Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

NYERI

BED 5

Nama kelompok :

Alfisyah Lupita H (01)

Desika Rike S (05)

Fitri Indah Dewi (08)

M.Slankie Fitrah D (13)

Yoes Rizal F (23)

Kelas

XI – Keperawatan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BHAKTI INDONESIA MEDIKA

KOTA MOJOKERTO

2019
LAPORAN PENDAHULUAN

NYERI

1. Pengertian Nyeri
a. Nyeri (Pain) adalah kondisi perasaan yang tidak menyenangkan. Sifatnya sangat
subjektif karna perasaan nyeri berbeda pada setiap orang baik dalam hal skala ataupun
tingkatannya dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan dan mengefakuasi
rasa nyeri yang dialaminya (Hidayat, 2008).
b. Nyeri merupakan sensasi yang tidak nyaman yang bekaitan dengan dengan dengan
kerusakan jaringan (Corwin 2009).
c. Nyeri adalah suatu keadaan yang mampuan mempengaruhi keberadaan seseorang
yang mengalaminya (Tsamsuri 2007).

d. Konsep dasar
Reseptor nyeri adalah organ tubuh yang berfungsi menerima rangsangan nyeri. Organ
tubuh yang berperan sebagai reseptor nyeri adalah syaraf bebas dalam kulit yang
berespon terhadap stimulus yang kuat.
e. Etiologi atau penyebab
a. Secara fisik
 Trauma mekanis : menimbulkan nyeri karena syaraf-syaraf bebas
mengalami kerusakan akibat benturan ataupun luka. Seperti dari kekerasan
atau kecelakaan.
 Trauma termis : menimbulkan nyeri karena syaraf reseptor dapat
rangsangan akibat panas ataupun dingin. Seperti terkena rokok, solder, air
panas, uap panas, gas panas.

b. Secara psikis
Nyeri yang disebabkan faktor psikis merupakan nyeri yang dirasakan karena
penyebab organik dan pengaruh terhadap fisik.
f. Tanda dan gejala
a. Nyeri akut
Perubahan selera makan, perubahan tekanan darah, perubahan frekuensi jantung,
perubahan frekuensi pernapasan, gangguan tidur.
b. Nyeri kronis
Anoreksia, depresi, letih, gelisa, takut.

g. Macam macam nyeri


a. Nyeri akut
Nyeri akut hampir selalu terjadi oleh adanya pemicu kerusakan jaringan somatis
maupun viseral.
b. Nyeri kronis
Nyeri yang berlangsung lama karena penyakit nyeri akut tetap berlangsung
walaupun luka sudah sembuh.
c. Nyeri viseral
Nyeri dipicu oleh kerusakan organ viseral yang disebabkan karena trauma atau
nyeri punggung bagian bawah karena benturan.
d. Nyeri neuropatik
Nyeri yang disebabkan oleh kerusakan serabut saraf perifer atau saraf sentral
sendiri.
e. Nyeri sentral
Nyeri yang disebabkan karena rusaknya serabut syaraf pada sistem syaraf pusat
sendiri(otak).

h. Faktor yang mempengaruhi nyeri


a. Usia
Anak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga perawat harus mengkaji respon
nyeri pada anak. Pada orang dewasa kadang melaporkan nyeri jika sudah
patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam
nyeri yang dialami, karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang
harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal
jika nyeri diperiksakan.
b. Jenis kelamin
Gill (1990) mengungkapkan laki-laki dan wanita tidak berbeda secara signifikan
dalam merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi faktor budaya (ex: tidak pantas
kalo laki-laki mengeluh nyeri, wanita boleh mengeluh nyeri).
c. Kultur
Orang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap
nyeri misalnya seperti suatu daerah menganut kepercayaan bahwa nyeri adalah
akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, jadi mereka tidak
mengeluh jika ada nyeri.
d. Support keluarga dan sosial
Individu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga
atau teman dekat untuk memperoleh dukungan dan perlindungan
e. Pengalaman masa lalu
Seoang yang pernah berhasil mengatasi nyeri di masa lampau, dan saat ini nyeri
yang sama timbul, maka ia akan mudah mengatasi nyerinya.

i. Gangguan yang timbul


a. Kecemasan
b. Gangguan tidur
c. Hipertensi
d. Takikardi
j. Pencegahan
a. Jaga keseimbangan antara istirahat dan aktivitas
b. Hindari latihan atau aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri pada persyarafan
c. Biasakan sikap tubuh yang baik
d. Berikan pijatan untuk otot yang kelelahan
Dafrar pustaka

 Perry , potter 2005 . Fundamental Keperawatan. Jakarta : Egc


 Alimul , Aziz 2006 . Kebutuhan Dasar Manusia, Edisi 2. Jakarta : Salemba Medika
 Wartona dan Tarwoto 2004 . Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika