Anda di halaman 1dari 6

BAB II

Asuhan Keperawatan

A. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada tanggal 11 April 2019 jam 08.00 di Ruang HCU RSUD
CIANJUR pengkajian didapat melalui wawancara dengan pasien, keluarga dan melalui
data status pasien.
1. Identitas
a. Identitas Pasien
Nama : NY. H
Umur : 47 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Menikah
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga
No. RM : 870756
Suku : Sunda
Tanggal Masuk : 10 April 2019
Diagnosa Medik : Severe Sepsis, ec. Abses femur
Alamat : Kp. Pasir Waru Rt 002/006 Desa Ciranjang, Kec.
Ciranjang

b. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn t
Umur : 55 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Hubungan dengan klien : Suami
Pendidikan : SMA

2. Riwayat Penyakit
a. Keluhan Utama
Keluhan saat dilakukan pengkajian Keluarga mengatakan klien
mengalami bisul di kaki sakit dan panas. Klien awalnya masih mengeluh
sakit sekitar Paha deket lutut terutama jika digunakan untuk beraktifitas,
terasa panas seperti ditusuk-tusuk, klien mengatakan nyeri hilang
timbul.

b. Riwayat Penyakit Sekarang


Keluarga mengatakan pada tanggal 10 April 2019 klien bisul di kaki bagian
kanan bawah terasa sakit dan panas, keluarga membawa klien berobat
ke RSUD Cianjur setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian klien
dilakukan Operasi tanggal 11 April 2019 di ruang HCU RSUD Cianjur.
Pola Aktifitas dan Latihan
Kemampuan 0 1 2 3 4
Makan/minum 4
Mandi 4
Toileting 4
Berpakaian 4
Mobilitas di TT 4
Berpindah 4
ROM 4

Keterangan : 0 = Mandiri
1 = Dibantu orang lain
2 = Dengan Alat Bantu
3 = Dibantu orang Lain dan Alat
4 = Tergantung Total

c. Pola Keamanan dan Kenyamanan


Keluarga mengatakan Klien sering tidur seperti tidak sadar

B. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum: Somnolen
Kesadaran: Compos menthis
E : 3, V : 3, M : 4
2. Tanda-tanda Vital
TD: 70/50 mmhg
N : 110 x/menit
Rr: 25 x/menit
S: 39 c
3. Abdomen
Inspeksi: bentuk simentris
Auskultasi: Peristaltik usus 17 x/menit
Perkusi: tympani
Palpasi: tidak ada pembesaran hati, tidak ada pembesaran ginjal maupun
limfa, suhu sekitar luka hangat.
C. Pemeriksaan Penunjang.
1. Laboratorium, 11 April 2019
Hemoglobin 11.0gr/dl
Eritrosit 5.8x 103/mm3
Leukosit 17000
Hematokrit 44
Trombosit 167 000
Gds 41 gr%
2. Terapi tanggal 11 April 2019
Infuse RL 40 tpm
Metronidazole 500 gr/8 jam
Cefotaxim 1 gr/12 jam
Ranitidine 25 mg/12 jam
Norages 100 gr/8 jam
Inadril sirup 3x1 sendok teh
Protap Hipoglikemi

D. Data Fokus
Data Subjektif
Keluarga mengatakan klien cenderung tidur dan tampak seperti tidak sadar
Terdapat luka Debridemen di kaki bagian femur sebelah kanan
Tanda-tanda Vital
TD: 70/50 mmhg
N : 110x/menit
Rr: 25 x/menit
S: 39 c
BB: 70 kg
TB: 170 cmI
E. Diagnosa Keperawatan
1. Kerusakan Pertukaran Gas b.d ketidakseimbngan ventilasi perfusi
2. Perubahan Perfusi jaringan b.d Curah jantung yang tidak adekuat
3. Resiko terjadi infeksi b/d tidak adekuatnya pertahanan tubuh primer

