifikasi Tantangan Nyata

Identifikasi tantangan nyata dimaksudkan untuk memberikan kajian kondisi


faktual SMK SULTAN AGUNG pada tahun pelajaran 2019/2020. Identifikasi
dilakukan melalui analisis lisngkungan strategis yang meliputi analisis kondisi internal
satuan pendidikan yang meliputi Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan),
serta analisis lingkungan eksternal yang terdiri dari Opportunity (Peluang) dan Threath
(Ancaman).
1. Strength (Kekuatan) merupakan setiap faktor/kondisi positif yang berasal dari
dalam organisasi satuan pendidikan yang memungkinkan organisasi tersebut
dapat terus tumbuh, berkembang, atau mencapai kondisi yang lebih baik.
Kekuatan yang mendukung terhadap pencapaian tujuan misi dan visi satuan
pendidikan. Kekuatan SMK SULTAN AGUNG untuk tahun pelajaran
2019/2020 di identifikasi sebagai berikut:

Kode Strengths (Kekuatan)


S.1 Memiliki lokasi strategis untuk pengembangan sekolah
Memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang masih
S.2
muda
Memiliki tim managemen sekolah untuk pengembangan
S.3
mutu

2. Weakness (Kelemahan) meruapakan setiap faktor/kondisi negatif yang berasal


dari dalam organisasi satuan pendidikan yang memungkinkan organisasi tersebut
mengalami kehancuran, kekalahan, degradasi atau penurunan keadaan yang
menyebabkan sulitnya pencapaian tujuan misi dan visi satuan pendidikan.
Kelemahan SMK SULTAN AGUNG untuk tahun pelajaran 2019/2020 di
identifikasi sebagai berikut:

Kode Weaknesses (Kelemahan)


W.1 Kerjasama dengan DU/DI belum optimal
W.2 Rendahnya kemampuan literasi siswa
Guru masih kurang memahami penyusunan perangkat
W.3 perencanaan pembelajaran, pemebelajaran scientifik, dan
penilaian otentik
Kompetensi guru kejuruan belum selaras dengan tuntutan
W.4
kompetensi Du/DI
3. Opportunity (Peluang) merupakan setiap faktor/kondisi positif yang berasal dari
luar organisasi yang memungkinkan organisasi tersebut mengalami kemajuan,
perkembangan, atau pencapaian kondisi yang lebih baik, sehingga bisa digunakan
untuk meningkatkan pencapaian tujuan misi dan visi satuan pendidikan. Peluang
SMK SULTAN AGUNG untuk tahun pelajaran 2019/2020 di identifikasi
sebagai berikut:

Kode Opportunities (Peluang)


Adanya bantuan masyarakat dan pemerintah dalam pembiayaan
O1
sekolah
Media IT dapat mendukung promosi sekolah, pembelajaran dan
O2
penigkatan kualitas pendidikan
O3 Animo masuk SMK Masih tinggi

4. Threath (Ancaman) merupakan setiap faktor/kondisi negatif yang berasal dari luar
organisasi yang dapat mengakibatkan organisasi tersebut mengalami kehancuran,
kemunduran, atau jatuh ke kondisi yang lebih buruk. Ancaman atau tantangan dari
pihak luar yang mempengaruhi kondisi dan pengembangan sekolah serta menjadi
faktor tuntutan sehingga pencapaian tujuan misi dan visi satuan pendidikan akan
sulit tercapai. Ancaman SMK SULTAN AGUNG untuk tahun pelajaran
2019/2020 di identifikasi sebagai berikut:

Kode Threats (Ancaman)


T1 Pesaing SMK lain yg berdekatan
Pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan IT pada peserta
T2
didik
Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan yang berkualitas
T3
namun dapay terjangkau dalam pembiayaannya
Perkembangan Era Industri 4.0 yang menuntut tenaga kerja memiliki
T4
karakter

D. Posisi Sekolah Berdasar Analisis Lingkungan Strategis


Posisi atau kondisi SMK SULTAN AGUNG pada tahun pelajaran 2019/2020
berdasarkan analisis lingkungan strategis digambarkan pada Kwadran SWOT berikut :
Grafik 2.1
Kwdran SWOT SMK SULTAN AGUNG

Berdasar pada kwadran SWOT di atas SMK SULTAN AGUNG berada pada
Kuadran I (positif, positif). Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan
berpeluang, Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi
dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus
melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara
maksimal.

E. Kebijakan Strategis
Kebijakan mutu merupakan kesimpulan untuk membuat kebijakan strategis
untuk peningkatan mutu SMK SULTAN AGUNG sesuai dengan hasil analisis
lingkungan strategis. Untuk penetapan kebijakan strategis sesuai kwadran SWOT
dimana SMK SULTAN AGUNG berada pada Kwadran 1, digunakan analisis
Kekuatan dan Peluang, dengan hasil kebijakan strategis sebagai berikut:
1. Implementasi Peningkatan Pendidikan Karakter (PPK)
2. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
3. Melaksanakan Penyelarasan Kejuruan
4. Pengembangan pembelajaran dengan teknologi terkini dengan melaksanakan
Pembelajaran Teknologi Terkini (RI 4.0)
5. Implementasi program antri radikalisme
6. Peningkatan Mutu Penilaian
7. Magang Guru di Industri
8. Pembuatan/Pengembangan dan Pengelolan Web Informasi Sekolah
9. Implementasi program TEFA
10. Implementasi SPMI
11. Memberikan layanan subsidi silang

