Anda di halaman 1dari 20

MEMAKAI SARUNG TANGAN STERIL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Menggunakan sarung tangan steril pada kedua tangan.
Tujuan Mencegah terjadinya infeksi nosokomial
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Mencuci tangan
2. Mengambil sarung tangan lipatan jari-jari terlepas
3. Memasukkan jari-jari tangan, sesuai dengan jari-jari sarung tangan
4. Membuka sarung tangan, kemudian dimasukkan kepala ginjal yang
berisi larutan desinfektan
5. Membereskan alat-alat
6. Mencuci tangan
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- ICU
- NICU
- Ruang Bersalin
- Ruang OK
MEMBANTU PASIEN MENGGUNAKAN “WALKER” (KETERGANTUNGAN
SEDANG)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 1 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Membantu pasien turun dari tempat dari tempat tidur dan berjalan
menggunakan walker
Tujuan - Melatih otot dan sendi
- Memberikan rasa senang dan aman
- Mendukung kemandirian pasien
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan
2. Meletakkan walker di sisi tempat tidur
3. Menyiapkan pasien untuk berjalan
4. Memakaikan pakaian pasien
5. Memakaikan sepatu/alas kaki
6. Membantu pasien masuk ke dalam walker
7. Mendampingi pasien ketika berjalan
8. Mengobservasi keadaan pasien selama berjalan
9. Mendampingi pasien keluar dari walker
10. Membantu pasien duduk/tidur
11. Mengembalikan walker pada tempatnya
12. Mencuci tangan
13. Mencatat tindakan
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan

MEMBANTU PASIEN MENGGUNAKAN TONGKAT/KRUK


DAN PENYANGGA TUBUH (KETERGANTUNGAN RINGAN)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 1 1/2
MATARAM

STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
OPERASIONAL 02 Mei 2018 Direktur,
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Membantu pasien turun dari tempat dari tempat tidur atau kursi dan
berjalan menggunakan tongkat/kruk dan penyangga tubuh
Tujuan - Memenuhi kebutuhan mobilisasi pasien
- Memberikan rasa senang dan aman
- Melatih otot dan sendi
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur  Tongkat/kruk
1. Perawat mencuci tangan
2. Menyiapkan pasien untuk berjalan
3. Membantu pasien duduk ditepi tempat tidur
4. Memperagakan cara menggunakan otngkat/kruk
5. Membantu pasien menempatkan tomgkat/kruk
6. Membantu pasien turun dari tempat tidur
7. Mendampingi pasien berjalan
8. Mengobservasi keadaan pasien selama berjalan
9. Perawat mencuci tangan
10. Mencatat tindakan
 Penyangga tubuh
1. Perawat mencuci tangan
2. Mengatur posisi pasien untuk menggunakan penyangga tubuh
3. Memakaikan alat penyangga tubuh dengan baik
4. Perhatikan prinsip body alignment (penjajaran tubuh) ketika
merubah posisi tubuh pasien
5. Menyiapkan penyangga untuk siap dipakai

Prosedur 6. Mengatur letak penyangga untuk siap dipakai


7. Menutup penyangga dengan baik
8. Mengatur penyangga agar dapat menyangga tubuh dengan baik
dan kuat
9. Observasi adanya tekanan pada tempat tertentu
10. Perawat mencuci tangan
11. Mencatat tindakan
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan
MEMBANTU PASIEN PINDAH DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI RODA
DAN SEBALIKNYA (KETERGANTUNGAN BERAT)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 1 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 02 Mei 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Membantu pasien turun dari tempat dari tempat tidur untuk duduk di
atas kursi bagi pasien yang tidak bisa berjalan sendiri, tetapi sudah
boleh duduk.
Tujuan - Membantu mobilitas pasien untuk melatih otot dan sendi
- Memberikan rasa nyaman pada pasien
- Memenuhi kebutuhan konsultasi dan pindah ruangan
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Meletakkan kursi roda sejajar dengan tempat tidur
2. Mengunci kursi roda dengan membuka sandaran kaki
3. Kedua kaki pasien digeser ke pinggir tempat tidur dan dibantu
untuk duduk dengan kaki terjuntai
4. Perawat berdiri di depan pasien dengan kaki direntangkan
5. Perawat meletakkan kedua tangan dibawah ketiak pasien dan
jari-jari melebar menutupi bagian atas
6. Pasien dibantu untuk berdiri
7. Menganjurkan pasien membelakangi kursi roda
8. Kedua tangan pasien memegang kedua tangan kursi roda,
kemudian pasien dibantu duduk diatas kursi roda
9. Memasang kembali sandaran kaki dan meletakkan kaki pasien
di atas sandaran kaki
10. Perawat mencuci tangan
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan

