Anda di halaman 1dari 24

PERENCAAN MENU

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/01/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Tanggal Terbit : Kepala RSU Sri Torgamba
PROSEDUR
OPERASIONAL 5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Perencanaan mengenai serangkaian hidangan unuk stiap kali


PENGERTIAN makan,yang terdiri dari makanan biasa,mkanan lunak/diet dan
makanan saring.

Dengan menu yang terencana dengan baik,akan membuat petugas


TUJUAN dapat menyajikan variasi hidangan yang menarik dan dapat
membantu dalam pemulihan pasien.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Membuat rincian macam dan jumlah pasien yang akan dilayani


2. Mengumpulkan data peralatan dan perlengkapan dapur yang
tersedia
3. Menyesuaikan penyusunan menu dengan macam dan jumlah
tenaga
4. Mempertimbangkan kebiasaan makan mayoritas pasien,
musim, iklim dan keadaan pasar.
5. Menetapkan siklus menu 7 ( tujuh) hari yang akan dipakai
6. Menetapkan standar porsi
PROSEDUR 7. Menyusun menu dengan cara sebagai berikut :
a. Mengumpulkan berbagai jenis hidangan, mengelompokkan
berdasarkan jenis makanan (lauk hewani,nabati, sayuran,
dan buah) sehingga memungkin variasi yang lebih banyak
b. Menyusun pola menu dan master menu yang memuat garis
besar frekuensi penggunaan bahan makanan harian dengan
siklus menu yang berlaku
c. Memasukkan hidangan hewani yang serasi warna,
komposisi, konsistensi bentu dan variasi, kemudian disusul
berturut- turut untuk lauk nabati, sayur, dan buah.

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi


PERENCANAAN DAN PEMESANAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/02/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Penyusunan permintaan bahan makanan berdasarkan menu atau


PENGERTIAN pedoman menu dan rata-rata jumlah pasien yang dilayani dengan
memperhitungkan stok bahan makanan yang ada.

Tersedianya daftar pesanan bahan makanan sesuai standar atau


TUJUAN
spesifikasi yang di tetapkan.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Memeriksa ketersediaan stok bahan makanan basah dan


kering ditempat penyimpanan bahan makanan.
2. Melihat menu yang akan dimasak dibuku siklus menu untuk
pasien
3. Memcatat bahan makanan yang dibutuhkan dalam menu yang
akan dimasak di logbook belanjaan dengan memperhiungkan
dengan stok bahan makanan yang tersedia
4. Pemesanan bahan makanan dicatat di daftar pemesanan bahan
PROSEDUR
makanan
5. Kemudian daftar pemesanan bahan makanan diserahkan ke
pada penanggungjawab instalasi gizi untuk diperiksa
penyesuaian pemesanan dengan kebutuhan, setelah itu daftar
pemesanan bahan makanan tersebut di serahkan kepada
Kepada Rumah Sakit untuk disetujui dan diserahkan kebagian
financial.
6. Pemesanan bahan makanan dilakukan 2 hari sekali dan 3 kali
sekali dalam 1 minggu.
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi
PERSIAPAN PELAKSANAAN SEBELUM MASUK KE
RUANG INSTALASI

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/03/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Persiapan yang dilakuan oleh tenaga gizi sebelum melakukan


PENGERTIAN
kegiatan produksi dan distribusi

Dengan persiapan yang dilakukan, diharapkan hiegene dan


TUJUAN
sanitasi makanan tetap terjaga

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan
Instalasi Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Tenaga gizi datang 10 menit sebelum jadwal yang telah


ditetapkan
2. Tenaga gizi datang dalam keadaan rapih dan
bersih,meliputi:
a. Pastikan personal hiegene sepeti kuku,tangan,rambut
dan pakaian dalam keadaan rapi
b. Sebelum bekerja diharuskan petugas gizi untuk
PROSEDUR
mencuci tangan.
c. Gunakan APD( tutup kepala,celemek,masker dan
alas kaki)
3. Setelah selesai dipakai, lepaskan semua APD kemudian
membersihkan APD yang sudah digunakan untuk di
pake keesokan harinya dan mencuci tangan setelah
selesai.

