Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang telah memberikan
rahmat-Nya kepada kita semua sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
“LAPORAN PERJALANAN DAN ANALISIS PENDIDIKAN LANJUT
CLIMBING DAN AKSES TALI” yang saya susun berdasarkan hasil kegiatan
saya dan teman-teman di lapangan.

Laporan kegiatan ini saya susun berdasarkan tahap demi tahap kegiatan
keseharian yang saya dilakukan di lapangan serta pengamatan dan pendalaman
daripada materi yang telah disampaikan saat pendidikan lanjut. Semoga laporan
ini dapat menjadi tolak ukur kemampuan saya dalam melakukan kegiatan di alam
bebas yang penuh dengan segala kekurangan. Saya juga berharap semoga laporan
ini dapat menambah wawasan pembaca terutama anggota muda KHAUF yang
akan belajar tentang climbing dan akses tali dikemudian hari, juga sebagai bagian
dari analisis fisika yang diterapkan pada kegiatan rock climbing.

Saya menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini masih banyak


kekurangan dan kesalahan. Untuk itu demi sempurnanya kegiatan di masa yang
akan datang, saya mengaharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun.

Bandung, 21 Juni 2016

Penulis

Eka “Mandolet” Fitri Rahayu

NTA.KM-025/KHAUF
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kekayaan alam yang kita miliki merupakan suatu aset yang tak
ternilai harganya. Apabila dimanfaatkan dengan cara yang salah, maka
akan merugikan bagi seluruh manusia. Keterkaitan dengan hal itu, maka
muncul lah para penggiat alam dengan semangat melestarikan lingkungan
dan rasa cinta dengan kegiatan yang lepas dan penuh tantangan. Seperti
yang telah dirumuskan dalam kongres II Forum Komunikasi Keluarga
Besar Pecinta Alam se-Bandung Raya (FK-KBPA-BR) tahun 2002, maka
definisi pecinta alam yaitu sebagai berikut:
“Sekelompok manusia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha
Esa, terdidik, bertanggung jawab, dan bertujuan untuk menjaga serta
memelihara alam.”
Maka sebagai pecinta alam kita pun perlu menguasai materi rock
climbing dan akses tali karena kita bukan hanya akan menjelajahi gunung
dan lautan, adakalanya kita bertemu tantangan baru salah satunya dalam
memanjat. Apabila kita tidak menguasai materi tersebut, tentunya akan
sulit untuk melakukan pemanjatan dan lain sebagainya.
Oleh karena itu kegiatan Pendidikan Lanjut Climbing dan Akses
Tali ini dilaksanakan agar seluruh anggota KHAUF terutama anggota
muda BABAD SETAPAK LIMA dapat menguasai materi rock climbing
dan akses tali terutama dalam evakuasi dan belaying.

B. TUJUAN
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Menambah pemahaman tentang materi rock climbing dan akses
tali,
2. Memperdalam keilmuan fisika yang terdapat dalam panjat tebing,
3. Dapat menganalisis fenomena fisika yang diterapkan dalam panjat
tebing,
4. Menguasai materi dasar yang akan membantu pelaksanaan panjat
tebing.
BAB II
REPORTASE PERJALANAN

Setelah melakukan serangkaian persiapan, akhirnya pada tanggal 10 Juni


2016 s/d 12 Juni 2016 kami melaksanakan agenda Pendidikan Lanjut dengan
kegiatan Rock Climbing dan Akses Tali yang akan dilaksanakan di Citatah 125,
Padalarang, Bandung.

Pada hari Jumat pagi 10 Juni 2016, anggota BSL selaku panitia dan
Dewan Pengurus Harian KHAUF melakukan pematerian awal berupa pengenalan
alat yang akan kami gunakan nantinya saat memanjat. Dimulai pukul 08.00 WIB
bertempat di Saung Khauf hingga Zuhur. Kemudian kami mulai melakukan
pengecheckan kembali alat panjat dan logistik yang akan kami bawa. Setelah
berunding dengan Dewan Pengurus Harian dan teman-teman BSL akhirnya kami
memutuskan untuk berangkat menuju lokasi seusai berbuka puasa atau sekitar
pukul 18.30 WIB dengan menggunakan transportasi berupa angkutan umum yang
dicharter dan sebagian lagi menggunakan kendaraan pribadi.