MEMBANTU PASIEN YANG DAPAT PINDAH SENDIRI DARI TEMPAT


TIDUR/KURSI RODA (MANDIRI)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 1 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Membantu pasien pindah dari tempat tidur ke kursi roda tanpa
mengangkat pasien
Tujuan - Membantu mobilitas pasien untuk melatih otot dan sendi
- Memberikan rasa nyaman pada pasien
- Memenuhi kebutuhan konsultasi dan pindah ruangan
- Memberitahu pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Perawat mencuci tangan
2. Mengunci roda tempat tidur, letakkan kereta dorong merapat
pada pinggir tempat tidur
3. Mengunci roda kereta dorong
4. Menganjurkan pasien bergeser ke kereta dorong
5. Menyelimuti pasien dengan rapi
6. Perawat mencuci tangan
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan

MENCUCI TANGAN BIASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Membersihkan tangan dengan sabun dan air bersih (mengalir atau
disiramkan)
Tujuan - Mencegah terjadinya infeksi silang melalui tangan
- Menjaga kebersihan perseorangan
- Menjaga kebersihan pasien
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Jam tangan harus dilepas (bila memakai)
2. Kedua tangan dibasahi dibawah air mengalir
3. Tangan disabuni dan digosok terutama di sela jari dan kuku
secara merata
4. Tangan dibilas dari jari ke arah siku dibawah air mengalir sampai
bersih
5. Tangan dikeringkan dengan lap atau alat pengering
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan
MENGHITUNG DENYUT NADI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Menghitung denyut nadi dengan meraba :
1. Arteri radialis pada pergelangan tangan
2. Arteri brachialis pada siku bagian dalam
3. Arteri carotis pada leher
4. Arteri temporalis pada pelipe
5. Arteri femoralis pada lipatan paha (selangkang)
6. Arteri dorsalis pedis pada kaki
Tujuan Mengetahui jumlah denyut nadi dalam satu menit
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Menghitung denyut nadi dilakukan bersamaan pengukuran
suhu
2. Pada waktu menghitung nadi, pasien harus benar-benar
istirahat dalam posisi berbaring atau duduk
3. Penghitungan dilakukan dengan menempelkan jari telunjuk dan
jari tangan di atas arteri selama setengah menit dan hasilnya
dikalikan dua (bila denyut nadi normal)
4. Hasil penghitungan dicatat pada buku/rekam medis pasien
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan

MENGHITUNG PERNAPASAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Menghitung jumlah pernapasan (inspirasi yang diikuti ekspirasi) dalam
satu menit
Tujuan Mengetahui jumlah pernapasan dalam satu menit guna mengetahui
keadaan umum pasien
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Menghitung pernapasan dilakukan bersamaan pengukuran suhu
dan denyut nadi
2. Penghitungan dilakukan dalam satu menit
3. Bila ada kelainan segera laporkan kepada penanggung jawab
ruangan atau dokter penanggung jawab pasien
4. Hasil penghitungan dicatat pada buku
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan
MENGUKUR SUHU BADAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Mengukur suhu badan pasien dengan termometer pada aksila, mulut
dan anus
Tujuan Mengetahui suhu badan pasien untuk menentukan tindakan perawatan
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Perawat mencuci tangan
2. Membantu pasien untuk melakukan posisi duduk atau
terlentang
3. Lepaskan pakaian dan gaun dari bahu dan lengan pasien,
pastikan daerah axilla dalam keadaan kering
4. Angkat lengan pasien menjauhi badan
5. Termometer diperiksa apakah air raksa pada angka nol. Lalu
dijepitkan tepat di tengah ketiak, dan lengan pasien dilipat di
dada
6. Setelah lima sampai sepuluh menit termometer diangkat dan
langsung dibaca dengan teliti
7. Untuk termometer digital, biarkan probe elektronik pada aksila
sampai alarm berbunyi
8. Baca termometer dan beritahu hasilnya pada pasien
9. Bersihkan termometer dengan kassa alkohol dan keringkan
dengan tissue sebelum digunakan kembali
10. Air raksa diturunkan kembali pada angka nol, sedangkan
termometer digital cukup dengan menekan probe
11. Termometer diletakkan pada tempatnya serta siap dipakai
untuk pasien berikutnya
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan
MENGUKUR TEKANAN DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan
PROSEDUR Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
OPERASIONAL 1 Maret 2018 Direktur,
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Mengukur tekanan darah melalui permukaan dinding arteri
Tujuan Mengetahui tekanan darah pasien
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Pasien diposisikan berbaring atau duduk
2. Posisi tangan lurus dengan posisi tangan menghadap ke atas
3. Lengan baju dibuka atau digulung
4. Manset tensimeter dipasang satu sentimeter diatas lipatan siku,
pipa karet berada di luar lengan lengan
5. Manset dipasang tidak terlalu kuat atau terlalu longgar
6. Denyut arteri brachialis diraba, lalu stetoskop ditempatkan di
daerah tersebut
7. Pengunci balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka,
selanjutnya balon dipompa hingga denyut arteri tidak terdengar
dan air raksa di dalam pipa gelas naik
8. Pengunci balon karet dibuka perlahan-lahan sehingga air raksa
turun perlahan-lahan. Sambil memperhatikan turunnya air
raksa dengarkan bunyi denyutan pertama
9. Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyutan
pertama disebut systole
10. Dengarkan terus sampai denyutan terakhir hilang disebut
diastole
11. Mencatat pada buku/rekam medis pasien
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan

MENGUKUR TINGGI BADAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Mengukur tinggi badan dengan menggunakan pengukur tinggi badan
Tujuan - Mengetahui tinggi badan pasien
- Membantu menentukan status gizi, diet dan lain-lain
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Perawat mencuci tangan
2. Pada pasien yang bias berdiri tegak memakai alat pengukur
tinggi badan biasa
3. Bila pasien bungkuk/tidak bisa berdiri tegak dilakukan dengan
pengukuran manual oleh perawat
4. Mencatat tinggi badan di buku/rekam medis pasien
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan

MENGUKUR BERAT BADAN PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Mengukur berat badan dengan menggunakan timbangan badan
Tujuan - Mengetahui berat badan pasien dan perkembangan berat
badan pasien
- Membantu menentukan status gizi, diet dan lain-lain
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Mengatur timbangan sehingga jarum menunjukan angka nol
2. Menganjurkan pasien berdiri di atas timbangan tanpa
sepatu/sandal
3. Membaca berat badan
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan

KONSULTASI MEDIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/1
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 Maret 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Permintaan pertimbangan medis untuk tindakan atau penatalaksanaan
pasien kepada dokter yang lebih ahli.
Tujuan Untuk tercapai penatalaksanaan pasien secara lebih optimal, namun
pasien tetap dibawah pengawasan dokter yang merawat.
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Jika DPJP menganggap perlu untuk melakukan konsultasi kepada
dokter spesialis lain, maka ia harus meminta persetujuan dulu
pada pasien/keluaga pasiennya, kecuali bila kasus gawat
darurat.
2. DPJP mengisi formulir permintaan konsultasi yang tersedia.
Dokter yang menjadi konsultan harus dokter spesialis yang
sudah terdaftar di Rumah Sakit Camatha Sahidya, bila dokter
spesialis yang dimaksud tidak tersedia di Rumah Sakit Camatha
Sahidya, maka boleh konsul dengan dokter spesialis dari RS lain.
3. Dokter konsultan akan memeriksa pasien untuk kemudian
menulis jawabannya pada formulir permintaan konsultasi
tersebut.
4. Pemeriksaan konsultasi bisa dilakukan satu atau sampai
beberapa kali.
5. Apabila diperlukan observasi, maka konsultasi dapat dilakukan
untuk jangka waktu tertentu.
6. Bila dokter yang merawat kurang puas dengan hasil konsultasi
tersebut dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis lain untuk
second opinion, dengan persetujuan pasien/keluarga.
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- Rawat Jalan
PELAYANAN LANJUT USIA DENGAN KETERGANTUNGAN BANTUAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/2
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian 1. Pelayanan pasien lanjut usia adalah rangkaian pelayanan pada
pasien yang berusia 60 tahun keatas dengan satu atau lebih masalah
kesehatan ( multipatologi) akibat gangguan fungsi jasmani dan
rohani dan atau kondisi sosial yang bermasalah ( geriatri).
2. Pasien lanjut usia dengan ketergantungan bantuan adalah pasien

yang berusia 60 tahun ke atas dengan keterbatasan dalam


melakukan kegiatan sehari- hari dan mengurus diri sehingga sangat
membutuhkan bantuan baik dengan alat maupun orang.
Tujuan Memberikan pelayanan multidisiplin yang bermutu dengan asuhan dan
kondisi pasien usia lanjut untuk menuju geriatri mandiri dan geriatri
dengan minimal patologi.
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/1274/RSUD/V/2018 Tanggal 02 Mei 2018 Tentang Pembentukan
Pelayanan Geriatri Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram

Prosedur 1. Lakukan identifikasi pasien dalam hal usia dan penggolongan


pasien usia lanjut.
2. Lakukan identifikasi pasien usia lanjut yang datang ke UGD/
poliklinik , melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penungjang yang sesuai indikasi , untuk dilakukan assesment awal.
3. Rumuskan rencana asuhan pasien oleh Dokter termasuk
kebutuhan penggunaan alat bantu sehari- hari untuk kenyamanan
dan kemandirian pasien.
4. Berikan penjelasan oleh dokter kepada pasien dan keluarga
tentang pentingnya alat bantu, cara penggunaan alat bantu serta
resiko penggunaan alat bantu dalam jangka waktu lama , jika tidak
disertai perawatan yang tidak benar.
5. Berikan edukasi tentang asuhan pasien dengan penggunaan alat
bantu agar tidak menimbulkan resiko yang tidak diinginkan
misalnya dekubitus, atropi otot, dll.
6. Lakukan konsultasi / alih rawat ke bagian disiplin ilmu lain jika
diperlukan sesuai dengan kebutuhan asuhan pasien.
Unit Terkait - Rawat Inap
- IGD
- ICU
- Rawat Jalan

ASESMEN PASIEN LANJUT USIA


No. Dokumen No. Revisi Halaman

RUMAH SAKIT UMUM 0 1/1


DAERAH KOTA
MATARAM

Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 02 Mei 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian Pelayanan pasien lanjut usia adalah rangkaian pelayanan pada pasien
yang berusia 60 tahun keatas dengan satu atau lebih masalah
kesehatan ( multipatologi) akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani
dan atau kondisi sosial yang bermasalah ( geriatri).
Tujuan 1.Sebagai acuan untuk mengidenti fi kasi pasien lansia.
2.Sebagai dasar untuk memberikan pelayanan pasien lansia
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1. Perawat mengidenti fi kasi pasien lansia -usia > 60 tahun
2 melakukan asesmen dengan cara
m e m b e r i k a n pertanyaan kepada pasien dan/atau keluarga pasien
mengenai:
a.Riwayat rekreasi
b. Riwayat pekerjaan
c.Sistem pendukung
d.Deskripsi kekhususan
e.Status kesehatan
f.Status psikologis
g.ma sa lah psikol ogis
h . S ta t u s k o g n i ti f , afe k ti f d a n s o s i a l
i . H a s i l asesmen tersebut didokumentasikan ke dalam Rekam
Medis pasien dengan formulir yang tersedia
Unit Terkait - IGD
- Rawat Jalan
PENGKAJIAN RISIKO JATUH GERIATRI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KOTA ……. 0 1/2
MATARAM
Ditetapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Direktur,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 02 Mei 2018
dr. H. L. Herman Mahaputra,M.Kes.
NIP. 19681110 200112 1 003
Pengertian 1 . M e r u p a k a n c a r a m e n g i d e n ti fi k a s i p a s i e n g e r i a t r i
b e r i s i k o j a t u h u n t u k menilai kemungkinan pasien Jatuh
2. Pa sien ge riat ri ada la h pasie n b erumu r >6 0 tah un
Tujuan 1. Memasti kan bahwa semua pasien baru yang berisiko jatuh
teridenti fi kasi oleh tim tenaga medis yang menangani.
2 . M e m a s ti k a n bahwa dilakukan ti n d a k a n -
ti n d a k a n p e n c e g a h a n u n t u k pasien yang berisiko jatuh
3. Melakukan evaluasi untuk memonitor perubahan
s t a t u s r i s i k o j a t u h pada pasien.
Kebijakan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram No.
445/0080.3/RSUD/I/2015 Tanggal 12 Januari 2015 Tentang
Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Poliklinik pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Prosedur 1 . P e r a w a t m e l a k u k a n
p e n i l a i a n r i s i k o j a t u h
p a s i e n b a r u g e r i a t r i
d a l a m formulir Pengkajian Risiko jatuh
2. Perawat menerapkan pencegahan jatuh
pada pasien sesuai d e n g a n tingkat risiko
( risiko rendah dan risiko tinggi ), termasuk
menjelaskan pada pasien dan keluarga.
3. Perawat mengkomunikasikan tingkat risiko pasien
kepada dokter
4. Perawat memasangkan gelang risiko
jatuh warna kuning p a d a pergelangan tangan
pasien dengan risiko jatuh tinggi dan memberi tanda “JATUH”
pada pintu kamar pasien.
5. Perawat melakukan penilaian ulang bila terjadi
perubahan kondisi a t a u pengobatan dalam formulir
Penilaian Risiko jatuh Pasien geriatri.
6. Perawat/petugas melaporkan insiden pasien jatuh
k e Ti m k e s e l a m a t a n Pasien unit kerja menggunakan
&ormulir insiden keselamatan
7. Tim keselamatan Pasien unit kerja m e l a p o r k a n s e c a r a
p e r i o d i k s e t i a p b u l a n k e k o m i t e k e s e l a m a t a n Pasien /
Patient Safety Rumah Sakit.
Unit Terkait - IGD
- Rawat Jalan