Anda di halaman 1dari 10

TESLA Vol. 8 No.

2, 51 – 60 (Oktober 2006)
Jurnal Teknik Elektro

PERBANDINGAN FIELD STRENGTH UPPER DAN


COMBINED ANTENNA PADA TRANSMISI TV 7 SURABAYA

Indra Surjati1), Endah Setyaningsih2) dan Stevanie Hermawan3)

Abstract
It has been well known that TV 7 one of TV stations in Indonesia always provides good quality of
program for its clients throughout national frameworks from its head quarter in Surabaya. Field
strength antenna plays important role in this service, especially its prominent parameters like
antenna gain, radiation pattern as well as its radiated powers. It has been noted from this
investigation that upper antenna suits for the above purpose.

Keywords : combined antenna, TV 7, radiation pattern

PENDAHULUAN BT.417-5.
Saat ini, dunia pertelevisian di Indonesia Besarnya field strength dipengaruhi oleh
mengalami perkembangan yang sangat pesat. beberapa faktor, antara lain daya pemancar,
Beberapa tahun terakhir muncul banyak ketinggian antena pemancar dan penerima,
televisi swasta yang memberikan variasi dan gain antena, dan keadaan geografis pada titik
inovasi baru dalam siarannya. Stasiun televisi pengukuran. Sedangkan besarnya field
mempunyai tantangan untuk memperoleh strength yang terukur dipengaruhi oleh jarak
pemirsa sebanyak-banyaknya. Selain dengan dan sudut pengukuran terhadap antena
menyediakan pilihan acara yang menarik dan pemancar. Hubungan jarak dengan field
inovatif, stasiun televisi juga harus strength diperlihatkan oleh vertical pattern
memperhatikan kualitas siaran agar dapat dari antena pemancar, sedangkan hubungan
diterima masyarakat dengan baik. sudut dengan field strength diperlihatkan oleh
horizontal pattern dari antena pemancar.
Salah satu faktor yang berperan penting
dalam menentukan kualitas penerimaan siaran Antena pemancar TV7 Surabaya
televisi adalah field strength atau kuat medan, merupakan antena broadband UHF polarisasi
yaitu kekuatan sinyal pancaran yang diterima horisontal dengan panel array sebanyak 64
oleh TV receiver di suatu tempat. (enampuluh empat) panel. Keenampuluh
empat panel ini disusun ke arah 4 (empat)
Kelayakan penerimaan siaran pada
permukaan yang masing-masing terdiri atas
receiver dapat diuji dengan cara mengukur
16 (enambelas) panel. Delapan panel teratas
field strength. Kualitas penerimaan ini
dirangkai dalam satu kelompok dan disebut
berpengaruh pada keberhasilan penyampaian
dengan upper antenna sedangkan delapan
informasi, sehingga informasi yang dikirim
panel dibawahnya disebut dengan lower
dapat diterima dengan baik, jelas dan
antenna. Kombinasi upper dan lower antenna
memenuhi standardisasi, yaitu standardisasi
disebut dengan combined antenna atau full
berdasarkan International Telecommunication
antenna.
Union dalam Recommendation ITU-R

1)
Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro-FTI, Universitas Trisakti .
2)
Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
3)
Alumni Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

51
52 Indra S., Endah S. dan Stevanie H.

UPPER ANTENNA daya output sebesar 15 kW, seperti pada


Upper antenna pada antena transmisi Gambar 2.
TV7 Surabaya terdiri atas delapan level panel
U
teratas di masing-masing permukaan antena. 15 kW p
p
Pada penggunaan mode upper antenna, daya e
r
output seluruhnya didistribusikan ke upper
antenna sehingga upper antenna L
memancarkan daya 30 kW dan lower antenna 15 kW o
w
tidak memancarkan daya sama sekali, seperti e
r
terlihat pada Gambar 1 berikut ini.

U
30 kW p
p
e
r

0 kW
L 30 kW
o
w
e
r

T
r
a
n
s
m
i
t
t
30 kW e
r

T Gambar 2. Pendistribusian daya combined


r
a antenna
n
s
m
i
t Combined antenna memiliki ketinggian
t
e 225.14 meter dari permukaan tanah.
r
Ketinggian ini diambil dari batas panel array
Gambar1. Pendistribusian daya upper antenna kedelapan dan kesembilan dari antena.

