Anda di halaman 1dari 6

JLJ 6 (2) (2017)

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj

KETERAMPILAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS RENDAH PADA


PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD

Ika Nurdiana Azizah , Arini Estiastuti


Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang,
Indonesia

Info Artikel
Sejarah Artikel: Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam
Diterima April 2017 pengelolaan kelas rendah pada pembelajaran tematik di SD Se-Kecamatan Ngadirejo
Disetujui Mei 2017 Kabupaten Temanggung dan mendeskripsikan respon siswa terhadap keterampilan
Dipublikasikan Juni 2016
guru dalam pengelolaan kelas rendah pada pembelajaran tematik di SD Se-
Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode
Keywords: teacher skill; the penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi,
management of the class; wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, dan angket. Subyek dalam penelitian ini
students response adalah 15 guru dan siswa kelas rendah di SDN Manggong, SDN Petirejo, SDN
Pringapus, SDN Kataan, dan SDN Munggangsari. Hasil penelitian menunjukan
bahwa keterampilan guru dalam pengelolaan kelas rendah pada pembelajaran tematik
di SD Se-Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung termasuk dalam kategori
sangat baik, pencapaian indikator skor tertinggi 53 (80,95%), dan skor terendah adalah
41 (68,33%). Simpulan penelitian ini adalah keterampilan guru dalam pengelolaan
kelas rendah pada pembelajaran tematik di SD Se-Kecamatan Ngadirejo kabupaten
Temanggung memiliki keterampilan dengan kategori sangat baik. Abstract

The purpose of the research is to describe theachers skills on managing of the low class
on thematic learning in elementary school all the Ngadirejo subdistrict Temanggung
Regency. This research use descriptive qualitative method. The data was collected use
observation, interview, documentation, field notes, and inquiries. The subject in this
research are 15 theachers and students of SDN Manggong, SDN Petirejo, SDN
Pringapus, SDN Kataan, and SDN Munggangsari. The result of research suggest that
theachers skills on managing of the low class on thematic learning in elementary school
on the Ngadirejo students, included in the category of very well, the highest of indicator
achievement reached the number of the scors 53 (80,95%), and the lowest scor is 41
(63,33%). 4The conclusion of this research is theachers skills on managing of the low
class on thematic learning in elementary school on the Ngadirejo students, have a very
good category. As a qualified teacher should be able to control the basic skills teaching
components induded the management of the class.

© 2017 Universitas Negeri Semarang



Alamat korespondensi: ISSN 2252-6366
2 Ika Nurdiana Azizah dkk., Keterampilan Guru dalam Pengelolaan Kelas