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi


PENERIMAAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/04/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Suatu proses kegiatan memeriksa ,meneliti, mencatat, memutuskan


PENGERTIAN dan melaporkan waktu penerimaan bahan makanan, macam dan
jumlah serta spesifikasi bahan makanan menurut pesanan

Diterimanya pesanan bahan makanan dalam macam,jumlah serta


TUJUAN spesifikasi yang disepakati sesuai dengan waktu permintaan
pesanan.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Sebelum menerima bahan makanan,terlebih dahulu petugas gizi


memakai APD( celemek,tutup kepala,alas kaki) setelah itu
mencuci tanagnnya.
2. Petugas gizi mempersiapkan timbangan
3. Petugas gizi mengecek macam, jumlah, dan spesifikasi bahan
makanan yang telah ditetapkan sesuai daftar pesanan bahan
makanan
PROSEDUR
4. Timbang bahan makanan yang sudah diperiksa
5. Jika bahan makanan yang diterima tidak sesuai spesifikasi
maka bahan makanan tersebut akan dipulangkan kepada
rekanan
6. Untuk bahan makanan kering diberi label tanggal penerimaan.
7. Setelah itu dibersihkan bahan makanan kemudian disimpan di
ruang penyimpanan bahan makanan
8. Setelah itu petugas gizi diharuskan untuk mrncuci tangannya.
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN BASAH

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


ST17/SPO/05/VII/2018 00 1/2
RSU SRI TORGAMBA
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Tatacara menata, menyimpan, memelihara keamanan bahan


PENGERTIAN makanan segar baik kualitas maupun kuantitas di ruang
penyimpanan bahan basah serta pencatatan dan pelaporan.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk adanya system


penyimpanan barang, tersedianya fasilitas ruang penyimpanan
TUJUAN
bahan makanan segar sesuai persyaratan, dan tersedianya kartu
stock/ buku catatan keluar masuknya bahan makanan.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Sebelum melakukan penyimpanman bahan makanan basah,


petugas gizi memakai APD dan mencuci tangannya.
2. Penyimpanan bahan makanan dipisahkan antara bahan
makanan basah dan bahan makanan kering.
3. Bahan makanan yang mudah rusak seperti : ikan dan daging
ayam sebelum disimpan terlebih dahulu harus dibersihkan
isinya untuk menghindari proses pembusukan yang terlalu
cepat. Cuci dengan air mengalir dan tiriskan. Kemudian
dikemas dengan dibungkus plastic serta diberi labeling
tanggal penyimpanan.
PROSEDUR
4. Bahan makanan buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak
berdaun terlebih dahulu dicuci dengan air brsih, dan mengalir
setelah itu tiriskan, kemudian semua bahan dimasukkan
kedalam plastik serta ditutup/diikat.
5. Sayuran yang berdaun seperti : daun bayam, kangkung,
selada, sawi terlebih dahulu dipotong akarnya, bersihkan dari
daun yang menguning, kotoran, tanah atau dari rumput yang
menempel. Kemudian dikemas dalam wadah pelastik.
Kemudian disimpan dalam lemari pendingin.
6. Bahan makanan yang tidak berbau diletakkan berjauhan
7. supaya tidak bercampur baunya dengan makanan yang berbau
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN BASAH

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


ST17/SPO/05/VII/2018 00 2/2
RSU SRI TORGAMBA
Tajam.
8. Pengeluaran bahan makanan yang disimpan menggunakan
system FIFO (First In First Out)
9. Pengecekan kondisi dan jumlah bahan makanan yang
disimpan dilakukan setiap hari
10. Pembersihan lemari pendingin dilakukan 2 (hari) sekali

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi


PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN KERING

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/06/VII/2018 00 1/2
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Tatacara menata, menyimpan, memelihara keamanan bahan