F. Target Mutu Tahun Pelajaran 2019/2020


Berdasar pada kebijakan mutu di atas, SMK SULTAN AGUNG pada tahun
pelajaran 2019/2020 memiliki target capaian mutu sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan
Peningkatan kompetensi pada dimensi sikap melalui penumbuhan karakter
melalui;
a. Implementasi Peningkatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan target
adanya
1) Adanya rencana dan strategi implementasi PPK yang terintegrasi dan
pembelajaran dan kegiatan diluar pembelajaran
2) Terlaksananya program PPK dalam pembelajaran dan kegiatan diluar
pembelajaran
b. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan target capaian;
1) Digitalisasi Koleksi Perpustakaan dan Penataan Ruangan
Perpustakaan
2) Peningkatan Pelayanan melalui
a) Pembuatan 5 tempat Pojok Baca
b) Peningkatan kapasitas akses internet
c) Virtual Library
3) Fasilitasi Penerbitan dan Publikasi Hasil Karya Siswa melalui
a) . Penyiapan majalah dinding
b) Vlog/Blog sekolah yang dapat diisi oleh siswa.

2. Standar Isi
Terlaksananya Penyelarasan Kejuruan dengan capaian target sebagai berikut:
a. Penyelarasan Kurikulum pada semua kompetensi keahlian dengan minimal
1 DU/DI berskala nasional
b. Penyusunan Rencana Pembelajaran (Buku 1/Silabus dan Buku 3/RPP)
sebagai implementasi kurikulum yang tertuang dalam Buku1 Kurikulum

3. Standar Proses
a. Terlaksananya Pengembangan pembelajaran dengan teknologi terkini
dengan melaksanakan Pembelajaran Teknologi Terkini (RI 4.0), dengan
target mutu;Pengembangan bahan ajar / modul kejuruan berbasis IT pada
kompetensi keahlian yang relevan
b. Mengembanagkan program TEFA pada kompetensi potensial
c. Mengimplementasikan program pendidikan anti radikalisme

4. Standar Penilaian Pendidikan


Implementasi Peningkatan Mutu Penilaian dengan target capaian Impementasi
penilaian otentik berbasis IT berbais HOTS sebagai koleksi bank soal

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Magang Guru di Industri dengan target capaian minimal 2 orang guru
melaksanakan magang industri di industri berskala nasional.

6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan


Pembuatan/Pengembangan dan Pengelolan Web Informasi Sekolah dengan
target tersosialisasikannya program dan kegiatan sekolah sebagai media
promosi sekolah.

7. Standar Pengelolaan Pendidikan


Terlaksananya peningkatan manajemen sekolah dengan target terlaksananya
program Implementasi SPMI.

8. Standar Pembiayaan
Peningkatan layanan subsidi silang melalui pendataan siswa dengan latar
belakang ekonomi yang jelas sehingga dapat dilaksanakan pembebasan biaya
bagi siswa tidak mampu;
BAB IV
PROGRAM DAN KEGIATAN PENINGKATAN MUTU
SMK SULTAN AGUNG
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Program dan kegiatan strategis merupakan upaya peningkatan mutu SMK


SULTAN AGUNG sesuai dengan hasil analisis raport mutu yang memberikan
rekomendasi peningkatan mutu, serta hasil analisis lingkungan strategis, adalah
sebagai berikut

A. Program Strategis
1. Standar Kompetensi Lulusan

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

1 Memiliki perilaku Sekolah agar Implementasi Penyusunan


pembelajar sejati melaksanakan Program Peningkatan program dan
sepanjang hayat peningkatan karakter Pendidikan implementasi
dan melaksanakan Karakter peningkatan
Gerakan literasi sekolah (PPK)* PPK di sekolah
sesuai juknis, Implementasi Penataan
menjadikan sekolah Gerakan Perpustakaan
sebagai tempat yang Literasi Sekolah Sekolah;
nyaman bagi sisiwa (GLS)* a. Digitalisasi
Koleksi
Perpustakaan
b. Penataan
Ruangan
Perpustakaan
Peningkatan
Pelayanan
a. Pembuatan
Pojok Baca
b. Peningkatan
kapasitas akses
internet
c. Virtual
Library
Fasilitasi
Penerbitan dan
Publikasi Hasil
Karya Siswa
a. Menyiapkan
majalah dinding
b. Vlog/Blog
sekolah yang
dapat diisi oleh
siswa.
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujua Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)
1.1 Implementasi Peningkatan Pendidikan Karakter (PPK)*
1.1.1 Penyusunan Penguatan 1. Mengident Juli 2019 Yoal 1. Bentuk Teridentifi Tim PPK Hasil Terlaksanan Menigkatnya Tercapainya
program dan Pendidikan ifikasi H,M.Pd kegiatan kasi dan Siswa pemantauan ya kualitas SMK
implementasi Karakter bentuk PPK di dilakukan Guru implementasi Penguatan tamatan yang Berstandar
peningkatan (PPK) kegiatan sekolah pemantaua Program sekolah hasil kegiatan Pendidikan sesuai dengan Nasional, M
PPK di berbasis PPK di n PPK Karakter kebutuhan enghasilkan
sekolah budaya sekolah pelaksanaa (PPK) dunia kerja dan Lulusan
sekolah 2. Mengemba nnya berbasis perkembangan Yang
Melalui ngkan 2. Mengemban budaya IPTEK untuk Memiliki
berbagai peraturan gkan Memiliki sekolah dapat bersaing IMTAQ, IPT
macam yang peraturan peraturan Melalui dalam bekerja, EK, Kompeti
bentuk mendukun yang yang berbagai melanjutkan tif Dan
pembiasaan, g PPK mendukung mendukun macam pendidikan dan Mandiri
model tata PPK g PPK bentuk berwirausaha
kelola pembiasaan,
sekolah, dan misi
termasuk di pengembang Visi relefan
dalamnya an peraturan
pengembanga
n peraturan
dan regulasi
yang
mendukung
PPK.