Upper antenna memiliki ketinggian


FIELD STRENGTH
229.74 meter dari permukaan tanah.
Ketinggian ini diambil dari batas antara panel Field strength atau yang disebut juga
array keempat dan kelima dari antena. dengan field intensity, secara umum
mempunyai pengertian sebagai kuat medan
dari suatu gelombang elektrik, magnetik atau
COMBINED ANTENNA elektromagnetik di suatu titik tertentu.
Combined antenna pada antena Secara khusus, field strength dapat
transmisi TV7 Surabaya terdiri dari diartikan sebagai kuat medan yang diterima
keseluruhan panel antena, yaitu sebanyak 16 oleh antena receiver dari energi radiasi
level antena di masing-masing permukaan elektromagnetik yang dipancarkan oleh
antena. Pada penggunaan mode combined pemancar televisi pada suatu frekuensi
antenna, daya output dibagi oleh power tertentu. Dalam hal ini, field strength
distributor sehingga upper antenna dan lower gelombang elektromagnetik mempunyai
antenna masing-masing mendistribusikan besaran dBμV/meter.

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


Perbandingan field strength upper dan combined pada transmisi TV 7 Surabaya 53

Energi gelombang elektromagnetik Which Protection May be Sought in Planning


terbagi dalam bentuk medan magnet dan an Analogue Terrestrial Television Service.
medan listrik, sehingga energi gelombang Rekomendasi ini dikeluarkan dengan
elektromagnetik (U) sama dengan tujuan agar dalam perencanaan suatu siaran
penjumlahan dari energi medan listrik (UE) televisi dalam band I, III, IV dan V dapat
dan medan magnet (UM), yaitu: terhindar dari interferensi. Standardisasi
berdasarkan rekomendasi ITU tersebut dapat
U = UE + UM (1) dilihat pada Tabel 1 yang merupakan standar
field strength pada ketinggian 10 meter diatas
permukaan tanah.
Energi gelombang elektromagnetik (U) inilah
yang akan dipancarkan dan diterima oleh Tabel 1. Recommendation ITU-R BT.417-5
antena.
Band I II IV V
Pada titik pengukuran field strength,
field strength meter akan mendeteksi beberapa dB (μV/m) +48 +55 +65 +70
kekuatan energi gelombang elektromagnetik
(U) dalam dBμV. Untuk mengetahui field
strength gelombang elektromagnetik (E) pada HASIL PENGUKURAN DAN ANALISIS
saat diterima oleh antena penerima, energi
Titik pengukuran diambil pada jarak 6
gelombang elektromagnetik (U) dimasukkan
km dengan sudut 315º sampai 135º terhadap
ke dalam persamaan:
antena pemancar. Titik-titik pengukuran pada
lokasi ini disebut dengan Lokasi I.
E (dBμV/m) = U (dBμV) + 20 log f (MHz) – Titik pengukuran diambil pada sudut
45° dari antena pemancar dalam suatu garis
G (dB) + a (dB) – 32 lurus. Jarak antar titik pengukuran sebesar 1, 2
............ (2) dan 3 km pada radius 1 sampai 10 km dari
pemancar, dan setiap 5 km pada radius 10
dengan : sampai 45 km dari pemancar. Titik
E (dBμV/m) : field strength gelombang pengukuran pada lokasi ini disebut dengan
elektromagnetik Lokasi II. Sedangkan titik-titik yang diambil
U (dBμV) : energi gelombang elektro- pada sudut pengukuran 185º sampai dengan
magnetik 315º terhadap antena pemancar disebut
f (MHz) : frekuensi gelombang dengan Lokasi III. Titik-titik pengukuran
G (dB) : gain antena penerima tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.
a (dB) : cable losses antara antena
penerima dan field Analisis Lokasi 1
strength meter
Pada lokasi I diadakan pengukuran
untuk 2 (dua) mode antena, yaitu upper
STANDARISASI FIELD STRENGTH antenna dan combined antenna. Berdasarkan
MENURUT ITU hasil pengukuran diperoleh rata-rata hasil
yang tertera pada alat ukur (energi gelombang
Dalam pengukuran, digunakan suatu elektromagnetik) seperti pada Gambar 4 dan
standardisasi berdasarkan rekomendasi dari rata-rata field strength gelombang
International Telecommunication Union elektromagnetik seperti pada Gambar 5.
(ITU), yaitu Recommendation ITU-R BT.417-
5 yang berjudul Minimum Field Strengths for

