Anda di halaman 1dari 21

F/751/WAKAKUR/8

SMK MUH. 1 SALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMK MUH 1 SALAM


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Iman Kepada Allah Melalui Asmaul Husna
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian
nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secaraberkesinambungan serta menunjukkan
KI 2 :
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian pada tingkat teknis, spesifik,
KI 3 : detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional dan Internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi dan prosedur kerja yang lazim
dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan lingkup kajian. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang
KI 4 :
dipelajarinya di sekolah.Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan
gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah kongkrit terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator:

NO. KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. 1.1 Meyakini bahwa Allah Maha Mulia, 1.1.1 Memelihara shalat wajib lima waktu.
Maha Memberi Rasa Aman, Maha 1.1.2 Mengurai prilaku yang mencerminkan makna
Memelihara, Maha Sempurna Asmaul Husna
Kekuatan-Nya, Maha Penghimpun,
Maha Adil, dan Maha Akhir
2 2.1 Memiliki sikap keluhuran budi; kokoh 2.1.1 Membedakan sikap keluhuran budi; kokoh
pendirian, pemberi rasa aman, pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
tawakal dan adil sebagai adil sebagai implementasi pemahaman al-
implementasi pemahaman al-Asmau Asmau al-Husna: Al-Karim, Al-Mu’min, Al-
al-Husna: Al-Karim, Al-Mu’min, Al- Wakil, Al- Matin, Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-
Wakil, Al- Matin, Al-Jami’, Al-‘Adl, Akhir
dan Al-Akhir
2.1.2 Membandingkan sikap keluhuran budi;
kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan adil sebagai implementasi
pemahaman al-Asmau al-Husna: Al-Karim,
Al-Mu’min, Al-Wakil, Al- Matin, Al-Jami’, Al-
‘Adl, dan Al-Akhir
3 3.1 Menganalisis makna al-Asma’u al- 3.1.1 Menghubungkan makna al-Asma’u al-Husna:
Husna: al-Karim, al-Mu’min, al- al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-
Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir
al-Akhir
3.1.2 Menganalisa makna al-Asma’u al-Husna: al-
Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-
Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir
4 4.1 Menyajikan hubungan makna al- 4.1.1 Memilih makna al-Asma’u al-Husna: al-
Asma’u al-Husna: al-Karim, al- Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-
Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir dengan perilaku
al-‘Adl, dan al-Akhir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa
keluhuran budi, kokoh pendirian, aman, tawakal dan perilaku adil
rasa aman, tawakal dan perilaku adil
4.1.2 Menunjukkan hubungan antara variabel
makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-
Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-
‘Adl, dan al-Akhir dengan perilaku
keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa
aman, tawakal dan perilaku adil

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui diskusi peserta didik dapat:
1.1.1 Memelihara shalat wajib lima waktu
1.1.2 Mengurai prilaku yang mencerminkan makna Asmaul Husna
2.1.1 Membedakan sikap keluruhan budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan adil
sebagai implementasi pemahaman al-Asmau al-Husna: Al-Karim, Al-Mu’min, Al-Wakil, Al- Matin,
Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-Akhir
2.1.2 Membandingkan sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan adil
sebagai implementasi pemahaman al-Asmau al-Husna: Al-Karim, Al-Mu’min, Al-Wakil, Al- Matin,
Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-Akhir
3.1.1 Menghubungkan makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-
‘Adl, dan al-Akhir
3.1.2 Menganalisa makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl,
dan al-Akhir
4.1.1 Memilih makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan
al-Akhir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil
4.1.2 Menunjukkan hubungan antara variabel makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil,
al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa
aman, tawakal dan perilaku adil

D. MATERI PEMBELAJARAN:

Iman kepada Allah berarti percaya kepada Allah.Apapun yang Allah ceritakan, Allah perintahkan dan Allah
larang, kita harus mempercayainya.Dan tanda dari kepercayaan tersebut adalah kita melaksanakan segala
intruksi-Nya, berupa perintah dan menjauhi larangan.

Dalam konteks keimanan kepada Allah, kepercayaan dimulai dari kepercayaan secara dogmatis.
Kepercayaan ini kemudian akan melahirkan keyakinan setelah kita membuktikan konsep-konsep Allah
yang tertuang dalam Al-quran.
Salah satu contoh perintah Allah adalah shalat. Allah berfirman dalam QS Al-Ankabut/29 : 45 :

     


    
    
      
 
Artinya:
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji (tidak berprikemanusian) dan mungkar (melanggar
aturan). dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat
yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Ankabut/29 : 45)

Asma’ul husna
Asmaul Husna berasal dari kata al-asma yang berarti nama-nama dan al-husna yang berarti baik.Jadi
al-Asmaul Husna secara bahasa diartikan dengan nama-nama yang baik.Asmaul Husnaadalah nama Allah
yang terbaik. Bisa dikatakan pula sebagai asma Allah yang terindah.Ia merupakan puncak keindahan
karena di dalamnya terdapat makna terpuji dan termulia. Nama-nama terindah itu mengandung
pengertian kehidupan yang sempurna, yang tidak didahului dengan ketiadaan dan tidak diakhiri dengan
kesirnaan.Tidak berawal dan tidak berakhir.
Secara fitrah manusia telah dibekali sifat-sifat baik dan terpuji.Sifat-sifat tersebut merupakan
pancaran dari asmaul husna.Sayangnya sejalan dengan perkembangan dan pengaruh lingkungan, sifat-
sifat dasar tersebut perlahan-lahan melemah dan menjadi terkalahkan.

Mari kita pelajari QS Al-A’raf/7 : 180 berikut:

   


     
    
 
Artinya:
“Dan bagi Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengannya, dan tinggalkanlah orang-
orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya.nanti mereka akan mendapat balasan
terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (QS Al-Araf/7:180).