PENGERTIAN makanan kering, baik kualitas maupun kuantitas diruang bahan
makanan keringserta pencatatan dan pelaporannya.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk adanya system


penyimpanan barang, tersedianya fasilitas ruang
TUJUAN penyimpananbahan makanan kering sesuai persyaratan dan
tersedianya kartu stock/ buku catatan keluar masukknya bahan
makanan.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Setelah bahan makanan telah memenuhi syarat diterima, bahan


makanan segera dibawa keruang penyimpanan.
2. Bahan makanan ditempatkan secara teratur menurut macam,
dan golongan.
3. Semua bahan makanan ditempatkan dalam tempat tertutup,
terbungkus rapat dan tidak berlubang. Diletakkan diatas rak
bertingkat yang cukup kuat dan menempel pada lantai. Dinding
atau langit-langit dengan ketentuan sebagai berikut :
 Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm.
PROSEDUR  Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm
 Jarak bahan makanan dengan langit-langit 60 cm
4. Menggunakan bahan makanan yang diterima terlebih dahulu
( FIFO) untuk mengetahui bahan makanan yang diterima diberi
tanggal penerimaan
5. Kartu/buku stock dan pengeluaran bahan makanan, harus diisi
tanpa ditunda, diletakkan pada tempatnya.
6. Ruangan dibuka pada waktu yan ditentukan,pintu harus selalu
terkunci pada saat tidak ada kegiatan.
7. Suhu ruangan harus kering dan sejuk sekitar 19-210C
8. Pembersih ruangan dilakukan 2 hari sekali.
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN KERING

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/06/VII/2018 00 2/2
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi
PERSIAPAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/07/VII/2018 00 1/3
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Persiapan bahan makanan adalah kegiatan


membersihkan/menyiangi bahan makanan, mencuci dan
PENGERTIAN
memotong bahan makanan sesuai dengan bentuk dan ukuran yang
ditetapkan.

Agar tersedianya bahan makanan dalam bentuk dan ukuran sesuai


TUJUAN
menu dan porsi makanan.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Mempersiapkan peralatan dalam keadaan bersih


2. Mengumpulkan bahan makanan yang akan digunakan
3. Menyiangi/ membersihkan/ mengupas bahan makanan dari
akar, daun berwarna kuning, batang yang tidak terpakai,
kulit bahan.
4. Memotong bahan makanan sesuai dengan bentuk, porsi,
dan menu yang berlaku
5. Mencuci bahan makanan sebelum disalurkan di unit
produksi bahan makanan
6. Merendam bahan makanan bila diperlukan proses
PROSEDUR perendaman
7. Mengiris/ menggiling bahan makanan sebelum digunakan
untuk proses pengolahan
8. Melakukan penyimpanan bahan yang telah dipersiapkan ke
dalam lemari pendingin bila akan digunakan untuk
pengolahan esok hari. Menyalurkan bahan makanan ke unit
produksi untuk
dilakukan pengolahan pada hari itu.

A. PROSEDUR PERSIAPAN SAYUR JENIS KACANG-


KACANGAN
1. Membersihkan bagian ujung yang tidak terpakai dan
PERSIAPAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/07/VII/2018 00 2/3
dibuang seratnya
1. Memotong sayuran dalam bentuk sesuai menu
2. Mencuci sayuran
3. Meniriskan sayuran
Menyalurkan ke unit produksi.

B. PROSEDUR PERSIAPAN SAYUR JENIS BUAH


1. Mengupas bersih kulit sayur jenis buah
2. Memotong dengan bentuk sesuai menu
3. Melakukan pencucian sayur.
4. Meniriskan
5. Menyalurkan bahan makanan ke unit produksi

C. PROSEDUR PERSIAPAN SAYUR JENIS DAUN


1. Membersihkan/ menyiangi bahan makanan
2. Memotong/ memetik sayuran
3. Mencuci sayuran minimal 3 x pencucian
4. Meniriskan sayuran yang telah dicuci
5. Menyalurkan bahan makanan ke unit produksi