PENDAHULUAN SDN Pringapus, SDN Kataan dan SDN


Munggangsari, peneliti mengamati bahwa peran
Berdasarkan Undang-Undang Sistem guru dalam mengelola kelas memegang peran
Pendidikan Nasional UU RI No.20 Th.2003 yang sangat penting dalam penciptaan kondisi
BAB 1 Pasal 1 ayat 3, menyatakan bahwa, tenaga kelas yang optimal, penguasaan guru terhadap
kependidikan adalah anggota masyarakat yang keterampilan dasar mengajar khususnya
mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang keterampilan pengelolaan kelas sangat
penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan diperlukan dalam proses belajar-mengajar agar
pendidik adalah tenaga kependidikan yang pembelajaran dapat berlangsung efektif, menarik
berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, dan menyenangkan. Guru yang mengusai
pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, keterampilan mengelola kelas dapat menciptakan
fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan respon positif terhadap siswa. Sebagai contoh
kekhususannya, serta berpartisipasi siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran
menyelenggarakan pendidikan. tematik dan siswa membiasakan diri untuk
Dalam Undang-Undang No.14 Tahun bersikap disiplin. Keterampilan guru dalam
2005 Pasal 32 menyebutkan, bahwa:”Pembinaan pengelolaan kelas diterapkan guru dengan
dan pengembangan guru meliputi pembinaan berbagai cara, diantaranya adalah dengan
dan pengembangan profesi dan karier. pemeliharaan kelas agar tetap kondusif,
Pembinaan dan pengembangan profesi guru memberikan tindakan korektif terhadap tingkah
tersebut meliputi kompetensi pedagogik, laku siswa, dan menerapkan berbagai strategi
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan untuk penciptaan kelas kondusif.
kompetensi profesional”. Ketrampilan- Penelitian yang mendukung dalam
keterampilan yang harus dikuasai calon guru dan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan
guru meliputi keterampilan bertanya (questioning oleh Kadis (Pengawas Dinas Pendidikan
skills), keteranpilan memberi penguatan Kecmatan Gabus Pati) dengan judul penelitian
(reinforcement skills), keterampilan mengadakan “Peningkatan Kemampuan Guru Dalam
variasi (variation skills), keterampilan Pembelajaran Tematik Seintifik Melalui
menjelaskan (explaning skills), keterampilan Supervisi Klinis Pendekatan Humanistik Teknik
memebuka dan menutup pelajaran (set induction Implant Bagi Guru Kelas IV Dabin I Gugus
and closure), keterampilan membimbing diskusi Sukarno –Hatta Dinas
kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, Pendidikan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati
dan keterampilan mengajar perorangan Pada Senester I T”. Hasil penelitian menunjukan
(Usman,2006:74). bahwa melalui penerapan supervisi klinis dengan
Amri (2014:183) Pengelolaan kelas adalah menggunakan pendekatan humanistik terjadi
kegiatan yang dilakukan guru yang ditunjukan peningkatan yang signifikan terhadap
untuk menciptakan kondisi kelas yang kemampuan dan profesionalisme guru dan
memungkinkan berlangsungnya proses penelitian yang dilakukan oleh Maasawet, Elsje
pembelajaran yang optimal. Tujuan umum Theodora dengan Judul Penelitian
pengelolaan kelas adalah menciptakan kelas yang “Pengembangan Model Pengelolaan Kelas
kondusif dan optimal, (Uno,2014:23) Untuk Sekolah dasar Yang Mengalamai
menyatakan bahwa tujuan pengelolaan kelas ada Kekurangan Gurudi daerah Perbatasan atau
dua, yaitu tujaun umum dan tujuan khusus, Terpencil, Di Provinsi Kalimantan Timur”. Hasil
tujuan umumnya adalah menyediakan dan Penelitian menunjukan bahwa pengembangan
menggunakan fasilitas bagi bermacam-macam model pengelolaan kelas untuk sekolah dasar
kegiatan belajar mengajar. Sedangkan tujuan dianggap sesuai dengan keadaan di pulau sebatik
khususnya adalah mengembangkan kemampuan yang belum pernah menerapkan model
siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, pengelolaan kelas rangkap karena model
menyediakan kondisi-kondisi yang pengelolaan 221 adalah model yang paling
memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta sederhana dalam model pengelolaan kelas
membantu siswa untuk memperoleh hasil yang rangkap.
diharapkan. Selain itu guru berperan dalam Permasalahan dalam penelitian ini adalah
membimbing penglaman sehari-hari ke arah bagaimanakah keterampilan guru dalam
pengenalan tingkah laku dan kepribadiannya pengelolaan kelas rendah pada pembelajaran
sendiri. tematik di SD Se-Kecamatan Ngadirejo
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti Kabupaten Temanggung ? dan bagaimanakah
lakukan di 5 SD di Kecamatan Ngadirejo respon siswa terhadap kinerja guru dalam
Kabupaten Temanggung yang dipilih sebagai keterampilannya mengelola kelas rendah pada
sampel, yaitu SDN Manggong, SDN Petirejo,
Joyful Learning Journal 6 (2) 2017 5

pembelajaran tematik di SD Se-Kecamatan Letak Ki = data ke (i ( n+1 ))/4 Dengan


Ngadijero Kabupaten Temanggung ? i = 1,2,3.
Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk (Sudjana 2005 :81)

Joyful Learning Journal 6 (3) 2016 3


mendeskripsikan keterampilan guru dalam Rumus tersebut kemudian diterapkan pada
pengelolaan kelas rendah pada pembelajaran lembar observasi kemampuan guru dan untuk
tematik di SD Se-Kecamatan Ngadirejo menentukan kriteria sangat baik, baik, cukup,
Kabupaten Temanggung. Untuk dan kurang.
mendeskripsikan respon siswa terhadap kinerja
guru dalam mengelola kelas rendah pada Skor Kriteria Penilaian
pembelajaran tematik di SD SeKecamatan
Ngadirejo Kabupaten Temanggung. 21,5 ≤ skor ≤ 29 Sangat baik
METODE PENELITIAN 14 ≤ skor < 21,5 Baik