‫ا َ ْس َما ُء ْال ُح ْسنَى‬


َ ‫ـوهللاُ الَّذِى الَ اِلهَ اِالَّ ُه‬
‫ـو‬ َ ‫ُه‬
ُ‫ا َ ْل ُمؤْ مِ ن‬ ‫سالَ ُم‬ َّ ‫اَل‬ ‫س‬ُ ‫ا َ ْلقُد ُّْو‬ ُ‫ا َ ْل َم ِلك‬ ‫لرحِ ْي ُم‬ َّ َ ‫ا‬ ُ‫لرحْ من‬ َّ َ ‫ا‬
ُ ‫ا َ ْلبَ ِار‬
‫ئ‬ ‫ق‬ ُ ‫ا َ ْل َخا ِل‬ ‫ا َ ْل ُمت َ َك ِبّ ُر‬ ُ ‫ا َ ْل َج َّب‬
‫ار‬ ُ‫ا َ ْلعَ ِز ْيز‬ ُ‫ا ّ ْل ُم َهيْمِ ن‬
ُ ‫ا َ ْلفَت َّا‬
‫ح‬ ُ ‫لرزَّ ا‬
‫ق‬ َّ َ ‫ا‬ ُ ‫ا َ ْل َوه‬
‫َّاب‬ ُ ‫ا َ ْلقَه‬
‫َّار‬ ُ َّ‫ا َ ْلغَف‬
‫ار‬ ‫ا َ ْل ُمص ّ َِو ُر‬
ُّ‫ا َ ْل ُم ِعز‬ ‫لرافِ ُع‬ َّ َ ‫ا‬ ُ‫ا َ ْل َخافِض‬ ُ ‫س‬
‫ط‬ ِ ‫ا َ ْلبَا‬ ُ‫ا َ ْلقَا ِبض‬ ‫ا َ ْلعَ ِل ْي ُم‬
ُ ‫اَللَّطِ ي‬
‫ْف‬ ‫ا َ ْلعَ ْد ُل‬ ‫ا َ ْل َح َك ُم‬ ‫ا َ ْلبَ ِصي ُْر‬ ‫ا َ ْل ُم ِذ ُّل‬
‫اَلسَّمِ ْي ُع‬
‫ا َ ْلعَل ُِّي‬ ‫شك ُْو ُر‬ َّ ‫اَل‬ ‫ا َ ْلغَفُ ْو ُر‬ ‫ا َ ْلعَظِ ْي ُم‬ ‫ا َ ْل َح ِل ْي ُم‬ ‫ا َ ْل َخبِي ُْر‬
‫ا َ ْلك َِر ْي ُم‬ ‫ا َ ْل َج ِل ْي ُل‬ ‫ْب‬
ُ ‫سي‬ ِ ‫ا َ ْل َح‬ ُ‫ا َ ْل ُم ِقيْت‬ ُ ‫ا َ ْل َح ِف ْي‬
‫ظ‬ ‫ا َ ْل َكبِي ُْر‬
‫ا َ ْل َم ِج ْي ُد‬ ‫ا َ ْل َود ُْو ُد‬ ‫ا َ ْل َح ِك ْي ُم‬ ‫س ُع‬ ِ ‫ا َ ْل َوا‬ ُ ‫ا َ ْل ُم ِجي‬
‫ْب‬ ‫ْب‬ُ ‫لرقِي‬ َّ َ ‫ا‬
ُ‫ا َ ْل َمتِ ْين‬ ‫ي‬ ُّ ‫ا َ ْلقَ ِو‬ ‫ا َ ْل َو ِك ْي ُل‬ ُّ‫ا َ ْلحَق‬ ‫اَلش َِّه ْي ُد‬ ُ ‫ا َ ْلبَاع‬
‫ِث‬
‫ا َ ْل ُمحْ يِ ُى‬ ‫ا َ ْل ُم ِع ْي ُد‬ ُ ‫ا َ ْل ُم ْبد‬
‫ِئ‬ ‫ا َ ْل ُمحْ ِص ُّى‬ ‫ا َ ْلحَمِ ْي ُد‬ ‫ا َ ْل َول ُِّى‬
‫ا َ ْل َواحِ ُد‬ ‫اج ُد‬ ِ ‫ا َ ْل َم‬ ‫اج ُد‬ ِ ‫ا َ ْل َو‬ ‫ا َ ْلقَيُّ ْو ُم‬ ُّ ‫ا َ ْلح‬
‫َي‬ ُ‫ا َ ْل ُممِ يْت‬
‫ا َ ْل ُم َؤ ِ ّخ ُر‬ ‫ا َ ْل ُمقَ ِ ّد ُم‬ ‫ا َ ْل ُم ْقتَد ُِر‬ ‫ا َ ْلقَاد ُِر‬ ‫ص َم ُد‬ َّ ‫اَل‬ ‫اَالَ َح ُد‬
‫ا َ ْل ُمتَعَا ِل‬ ‫ا َ ْل َول ُِّى‬ ُ‫ا َ ْلبَاطِ ن‬ ‫اَل َّظاه ُِر‬ ‫اَالَخِ ُر‬ ‫اَالَ َّو ُل‬
ُ‫ِك‬ َ
‫مال‬ ‫ف‬
ُ ‫لر ُء ْو‬ َّ َ ‫ا‬ ‫ا َ ْلعَفُ ُّو‬ ‫ا َ ْل ُم ْنت َ ِق ُم‬ ‫اب‬ ُ ‫اَلت ََّّو‬ ‫ا َ ْلبَ ُّر‬

‫ال‬
ُ
‫مل‬
ِ
‫ك‬
‫ا َ ْل ُم ْغن ُِّى‬ ‫ا َ ْلغَن ُِّى‬ ‫ا َ ْلجَامِ ُع‬ ُ ‫س‬
‫ط‬ ِ ‫ا َ ْل ُم ْق‬
َ ‫ذُ ْو ْال َجـالَ ِل َواْ ِال ْك‬
‫ـر ِام‬
Pertemuan 1 dan 2:
1. Bacaan teks Asmaul Husna yang berjumlah 99
2. Diskusi makna Asmaul Husna (al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir)
3. Contoh contoh Asmaul Husna (al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir)
dalam kehidupan melalui tayangan video

Pertemuan 3 dan 4:
1. Bacaan teks Asmaul Husna yang berjumlah 99
2. Menceritakan sebagian perilaku Rasulullah saw dan Khulafaurrasyidin khususnya yang berhubungan
dengan pengamalan 7 Asmaul Husna (al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan
al-akhiir).

Pertemuan 5 dan 6:
1. Melafalkan Asmaul Husna yang berjumlah 99 dengan benar
2. manfaat dan hikmah Iman kepada Allah SWT melalui Asmaul Husna dan menerapkannya dalam
kehidupan

E. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Pertemuan pertama dan kedua
No. Kegiatan Keterangan Waktu
1. Pendahuluan
a. Memberisalam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan Karakter 15men
basmalah dan kemudian berdoa bersama. it
b. Peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an dan terjemahnya Literasi
c. Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan
kompetensi inti dan kompetensi dasar serta indikator yang akan Kreatif
dicapai.
d. Memberikan motivasi tentang pentingnya menghafal dan
mengamalkan Asmaul Husna Karakter
e. Menanyakan materi yang pernah diajarkan dengan mengaitkan
materi yang akan diajarkan Kolaborasi
2. Kegiatan Inti
a. Mengamati 60
 Mencermati bacaan teks tentang Asmaul Husna( al-kariim, al- menit
mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir ). Kritis
 Meyimak penjelasan materi di atas melalui tayangan video
atau media lainnya.
b. Menanya(memberi stimulus agar peserta didik bertanya) Kreatif
 Mengapa Allah memiliki nama yang begitu banyak?
 Apa yang harus dilakukan oleh umat Islam terkait nama-nama Kritis
Allah yang indah itu?
c. Mengumpulkan data/Mengexplorasi
 Peserta didik mendiskusikan makna dan contoh perilaku
keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan perilaku adil sebagai implementasi dari
pemahaman makna Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al- Kolaborasi
wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir ).
 Guru mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian,
pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku adil melalui lembar
pengamatan di sekolah. Karakter
 Guru berkolaborasi dengan orang tua untuk mengamati
perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan perilaku adil di rumah. Kolaborasi
No. Kegiatan Keterangan Waktu

3. Penutup
a. Pendidik meminta agar para peserta didik sekali lagi membaca Literasi 15
Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al- menit
jamii’, al-‘adl dan al-akhiir )sebagai penutup materi
pembelajaran.
b. Pendidik meminta agar para peserta didik membiasakan membaca
dan menghafal Asmaul Husna Karakter
a. Pendidik menanyakan tentang proses belajar
b. Pendidik menugaskan membuat presentasi tentang biografi Kolaborasi
Rasulullah dan Khulafaurrasyidin yang dikaitkan dengan
pengamalan Asmaul Husna( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-
matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir )
c. Pendidik menginformasikan rencana pembelajaran selanjutnya
dengan membagi 7 kelompok a kelompok 5 siswa kreatif
d. Pendidik menutup/mengakhiri pelajaran tersebut dengan
membaca hamdalah dan doa.
e. Pendidik mengucapkan salam kepada para peserta didik sebelum
keluar kelas dan peserta didik menjawab salam.