1.2 Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS)*


Target kinerja Indikator
No Program Kegiatan Tujua Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)
Penataan Meningkatan a. Digitalisasi Oktober - Purwanto, a. Digitalisasi 1 Kegiatan Pustakawan Adanya Meningkatn Tercapainya
Perpustakaan perilaku Koleksi Desember S.Pd Koleksi koleksi ya perilaku SMK
Sekolah; pembelajar Perpustakaan 2019 Perpustakaa Softwhare perpustakaan siswa Berstandar
sejati b. Penataan n Baik virtual digital sebagai Nasional, M
sepanjang Ruangan b. Tingkat liberary/ pembelajar enghasilkan
1.2.1 hayat siswa Perpustakaan Kenyamanan perpustakaan Adanya ruang sejati Lulusan
melalui Ruangan digital perpustakaan sepanjang Yang
peningkatan Perpustakaa Ruang perpus nyaman hayat Memiliki
kemampuan n Biaya IMTAQ, IPT
mengakses, Tim EK, Kompeti
memahami, ruang tif Dan
Peningkatan dan a. Pembuatan Oktober - Purwanto, a. Pojok Baca 2 unit Biaya Adanya pojok Mandiri
Pelayanan menggunakan Pojok Baca Desember S.Pd b. Kapasitas Tim baca
Perpustakaan berbagai b. 2019 akses 1 Jaringan Akses internet
Sekolah sumber Peningkatan internet Softwhare Adanya akses
1.2.2 literasi secara kapasitas c. Virtual 1 Kegiatan virtual liberary internet untuk
cerdas melalui akses internet Library siswa
berbagai c. Virtual
aktivitas Library Adanya virtual
antara lain liberary
1.2.3 Fasilitasi membaca, a. Menyiapkan Oktober - Purwanto, a. Memiliki 1 unit - Tim -Karya siswa
Penerbitan dan melihat, majalah dinding Desember S.Pd majalah dinding - Karya siswa termuat di
Publikasi Hasil menyimak, b. Vlog/Blog 2019 b. memiliki 1 Blog - Biaya majalah
Karya Siswa menulis, sekolah yang Vlog/Blog sekolah - buku literasi dinding
dan/atau dapat diisi oleh yang dapat diisi 95% siswa - jurnal dan Blog
berbicara. siswa. oleh siswa. melaksana membaca sekolah
c. kegiatan 15 kan Jurnal Siswa
menit membaca membaca
siswa
2. Standar Isi

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

1 Kurikulum Tingkat Sekolah agar Penyelarasan Penyusunan


Satuan Pendidikan melaksanakan Kurikulum dan Buku 1 KTSP
dikembangkan sesuai peningkatan kerjasama Rencana melalui
prosedur dengan DU/DI pada Pembelajaran; Penyelarasan
pengembangan Kurikulum dan
kurikulum pada Rencana
tahapan perencanaan, Pembelajaran*
pelaksanaan dan
penilaian hasil belajar
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDAR ISI

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)

2.1 Penyelarasan Kurikulum dan Rencana Pembelajaran

Penyusunan Mempersiapk Kurikulum Senin Ketua Disusun Tim Buku 1 KTSP Rencana Tercapainya Tercapainya
Buku 1 KTSP an rencana semua 1,2,3 Juli Prog.Kea melibatkan Minimal Pedoman melalui proses Pembelajara SMK
melalui proses kompetensi 2019 hlian seluruh warga 2 penyusunan Penyelarasan pembelajara n Berstandar
Penyelarasan pembelajaran keahlian dan DU/DI KTSP Kurikulum dan n pelajaran Profesional Nasional, M
Kurikulum dan pelajaran dilaksanakan skala DU/DI Rencana siswa dengam enghasilkan
Rencana siswa penyelarasan nasional Nara sumber Pembelajaran angkatan memanfaatk Lulusan
Pembelajaran angkatan oleh DU/DI Biaya seluruh tahun an teknologi Yang
tahun kompetensi pelajaran informasi Memiliki
pelajaran keahlian 2019/2020 berbasis IT IMTAQ, IPT
2.1.1 2019/2020 dan EK, Kompeti
kegiatan tif Dan
extrakurikul Mandiri
er untuk
mengemban
gkan minat
dan bakat
dalam
meraih
prestasi
3. Standar Proses

