Anda di halaman 1dari 7

Nama : Stivanda korompot

Nim : C02415137
Kelas : B

A. Pengertian Bakat Khusus


Beberapa pengertian bakat menurut para ahli yaitu :
1. Menurut S.C. Utami Munandar (1985)
Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai
potensi yang masih perlu di kembangkan dan di latih agar dapat
terwujud. Berbeda dengan bakat, “ kemampuan” merupakan daya untuk
melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan
menunjukkan suatu tindakan (performance) dapat di lakukan sekarang, sedangkan
bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat di lakukan di
masa yang akan datang.
2. Kartini Kartono (1979)
Bakat adalah mencakup segala faktor yang ada pada individu sejak awal pertama
dari kehidupannya, yang kemudian menumbuhkan perkembangan keahlian,
kecakapan dan keterampilan khusus tertentu. bakat bersifat laten potensial (dalam
arti dapat mekar berkembang) sepanjang hidup manusia dan dapat di aktifkan
potensinya.
3. Suganda Purbakatja (1982)
Bakat sebagai “benih dari suatu sifat, yang baru akan nampak nyata, jika
mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang”.
4. Dyke Bingham (dalam Ny. Moesono : 1989)
Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan
seseorang untuk mencapai sesuatu dengan sedikit latihan (khusus) mengenai
pengetahuan, keterampilan,atau serangkaian respon, misalnya kemampuan
berbahasa, kemampuan mengarang lagu dan lain-lain.
5. Sarlito Wirawan Sarwono (1979)
Bakat adalah kondisi dalam diri seseorang yang memungkinkannya dengan suatu
latihan khusus mencapai kecakapan pengetahuan dan keterampilan khusus.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat di tarik kesimpulannya bahwa
bakat adalah :
1) Bakat merupakan kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu
dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.
2) Bakat tidaklah diturunkan semata, tetapi merupakan interaksi dari faktor
keturunan dan faktor lingkungan, artinya dibawa sejak lahir berupa potensi
dan berkembang melalui proses belajar, dan memiliki ciri khusus.
3) Orang yang berbakat dalam bidang tertentu diperkirakan akan mampu
mencapai prstasi tinggi dalam bidang itu. Jadi prestasi sebagai perwujudan
bakat dan kemampuan.
4) Bakat mencakup cirri-ciri yang dapat member kondisi atau suasana
memungkinkan bakat tersebut terealisasi, termasuk intelegensi,
kepribadian, interes, dan keterampilan khusus. Bakat adalah suatu
kapasitas adalah potensi kemampuan untuk berkembang.
B. Jenis-jenis Bakat Khusus
Conny Semiawan dan Utami Munandar (1987) mengklasifikasikan jenis-jenis
bakat khusus, baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud menjadi lima
bidang, yaitu :
1) Bakat akademik khusus
Bakat akademik khusus misalnya bakat untuk bekerja dalam angka-angka
(numerik), seperti logika bahasa, dan sejenisnya.
2) Bakat kreatif – produktif
Bakat khusus dalam bidang kreatif – produktif artinya bakat dalam
menciptakan sesuatu yang baru misalnya menghasilkan rancangan
arsitektur baru, menciptakan teknologi terbaru dan lainnya
3) Bakat seni
Bakat khusus dalam bidang seni, misalnya mampu mengaransemen musik
dan sangat dikagumi, menciptakan lagu hanya dalam waktu 30 menit,
mampu melukis dengan sangat indah dalam waktu singkat dan sejenisnya.
4) Bakat khusus kinestetik / psikomotorik\
misalnya bakat dalam bidang sepakbola, bulu tangkis, tenis, dan
keterampilan tekink.
5) Bakat sosial
Bakat khusus dalam bidang sosial misalnya sangat mahir melakukan
negoisasi, mahir berkomunikasi, dan sangat mahir dalam kepemimpinan.
Sehubungan dengan cara berfungsinya, ada dua jenis bakat yaitu :
 Kemampuan pada bidang khusus ( talent ) seperti pada bakat music, bakat menari,
olah raga dan lain – lain.
 Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan
khusus misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi
kemampuan di bidang teknik arsitek.
Bakat bukanlah merupakan trait atau sifat tunggal, melainkan merupakan sekelompok
sifat yang secara bertingkat membentuk bakat. Misalnya dalam bakat musik terdapat
kemampuan membedakan nada, kepekaan akan keserasian suara, kepekaan akan irama
dan nada. Bakat baru muncul atau teraktualisasi bila ada kesempatan untuk berkembang
atau dikembangkan, sehingga mungkin saja terjadi seseorang tidak mengeahui dan tidak
mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan yang latent.
Selain itu Raven (dalam pali, 1995) juga mengelompokkan bakat khusus seseorang
sebagai berikut :
a) Bakat pemahaman verbal
b) Kemampuan numerikal
c) Skolastik
d) Bakat kerani (kesekretariatan)
e) Pemahaman mekanik
f) Tilikan (pandangan) ruang atau berfikir 3 dimensi
g) Bakat bahasa

C. Hubungan antara bakat khusus dengan Kreativias


Dari hasil-hasil penelitian Keberbakatan dan Anak Berbakat, Renzulli dkk (1981)
menarik kesimpulan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang adalah pada
hakekatnya tiga kelompok (cluster) ciri-ciri, yaitu :
1) kemampuan di atas rata-rata
2) kreativitas
3) pengikatan diri (tanggung jawab terhadap tugas).
Seseorang yang berbakat adalah seseorang yang memiliki ketiga ciri tersebut.
Kreativitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai
kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam
pemecahan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru
antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya, adalah sama pentingnya.
Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang berbakat karena kreativitas
juga merupakan manifestasi dari suatu proses pengembangan bakat. Meskipun demikian,
hubungan antara kreativitas dan bakat tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang
memuaskan. Bakat yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah
pula. Namun semakin tinggi bakat seseorang, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang
tinggi pula. Hal ini tergantung pada proses perkembangan bakat yang harusnya disertai
dengan proses perkembangan kreativitas.
D. Hubungan Bakat Khusus dengan Prestasi Akademik
Perujudan nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi (Utami Munandar
1992), karena bakat dan kemampuan sangat menentukan prestasi seseorang. Orang yang
memiliki bakat matematika diprediksi mampu mencapai prestasi yang menonjol dalam
bidang matematika. Prestasi yang menonjol merupakan cerminan dari bakat khusus.
Bakat khusus yang memproleh kesempatan maksimal dan dikembangkan sejak dini serta
didukung oleh fasilitas dan motivasi yang tinggi, akan dapat terealisasi dalam bentuk
prestasi unggul.
Contoh konkret bakat yang tidak memperoleh kesempatan maksimal untuk
berkembang adalah hasil penelitian yaumil agoes akhir (1999) yang menemukan bahwa
sekitar 22% siswa SD dan SLTP menjadi anak yang Underachiever. Artinya, prestasi
belajar yang mereka peroleh berada dibawah potensi atau bakat intelektual yang
sesungguhnya mereka miliki. Bakat memang sangat menentukan prestasi seseorang,
tetapi sejauh mana itu akan terwujud menghasilkan suatu prestasi, masih banyak variable
yang menentukan.Atau bisa juga dikatakan bahwa bakat memungkinkan, pengetahuan
pengalaman, dan dorongan atau motivasi agar bakat dapat terwujud.
E. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus
1) Variabel-variabel dalam diri siswa
a) Interes atau minat, minat seseorang akan berpengaruh terhadap
pengembangan bakatnya. Seseorang yang berminat terhadap hitung
menghitung, berpotensi menjadi ahli matematika. Tes bakat tertulis yang
terkenal adalah tes bakat differesial. Ada delapan sub tes tersebut, yaitu :
 Tes bakat verbal adalah tes yang dipergunakan untuk mengungkap atau
mengukur bakat seseorang dalam berbahasa, seberapa baik seseorang dalam
mengerti ide-ide dan konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata-
kata, seberapa mudah seseorang dapat berpikir dan dapat memecahkan
masalah-masalah yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata.
 Tes bakat numerikal adalah tes yang dipergunakan untuk mengungkap atau
mengukur bakat seseorang dalam berpikir dengan angka-angka, seberapa baik
seseorang mengerti ide-ide dan konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk
angka-angka, seberapa mudah seseorang dapat berpikir dan memecahkan
masalah dengan angka.
 Tes bakat skolastik adalah tes bakat yang dipergunakan untuk mengukur bakat
seseorang dalam mata pelajaran persiapan akademis dan sejenisnya.
 Tes bakat berpikir abstrak adalah tes yang dipergunakan untuk bakat
seseorang dalam memecahkan masalah meskipun tanpa petunjuk yang berupa
kata-kata maupun angka-angka.
 Tes bakat klerikal adalah tes yang digunakan untuk mengukur bakat seseorang
