Anda di halaman 1dari 12

Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

Pengaruh Perbedaan Tetap Dan Perbedaan Waktu


Terhadap Pajak Penghasilan Terhutang

Tuti Herawati
Dosen STIE STEMBI – Bandung Business School

Abstrak
Pengaruh Perbedaan tetap dan Perbedaan waktu terhadap pajak penghasilan
terutang. Parsial, perbedaan tetap berpengaruh positif signifikan terhadap
pajak penghasilan terutang. Penyesuaian fiskal terdapat penyesuaian positif
dan penyesuaian negatif. Kenaikan pajak penghasilan terhutang disebabkan
perbedaan tetap yang terjadi adalah lebih besar penyesuaian positif yaitu
bersifat menambah penghasilan dan mengurangi biaya-biaya komersial.
Perbedaan waktu berpengaruh negative signifikan terhadap pajak penghasilan
terutang. penyesuaian fiskal terdapat penyesuaian positif dan penyesuaian
negatif. Penurunan pajak penghasilan terutang disebabkan perbedaan waktu
yang terjadi adalah lebih besar penyesuaian negatifnya yaitu bersifat
mengurangi penghasilan dan menambah biaya-biaya komersial..

Kata Kunci : Perbedaan Tetap, Perbedaan Waktu, Pajak Penghasilan Terutang.

PENDAHULUAN sesuai dengan data-data yang diperoleh dari


Reformasi perpajakan (Tax Reform) penyelenggaraan pembukuan dan pencatatan
meliputi 2 aspek utama , yaitu perumusan dan (sekurang-kurangnya mengenai harta,
pembuatan peraturan perundang-undangan kewajiban, modal, penghasilan dan biaya)
pajak dan penyempurnaan administrasi pajak dengan memperhatikan itikad baik dan
dalam rangka meningkatkan kepastian konsisten serta mencerminkan kegiatan
hukum, memberikan kemudahan pelayanan usaha yang sebenarnya. ( Pasal 28 UU KUP no.
kepada masyarakat wajib pajak. Reformasi 16 tahun 2009). Berdasarkan ketentuan pasal
yang dilakukan pemerintah telah mengalami tersebut, SPT tahunan pajak penghasilan
lima tahap reformasi yaitu tahun 1983, 1994, harus diisi sesuai dengan laporan keuangan
1997, 2000 dan 2007/2008. (Achmad fiskal dan harus dilampirkan dalam SPT
Tjahyono & Fakhri, 2009 ; 38). tahunan tersebut. Hal ini menjadi dilemma
Wajib pajak yang telah memiliki NPWP bagi wajib pajak pada saat harus
(Nomor Pokok Wajib Pajak) diwajibkan untuk menyampaikan SPT tahunan karena wajib
menghitung, mengisi, dan menandatangani pajak dalam kegiatan usahanya menyusun
serta menyampaikan Surat pemberitahuan laporan keuangan berdasarkan Standar
Pajak (SPT) Tahunan mengenai pajak akuntansi keuangan (PSAK) sementara yang
penghasilan ke kantor pelayanan pajak (KPP) harus dilampirkan dalam SPT tahunan
tempat wajib pajak terdaftar atau dikukuhkan tersebut adalah laporan keuangan yang sesuai
atau tempat lain yang ditentukan oleh dengan undang-undang perpajakan dan
Direktorat jenderal pajak ( Pasal 2 ayat (1) sd aturan pelaksanaannya. Untuk menjembatani
(8) UU KUP no. 16 tahun 2009).Surat hal tersebut maka wajib pajak harus
pemberitahuan pajak (SPT) Tahunan melakukan rekonsiliasi pajak dengan cara
tersebut diisi dengan lengkap dan benar melakukan penyesuaian atas perbedaan-