A. PERJALANAN HARI PERTAMA


1. Waktu dan Posisi
a.) Hari/tanggal : Jumat, 10 Juni 2016
b.) Posisi awal : Saung Khauf
c.) Posisi akhir : Tebing Citatah 125
2. Deskripsi Perjalanan
Pukul 18.30 WIB setelah semua logistik yang akan dibawa
sudah dipacking kami pun bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi
pemanjatan. Kami mencharter angkot dari Lembang menuju
Padalarang. Seluruh anggota BSL dan Spartani (anggota HPS) pergi
menggunakan angkot dengan didampingi oleh Teh Hoyong dan Teh
Obsesi.
Pukul 21.00 WIB kami tiba di lokasi dan langsung mendirikan
tenda. Awalnya kami akan mendirikan tenda dome untuk menyimpan
alat panjat, tetapi ternyata tenda dome yang kami bawa tidak memiliki
frame sehingga kami mendirikan flysheet saja. Kami selesai
mendirikan flysheet pukul 22.00 WIB dan lalu ikut bergabung untuk
berdiskusi dengan senior dan Bang Jawir. Sekitar pukul 23.30 WIB
kami memutuskan untuk beristirahat karena kami harus menyiapkan
sahur.
B. PERJALANAN HARI KEDUA
1. Waktu dan Posisi
a.) Hari/tanggal : Sabtu, 11 Juni 2016
b.) Posisi : Tebing Citatah 125
2. Deskripsi Perjalanan
Pukul 02.00 WIB saya dan teman-teman BSL bangun untuk
menyiapkan sahur. Menu sahur pagi ini adalah nasi putih, capcay, tahu
dan telur dadar.
Setelah seluruhnya selesai kami membangunkan yang lain
untuk ikut sahur. Pukul 04.00 WIB kami mulai makan sahur dan beres
pada pukul 04.25 WIB.
Karena terlalu lelah saya dan Bolet memutuskan untuk
beristirahat sebentar sebelum sholat subuh dan ternyata kami
ketiduran. Pukul 05.30 WIB saya dan Bolet turun utnuk sholat subuh
di Masjid yang ada disana. Sekitar pukul 06.00 WIB kami semua
melakukan stretching sebelum mengawali aktivitas.
Kami diberi waktu hingga pukul 07.30 WIB untuk
membersihkan flysheet dan menyiapkan alat serta pengecheckan alat
yang kami bawa. Kemudian kami mendapat pematerian tentang nama
dan kegunaan alat yang ada oleh Bang Jawir yang kemudian
dilanjutkan pematerian tentang anchor dan belaying oleh Kang
Capling.
Zuhur tiba dan kami diberi waktu sholat dan beristirahat hingga
pukul 13.00 WIB. Lalu melanjutkan pematerian tentang akses tali yang
kami buat sendiri. Seharusnya pukul 15.00 WIB kami sudah mulai
memasak bukaan tetapi karena pematerian belum selesai akhirnya
senior yang ada membantu kami memasak. Kami memutuskan untuk
memindahkan flysheet yang sudah kami buat sebelumnya ke tempat
yang lain karena dirasa tempat sebelumnya tidak nyaman karena
merupakan sarang semut. Seluruh barang kami pindahkan agar tidur
kami lebih nyaman, tetapi tempat memasak tetaplah sama.
Setelahnya kami berbuka bersama dan melaksanakan sholat
maghrib dan isya. Kemudian kami berkumpul di bawah tebing untuk
berdiskusi kembali bersama bang Jawir dan yang lainnya.
C. PERJALANAN HARI KETIGA
1. Waktu dan Posisi
a.) Hari/tanggal : Minggu, 12 Juni
b.) Posisi awal : Tebing Citatah 125
c.) Posisi akhir : Saung Khauf
2. Deskripsi Perjalanan
Pukul 02.30 WIB kami bangun dan menyiapkan sahur. Kami
sahur bersama sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah sahur saya dan Bolet
pergi mencuci nesting yang selesai digunakan untuk memasak.
Kemudian kami sholat di Masjid.
Kemudian kami melakukan evaluasi bersama teh Hoyong, teh
Masrum dan teh Obsesi. Kami pun kemudian melakukan stretching
karena hari ini kami akan praktek memanjat. Bang Jawir, kang Radoh
dan kang Dengdek leadering dan memasang anchor serta menentukan
posisi tebing dan rute yang akan kami gunakan dalam memanjat.
Sementara semuanya dipersiapkan, kami latihan bordering
terlebih dahulu bersama teh Obsesi, teh Blodro, teh Ndun dan teh
Hoyong di sisi tebing yang lain.
Teroret menemukan sebuah lubang di samping lokasi kami
bordering. Karena penasaran dengan adanya lubang yang cukup besar
tsb, kami semua mencoba untuk masuk kedalamnya secara bergantian,
dengan dibantu oleh teh Obsesi sebagai penunjuk rute saat kami turun
dari lubang tersebut.
Kemudian kami dipanggil oleh kang Capling untuk bersiap-
siap melakukan pemanjatan. Kami memanjat bergantian dimulai dari
Teroret, Melet, Spartani, Bolet dan saya sebagai yang terakhir.
Kebanyakan dari kami tidak mencapai rop rute dan yang mencapainya
hanya saya dan Teroret.
Setelah sampai di mulut gua, saya istirahat sebentar dan
kemudian turun dengan menggunakan figure of 8 yang pernah saya
pelajari kemarin sore.
Waktu menunjukan pukul 16.20 WIB saat saya sampai kembali
di permukaan tanah. Saya pun bergegas menuju flysheet untuk
beristirahat sebentar dan kemudian membantu yang lainnya memasak
menu berbuka puasa.
Karena logistik makanan yang dibawa ternyata kurang, kami
akhirnya membeli beras dan minuman segar tambahan untuk berbuka.
Tak lupa Teroret mulai menghubungi supir angkot untuk kembali kita
charter.
Kami berbuka puasa bersama, setelahnya saya dibantu Spartini
dan Teroret mengecheck semua logistik dan packing untuk kembali ke
Saung Khauf. Sebelum pulang kami mengucapkan terimakasih terlebih
dahulu kepada pengurus sanggar disana, sembari berbincang hangat
sambil menunggu angkot datang menjemput. Kami pun diundang
dalam acara buka bersama yang akan mereka adakan.
Setelah itu kami pamit pulang dan tiba di sekre sekitar pukul
22.10 WIB. Kami langsung mengecheck kembali alat yang ada dan
membersihkan alat-alat yang kotor agar dapat langsung dikembalikan
keesokan harinya. Sekitar pukul 24.00 WIB kami pergi beristirahat.
BAB III
EVALUASI