- Penilaian 1
1. Tes Tulis
No. Butir – butir Soal Kunci Jawaban
1. Jelaskan arti asmaul Husna Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik yang dimiliki
oleh Allah SWT. Yang berjumlah 99 nama
2. Jelaskan arti Al-Karim, al- Maha mulia, maha mengaruniakan keamanan, maha
Mukmin,al-Wakil dan al-Matin mewakili/ menolong dan maha kokoh/ kuat
3. Jelaskan arti al-Jami’, al’adl dan Maha mengumpulkan, maha adil dan maha akhir
al-akhir
4. Tulislah ayat yang menerangkan QS. Ali Imran ayat 9
tentang al-Jami’   
   
     
 

5. Jelaskan contoh al-Mukmin yang Seorang siswa menyeberangkan orang buta di jalan raya
bisa diteladani oleh manusia

2. Lisan (mempresentasikan hasil diskusi)


Kemampuan
No. Nama Peserta didik Mempresentasikan
1 2 3 4 5
1. 1
2. 2
3. 3

Keterangan : Skor Tes lisan :


 Mempresentasikan sangat baik = 80 – 90 = A
 Mempresentasikan baik = 70 – 79 = B
 Mempresentasikan kurang baik = 60 – 69 = C
 Mempresentasikan tidak lancar = 50 – 59 = D
 Tidak dapat mempresentasikan = kurang dari 50 = E
3. Non Tes
3.1. Tugas (mencari contoh-contoh perilaku manusia yang mencerminkan 7 asmaul husna: al-kariim, al-
mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir)
Observasi (mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil di lingkungan sekolah melalui lembar pengamatan.
3.2. Potofolio (tugas dan observasi dikerjakan di lembar kerja dan diserahkan kepada pendidik)

Pertemuan ketiga dan keempat


No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Memberisalam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan Karakter 15menit
basmalah dan kemudian berdoa bersama.
b. Peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an dan terjemahnya Literasi
c. Peserta didik menyiapkan lap top dan LCD serta bahan yang
akan dipresentasikan Kreatif
d. Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan
kompetensi inti dan kompetensi dasar serta indikator yang akan
dicapai. Karakter
e. Memberikan motivasi tentang pentingnya menghafal dan
mengamalkan Asmaul Husna Kolaborasi
f. Melanjutkan materi yang diajarkan pada pertemuan pertama

2. Kegiatan Inti
60
a. Mengumpulkan data/explorasi menit
f. Peserta didik mendiskusikan biografi Rasulullah dan Kritis
Khulafaurrasyidin yang dikaitkan dengan pengamalan Asmaul
Husna (al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-
‘adl dan al-akhiir) Kreatif
 Guru mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian,
pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku adil melalui Kritis
lembar pengamatan di sekolah.
 Guru berkolaborasi dengan orang tua untuk mengamati
perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa Kolaborasi
aman, tawakal dan perilaku adil di rumah.
b. Mengasosiasi
Membuat kesimpulan tentang Iman Kepada Allah melalui Karakter
Asmaul Husna
c. Mengkomunikasikan
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi tentang Iman Kolaborasi
Kepada Allah melalui Asmaul Husna

3. Penutup
a. Pendidik meminta agar para peserta didik sekali lagi membaca Literasi 15 menit
Asmaul Husna (al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-
jamii’, al-‘adl dan al-akhiir) sebagai penutup materi
pembelajaran.
b. Pendidik meminta agar para peserta didik membiasakan
membaca dan menghafal Asmaul Husna Karakter
c. Pendidik menanyakan tentang proses belajar
d. Pendidik menugaskan membuat cerita singkat tentang tokoh di Kolaborasi
Indonesia yang sudah berbuat dan mengamalkan sebagian dari
asmaul husna (al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-
jamii’, al-‘adl dan al-akhiir)
e. Pendidik menginformasikan rencana pembelajaran selanjutnya
No. Kegiatan Waktu
f. Pendidik menutup/mengakhiri pelajaran tersebut dengan kreatif
membaca hamdalah dan doa.
g. Pendidik mengucapkan salam kepada para peserta didik
sebelum keluar kelas dan peserta didik menjawab salam.

Penilaian 2
1. Tes Tulis

No. Butir-butir soal Kunci Jawaban


1. Tulislah contoh perilaku al-karim Ihlas membantu orang tua, jujur ketika ulangan
2. Tulislah contoh perilaku al-matin Semangat belajar tanpa lelah dan berkeluh kesah
3. Tulislah contoh perilaku al-mukmin Satpam sekolah setiap pagi menyeberangkan siswa/i
menuju gerbang sekolah
4. Tulislah contoh perilaku al-jami’ Musyawarah, kerjasama dalam diskusi, adanya kelompok
belajar
5. Tulislah contoh perilaku al-adil Tidak membeda-bedakan teman karena latar belakang
ekonomi, social dan kecerdasan.

2. Afektif
Kemampuan
No. Nama Peserta didik mempresentasikan
1 2 3 4 5
a.
b.
c.

Keterangan : Skor Tes Perbuatan :


 Menjelaskan dengan lancar dan baik = 80 – 90 = A
 Menjelaskan dengan lancar kurang baik = 70 – 79 = B
 Menjelaskan terbata-bata = 60 – 69 = C
 Menjelaskan terbata-bata dibantu pendidik = 50 – 59 = D
 Tidak dapat menjelaskan = kurang dari 50 = E

3. Non tes (tugas, observasi dan portofolio)


 Tugas (membuat kesimpulan dari masing-masing contoh 7 asmaul husna);
 Observasi (mengamati dan mencermati pelaksanaan diskusi )
 Potofolio (tugas dan observasi dikerjakan di lembar kerja dan diserahkan kepada pendidik)

