Anda di halaman 1dari 5

Love Pink Cancer Bra : inovasi pendeteksi dan terapi kanker payudara

Masalah : Penyakit kanker payudara semakin meningkat


Kanker payudara adalah nama lain dari penyakit tumor ganas. Kanker merupakan suatu
penyakit yang angat menakutkan karena penyakit ni dapat mengakibatkan kematian. Payudara
terdiri dari berbagai jaringan kelenjar yang mencakup jaringan ikat,kelenjar susu dan lemak.
Selama kehamilan, kelenjar susu akan memproduksi yang digunakan untuk sebagai makanan
untuk bayi. Akan tetapi jika sel dalam kelenjar susu menalami pembelahan yang terjadi secraa
tidak terkendali maka sel sel tersebut akan dapat mengakibatkan tumor jinak atau tumor ganas.
Kanker payudara adalah tumor ganas yang berkembangbiak di dalam payudara.
Kemungkinanlain yang dapat menyebabkan kanker payudara yaitu karena adanya riwayat
genetik, penggunaan alat kontrasepsi, terapi pengganti hormon wanita, makanan yang kaya
akan kandungan lemak dan juga kurangnya olahraga.

Penderita kanker payudara 99% terjadi pada wanita. Kebanyakan penderita kanker
payudara terjadi pada wanita yang berusia antara 30-40 tahun. Akan tetapi pada saat ini karena
beberapa faktor penderita penyekit kanker payudara meningkat pada kaum usia muda. Hal ini
dikarenakan beberapa faktor seperti pola diet yang salah, tekanan hidup dan beberapa faktor
lain. Penderita kanker payudara ini biasanya ditandai dengan munculnya benjolan dipayudara.
Benjolan tersebut memiliki tekstur yang keras dengan batsan yang tidak jelas dan
permukaanyya tidak rataselain munculnya benjolan juga terdapat beberapa ciri kanker
payudara yang dapat dikenali :

1. Terjadi perubahan ukuran,tampilan dan bentuk payudara


2. Puting mengalami perubahan bentuk
3. Terjadi rasa sakit pada payudara
4. Puting mengeluarkan cairan bening,kuning, berwarna cokelat
5. Puting memerah dan terjadi pembengkakan
6. Terdapat bengkak disekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah
bening.
7. Pembuluh vena terlihat disekitar payudara sehingga urat ut=rat tampak dengan jelas.

Pada saat ini terapi yang sering digunakan yaitu..... kelemahan....

Terdapat 5 tipe terapi standar yang dapat dilakukan dokter sebagai obat kanker payudara, di
antaranya:

1. Pembedahan
 Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
 Mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker.
 Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi), yaitu mengangkat
seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening di bawah ketiak, sepanjang
otot pada dada, dan terkadang sebagian otot dinding dada.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah terapi kanker dengan menggunakan sinar X bertenaga tinggi yang
ditargetkan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi
ini umumnya dilakukan secara teratur bagi wanita yang berisiko tinggi setelah menjalani
prosedur mastektomi.

3. Kemoterapi

Kemoterapi, yaitu terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk menghambat


pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk
mengecilkan tumor sebelum diangkat. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah
pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

4. Terapi hormon

Terapi hormon adalah terapi kanker dengan menghambat kerja hormon dan mencegah
perkembangan sel kanker. Terapi ini efektif hanya pada kanker pada payudara yang sensitif
terhadap hormon. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tipe kanker
di payudara Anda.

5. Terapi target

Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk
mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal.
Terapi ini antara lain:

 Antibodi monoklonal
 Penghambat tirosin kinase
 Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)

Terapi yang digunakan dapat berupa kombinasi dari beberapa terapi. Konsultasikan dengan
dokter Anda untuk pilihan terapi yang tepat untuk Anda.

 Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk
atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi
karena tertarik oleh benjolan.

Oleh karena itu disini kita ingin mengembangkan suatu inovasi yang berbasis pada
teknologi yaitu berupa alat yang dapat digunakan sebagai terapi kankerpayudara. Selain
sebagai terapi alat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi kanker dan juga melihat
perkembangan kankerpayudara. Alat ini bernama Love Pink Cancer Bra. Ini merupakan sebuah
alat berupa bra yang dilengkapi dengan sensor yang terhubung dengan sistem android. Alat ini
dapat digunakan sebagai alat terapi karena dalam bra terdapat sinar x yang memiliki tegangan
tinggi sehingga dapat meghambat atau mematikan pertumbuhan sel kanker. Untuk melihat
perkembangan sel kanker alat ini juga dilengkapi dengan android yang beraplikasi dengan
nama lovepink. Dimana aplikasi ini memiliki kode pasword sesuai dengan kode bra. Dalam
bra terdapat sensor yang fleksibel yang dilengkapi dengan teknologi IOE. Mekanisme kerjanya
seperti dengan USG.Dalam hal ini terjadi radiasi secara interna, yaitu dengan pemberian radiasi
ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Cara penggunaan
Tinggal dipakai pada umumnya
Bahan inovasi dari apa ?
Bh terbuat dari
5 apek financial gimana ?
Sosial
Financial
Natural
Fisikal : pembuatan susah, pengetahuan biologi, teknik dll

Kelemahan dan kekurangan ?