A. EVALUASI LOGISTIK
Karena akan melakukan panjat tebing, bukan berarti hanya alat
panjat saja yang terus menerus di check kelengkapannya tetapi juga
logistik camp dan konsumsi. Untuk divisi lain yang memerlukan barang-
barang dari logistik sebaiknya melakukan koordinasi terlebih dahulu agar
tidak ada yang tertinggal. Pastikan sebelum berangkat seluruh logistik
yang akan dibawa sudah lengkap dan tahu posisinya berada di tas yang
mana.
B. EVALUASI PERJALANAN
Melakukan persiapan seperti mencharter angkot haruslah sudah
dari beberapa hari sebelumnya. Setidaknya lakukan survey terlebih dahulu
agar uang yang ada tidak kekurangan. Pastikan transportasi yang
digunakan sudah fix harga dan jam jemputnya. Jangan sampai mendadak
apalagi dibatalkan sepihak.
C. EVALUASI KONSUMSI
Pastikan jumlah bahan makanan yang dibawa mencukupi dan agar
lebih aman maka siapkan 1 porsi tambahan kalau-kalau waktunya
diperpanjang. Pastikan alat-alat yang dibawa lengkap, seperti gelas, piring,
sendok, pisau, kompor, gas dll. Dan menu yang dibuat jangan terlalu
banyak tetapi jangan terlalu monoton juga.
BAB IV
ANALISIS FISIKA DALAM PANJAT TEBING :
MENGENAL FALL FACTOR DAN IMPACT FORCE