D. PROSEDUR PERSIAPAN SAYUR JENIS BUNGA


1. Membersihkan sayuran dari bagian bagian yang tidak
digunakan
2. Melakukan pemotongan
3. Melakukan pencucian
4. Meniriskan sayuran yang telah dicuci
5. Menyalurkan bahan makanan ke unit produksi

E. PROSEDUR PERSIAPAN BUAH


1. Mencuci kulit buah sebelum dikupas
2. Melakukan pengupasan serta membersihkan biji buah
3. Melakukan pemotongan buah sesuai standart porsi
4. Melakukan pengemasan buah
5. Memotong ujung dan pangkal buah untuk persiapan buah
pisang. Menyalurkan buah ke bagian distribusi

F. PROSEDUR PERSIAPAN LAUK HEWANI DAN NABATI


1. Melakukan pemotongan bahan makanan sesuai dengan
standar porsi yaitu tahu 50 gram, tempe 35 gram, ayam 130
gram, daging 50 gram, ikan laut 100 gram.
2. Melakukan pencucian bahan makanan.
3. Menyiapkan bahan sesuai dengan kebutuhan pada standart
resep.
4. Menyalurkan bahan ke bagian produksi makanan.
PERSIAPAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/07/VII/2018 00 3/3
G. PROSEDUR PERSIAPAN BUMBU
1. Membersihkan bahan bumbu yang akan digunakan
Memotong, mengiris, mengeprak, atau menghaluskan
2. bahan bumbu yang akan digunakan
3. Mencampur bahan bumbu sesuai dengan standar bumbu
dan menu yang telah disiapkan.
4. Menyalurkan bahan bumbu ke bagian pengolahan makanan
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi
PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/08/VII/2018 00 1/2
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Kegiatan memasak bahan makanan mentah menjadi maanan yang


PENGERTIAN
siap dimakan, berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.

1. Mengurangi resiko kehilangan zat gizi bahan makanan


2. Meningkatkan nilai cerna.
TUJUAN 3. Meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, tekstur, dan
penampilan makanan.
4. Bebas dari bahan potensial dan zat berbahaya bagi tubuh.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1.
1. Sebelum mengolah petugas gizi harus memakai pakaian kerja
dan alat pelindung diri meliputi : (celemek,topi,alas kaki dan
masker).
2. Menu sebelum dimasak terlebih dahulu dipelajari oleh
petugas pengolahan.
3. Bahan makanan yang akan diolah diperhatikan jumlah
makanan yang akan dimasak dengan jumlah pasien
disesuiakan/disamakan.
4. Pengolahan makanan pokok
a. Pada pengolahan nasi, beras yang sudah dicuci kemudian
PROSEDUR
dimasak dalam rice cooker
b. Pada pengolahan bubur,beras dimasukkan dalam panic
besar kemudian dimasak dalam rice cooker
c. Bubur saring diproses dari makanan yang sudah jadi
nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan olive oil.
5. Pengolahan lauk hewani
1) Pengolahan lauk hewani disesuaikan dengan menu pada
hari tersebut dan standart resep yang ada.
2) Pemasakan lauk hewani dipisahan antara lauk pasien
tanpa diet dengan pasien dengan diet khusus seperti RG
(rendah garam).
PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


ST17/SPO/08/VII/2018 00 2/2
RSU SRI TORGAMBA
6. Pengolahan lauk nabati
a. Pengolahan lauk nabati disesuaikan dengan menu pada
hari tersebut dan standar resep yang ada
b. Pemasakan lauk nabati dipisahkan antara lauk untuk
pasien tanpa diet dengan pasien dengan diet khusus
seperti RG (rendah garam).
7. Pengolahan sayur
a. Pengolahan sayuran disesuaikan dengan menu
b. Pengolahan sayuran dilakukan dengan cara menumis
dengan minyak atau merebus dengan banayak air.
8. Tenaga pengolah makanan selama mengolah harus :
 Cuci tangan dengan sabun sebelum mulai/sesudah
bekerja, sesudah menjamah bahan yang kotor, setiap
keluar dari WC.
 Sebelum dan selama bekerja tidak menggaruk kepala,
muka, hidung, atau bagian tubuh yang lain.
 Menggunakan masker
 Jangan menjamah makanan yang sudah masuk dengan
tangan.
9. Setelah seluruh proses pengolahan dilakukan harus segera
membersihkan ruangan kerja.