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

1 Memanfaatkan media Sekolah meningkatkan Melaksanakan pelatihan, dan


pembelajaran dalam kuitas pembelajaran Pembelajaran penyusunan
meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan Teknologi modul
dan efektivitas teknologi komunikasi Terkini (RI 4.0)* pembelajaran RI
pembelajaran dan IT sesuai tuntutan 4.0
perkembangan Finalisasi modul
teknologi 4.0 pembelajaran
berdasarkan
masukan pada
saat workshop
diseminasi
Sosialisasi
Internal
Implementasi Implementasi
TEFA pada TEFA
kompetensi
Potensial
Mengimplementas Mengimplementa
ikan program sikan program
pendidikan anti pendidikan anti
radikalisme radikalisme
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDAR PROSES

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)

3.1 Melaksanakan Pembelajaran Teknologi Terkini (RI 4.0)*


pelatihan, dan Meningkatkan Modul Yonal Modul Seluruh Tim panitia Modul Meningkatn Tercapainya Tercapainya
penyusunan kualitas pembelajaran Sep H,M.Pd pembelajaran Mapel Guru pembelajaran ya kualitas kualitas SMK
3.1.1 modul pembelajaran kejuruan tember - pembelajaran Kejuruan kejuruan/peny pembelajaran pembelajara tamatan yang Berstandar
pembelajaran RI dengan kompetensi Oktober RI 4.0 kejuruan usun RI 4.0 n dengan sesuai dengan Nasional, M
4.0 memanfaatka potensial kompetensi Nara sumber memanfaatk kebutuhan enghasilkan
Finalisasi modul n teknologi potensial Buku sumber an teknologi dunia kerja dan Lulusan
pembelajaran kominikasi Anggaran kominikasi perkembangan Yang
berdasarkan berbasis IT berbasis IT IPTEK untuk Memiliki
3.1.2 Oktober dapat bersaing IMTAQ, IPT
masukan pada saat
workshop dalam bekerja, EK, Kompeti
diseminasi melanjutkan tif Dan
pendidikan dan Mandiri
Sosialisasi berwirausaha
3.1.3 Oktober
Internal

3.2 Implementasi TEFA pada kompetensi Potensial


Meningkatkan 2 Ketua Terlaksana 2 Biaya Implementasi Peningkatan Tercapainya Tercapainya
kualitas Kompetensi Prog. Tefa kompet Tim pembelajaran kualitas Pembelajaran SMK
pembelajaran keahlian Keahlian ensi Program di TEFA pembelajar Profesional Berstandar
kejuruan an dengam Nasional, M
melalui kejuruan memanfaatkan enghasilkan
Implementasi Juli 2019 -
pembelajaran melalui teknologi Lulusan
TEFA Juni 2020
berbasis pembelajar informasi Yang
produksi an berbasis berbasis IT dan Memiliki
produksi kegiatan IMTAQ, IPT
extrakurikuler EK, Kompeti
untuk tif Dan
Target kinerja Indikator
No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)
mengembangk Mandiri
an minat dan
bakat dalam
meraih
prestasi.

3.3 Mengimplementasikan program pendidikan anti radikalisme


Implementasi Membentuk Penerapan Juli 2019 - Yonal Integrasi SemuMape Tim RPP Integrasi tumbuhnyasi Tercapainya Tercapainya
pendidikan anti sikap siswa pendidikan Juni 2020 H,M.Pd pendidikan anti l Panduan pendidikan kap siswa Pembelajaran SMK
radikalisme yang menjaga anti radikalisme Program kerja anti yang Profesional Berstandar
perdamaian radikalisme pada radikalisme menjaga dengam Nasional, M
dan pada pembelajaran perdamaian memanfaatkan enghasilkan
menentang pembelajaran kurikuler dan teknologi Lulusan
kekerasan dan kurikuler dan menentang informasi Yang
menumbuhka non kurikuler kekerasan berbasis IT dan Memiliki
n sikap dan kegiatan IMTAQ, IPT
toleransi dan menumbuhk extrakurikuler EK, Kompeti
integritas an sikap untuk tif Dan
toleransi dan mengembangk Mandiri
integritas an minat dan
bakat dalam
meraih
prestasi.
4. Standar Penilaian Pendidikan

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

Penilaian dilakukan Sekolah agar Impementasi Penyusunan


mengikuti prosedur melaksanakan penilaian otentik Instrumen
peningkatan berbasis IT penilaian berbais
pelaksanaan penilaian berbais HOTS HOTS Mata
hasil belajar melalui sebagai koleksi Pelajaran
implementasi penilaian bank soal* Produktif
sesuai prosedur sebagai koleksi
bank soal di
sekolah
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDAR PENILAIAN

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)
4.1 Impementasi penilaian otentik berbasis IT berbais HOTS sebagai koleksi bank soal*
Meningkatkan Penyusunan Selasa Yonal Tersesun Bank Semua Tim panitia Bank Soal Meningkatn Tercapainya Tercapainya
kualitas Bank Soal Rabu 1,2,3 H,M.Pd Soal mapel mapel Guru mapel ya kualitas Pembelajaran SMK
perencanaan, mapel Juli 2019 kejuruan kejuruan/peny kejuruan perencanaan Profesional Berstandar
pelaksanaan kejuruan usun , dengam Nasional, M
Penyusunan dan tindak Nara sumber pelaksanaan memanfaatkan enghasilkan
Instrumen lanjut Buku sumber dan tindak teknologi Lulusan
penilaian penilaian hasil Anggaran lanjut informasi Yang
berbais HOTS belajar penilaian berbasis IT dan Memiliki
4.1.1 Mata Pelajaran hasil belajar kegiatan IMTAQ, IPT
Produktif extrakurikuler EK, Kompeti
sebagai koleksi untuk tif Dan
bank soal di mengembangk Mandiri
sekolah an minat dan
bakat dalam
meraih
prestasi.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