Pertemuan kelima dan keenam


No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Memberisalam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan Karakter 15menit
basmalah dan kemudian berdoa bersama.
b. Peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an dan terjemahnya Literasi
c. Peserta didik menyiapkan lap top dan LCD serta bahan yang akan
dipresentasikan sesuai dengan tugas masing-masing Kreatif
d. Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan
kompetensi inti dan kompetensi dasar serta indikator yang akan
dicapai. Karakter
e. Memberikan motivasi tentang pentingnya menghafal dan
mengamalkan Asmaul Husna Kolaborasi
f. Melanjutkan materi yang diajarkan pada pertemuan kedua
No. Kegiatan Waktu
2. Kegiatan Inti
60
a. Mengumpulkan data/explorasi menit
 Masing-masing peserta didik mempresentasikan tokoh dari Kritis
Indonesia yang sudah mengamalkan sebagian dari Asmaul
Husa sesuai dengan yang ditugaskan
 Guru mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, Kreatif
pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku adil melalui
lembar pengamatan di sekolah. Kritis
 Guru berkolaborasi dengan orang tua untuk mengamati
perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa
aman, tawakal dan perilaku adil di rumah. Kolaborasi
b. Mengasosiasi
Membuat kesimpulan tentang Iman Kepada Allah melalui
Asmaul Husna
c. Mengkomunikasikan
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi tentang Iman Karakter
Kepada Allah melalui Asmaul Husna

Kolaborasi

3. Penutup
a. Pendidik meminta agar para peserta didik sekali lagi membaca Literasi 15 menit
Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-
jamii’, al-‘adl dan al-akhiir ) sebagai penutup materi
pembelajaran.
b. Pendidik meminta agar para peserta didik membiasakan
menghafal dan mengamalkan Asmaul Husna Karakter
c. Pendidik menanyakan tentang proses belajar apakah
menyenangkan atau tidak Kolaborasi
d. Pendidik menginformasikan rencana pembelajaran selanjutnya
e. Pendidik menutup/mengakhiri pelajaran tersebut dengan
membaca hamdalah dan doa.
f. Pendidik mengucapkan salam kepada para peserta didik
sebelum keluar kelas dan peserta didik menjawab salam. kreatif

Penilaian 3
1. Tes tertulis

No. Butir-butir soal Kunci Jawaban


1. Jelaskan manfaat iman kepada Allah 1. Selalu memberi rasa aman dan nyaman kepada orang lain
SWT melalui asmaul husna 2. Mudah memberi pertolongan kepada orang lain tanpa
diminta
2. Jelaskan hikmah beriman kepada 1. agar dapat mewujudkan sifat-sifat mulia Allah dalam
Allah SWT melalui asmaul husna perilaku kita sehari-hari.
2. teguh pendirian dalam menegakkan kebenaran dan
kejujuran.
3. katalisator yang dapat mewujudkan persatuan dan
kesatuan ummat untuk terbentuknya satu kesatuan sistem
kehidupan yang harmonis.
3. Jelaskan ciri-ciri orang beriman 1. Rajin shalat lima waktu
kepada Allah SWT melalui asmaul 2. Rajin puasa senin- kamis
husna 3. Jujur ketika ulangan
4. Hormat kepada orang yang lebih tua
2. Tes Lisan
Kemampuan Menghafal
No Nama Peserta didik
1 2 3 4 5
4. 1
5. 2
6. 3

Keterangan : Skor Tes Perbuatan :


 Melafalkan dengan benar dan lancar = 80 – 90 = A
 Melafalkan dengan lancar = 70 – 79 = B
 Melafalkan dengan terbata-bata = 60 – 69 = C
 Melafalkan dengan terbata-bata dibantu pendidik = 50 – 59 = D
 Tidak dapat melafalkan = kurang dari 50 = E

1. Materi Pembelajaran (Memuat Fakta, konsep, prosedur, meta kognitif)


Fakta : Dalam berinteraksi manusia harus mengedepankan etika dan moralitas. Dengan menjalin
hubungan antara sesama Allah dan manusia dengan cara-cara yang baik, manusia dapat
melestarikan kehidupannya untuk masa yang panjang dengan mengenal Asmaul Husna

Konsep : QS Al-Ankabut/29 : 45 :
    
    
   
    
     
Artinya:
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji (tidak berprikemanusian) dan mungkar
(melanggar aturan). dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
(QS Al-Ankabut/29 : 45)

QS Al-A’raf/7 : 180 :

  


    
   
   

Artinya:
“Dan bagi Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengannya, dan tinggalkanlah
orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya.nanti mereka akan
mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (QS Al-Araf/7:180).

Meta kognitif : Beragam cara ditempuh oleh manusia untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yaitu Allah
Swt. Cara tersebut ada yang melalui jalan merenung ataun ber-tafakkur atau berżikir.
Prosedur : Melalui model Discovery Learning, pembelajaran Poster Comment, TGT , mind mapping
diharapkan peserta didik memiliki pemahaman tentang sikap kritis dengan ciri-ciri orang-
orang berakal sesuai pesan Q.S. Al-Ankabut/29 : 45 dan Q.S. Al-A’raf /7 : 180

2. Medel dan MetodePendekatan Saintific


1. Demonstrasi
2. Picture comment
3. Team Game Tournament

3. Media, Alat/Bahan, danSumberBelajar


Media : Artikel
Alat/Bahan : Komputer, LCD
SumberBelajar : Al-Qur’an dan Hadist Terjemahan
: Buku Ajar PAI Kelas X Kemenag
: Buku Portofolio PAI Kelas X MGMP PAI
: Internet
: Buku Tajwid

Salam, 25 Juni 2019


Mengetahui Guru Mata Pelajaran,
Kepala SMK Muh 1 Salam Pendidikan Agama Islam

Drs. H. Siswanto, M.Si Susan. Sa’adah, M.SI


NBM. 590 050 NBM. 977874
Lampiran 1 :

MATERI PELAJARAN

A. Memahami Makna al-Asmaul husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-
Akhir.
1. Pengertian al-Asmaul Husna
al-Asmaul Husna terdiri atas dua kata, yaitu asma yang berarti nama-nama, dan Husna yang berarti baik
atau indah. Jadi, al-Asmaul Husna dapat diartikan sebagai nama-nama yang baik lagi indah yang hanya
dimiliki oleh Allah Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Kata al-Asmaul Husna diambil dari ayat al-Qur’an
Q.S. Taha /20:8.yang artinya, “Allah Swt. tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia memiliki al-Asmaul Husna
(nama-nama baik)“.

2. Dalil tentang Asmaul Husna


a. Firman Allah Swt. dalam Q.S. al-A’rāf/7:180
   
     
    
 
Artinya: “Dan Allah Swt. memiliki asmā’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
(menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam
(menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka
kerjakan.” (Q.S. al A’raf/7:180)

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa Asmaul Husna merupakan amalan yang bermanfaat dan
mempunyai nilai yang tak terhingga tingginya. Berdoa dengan menyebut Asmaul Husna sangat
dianjurkan menurut ayat tersebut.
b. Hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Swt.
mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang
menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (H.R. Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas, menghafalkan Asmaul Husna akan mengantarkan orang yang
melakukannya masuk ke dalam surga Allah Swt. Apakah hanya dengan menghafalkannya saja
seseorang akan dengan mudah masuk ke dalam surga? Jawabnya, tentu saja tidak, bahwa
menghafalkan Asmaul Husna harus juga diiringi dengan menjaganya, baik menjaga hafalannya
dengan terus-menerus menżikirkannya, maupun menjaganya dengan menghindari perilaku-perilaku
yang bertentangandengan sifat-sifat Allah Swt. dalam Asmaul Husna tersebut.