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 29


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

perbedaan yang terjadi dalam perlakuan 2. Penghasilan yang tidak diakui dalam
akuntansi komersial dan akuntansi fiskal akan laba usaha oleh komersial tetapi
tetapi tidak menimbulkan kewajiban untuk diakui akuntansi fiskal:
membuat proses akuntansi tersendiri. Sumbangan/hibah dari pihak-pihak
Sehingga penyusunan laporan keuangan yang mempunyai hubungan usaha,
komersial maupun fiskal diproses dengan pekerjaan, kepemilikan dan
satu proses akuntansi yang sama yaitu penguasaan.
akuntansi komersial, sedangkan untuk 3. Biaya yang diakui oleh akuntansi
kepentingan pajak, laporan keuangan komersial sebagai pengurang
komersial disesuaikan dengan peraturan penghasilan tetapi tidak diakui oleh
undang-undang pajak dan aturan akuntansi fiskal, yaitu;
pelaksanaannya yang dikenal dengan nama a. Tunjangan karyawan berupa
rekonsiliasi fiskal.(Achmad Tjahyono & pemberian fasilitas kendaraan,
Fakhri, 2009 ; 38) perumahan, dan sebagainya yang
berbentuk natura atau
kenikmatan.
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS b. Biaya entertainment yang tidak
dilampiri dengan daftar
Penyebab Selisih antara Akuntansi nominalnya.
Komersial Dan Akuntansi Pajak c. Biaya bunga atas pinjaman kepada
Sesuai dengan sistem self assessment bank, dimana pinjaman tersebut
bahwa setiap wajib diwajibkan mengisi dan digunakan untuk membeli
menyerahkan surat pemberitahuan pajak sertifikat deposito yang terkena
(SPT) tahunan dengan dilengkapi laporan PPh final.
keuangan sebagai informasi mengenai laba d. Biaya pemeliharaan kendaraan
yang merupakan objek pajak. Namun yang boleh dibawa pulang oleh
demikian ada kalanya jumlah laba yang karyawan.
dihasilkan oleh proses akuntansi komersial e. Biaya perjalanan dinas dalam
berbeda dengan laba usaha kena pajak bentuk Lumpsum, yang tidak
menurut aturan perpajakan. diakui sebagai penghasilan dari
Menurut Achmad Cahyono (2009; 555) karyawan yang bersangkutan.
perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya f. Biaya sumbangan yang diberikan
pos-pos rekening pendapatan dan biaya yang untuk 17 Agustusan di kelurahan
boleh diakui menurut akuntansi komersial atau instansi lainnya.
dan menurut akuntansi fiskal tidak diakui . g. Biaya berupa denda pajak
berikut perbedaan dalam pengakuan h. Pengeluaran yang tidak didukung
pendapatan dan biaya menurut komersial dengan bukti yang memadai
dan fiskal: i. Adanya perbedaan dalam
1. Penghasilan yang diakui dalam laba kebijakan akuntansi.
usaha oleh akuntansi komersial,
tetapi tidak diakui/atau dihitung
sebagai penghasilan dalam laba usaha Undang-undang Pajak Penghasilan No
kena pajak. Jenias penghasilanini 36 Tahun 2008 yang berlaku 1 Januari 2009,
termasuk dalam kelompok mengatur beban yang boleh dibiayakan diatur
penghasilan yang dikenakan pajak dalam Pasal 6 Undang-undang penghasilan,
bersifat final, misalnya; penghasilan sebagai mana dimaksud Pasal 6 ayat 1 terdiri
berupa bunga bank, penghasilan dari dari :
hadiah undian, keuntungan dari 1. Besarnya penghasilan kena pajak bagi
penjualan penyertaan saham di pasar wajib pajak dalam negeri dan bentuk
modal. usaha tetap, ditentukan berdasarkan
penghasilan bruto dikurangi biaya

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 30


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

untuk mendapatkan, menagih, dan 1. Telah dibebankan sebagai


memelihara penghasilan, termasuk : biaya dalam laporan laba
a. Biaya yang secara langsung atau rugi komerisal
tidak langsung berkaitan dengan 2. Wajib pajak harus
kegiatan usaha, antara lain : menyerahkan daftar piutang
1. Biaya pembelian bahan yang tidak dapat ditagih
2. Biaya berkenaan dengan kepada Direktorat Jendral
pekerjaan atau jasa pajak
termasuk upah, gaji, 3. Telah diserahkan perkara
honorarium, bonus, penagihannya kepada
gratifikasi, dan tunjangan Pengadilan Negeri atau
yang diberikan dalam Instansi Pemerintah yang
bentuk uang. menangani piutang negara,
3. Bunga, sewa, dan royalti. atau adanya perjanjian
4. Biaya perjalanan. tertulis mengenai
5. Biaya pengolahan limbah. penghapusan
6. Premi asuransi. piutang/pembebasan utang
7. Biaya promosi dan penjulan antara kreditur dan debitur
yang diatur dengan atau yang bersangkutan, atau
berdasarkan Peraturan telah dipublikasikan dalam
Menteri Keuangan. penerbitan umum atau
8. Biaya administrasi. khusus atau adanya
9. Pajak kecuali pajak pengakuan dari debitur
penghasilan. bahwa utangnya telah
b. Penyusutan atau pengeluaran dihapuskan untuk jumlah
untuk memperoleh harta berwujud tertentu.
dan amortisasi atas pengeluaran 4. Syarat sebagaimana
untuk memperoleh hak dan atas dimaksud pada angka 3 tidak
biaya lain yang mempunyai masa brlaku untuk penghapusan
manfaat lebih dari 1 (satu) tahun piutang tak tertagih debitur
sebagaimana dimaksud pasal 11 kecil sebagaimana dimaksud
dan 11A dalam pasal 4 ayat (1) hurup
c. Iuran kepada dana pensiun yang k, yang pelaksanaannya
pendiriannya telah disahkan oleh diatur lebh lanjut dengan
Menteri Keuangan atau berdasarkan Peraturan
d. Kerugian karena penjualan atau Menteri Keuangan.
pengalihan harta yang dimiliki dan i. Sumbangan dalam rangka
digunakan dalam perusahaan atau penanggulangan bencana nasional
yang dimiliki untuk mendapatkan, yang ketentuannya diatur dengan
menagih dan memelihara Peraturan Pemerintah
penghasilan. j. Sumbangan dalam rangka
e. Kerugian selisih kurs mata uang penelitian dan penembangan yang
asing dilakukan di Indonesia yang
f. Biaya penelitian dan ketentuannya diatur dengan
pengembangan perusahaan yang Peraturan Pemerintah
dilakukan di Indonesia k. Biaya pembangunan infrastruktur
g. Biaya beasiswa, magang, dan sosial yang ketentuannya diatur
pelatihan dengan Peraturan Pemerintah,
h. Piutang yang nyata-nyata tidak l. Sumbangan fasilitas pendidikan
dapat ditagih dengan syarat : yang ketentuannya diatur dengan
Peraturan Pemerintah