1 Ketersediaan dan Sekolah Koordinasi


kompetensi guru sesuai direkomendasika untuk DUDI tempat
ketentuan meningkatkan magang
kompetensi guru Pelaksanaan
bekerjasama dengan Magang Guru di
Magang Guru
DU/DI Industri
Diseminasi hasil
magang kepada
warga sekolah
(workshop)
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDARPENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)

5.1 Magang Guru di Industri

Meningkatkan Guru Yonal Terlaksananya 2 orang DU/DI Laporan / Meningkatn Tercapainya Tercapainya
Koordinasi DUDI kompetensi kejuruan Juni - Juli H,M.Pd magang guru pasangan sertifikat ya peningkatan SMK
5.1.1
tempat magang dan wawasan kompetensi 2019 kompetensi profesionalism Berstandar
guru potensial Guru dan e pendidik dan Nasional, M
Agustus - wawasan tenaga enghasilkan
Pelaksanaan guru kependidikan Lulusan
5.1.2 September
Magang Guru melalui Yang
2019
pengembangan Memiliki
Diseminasi hasil keprofesian IMTAQ, IPT
magang kepada September berkelanjutan EK, Kompeti
5.1.3 tif Dan
warga sekolah 2019
(workshop) Mandiri
6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

Sekolah memiliki sarana Memanfaatkan sarana Pengembangan/ Pengembangan/


dan prasarana sekolah khususnya pembuatan/penye pembuatan/peny
pembelajaran yang sarana teknologi IT mpurnaan/pengki empurnaan/peng
lengkap dan layak untuk meningkatkan nian kinian
6.1 promosi sekolah WEB/media/sosia WEB/media/sosi
lisasi/promosi/pa alisasi/promosi/p
meran hasil ameran hasil
Pengembangan Pengembangan
SMK SMK
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDAR PRASARANA DAN SARANA

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)

6.1 Pengembangan/pembuatan/penyempurnaan/pengkinian WEB/media/sosialisasi/promosi/pameran hasil Pengembangan SMK


Pengembangan Sosialisasi Web sekolah November Purwanto, Memiliki web 1 Jaringan WEB/media/s Tersialisasik Tercapainya Tercapainya
/pembuatan/pe hasil 2019 S.Pd sekolah untuk kegiatan internet osialisasi/prom annya pelayanan SMK
nyempurnaan/p Pengembanga promosi osi/pameran hasil prima terhadap Berstandar
engkinian n SMK Pengelola web Pengemban warga sekolah Nasional, M
WEB/media/so gan SMK melalui enghasilkan
sialisasi/promo Tim penerapan Lulusan
si/pameran pengembang sistem Yang
6.1.1 web penjaminan Memiliki
mutu yang IMTAQ, IPT
anggaran didukung oleh EK, Kompeti
pemenuhan tif Dan
standar sarana Mandiri
pendidikan
7. Standar Pengelolaan Pendidikan

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

7.3.3 Mengembangkan sekolah Sekolah agar melakukan Workshop 1


dengan baik pengelolaan dengan Implementasi
menerapkan sistem Siklus
managemen secara Penyusunan peta
terencana sesuai dengan mutu dan
Sistem Penjaminan rencana
Mutu Pendidikan dan peningkatan
melaksanakan mutu
peningkatan mutu
secara terencana

Workshop 2
Implementasi Implementasi
SPMI Siklus
Implementasi
mutu dan monev
Workshop 3
Implementasi
Siklus Strategi
Mutu Baru
Penyusunan
dokumen
laporan capaian
kinerja
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDAR PENGELOLAAN

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)

7.1 Implementasi SPMI


Workshop 1 Peningkatan Tersusun Juni - Ketua Terlaksana 3 TPMPS Laporan Adanya Tercapainya Tercapainya
Implementasi mutu EDS, RKAS, Desember TPMPS workshop kegiata workshop peningkatan pelayanan SMK
Siklus pendidikan RKT 2019 siklus SPMI n Nara sumber mutu prima terhadap Berstandar
7.2.1
Penyusunan peta melalui Ludvie Dokumen pendidikan warga sekolah Nasional, M
mutu dan rencana impleentasi Terlaksana ED,S.Pd Tersusun Pedoman SPMI melalui melalui enghasilkan
peningkatan mutu SPMI kegiatan dokumen SPMI SPMI impleentasi penerapan Lulusan
Workshop 2 peningkatan 100% SPMI sistem Yang
Implementasi mutu dan Anggaran penjaminan Memiliki
7.2.2 Siklus pelaporan mutu yang IMTAQ, IPT
Implementasi serta monev didukung oleh EK, Kompeti
mutu dan monev kegiatan pemenuhan tif Dan
Workshop 3 standar sarana Mandiri
Implementasi pendidikan
7.2.3
Siklus Strategi
Mutu Baru
Penyusunan
7.2.4 dokumen laporan
capaian kinerja
8. Standar Pembiayaan