Dalam rock climbing, ada beberapa hal yang krusial untuk diketahui,
diantaranya adalah mengenai fall factor dan impact factor. Pertanyaan sederhana,
bagaimana analisisnya dalam fisika?

Sebelum melakukan analisis, salah satu faktor penting dalam panjat tebing
adalah tali yang digunakan. Umumnya, pemanjat tebing (climber) menggunakan
kernmantel (karamantel-red) untuk melakukan pemanjatan. Ada 3 jenis
kernmantel yang dibedakan berdasarkan tingkat kelenturannya, diantaranya:
a. Kernmantel Statis
Kernmantel ini memiliki elastisitas yang sangat kecil (10%) karena
bagian dalamnya tidak dianyam/dipilin dan bagian luarnya rapat,
umumnya digunakan untuk rappling, jumaring dan hauling.
b. Kernmantel Dinamis
Jenis tali ini akan meregang beberapa persen ketika diberi beban. Tali
ini dibuat dengan kelenturan yang cukup tinggi (25%) yang dibuat
untuk menahan hentakan sekaligus meminimalkan cedera. Bagian inti
tali jenis ini dianyam dan bagian luarnya pun dianyam cukup renggang
sehingga memiliki elastisitas (yoyo effect).
c. Kernmantel Semi-Statis
Bagian intinya dianyam agak rapat (renggang) seperti Kernmantel
Dinamis, tetapi bagian luarnya dianyam rapat seperti Kernmantel Statis
sehingga memiliki elastisitas yang rendah tetapi mudah untuk dibuat
simpul. Umumnya digunakan dalam teknik penyelamatan (evakuasi)
dengan menarik korban ke atas.

Pembahasan kali ini adalah memanjat menggunakan Kernmantel Dinamis,


faktor jatuh (fall factor) nya adalah rasio antara ketinggian (h) pemanjat dengan
panjang tali (L), dapat dituliskan sebagai berikut:

𝑓=
𝐿

Impact force didefinisikan sebagai tegangan maksimal dalam tali saat


pemanjat jatuh. Dengan menggunakan metode umum tali harmonik teredam
(harmonic oscillator/HO) gaya dampak Fmaks pada tali didapatkan dari :

𝐹𝑚𝑎𝑘𝑠 = 𝑚𝑔 + √(𝑚𝑔)2 + 2 𝑚𝑔ℎ𝑘 = 𝑚𝑔 + √(𝑚𝑔)2 + 2𝑚𝑔𝐸𝑞𝑓

Dimana mg adalah berat pemanjat, h adalah tinggi saat jatuh dan k adalah
𝑘𝐿
konstanta pegas dari tali. Dengan menggunakan modulus elastisitas 𝐸 = maka
𝑞

impact force hanya bergantung pada faktor jatuhnya yaitu pada rasio h/L. Gaya
maksimum pemanjat adalah Fmaks dikurangi beban dari pemanjat itu sendiri.
Rumus diatas dapat dengan mudah diperoleh dengan hukum konversi energi pada
saat tegangan maksimumnya.