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 31


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

m. Sumbangan dalam rangka yang jumlahnya melebihi kewajaran


pembinaan olahraga yang (pasal 9 aya 1 (UU PPh).
ketentuannya diatur dengan 4. Biaya yang digunakan untuk
Peraturan Pemerintah. mendapatkan penghasilan yang bukan
objek pajak dan penghasilan yang telah
Sementara Pasal 6 ayat 2 Undang- dikenakan PPh bersifat final.
undang Pajak Penghasilan No. 36 tahun 2008 5. Penggantian sehubungan dengan
mengatur tentang kerugian yang bisa pekerjaan atau jasa yang diberikan
dikompensasi ke tahun pajak berikutnya, dalam bentuk natura.
lebih jelasnya berbunyi sebagai berikut 6. Sanksi perpajakan.
”Apabila penghasilan bruto setelah
pengurangan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) didapat kerugian, kerugian tersebut 2. Beda Waktu/Sementara
dikompensasikan dengan penghasilan mulai Perbedaan temporer dimaksud sebagai
tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai perbedaan atara dasar pengenaan pajak (tax
dengan 5 (lima) tahun. base) dari suatu aset atau kewajiban dengan
nilai tercatat pada aset atau kewajiban yang
Rekonsiliasi Fiskal berakibat pada perubahan laba fiskal periode
Rekonsiliasi fiskal adalah proses mendatang. Terjadinya perubahan tersebut
penyesuaian atas laba usaha menurut dapat bertambah (future taxable amount) atau
akuntansi komersial dalam rangka berkurang (future deductible amount) pada
menghitung besarnya laba usaha kena pajak saat aset dipulihkan atau kewajiban
(Achmad Cahyono, 2009;562). Perbedaan dilunasi/dibayar. Perbedaan ini berakibat
dalam pengakuan penghasilan dan biaya harus diakuinya aset dan/atau kewajiban
menurut akuntansi komersial dan fiskal serta pajak tangguhan (Waluyo, 2010 : 234)
perbedaan kebijakan akuntansi dapat Beda waktu biasanya timbul karena
dikelompokkan ke dalam 2 kategori yaitu perbedaan metode yang dipakai antara pajak
perbedaan tetap dan perbedaan sementara dengan akuntansi dalam hal (Sukrisno Agoes
yaitu: & Estralita Trisnawati, 2010 : 219):
1. Beda tetap/Permanen 1. Akrual dan realisasi
Perbedaan tetap (permanent difference) 2. Penyusutan dan amortisasi
timbul sebagai akibat adanya perbedaan 3. Penilaian persedian
pengakuan beban dan pendapatan antara 4. Kompensasi kerugian fiskal.
pelaporan komersian dan pajak/fiskal. Akibat
dari peredaan ini berakibat juga pada laba Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh Wajib
komerisal dan laba fiskalsebagai dasar Pajak yang pembukuannya menggunakan
menghitung pajak yang terutang, (Waluyo, pendekatan akuntansi komersial, yang
2010 : 234). Beda tetap biasanya timbul bertujuan mempermudah mengisi Surat
katena peraturan perpajakan mengharuskan Pemberitahuan Tahunan PPh, dan menyusun
hal-hal berikut dikeluarkan dari perhitungan laporan keuangan fiskal yang harus
pajak penghasilan kena pajak (Sukrisno Agoes dilampirkan pada saat menyampaikan SPT
& Estralita Trisnawati, 2010 : 218) : Tahunan PPh.
1. Penghasilan yang telah dikenakan PPh Koreksi fiskal dapat berupa koreksi
bersifat final (pasal 4 ayat (2) UU PPh positif dan negatif. Koreksi postif terjadi
2. Penghasilan yang bukan objek pajak apabila laba menurut fiskal bertambah,
(pasal 4 ayat (3) UU PPh) koreksi positif biasanya dilakukan akibat
3. Pengeluaran yang tak berhubungan adanya :
langsung dengan kegiatan usaha, yaitu 1. Beban yang tidak diakui oleh pajak
mendapatkan, menagih, dan memlihara (non-deductible expense)
penghasilan serta pengeluaran yang 2. Penyusutan komersial lebih besar dari
sifatnya pemakaian penghasilan atau penyusutan fiskal