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi


PENYAJIAN MAKANAN PASIEN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/09/VII/2018 00 1/2
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

PENGERTIAN Suatu kegiatan pemorsian/ pembagian makanan pasien sesuai


dengan diet dan fasilitas kelas rawat inap pasien

Menyajikan makanan sesuai dengan diet dan fasilitas rawat inap


TUJUAN
pasien

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Persiapan alat :
a. Tersedianya bento untuk kelas VIP dan kelas I yang sudah
bersih
b. Tersedianya bento untuk kelas II dan kelas III yang sudah
bersih
c. Alat pengambil makanan ( sendok sayur, sendok nasi dan
penjepit)
2. Persiapan petugas :
a. Memakai pakaian yang bersih
b. Sebelum dan sesudah kontak dengan alat makan/makanan
cuci dengan sabun dan air mengalir
c. Jika badan dalam keadaan kurang bugar/fit (flu) memakai
masker,alihkan muka dari makanan dan peralatan makan
PROSEDUR
3. Pelaksanaan :
a. Perhatikan stiker makan pasien yang tertera sebelum
memporsi makanan.
b. Penyajian nasi pada bento menggunakan mangkuk cetakan
khusus nasi
c. Penyajian lauk ditempatkan dibento pada tempat khusus
lauk, perhatikan untuk makanan pasien yang memiliki diet
khusus
4. Penyajian sayur detempatkan di bento pada tempat khusu
sayur, perhatikan untuk makanan pasien yang memiliki
diet khusus.Proses dilanjutkan dengan pendistribusian
makanan pasien Alat-alat yang telah digunakan dicuci
sampai bersih dan membersiah meja penyajian makanan
PENYAJIAN MAKANAN PASIEN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/09/VII/2018 00 2/2

hingga bersih.
a. Setelah itu petugas gizi dapat keluar dari ruangan
penyajian makanan kemudian pelepas APD nya.
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi
PENDISTRIBUSIAN MAKANAN PASIEN KE RUANG
RAWAT INAP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/10/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Rangkaian kegiatan penyaluran makanan sesuai dengan jumlah


PENGERTIAN porsi dan jenis makanan konsumen yang dilayani ( makanan biasa
atau makanan khusus

TUJUAN Agar pasien mendapatkan makanan sesuai dengan kebutuhan gizi

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Distribusi makanan pasien


a. makanan yang telah diolah oleh petugas gizi kemudian
diporsikan sesuai dengan jenis diet.
b. Pelabelan dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam
pemberian jenis diet dan kegiatan distribusi kepada pasien
dengan melihat buku diit pasien.
c. Pengecekan kembali oleh petugas distribusi agar tidak
PROSEDUR terjadi kesalahan pemberian makan
d. Waktu distribusi makan
- Makan pagi : 07 : 00
- Makan siang : 12 : 00
- Makan sore : 16 : 00
2. Makanan diletakkan dalam bento makanan khusus pasien
dan makanan didistribusikan ke Instalasi Rawat Inap
menngunakan trolly makanan bersih.
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi dan Ruang Rawat Inap Pasien
PENARIKAN ALAT MAKAN PASIEN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/11/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Suatu kegiatan pengambilan alat makan pasien oleh tenaga petugas


PENGERTIAN
gizi setelah 2 jam makanan diberi kepada pasien

TUJUAN Menghindari kehilangan alat makan dan menghindari dari lalat.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Setelah petugas gizi mendistribusikan makanan ke pasien,


petugas gizi menunggu 2 jam dari pendistribusian makanan
2. petugas gizi kembali ke kamar pasien sambil melihat apakah
makanan yang diberikan telah dikonsumsi atau belum.
3. Apabila makanan telah habis di konsumsi, alat makan pasien
diambil dan di bawa kedapur dengan menggunakan troli
makanan kotor
PROSEDUR
4. Apabila makanan pasien belum habis, petugas gizi meminta
izin kepada pasien untuk memindahkan sisa makanan yang
masih ingin dikonsumsi kewadah makanan lain
5. Waktu pengambilan alat makan pasien
- Makan pagi : 09 : 00
- Makan siang : 14 : 00
- Makan sore : 18 : 00