B. Memahami makna Asmaul Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-
Akhir. Mari pelajari dan pahami satu-persatu Asmaul Husna tersebut!
1. Al-Karim
Secara bahasa, al-Karim mempunyai arti Yang Maha mulia, Yang Maha Dermawan atau Yang Maha
Pemurah. Secara istilah, al-Karim diartikan bahwa Allah Swt. Yang Maha mulia lagi Maha Pemurah
yang memberi anugerah atau rezeki kepada semua makhluk-Nya. Dapat pula dimaknai sebagai Zat
yang sangat banyak memiliki kebaikan, Maha Pemurah, Pemberi Nikmat dan keutamaan, baik ketika
diminta maupun tidak. Hal tersebut sesuai dengan firman-Nya:

   


 
Artinya: “Hai manusia apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhan Yang Maha
Pemurah?” (Q.S. al-Infirar :6)

Al-Karim dimaknai Maha Pemberi karena Allah Swt. senantiasa memberi, tidak pernah terhenti
pemberian-Nya.Manusia tidak boleh berputus asa dari kedermawanan Allah Swt. jika miskin dalam
harta, karena kedermawanan-Nya tidak hanya dari harta yang dititipkan melainkan meliputi segala
hal.
Manusia yang berharta dan dermawan hendaklah tidak sombong jika telah memiliki sifat dermawan
karena Allah Swt. tidak menyukai kesombongan. Dengan demikian, bagi orang yang diberikan harta
melimpah maupun tidak dianugerahi harta oleh Allah Swt., keduanya harus bersyukur kepada-Nya
karena orang yang miskin pun telah diberikan nikmat selain harta.
Al-Karim juga dimaknai Yang Maha Pemberi Maaf karena Allah Swt. memaafkan dosa para hamba
yang lalai dalam menunaikan kewajiban kepada Allah Swt., kemudian hamba itu mau bertaubat
kepada Allah Swt. Bagi hamba yang berdosa, Allah Swt. adalah Yang Maha Pengampun. Dia akan
mengampuni seberapa pun besar dosa hamba-Nya selama ia tidak meragukan kasih sayang dan
kemurahan-Nya.
Menurut imam al-Gazali, al-Karim adalah Dia yang apabila berjanji, menepati janjinya, bila memberi,
melampaui batas harapan, tidak peduli berapa dan kepada siapa Dia memberi dan tidak rela bila
ada kebutuhan dia memohon kepada selain-Nya, meminta pada orang lain. Dia yang bila kecil hati
menegur tanpa berlebih, tidak mengabaikan siapa yang menuju dan berlindung kepada-Nya, dan
tidak membutuhkan sarana atau perantara.

2. Al-Mu’min
Al-Mu’min secara bahasa berasal dari kata amina yang berarti pembenaran, ketenangan hati, dan
aman. Allah Swt. al-Mu’min artinya Dia Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya,
terutama kepada manusia. Dengan begitu, hati manusia menjadi tenang. Kehidupan ini penuh
dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan. Jika bukan karena Allah Swt. Yang
memberikan rasa aman dalam hati, niscaya kita akan senantiasa gelisah, takut, dan cemas.
Perhatikan firman Allah Swt.
   
   
   
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik,
mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” (Q.S. al-
An’am/6:82)

Ketika kita akan menyeru dan berdoa kepada Allah Swt. dengan nama-Nya al-Mu’min, berarti kita
memohon diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana dan siksa. Karena Dialah Yang
Maha Memberikan keamanan, Dia yang Maha Pengaman. Dalam nama al-Mu’min terdapat
kekuatan yang dahsyat dan luar biasa. Ada pertolongan dan perlindungan, ada jaminan (insurense),
dan ada bala bantuan. Berżikir dengan nama Allah Swt. al-Mu’m³n di samping menumbuhkan dan
memperkuat keyakinan dan keimanan kita, bahwa keamanan dan rasa aman yang dirasakan
manusia sebagai makhluk adalah suatu rahmat dan karunia yang diberikan dari sisi Allah Swt.
Sebagai al-Mu’min, yaitu Tuhan Yang Maha Pemberi Rasa Aman juga terkandung pengertian bahwa
sebagai hamba yang beriman, seorang mukmin dituntut mampu menjadi bagian dari pertumbuhan
dan perkembangan rasa aman terhadap lingkungannya.
Mengamalkan dan meneladani asmaul Husna al-Mu’min, artinya bahwa seorang yang beriman
harus menjadikan orang yang ada di sekelilingnya aman dari gangguan lidah dan tangannya.
Berkaitan dengan itu, Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak
beriman. Demi Allah tidak beriman. Para sahabat bertanya, ‘Siapa ya Rasulullah saw.?’ Rasulullah
saw. menjawab, ‘Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya.’” (H.R. Bukhari dan
Muslim).

3. Al-Wakil
Kata “al-Wakil” mengandung arti Maha Mewakili atau Pemelihara. Al-Wakil (Yang Maha Mewakili
atau Pemelihara), yaitu Allah Swt. yang memelihara dan mengurusi segala kebutuhan makhluk-Nya,
baik itu dalam urusan dunia maupun urusan akhirat. Dia menyelesaikan segala sesuatu yang
diserahkan hambanya tanpa membiarkan apa pun terbengkalai. Firman-Nya dalam al-Qur’ān:
       
  

Artinya: “Allah Swt. pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.” (Q.S.
az-Zumar/39:62)
Dengan demikian, orang yang mempercayakan segala urusannya kepada Allah Swt., akan memiliki
kepastian bahwa semua akan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Hal itu hanya dapat dilakukan
oleh hamba yang mengetahui bahwa Allah Swt. yang Mahakuasa, Maha Pengasih adalah satu-
satunya yang dapat dipercaya oleh para hamba-Nya. Seseorang yang melakukan urusannya dengan
sebaik-baiknya dan kemudian akan menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. untuk
menentukan karunia-Nya.
Menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah Swt. Melahirkan sikap tawakkal.Tawakkal bukan
berarti mengabaikan sebab-sebab dari suatu kejadian. Berdiam diri dan tidak peduli terhadap sebab
itu dan akibatnya adalah sikap malas.Ketawakkalan dapat diibaratkan dengan menyadari sebab-
akibat. Orang harus berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Rasulullah saw.
bersabda, “Ikatlah untamu dan bertawakkallah kepada Allah Swt.”
Manusia harus menyadari bahwa semua usahanya adalah sebuah doa yang aktif dan harapan akan
adanya pertolongan-Nya. Allah Swt. berfirman yang artinya, “(Yang memiliki sifat-sifat yang)
demikian itu ialah Allah Swt. Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia;
Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.“ (Q.S. al-
An’ām/6:102). Hamba al-Wakil adalah yang bertawakkal kepada Allah Swt. Ketika hamba tersebut
telah melihat “tangan” Allah Swt. dalam sebab-sebab dan alasan segala sesuatu, dia menyerahkan
seluruh hidupnya di tangan al-Wakil.