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 32


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

3. Amortisasi komersial lebih besar dari penghasilan yang terhutang yang didasarkan
amortisasi fiskal kepada undang-undang pajak penghasilan no.
4. Penyesuaian fiskal postif lainnya. 7 tahun 1983 sebagaimana telah beberapa
kali diubah terakhir dengan undang-undang
Koreksi negatif terjadi apabila laba no. 36 tahun 2008 adalah sebagai berikut:
menurut fiskal berkurang. Koreksi negatif
biasanya dilakukan akibat adanya (Sukrisno Tabel 1
Agoes & Estralita Trisnawati, 2010 : 219) : Perhitungan pajak penghasilan terhutang
1. Penghasilan yang tidak termasuk objek 1. Jumlah seluruh penghasilan Pasal 4 ayat (1)
pajak 2. (-) Penghasilan yang tidak objek Pasal 4 ayat (3)
pajak penghasilan
2. Penghasilan yang dikenakan PPh bersifat 3. (=) Penghasilan Bruto (1-2)
final 4. (-) Biaya fiskal dapat
dikurangkan
Pasal 6 ayat (1)
Pasal 11, 11A
3. Penyusutan komersial lebih kecil (+/- Pasal 9 ayat (1) & (2)
) (Koreksi biaya fiskal tidak
daripada penyusutan fiskal dapat dikurangkan)
4. Amortisasi komersial lebih kecil 5.
6.
(=)
(-)
Penghasilan netto
Kompensasi kerugian (bila
(3-4)
Pasal 6 ayat (2)
daripada amortisasi fiskal 7. (-) ada) Pasal 7 ayat (1)
Penghasilan tidak kena pajak
5. Penghasilan yang ditangguhkan (WP perseorangan)
pengakuannya 8.
9.
(=)
(X)
Penghasilan kena pajak
Tarif
(5-6-7)
Pasal 17
6. Penyesuaian fiskal negatif lainnya. 10. (=) Pajak penghasilan terhutang (8 x 9)
11. (-) Kredit Pajak Pasal 21 (wp pribadi)
pasal 22,23,24,25.
12. (=) Pajak penghasilan lebih (10 –11)
bayar/kurang bayar/nihil Pasal 28,28A,29
Pajak Penghasilan Terutang
Pengasilan Kena Pajak (taxable income)
merupakan laba yang dihitung berdasarkan
Hubungan Antar Perbedaan Tetap dan
peraturan perpajakan yang berlaku, yaitu
Perbedaan Sementara terhadap
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983
Perubahan Penghasilan Kena Pajak
sebagaimana yang telah diubah terakhir kali
Untuk menyusun laporan keuangan
dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun
fiskal diperlukan proses rekonsiliasi.
2008 tentang Pajak penghasilan beserta
Rekonsilisasi itu sendiri menurut Muhammad
peraturan pelaksanaannya.
Zein (2007 : 221) adalah ‘Rekonsilisasi
Untuk menghitung Penghasilan Kena
penyesuaian antara laporan keuangan
Pajak, minimal ada lima komponen yang perlu
komersial dengan laporan keuangan fiskal
diperhatikan sebagai berikut (Erly Suandy,
melalui perbedaan permanen dan perbedaan
2011 : 82):
sementara atau koreksi fiskal positif dan
1. Penghasilan yang menjadi objek
koreksi fiskal negatif’. Rekonsiliasi ini
2. Penghasilan yang dikecualikan sebagai
dibutuhkan karena adanya perbedaan
objek pajak
permanen dan perbedaan sementara.
3. Penghasilan yang pajaknya dikenakan
Perbedaan permanen disebabkan oleh
secara final
kebijakan ekonomi atau Dewan Perwakilan
4. Biaya yang boleh dikurangkan dari
Rakyat yang menghendaki penghapusan
penghasilan bruto
ketentuan peraturan perundang-undangan
5. Biaya yang tidak boleh dikurangkan
perpajakan yang memberatkan salah satu sub
dari penghasilan bruto.
sektor perekonomian, sedangkan perbedaan
sementara disebabkan karena perbedaan
Menurut Muhammad Zain (133-
waktu pengakuan pendapatan, biaya, dan
134;2007), untuk dapat mengelola pajak
beban yang bersifat sementara. Setelah
penghasilan agar dapat beban pajak yang
dilakukan rekonsiliasi maka akan didapatkan
paling efisien, mutlak diperlukan
penghasilan kena pajak (PKP). PKP ini akan
pengetahuan yang cukup tentang bagaimana
dikalikan dengan tarif pajak sehingga
menghitung pajak penghasilan yang
didapatkan pajak terhutang. Dapat kita
terhutang. Formula perhitungan pajak

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 33


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

pahami bahwa perbedaan tetap dan cara penelitian akan dilakukan. Adapun
perbedaan waktu akan mempengaruhi Pajak keenam bagian tersebut, yakni diantaranya:
penghasilan terutang, sehingga terjadi desain penelitian, operasionalisasi variabel,
perubahan pajak penghasilan terutang teknik pengambilan sampel, teknik
menurut akuntansi komersial dibandingkan pengumpulan data, metode analisis, dan
dengan akuntansi fiskal. Hal ini dapat dilihat jadwal penelitian.
dari tabel perhitungan pajak penghasilan Dalam penelitian ini objek yang akan
terutang menurut aturan perpajakan. diteliti adalah Rekonsiliasi Fiskal yang terdiri
Berdasarkan uraian tersebut diatas dari perbedaan tetap dan perbedaan waktu
maka dapat digambarkan paradigma terhadap pajak penghasilan terutang.
penelitiannya sebagai berikut: Sementara metode yang digunakan, dalam
penelitian ini ke dalam metode penelitian
studi kasus. Menurut Sugiyono (2006:7)
penelitian survey adalah penelitian yang
dilakukan pada populasi besar maupun kecil,
tetapi data yang dipelajari adalah data dari
sampel yang diambil dari populasi tersebut,
sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif,
distribusi, dan hubungan-hubungan antar
Gambar 1. variabel sosiologis maupun psikologis.
Paradigma penelitian Desain penelitian meliputi: tujuan
studi, tipe hubungan variabel, setting
Hipotesis Penelitian penelitian, unit analisis, horison waktu, skala
Berdasarkan kerangka pemikiran dan pengukuran dan metode pengujian data yang
identifikasi masalah makapenulis mengajukan dirancang untuk menjawab masalah atau
hipotesis sebagai berikut: pertanyaan penelitian. (Nur dan Bambang,
1. Terdapat pengaruh antara Perbedaan 2002:108)
tetap terhadap Selisih pajak penghasilan Peneliti menggambarkan tujuan
terutang. penelitian berdasarkan pada tingkat
2. Terdapat pengaruh antara perbedaan eksplanasi atau tingkat penjelasan. Menurut
waktu terhadap selisih pajak tingkat eksplanasi, maksud penelitian
penghasilan terutang. dilakukan untuk menjelaskan kedudukan
variabel-variabel yang diteliti serta hubungan
OBYEK DAN METODE PENELITIAN antara satu variabel dengan variabel lain
Objek dalam penelitian ini adalah (Sugiyono, 2012:10-11). Dalam hal ini,
variable yang diteliti yaitu, Perbedaan Tetap peneliti memiliki dua tujuan dalam penelitian
(variable X1), Perbedaan Waktu (variable X2) yang akan dilakukan, yakni diantaranya
dan perubahan Pajak Penghasilan Terutang berupa studi deskriptif dan studi asosiatif.
(variable Y), adapun subjek penelitian ini Menurut Sekaran dalam Nur dan Bambang
dilakukan pada perusahaan yang bergerak (2002:88), studi deskriptif membantu
dibidang Civil engineering, menyediakan jasa peneliti untuk menjelaskan karakteristik
menggambar teknik berbasis mekanikal. subyek yang diteliti, mengkaji berbagai aspek
Gambar dalam format AutoCAD termasuk dalam fenomena tertentu, dan menawarkan
RAB desain interior dan furniture dan ide masalah untuk pengujian atau penelitian
manufaktur. selanjutnya. Menurut penjelasan Sugiyono
Metode penelitian yang digunakan (2012:28), bahwa bentuk permasalahan
penulis sebagai alat dalam memperoleh hasil yang dikemukakan dalam penelitian
penelitian yang sistematis dan ilmiah. Metode deskriptif merupakan suatu permasalahan
penelitian yang akan digunakan terdiri dari 6 yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap
bagian. Keenam bagian tersebut akan keberadaan variabel mandiri, baik hanya
menggambarkan dan menjelaskan bagaimana pada satu variabel atau lebih (variabel yang