dalam memecahkan hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas
ketatausahaan,seberapa cepat dan teliti seseorang dapat menyelesaikan tugas-
tugas tulis menulis.
b) Motivasi, rendahnya motivasi akan menyebabkan bakat tidak akan
berkembang atau tidak menonjol. Motivasi berkaitan dengan “tujuan”. Jika
kurang motivasi, sedikit saja ada halangan, sudah cukup untuk menghilangkan
semangat berlatih.\
c) Value, yaitu bagaimana seseorang memberi arti terhadap pekerjaan
itu. Misalnya bila seseorang memberi arti negatif terhadap pekerjaan musi,
kurang dihargai, maka bakat itu juga terhambat berkembangnya.
d) Kepribadian, anak yang berkembang sesuai bakatnya akan memiliki
kepribadian yang lebih positif dibandingkan dengan anak yang tidak sesuai
bakatnya. Keadaan ini disebabkan oleh sukses-sukses yang dialaminya, serta
enggunaan bakatnya mempengaruhi penyesuaian emosionalnya.
e) Konsep diri, ada pengaruh timbal balik antara kepribadian dengan konsep diri.
2) Variabel lingkungan yang mempengaruh bakat khusus
Menurut Sarlito (1977) terdpat sejumlah variabel lingkungan yang mempengaruhi
berkembangnya bakat pada diri seseorang. Variabel-variabel tersebut adalah :
a) Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk memfasilitasi dalam
mengekspresikan bakat yang dimiliki siswa, misalnya untuk bakat olah raga
yaitu lapangan bermain, bakat musik yaitu alat musik, dan sejenisnya.
b) Lingkungan sosial, melalui proses sosialisasi misalnya kebudayaan tertentu
membentuk tingkah laku tertentu, misalnya di Iran mungkin tidak dapat
berkembang bakat seni musik, tari, dll. Karena disana misalnya tidak
dibolehkan bernyanyi, Jadi kesempatan untuk mengekspresikan bakat tersebut
sangat sedikit.
c) Lingkungan edukasi, pengembangannya melalui pendidikan formal seperti
sebagaimana diajarkan di sekolah.
d) Besar atau banyaknya latihan, pengembangan bakat melalui proses training
ataulatihan.
e) Hambatan-hambatan yang ada dalam lingkungan misalnya kemiskinan, cara
pengasuhan anak yang khusus, dan sebagainya.
f) Kemungkinan untuk mengekspresikan atau mengutarakan bakat misalnya
apakah diberikan kesempatan latihan yang cukup, apakah tersedia alat dsb.
F. Usaha-usaha guru dan orang tua dalam mengembangkan bakat khusus
Bakat bersifat potensial dan memerlukan pengembangan. Untuk pengembangan
bakat ada sejumlah hal yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru, antara lain :
1) Perkaya anak dengan macam-macam pengalaman dan membangun motivasi belajar.
Dengan cara ini anak akan dapat menemukan dibidang mana bakatnya.
2) Dorong atau rangsanglah anak untuk meluaskan kemampuannya, setelah anak
mengarang ,anjurkan dia untuk menggambarkannya.
3) Bersimpati atau bersama-sama melakukan kegiatan dengan anak.
4) Berilah penghargaanatau pujian atas usaha yang dilakukan sekecilapapun usaha
tersebut.\
5) Sediakanlah sarana yang memadai untuk pengembangan anak.
Selain itu ada juga beberapa cara lain yang bisa dilakukan orang tua untuk
membantu pengembangan bakat adalah :
a) Patoklah prestasi akademis yang tinggi namun realistis buat anak.
b) Tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya.
c) Bicara dan bermain dengan anak, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
d) Berceritalah mengenai berbagai peristiwa yang sedang terjadi, apa saja yang terjadi di
lingkungan sekitar. Saat berbicara mengenai rutinitas harian Anda, jelaskan apa yang
Anda lakukan dan mengapa. Doronglah anak untuk bertanya untuk Anda jawab, atau
bisa juga bantu dia untuk menjawabnya sendiri.
e) Perhatikan apa yang mereka suka lakukan, seperti hobi menggambar, melukis, atau
menggunakan angka-angka. Bantu mereka mengembangkan kesukaan itu, dan cari
tahu bagaimana mereka bisa mengikuti lomba di lingkungan sekitar atau di tingkat
kota.
f) Bawa anak ke tempat-tempat dimana mereka bisa mempelajari hal baru, seperti
pentas musik, museum atau galeri seni.
g) Cari anggota keluarga yang bisa menjadi mentor membantu anak mengembangkan
bakat mereka.