Untuk fall factor sendiri dapat diilustrasikan sebagai berikut:

a. Kasus 1
Seorang pemanjat yang sudah memanjat sejauh 10 meter dari bilayer
(L) dengan jarak masing-masing runnernya 2 meter dan talinya
mampu meregang hingga 2 meter ketika diberi beban, ketika pemanjat
itu jatuh, maka faktor jatuhnya adalah:


𝑓=
𝐿
4
𝑓= = 0.4
10

b. Kasus 2
Seorang pemanjat yang baru memanjat sejauh 4 meter dari bilayer
terpeleset dan jatuh, jika jarak antar runnernya 2 meter dan tali yang
digunakan mampu meregang hingga 2 meter ketika diberi beban, maka
faktor jatuhnya adalah:

𝑓=
𝐿
4
𝑓= =2
2
Dengan menganalisis dua kasus tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
faktor jatuh tidak bergantung pada ketinggian saat jatuh, melainkan jarak atau
ketinggian saat jatuh.
Kasus 2 adalah contoh kasus yang paling keras dan berbahaya. Karena
hentakan yang diakibatkannya terlalu besar sehingga pendaki kemungkinan akan
mengalami patah tulang hingga kematian.
Menurut teori, semakin tinggi faktor jatuh maka semakin besar kekuatan
yang dihasilkan. Karenanya, semakin panjang tali maka semakin banyak kekuatan
yang diserap. Namun, faktor jatuh secara teoritis tidak memperhitungkan gesekan
yang dialami tali. Gesekan antara tali dan batu mencegah tali mengalami
keregangan maksimum dari seluruh panjang tali, sehingga hanya sebagian
panjang tali yang menyerap impact force saat jatuh.

Kesimpulan :
Impact force adalah gaya yang teredam pada tali yang menyebabkan
peregangan tali maksimal saat dikenai beban. Dalam kasus fall factor,
menempatkan runner sebanyak mungkin dapat memperkecil dapat memperkecil
resiko pemanjat jatuh dengan tali yang terulur.

Sumber :
https://www.petzl.com/US/en/Sport/Fal-factor-and-impact-force
pecintaalamrocklambing.blogspot.co.id/p/pemanasan-pemanjatan.html?m=1
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Secara keseluruhan kegiatan Dikjut Rock Climbing dan Akses Tali
berlangsung lancar dan aman. Selama kegiatan, anggota BSL dan HPS
yang mengikuti kegiatan mendapatkan pemahaman lebih tentang teori dan
standar keamanan dalam panjat tebing serta akses tali yang dapat
digunakan dalam evakuasi.

B. SARAN
Pertama, untuk logistik peralatan sebaiknya dicheck sebelum,
selama dan sesudah penggunaan. Ketika selesai digunakan pastikan alat
dalam keadaan bersih dan tersimpan dengan baik.
Kedua, untuk konsumsi dan manajemen perjalanan sebaiknya
disiapkan sejak jauh-jauh hari dan dipastikan jumlah orang yang
berpartisipasi agar makanan yang dibawa mencukupi.
Ketiga, selalu saling back up antar anggota dan seluruh anggota
wajib tahu pekerjaan tiap-tiap anggotanya sehingga ketika yang
bersangkutan dalam posisi tidak bisa mengerjakan kita tidak perlu
bertanya lagi dan dapat langsung melaksanakan tugas dengan baik.
LAMPIRAN 1

BIODATA ANGGOTA

1. Nama : Eka “Mandolet” Fitri Rahayu


NTA : KM-025/KHAUF
Tempat, tanggal lahir : Cirebon, 31 Mei 1998
Alamat asal : Jl. Nyimas Sesangkan no.10 dusun 2 rt.03 rw.04
Desa Kalideres Kecamatan Kaliwedi Kabupaten
Cirebon
Hobi : Menonton film horror, menulis cerita fiksi
Motto hidup : Berjuang, selaras, fokus dan bertumpu pada Allah

2. Nama : Hanifah “Bolet” Cahyani


NTA : KM-021/KHAUF
Tempat, tanggal lahir : Bekasi, 15 November 1997
Alamat asal : Jalan Pulau Irian Jaya Raya no.28 rt.009 rw.018
Perumnas 3 Bekasi Timur
Hobi : nonton
Motto hidup : Dream it, work hard, and achieve it. Jalan Allah
selalu ada, bila kita terus berada di jalan-Nya