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 34


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

berdiri sendiri). Studi asosiatif atau penelitian dan perbandingan construct yang diukur
korelasional bertujuan untuk menentukan (Nur dan Bambang, 2002:101). Angka pada
apakah terdapat asosiasi antara dua variabel skala rasio menunjukkan nilai sebenarnya
atau lebih, serta seberapa jauh korelasi yang dari objek yang diukur (Mohammad,
ada di antara variabel yang diteliti. 1988:160). Ini merupakan yang tertinggi di
Sedangkan bentuk permasalahan yang antara keempat skala karena memiliki titik
dikemukakan dalam penelitian asosiatif, awal nol yang khas (bukan titik awal yang
Sugiyono (2012:29) menjelaskan bahwa berubah-ubah) dan mencakup semua sifat
permasalahan asosiatif adalah suatu dari ketiga skala lainnya (Sekaran, 2006:20).
pertanyaan penelitian yang bersifat Dalam penelitian ini rentang waktunya
hubungan antara dua variabel atau lebih. adalah dari tahun 2008 sampai 2012.
Tipe hubungan antar variabel yang
akan diteliti bersifat hubungan sebab akibat. Operasional Variabel
Hubungan sebab akibat, yang menjelaskan Dalam penelitian ini, variabel terikat
pengaruh variabel independen terhadap (Y) adalah perubahan Pajak penghasilan
variabel dependennya (Nur dan Bambang, terutang dan variable bebas adalah (X1)
2002:108). Peneliti akan mencoba Perbedaan Tetap dan (X2) Perbedaan waktu.
menjelaskan hubungan variabel independen Untuk memahami dan menetukan data yang
yang menjadi sebab terhadap variabel akan digunakan selama penelitian yang
dependen yang menjadi akibat. digunakan sebagai alat ukut, maka variabel-
Lingkungan (setting) penelitian variabel tersebut dapat dioperasionalisasikan
berjenis alamiah dengan menggunakan seperti terlihat dalam lampiran 1.
pendekatan studi lapangan. Pengertian Penelitian ini bersifat time series dari
alamiah tersebut didasarkan pada tingkat tahun 2008 dan 2012, keseluruhan data yang
invervensi peneliti yang minimal, yakni digunakan dalam penelitian ini yaitu data
mempelajari peristiwa sebagaimana adanya sekunder, berupa laporan keuangan
(Sekaran, 2006:66). Studi lapangan komersial dan laporan keuangan fiskal, dari
merupakan tipe penelitian yang menguji PT. X di bandung yang begerak pada bidang
hubungan korelasional antar variabel dengan civil engineering
kondisi lingkungan penelitian yang natural Teknik pengumpulan data yang
dan tingkat keterlibatan peneliti yang digunakan penulis dalam penelitian ini
minimal (Nur dan Bambang, 2002:92). adalah:
Unit analisis dalam penelitian ini 1. Data sekunder
adalah perusahaan, unit analisis merupakan Data yang didapat dari sumber kedua.
tingkat agregasi data yang dianalisis, antara Dalam penelitian ini, data sekunder di
lain meliputi: individual, kelompok, dapat dari laporan keuangan.
organisasional, perusahaan, industri atau 2. Penelitian Kepustakaan
negara (Nur dan Bambang, 2002:108). Teknik ini dilakukan baik secara library
Horison waktu yang digunakan dalam reseach maupun internet reseach untuk
penelitian ini bersifat time series. Studi time menambah wawasan dan informasi
series menganalisis perbandingan data tentang masalah yang dikaji, yang
beberapa periode waktu dari subyek dilaksanakan dengan maksud untuk
penelitian tertentu (Nur dan Bambang, memperoleh data-data pendukung yang
2002:108). berfungsi sebagai tinjauan pustaka guna
Skala pengukuran variabel mendukung data-data sekunder yang
menggunakan skala rasio. Skala rasio adalah diperoleh dari objek penelitian serta
skala interval dan memiliki nilai dasar (based referensi-referensi lainnya yang
value) yang tidak dapat dirubah (Imam, berkaitan dengan penelitian ini.
2008:4). Skala rasio menggunakan nilai 3. Penelitian Lapangan
absolut dan merupakan skala pengukuran Penelitian lapangan ini dilakukan dengan
yang menunjukkan kategori, peringkat, jarak mendapatkan, mempelajari dan