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


54 Indra S., Endah S. dan Stevanie H.

o
135

1
2
4
o
10

7 315o

10

15

20

25

30

35

40

Gambar 3. Titik pengukuran

77.50 99.00
77.00 98.50
76.50 98.00
76.00 97.50
E (dBμV/meter)
U (dBμV)

75.50 97.00
75.00 96.50
74.50 96.00
74.00 95.50
73.50 95.00
73.00 94.50
72.50 94.00
UPPER COMBINED UPPER COMBINED
Mode Antena Mode Antena
Gambar 4. Perbandingan energi gelombang Gambar 5. Perbandingan field strength
elektromagnetik pada Lokasi I gelombang elektromagnetik pada Lokasi I

Data hasil perhitungan field strength 1. Nilai energi gelombang elektromagnetik


pada Lokasi I dapat dibuat dalam suatu dan field strength gelombang
pattern. Pattern ini berguna untuk elektromagnetik untuk upper antenna
menunjukkan besarnya field strength yang memiliki nilai yang lebih besar
terukur berdasarkan sudut pengukuran dibandingkan dengan combined antenna.
terhadap antena pemancar. Gambar pattern 2. Nilai field strength gelombang
Lokasi I dapat dilihat pada Gambar 6. elektromagnetik untuk Lokasi I telah
memenuhi standar International
Berdasarkan hasil pengukuran dan
perhitungan, maka dapat diketahui performa Telecommunication Union dalam
Recommendation ITU-R BT.417-5. Dalam
siaran televisi pada Lokasi I. Menurut hasil
standar tersebut, nilai minimum field
pengukuran dan perhitungan secara
keseluruhan pada Lokasi I diperoleh : strength yang harus dipenuhi adalah

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


Perbandingan field strength upper dan combined pada transmisi TV 7 Surabaya 55

E (dBμV/m)
120
110
I.14
100
I.13 90
80
I.12
70
60
50
40
I.11
30
20
10

I.10

I.9

I.1

I.8 I.2
I.7 I.3
Keterangan : I.4
I.6 I.5
Field Strength Upper
Field Strength Combined

Gambar 6. Pattern Lokasi I

sebesar 70 dBμV/meter. Nilai rata-rata hipotesis yang berdasarkan teori bahwa


yang diperoleh untuk upper antenna semakin besar gain suatu antena, maka
sebesar 98,00 dBμV/meter dan untuk besarnya field strength yang terukur akan
combined antenna sebesar 95,39 semakin besar. Oleh sebab itu dapat
dBμV/meter. disimpulkan bahwa selain faktor gain,
besarnya field strength yang terukur juga
dipengaruhi oleh faktor pattern suatu antena.
Jarak 6 km memiliki angle of
depression untuk upper antenna sebesar
2,1928 dan untuk combined antenna sebesar Analisis Lokasi II
2,1498. Menurut vertical pattern dari antena Pada lokasi II diadakan pengukuran
pemancar tersebut, jarak 6 km termasuk untuk 2 (dua) mode antena, yaitu upper
dalam bagian 2, yaitu bagian dimana upper antenna dan combined antenna. Berdasarkan
antenna memiliki nilai field strength yang hasil pengukuran diperoleh rata-rata hasil
lebih tinggi daripada combined antenna. yang tertera pada alat ukur (energi gelombang
Berdasarkan hasil diatas dapat diketahui elektromagnetik) seperti Gambar 7 dan rata-
bahwa untuk jarak 6 km nilai rata-rata field rata field strength gelombang elektromagnetik
strength menunjukkan hasil yang lebih besar seperti Gambar 8.
untuk upper antenna. Hal ini berbeda dengan