3. Nama : Hani ”Melet” Yusrina Safura


NTA : KM-023/KHAUF
Tempat, tanggal lahir : Serang, 19 Desember 1996
Alamat asal : Jalan Raya Cilegon km 02 no.39 rt.004 rw.006
Kepandean Serang Banten 42114
Hobi : Announcer, belanja, jalan-jalan, nonton film
Motto hidup : Your future is in your hands not somebody else
4. Nama : Fathan “Teroret” Muhammad Izzudin
NTA : KM-024/KHAUF
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 19 Juli 1997
Alamat asal : Jl. Nengkelan no.125 Desa Sukamantri
Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung
Hobi : Futsal
Motto hidup : Hadapi masalah dengan solusi dan senyuman

5. Nama : Wilianti “Spartini” Saptawulan


NTA : KM-013/KHAUF
Tempat, tanggal lahir : Lampung, 16 Juli 1996
Alamat asal : Jl. Perum Taman Warnasari Indah fwa 32 no 5,
Cilegon, Banten
Hobi : Menonton
Motto hidup : Hadapi masalah dengan solusi dan senyuman
LAMPIRAN 2

DAFTAR LOGISTIK

1. Logistik alat

NO NAMA JUMLAH NO NAMA JUMLAH


1 kermantel statis 1 1 cariel 5
2 kermantel dinamis 1 2 flysheet 2
3 carabinner skru 34 3 tenda dom 1
4 carabinner 5 4 matras 10
autolock 5 tramontina -
5 carabinner snap 22 6 webbing camp -
6 webbing 32 7 sleeping bag 5
7 helm panjat 5 8 nesting 6
8 harness 6 9 kompor 3
9 sepatu panjat 3 10 gas tabung 10
10 magnesium YES 11 pisau 2
11 Piton 6 12 gelas 50
12 skyhook 3 13 piring 2
13 Friend 5 14 kertas minyak 50
14 Runer 11 15 senter 5
15 figur of 8 8 16 kompan 1
16 PRUSIK 6 17 galon 2
17 chalk bag 5 18 rafia 3
18 Pulley 6 19 korek 2
19 askender 7 20 baterai ++
20 autostop 2 21 sendok 6
21 Id -
22 hexagonal sentris 7
23 Sling 18
24 Palu 2
25 chaock friend -
26 puley rescue -
27 puley twin -
28 Grigri 2

2. Logistik Konsumsi
Jumlah
No Nama Keperluan Barang
1 Telor 1 kg
2 Pandan 2 ikat
3 Daun bawang 2 ikat
4 Wortel 1 kg
5 Cengek 1 ons
6 Bawang merah 1 ons
7 Bawang putih 1 ons
9 Pisang 1 sisir
10 Sawi putih 1
11 Teri 1 ons
12 Kulangkaling ¼ ons
13 Sosis 1 bungkus
14 Salam,sereh,lengkuas 1
15 Kopi 2 bungkus
16 Tempe 2
17 Gula merah 4 balok
18 Kacang tanah ¼ kg
19 Santan 5 bungkus
20 Mie telor 1
21 Nutrijel 5
22 Bumbu masak 4
23 Lada 2 bungkus
24 Mie telor 3
25 Ikan asin 2 kg
26 Gula pasir 1 kg
27 Garam 1 kg
28 Minyak 1 kg
29 Tomat 1 kg
30 Tepung bala-bala 4 bungkus
31 Kol 1
32 Tahu 2 bungkus
33 Sayur asem 1 bungkus
34 Jamur 1 kg
3. Daftar menu makanan

Hari/tanggal Waktu Menu Makanan


Malam Gorengan, sop buah, nasi, rending,
kangkung, sayur asam, telur dadar,
Jumat, 10 Juni 2016 tumis kangkung

Malam Nasi, tumis capcay, tumis tahu,


tempe orek, telur dadar
Pagi Bala-bala, kolak, nasi putih, ikan
Sabtu, 11 Juni 2016 teri, tempe, mie
Malam Nasi, telur, tumis tahu, tempe
goreng, tumis capcay
Minggu, 12 Juni 2016 Malam nasi, mie goring, telur goreng
LAMPIRAN 3

DAFTAR MENU