4. Al-Matin
Al-Matin artinya Maha kukuh.Allah Swt. adalah Maha sempurna dalam kekuatan dan kekukuhan-
Nya. Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya.Allah Swt. juga Maha kukuh dalam kekuatan-kekuatan-
Nya.Oleh karena itu, sifat al-Matin adalah kehebatan perbuatan yang sangat kokoh dari kekuatan
yang tidak ada taranya. Dengan begitu, kekukuhan Allah Swt. yang memiliki rahmat dan azab
terbukti ketika Allah Swt. memberikan rahmat kepada hamba-hamba- Nya. Tidak ada apa pun yang
dapat menghalangi rahmat ini untuk tiba kepada sasarannya. Demikian juga tidak ada kekuatan
yang dapat mencegah pembalasan-Nya.

Seseorang yang menemukan kekuatan dan kekukuhan Allah Swt. akan membuatnya menjadi
manusia yang tawakkal, memiliki kepercayaan dalam jiwanya dan tidak merasa rendah di hadapan
manusia lain. Ia akan selalu merasa rendah di hadapan Allah Swt. Hanya Allah Swt. yang Maha
Menilai. Oleh karena itu, Allah Swt. Melarang manusia bersikap atau merasa lebih dari
saudaranya.Karena hanya Allah Swt. yang Maha Mengetahui baik buruknya seorang hamba.Allah
Swt. juga menganjurkan manusia bersabar. Karena Allah Swt. Mahatahu apa yang terbaik untuk
hamba-Nya. Kekuatan dan kekukuhan-Nya tidak terhingga dan tidak terbayangkan oleh manusia
yang lemah dan tidak memiliki daya upaya.Jadi, karena kekukuhan-Nya, Allah Swt. tidak terkalahkan
dan tidak tergoyahkan. Siapakah yang paling kuat dan kukuh selain Allah Swt? Tidak ada satu
makhluk pun yang dapat menundukkan Allah Swt. meskipun seluruh makhluk di bumi ini bekerja
sama. Allah Swt. berfirman:
     
 
Artinya: “Sungguh Allah Swt., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.”
(Q.S. aż-Żariyat/51:58)

Dengan demikian, akhlak kita terhadap sifat al-Matin adalah dengan beristiqamah (meneguhkan
pendirian), beribadah dengan kesungguhan hati, tidak tergoyahkan oleh bisikan menyesatkan, terus
berusaha dan tidak putus asa serta bekerja sama dengan orang lain sehingga menjadi lebih kuat.

5. Al-Jami’
Al-Jami’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun, yaitu bahwa Allah Swt.
Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang tersebar atau terserak. Allah Swt. Maha
Mengumpulkan apa yang dikehendaki-Nya dan di mana pun Allah Swt. berkehendak. Penghimpunan
ini ada berbagai macam bentuknya, di antaranya adalah mengumpulkan seluruh makhluk yang
beraneka ragam, termasuk manusia dan lain-lainnya, di permukaan bumi ini dan kemudian
mengumpulkan mereka di padang mahsyar pada hari kiamat. Allah Swt. berfirman:
   
        
 
Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima
pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyalahi
janji.”(Q.S. Ali Imran/3:9).

Allah Swt. akan menghimpun manusia di akhirat kelak sama dengan orang-orang yang satu
golongan di dunia. Hal ini bisa dijadikan sebagai barometer, kepada siapa kita berkumpul di dunia
itulah yang akan menjadi teman kita diakhirat. Walaupun kita berjauhan secara fisik, akan tetapi
hati kita terhimpun, di akhirat kelak kita juga akan terhimpun dengan mereka. Begitupun sebaliknya
walaupun kita berdekatan secara fisik akan tetapi hati kita jauh, maka kita juga tidak akan
berkumpul dengan mereka.
Oleh sebab itu, apabila di dunia hati kita terhimpun dengan orang-orang yang selalu
memperturutkan hawa nafsunya, di akhirat kelak kita akan berkumpul dengan mereka di dalam
neraka. Karena orang-orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya, tempatnya adalah di
neraka.
Begitupun sebaliknya, apabila kecenderungan hati kita terhimpun dengan orang-orang yang
beriman, bertakwa dan orang-orang saleh, di akhirat kelak kita juga akan terhimpun dengan
mereka. Karena tidaklah mungkin orang-orang beriman hatinya terhimpun dengan orang orang kafir
dan orang-orang kafir juga tidak mungkin terhimpun dengan orang-orang beriman Allah Swt. juga
mengumpulkan di dalam diri seorang hamba ada yang lahir di anggota tubuh dan hakikat batin di
dalam hati. Barang siapa yang sempurna ma’rifatnya dan baik tingkah lakunya, maka ia disebut juga
sebagai al-Jāmi’.Dikatakan bahwa al-Jāmi’ ialah orang yang tidak padam cahaya ma’rifatnya.

6. Al-‘Adl
Al-‘Adl artinya Maha adil. Keadilan Allah Swt. bersifat mutlak, tidak dipengaruhi oleh apa pun dan
oleh siapa pun. Keadilan Allah Swt. juga didasari dengan ilmu Allah Swt. yang Maha Luas. Sehingga
tidak mungkin keputusan-Nya itu salah. Allah Swt. berfirman:
    
     
  

Artinya : “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-Qur’ān, sebagai kalimat yang benar dan adil.
Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.” (Q.S. al-An’ām/6:115).

Al-‘Adl berasal dari kata ‘adala yang berarti lurus dan sama. Orang yang adil adalah orang yang
berjalan lurus dan sikapnya selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda.
Persamaan inilah yang menunjukkan orang yang adil tidak berpihak kepada salah seorang yang
berselisih.Adil juga dimaknai sebagai penempatan sesuatu pada tempat yang semestinya. Allah Swt.
dinamai al-‘Adl karena keadilan Allah Swt. adalah sempurna.
Dengan demikian semua yang diciptakan dan ditentukan oleh Allah Swt. Sudah menunjukkan
keadilan yang sempurna. Hanya saja, banyak di antara kita yang tidak menyadari atau tidak mampu
menangkap keadilan Allah Swt. Terhadap apa yang menimpa makhluk-Nya. Karena itu, sebelum
menilai sesuatu itu adil atau tidak, kita harus dapat memperhatikan dan mengetahui segala sesuatu
yang berkaitan dengan kasus yang akan dinilai. Akal manusia tidak dapat menembus semua dimensi
tersebut.Seringkali ketika manusia memandang sesuatu secara sepintas dinilainya buruk, jahat, atau
tidak adil, tetapi jika dipandangnya secara luas dan menyeluruh, justru sebaliknya, merupakan suatu
keindahan, kebaikan, atau keadilan. Tahi lalat secara sepintas terlihat buruk, namun jika berada di
tengah-tengah wajah seseorang dapat terlihat indah. Begitu juga memotong kaki seseorang
(amputasi) terlihat kejam, namun ketika dikaitkan dengan penyakit yang mengharuskannya untuk
dipotong, hal tersebut merupakan suatu kebaikan. Di situlah makna keadilan yang tidak gampang
menilainya.
Allah Swt. Maha adil. Dia menempatkan semua manusia pada posisi yang sama dan sederajat. Tidak
ada yang ditinggikan hanya karena keturunan, kekayaan, atau karena jabatan.Dekat jauhnya posisi
eseorang dengan Allah Swt. hanya diukur dari seberapa besar mereka berusaha meningkatkan
takwanya.Makin tinggi takwa seseorang, makin tinggi pula posisinya, makin mulia dan dimuliakan
oleh Allah Swt., begitupun sebaliknya. Sebagian dari keadilan-Nya, Dia hanya menghukum dan
memberi sanksi kepada mereka yang terlibat langsung dalam perbuatan maksiat atau dosa. Istilah
dosa turunan, hukum karma, dan lain semisalnya tidak dikenal dalam syari’at Islam. Semua manusia
di hadapan Allah Swt. Akan mempertanggungjawabkan dirinya sendiri. Lebih dari itu, keadilan Allah
Swt selalu disertai dengan sifat kasih sayang. Dia memberi pahala sejak seseorang berniat berbuat
baik dan melipatgandakan pahalanya jika kemudian direalisasikan dalam amal perbuatan.
Sebaliknya, Dia tidak langsung memberi catatan dosa selagi masih berupa niat berbuat jahat.
Sebuah dosa baru dicatat apabila seseorang telah benar-benar berlaku jahat.

