Anda di halaman 1dari 3

KEKURANGAN ENERGI KRONIK

( KEK )

No. Dokumen : /SOP-


UKP/PKM-LMU/ /2016

SOP No. Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman : 1/3

PUSKESMAS Kristoforus B. Werang, A.Md.Kep


LAMAAU NIP 19800109 200903 1 003

1. Pengertian KEK adalah kurangnya asupan energy yang berlangsung lama / kronik.

2. Tujuan 1. Sebagai acuan dan langkah-langkah bagi tenaga gizi di Puskesmas


Lamaau, agar mampu menetukan diagnose gizi secara dini dan tepat,
intervensi, monitoring dan evaluasi dan memberikan asuhan gizi pada
penderita KEK.
3. Kebijakan Upaya Kesehatan Perorangan Tingkat Pertama wajib dilaksanakan
sesuai dengan Standar Prosedur Operasional dan Standar Pelayanan
berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Puskesmas.
4. Referensi 1. Buku saku pelayanan promote dan Preventif bagi Dokter difasilitas
Kesehatan Primer, Direktorat Bina Upaya Kesehatan Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia, 2013
2. Buku Saku Asuhan Gizi di Puskesmas, World Health Organization
dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2013
3. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu diFasilitas Kesehatan Dasar
dan Rujukan, World Health Organization dan Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia, 2013
4. Pedoman Proses Asuhan Gizi di Puskesmas, World Health
Organization dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2017
5. ALat dan 1) Dacin
Bahan 2) Mikrotoice
3) Alat Ukur LiLA
6. Langkah- Langkah – Langkah Persiapan :
langkah Petugas :
a. Sikap Ramah Berempati Dan Cepat Mengambil Keputusan
b. Pengetahuan / Kompetensi
c. Keterampilan / Sertifikasi

Sarana Prasarana :
a. Dokumen Asuhan Gizi Pasien
b. Ruang Konseling Gizi
c. Alat Peraga

Langkah – Langkah Pelaksanaan :


1. Assesment
Kurangnya asupan energy yang berlangsung lama/kronik
2. Diagnosis
Ibu hamil dengan ukurang linkar lengan atas (LiLA) ≤ 23,5 cm
dinyatakan menderita KEK
3. Intervensi
Tindakan yang harus dilakukan :
1) Pemberian makan 1 porsi lebih banyak dari biasanya, dan
minum minimal 8 gelas sehari ( 1,5 – 2,0 liter ).
2) Pemberian makanan tambahan dengan nilai kalori 500 kkal
dan 17 gram protein setiap hari, selama minimal 3 bulan ( 90
hari )
3) Penggunaan waktu istirahat yang cukup oada siang hari
4) Lakukan konseling gizi kepada ibu hamil KEK dan keluarganya
untuk menanamkan pengertian, perbaiki sikap dan perilaku
sehat bagi ibu, keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat
tinggalnya
4. Monitoring
a. Pantau pertambahan berat badan dengan menimbang tiap
bulan
b. Ikuti pertambahan BB ideal selama hamil 10 12 kg dengan
distribusi :
 Trimester I : + 1 kg
 Trimester II : + 3 kg
 Trimester III : + 6 kg
5. Evaluasi
1) Jika pertambahan BB dalam 1 bulan mencapai 1 kg atau ≥
teruskan pemberian makanan tambahan sampai 90 hari
2) Jika pertambahan BB dalam 1 bulan ≤ 1 kg, lakukan tindakan
berikut :
Kaji ulang asupan gizi :
 Jika asupan makan ibu hamil tidak sesuai dengan anjuran
karena faktor kemiskinan, upayakan bantuan pangan
melalui program GAKIN bila memungkinkan )
 Jika ibu tidak termasuk GAKIN, lakukan konselimg dan
pendampingan keluarga untuk tingkatkan kesadaran gizi :
a. Tingkatkan makanan tambahan menjadi 2x lipat,
sehingga kandungan gizi bertambah dalam makanan
tambahan yang dikonsumsi menjadi 1000 kal dan 34
gram protein setiap hari selama 1 bulan
b. Tambah lagi aktu istirahat menjadi 2 jam siang hari
c. Pastikan adanya pertambahan berat badan yang
diharapkan 1 bulan kemudian
3) Jika dalam 1 bulan pertambahan BB masih tetap atau ≤ 1 kg,
segera rujuk
7. Diagram ALir

8. Hal – Hal
yang perlu
Diperhatikan

9. Unit terkait 1. Ruang Konseling Gizi

10. Dokumen a. Dokumen Asuhan Gizi


Terkait b. Register Konseling

2/3
11. Rekaman
Historis N Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Perubahan O diberlakukan

3/3