No Indikator Mutu Rekomendasi Program Kegiatan

1 Melaksanakan subsidi Sekolah agar Pengembangan Peningkatan


silang untuk membantu melaksanakan program Standar layanan
siswa kurang mampu keberpihakan kepada pembiayaan subsidi silang
siswa kurang mampu
dalam pembiayaan
pendidikan
RINCIAN PROGRAM STRATEGIS
STANDAR PEMBIAYAAN

Target kinerja Indikator


No Program Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penjab Input Output Hasil Manfaat Dampak
Indikator Capaian
(Masukan) (keluaran) (outcomes) (benefits) (infact)
8.1
Peningkatan layanan subsidi silang
Peningkatan Penimgkatan Siswa Juli 2019 Haniah, Adanya 100% Pedoman Aturan subsidi mimgkatnya Tercapainya Tercapainya
layanan subsidi layanan yatim/piatu / M.Pd layanan subsidi Tim silang dan layanan peningkatan SMK
silang pendidikan orangtua silang dan Siswa Data siswa pendidikan tata kelola Berstandar
yang berfihak yang tidak pembebasan Anggaran yang diberikan yang pembiayaan Nasional, M
pada mampu biaya untuk pembebasan berfihak pendidikan enghasilkan
masyarakat siswa tidak biaya pada yang Lulusan
8.1.1 kurang mampu sesuai masyarakat transparan dan Yang
mampu pedoman kurang akuntabel Memiliki
mampu IMTAQ, IPT
EK, Kompeti
tif Dan
Mandiri
B. Program dan Kegiatan Satu Tahun Pelajaran

Waktu
No. Kode Uraian Kegiatan Penjab
Pelaksanaan
1 Pengembangan Kompetensi Lulusan
Implementasi Peningkatan Pendidikan Karakter
1.1
(PPK)*
Penyusunan program dan implementasi peningkatan
1.1.1 Juli 2019
PPK di sekolah
1.2 Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS)*
Penataan Perpustakaan Sekolah;
Oktober -
1.2.1 a. Digitalisasi Koleksi Perpustakaan
Desember 2019
b. Penataan Ruangan Perpustakaan
Peningkatan Pelayanan
a. Pembuatan Pojok Baca Oktober -
1.2.2
b. Peningkatan kapasitas akses internet Desember 2019
c. Virtual Library
Fasilitasi Penerbitan dan Publikasi Hasil Karya Siswa
Oktober -
1.2.3 a. Menyiapkan majalah dinding
Desember 2019
b. Vlog/Blog sekolah yang dapat diisi oleh siswa.
Penyelenggaraan Kegiatan Uji Kompetensi dan
1.3
Sertifikasi Kejuruan

2 Pengembangan Standar Isi


2.1 Penyelarasan Kurikulum dan Rencana Pembelajaran
Penyusunan Buku 1 KTSP melalui Penyelarasan Senin 1,2,3 Juli
2.1.1
Kurikulum dan Rencana Pembelajaran* 2019

3 Pengembangan Standar Proses


Melaksanakan Pembelajaran Teknologi Terkini (RI
3.1
4.0)*
September -
3.1.1 pelatihan, dan penyusunan modul pembelajaran RI 4.0
Oktober
Finalisasi modul pembelajaran berdasarkan masukan
3.1.2 Oktober
pada saat workshop diseminasi
3.1.3 Sosialisasi Internal Oktober

3.2 Implementasi TEFA pada kompetensi Potensial

4 Pengembangan Standar Penilaian


Impementasi penilaian otentik berbasis IT berbais
4.1
HOTS sebagai koleksi bank soal*
Penyusunan Instrumen penilaian berbais HOTS Mata Selasa Rabu 1,2,3
4.1.1
Pelajaran Produktif sebagai koleksi bank soal di sekolah Juli 2019

68
Waktu
No. Kode Uraian Kegiatan Penjab
Pelaksanaan

Pengembangan Standar Pendidik dan tenaga


5
kependidikan
5.1 Magang Guru di Industri*
5.1.1 Koordinasi DUDI tempat magang Juni - Juli 2019
Agustus -
5.1.2 Pelaksanaan Magang Guru
September 2019
Diseminasi hasil magang kepada warga sekolah
5.1.3 September 2019
(workshop)

Pengembangan Standar Sarana dan Prasarana


6
Pendidikan
Pengembangan/pembuatan/penyempurnaan/pengkini
6.1 an WEB/media/sosialisasi/promosi/pameran hasil
Pengembangan SMK
Pengembangan/pembuatan/penyempurnaan/pengkinian
6.1.1 WEB/media/sosialisasi/promosi/pameran hasil November 2019
Pengembangan SMK

7 Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan


7.1 Implementasi SPMI*
Workshop 1 Implementasi Siklus Penyusunan peta mutu
7.2.1 Juni 2019
dan rencana peningkatan mutu
Workshop 2 Implementasi Siklus Implementasi mutu
7.2.2 Juli 2019
dan monev
7.2.3 Workshop 3 Implementasi Siklus Strategi Mutu Baru November 2019
7.2.4 Penyusunan dokumen laporan capaian kinerja Desember 2019