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 35


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

menganalisa dokumen atau catatan-


catatan perusahaan yang berhubungan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
dengan penelitian ini. Dengan menggunakan bantuan
program SPSS versi 16 for Windows, maka
Setelah memperoleh data, kemudian diperoleh hasil koefisien regresi (β) untuk
selanjutnya akan dihitung dengan setiap variabel yang nantinya diterapkan
menggunakan analisis regresi berganda dalam persamaan regresi . Nilai koefisien
(multiple regression analysis) yaitu metode regresi (β) dapat dilihat dari nilai
yang digunakan untuk menguji pengaruh dua Unstandardized Coefficients B yang dihasilkan
atau lebih variabel independen terhadap oleh program SPSS versi 16 for Windows.
variabel dependen dengan skala pengukuran Adapun bentuk persamaan regresi
interval atau rasio dalam suatu persaman berdasarkan nilai koefisien regresi (β) yang
linier. Untuk bisa membuat ramalan melalui diketahui pada Tabel 4.20, yakni sebagai
regresi, maka data setiap variabel harus berikut:
tersedia. Selanjutnya berdasarkan data itu Y  9,245E 6  0,260 X 1  3,944 X 2  
peneliti harus dapat menemukan persamaan
melalui perhitungan (Sugiyono, 2012:211). Adapun interpretasi dari persamaan di
Dampak dari penggunaan analisis atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
regresi dapat digunakan untuk memutuskan a. Pajak Penghasilan terutang adalah
apakah naik dan menurunnya variabel sebesar - Rp. 9245E6 pada saat nilai
dependen dapat dilakukan melalui menaikkan masing-masing variabel Perbedaan Tetap
dan menurunkan keadaan variabel dan Perbedaan Waktu adalah 0.
independen, atau untuk meningkatkan b. Setiap kenaikan Perbedaan Tetap sebesar
keadaan variabel dependen dapat dilakukan Rp. 1, maka Pajak Penghasilan terutang
dengan meningkatkan variabel naik sebesar 0,260.
independen/dan sebaliknya. Disamping itu c. Setiap kenaikan Perbedaan Waktu
analisis regresi dilakukan bila hubungan sebesar Rp 1, maka Pajak penghasilan
variabel berupa hubungan kausal atau terutang akan turun sebesar 3,944.
fungsional. Untuk itu sebelum melakukan
analisis regresi berganda, penulis sebelumnya Analisis koefisien determinasi (R2)
perlu melakukan beberapa pengujian untuk digunakan untuk mengukur besarnya
memenuhi asumsi yang terkandung dalam pengaruh yang dihasilkan oleh masing-
Ordinary Least Squares (OLS), yakni masing variabel independen secara simultan
diantaranya: terhadap variabel dependen. Dengan
1. Uji Multikolinieritas. menggunakan bantuan program SPSS versi 16
2. Uji Homoskedasitas. for Windows, maka diperole nilai koefisien
3. Uji Autokorelasi. determinasi (R2) dapat dilihat dari nilai R
4. Uji Normalitas. Square yang dihasilkan oleh program SPSS
versi 16 for Windows.
Setelah proses estimasi terhadap Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai R
model penelitian, maka langkah selanjutnya Square atau koefisien determinasi (R2) yakni
melakukan uji statistik (positif/negatif) sebesar 0,926. Hal tersebut menjelaskan
Pengujian Secara SimultanDilakukan untuk bahwa 92,6% Pajak penghasilan Terutang
mengetahui apakah secara bersama-sama dipengaruhi oleh Perbedaan Tetap dan
variabel independen tersebut secara statistik Perbedaan Waktu. Sedangkan sisanya sebesar
berpengaruh signifikan terhadap variabel 7,4% (100%-92,6%) disebabkan oleh faktor-
dependen, maka dilakuakn uji F. Pengujian faktor lain yang tidak diteliti.
Secara Parsial dilakukan untuk mengetahui Tabel 2.
apakah secara individu variabel tersebut Nilai Fhitung dan Signifikansi
secara statistik berpengaruh secara Model F Sig.
positif/negatif terhadap variabel dependen.

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 36


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

1 Regression 26.142 .037a = n-k) = 3) sebesar 3,182 maka keputusan


hipotesis pada pengujian parsial dapat
disimpulkan sebagai berikut.
1. Pada tingkat kesalahan (α) 5%, nilai thitung
untuk Perbedaan Tetap (X1) diketahui
Untuk menunjukkan apakah Perbedaan sebesar 4,745 dengan menghasilkan
Tetap dan perbedaan Waktu secara simultan tingkat signifikansi 0,042 (lihat Tabel
berpengaruh signifikan terhadap Pajak 4.20, Hal 124). Karena thitung > ttabel maka
Penghasilan Terutang, maka digunakan dapat diambil keputusan bahwa hipotesis
statistik uji F dua pihak pada α = 5%. Selain nol (Ho1) ditolak dengan hasil signifikan
itu, pengaruh yang signifikan dapat terlihat dan hipotesis alternatif (Ha1) diterima.
bila nilai signifikan pada Fhitung lebih kecil dari Hal ini menunjukkan bahwa Perbedaan
0,05. Tetap berpengaruh signifikan terhadap
Sebagaimana dikemukakan pada bab Pajak Penghasilan terutang.
sebelumnya, adapun bentuk hipotesis dan
bentuk keputusan yang akan digunakan, yakni Pada tingkat kesalahan (α) 5%, nilai
sebagai berikut: thitung untuk Perbedaan Waktu (X2) diketahui
Ho : β1 = β2 = 0, artinya secara simultan sebesar [-6,672] dengan menghasilkan tingkat
tidak terdapat pengaruh signifikan signifikansi 0,022 (lihat Tabel 4.20, Hal 124).
diantara perbedaan Tetap dan Karena thitung > ttabel maka dapat diambil
Perbedaan waktu terhadap Pajak keputusan bahwa hipotesis alternatif (Ha2)
penghasilan Terutang. tidak ditolak dengan hasil signifikan dan
Ha : β1 atau β2 ≠ 0, artinya secara simultan hipotesis nol (Ho2) ditolak. Hal ini
terdapat pengaruh signifikan diantara menunjukkan bahwa Perbedaan waktu
Perbedaan Tetap dan Perbedaan berpengaruh dan signifikan terhadap Pajak
Waktu penghasilan Terutang.