Subjek dalam penelitian ini adalah guru 6,5 ≤ skor < 14 Cukup
kelas rendah dan siswa kelas rendah di SD N
Manggong, SD N Petirejo, SD N Pringapus, SD 0 ≤ skor < 6,5 Kurang
N Kataan, dan SD N Munggangsari. Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif
Tabel 1. Kriteria Ketuntasan
yang dibagi menjadi beberapa tahap pelaksanaan.
Langkah awal pelaksanaan penelitian ini adalah
HASIL DAN PEMBAHASAN
melakukan studi pendahuluan untuk
mendapatkan data awal yang akan diteliti lebih Hasil penelitian pada tabel 2 tentang
lanjut. keterampilan guru dalam pengelolaan kelas
Kemudian dilakukan analisis data selama rendah pada pembelajaran tematik di SD Se-
di lapangan model Miles and Huberman Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung
mencakup reduksi data (data reduction), yang menunjukan hasil pencapaian indikator
penyajian data (data display), penarikan bahwa SD N Manggong merupakan sekolah
kesimpulan dan verifikasi (verification/ yang memperoleh skor paling tinggi dengan rata-
conclusion drawing). Sumber penelitian ini rata skor 22,66 (80,95%) , kemudian SD N
berasal dari guru dan siswa. Metode Petirejo dengan rata-rata skor 22,33 (79,76%), SD
pengumpulan data yang digunakan yaitu N Pringapus dengan rata-rata skor 22 (78,57%),
observasi, wawancara, catatan lapangan, angket SD N Kataan denga rata-rata skor 21,66
dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini (77,38%), dan SD N Munggangsari dengan rata-
adalah keterampilan guru dalam pengelolaaan rata skor 19,66 (70,23%).
kelas (Sugiyono,2014:91).
Jenis data yang digunakan adalah data Tabel 2. Hasil rekapitulasi observasi
kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa
keterampilan guru dalam pengelolaan kelas
hasil pengamatan keterampilan guru dalam
rendah pada pembelajaran tematik di SD Se-
pengelolaan kelas rendah pada pembelajaran
Kecamatan Ngadirejo Kabupaten
tematik. Untuk hasil pengamatan keterampilan
Temanggung.
guru dalam pengelolaan kelas rendah akan
dianalisis berdasarkan rata-rata skor untuk Nama Rata-Rata Skor Kriteria
menentukan kriteria seberapa baik kemampuan Sekolah yang Diperoleh
guru dalam mengelola kelasnya. Yang diperkuat
dengan hasil wawancara bersama guru kelas. SDN A 22.66 Sangat Baik
Respon siswa juga akan dianalisis berdasarkan
SDN B 22.33 Sangat Baik
angket yang diisi oleh siswa.
Perhitungan pada lembar observasi akan SDN D 22 Sangat Baik
dianalis untuk menentukan kriteria sangat baik,
baik, cukup, dan kurang. Langkah awal yaitu SDN C 22 Sangat Baik
membagi data menjadi empat bagian dengan
menentukan letak kuartil K1, K2, K3, dan K4 SDN E 21.66 Sangat Baik
sebagai berikut.Letak kuartil ke i, diberi lambang
Berdasarkan hasil wawancara dengan
Ki, ditentukan dengan rumus :
masing-masing guru kelas dan catatan lapangan,
4 Ika Nurdiana Azizah dkk., Keterampilan Guru dalam Pengelolaan Kelas

saat pembelajaran tematik berlangsung kategori rendah,dan yang paling sedikit adalah
pencapaian setiap indikator keterampilan guru 9(8%) dengan kategori sangat tinggi.
dalam pengelolaan kelas rendah pada Jadi dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran tematik di SD Se-Kecamatan keterampilan guru dalam pengelolaan kelas
Ngadirejo Kabupaten Temanggung tercapai rendah pada pembelajaran tematik di SD Se-
dengan kriteria sangat baik Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung
Rspon siswa terhadap keterampilan guru memiliki keterampilan dalam pengelolaan kelas
digambarkan dalam sebuah diagram yang dengan kategori tinggi.
menunjukkan banyaknya responden yang Penelitian oleh Eddy Lion dengan judul
menanggapi tentang keterampilan guru.Pada penelitian “Kemampuan Profesional Guru
diagram lingkaran tersebut dapat dilihat Dalam Pembelajaran Efektif”. Menunjukan hasil
persentase tingkat respon siswa terhadap penelitian bahwa SDM merupaka faktor kunci
keterampilan guru dalam pengelolaan kelas untuk meningkatkan kemampuan