8 Pengembangan Standar pembiayaan


8.1 Peningkatan layanan subsidi silang*
8.1.1 Peningkatan layanan subsidi silang* Juli 2019
8.2 Kegiatan Evaluasi Pembelajaran
penggandaan soal dan lembar jawaban, fotokopi laporan
pelaksanaan, konsumsi, transportasi, simulasi persiapan UBK,
alat/bahan jaringan komputer untuk UBK, penulisan dan
pencetakan halaman belakang ijazah, untuk :

a. ulangan harian,

b. ulangan tengah semester,

c. ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas,

d. ujian tingkat kompetensi,

69
Waktu
No. Kode Uraian Kegiatan Penjab
Pelaksanaan
e. ujian sekolah,

f. ujian nasional

Teruskan dengan program yag ad di k7 BOD dan kegiatan lain


yg dibiayai komite

BAB V
MONITORING DAN EVALUASI

A. Supervisi
1. Supervisi Managerial
Supervisi managerial adalah kegiatan profesional kepala sekolah yang
dilakukan dalam rangka membantu penanggung jawab program/kegiatan
sekolah, guna meningkatkan mutu dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
Supervisi manajerial menitikberatkan pada pengamatan terhadap aspek-aspek
pengelolaan dan administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung
(supporting) terlaksanannya pembelajaran. Dalam supervisi manajerial, kepala
sekolah sekolah berperan sebagai kolaborator, asesor, evaluator, dan
narasumber secara bersamaan atau bergantian. Supervisi manajerial
dilaksanakan berdasarkan pendekatan proses yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan, penilaian, dan tindak lanjut. Supervisi managerial dilaksanakan
melalui kegiatan:
1) Pemantauan

70
Dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan
program/kegiatan sekolah, apakah sudah sesuai dengan rencana, indikator,
dan/atau standar yang telah ditetapkan, serta menemukan
hambatan-hambatan yang harus diatasi dalam pelaksanaan program
2) Pembinaan
Dilaksanakan terhadap unsur managemen sekolah dan Tenaga Administrasi
sekolah sesuai dengan kebutuhan guna penngkatan kinerjanya.
3) Bimbingan dan Latihan
Kegiatan Bimbingan dan latihan dilaksanakan oleh kepala sekolah/
Pengawas Pembina/ Narasumber yang khusus dihadirkan dalam kegiatan
atau melalui penugasan unsur managemen sekolah dan Tenaga
Administrasi sekolah mengikuti berbagai bimlat/workshop/seminar yang
sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
4) Penilaian
Penilaian dilakukan terhadap pelaksana tugas/penanggung jawab kegiatan
dalam merencanakan, melaksanakan, melaporkan kegiatan sesuai dengan
indikator yang telah ditentukan.
2. Supervisi Akademik dan Supervisi Klinis
2.1 Supervisi akademik
Supervisi Akademik merupakan salah satu fungsi kepala sekolah dalam
pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan, penilaian, pembimbingan, dan
pelatihan profesional guru. Keterampilan utama yang dituntut dari seorang
kepala sekolah adalah melakukan penilaian dan pembinaan kepada guru secara
terus menerus untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang
dilaksanakan agar berdampak pada kualitas hasil belajar siswa.
Supervisi akademik sebagai serangkaian kegiatan untuk membantu guru
mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian
tujuan pembelajaran. Dengan demikian, esensi supervisi akademik itu sama sekali
bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan
membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya.
Tujuan supervisi akademik dalam konteks pengawasan proses pembelajaran adalah
untuk mengetahui:
(1) kompetensi guru dalam membuat persiapan atau perencanaan pembelajaran;
71
(2) ketepatan dalam memilih pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran
sesuai dengan bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa;
(3) kompetensi guru sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan proses
pembelajaran di dalam kelas;
(4) kompetensi guru dalam mengembangkan intrumen penilaian dalam;
(5) melaksanakan evaluasi, baik evaluasi selama proses pembelajaran atau evaluasi
hasil belajar;
(6) kemampuan guru dalam memberikan tindak lanjut pembelajaran kepada siswa;
dan
(7) kelengkapan administrasi pembelajaran yang diperlukan dalam rangka
melaksanakan tugasnya sebagai seorang tenaga profesional dibidang
pendidikan.

2.2 Supervisi Klinis


Secara umum supervisi klinis diartikan sebagai bentuk bimbingan profesional yang
diberikan kepada guru berdasarkan kebutuhannya melalui siklus yang sistematis.
Siklus sistematis ini meliputi: perencanaan, observasi yang cermat atas pelaksanaan
dan pengkajian hasil observasi dengan segera dan obyektif tentang penampilan
mengajarnya yang nyata. Dalam pelaksanaan Supervisi Klinis dilaksanakan;
1) tatap muka antara kepala sekolah dan guru didalam proses supervisi
2) Terfokus pada tingkah laku yang sebenarnya didalam kelas
3) Adanya observasi secara cermat
4) Deskripsi pada observassi secara rinci.
5) Fokus observasi sesuai dengan permintaan kebutuhan guru.

B. Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan sebagai audit mutu, merupakan tahapan pengujian yang
sistematis dan independen untuk menentukan apakah pelaksanaan dan hasil
pemenuhan mutu sesuai dengan strategi yang direncanakan dan apakah strategi
tersebut diimplementasikan secara efektif dan sesuai untuk mencapai tujuan.

72
Gambar 4.1. Evaluasi Pemenuhan Mutu

Evaluasi merupakan salah satu bentuk penilaian menggunakan seperangkat standar.