Berdasarkan hasil perhitungan yang Tabel 3


ditampilkan pada Tabel 4.28, pada tingkat Hasil Analisis
kesalahan (α) 5%, nilai Fhitung diketahui No. Keterangan Hasil
sebesar 26,142 dengan menghasilkan tingkat Perbedaan Tetap terhadap Pajak
1. [+] Signifikan
penghasilan terutang
signifikansi 0,37 sedangkan Ftabel diketahui Perbedaan Waktu Terhadap Pajak
sebesar 19,00. Karena Fhitung > Ftabel dan nilai 2. [-] Signifikan
Penghasilan Terutang
β1, β2, ≠ 0, maka dapat diambil keputusan
bahwa hipotesis alternatif (Ha) tidak ditolak Hasil pengujian hipotesis atas arah
dengan hasil signifikan dan hipotesis nol (Ho) pengaruh variable perbedaan tetap terhadap
ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara pajak penghasilan terutang adalah positif
simultan terdapat pengaruh yang signifikan sebesar 0,260 sebagaimana diperlihatkan
diantara Perbedaan Tetap dan Perbedaan oleh koefisien regresinya, hal ini berarti
Waktu terhadap Pajak Penghasilan Terutang. setiap kenaikan Perbedaan tetap sebesar 1%
Untuk menunjukkan apakah Perbedaan akan meningkatkan pajak penghasilan
Tetap dan Perbedaan Waktu secara parsial terutang sebesar 0,260 %. Dilihat dari uji
berpengaruh signifikan terhadap Pajak keberartian diketahui perbedaan tetap
penghasilan terutang, maka digunakan memperoleh nilai thitung = 4,745 pada derajat
statistik uji t dua pihak pada α = 5%.Dengan kebebasan = 3 dan α = 5% lebih besar dari
menggunakan bantuan program SPSS versi 16 ttabel dan nilai p valuenya lebih kecil dari
for Windows, maka hasil hipotesis yang α = 5%. Dengan demikian, nilai thitung
diterima melalui uji t dari masing-masing signifikan pada derajat kepercayaan 95%, ini
sampel dapat disimpulkan sebagai berikut. berarti bahwa hipotesis penelitian yang
Dengan mengetahui nilai ttabel 0,05 (tingkat mengatakan bahwa terdapat pengaruh
kesalahan (α) = 5% dan degree of freedom (df perbedaan tetap terhadap pajak penghasilan
STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 37
Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

terutang adalah terbukti. Hal ini selaras


dengan apa yang diungkapkan oleh Achmad Kesimpulan
tjahjono & fakhri husein (2009; 562), yakni Berdasarkan hasil pembahasan dalam
bahwa dalam penyesuaian fiskal terdapat penelitian yang telah dilakukan, maka penulis
penyesuaian positif dan penyesuaian negatif. dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
Dalam penelitian ini perbedaan tetap yang 1. Perbedaan tetap yang terjadi dalam
terjadi adalah lebih besar penyesuaian rekonsiliasi fiskal selama periode
positifnya yaitu bersifat menambah pengamatan laporan keuangan dari
penghasilan dan mengurangi biaya-biaya tahun 2008 sampai dengan 2012
komersial sehingga jumlah pajak yang menunjukkan berpengaruh terhadap
terhutangnya lebih besar. pajak penghasilan terutang.
Hasil pengujian hipotesis atas arah 2. Perbedaan waktu yang terjadi dalam
pengaruh variabel perbedaan tetap terhadap rekonsiliasi fiskal selama periode
pajak penghasilan terutang adalah negatif pengamatan dalam laporan keuangan
sebesar -3,944 sebagaimana diperlihatkan tahun 2008-2012 menunjukkan
oleh koefisien regresinya, hal ini berarti berpengaruh terhadap penghasilan
setiap kenaikan Perbedaan waktu sebesar 1% terutang.
akan menurunkan pajak penghasilan terutang
sebesar -3,944 %. Dilihat dari uji keberartian Saran
diketahui perbedaan waktu memperoleh nilai Berdasarkan hasil penelitian mengenai
thitung = [-6,672] pada derajat kebebasan = 3 rekonsiliasi fiskal di PT Maxindo Artha Media,
dan α = 5% lebih besar dari ttabel dan nilai p ada beberapa saran yang dapat dijadikan
valuenya lebih kecil dari α = 5%. Dengan sebagai pertimbangan bagi perusahaan untuk
demikian, nilai thitung signifikan pada derajat mengkaji ulang beberapa faktor yang
kepercayaan 95%, ini berarti bahwa hipotesis mempengaruhi pajak penghasilan terutang,
penelitian yang mengatakan bahwa terdapat yaitu:
pengaruh perbedaan waktu terhadap pajak 1. Pemberian natura berupa rekreasi
penghasilan terutang adalah terbukti. Hal ini sebaiknya ke tempat yang jauh dari
selaras dengan apa yang diungkapkan oleh kota agar dapat dibiayakan
Achmad tjahjono & fakhri husein (2009; 2. PPh 21 yang ditanggung perusahaan
562), yakni bahwa dalam penyesuaian fiskal sebaiknya dijadikan sebagai tunjangan
terdapat penyesuaian positif dan PPh 21 agar dapat dibiayakan
penyesuaian negatif. Dalam penelitian ini 3. Pengobatan karyawan sebaiknya
perbedaan waktu yang terjadi adalah lebih bekerjasama dengan pihak ketiga agar
besar penyesuaian negatifnya yaitu bersifat dapat dibiayakan jangan di klinik milik
mengurangi penghasilan dan menambah perusahaan.
biaya-biaya komersial sehingga jumlah pajak
yang terhutangnya lebih kecil. DAFTAR PUSTAKA
Berdasarkan hasil penelitian ini yang
Achmad Tjahjono & M. Fakhri Husein. 2009.
mempunyai pengaruh yang paling besar
Perpajakan.Yogyakarta: Unit Penerbit dan
adalah variabel perbedaan tetap. Hal ini
Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu
sejalan Soekrisno Agoes dan Estralita ( 2009;
Manajemen YKPN.
218) dan Achmad tjahjono dan Fakhri Husein
(2009;555), yakni perbedaan tetap terjadi Erly Suandy. 2010. Perencanaan Pajak. Edisi
karena adanya perbedaan pengakuan 4. Jakarta. Penerbit: salemba Empat.
penghasilan dan beban tertentu yang
Imam Ghazali, 2008, Aplikasi Analisis
menurut akuntansi komersial diakui namun
Multivariate dengan Program SPSS - Edisi
menurut akuntansi pajak tidak diakui atau
3, Semarang: Badan Penerbit Universitas
sebaliknya.
Diponegoro.
KESIMPULAN DAN SARAN