E. Intervensi dan imflementasi


1. DX 1
a. Auskustasi bunyi nafas
b. Lakukan pengisapan jalan nafas
c. Hiperoksigenasi dengan hiperventilasi sebelum dan sesudah melakukan
tindakan suction
d. Pantau oksimetri
e. Pantau gas darah arteri
f. Mika/miki setiap 2 jam
2. DX 2
a. Kaji TTV tiap 2 jam
b. Pantau curah jantung setiap 6 jam
c. Pantau laktat serum setiap hari
d. Berikan infus koloid untuk meningkatkan pengiriman oksigen
e. Berikan volume intravaskuler dan vasopresor sesuai program

F. Hasil Evaluasi
Evaluasi yang dilakukan penulis meliputi evaluasi proses dan hasil, sehingga
tindakan keperawatan yang dilakukan apabila belum berhasil sesuai tujuan
tindakan diulang pada waktu yang sama atau modifikasi sesuai perencanaan dari
diagnose yang muncul.

1. Kerusakan Pertukaran Gas b.d ketidakseimbngan ventilasi perfusi


Hasil yang dicapai setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam
masalah belum teratasi dengan data : keluarga mengatakan klien masih belum
sadar, TD, 70/50 mmHg, N. 120 x/menit, S. 40 c, RR 25 X/ menit.
2. Perubahan Perfusi jaringan b.d Curah jantung yang tidak adekuat
Evaluasi yang didapatkan dari tindakan keperawatan selama 2x24 jam masalah
beluim teratasi dengan kriteria : keluarga mengatakan klien masih belum sadar, TD,
70/50 mmHg, N. 120 x/menit, S. 40 c, RR 25 X/ menit.
Simpulan
Setelah memberikan asuhan Dua hari mulai tanggal 10 April sampai 11 April
2019. Penulis telah mempunyai gambaran tentang asuhan keperawatan pada
NY H dengan gangguan Kardiovaskuler : post opdebribdemen abses hari ke-2
dengan komplikasi Sepsis di ruang HCU RSUD Cianjur dengan menggunakan proses
keperawatan meliputi :
Diagnosa keperawatan yang muncul pada Tn D yang sesuai dengan teori . Hasil
pelaksanaan asuhan keperawatan mengacu pada tujuan yang ditentukan pada
saat menyusun rencana tindakan. Adapun masalah yang belum teratasi teratasi
sebagian antara lain
1. Kerusakan Pertukaran Gas b.d ketidakseimbngan ventilasi perfusi
2. Perubahan Perfusi jaringan b.d Curah jantung yang tidak adekuat

DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2000. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC
Doenges, E. M, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan (Terjemahan), Edisi 3, Jakarta:
EGC.
Grace, Pierce A & Borley Neil R. 2006. At a Glance Ilmu Bedah. Surabaya: Erlangga
Herdman, T Heather (ed). 2011. NANDA Diagnosa Keperawatan. Jakarta: EGC
Mansjoer, Arif (ed). 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta. Media Aesculapius
Reeves, Charlene J. et al. 2011. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. Salemba Medika
Reksoprodjo, Soelarto (ed). Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Tangerang: Binapura Aksara
Sjamsuhidajat & de jong. 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah.Jakarta: EGC
Sjamsuhidajat, R & Wim, de Jong (ed). 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC
Smeltzer, Suzanne C & Bare, Brenda G.2001. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC
meltzer, Suzanne C & Bare, Brenda G.2002. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC
Williams & Wilkins. 2012. Kapita Selekta Penyakit. Jakarta: EGC
Depkes RI. 2008. Kasus Appendicitis di Indonesia. diakses dari :
http://www.artikelkedokteran.com/arsip/kasus-apendisitis-di-indonesia-pada-tahun-
2008.htmlhttp://darkcurez.blogspot.com/2011/01/makalah-apendisitis.html
Lubis. A. Angka Kejadian Appendicitis. diakses dari:
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/136/jtptunimus-gdl-trimuflikh-6753-1-babi.pdfpada
tanggal 2 November 2012Stacrose.2009.
Angka Kejadian Appendicitis.diakses dari:
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/136/jtptunimus-gdl-trimuflikh-6753-1-babi.pdfpada
tanggal 2 November 2012
Ummualya. 2008. Angka Kejadian Appendisitis. diakses dari :
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/136/jtptunimus-gdl-trimuflikh-6753-1-babi.pdf pada
tanggal 2 November 2012