Diagram 1. Respon Siswa Terhadap Keterampilan Guru


rendah, Respon siswa terhadap keterampilan profesionalisme guru, ada tiga syarat untuk
guru dalam pengelolaan kelas rendah pada meningkatkan SDM yaitu, sarana gedung, buku
pembelajaran tematik di SD SeKecamatan yang berkualitas, dan guru yang profesional.
Ngadirejo Kabupaten Temanggung, terdiri dari 7 Penelitian yang dilakukan oleh Munasik,
indikator yang meliputi: (1) Guru menunjukan pada tahun 2014, dengan judul penelitian
sikap tanggap terhadap siswa, (2) Guru Kemampuan Guru Sekolah Dasar Dalam
memberikan perhatian secara verbal dan visual, Menerapkan Pembelajaran Tematik Di Sekolah.
(3) Guru mampu memusatkan perhatian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
kelompok, (4) Guru dapat menanamkan sikap pemahaman dan pengetahuan guru tentang
tanggung jawab siswa, (5) Guru dapat pembelajaran tematik sudah cukup baik.
memberikan petunjuk yang jelas Pembelajaran terpadu merupakan suatu model
dalampembelajaran, (6) Guru dapat memberi pembelajaran yang paling sesuai untuk siswa SD
penguatan terhadap siswa, (7) Guru dapat kelas rendah. Zahidi, Akbar, Mohd Taib harum,
menerapkan strategi untuk tindakan perbaikan dan Maslawati Mohamad,dengan judul
terhadap tingkah laku siswa. penelitian Effective Classroom Management
Hasil menunjukan 46 (40%) siswa Skills In Physical Education at Institute Of
menyatakan guru kelas rendah di SD Kecamatan Theacher Education. Hasil penelitian
Ngadirejo memiliki keterampilan mengelola menunjukan bahwa dosen yang menggunkan
kelas dengan kategori tinggi. Kemudian 42 (36%) teknik-teknik manajemen kelas yang positif lebih
guru memiliki keterampilan mengelola kelas mungkin untuk meminta kerjasama dari
dengan kategori sedang, lalu 18 (16%) dengan siswanya.
Joyful Learning Journal 6 (2) 2017 5