7. Al-Akhir
Al-Akhir artinya Yang Maha akhir yang tidak ada sesuatu pun setelah Allah Swt. Dia Maha kekal
tatkala semua makhluk hancur, Maha kekal dengan kekekalan-Nya. Adapun kekekalan makhluk-Nya
adalah kekekalan yang terbatas, seperti halnya kekekalan surga, neraka, dan apa yang ada
didalamnya. Surga adalah makhluk yang Allah Swt. ciptakan dengan ketentuan, kehendak, dan
perintah-Nya. Nama ini disebutkan di dalam firman-Nya:

   


    
 
Artinya: “Dialah Yang Awal dan Akhir Yang ¨ahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala
sesuatu “. (Q.S. alhadid/57:3)

Allah Swt. berkehendak untuk menetapkan makhluk yang kekal dan yang tidak, namun kekekalan
makhluk itu tidak secara zat dan tabi’at.Karena secara tabi’at dan zat, seluruh makhluk ciptaan Allah
Swt. adalah fana (tidak kekal). Sifat kekal tidak dimiliki oleh makhluk, kekekalan yang ada hanya
sebatas kekal untuk beberapa masa sesuai dengan ketentuan-Nya. Orang yang mengesakan al-Akhir
akan menjadikan Allah Swt sebagai satu-satunya tujuan hidup yang tiada tujuan hidup selain-Nya,
tidak ada permintaan kepada selain-Nya, dan segala kesudahan tertuju hanya kepada-Nya. Oleh
sebab itu, jadikanlah akhir kesudahan kita hanya kepada-Nya. Karena sungguh akhir kesudahan
hanya kepada Rabb kita, seluruh sebab dan tujuan jalan akan berujung ke haribaan-Nya semata.
Orang yang mengesakan al-Akhir akan selalu merasa membutuhkan Rabb-nya, ia akan selalu
mendasarkan apa yang diperbuatnya kepada apa yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.
Untukhamba-Nya, karena ia mengetahui bahwa Allah Swt. adalah pemilik segala kehendak, hati,
dan niat.
Lampiran 2 : Penilaian

Penilaian Sikap Spiritual

Dilakukan dengan observasi menggunakan jurnal harian


CONTOH
Nama Keterangan
No Waktu Catatan Perilaku Butir Sikap
Peserta didik
1 3/09/2016 zaenal Merokok di kelas Iman Sudah di tindak
lanjuti
2 20/09/2016 Mashuri Mencuri uang di kelas Iman Sudah di tindak
lanjuti

Penilaian Sikap Sosial


Dilakukan dengan observasi menggunakan jurnal harian
No Waktu Nama Peserta didik Catatan Perilaku Butir Sikap Keterangan

1 19/ 09/2016 M. Fahruddin Al memukul akhlak Sudah di tindak


Haddad lanjuti
2 24/09/2016 Oki Zulianto Berkata kotor akhlak Sudah di tindak
lanjuti
3 26/09/2016 Yusril Waktu jam belajar akhlak Sudah di tindak
di kantin lanjuti

Penilaian Pengetahuan :
Soal Uraian (Essay)
Skor penilaian jawaban adalah :
Skor jawaban X 100
Skor maksimal
Soal terlampir

Penilaian Kinerja Untuk KI 4 (Ketrampilan)

Kelas/Semester : X / Ganjil
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Aspek Yang Dinilai Total Skor
No Kelompok
A B C
1.
2.
3.
4

Keterangan:
A = Kemampuan dalam menyampaikan hasil diskusi
B = Kemampuan dalam penggunaan bahasa yang baik
C = Kemampuan mempertahankan argument
I. Penerapan
Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai sikap kalian!
Kurang Tidak
No Pernyataan Setuju
Setuju Setuju
1. Iman kepada Allah cukup dengan mengakui adanya Allah
saja.
2. Tidak apa-apa meninggalkan shalat kalau sekali-kali.
3. Manusia itu harus memiliki keluhuran budi.
4. Orang yang tidak berbudi pekerti luhur belum termasuk
manusia sebenarnya.
5. Tidak apa-apa berbohong, kalau untuk kebaikan kita.
6. Saya tidak akan berbohong, walaupun pahit akibatnya.
7. Tawuran boleh saja, kalau untuk mempertahankan gengsi
sekolah.
8. Saya siap berkorban, demi memberi keamanan untuk
saudara saya.
9. Kegagalan adalah sesuatu yang bias.a
10. Kekayaan adalah hasil kerja keras saya, jadi saya tidak perlu
berbagi.