Langkah yang dilakukan dalam mengevaluasi pelaksanaan pemenuhan mutu antara
lain: .
1. Penetapan indikator evaluasi
• Mempelajari indikator kunci kegiatan
• Merumuskan indikator evaluasi
• Menetapkan indikator sebagai referensi dalam penyusunan instrume
2. Penyusunan Instrumen
• Menurunkan indikator mutu menjadi butir pertanyaan
• Mengidentifikasi sumber data yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan
• Menyusun instrumen evaluasi
• Menyusun panduan teknis instrumen untuk membantu responden atau sumber
data
3. Pengumpulan data
• Melakukan sosialisasi kepada seluruh responden atau sumber data mengenai
kegiatan pengumpulan data ( tujuan, isi instrumen, jadwal, responden,
petugas yang bertanggung jawab)
• Menyebarkan instrumen kepada seluruh responden
• Mengumpulkan hasil isian instrumen
• Memverifikasi kelengkapan isian instrumen

73
• Mendokumentasikan hasil pengisian dalam bentuk elektronik untuk
memudahkan proses analisis.
• Mendokumentasikan hasil pengisian dalam bentuk elektronik untuk
memudahkan proses analisis.
4. Analisis dan Penyusunan Rekomendasi
• Membuat format analisis dengan pendekatanpendekatan yang dipahami oleh
pemangku kepentingan di sekolah.
• Mengisi format berdasarkan hasil pengumpulan data.
• Menentukan tingkat kesesuaian program/kegiatan dengan rencana dan tingkat
pencapaian standar.
• Menyusun laporan dan rekomendasi.

Gambar 4.2. Skema Analisa Hasil Evaluasi Pemenuhan Mutu

C. Laporan Capaian Kinerja


Kinerja adalah capaian hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai
oleh instansi/lembaga atau seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Laporan capaian kineja sekolah merupakan
hasil pengukuran ketercapaian program dan kegiatan sekolah yang telah direncanakan
74
dalam Rencana Kerja Sekolah dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah. Laporan
capaian kinerja sekolah disampaikan kepada Cabang Dinas Pendidikan meliputi:
1. Laporan Capaian Program/Kegiatan Sekolah
Laporan capaian program/kegiatan sekolah merupakan rekapitulasi hasil monev
yang dilaksanakan pada setiap program/kegiatan sekolah. Pada laporan capaian
ini dilakukan perbandingan antara indikator yang telah ditetapkan dengan hasil
capaian kegiatan, dilengkapi dengan rekomendasi.
2. Laporan Kinerja Guru
Laporan Kinerja guru merupakan hasil pelaksanaan Penilaian Kinerja guru.
Penilaian kinerja guru dilaksanakan oleh kepala sekolah sesuai ketentuan yang
berlaku.
3. Laporan Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah
Laporan Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah merupakan hasil pelaksanaan
Penilaian Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah. Penilaian kinerja Tenaga
Administrasi Sekolah dilaksanakan oleh Kepala Tata Usaha sesuai ketentuan
yang berlaku.

4. Laporan Kinerja Kepala Sekolah


Laporan Kinerja Kepala Sekolah merupakan hasil pelaksanaan Penilaian
Kinerja Kepala Sekolah. Penilaian kinerja Kepala Sekolah dilaksanakan oleh
institusi penyelenggara pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

75
BAB VI
PENUTUP

Program Kerja Tahunan merupakan acuan dan pedoman dalam pelaksanaan


penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan untuk satu tahun pelajaran,
didalamnya berisi rencana peningkatan mutu yang akan dilaksanakan pada satu tahun
pelajaran dalam bentuk program dan kegiatan. Seluruh keberhasilan pengelolaan
managerial dan pembelajaran akan tergantung kepada pelaksana kegiatan, yaitu
pengelola sekolah, guru dan siswa. Peran tim managemen sekolah yang diwujudkan
dalam TPMPS dalam merealisasikan seluruh rencana peningkatan mutu sangatlah
besar sekali. Dengan RKT ini dapat mehjadi acuan bagi tim manajemen sekolah dan
guru secara bersama-sama untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan, dengan
komitmen kerja sama, kerja cerdas dan keikhlasan dengan mengutamakan budaya
mutu.
Hasil akhir dari RKT ini adalah perubahan yang terjadi pada peserta didik
sebagai hasil proses pembelajaran, yaitu menjadi siswa yang memiliki ciri mampu
hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif,
dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara, dan peradaban dunia. Kita berharap dengan kerja keras hal tersebut dapat
tercapai.

76
Pada penyusunan RKT ini, Kami menyadari masih adanya kekurangan dan
masih banyak yang harus disempurnakan. Karenanya saran dan masukan untuk
menyempurnakannya sangat Kami nantikan.

LAMPIRAN

1) SK Tim Penyusun RKT


2) Program Kegiatan Penyusunan RKT
3) Jadwal Kegiatan Penyusunan RKT
4) RAB Penyusunan RKT
5) Berita Acara rapat Dewan Guru dalam penetapan RKT Tahun
Pelajaran 2019/2020
6) Daftar hadir rapat Dewan Guru dalam penetapan RKT Tahun
Pelajaran 2019/2020
7) Kalender Pendidikan
8) ….…….

77