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


56 Indra S., Endah S. dan Stevanie H.

69.00 2. Nilai field strength gelombang


68.50 elektromagnetik untuk Lokasi II telah
68.00 memenuhi standar International
U (dBμV)

67.50 Telecommunication Union dalam


67.00 Recommendation ITU-R BT.417-5. Nilai
66.50 rata-rata yang diperoleh untuk upper
66.00 antenna sebesar 87,52 dBμV/meter dan
65.50 untuk combined antenna sebesar 89,64
65.00 dBμV/meter.
UPPER COMBINED 3. Perhitungan Trend untuk energi
Mode Antena gelombang elektromagnetik dan field
strength gelombang elektromagnetik
Gambar 7 Perbandingan energi gelombang menunjukkan kecenderungan menurun.
elektromagnetik pada Lokasi II

Berdasarkan hasil diatas dapat diketahui


90.00
bahwa untuk pengukuran pada suatu garis
89.50
E (dBμV/meter)

lurus dengan sudut 45° terhadap antena


89.00
pemancar, nilai rata-rata field strength
88.50
menunjukkan hasil yang lebih besar untuk
88.00
combined antenna. Hal ini membuktikan
87.50
bahwa gain suatu antena menentukan
87.00
besarnya field strength yang terukur.
86.50
86.00 Perhitungan Trend yang menunjukkan
UPPER COMBINED kecenderungan menurun menunjukkan bahwa
Mode Antena semakin jauh jarak antara antena pemancar
dan penerima maka field strength yang
Gambar 8 Perbandingan field strength
terukur juga akan semakin menurun. Hal ini
gelombang elektromagnetik pada Lokasi II
menunjukkan bahwa semakin jauh jaraknya
maka kualitas penerimaan siaran televisi akan
Sedangkan untuk mengetahui semakin menurun.
kecenderungan besarnya energi dan field
strength gelombang elektromagnetik yang
Analisis Lokasi III
terukur berdasarkan jarak pengukuran, berikut
ini disajikan Trend energi gelombang Pada lokasi III diadakan pengukuran
elektromagnetik pada Gambar 9 dan Trend untuk 2 (dua) mode antena, yaitu upper
field strength gelombang elektromagnetik antenna dan combined antenna. Berdasarkan
pada Gambar10. hasil pengukuran diperoleh rata-rata hasil
yang tertera pada alat ukur (energi gelombang
Berdasarkan hasil pengukuran dan
elektromagnetik) seperti Gambar 11 dan rata-
perhitungan, maka dapat diketahui performa
rata field strength gelombang elektromagnetik
siaran televisi pada Lokasi II. Menurut hasil
seperti Gambar12.
pengukuran dan perhitungan secara
keseluruhan pada Lokasi II diperoleh : Berdasarkan hasil pengukuran dan
1. Nilai energi gelombang elektromagnetik perhitungan, maka dapat diketahui performa
dan field strength gelombang siaran televisi pada Lokasi III. Menurut hasil
elektromagnetik untuk combined antenna pengukuran dan perhitungan secara
memiliki nilai yang lebih besar keseluruhan pada Lokasi III diperoleh:
dibandingkan dengan upper antenna.

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


Perbandingan field strength upper dan combined pada transmisi TV 7 Surabaya 57

100.00
90.00
80.00
70.00
U (dBμV)

60.00
50.00
40.00
30.00
20.00
10.00
0.00
II.1 II.2 II.3 II.4 II.5 II.6 II.7 II.8 II.9 II.10 II.11 II.12
Lokasi
Upper Combined

Gambar 9. Trend energi gelombang elektromagnetik pada Lokasi II

120.00

100.00
E (dBμV/meter)

80.00

60.00

40.00

20.00

0.00
II.1 II.2 II.3 II.4 II.5 II.6 II.7 II.8 II.9 II.10 II.11 II.12
Lokasi
Upper Combined

Gambar10. Trend field strength gelombang elektromagnetik pada Lokasi II.