II. Pilihan Ganda


Berilah tanda silang (X) pada pilihan a, b, c, d, atau e yang sesuai dengan jawaban yang paling tepat!
1.
2. percaya dan yakin kepada Allah dengan sesungguhnya disebut ... .
A. Iman
B. Islam
C. Ihsan
D. Muhsin
E. Muslim
3. Nama-nama Allah yang disebut Asmaul Husna berjumlah ... .
A. 95
B. 96
C. 97
D. 98
E. 99
4. Al-Kariim berarti ... .
A. Maha Pengasih
B. Maha Penyayang
C. Maha Bijaksana
D. Maha Mengetahui
E. Maha Mulia
5. Allah Maha Memberi Keamanan kepada makhluk-Nya, karena Allah memiliki sifat ... .
A. Al-Kariim
B. Al-Mukmiin
C. Al-matiin
D. Al-Akhir
E. Al-Jami’
6. Seseorang yang memiliki pendirian yang teguh dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenaran
adalah orang yang terilhami oleh asma Allah ... .
A. Al-Kariim
B. Al-Mukmiin
C. Al-Matiin
D. Al-Al-Akhiir
E. Al-Jamii’
7. Perilaku koruptor mengindikasikan bahwa mereka tidak mempercayai sifat Allah ... .
A. Al-Matiin
B. Al-Jami’
C. Al-Akhiir
D. Al-Adl
E. Al-Mālik
8. Di antara keteladanan yang dapat dicontoh dari sifat As-Jami’ adalah ... .
A. selalu berusaha untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dengan penuh kedamaian
B. memberikan keleluasaan ke setiap orang untuk menyelesaikan kewajibannya
C. mengajak orang untuk mau melakukan kebaikan sesuai kehendaknya
D. selalu berkata benar dan jujur
E. membiarkan setiap orang untuk berbuat semaunya
9. Perilaku yang tidak termasuk keimanan terhadap sifat Allah Al-Wakiil adalah ... .
A. Mendirikan shalat setiap waktu
B. Ṣadaqah
C. Menyayangi orang tua
D. Membantu orang yang membutuhkan
E. Memiliki keris pusaka untuk kekayaan
10. Allah SWT. mengumpulkan dan menyatukan beberapa makhlukNya yang ada di sawah sehingga
membentuk satu kesatuan ekosistem sawah membuktikan bahwa Allah SWT. bersifat ... .
A. Ar-Wakiil
B. Ar-Jami’
C. Al-Kariim
D. Al-Matiin
E. Al-Akhir
11. Seseorang yang telah meneladani sifat Al-wakiil, akan terlihat dari perilakunya yaitu ....
A. Selalu berusaha dengan optimisme yang tinggi walau terus dihadapkan pada kegagalan.
B. Seorang mu’min harus berupaya menjadi pemaaf segala kesalahan yang dilakukan orang lain
kepadanya
C. Seorang mu’min harus jujur melaksanakan amanah yang dibebankan kepadanya
D. Seorang mu’min harus mampu menjaga keselamatan baik dirinya atau orang lain dari kejahatan dan
kezaliman
E. Seorang pemimpin harus ikhlas dan bertanggungjawab dalam menjalankan kepemimpinananya

III. Uraian
1. Jelaskan pengertian al-Asmaul Husna!
2. Tuliskan 7 al-Asmaul Husnabeserta artinya!
3. Bagaimana caramu untuk dapat meneladani sifat Al-mukmiin dalam kehidupan sehari-hari?
4. Tuliskan satu ayat yang menjelaskan tentang larangan meremehkan orang lain!
5. Jelaskan hikmah beriman kepada Allah melalui pemahaman Asmaul Husnaal-kariim, al-mu’miin, al-
matiin, al-Jami, al-wakiil dan al-adl!

IV. Tugas
Untuk membiasakan kita dalam mengaplikasikan Asmaul Husnadalam kehidupan sehari-hari, susunlah
fortopolio yang merangkum kegiatan kalian selama satu semester ke depan yang meliputi pembuktian yang
menunjukkan prilaku:
1. Keluhuran budi (Kumpulkan 40 lembar penilaian teman/orang tua/guru/saudara terhadap kalian)
Materi penilaian meliputi:
a. Cara bicara
b. Cara bergaul
c. Cara berpakaian
d. Cara menyelesaikan masalah
2. Kokoh pendirian (bukti fisik dapat berupa foto/rekaman video/keterangan saksi)
Hasil Alasan
Tanggal Deskripsi Pendapat
No Masalah (Tetap/Berubah) Perubahan
Kejadian Kejadian Kalian
Pendirian
3. Pemberi rasa aman (bukti fisik dapat berupa foto/rekaman video/keterangan saksi)
Tanggal
No Deskripsi Kejadian Yang Dilakukan Hasil
Kejadian

4. Tawakkal
Susun agenda harian dan pelaksanaannya selama satu semester
Hari Tanggal No Agenda Rencana Pelaksanaan Keterangan
kegiatan Waktu

5. Perilaku adil
Tanggal
No Deskripsi Kejadian Yang Dilakukan Hasil
Kejadian

A. Penilaian Hasil Belajar


Tugas
 Mengumpulkan data (gambar, berita, artikel tentang perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian,
pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku adil)
Observasi
 Mengamati teman sejawat tentang perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan perilaku adil di lingkungan sekolah, rumah maupun masyarakat melalui lembar
pengamatan
 Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat:
- Isi diskusi
- Sikap yang ditunjukkan saat pelaksanaan diskusi dan kerja kelompok

1. Proses
LEMBAR PENGAMATAN PROSES PEMBELAJARAN
Keterampilan Proses
Nama Siswa Mengama Menany Nilai
No Eksplorasi Asosiasi Komunikasi
ti a

1. 1
2. 2

2. Penilaian Diri
Petunjuk: Isilah dengan tanda (v) sesuai dengan kenyataan dan pengalaman kalian secara jujur!
LEMBAR PENILAIAN DIRI
Nama : ……………
Kelas : ……………

Jawaban
No Kriteria
Ya Tidak
1. Saya tidak suka berbohong
2. Saya tidak suka berkata-kata kotor
3. Saya tidak suka mencemooh/menghina teman
4. Saya tidak pernah mengecewakan/melawan orang tua
5. Saya selalu sabar jika didzolimi orang lain
6. Saya tidak gampang terpengaruh orang lain
7. Saya tidak suka tawuran dan pergaulan bebas
8. Saya tidak suka teman yang mempengaruhi orang lain
untuk berbuat perbuatan tercela
9. Saya tidak akan menghajar orang yang menghina teman
saya
10. Saya suka bekerja keras
11. Saya selalu berdoa kepada Allah sebelum melakukan
sesuatu
12. Saya selalu meminta yang terbaik kepada Allah setelah
mendirikan shalat
13. Saya tidak mau memecah belah umat
14. Saya menghargai perbedaan dalam kehidupan
15. Saya selalu berusaha untuk adil
Jumlah (a,b)
Jumlah skor (ax2)+(bx1)
Nilai ((Jml Skor:30)x100)

Portofolio
 Membuat paparan analisis dari hasil observasi tentang perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian,
pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku adil

Tes tulis
 Tes kemampuan kognitif dengan menjawab soal-soal pilihan ganda dan uraian tentang Asmaul Husna
( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’,al-‘adl dan al-akhiir )

No. Butir – butir Soal Kunci Jawaban


1. Jelaskan makna al-Kariim! Al-karim artinya maha mulia
Al-mumin artinya maha memberi
2. Jelaskan makna al-Mu’min!
keamanan
Al-wakiil artinya maha
3. Jelaskan makna al-Wakiil!
menggantikan/mewakili
4. Jelaskan makna al-Matiin! Al-matiin artinya maha kokoh
5. Jelaskan makna al-Jaami’! Al-jami artinya maha mengumpulkan
6. Jelaskan makna al-‘Adl! Al-adl artinya maha adil
7. Jelaskan makna al-akhir! Al-akhir artinya maha akhir/belakangan

Tes lisan
 Mempresantasikan hasil diskusi
Kemampuan
No. Nama Peserta didik Mempresentasikan
1 2 3 4 5
7.Amar1
8.Amir2
9.Umar 3
Dst Dst..........................

Keterangan : Skor Tes lisan :


 Mempresentasikan sangat baik = 80 – 90 = A
 Mempresentasikan baik = 70 – 79 = B
 Mempresentasikan kurang baik = 60 – 69 = C
 Mempresentasikan tidak lancar = 50 – 59 = D
 Tidak dapat mempresentasikan = kurang dari 50 = E