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi dan Ruang Rawat Inap Pasien


PENCUCIAN ALAT MAKAN PASIEN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/12/VII/2018 00 1/2
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
TanggalTerbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Kegiatan membersihkan atau mencuci alat makan pasien dari sisa


PENGERTIAN makan pasien.

Alat makan yang digunakan pasien bersih dari sisa makanan dan
TUJUAN
terbebas dari penyakit infeksi.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Petugas menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) seperti


masker,celemek, sarung tangan dan sepatu tertutup.
2. Pisahkan peralatan makan infeksius dengan non infeksius
3. Pencucian alat makan ( piring, sendok, dan bento) terpisah
dengan gelas dan tutup gelas.
4. Alat makan infeksius :
 Bersihkan peralatan makan dari sisa makanan dan
dibuang ketempat sampah
 Siram dengan air mengalir
 Rendam dengan larutan disinfektan selama 30 menit
 Peralatan makan di cuci dengan sabun cuci piring.
PROSEDUR  Peralatan dibilas dengan air bersih dan mengalir.
 Rendam dengan air panas ±30 menit
 Keringkan dengan rak pengering/penirisan
 Pastikan alat makan kering sebelum disusun pada rak
alat makan, jika belum lap dengan lab bersih untuk alat
makan infeksius
5. Alat makan non infeksius :
 Bersihkan peralatan makan dari sisa makanan dan
dibuang ditempat sampah
 Peralatan makan disiram dengan air mengalir
 Peralatan makan direndam dengan air panas dengan
sabun cuci piring
 Peralatan makan dicuci dan dibilas dengan air mengalir
PENCUCIAN ALAT MAKAN PASIEN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


ST17/SPO/12/VII/2018 00 2-2
RSU SRI TORGAMBA
 Pastikan alat makan kering sebelum disusun pada rak alat
makan, jika belum lap dengan lap bersih untuk alat makan
non infeksius
 Lepas APD dan lakukan kebersihan tangan.
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi
PENENTUAN DIIT PASIEN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/17/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Suatu kegiatan untuk menentukan jenis diet pasien selama dirawat


PENGERTIAN
dirumah sakit

Memberikan makanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan


TUJUAN
gizi pasien
.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Ahli gizi menerima laporan dari perawat bahwa ada pasien


rawat inap baru
2. Ahli gizi melakukan skrining gizi awal dengan membaca
status pasien meliputi hasil laboratorium, pemeriksaan fisik
PROSEDUR klinis dan diagnosa penyakit pasien
3. Mengkonsulkan dengan dokter dan perawat tentang bentuk
makanan dan jenis diit pasien
4. Mencatat dibuku diit pasien mengenai bentuk makan dan
jenis diit pasien

UNIT TERKAIT Ahli Gizi, Dokter dan Perawat


PEMBERSIHAN INSTALASI GIZI

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/13/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

PENGERTIAN Kegiatan membersihkan ruang dapur yang dilakukan setiap hari

TUJUAN Menjaga kebersihan dan kerapian dapur

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Membersihkan semua alat-alat masak yang terpakai


2. Membersihkan kompor, tempat pencucian piring dan tempat
pencucian bahan makanan
3. Membersihkan bagian flafon
4. Membersihkan kulkas dan tempat penyimpanan bahan
makanan kering, bahan makanan yang sudah tidak layak
digunakan dikeluarkan dari tempat penyimpanan
5. Membersihkan meja persiapan, meja penyajian dan lantai
6. Jadwal pembersihan instalasi gizi
PROSEDUR

Jadwal Pembersihan Instalasi Gizi


Waktu Frekuensi Petugas
Mingguan 1 kali Semua petugas gizi
Bulanan 4 kali Semua petugas gizi
Tahunan 12 kali Semua petugas gizi

UNIT TERKAIT Instalasi gizi


PEMBERSIHAN TROLLY MAKANAN

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/14/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Suatu proses pembersihan trolly makanan menggunakan bahan


PENGERTIAN tertentu secara berkala agar tempat distribusi mkanan terjamin
hiegenis sampai ke pasien.

