Anda di halaman 1dari 4

TOPIK INI MEMBAHAS TENTANG

ASAL MULA KOLANG-KALING


Pohon aren atu enau (Arenga pinata) merupakan pohon yang menghasilkan bahan-bahan
industri. Hampir semua bagian atau produk tanaman ini dapat dimanfaatkan karena memiliki nilai
ekonomi.
Tanaman aren di indonesia banyak terdapat hampir di seluruh Nusantara. Tanaman aren
dapat diandalkan sebagai salah satu sumber devisa negara dan meningkatkan nilai ekonomi.
Tanaman aren bermanfaat juga untuk pengawetan sumber daya alam (tanah) dan kelestarian
lingkungan hidup.
Semua bagian dari pohon aren ternyata banyak faedahnya, antara lain :
 Akar aren dapat digunakan untuk bahan kerajinan tangan berupa anyam-anyaman ataupun
bahan pembuatan cambuk.
 Daun muda atau janurnya untuk pembungkus atau pengganti kertas rokok, yang disebut
Kawung
 Batangnya digunakan untuk bahan pembuatan gula merah atau cuka
 Lidi dan ijuknya digunakan untuk membuat sapu atau dianyam untuk dibuat keranjang dan
topi.
Biasanya buah ini memiliki tiga ruang sebagai tempat biji. Tiap-tiap biji berbentuk seperti
satu siung bawang.

TOPIK INI MEMBAHAS TENTANG


MANFAAT KOLANG-KALING
Kolang-kaling banyak digunakan sebagai bahan campuran beraneka jenis makanan
ataupun minuman. Misalnya, dalam pembuatan manisan, kolak, ronde, roti, minuman kaleng dan
es campur. Sekarang muncul pula aneka produk makanan baru yang menggunakan kolang-kaling
sebagai bahannya. Misalnya, kolang-kaling gensi, kolang-kaling manja, dan kolang-kaling
berjuruh.
Kolang-kaling selain dapat dimanfaatkan untuk bahan pencampur aneka makanan dan
minuman, kandungan seratnya juga baik sekali untuk kesehatan.
TOPIK INI MEMBAHAS TENTANG
ALAT PENGOLAHAN KOLANG-KALING
Peralatan yang diperlukan dalam pengolahan kolang-kaling adalah sebagai berikut :
1. Bakul atau karung goni untuk menempatkan buah aren
2. Pisau atau sabit untuk mengupas buah aren
3. Panci atau belanga untuk merebus dan merendam buah aren
4. Kompor atau tungku
5. Talenan kayu
6. Sendok besar ciduk, dan serok
7. Baskom plastik

TOPIK INI MEMBAHAS TENTANG


PENGOLAHAN KOLANG-KALING
1. Pemilihan Bahan
Pengolahan kolang-kaling diawali dengan pemilihan bahan (buah aren) yang masih setengah
masak, yang ditandai dengan warna kulit buah yang masih hijau segar. Buah-buah aren
dilepas satu per satu dari untaiannya dan dimasukkan ke dalam bakul atau karung goni,

2. Pembakaran atau Perebusan Buah Aren


Ada dua cara untuk mengolah kolang-kaling, yaitu dengan membakar buah aren atau merebus
buah aren. Tujuan utama pembakaran atau perebusan ini adalah untuk menghilangkan lendis
buah yang menyebabkan rasa sangat gatal apabila menyentuh kulit.
a. Pembakaran
Pengolahan kolang-kaling dengan cara membakar dilakukan dengan menumpukkan buah
aren di atas bara api sehingga daging buah menjadi agak hangus. Namun, bijinya tidak
sampai hangus.

b. Perebusan
Untuk lebih praktis dengan hasil yang lebih banyak serta tercegah rusaknya biji aren,
dilakukan tahap-tahap sebagai berikut.
 Terlebih dahulu disiapkan belanga, wajan, kuali, atau drum bekas
 Belanga atau kuali tersebut diisi dengan air secukupnya sehingga seluruh buah aren
yang akan diproses menjadi kolang-kaling itu dapat terendam dengan air.
 Kemudian, belanga tersebut diletakkan diatas kompor minyak atau tungku perapian
untuk direbus.
 Perebusan dilakukan sampai airnya mendidih selama 1-2 jam; kemudian dibiarkan
sampai airnya dingin
 Satu persatu buah aren yang sudah direbus itu dikeluarkan untuk diambil bijinya.

3. Pengambilan Biji Aren


Alat yang digunakan adalah pisau tajam, biji aren tersebut tidak teriris atau terluka.

4. Pelepasan Kulit Biji Aren


Kulit biji aren yang berwarna kuning dilepaskan dengan menggunakan pisau secara hati-hati.
Biji yang terlepas dalam keadaan utuh dicuci dengan air bersih.

5. Perendaman Biji Aren


Terlebih dahulu disiapkan belanga atau baskom yang berisi air kapur. Kemudian, biji-biji aren
yang sudah bersih dari kulitnya direndam dalam air kapur tersebut selama 2-3 hari. Air kapur
ini berfungsi untuk mengedapkan segala kotoran dan dapat mengkenyalkan biji-biji buah aren.
Setalah itu, biji dicuci dengan air bersih. Jika akan dipasarkan, biji itu harus dalam keadaan
direndam dalam air.

TOPIK INI MEMBAHAS TENTANG


PRODUK OLAHAN KOLANG-KALING
Kolang-kaling yang berwarna putih dan mempunyai tekstur yang kenyal seperti agar-agar,
banyak digunakan sebagai bahan campuran es buah (es campur), bajigur, sirup, kolak, manisan,
atau makanan ringan lainnya yang merupakan produk olahan dari kolang-kaling.
Untuk lebih memperpanjang masa simpan kolang-kaling, dapat dilakukan perendaman
dengan air gula. Salah satu produk olahan dari kolang-kaling dengan cara pengawetan dalam air
gula dikenal sebagai manisan kolang-kaling.

TOPIK INI MEMBAHAS TENTANG


PEMBUATAN MANISAN KOLANG-KALING
1. Kolang-kaling direndam dengan air bersih selama satu mala, kemudian dicuci. Air rendaman
dibuang dan kolang-kaling ditiriskan.
2. Kalau manisan kolang-kaling ingin diwarnai, digunakan pewarna makanan yang tidak
berbahaya. Kolang-kaling ini dicampur dengan pewarna dan diaduk-aduk sampai merata.
Setelah itu, kolang-kaling ini didiamkan sebentar supaya warna terserap secara merata.
3. Kolang-kaling yang sudah diberi pewarna itu dicuci atau dibilas dengan air bersih secara
berulang-ulang untuk menghilangkan kelebihan warna.
4. Disiapkan larutan gula pasir sekitara 60%, yaitu 600 gram gula dilarutkan atau dicampurkan
dalam 1 liter air. Air gula ini dipanaskan sampai mendidih, kemudian didinginkan.
5. Kolang-kaling tersebut direndam dalam air gula yang telah dingin; perendaman dapat
dilakukan selama beberapa hari.
6. Setiap hari air perendaman perlu dipanaskan lagi. Namun, kolang-kalingnya tidak ikut
dipanaskan. Kemudian, air gula yang telah dipanaskan tersebut didinginkan dan digunakan
kembali untuk merendam kolang-kaling air gula supaya kental.