Penelitian lainnya yang mendukung pengelolaan kelas rendah di SD Se-Kecamatan


penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan Ngdirejo berkriteria sangat baik. Respon siswa
oleh Apridayani Marasabessy pada tahun 2012, terhadap keterampilan guru dalam pengelolaan
dengan judul penelitian Analisis Pengelolaan kelas rendah pada pembelajaran tematik di SD
Pembelajaranyang Dilakukan Oleh Guru yang Se-Kecamatan Ngadirejo Kabupaten
Sudah tersertifikasi Dan Yang Belum Temanggung juga menunjukan hasil dengan
Tersertifikasi Pada Pembelajaran IPA Di Kelas V kategori tinggi.
Sekolah Dasar. Dari hasil analisis ini dapat
disimpulkan bahwa belum maksimalnya UCAPAN TERIMA KASIH
pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh
guru tersertifikasi dan guru yang belum Puji syukur atas kehadirat Allah SWT
tersertifikasi, disebabkan karena karena yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya
kurangnya sikap profesional guru, Penelitian sehingga peneliti dapat menyelesaikan
yang oleh Amitya Kumara, dengan judul manuskrip ini, peneliti juga mengucapkan terima
penelitian “ Penciptaan Kelas Bersahabat dan kasih kepada orang tua yang telah memberikan
Pengelolaan Kelas”. Hasil penelitian doa dan dukungan, dosen pembimbing I Dra.
menunjukan kemampuan guru dalam mengelola Arini Esti Astuti, M.Pd., Dosen Pembimbing II
kelas dan kompetensi guru dalam membangun Atip Nurharini, S.Pd., M.Pd, Dosen Penguji
kelas yang aman dan nyaman meningkat setehlah Utama Drs. Sukarjo, S.Pd., M.Pd, dan Dosen
penelitian. Selanjutnya, pemerapan program oleh Penyunting abstrak Dra. Nuraeni Abbas, M.Pd.
guru dapat menurunkan agresivitas siswa dan
meningkatkan prososial siswa. Penelitian oleh DAFTAR PUSTAKA
Seyithan, Demirdag, pada April 2015 dengan
Ahmadi, Iif Khoiru dan Amri Sofan. 2014.
judul Self-Assessment Of Middle School
Pengembangan dan Model Pembelajaran
Teacher: Classroom Management and Discipline
Tematik Integratif. Jakarta: Prestasi Pustaka
Referrals., yang menunjukan bahwa guru yang Amitya Kumara, dengan judul penelitian “ Penciptaan
didak memadai dalam pengelolaan kelas, Kelas Bersahabat dan Pengelolaan Kelas”.
cenderung memiliki banyak masalah yang Jurnal Nasional.
dihadapi di kelas, sehingga perlu keterampilan Andyarto Surjana, pada tahun 2014, dengan judul
yang khusus dalam mengelola kelas agar penelitian Efektifitas Pengelolaan
pembelajaran berlangsung efektif. Kelas. No.2.Tahun III
Dan penelitian yang terakhir yang Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian
mendukung penelitian ini adalah penelitian yang Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
dilakukan Andyarto Surjana, pada tahun 2014, Apridayani, Marasabessy.2012.”Analisis Pengelolaan
dengan judul penelitian Efektifitas Pengelolaan Pembelajaranyang Dilakukan Oleh Guru yang
Kelas. Hasil penelitian korelasional yang Sudah tersertifikasi Dan Yang Belum
Tersertifikasi Pada Pembelajaran IPA Di Kelas
ilakukan di SMU Kristen BPK Penabur Jakarta
V Sekolah”. Jurnal Nasional
ini menyimpulkan terdapat hubungan positif dan Assist. Prof. Dr. Seyithan DEMIRDAG, pada April
berarti antara kedua variable bebas dengan 2015 dengan judul Self-Assessment Of Middle
variable terikat secara sendiri-sendiri atau School Teacher: Classroom Management and
bersama-sama. Akan tetapi dalam kenyataan Discipline Referrals.Jurnal Internasional.
perhatian terhadap motivasi guru dan gay Vol.6.No.2
kepemimpinan guru itu masih perlu ditingkatkan. Depdiknas. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia
Resmawan dari Universitas Negeri Gorontalo Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
dengan judul penelitian hubungan antara Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas
Persepsi Mahasiswa Terhadap keterampilan ________.2005. Undang-Undang Nomor 14 tahun
Dosen Dalam Mengelola Kelas Dengan Hasil 2005 pasal 32. Tentang Pembinaan dan
Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan pengembangan profesi guru.
Jakarta:Depdiknas
Matematika, Hasil penelitian ini menunjukkan
Kadis.2013. “Peningkatan Kemampuan Guru Dalam
bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi Pembelajaran Tematik Seintifik Melalui
mahasiswa terhadap keterampilan dosen dalam Supervisi Klinis Pendekatan Humanistik
mengelola kelas dengan hasil belajar mahasiswa Teknik Implant Bagi Guru Kelas IV Dabin I
jurusan pendidikan matematika. Gugus Sukarno –Hatta Dinas Pendidikan
Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Pada
SIMPULAN Semester I T”.Jurnal Nasional.Vol.5
Maasawet, Elsje Theodora.“Pengembangan Model
Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh Pengelolaan Kelas Untuk Sekolah dasar Yang
hasil bahwa keterampilan guru dalam Mengalamai Kekurangan Gurudi daerah
6 Ika Nurdiana Azizah dkk., Keterampilan Guru dalam Pengelolaan Kelas

Perbatasan atau Terpencil, Di Provinsi Resmawan.2014.”Hubungan Antara Persepsi


Kalimantan Timur”. Jurnal Nasional.Vol 10, Mahasiswa Terhadap keterampilan Dosen
No.1 Dalam Mengelola Kelas Dengan Hasil Belajar
Munasik, pada tahun 2014, dengan judul penelitian Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika”
“Kemampuan Guru Sekolah Dasar Dalam .Jurnal Nasional.Vol.2, ISSN; 2087-9393
Menerapkan Pembelajaran Tematik Di Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito
Sekolah”.Jurnal Nasional Sugiyono.2014. Memahami Penelitian Kualitatif.
Prof. Dr. Eddy Lion, M.Pd,“Kemampuan Profesional Bandung: Alfabeta.
Guru Dalam Pembelajaran Efektif”. Jurnal Uno, Hamzah B. 2014. Profesi Keguruan Problem,
Nasioanl.Vol. 3 No.1 (2015).
solusi, dan Reformasi Pendidiikan di Indone- litian Effective Classroom Management Skills sia. Jakarta: PT
Bumi Aksara In Physical Education at Institute Of Theacher
Usman, Moh. Uzer. 2006. Menjadi Guru Profesional. Education. Jurnal Internasioanl.ISSN:2327-
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2600
Zahidi, Akbar, Mohd Taib harum, dan Maslawati Mo- . hamad
pada tahun 2015, dengan judul pene-