Klikdokter.com, Jakarta Sinar-X atau sinar rontgen umumnya digunakan sebagai salah satu
metode penunjang untuk mengetahui penyakit yang diderita pasien. Tahukah Anda bahwa sinar
ini juga digunakan sebagai radioterapi untuk mengobati kanker?

Sinar-X ditemukan pada tahun 1896 oleh profesor Wilhelm Röntgen, seorang ahli fisika dari
German. Penemuannya ini merupakan sebuah revolusi dalam dunia ilmiah.
Beberapa minggu berselang, Emil Grubbé, seorang mahasiswa kedokteran di Chicago
menggunakan radiasi sinar-X untuk mengobati kanker. Tiga tahun kemudian, dua orang dokter
Swedia menggunakan radiasi sinar-X tersebut untuk menyembuhkan beberapa kasus kanker di
daerah kepala dan leher.

Lantas, hasil temuan tersebut membuahkan penghargaan Nobel untuk Profesor Röntgen pada
tahun 1901.

Sinar-X untuk Atasi Kanker

Penggunaan sinar-X untuk mengatasi kanker disebut dengan radioterapi. “Sekitar 60% dari
seluruh pasien kanker akan menjalani radioterapi sebagai bagian dari penanganan penyakitnya,”
kata dr. Kartika Erida Brohet, SpOnk-Rad dari Departemen Radioterapi RSCM.

Dalam radioterapi, radiasi berenergi tinggi akan memicu kematian sel kanker. Jaringan sekitar
yang sehat juga akan mengalami kerusakan sel. Namun, sel-sel ini nantinya akan dapat
memperbaiki dirinya sendiri dan berfungsi normal kembali.
Radioterapi dapat diberikan dengan tujuan kuratif, yaitu untuk menyembuhkan pasien, atau
untuk tujuan paliatif, yaitu memperbaiki kualitas hidup dengan mengurangi rasa nyeri atau
perdarahan.

Untuk tujuan kuratif, radioterapi dapat digunakan sebagai terapi tunggal maupun kombinasi
dengan kemoterapi. Radioterapi juga bisa dilakukan sebelum pembedahan agar kanker
mengecil, sehingga lebih mudah diangkat (terapi neoajuvan). Atau, setelah pembedahan untuk
menghancurkan sisa-sisa sel kanker (terapi ajuvan).

“Pada tahun 2016, di Departemen Radioterapi RSCM, radioterapi banyak digunakan untuk kasus
kanker serviks (25%), diikuti kanker payudara (16%) dan kanker nasofaring (11%). Sisanya,
kanker otak (8%), paru dan bronkus (6%), laring (3%) serta kanker lainnya,” tambah dr. Kartika.
Berikut adalah beberapa jenis radioterapi berdasarkan cara pemberiannya:

 Radiasi eksterna, yaitu bila sumber radiasi berada di luar tubuh dan memiliki jarak tertentu
dengan kanker/penyakit yang akan diterapi. Cara ini paling sering dilakukan pada pasien kanker.
 Stereotactic radiosurgery, yaitu radioterapi dalam sekali pemberian dengan dosis dan tingkat
akurasi yang tinggi, sehingga menyerupai pembedahan.
 Brakiterapi, yaitu bila sumber radiasi didekatkan ke lokasi kanker/penyakit.
 Radiasi interna, yaitu pemberian radiasi ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Radioterapi memiliki efek samping, yang paling sering muncul adalah perih pada kulit, mulut
kering, kelelahan dan rambut rontok. Keluhan-keluhan ini umumnya akan membaik dalam
beberapa hari hingga minggu setelah pengobatan selesai.
Meski jarang, radioterapi juga dapat menimbulkan efek samping jangka panjang. Pada kasus-
kasus penyinaran di area panggul dan kelamin, radioterapi dapat mengganggu kesuburan
secara permanen.

Saat ini, radioterapi untuk pengobatan kanker tidak hanya menggunakan radiasi sinar-X saja.
Tetapi juga dapat menggunakan radiasi sinar gamma atau partikel (sinar beta, alfa, atau
lainnya). Pemilihan tipe radiasi yang digunakan bergantung pada jenis kanker yang akan diobati.