Agar pasien mendapatkan jaminana kualitas makanan ditempat


TUJUAN
pelayanan

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Pembersihan dilakukan dengan kain basah kemudian dilap


dengan kain kering untuk bagian dalam dan luar kereta.
2. Bersihkan roda dari bahan-bahan yang dapat mengganggu
kelancaran roda serta pemberian minyak pelumas.
3. Pencucian trolly dilakukan 1 kali seminggu untuk trolly
makanan untuk pengantaran dan trolly pengambilan tempat
PROSEDUR
makanan.
4. Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada saat melakukan
pembersihan rutin
5. Trolly makanan yang dalam keadaan basah dan kotor tidak
boleh dipakai.
6. Pembersihan dapat dilakukan oleh petugas gizi

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi


PERAWATAN DAN PENYIMPANAN PISAU DI INSTALASI
GIZI

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/16/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Pisau dapur merupakan salah satu alat memasak yang paling


PENGERTIAN penting dan sangat diandalkan untuk mempermudah proses
memasak.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah agar senantiasa awet


TUJUAN
dan mempermudah proses memasak.

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

1. Perawatan
a. Sebelum menggunakan pisau setelah lama disimpan,
bersihkan pisau dengan lab terlebih dahulu untuk
menghindari kontaminasi bakteri
b. Cuci segera pisau setelah digunakan untuk memotong
bahan yang mengandung asam, untuk menjaga warna
pisau agar tidak cepat berubah
c. Pisau daging perlu diasah 2-3 hari sekali, sementara
pisau sayur/buah cukup 2-3 minggu sekali
d. Jika pisau berkarat bias gunakan abu gosok atau braso
untuk menghilangkan karat. Cuci bersih setelah
PROSEDUR
dibersihkan karatnya.
2. Penyimpanan
a. Agar pisau tidak cept tumpul, keringkan pisau
sebelum disimpan
b. jika pisau tidak dipakai dalam jangka waktu lama,
setelah dicuci dan dilab kering, oleskan dengan
minyak goring, tipis-tipis lap dengan tissue dan
bungkus pisau dengan paperlowel
c. untuk penyimpanan sehari-hari cukup dicuci dengan
air sabun, setiap selesai dipakai dan segera keringkan
dengan lap
UNIT TERKAIT Instalasi Gizi
PENGGUNAAN PISAU DI INSTALASI GIZI

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RSU SRI TORGAMBA ST17/SPO/15/VII/2018 00 1/1
Ditetapkan
STANDAR Kepala RSU Sri Torgamba
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
OPERASIONAL
5 Juli 2018
(SPO)
dr.N.Junedi Nasution

Pisau dapur merupakan salah satu alat memasak yang paling


PENGERTIAN penting dan sangat diandalkan untuk mempermudah proses
memasak.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah agar penggunaan pisau


sesuai dengan fungsi dan bahan makanan

Peraturan Kepala Rumah Sakit Sri Torgamba Nomor:


KEBIJAKAN STKRS/PER/63/VII/2018 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Gizi di RSU Sri Torgamba

Pisau dibagi menjadi 5 macam :


1. pisau sayuran
pisau sayuran digunakan untuk mengupas, memotong
sayuran seperti bayam, wortel, labu siam, kangkung, kacang
panjang dan lain- lain
2. pisau lauk nabati
PROSEDUR
pisau lauk nabati digunakan untuk memotong lauk nabati
seperti tempe dan tahu
3. pisau daging
pisau lauk hewani digunakan untuk memotong daging
4. pisau ikan
pisau ikan digunakan untuk memotong daging ikan

UNIT TERKAIT Instalasi Gizi