Anda di halaman 1dari 19

TEKNOLOGI

FARMASI

KELOMPOK
FITRIA NUR HASANAH
KATARINA RAHAYU
RICA ANGGRAINI
RINA MARLINA
NIDA ZULIA
OTH (Obat Tetes Hidung)
LATAR BELAKANG
• Hidung mempunyai tugas menyaring udara dari segala macam debu yan
g masuk kedalam melalui hidung. Tanpa penyaringan ini mungkin debu da
pat masuk ke paru-paru.
• Bagian depan dari rongga hidung terdapat rambut hidung yang berfungsi
menahan butiran debu kasar, sedangkan debu halus dan bakteri menemp
el pada mukosa hidung.
• Dahulu sediaan untuk hidung ini dinamakan COLLUNARIA, yang menga
ndung bermacam-macam jenis minyak sebagai pembawa. Kemudian berk
embang pengetahuan bahwa meneteskan minyak ke dalam rongga hidung
mungkin berbahaya, maka kemudian digunakan cairan berair sebagai pem
bawa.
• Pada tahun-tahun terakhir berkembang bahwa cairan pembawa harus iso
tonis dan ditambahkan pengawet dan tidak mempengaruhi pergerakan cili
a pada hidung.
OBAT TETES HIDUNG

Menurut FI edisi III


Menurut British Pharmakope 2001

Tetes hidung adalah obat tetes yang Tetes hidung dan larutan spray
digunakan untuk hidung dengan cara hidung adalah larutan, suspense atau
meneteskan obat kedalam rongga hidung; emulsi yang digunakan untuk
dapat mengandung zat pensuspensi, disemprotkan atau diteteskan
pendapar dan pengawet
kedalam rongga hidung
Penandaan

P No.1
Awas! Obat Keras
Bacalah Aturan Pemaikainya
TETES HIDUNG (NASAL DROP)
Sediaan hidung adalah cairan, semisolid atau sediaan padat yang digunakan
pada rongga hidung untuk memperoleh suatu efek sistemik atau lokal. Berisi
satu atau lebih bahan aktif.

Sediaan hidung sebisa mungkin tidak mengiritasi dan tidak memberi


pengaruh yang negatif pada fungsi mukosa hidung dan silianya.

Sediaan hidung mengandung air, pada umumnya isotonik dan mungkin berisi
eksipien, sebagai contoh untuk melakukan penyesuaian sifat merekat untuk
sediaan, untuk melakukan penyesuaian atau stabilisasi pH, untuk
meningkatkan kelarutan bahan aktif, atau kestabilan sediaan itu.
Komposisi
Umumnya OTH mengandung zat aktif :
1. Antibiotika (ex : Kloramfenikol, neomisin Sulfat, Polimiksin B
Sultat)
2. Sulfonamida
3. Vasokonstriktor
4. Antiseptik / germiside (ex : Hldrogen peroksida)
5. Anestetika lokal (ex : Lidokain HCl)

Pada dasarnya sediaan obat tetes hidung sama dengan sediaan


cair lainnya karena bentuknya larutan atau suspensi; sehingga unt
uk teori sediaan, evaluasi, dll mengacu pada larutan atau suspe
nsi.
Formula Umum
Bahan Pembantu
Cairan Pembawa :
Umumnya digunakan air
Minyak lemak atau minyak mineral tidak boleh digunakan sebagai cairan pembawa obat t
etes hidung
-karena dapat menimbulkan pnemonia Upoid jika masuk mencapai paru-paru.
- Sediaan OTH tidak boleh mengganggu aksi pembersih cillia epithelia pada mukosa hidin
g. Hidung yang berfungsi sebagai filter yang harus senantiasa bersih. Kebersihan ini dicap
ai dengan aktivitas cilia yang secaro aktif menggerakkan lapisan tipis mucus hidung pada
bagian tenggorokan.
Agar aktivitas cillla epithelial tidak terganggu maka :
-Viskositas larutan harus seimbang dengan viskositas mukus hidung : pH sekresi hidung d
ewasa sekitar 5,5-6,5; anak-anak sekitar pH 5-6.7);
- pH sediaan sedikit asam mendekati netral;
-Larutan Isotonis atau Larutan sedikit hipertonis.
Cairan pembawa lain : propilenglikol dan parafin liquid.
pH Larutan dan Zat Pendapar
pH sekresi hidung orang dewasa antara 5,5 - 6,5 dan anak-anak antara 5,0 - 6,7. Jadi
dibuat pH larutan OTH antara pH 5 sampai 6,7.
kapasitas dapar OTH sedang dan isotonis atau hamper isotonis karena kapasitas dapar cair
an mucus hidung rendah, tanpa dapar dapat menyebabkan kerusakan serius pada silia.
Disarankan menggunakan dapar fostat pH 6.5 atau dapar lain yang cocok pH 6.5 dan dibu
at isotonis dengan NaCI.