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 38


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

Kesit Bambang Prakoso.2000. Pajak sebagaimana telah beberapakali diubah


penghasilan: teknik Rekonsiliasi Fiskal. terakhir dengan undang-undang No. 36
Penerbit ekonisia Yogyakarta. Tahun 2008, Kompilasi Undang-undang
Perpajakan terlengkap Tahun 2011,
Mohammad Nazir, 1999, Metode Penelitian,
Salemba Empat, 2011.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sukrisno Agoes & estralita Trisnawati. 2009.
Moch Zain, 2007. Manajemen Perpajakan,
Akuntansi Perpajakan. Edisi 2. Penerbit
Edisi Pertama, Jakarta Penerbit : Salemba
Salemba Empat.
Empat.
Sekaran, Uma., 2006, Metodologi Penelitian
Mudrajad Kuncoro, 2003, Metode Riset untuk
untuk Bisnis - Buku 2 Edisi 4, Jakarta:
Bisnis & Ekonomi (Bagaimana Meneliti &
Salemba Empat.
Menulis Tesis?), Jakarta: Erlangga.
Sugiyono, 2012, Metode Penelitian Bisnis,
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2002,
Bandung: Alfabeta.
Metodologi Penelitian Bisnis (Untuk
Akuntansi & Manajemen), Yogyakarta: Suharsimi Arikunto, 2006, Prosedur
BPFE-Yogyakarta. Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik)-
Edisi Revisi VI, Jakarta: Rineka Cipta.
Primandita dkk. Undang-undang No. 7 Tahun
1983 tentang pajak penghasilan

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 39


Tuti Herawati ISSN : 1693-4482

Lampiran 1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Konsep Variabel Indikator Skala
Perbedaan Perbedaaan Tetap yakni 1. Penghasilan yang telah dikenakan PPh bersifat Rasio
Tetap transaksi-transaksi final (pasal 4 ayat (2) UU PPh
(X1) pendapatan dan biaya 2. Penghasilan yang bukan objek pajak (pasal 4 ayat
tertentu yang boleh diakui (3) UU PPh)
akuntansi tetapi tidak 3. Pengeluaran yang tak berhubungan langsung
boleh diakui oleh dengan kegiatan usaha, yaitu mendapatkan,
peraturan pajak atau menagih, dan memlihara penghasilan serta
sebaliknya. pengeluaran yang sifatnya pemakaian penghasilan
(Achmad tjahyono & fahri atau yang jumlahnya melebihi kewajaran (pasal 9
Husein, 2009 : 555) aya 1 (UU PPh).
4. Biaya yang digunakan untuk mendapatkan
penghasilan yang bukan objek pajak dan
penghasilan yang telah dikenakan PPh bersifat
final.
5. Penggantian sehubungan dengan pekerjaan atau
jasa yang diberikan dalam bentuk natura.
6. Sanksi perpajakan.
Perbedaan Perbedaaan Waktu yakni 5. Akrual dan realisasi Rasio
Waktu perbedaan pengakuan 6. Penyusutan dan amortisasi
(X2) pendapatan atau biaya 7. Penilaian persedian
untuk perhitungan laba, 8. Kompensasi kerugian fiskal.
ada suatu transaksi
pendapatan atau biaya
yang sudah diakui
akuntansi tetapi menurut
peraturan pajak belum dan
sebaliknya. Perbedaan ini
bersifat sementara karena
akan tertutup periode
sesudahnya.
(Achmad tjahyono & fahri
Husein, 2009 : 555)
Perubahan Pajak terutang adalah Rasio
Pajak pajak yang harus dibayar
Penghasilan pada suatu saat, dalam Δ (PPh terutang komersial – PPh terutang fiskal)
Terutang masa pajak dalam tahun
(Y) pajak atau dalam bagian
pajak sesuai dengan
ketentuan peratutan
perundang-undangan
perpajakan.
(Pasal 1 no. 10 UU KUP
no.16 tahun 2009)

STAR – Study & Accounting Reseach | Vol X, No. 3 - 2013 40