1. Nilai energi gelombang elektromagnetik dan field strength gelombang


dan field strength gelombang elektromagnetik untuk upper antenna
elektromagnetik setelah dilakukan memiliki nilai yang sedikit lebih tinggi
perubahan distribusi daya lebih besar dibandingkan dengan combined antenna.
daripada sebelum dilakukan perubahan 3. Nilai field strength gelombang
distribusi daya. Hal ini terjadi baik untuk elektromagnetik untuk Lokasi III setelah
upper antenna maupun combined antenna. dilakukan perubahan distribusi daya telah
2. Setelah dilakukan perubahan distribusi memenuhi standar International
daya, energi gelombang elektromagnetik Telecommunication Union dalam

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


58 Indra S., Endah S. dan Stevanie H.

79.00
78.00
U (dBμV) 77.00
76.00
75.00
74.00
73.00
SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH

UPPER COMBINED
Mode Antena

Gambar 11. Perbandingan energi gelombang elektromagnetik pada Lokasi III

100.00
99.00
E (dBμV/meter)

98.00
97.00
96.00
95.00
94.00
SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH

UPPER COMBINED

Mode Antena
Gambar 12. Perbandingan field strength gelombang elektromagnetik pada Lokasi III

Recommendation ITU-R BT.417-5. Nilai KESIMPULAN


rata-rata yang diperoleh untuk upper a. Pada pengukuran di Lokasi I didapatkan
antenna sebesar 99,34 dBμV/meter dan nilai rata-rata field strength gelombang
untuk combined antenna sebesar 98,69 elektromagnetik untuk upper antenna
dBμV/meter. lebih besar daripada combined antenna.
Data hasil perhitungan field strength b. Pada pengukuran di Lokasi II didapatkan
pada Lokasi III dapat dibuat dalam suatu nilai rata-rata field strength gelombang
pattern. Pattern ini berguna untuk elektromagnetik untuk upper antenna
menunjukkan besarnya field strength yang lebih kecil daripada combined antenna.
terukur berdasarkan sudut pengukuran c. Pada pengukuran di Lokasi II
terhadap antena pemancar. Gambar pattern menunjukkan bahwa semakin jauh jarak
Lokasi III dapat dilihat pada Gambar13. pemancar dan penerima maka field
strength gelombang elektromagnetik
menunjukkan kecenderungan menurun.

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


Perbandingan field strength upper dan combined pada transmisi TV 7 Surabaya 59

E (dBμV/m)
120 III.1
III.2
110
100
90 III.3
80
70 III.4
60
50 III.5
40
30 III.6
20
10 III.7

III.8

III.9

III.10

Keterangan :
Field Strength Upper Sebelum
Field Strength Upper Sesudah
Field Strength Combined Sebelum
Field Strength Combined Sesudah

Gambar 13. Pattern Lokasi III

d. Pada pengukuran di Lokasi III didapatkan yang relatif sempit, maka mode antena
nilai energi gelombang elektromagnetik yang cocok digunakan adalah upper
dan field strength gelombang antenna.
elektromagnetik yang lebih besar untuk
keadaan setelah dilakukan perubahan
distribusi daya. Referensi
e. Berdasarkan hasil pengukuran dan C. A. Balanis. Antenna Theory, Analysis and
perhitungan diperoleh bahwa nilai field Design. 2nd edition. Republic of
strength gelombang elektromagnetik pada Singapore: John Wiley & Sons, 2001.
ketiga lokasi pengukuran telah memenuhi
R. Collin. Antennas and Radiowave
standar International Telecommunication
Propagation. International Edition.
Union dalam Recommendation ITU-R
Republic of Singapore: Mc. Graw Hill,
BT.417-5.
1986.
f. Mengingat luas jangkauan daerah kota
Broadcast Antenna UHF TV Model
Surabaya sebagai target utama siaran TV7
PHP64U2221, Surabaya, Indonesia.

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)


60 Indra S., Endah S. dan Stevanie H.

Melbourne: Radio Frequency System May be Sought in Planning an Analogue


PTY LTD, 2002. Terrestrial Television Service. Geneva:
ITU, 2002.
Recommendation ITU-R BT.417-5. Minimum
Field Strengths for Which Protection Antenna Downtilt. http://www.ydi.com

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 2 (Oktober 2006)

View publication stats