Pensuspensi (FI III)


Dapat digunakan sorbitan (span), polisorbat (tween) atau surfaktan lain yang cocok, kadar
tidak boleh melebihi dari 0,01 %b/v.

Pengental
Untuk menghasilkan viskositas larutan yang seimbang dengan viskositas mucus hidung (ag
ar aksi cillia tidak terganggu). Sering digunakan :
- Metil selulosa (Tylosa) = o,1 -0.5 % ;
- CMC-Na = 0.5-2 %
Larutan yang sangat encer/sangat kental menyebabkan iritasi mukosa hidung.
Pengawet
Umumnya digunakan :
- Benzolkonium Klorida = O.01 – 0,1 %b/v
- Klorbutanol = 0.5-0.7 % b/v
Pengawet antimikroba digunakan sama dengan yang digunakan dalam penga
wetan larutan obat mata.

Tonisitas
Kalau dapat larutan dibuat isotonis (0.9 % NaCI) atau sedikit hipertonis denga
n memakai NaCl atau dekstrosa

Sterilisasi
Filtrasi dengan menggunakan filter membrane dengan ukuran pori 0,45 µm at
au 0,2µm,
Sterilisasi panas kering, atau menggunakan autoclaving , atau dengan sterilisas
i gas dengan etilen oksida
Antioksidan
a. Pengkhelat : mengikat logam-logam sehingga senyawa tersebut
tidak aktif (Ca,Pb,Mg). Contoh : Na2EDTA
b. Reduktor : mereduksi bahan yang mengoksidasi sehingga tidak a
ktif serta mengoksidasi dirinya sendiri (mengalami oksidasi). Cont
oh : vit C, Na2S2O3, NaHSO3
c. Pemutus rantai karbon
d.Pembentuk radikal bebas. Contoh : vit E/α-tokoferol

Tujuan pengoksidasi : ada kontak langsung dengan udara dalam pengerjaan, pewarnaan b
otol dibantu dengan logam, dan dikhawatirkan bias mengoksidasi
EVALUASI TETES HIDUNG

Volume / berat
Sterilisasi Kejernihan Ph
sediaan

*Evaluasi sediaan mengacu pada evaluasi larutan atau suspense (BP 2001)
Hal – hal yang harus diperhatikan
• Penambahan metil cellulose sebanyak 0,5% untuk
viskositas mendapatkan viskositas larutan yang seimbang dengan
viskositas mukosa hidung

• Iritasi mukosa hidung tidak akan terjadi jika larutan isotonis (sedikit

Isotonis
hipertonis)
• Larutan yang sangat encer atau sangat pekat akan menyebabkaniritasi
mukosa hidung. Untuk tonisitas ditambahkan Nacl

•Ph sekesi hidung orang dewasa antara 5,5-6,5 sedangkan anak antara 5-6,7

Isohidris
•Rhinitis akut menyebabkan pergeseran ph kearah basa, sedangkan
peradangan akut menyebabkan pergeseran ph ke arah asam
•Sebaiknya menggunakan dapar phospat ph 6,5
Keseragaman bobot
Dilakukan untuk sediaan tetes hidung berupa larutan, dengan
cara:
1. Timbanglah masa sediaan tetes hidung secara individu sepul
uh wadah, dan tentukan rata-rata bobotnya.
2. Tidak lebih dari dua bobot individu menyimpang dengan lebi
h dari 10% dari rata-rata bobot dan sama sekali tidak menyimp
ang lebih dari 20%. Keseragaman isi dilakukan untuk sediaan te
tes hidung berupa emulsi atau suspensi.
WADAH DAN PENYIMPANAN
• Wadah : dalam wadah tertutup baik,
terlindung dari cahaya.
• Label sediaan harus mengandung:
1. Nama dan jumlah bahan aktif
2. Instruksi penggunaan sediaan obat
tetes hidung
3. Tanggal kadaluarsa
4. Kondisi penyimpanan
Contoh sediaan tetes hidung

Tetes Hidung Ephedrin • Tetes hidung efedrin berkhasiat sebagai decong


estan
• OTH harus isotonis dengan pH normal sehingga
ditambahkan Nacl sebagai zat pengisotonik, sel
Komposisi
ain itu Nacl digunakan sebagai pelarut dimana c
hlorobutanol lebih stabil di dalamnya
Tiap 10ml mengandung : • Pada OTH efedrin pembawanya berupa air, chlor
Ephedrin Hcl 100mg butanolum sebagai pengawet
Natrii Chloridum 45mg • Bahan lain yang digunakan yaitu propylenglikol
Chlorbutanolum 50mg yang berfungsi sebagai pembawa
Propylenglicolum 500 microliter • Zat pembawa atau pelarut yg digunakan aqua p
Aqua destilata ad 10ml ro injeksi supaya steril dan bebas pirogen
Cara penggunaan obat tetes hidung
Contoh sediaan tetes hidung